The War on MCA

Ismail Fahmi, Ph.D – Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia
– – – – – –

Baiklah.. Drone Emprit awalnya lagi sibuk dengan pengembangan fitur baru, jadi jarang bikin analisis. Namun terkait isu terbaru ini, yaitu tentang MCA, dan belum adanya analisis yang menggunakan data untuk rentang waktu yang panjang, sementara Drone Emprit masih menyimpan rekaman data ini, maka diputuskan untuk membuat analisa singkat.

Warning: tulisan ini agak panjang. Deskripsi dan analisis merefer ke slide2 yang dilampirkan sebagai gambar. Kalau ndak kebayang yang dimaksud dalam deskripsi, sempatkan lihat slide yang relevan di bawahnya. Atau bisa download PDF slidenya :

PENDAHULUAN

Setelah sebelumnya Polri melakukan “shock therapy” dengan mengumumkan penangkapan anggota “Sindikat Saracen”, kali ini Polri lebih berani lagi, yaitu mengumumkan penangkapan anggota “MCA”, sebuah jaringan yang jauh lebih besar dari Saracen.

Landasan penangkapan ini sangat kuat: “pembuatan dan penyebaran hoax yang sangat meresahkan masyarakat, yaitu tentang maraknya ‘orang gila’ yang meneror ulama” dan isu PKI oleh anggota MCA.

Kejutan kedua ini bisa dilihat setidaknya memiliki 2 tujuan:

  1. meredam hoax khususnya yang menyerang pemerintah,
  2. melemahkan MCA.

PERTANYAAN

Analisis kali ini ingin menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Siapakan MCA itu?
  • Kapan MCA mulai muncul?
  • Bagaimana peta pertempuran “War on MCA” di media social?
  • Apakah ada indikasi kekuatan MCA bakal melemah setelah gempuran ini?
  • Bagaimana strategi MCA dalam melawan tekanan dan deligitimasi terhadap mereka?

Yang tidak akan dijawab oleh Drone Emprit adalah:

  • Apakah ada struktur organisasi terpusat atau jaringan terstruktur yang dimiliki MCA?
  • Apakah ada penyandang dananya, kalau ada siapa?

Yang terakhir ini bisa dijawab oleh pak Polisi.

KEYWORD

Untuk menangkap percakapan terkait MCA, saya gunakan dua kata kunci, yaitu “MCA” (kapital) dan “Muslim Cyber Army”. Filter bahasa tidak diaktifkan, sehingga kalau ada MCA yang merupakan kependekan dari nama lain di luar negeri, akan muncul juga dalam data. Namun ini tidak masalah, selama kemunculannya tidak dominan. Lewat SNA akan bisa dipisahkan.

DATA

Drone Emprit menampilkan data Twitter dan News sejak Mei 2016 hingga 4 Maret 2018 (hari ini). Data khusus untuk kata kunci MCA baru dikumpulkan sejak seminggu lalu. Namun sejak bulan Mei 2016, Drone Emprit sudah mengumpulkan data untuk berbagai topik dan isu. Salah satunya adalah soal “PKI”, yang sejak bulan itu hingga sekarang masih dikumpulkan. Juga soal Pilkada, dll, dimana kemungkinan besar MCA muncul.

Di sini kita tidak hendak melihat total absolut percakapan yang mengandung kata kunci MCA untuk periode Mei 2016 sd 23 Feb 2018. Dalam periode sebelum Drone Emprit memonitor khusus tentang MCA, kita hanya akan melihat trend kemunculan MCA dalam berbagai isu yang sempat dimonitor.

TREND DAN VOLUME DATA

Dari grafik trend sejak 1 Mei 2016 sd 4 Maret 2018, kita lihat pada awalnya mention tentang MCA sangat sedikit. Yang tertinggi adalah bulan Maret 2018, yaitu sejak penangkapan anggota MCA diumumkan polri.

Dalam periode tersebut, kita mendapatkan 237K mention di Twitter, dan 5,9K mention di media online. Kita tidak akan membahas percakapan di media online. Hanya yang di media sosial yang akan kita analisis leibh dalam untuk menjawab pertanyaan di atas.

KAPAN “MCA” MUNCUL?

Untuk melihat awal mula munculnya nama “MCA” atau “muslim cyber army”, kita zoom data dari 1 Mei 2016 sd 25 Maret 2018. Dengan menghilangkan periode dimana pemberitaan MCA meningkat, kita bisa melihat skala trend volume lebih jelas untuk periode awal. Dan dengan mengklik setiap puncak dalam grafik trend Drone Emprit, kita bisa lihat percakapan apa yang terjadi saat itu. Dari situ kita bisa tahu apakah topik percakapannya.

Dari hasil eksplorasi setiap puncak grafik trend, kita bisa lihat bahwa nama MCA atau muslim cyber army mulai digunakan pada bulan Desember 2016. Tepatnya tanggal berapa?

Kita zoom lagi grafik trend untuk untuk periode 1 Mei 2016 sd 31 Desember 2016. Di sana kita temukan bahwa ternyata semua puncak dalam grafik sebelum 13 Desember berbicara soal “MCA” yang merupakan nama sebuah partai ras tunggal di Malaysia (Malaysian Chinese Association).

Pada tanggal 13 Desember 2016 itulah, sebuah twit pertama kali menggunakan nama “Muslim Cyber Army”:

“Saya bangga menjadi bagian Muslim Cyber Army…#PenjarakanAhok” – @ahmadyani1178, 4:45 AM – 13 Dec 2016

Twit tersebut meretweet status sebelumnya pada hari yang sama:

“[Perang Media Sosial] Muslim Mega-Cyber Army Meluluhlantakkan Ahok Cyber Army https://goo.gl/fb/uGq0e9” – @maspiyuuu, 3:49 AM – 13 Dec 2016

Apakah ada penyebutan sebelum itu? Kemungkinan ada, karen data Drone Emprit terbatas. Namun, dari nama yang digunakan oleh akun @maspiyuuu, dia belum menyebut nama MCA atau kepanjangannya. Dia masih menyebut nama “Muslim Mega-Cyber Army”, dan memberi nama lawannya “Ahok Cyber Army”.

TONGGAK LAHIRNYA “MCA”

Selanjutnya pada tanggal 14 Desember, sebuah status dari @sineasmuslim (sekarang bernama @khoyyr) menulis:

“muslim cyber army bergerakalah cc : @hafidz_ary @SiBonekaKayu @perisiden @TerorisSocmed @TofaLemon @Gemacan70 @ronavioleta @CondetWarrior” – @sineasmuslim, 10:57 AM – 14 Dec 2016

Status ini berisi potongan video dari ceramah HRS, yang mengajak umat Islam untuk melakukan “perang cyber” melawan musuh-musuh Islam yang selalu membuat fitnah dan menyerang Islam. (URL: https://twitter.com/khoyyr/status/808974067101409281)

Dalam periode bulan Desember 2016, status ini mendapat retweet paling tinggi terkait MCA.

Twit berikutnya yang paling banyak diretwet adalah dari Adam Harveys, jurnalis ABC untuk Asia Tenggara:

“Radical Indonesian cleric Habib Rizieq says Jokowi is blocking him online. Calls for help from ‘Muslim Cyber Army'” – @adharves, 6:43 AM – 20 Dec 2016

Dalam twitnya, Adam menyatakan bahwa HRS menginformasikan kepada jamaah tentang akun-akun media sosialnya yang diblok oleh pemerintah. HRS mengajak umat untuk melakukan “perang cyber”, dan memanggail “Muslim Cyber Army” untuk turun.

Menurut catatan Drone Emprit, ini adalah awal munculnya MCA, dan pidato HRS itu adalah tonggak lahirnya MCA.

Hal ini atas terkonfirmasi dari grafik trend dari 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2017. Penyebutan MCA atau “muslim cyber army” secara konsisten muncul dalam setiap bulannya.

JEJAK “MCA” SELAMA 2017

Selama periode 2017, kita bisa melihat mention terkait MCA bersama isu yang lain secara konsisten selalu muncul. Di sana ada beberapa puncak trend, yang kalau kita lihat, itu menandakan peristiwa2 besar yang melibatkan MCA.

Misalnya, 17 Januari, ada seruan HRS terkait GMBI; 20 Mei dengan peak tertinggi di tahun itu, soal kasus chat mesum HRS; 23 Agustus juga peak tinggi, dimana warming-up Polri dalam menumpas hoax, dengan mengumumkan penangkapan sindikat Saracen; dan di akhir tahun tentang aksi bela Palestina.

