Posts

Tantangan Profesional Logistic & Supply Chain di Indonesia.

Persaingan bisnis sekarang sudah bergeser dari persaingan antar perusahaan ke persaingan antar jaringan, sehingga perusahaan dituntut untuk menguatkan jaringannya dengan berkolaborasi dari hulu ke hilir, oleh karena itu dibutuhkan profesional yang dapat mengelola bisnis untuk menjawab tuntutan tersebut.

Ok - Mei 3 2017 - Tantangan Profesional di Logistic dan Supply Chain di Indonesia.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi terkini telah mampu membantu untuk merealisasikan suatu sistem yang terpadu sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi biaya dan waktu dalam ruang lingkup yang lebih luas. Tujuan mengefisiensikan dan mensinkronisasikan demand supply inilah yang melatar belakangi lahirnya konsep Supply Chain Management (SCM).

Dr. Ir. Elisa Kusrini., MT, CPIM, CSCP, Sekretaris Program Pascasarjana FTI UII / Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII dan Mustaqim, ST., M.Eng, Dekan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti (UPS), mengawali Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan kerjasama antara Magister Teknik Industri PPs FTI UII dan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti Tegal (6 Sya’ban 1438 H/ 3 Mei 2017) di Kampus UPS Jl. Halmahera KM. 01, Mintaragen, Tegal Tim., Kota Tegal, Jawa Tengah

Baca Juga : Bangkitnya Jepang Indonesia 

Supply Chain Management adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total jaringan perusahaan dalam rantai suplai melalui peningkatan efektivitas aliran material,uang dan informasi antar perusahaan dalam jaringan rantai pasok. Dalam hal ini konsep SCM cocok diterapkan pada masa sekarang, karena sistem ini memiliki kelebihan dimana mampu meningkatkan customer service disatu sisi dan menurunkan cost disisi yang lain. Supply Chain Management itu sangat luas dan sangat customized tergantung industrinya.

Hadir sebagai peserta selain utusan dari Fakultas Teknik UPS, tampak utusan Desperindag Pemerintah Kota Tegal, Desperindag Pemerintah Kabupaten Tegal, PT Kereta Api Indonesia (Balai Yasa) Tegal, PT Barata Indonesia Tegal, PT Suara Merdeka dan Harian Radar Tegal.

“Alhamdulillah, output dari Focus Group Discussion yaitu memiliki wawasan keilmuan dan meningkatnya pengetahuan praktis secara komprehensif yang berimbang tentang peningkatan kompetensi profesional di bidang Logistik dan Supply Chain dan tersusunnya rumusan profesional ideal di bidang Logistik dan Supply Chain, yang berhasil mengembangkan posisi di daerah operasi, dan memberikan fleksibilitas profesional yang dibutuhkan untuk mengatasi jaminan di bidang Pembelian, Perencanaan, Produksi, Logistik dan Distribusi dapat tercapai” pungkas Elisa saat menutup kegiatan bersama tersebut.

Jerri Irgo

Internet of Things in Manufactur

Okt 19 - Smart Manufacturing 2

Internet of Things (IoT) telah menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan akhir-akhir ini, termasuk yang menjadi suatu konsep yang mempengaruhi proses di Manufactur. Dr. R Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise Universitas Islam Indonesia (SIE UII), menjadikan Internet of Things in Manufactur sebagai tema Kuliah Umum bagi Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Panca Sakti, Tegal, Jawa Tengah (19 Oktober 2016).

Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet.

Dr. R. Teduh Dirgahayu, dalam paparannya menyampaikan “Industri Internet of Things (IOT) adalah penggunaan Internet of Things (IOT) teknologi di industri, termasuk di Manufactur dengan tujuan agar dapat menjadikan Smart Manufacturing” ujarnya.

Smart Manufacturing membutuhkan teknologi untuk memastikan semua mesin bekerja, materi mengalir terlihat secara real-time, dan tim pekerja mengatur seluruh proses.

“Manfaat dari penggunaan Internet of Things (IOT) teknologi di bidang manufaktur, adalah efisiensi operasional jauh lebih baik melalui pemeliharaan prediktif dan manajemen remote, selanjutnya munculnya hasil secara ekonomi, yang didorong oleh layanan software-driven; inovasi dalam hardware; peningkatan visibilitas produk, proses produksi, layanan pelanggan dan mitra” pungkas Dr. R Teduh.

Materi Internet of Things Dr. R Teduh Dirgahayu

Jerri Irgo

PPs FTI UII – UPS Tandatangani Kerjasama

Okt 19 PPs FTI UII - UPS (2)

Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Penandatangan Memorandum of (MoU) dilakukan di Ruang Dekanat, Gedung Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti (UPS) Kampus Jl. Halmahera Km. 01, Kota Tegal, Jawa Tengah (19 Oktober 2016)

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia dan Dekan Fakultas Teknik UPS, Mustaqim, ST., M.Eng keduanya menyambut baik kerjasama tersebut. Kerjasama PPs FTI UII dan FT UPS yang merupakan sinergi yang sangat strategis dan saling menguntungkan.

Kerjasama yang dilakukan dalam ranah Tridarma Perguruan Tinggi. Nantinya tidak hanya melibatkan dosen namun juga mahasiswa. Kerjasama ini diharapkan dapat berujung pada masyarakat dan memberikan tambahan manfaat yang besar untuk masyarakat.

Jerri Irgo