MASA SEBELUM “MCA”

Sebelum nama MCA muncul, apakah yang menjadi cikal bakal jaringan ini?

Kita lihat SNA dari peristiwa Aksi 411 dan Aksi 212. Dalam persiapan Aksi 411, dari 17-31 Oktober 2016, kita lihat cluster Pro Aksi dikomandoi oleh akun-akun terkait FPI dan HRS. Akun yang lain adalah buzzer yang akan mengamplifiksi pesan kepada publik. Demikian juga dalam persiapan Aksi 212, akun HRS merupakan akun penting di sana. Pernyataan HRS dan ceramahnya yang mengajak umat melakukan perang cyber, menjadi motivator dari cluster ini.

Dari situ kita bisa lihat bahwa sebelum MCA, akun FPI dan HRS adalah sentral dari cluster yang sering mengkritik pemerintah di media sosial. Bersama akun ini, ada akun2 lain dari berbagai kalangan yang mengamplifikasi.

POSISI “MCA” DALAM PILKADA DKI

Kita ambil contoh salah satu SNA yang pernah dipublish Drone Emprit, yaitu pada tanggal 7-8 Februari pada saat debat pilkada. Dalam peta itu, kita lihat ada 4 cluster. Bukankah seharusnya ada 3 cluster, yang masing-masing adalah tim dari paslon yang bertanding?

Ternyata ada cluster keempat. Cluster ini secar jelas terpisah dari ketiga cluster lainnya. Dari analisis lebih dalam, cluster ini ternyata fokusnya hanya satu: menyerang cluser Ahok. Goal mereka adalah “asal bukan Ahok”.

Cluster ini tak tampak dalam mempromosikan dua paslon lawan Ahok. Ini dalah cluster MCA, dimana di dalamnya bergabung warganet dari berbagai kalangan yang memiliki goal yang sama.

THE WAR ON “MCA”

Sekarang kita analisis kejadian seminggu terakhir, dimana Polri mengumumkan penangkapan anggota MCA.

Dari grafik trend antara 23 Feb sd 4 Maret 2018, kita lihat trend naik tentang MCA terjadi mulai tanggal 27 Feb. Saat itu diberitakan bahwa Polri menangkap 14 anggota MCA dari berbagai kota di Indonesia. Berita itu langsung viral.

Kita lihat dan analisis percakapan ini dari hari per hari. Mulai tanggal 26 Feb. Saat itu, dunia MCA masih aman damai. Bahkan cluster MCA mendiskusikan ide untuk membuat aplikasi setara FB khusus untuk dakwah umat Islam di Indonesia. Sedangkan cluster Pro Pemerintah dimotori oleh @digembok, banyak mengungkap hasil profiling terhadap anggota dan motor MCA. Tujuannya untuk mendelegitimasi MCA dan menjatuhkan.

Pada tanggal 27 Feb 2018, hari H penangkapan anggota MCA yang dituduh menyebarkan hoax, top retweet didominasi oleh akun-akun yang pro pemerintah. Mereka secara massif memberi label bahwa MCA adalah “produsen hoax” yang tidak bisa lagi dipercaya.

Tentunya berita penangkapan ini akan membuat anggota MCA malu, karena jaringan, motif dan rahasia mereka terbongkar seiring dengan ditangkapnya pentolan mereka. Ini yang diharapkan. Dan kemudian publik tidak lagi percaya pada MCA.

Apakah benar seperti itu? Dari grafik SNA tanggal 27 Feb, kita lihat ternyata polarisasi cluster di sana hampir sama kuatnya. Cluster yang Pro Pemerintah memang lebih besar. Namun, untuk ukuran masifnya berita penangkapan, harusnya cluster MCA jauh lebih kecil. Kenyataannya, cluster MCA tetap besar.

Pada hari-hari berikutnya, kita bisa lihat SNA pada tanggal 28 Feb, 2 Maret, dan 3 Maret. Dalam setiap peta SNA, kita lihat cluster MCA bukannya makin kecil. Tetapi malah makin besar, mengimbangi cluster Pro Pemerintah. Dan bahkan kadang melebihi cluster lawannya.

Untuk tujuan “melemahkan MCA”, peta SNA tersebut memperlihatkan bahwa tujuan ini sulit tercapai. Sejak hari H penangkapan, warganet dalam cluster MCA bukannya malu menyatakan dirinya sebagai anggota MCA lalu bersembunyi, malah sebaliknya mereka diserukan oleh akun HRS untuk tetap maju dan tidak takut dalam pertempuran. Cluster MCA bukannya mengecil, tetapi tetap seimbang melawan cluster Pro Pemerintah, bahkan kadang lebih besar.

STRATEGI MASING-MASING CLUSTER

Cluster Pro Pemerintah berusaha membangun asosiasi “MCA pembuat Hoax” agar tidak dipercaya lagi oleh public. Dan sebaliknya, cluster MCA melakukan kontra narasi dengan menyatakan bahwa “MCA yang asli itu melawan fitnah.”

Cluster Pro Pemerintah membongkar profile mereka yang ditangkap oleh Polri, melalui jejak digital yang mereka kumpulkan. Ada beberapa akun khusus yang bertugas untuk membukanya. Sedangkan cluster MCA melihat titik celah dari tuduhan, serangan dan informasi yang dibuka oleh lawannya, lalu menggunakan celah yang ditemukan untuk menyerang balik. Misal, pernyataan Polri bahwa “salah satu anggota yang ditangkap sudah bergabung dengan MCA sejak 5 tahun yang lalu,” ini dimanfaatkan baik-baik untuk menyerang, dengan kontra narasi bahwa MCA baru ulang tahun sekali.

Polri menunjukkan bahwa MCA memiliki admin salah satunya “M Luth”. Cluster MCA melakukan kontra narasi dengan menyatakan bahwa akun @Cak_Luth itu adalah milik orang yang ditangkap Polri, yang ternyata adalah anggota Jasmev dan PSI. Tidak tahu apakah klaim MCA ini benar atau tidak.

AS dari cluster Pro Pemerintah turut menyebar foto yang memperlihatkan “sosok” mirip salah satu admin MCA yang ditangkap ternyata memiliki “asosiasi” dengan salah satu tokoh (FZ dan PS) dan partai tertentu. Cluster MCA melihat ada celah untuk melakukan kontra narasi, dengan menyatakan bahwa orang itu adalah salah satu fans PS yang rela berjalan kaki jauh-jauh ke Jakarta untuk bertemu dengan PS. Dan celah ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh FZ, dengan melaporkan AS ke kepolisian atas hoax/fitnah yang diserbar AS.

Dari tik-tak strategi tempur seperti di atas, akhirnya tak tampak lagi tujuan “memerangi hoax”. Tembakan jadi semakin liar, kemana-mana. Mungkin itu tujuannya?

CLOSING

Menurut saya, penangkapan anggota MCA yang dilakukan oleh Polri ini sebuah pertaruhan serius. Jika Polri bisa membuktikan bahwa MCA adalah sebuah jaringan yang ada penyandang dananya, ada tim inti, operator di lapangan, dan simpatisan, maka ini bisa mendelegitimasi MCA. MCA bisa diasosiasikan oleh public sebagai “pabrik hoax” yang tidak lagi dipercaya.

Namun jika ternyata MCA yang asli itu berbeda (sedikit atau banyak) dari yang dituduhkan oleh Polri, maka MCA akan bisa mendapatkan momentumnya untuk bangkit kembali dan lebih solid.

Hal positif yang saya lihat dari kasus ini adalah soal “perang melawan hoax”. Harusnya ini yang lebih dominan, lebih ditekankan oleh Polri dan semua pihak. Jika ini dilakukan, maka kita bisa bersama-sama, kedua cluster satu pandangan, untuk menghentikan pembuatan dan penyebaran hoax. Efek jera bisa menjadi fungsi control, karena hukum akan ditegakkan oleh Polri terhadap siapapun yang membuat hoax dan fitnah. Siapapun, artinya dari cluster manapun.

Namun yang saya tangkap, perang ini sepertinya lebih condong sebagai “The War on MCA”. Perang pembangunan asosiasi bahwa “MCA = Pabrik Hoax”. Bukan “The War On Hoax”, dimana siapapun, cluster manapun, punya potensi menjadi “Pabrik Hoax.”

Jika ternyata memang ada 2 jenis MCA, karena sifatnya yang terbuka dan tak terkontrol anggotanya, yaitu “produsen kritik” dan “produsen hoax”, maka ini adalah momentum untuk menghabisi ”MCA produsen hoax” dan ke depan MCA bisa lebih serius menjadi “produsen kritik.” Kritik yang cerdas, berbasis data. Mungkinkah?

Menghalau Hoax

Fathul Wahid, Ph.D. Dosen Program Magister Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII), peminat studi TIK di sektor publik dan untuk pembangunan. Saat ini dia adalah Chief Information Officer UII.

– – –

DALAM beberapa hari terakhir, isu hoax kembali menjadi penghias media massa, elektronik, sosial Indonesia. Polisi diberitakan telah berhasil menangkap pelaku yang diduga penyebar hoax atau berita bohong. Menurut polisi, mereka adalah jaringan besar yang beranggotakan ratusan orang dengan beragam peran. Sebuah nama kelompok pun berasosiasi dengan mereka.

Siapapun pelakunya, penyebaran hoax adalah sebuah kejahatan. Penangkapan penyebar hoax, sayangnya, tidak serta merta menghentikan hoax yang sudah menyebar. Karenanya, bagi publik, ada yang lebih penting, yaitu memahami bagaimana hoax menyebar dan strategi menghalaunya. Jawaban keenam pertanyaan berikut, berdasar beragam riset, diharapkan berandil dalam mengedukasi publik.

Pertama, mengapa kita (manusia) menyebar hoax? Riset menunjukkan bahwa banyak keputusan yang kita ambil, seringkali bukan karena rasionalitas individu, tapi berdasar narasi kelompok. Di sini, kredibilitas sumber sangat mempengaruhi interpretasi sosial atas informasi. Hal ini diperparah dengan kenyataan bahwa kita adalah pencari informasi yang bias. Mereka mencari informasi yang mendukung pandangan kita dan mengabaikan informasi yang berseberangan. Karenanya, membetulkan informasi yang salah tidak serta merta mengubah kepercayaan orang. Hasilnya adalah kamar gema, ketika informasi senada berulang dan beredar di kalangan tertutup. Di sini, biasanya terjadi eksposur terpilih terhadap informasi yang beredar dan bias konfirmasi karena kecenderungan untuk mencari informasi yang mendukung pemahaman sebelumnya.

Kedua, bagaimana hoax menyebar? Fitur berbagi sosial media merupakan sumber kuat penyebar hoax. Proses berbagi ini dapat dilakukan oleh pegiat media sosial atau bot, program yang ditujukan untuk maksud serupa. Media sosial yang difasilitasi Internet telah menghadirkan kekayaan informasi di satu sisi, memunculkan kemiskinan atensi individu atas informasi di sisi lainnya. Hal ini, sampai tingkat tertentu, akan mencegah pemilahan informasi berdasar kualitas. Informasi berkualitas rendah dan tinggi sama-sama dapat menyebar dengan cepat.

Biasanya, informasi, baik hoax atau fakta, menjadi viral tidak melalui rangkaian pertukaran informasi yang panjang antarpengguna-biasa. Dalam konteks ini, media, pesohor, atau tokoh dengan banyak pengikut dapat menyebar informasi dengan jangkauan luas memperpendek rangkaian.

Ketiga, siapa penyebar hoax? Hoax dapat disebar oleh beragam aktor: individu, organisasi bermotivasi finansial/politis, atau bahkan pemerintah/negara.Kita dapat menjadi penyebar hoax ketika ‘ringan jari’ dalam membagi informasi tanpa verifikasi. Partai politik dan simpatisannya juga tidak kalis dari potensi menjadi pelaku jika menghalalkan semua cara dalam memenangkan kontestasi. Ketika pemerintah memberikan informasi yang menutupi fakta yang ada, tidak sulit menyatakan bahwa mereka juga dalam golongan ini.

Keempat, mengapa kita percaya atau tidak hoax? Setiap dari kita mempunyai pandangan dunia yang berdasar pada konsep, kepercayaan, dan pengalaman, untuk menginterpretasikan dan menilai realitas. Jika hoax yang kita terima sesuai dengan pandangan dunia kita, maka kita akan cenderung percaya dengan hoax tersebut. Persepsi terhadap ancaman yang muncul karena hoax juga mempengaruhi tingkat kepercayaan kita.

Kelima, apa dampak hoax? Beragam dampak hoaks dapat diidentifikasi dengan mudah. Segregasi atau polarisasi sosial adalah salah satunya. Tidak sulit mencari ilustrasi kasus ini di seputar musim pemilihan kepala daerah. Sialnya, polarisasi ini juga terbawa ke dunia nyata.

Dampak buruk lain adalah terbentuknya masyakarat masokhis tuna empati yang cenderung sarkastik dan menikmati penderitaan orang lain. Ujungnya adalah tertutupnya manfaat media sosial. Keenam, apa yang bisa kita lakukan untuk menghalau hoax? Biasakan menjadi manusia yang berpikiran terbuka dan terlatih dalam diskusi yang dilandasi fakta. Pendekatan ilmiah berbasis data tanpa bias diperlukan. Selain itu, suarakan kebenaran dengan lebih lantang. Di sini, publik perlu diedukasi untuk membentuk ëketahanan informasií, bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima, tidak menelannya mentah-mentah, dan tidak asal menyebarkannya. Pemahaman dan ketaatan atas nilai-nilai kemanusiaan universal yang dibawa oleh norma agama juga menjadi sangat penting. Ini adalah rem paling pakem.

Tidak ada satupun agama yang mengajarkan umatnya untuk menyebar kebencian dan berperilaku antikedamaian dengan menyebar hoax.Mari, kita bersama usung kedamaian dan kurung kebencian!

(Fathul Wahid PhD. Dosen Program Magister Informatika Universitas Islam Indonesia. Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Sabtu 3 Maret 2018)

Logistics & Supply Chain Review

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

Materi : Logistics & Supply Chain Review 

 

Jika Bencana Terjadi

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

 

Jika Bencana Terjadi: Working Group Pendidikan dan Pelatihan Logistik Kebencanaan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana – Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Sebagai negara yang rawan bencana, Indonesia perlu melakukan pengelolaan penanggulangan bencana dengan baik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merujuk Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 mendefinisikan bencana sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam, faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Bencana alam diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Bencana nonalam diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam, antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Sementara bencana sosial merupkan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror.

BNPB mendefinisikan kejadian bencana sebagai peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/ataupun kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian.

Jenis bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia adalah: gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, tanah longsong, banjir, banjir bandang, kekeringan, kebakaran, kebakaran hutan, angina puting beliung, gelombang pasang, abrasi, kecelakaan transportasi, kecelakaan industri, kejadian luar biasa, konflik sosial, aksi teror, dan sabotase.

Potensi dan Ancaman Bencana
Tren kejadian bencana di Indonesia tahun 2003 – 2017 menunjukkan peningkatan. Tidak kurang dari 2.373 kejadian bencana melanda berbagai daerah di Indonesia selama tahun 2017. Banjir, longsor, dan puting beliung masih tetap mendominasi kejadian bencana di Indonesia (BNPB, 2018).

Sumber: BNPB (2018)

Ada baiknya kita perlu mengenal jenis, potensi, dan ancaman bencana tersebut. Pemahaman yang baik mengenai setiap jenis bencana, akan membuat kita dapat mengelola dan “bersahabat” dengan bencana.

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antarlempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan (“tsu” berarti lautan, “nami” berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.

Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan.

Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat seperti rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lain dilanda api yang menimbulkan korban dan/atau kerugian. Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu keadaan di mana hutan dan lahan dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan hutan dan lahan yang menimbulkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali menyebabkan bencana asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.

Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).

Gelombang pasang atau badai adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras. Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun ulah manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.

Kecelakaan transportasi adalah kecelakaan moda transportasi yang terjadi di darat, laut dan udara. Kecelakaan industri adalah kecelakaan yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu perilaku kerja yang berbahaya (unsafe human act) dan kondisi yang berbahaya (unsafe conditions). Adapun jenis kecelakaan yang terjadi sangat bergantung pada macam industrinya, misalnya bahan dan peralatan kerja yang dipergunakan, proses kerja, kondisi tempat kerja, bahkan pekerja yang terlibat di dalamnya.

Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Konflik sosial atau kerusuhan sosial atau huru hara adalah suatu gerakan massal yang bersifat merusak tatanan dan tata tertib sosial yang ada, yang dipicu oleh kecemburuan sosial, budaya dan ekonomi yang biasanya dikemas sebagai pertentangan antar suku, agama, ras (SARA).

Aksi teror adalah aksi yang dilakukan oleh setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan sehingga menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat masal, dengan cara merampas kemerdekaan sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda, mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik internasional.

Sabotase adalah tindakan yang dilakukan untuk melemahkan musuh melalui subversi, penghambatan, pengacauan dan/ atau penghancuran. Dalam perang, istilah ini digunakan untuk mendiskripsikan aktivitas individu atau grup yang tidak berhubungan dengan militer, tetapi dengan spionase. Sabotase dapat dilakukan terhadap beberapa sruktur penting, seperti infrastruktur, struktur ekonomi, dan lain-lain.

Lebih lanjut BNPB menambahkan bahwa bencana dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) maupun oleh ulah manusia (man-made disaster). United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) mengidentifikasi faktor-faktor penyebab bencana: (1) Bahaya geologi (geological hazards), bahaya hidrometeorologi (hydro meteorological hazards), bahaya biologi (biological hazards), bahaya teknologi (technological hazards), dan penurunan kualitas lingkungan (environmental degradation), (2) Kerentanan (vulnerability) yang tinggi dari masyarakat, dan (3) Infrastruktur serta elemen-elemen di dalam kota atau kawasan yang berisiko bencana, dan (4) Kapasitas yang rendah dari berbagai komponen di dalam masyarakat.

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera-Jawa- Nusa Tenggara-Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa.

Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986).

BNPB menjelaskan bahwa gempa bumi yang disebabkan karena interaksi lempeng tektonik dapat menimbulkan gelombang pasang apabila terjadi di samudera. Dengan wilayah yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan lempeng tektonik ini, Indonesia sering mengalami tsunami. Tsunami yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh gempa-gempa tektonik di sepanjang daerah subduksi dan daerah seismik aktif lainnya (Puspito, 1994).

Sementara itu, wilayah pantai di Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana tsunami terutama pantai barat Sumatera, pantai selatan Pulau Jawa, pantai utara dan selatan pulau-pulau Nusa Tenggara, pulau-pulau di Maluku, pantai utara Irian Jaya dan hampir seluruh pantai di Sulawesi.

Wilayah Indonesia terletak di daerah iklim tropis dengan dua musim yaitu panas dan hujan dengan ciri-ciri adanya perubahan cuaca, suhu dan arah angin yang cukup ekstrim. Kondisi iklim seperti ini digabungkan dengan kondisi topografi permukaan dan batuan yang relatif beragam, baik secara fisik maupun kimiawi, menghasilkan kondisi tanah yang subur.

Sebaliknya, kondisi itu dapat menimbulkan beberapa akibat buruk bagi manusia seperti terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan kekeringan. Seiring dengan berkembangnya waktu dan meningkatnya aktivitas manusia, kerusakan lingkungan hidup cenderung semakin parah dan memicu meningkatnya jumlah kejadian dan intensitas bencana hidrometeorologi (banjir, tanah longsor, dan kekeringan) yang terjadi secara silih berganti di banyak daerah di Indonesia.

Pembangunan yang selama ini bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam (terutama dalam skala besar) menyebabkan hilangnya daya dukung sumber daya ini terhadap kehidupan mayarakat. Dari tahun ke tahun sumber daya hutan di Indonesia semakin berkurang, sementara itu pengusahaan sumber daya mineral juga mengakibatkan kerusakan ekosistem yang secara fisik sering menyebabkan peningkatan risiko bencana.

Pada sisi lain laju pembangunan mengakibatkan peningkatan akses masyarakat terhadap ilmu dan teknologi. Namun, karena kurang tepatnya kebijakan penerapan teknologi, sering terjadi kegagalan teknologi yang berakibat fatal seperti kecelakaan transportasi, industri dan terjadinya wabah penyakit akibat mobilisasi manusia yang semakin tinggi.

Potensi bencana lain yang tidak kalah seriusnya adalah faktor keragaman demografi di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2017 mencapai lebih dari 260 juta jiwa yang terdiri dari beragam etnis, kelompok, agama dan adat istiadat. Keragaman tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain. Namun karena pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diimbangi dengan kebijakan dan pembangunan ekonomi, sosial dan infrastruktur yang merata dan memadai, terjadi kesenjangan pada beberapa aspek dan terkadang muncul kecemburuan sosial. Kondisi ini berpotensi menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat yang dapat berkembang menjadi bencana nasional.

Manajemen Bencana
Pengelolaan penanggulangan bencana dimulai pada saat prabencana, tanggap darurat, dan pemulihan.

Penanggulangan bencana pada saat prabencana dengan cara melakukan identifikasi jenis bencana, peluang terjadinya bencana di suatu lokasi, dampak bencana, dan mitigasi risiko bencana.

Pemetaan potensi dan ancaman bencana perlu dilakukan di setiap daerah. Dari pemetaan ini kita dapat melakukan upaya mitigasi risiko bencana sesuai dengan jenis dan karakteristik bencana. Pengukuran assessment ketangguhan bencana di setiap daerah perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana suatu daerah termasuk penduduknya mampu bertahan dan melakukan pemulihan bila terjadi suatu bencana.

Teknologi peringatan dini perlu diterapkan di setiap daerah rawan bencana, agar penduduk di daerah tersebut dapat mengetahui lebih dini bila akan terjadi bencana, sehingga mereka dapat segera melakukan evakuasi untuk penyelematan jiwa.

Edukasi penanggulangan bencana perlu dikenalkan ke anak-anak, siswa sekolah, ibu rumah tangga, pekerja kantor, pekerja pabrik, dan masyarakat secara luas. Edukasi ini setidaknya mencakup pemahaman jenis dan potensi ancaman bencana, mitigasi risiko dampak bencana, pencegahan bahaya bencana, evakuasi, dan penyelamatan pada saat terjadinya bencana.

Pembangunan konstruksi rumah, perkantoran, gedung pabrik, jembatan, dan infrastruktur publik sebaiknya memerhatikan dan mempertimbangkan jenis dan karakteristik potensi

ancaman bencana. Pemilhan material dan penggunaan teknologi kontruksi bangunan dan gedung agar fleksibel terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana.

Perspektif Logistik
Tidak kalah pentingnya, pada tahap prabencana ini perlu disiapkan sistem manajemen penanggulangan bencana yang efektif. Upaya penanggulangan bencana memerlukan sistem manajemen logistik untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan dan peralatan penanggulangan bencana.

BNPB perlu membangun dan mengelola gudang (warehouse) tempat penyimpanan barang bantuan kemanusiaan. Gudang-gudang ini perlu dibangun di lokasi strategis yang mendekati daerah rawan bencana. Lokasi gudang BNPB agar mudah diakses oleh sarana atau moda transportasi, baik transportasi darat, laut, sungai, dan udara.

Pada saat kondisi normal atau prabencana, BNPB perlu mengidentifikasi kebutuhan minimal barang bantuan kemanusiaan ini, baik dari aspek jenis bantuan kemanusiaan dan jumlah setiap jenis bantuan kemanusiaan tersebut. Sumber pendanaan pengadaan bantuan kemanusian ini dapat diperoleh dari APBN, masyarakat, atau dunia usaha.

Pada saat terjadi bencana – sering kita kenal dengan tanggap darurat, perlu respon dan tindakan cepat evakuasi penduduk terdampak bencana, evakuasi binatang ternak, penyiapan tempat pengungsi, dan distribusi bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi.

Efektivitas dari penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat ini adalah kecepatan dalam melakukan evakuasi dan penyiapan lokasi pengungsi. Bila terjadi suatu bencana, seringkali terjadi banyak pihak yang terlibat – seperti BASARNAS, TNI, Polri, BNPB, BPBD, PMI, dan relawan dalam upaya pencarian korban bencana, proses evakuasi, dan penampungan penduduk terdampak bencana di lokasi pengungsian.

Penyiapan lokasi pengungsi memerlukan penataan infrastruktur darurat yang memadai untuk menopang kegiatan dan kebutuhan para pengungsi selama masa tanggap darurat. Penyediaan shelter, sarana MCK, dapur umum, sarana listrik, air, gas, sarana komunkasi, pengobatan, media center, trauma center, dan lain-lain perlu disiapkan di tempat pengungsian. Kebutuhan bantuan kemanusian yang berisi makanan, minuman, dan pakaian sesuai keperluan penduduk di lokasi pengungsi perlu disiapkan dengan baik.

Dalam hal ini, sistem manajemen logistik bantuan kemanusiaan berperan penting untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan dari gudang BNPB dan para donor dapat diterima dengan baik ke lokasi pengungsi atau penduduk terdampak bencana.

Penyiapan dan pengelolaan gudang darurat pada saat tanggap darurat perlu dilakukan segera di lokasi terdekat dan aman dari ancaman bencana. Gudang darurat ini disiapkan dan dikelola dengan tetap mempertimbangkan desain dan tata cara pergudangan, seperti penerimaan barang, penempatan, penyimpanan, pengambilan, pengepakan, pengeluaran, layout, dan alur pergerakan barang. Pemahaman petugas BPBD sebagai pengelola gudang darurat di lokasi bencana mengenai manajemen pergudangan perlu terus ditingkatkan, agar mereka dapat menyiapkan dan mengelola pergudangan bantuan kemanusiaan secara efektif.

Bila bencana sudah mulai berakhir, tahap berikutnya dalam manajemen penanggulangan bencana adalah pemulihan (recovery). Inti dari tahap ini adalah aktivitas rekonstruksi dan rehabilitasi.

Rekonstruktusi berupa pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana untuk pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi penduduk terdampak bencana. Pembangunan jalan, jembatan, sekolah, tempat ibadah, listrik, air, rumah, pasar, perkantoran, dan lain-lain dilakukan pada tahap pemulihan ini.

Dari perspektif logistik, jika bencana terjadi, maka infrastruktur dan sistem logistik suatu desa, kota, provinsi, atau bahkan negara yang terdampak bencana akan terganggu. Seberapa besar terganggunya infrastruktur dan sistem logistik ini tergantung pada jenis, karakteristik, dan skala dampak bencana.

Infrastruktur utama logistik berupa jalan raya, pelabuhan, bandar udara, gudang, kendaraan, listrik, dan telekomunikasi. Umumnya pada saat terjadi bencana, infrastruktur logistik tersebut rusak bahkan lumpuh, tidak bisa digunakan lagi untuk mendukung aktivitas utama logistik seperti transportasi dan distribusi.

Bila bencana terjadi, perlu segera dilakukan identifikasi infrastruktur logistik mana yang rusak dan apa implikasinya terhadap aktivitas logistik. Perlu dicari alternatif atau kontinjensi untuk penggunaan infrastruktur logistik lainnya yang masih berfungsi.

Pasokan bahan baku dan komponen sangat mungkin terganggu, demikian pula distribusi produk jadi yang diproduksi oleh pabrikan di daerah terdampak bencana. Perlu segera dilakukan pemulihan agar kelancaran produksi dan perdagangan normal kembali.

***

Bisa jadi bencana merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Bangsa yang ditakdirkan lahir, hidup, dan besar di tanah air Indonesia yang rawan terhadap bencana.

Bencana tidak dapat ditolak, namun dapat dikelola dengan cara bersahabat dengan bencana. Pengelolaan bencana mencakup upaya penanggulangan bencana pada saat prabencana atau kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan. Penanggulangan bencana yang efektif akan menghasilkan pencegahan bencana, pengurangan risiko dampak bencana, dan upaya pemulihan bencana secara cepat.

Kerjasama antarsemua komponen bangsa, utamanya Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan upaya melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana, akan menghasilkan bangsa yang tangguh dalam penanggulangan bencana.

Bandung, 25 Februari 2018

– – –

Referensi

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, BNPB, Manajemen Bencana, 2018.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, BNPB, Manajemen Logistik Penanggulangan Bencana, 2018.

Sideney A. Schreiner, Jr., Urban Transport and Logistics in Cases of Natural Disasters, CRC Press Taylor & Francis Group, 2014

Meningkatkan Ekspor Indonesia

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023.

– – –

 

Perdagangan antarnegara telah lama dilakukan oleh berbagai bangsa di dunia. Keunggulan komparatif menjadi salah satu motif perdagangan antarnegara atau sering dikenal perdagangan internasional. Ekspor dan impor merupakan bentuk perdagangan internasional. Banyak manfaat yang diperoleh dari perdagangan internasional ini, utamanya adalah mengangkat branding suatu negara.

Sebagai contoh, kita mengenal Korea Selatan dengan branding negara pembuat smartphone dan peralatan elektronik canggih lainnya. Branding smartphone yang disematkan ke negara Korea Selatan ini karena kita tahu negara tersebut pengekspor smartphone seperti Samsung dan LG. Dua produk smartphone yang kini banyak digunakan pengguna smartphone di seluruh dunia.

Kita juga mengenal Jepang sebagai negara dengan branding otomotif. Jepang sebagai produsen dan pengekspor terbesar otomotif dunia dengan merek terkenal mobil seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Daihatsu, dan Nissan. Selain otomotif, Jepang juga telah lama menyandang branding negara elektronik. Merek produk elektronik seperti Toshiba, Sharp, Panasonic, Sony, Sanyo, dan lain-lain telah lama menjadi brand produk peralatan elektronik rumah tangga dan perkantoran.

Indonesia dikenal dunia dengan brand Bali-nya, sebagai negara tujuan wisata menarik untuk dikunjungi para wisatawan dari berbagai mancanegara. Selain Bali, Indonesia juga dikenal sebagai negara kopi, teh, karet, dan berbagai komoditi lainnya. Zaman dulu, Indonesia telah lama dikenal sebagai negara rempah-rempah karena memperdagangkan rempah-rempah ke berbagai negara, terutama Eropa.

Suatu negara menyandang branding produk atau jasa tertentu karena negara tersebut mengekspor produk, jasa, atau komoditi ke negara lain dalam perdagangan internasional. Ekspor mampu menciptakan branding dan positioning suatu negara di benak bangsa-bangsa lain.

Penciptaan branding suatu negara karena perdagangan ekspor juga menghasilkan surplus perdagangan internasional atau sering kita kenal penciptaan devisa negara. Ekspor akan menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa.

Dinamika Strategi Ekspor

Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) mencatat bahwa selama sepuluh tahun terakhir – tahun 2006 sampai dengan tahun 2016, kecenderungan nilai ekspor Indonesia terus meningkat, namun di sisi lain volume impor dunia berkembang lebih tinggi. Akibatnya, pangsa ekspor Indonesia terhadap impor dunia relatif hanya kurang dari 1%.

Sementara itu dalam kancah perdagangan internasional di kawasan ASEAN, pangsa pasar ekspor tertinggi hampir didominasi oleh Malaysia. Pangsa ekspor Thailand dan Malaysia relatif stabil di atas 1% dari nilai perdagangan impor di dunia. Pangsa ekspor Vietnam cenderung meningkat signifikan, sedangkan Indonesia cenderung fluktuatif.

Dalam komposisi ekspor Indonesia, pangsa ekspor produk manufaktur mengalami penurunan tajam dari tahun ke tahun. Pangsa ekspor migas juga mulai mengalami penurunan. Sementara itu pangsa ekspor komoditas primer relatif stabil terbantu oleh harga komoditas yang tinggi.

Kinerja ekspor manufaktur menjadi salah satu determinan kinerja transaksi berjalan. Negara-Negara yang mampu mengekspor produk-produk yang mempunyai nilai tambah tinggi akan mempunyai kinerja transaksi berjalan yang lebih baik. Partisipasi Global Value Chain (GVC)
Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Kemenko Perekonomian juga memberi catatan, dilihat dari volume perdagangan, terjadi konsentrasi ekspor yang lebih banyak ke Tiongkok.Hal ini menciptakan ketergantungan yang lebih tinggi pada dinamika ekonomi Tiongkok.

Negara-negara tetangga, terutama Vietnam memiliki tujuan ekspor yang semakin terdiversifikasi dengan pasar yang luas. Salah satunya karena banyaknya perjanjian perdagangan internasional yang dilakukan dan transportasi direct call (angkutan samudera
langsung) yang memudahkan akses dan penetrasi pasar ekspor.

Banyak negara memfokuskan pada sektor tertentu untuk mendorong kinerja ekspor negaranya. Para ekonom telah lama mengingatkan bahwa dalam jangka waktu panjang, negara yang punya strategi dan fokus ekonomi yang jelas akan memiliki kemakmuran yang lebih dibandingkan dengan negara yang tidak mempunyai fokus pembangunan yang jelas.

Karenanya, setiap negara harus mencari potensi keunggulan kompatatif dan kompetitif yang dimiliki negara masing-masing, diiringi dengan terus mengembangkan keunggulan tersebut. Jika tidak dikembangkan – demikian para ekonomi berpesan, maka negara tersebut menghadapi risiko menjadi negara yang ingin unggul di semua bidang, namun tidak tangguh atau unggul dalam satu bidang apa pun. Oleh karena itu, strategi ekonomi menjadi sangat penting sebagai blueprint dari pembangunan di semua hal.

Saat ini, Indonesia mengembangkan lima sektor industri sebagai penggerak roda perekonomian Indonesia. Kelima sektor tersebut adalah industri pertambangan minyak dan gas, agribisnis dan perikanan, industri unggulan Indonesia, industri padat karya, dan industri pariwisata dan kreatif. Pemerintah Indonesia memberi perhatian serius dan dukungan pengembangan kelima sektor tersebut untuk orientasi ekspor.

Menariknya, negara-negara yang unggul kinerja perdagangan ekspornya justru hanya memfokuskan beberapa sektor ekonomi. Jepang misalnya, industri penggerak roda perekonomiannya ditopang pada sektor industri otomotif, elektronik, dan shipping. Oleh karena itu, Jepang hanya memfokuskan strategi ekspor pada ketiga sektor tersebut.

Bahkan Thailand terang-terangan hanya memfokuskan pada pengembangan sektor pariwista dan agribisnis. Kedua sektor ini pula yang selama ini menjadi andalan Thailand dalam ekspornya.

E-commerce memiliki potensi yang sangat besar. Diperkirakan, di Indonesia jumlah orang yang berbelanja online pada tahun 2025 akan mencapai paling tidak sebesar 65 juta orang atau 22% dari total penduduk Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai US$46 miliar. Nilai perdagangan ini meningkat pesat dari tahun 2015 yang hanya berkisar US$1,7 miliar.

Menurut Alibaba.com, sebenarnya ada 10 industri dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki permintaan ekspor yang cukup besar di pasar global.

Potensi ekspor di Indonesia terbuka luas. Permintaan ekspor di pasar global akan produk-produk Indonesia seperti furniture, kerupuk, biskuit, lada hitam, kopi, sarang burung wallet,pakaian, kosmetik, peralatan plastik, arang, marmer, granit, tekstil, dan komponen elektronik.

Mengenai produk arang sebagai komoditi ekspor Indonesia ini, di banyak negara menjadikan
arang sebagai sumber energi alternatif. Produk arang Indonesia utamanya dihasilkan dari tempurung kelapa sangat diminati konsumen Arab Saudi.

Kita tahu, masyarakat Arab Saudi sangat menghargai cita rasa makanan yang diolah denganstandar proses yang tinggi dan menghindari sisa pembakaran dari bahan bakar yang berasaldari fosil. Oleh karena, itu makanan khas di daerah jazirah Arab seperti nasi kebuli, nasi bukhori, nasi briani, dan nasi madzi lebih banyak diolah dengan menggunakan pembakaran dari arang kayu, salah satunya dari Indonesia. Tidak mengherankan, berdasarkan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Jeddah nilai ekspor arang satu perusahaan asal Indonesia ke Arab Saudi ada yang mencapai US$197,808.

Pengembangan usaha sektor UMKM terus dilakukan pemerintah melalui ekspansi penjualan produk UMKM ke luar negeri. Dalam meningkatkan ekspor produk UMKM, standardisasi produk yang dihasilkan usaha-usaha kecil adalah hal yang mutlak agar produknya dapat dijadikan input bahan baku bagi perusahaan global.

Dalam upaya meningkatkan ekspor Indonesia, Pemerintah telah melakukan perjanjian kerjasama perdagangan regional dan internasional, baik kerjasama bilateral maupun multirateral. Umumnya sifat kerjasama perdagangan internasional ini adalah blok pasar, perluasan pasar melalui Free Trade Agreement (FTA), dan pertukaran potensi ekonomi (Comprehensive Economic Partnership – CEP). Selama tahun 2017, Indonesia telah melakukan perundingan kerjasama perdagangan internasional dengan berbagai negara, antara lain Jepang, Pakistan, Chile, Australia, Iran, dan Uni Eropa.

Selain itu, promosi terintegrasi untuk mendorong peningkatan ekspor Indonesia telah dilakukan Pemerintah melalui Kementerian dan Lembaga antara lain Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perdagangan.

Peran Manajemen Supply Chain dan Logistik

Perdagangan ekspor mutlak memerlukan manajemen rantai pasokan dan sistem logistik ekspor yang andal. Selain standar dan kualitas produk yang ketat, perdagangan ekspor mensyaratkan pengiriman produk secara tepat waktu dengan kondisi produk yang sangat baik.

Standar dan kualitas produk ekspor memerlukan pengelolaan rantai pasokan yang efektif. Produk-produk olahan dari komoditas pertanian seperti kripik singkong misalnya, mensyaratkan kualitas singkong yang baik dan pasokan singkong yang mencukupi dan kontinu. Karenanya, pemilihan pemasok bahan baku dan menjamin kontinuitasnya perlu menjadi perhatian para pengusaha ekspor.

Inventory bahan baku untuk menjaga kontinuitas produksi, pemilihan lokasi fasilitas produksi dan pergudangan, dan strategi distribusi produk ekspor perlu dikelola dengan baik. Logistik berperan penting dalam perdagangan ekspor. Dua sisi penting pengaruh logistik terhadap kinerja perdagangan ekspor adalah ketepatan pengiriman produk dan biaya logistik ekspor.

Banyak perusahaan ekspor Indonesia, utamanya sektor UMKM yang menghadapi kendala dalam pengiriman produk ke luar negeri, selain permasalahan perizinan dan penerapan standar mutu produk. Penggunaan perusahaan penyedia jasa logistik (3rd Party Logistics) seperti freight forwarder membantu pengurusan pengiriman produk ekspor, termasuk pengurusan dokumen pengiriman. Perusahaan freight forwarder ini memberikan pelayanan berupa pengurusan dokumen ekspor, konsolidasi kiriman, air freight atau sea freight, dan delivery.

Proses pengiriman barang ekspor dimulai saat eksportir mempersiapkan barang yang akan diekspor dengan dilakukan packaging, stuffing ke kontainer hingga barang siap untuk dikirim.

Setelah barang siap dan sudah ada jadwal kapal yang akan mengangkut barang tersebut, eksportir dapat mengajukan dokumen kepabeanan yang dikenal dengan Pemberitahuan Barang Ekspor (PEB). PEB tersebut berisi data barang ekspor:

  • Data eksportir,
  • Data penerima barang,
  • Data customs broker (bila ada),
  • Sarana pengangkut yang akan mengangkut,
  • Negara tujuan, dan
  • Uraian barang, seperti jumlah dan jenis barang, dokumen yang menyertai, dan nomor kontainer yang dipakai.

Persoalan biaya pengiriman produk ekspor juga menjadi kendala bagi sebagian pengusaha ekspor. Seringkali biaya pengiriman produk ekspor melebih harga produknya sendiri. Perlu perbaikan sistem logistik ekspor agar biaya pengiriman produk ekspor semakin efisien, sehingga produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Perbaikan sistem logistik ini dilakukan dalam perspektif makro dan mikro. Perspektif makro menjadi peran Pemerintah. Penyediaan dan perbaikan infrastruktur logistik ekspor seperti layanan pelabuhan dan bandar udara untuk pelancaran proses pengiriman ekspor, pengurangan waktu dan biaya. Perbaikan proses birokrasi, utamanya perizinan ekspor menjadi tindakan nyata yang harus dilakukan Pemerintah. Layanan perizinan ekspor terpadu seperti penerapan portal Indonesia National Single Window (INSW) sebagai single submission.

Exporter hanya cukup satu kali melakukan permohonan izin dan akan mendapatkan satu identitas dan terintegrasi di berbagai kementerian.

Seperti kita ketahui bahwa portal INSW adalah sistem elektronik yang terintegrasi secara nasional, yang dapat diakses melalui jaringan Internet, yang akan melakukan integrasi informasi berkaitan dengan proses penanganan dokumen kepabeanan dan dokumen lain yang terkait dengan ekspor-impor.

Portal INSW menjamin keamanan data dan informasi, memadukan alur dan proses informasi
antar sistem internal secara otomatis meliputi sistem kepabeanan, perizinan, kepelabuhanan/kebandarudaraan, dan sistem lain yang terkait dengan proses pelayanan dan pengawasan kegiatan ekspor-impor.

Perspektif mikro, perbaikan logistik ekspor agar difokuskan pada peningkatan kinerja logistik, dari aspek on-time delivery dan penurunan biaya logistik ekspor. Pendataan dan pemetaan asal titik ekspor, jenis dan karakteristik produk, kuantitas produk, negara tujuan ekspor, dan pelabuhan keberangkatan ekspor perlu dilakukan.Optimalisasi kapasitas infrastruktur dan sarana logistik mutlak dilakukan agar dicapai efisiensi biaya logistik ekspor. Konsolidasi kiriman, utamanya ekspor kategori kargo LCL (less than container loaded) dengan melakukan kerjasama antarpemilik barang untuk mendapatkanbiaya logistik yang termurah.

Peran asosiasi seperti Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) ditunjukkan dengan melakukan edukasi ke para anggotanya, pelatihan dan penggunaan teknologi produsi, pemasaran, dan pemberian solusi logistik ekspor.

***

Arahan Presiden Jokowi kepada para Menterinya dan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia sangat tegas. Tidak tanggung-tanggung, target pertumbuhan ekspor Indonesia sebesar 11% per tahun harus dicapai mulai tahun 2018 ini. Semua komponen bangsa, baik Pemerintah, masyarakat, asosiasi usaha, dan perusahaan ekspor harus bekerjasama mewujudkan peningkatan ekspor Indonesia. Kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat akan dicapai dengan peningkatan ekspor ini, utamanya mendorong pengusaha UMKM untuk mengembangkan pasar ekspor.

Sumber penulisan:
Paparan Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia pada Talk Show Acara
Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Jakarta, 21 Februari 2018.

Manajemen Logistik Dan Peralatan

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

Materi Pelatihan Manajemen Logistik dan Peralatan :

 

Tren Sosial, Bisnis, dan Teknologi: Implikasinya terhadap Logistik Masa Depan

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –
Logistik selalu diperlukan dalam setiap organisasi dan perusahaan. Sepanjang ada perdagangan barang, selamanya perusahaan memerlukan logistik. Logistik memainkan peran penting dalam perekonomian saat ini. Diperkirakan bahwa Sektor Logistik & Pos di Indonesia bernilai Rp2.953 triliun atau mencapai 23,8% dari GDP Indonesia tahun 2017 (BPS, 2017).

Logistik sering dipandang sebagai aktivitas yang menimbulkan biaya. Biaya logistik ini utamanya terdiri dari biaya pergudangan, biaya pengelolaan inventory, biaya transportasi, biaya distribusi, dan biaya logistik lainnya seperti pengepakan, pelabelan, dan lain-lain.

Dalam perspektif makro, biaya logistik seringkali diukur berdasarkan persentase dari Produk Domestik Bruto atau Gross Domestics Product (GDP). Di Indonesia, biaya logistik secara nasional tidak kurang dari 24% dari GDP. Banyak kalangan menilai, biaya logistik Indonesia cukup tinggi. Bandingkan dengan biaya logistik di negara-negara ASEAN. Data menurut Bisnis Indonesia yang dirilis 25 Juli 2017, biaya logistik Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Vietnam (25%), Thailand (13,2%), Malaysia (13%), dan Singapura (8,1%).

Meski logistik hanya akan menambah biaya pada harga produk, namun aktivitas logistik sangat diperlukan. Dari perspektif ekonomi, logistik mampu memberikan nilai suatu produk, setidaknya dalam hal kegunaan tempat (place utility), kegunaan waktu (time utility), dan kegunaan kuantitas (quantity utility).

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Republik Indonesia memberikan perhatian serius dalam penurunan biaya logistik nasional dan menjamin ketersediaan barang-barang pokok/penting di seluruh wilayah Republik Indonesia. Berbagai perbaikan telah dilakukan, utamanya mencakup perbaikan infrastruktur logistik, pembenahan regulasi dan pelayanan birokrasi pemerintah, penurunan dwelling time, dan pelancaran proses logistik perdagangan barang lintas negara (cross-border).

Kinerja logistik diukur dengan berbagai pendekatan. Dalam konteks makro misalnya, Bank Dunia setiap tahunnya merilis Logistics Performance Index (LPI). Sementara di tingkatan mikro, kinerja logistik diukur dari dua dimensi: kualitas layanan logistik dan biaya logistik.

Dinamika logistik mengikuti perubahan lingkungan perusahaan, utamanya perkembangan kemajuan teknologi dan perubahan sosial dan bisnis. Implikasi dari perubahan lingkungan bisnis ini memengaruhi tren logistik dalam 5 sampai dengan 10 tahun mendatang.

Tren logistik dalam beberapa tahun mendatang dipengaruhi oleh tren sosial, bisnis, dan tren teknologi. Tren sosial & bisnis dipicu oleh perubahan perilaku masyarakat dan pebinis. Sementara tren teknologi muncul sebagai akibat perkembangan dan kemajuan teknologi ICT (Information, Communication, dan Technology). Tren perubahan sosial, bisnis, dan teknologi ini memberikan peluang dan sekaligus tantangan prospek logistik dalam 5 sampai 10 tahun mendatang.

TREN TEKNOLOGI
Perkembangan teknologi sedemikian pesat. Konvergensi teknologi telah melahirkan lompatan kemajuan teknologi baru. Perangkat mobile computing memberikan peluang di logistik dan setiap rantai pasokan untuk menyediakan informasi yang semakin transparan dan integrity mengenai ketepatan jenis produk, ketepatan waktu penyediaan produk, ketepatan penerimaan produk di suatu tempat, ketepatan kuantitas dan kondisi produk, serta ketepatan biaya pengiriman produk.

Teknologi sensor semakin canggih dengan harga yang sangat terjangkau untuk diterapkan dalam logistik. Akibatnya, tuntutan pelanggan semakin tinggi terhadap penelusuran dan jejak lacak kiriman secara real time.

Kemajuan teknologi jaringan komunikasi internet 5G dan komunikasi nirkabel yang akan menjangkau keterhubungan orang dari setiap perangkat komunikasi (smartphone, PC, laptop, dan lain-lain), kapan pun, dan di mana pun. Perubahan tren teknologi jaringan komunikasi ini mendorong perubahan tuntutan pelanggan, khususnya pelanggan bisnis untuk mendapatkan informasi control setiap pergerakan barang, utamanya barang-barang yang sensitif terhadap kerusakan dan barang-barang yang bernilai tinggi.

Terakhir, perubahan tren teknologi internet dan penyimpanan data. Penerapan cloud computing dan big data memungkinkan layanan data base dan analisis data untuk mendapatkan optimalisasi, efisiensi, dan utilisasi penggunaan jaringan.

Implikasi tren teknologi terhadap logistik dan rantai pasokan dalam 5 tahun mendatang diprediksi mengalami perubahan yang sangat pesat, dan adakalanya teknologi akan “mengganggu” (disruption) tatanan bisnis yang sudah ada.

Omni-Channel Logistics
Perkembangan bisnis ritel memerlukan jaringan logistik yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap saluran pemasaran. Konvergensi perdagangan offline dan online telah menghasilkan perilaku ‘kapan saja, di mana saja, dari siapa pun’ bagi konsumen yang menginginkan pengalaman Omni-channel.

Sebagian besar konsumen tidak lagi mengakses toko online melalui komputer, namun melalui smartphone dan tablet mereka yang memungkinkan mereka mendapatkan mobilitas untuk berbelanja 24/7. Permintaan fleksibilitas ini akan memberikan peluang kebutuhan akan layanan fulfillment yang semakin cepat dan bervariasi.

Penerapan Omni-channel logistics akan memberikan manfaat bagi perusahaan:
•    Peningkatan volume pengiriman B2C.
•    Peluang bisnis baru di layanan penyimpanan, fulfillment, dan transportasi.
•    Visibilitas inventory lintas saluran mengurangi biaya melalui pengoptimalan persediaan.

Tantangan kunci Omni-channel logistics:
•    Keragaman saluran pemasaran dan akses pelanggan memerlukan pengintegrasian perdagangan online dan offline.
•    Investasi di proses hilir yang sangat besar diperlukan untuk memungkinkan pilihan pengiriman produk sampai ke penerima.

On-Demand Logisitics
Disrupsi teknologi memungkinkan perubahan model bisnis kurir dan logistik, utamanya layanan penjemputan (pick-up) dan pengantaran (delivery) barang. Konvergensi dan kemajuan teknologi internet yang secara masif menyediakan layanan App dalam smartphone telah mendisrupsi layanan kurir dan logistik konvensional.

Layanan App logistics memungkinkan pick-up dan delivery barang dilakukan seketika dan dapat diakses di mana pun sesuai kebutuhan pelanggan. Disrupsi teknologi ini memberikan peluang bagi pengusaha kecil (small business) untuk memanfaatkan jasa penyedia on- demand logistics dengan biaya murah dan tingkat fleksibilitas yang tinggi.

Biaya logistik, utamanya biaya pick-up dan delivery semakin murah, karena penyedia jasa on- demand logistics ini menggunakan model bisnis sumber daya berbagi (resource sharing). Penyedia jasa on-demand logistics tidak perlu lagi menyediakan kendaraan dan tenaga kerja khusus untuk melakukan pick-up dan delivery seperti halnya perusahaan penyedia jasa logistik konvensional.

Alih-alih mereka menyediakan kendaraan dan tenaga kerja, mereka cukup mengelola aplikasi on-demand logistics, yang mengintegrasikan optimalisasi pengemudi mobil, sepeda motor, atau bahkan sepeda untuk melakukan pick-up dan delivery barang ke konsumen.

Semua biaya operasional akan menjadi biaya variabel. Tidak ada lagi biaya tetap yang menjadi beban perusahaan penyedia jasa on-demand logistics, seperti biaya sewa, depresiasi kendaraan, biaya bunga pinjaman investasi, dan biaya gaji tenaga kerja. Biaya operasional akan linier dengan peningkatan volume atau pendapatan yang dihasilkan. Akibatnya, tingkat break even atau profit dapat dicapai lebih cepat.

Selain itu, on-demand logistics memberikan fleksibilitas tinggi, baik bagi pengusaha sebagai pengirim barang maupun konsumen sebagai penerima barang. Fleksibilitas ini dimungkinkan karena keduanya dapat mengakses dan melakukan order transaksi pembelian atau pengiriman barang dalam waktu 24/7, kapan pun dan di mana pun mereka berada. Pemilik barang dan konsumen juga dapat melacak status kiriman barang secara real time dengan menggunakan smartphone dalam genggaman tangan mereka.

Dalam beberapa tahun mendatang, pengiriman tidak lagi dimiliki hanya oleh pemain besar yang menetapkan batasan waktu pengiriman dan lokasi. Konsep pengiriman last-mile on- demand memanfaatkan tenaga kerja kurir yang fleksibel, sehingga memungkinkan pelanggan melakukan pengiriman saat mereka membutuhkannya.

Dengan teknologi terbaru untuk lokasi real-time, perutean, dan analisis berbasis aplikasi akan membawa perubahan signifikan pada pengiriman barang selama beberapa tahun ke depan.

Di Uber telah menerapkan layanan On-Demand Logistics untuk melayani para pengusaha UKM, yang dikenal dengan layanan UberRUSH. Layanan ini secara mudah menghubungkan konsumen dan pebisnis UKM dengan kurir Uber yang mengambil dan mengantarkan barang ke pelanggannya. Menariknya, profil setiap driver termasuk peringkat kinerja driver terlihat dan konsumen dapat memilih. Selain itu, pengiriman barang dapat dilacak melalui aplikasi dan akan dikirim langsung ke penerima yang dituju.

3D Printing
Pencetakan 3D (atau manufaktur aditif) akan mendisrupsi logistik dengan menambahkan keragaman baru pada strategi manufaktur. Penyedia logistik inovatif dapat mengatur jaringan manufaktur hibrida yang kompleks, serta memanfaatkan jaringan printer 3D untuk menawarkan layanan logistik baru.

Pencetakan 3D telah menjadi teknologi tepercaya di sektor kesehatan untuk mencetak peralatan prostetik dan medis yang disesuaikan, serta di sektor penerbangan untuk produksi komponen pesawat terbang. Meskipun teknologi manufaktur konvensional tidak akan digantikan oleh pencetakan 3D, pada segmen di mana produk tersebut diterapkan (seperti produksi suku cadang), secara signifikan akan berdampak pada beberapa layanan logistik.

Penyedia logistik dapat menjadi orkestra rantai pasokan yang kompleks dan terfragmentasi untuk bahan baku dan produk akhir. Pencetakan 3D menciptakan segmen pasar baru dan peluang penciptaan nilai (misalnya gudang digital, penyediaan layanan data, dan pertukaran data 3D). Perusahaan dapat mengurangi biaya transportasi dan waktu dengan menciptakan produk yang mendekati titik penggunaan.

Augmented Reality
Mengaburkan garis antara dunia digital dan fisik, augmented reality (AR) memberikan perspektif baru dalam perencanaan logistik, pelaksanaan proses, dan transportasi.

AR memungkinkan pengguna secara cerdas memahami lingkungan mereka dengan mengintegrasikan informasi kontekstual ke bidang pandang mereka melalui kacamata cerdas.

Perkembangan terkini dalam komputasi kontekstual, AR terus muncul sebagai aset logistik penting yang mampu meningkatkan efisiensi proses dan kualitas, mengurangi risiko, dan menurunkan tekanan penanganan manual.

Robotics & Automation
Logistik berada di ambang gelombang otomasi. Didorong oleh kemajuan teknologi yang pesat, robot dan solusi otomatis telah berperan sebagai tenaga kerja logistik yang mampu bekerja secara zero-defect untuk meningkatkan produktivitas.

Robot akan mengadopsi peran kolaboratif dalam rantai pasokan, membantu pekerja gudang, transportasi, dan bahkan kegiatan pengantaran (last-mile delivery).

Selain itu, munculnya e-commerce menggantikan model distribusi tradisional (push-driven)
dengan dorongan konsumen untuk barang langsung dari gudang, yang mengharuskan

penyedia logistik beroperasi lebih cepat dan lebih efisien untuk memproses pesanan individual dengan cepat.

Peluang kunci penerapan robotic & automation:
•    Solusi otomasi mampu meningkatkan kelincahan dan elastisitas infrastruktur logistik untuk memenuhi fluktuasi pasar.
•    Mengotomasi tugas seperti packing membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi tingkat persediaan dan biaya.
•    Ketika robot ditempatkan pada tugas berulang dan berat secara fisik, pekerja gudang dapat fokus pada tugas yang lebih kompleks dan penanganan penyimpangan.

Tantangan kunci penerapan robotic & automation:
•    Batasan hukum penggunaan robot di dekat pekerja manusia.
•    Meningkatkan peraturan, akuntabilitas, etika, dan masalah hukum baru, seperti tingkat otomasi yang tepat vs keamanan kerja manusia.

Self-Driving Vehicles
Terobosan teknologi sensor dan pencitraan telah menghasilkan generasi baru kendaraan penggerak sendiri yang lebih fleksibel dan dapat diandalkan daripada sebelumnya. Dari forklift otonom di gudang ke truk tanpa sopir dalam transportasi darat, kendaraan penggerak sendiri akan mengubah logistik dengan membuka tingkat keamanan, efisiensi, dan kualitas baru.

Peluang kunci
•    Peningkatan produktivitas operasional dan uptime aset melalui penggunaan 24/7.
•    Keandalan dan kualitas yang lebih besar dengan menghilangkan kesalahan manusia.
•    Efisiensi bahan bakar yang lebih baik melalui routing yang optimal dengan dampak yang lebih rendah terhadap lingkungan.

Tantangan kunci
•    Teknologi harus matang sebelum kendaraan pengemudi sendiri dapat digunakan di lingkungan yang dinamis.
•    Pembatasan hukum ada di banyak negara terkait kendaraan tanpa sopir.
•    Potensi risiko dari hacker dan software bug.
•    Pertanyaan asuransi dan liability harus diselesaikan.
•    Penerimaan sosial oleh pekerja dan masyarakat.

Unmanned Aerial Vehicles
Unmanned Aerial Vehicles (UAV) atau ‘pesawat tak berawak’ bisa mengubah logistik masa depan untuk pengiriman ekspres melalui udara.

Sementara UAV tidak akan mengganti transportasi darat, melainkan UAA dapat memberikan nilai di daerah dengan kemacetan lalu lintas tinggi dan di lokasi terpencil. UAV dapat berpotensi meningkatkan kecepatan dan kepuasan pelanggan, menurunkan biaya, dan dalam lingkungan yang tidak bersahabat dapat membantu menyelamatkan nyawa.

Peluang kunci penggunaan UAV:
•    Efisiensi operasional jaringan logistik first-mile dan last-mile bisa meningkat.
•    Pengurangan risiko dan kecelakaan melalui pengiriman otomatis di daerah terpencil.
•    Peningkatan fleksibilitas dan kecepatan pengiriman, terutama di kota-kota besar yang ramai.

Tantangan kunci dalam penggunaan UAV:
•    Peretasan UAV.
•    Masalah privasi dan keamanan dari masyarakat.
•    Integrasi lalu lintas UAV di jaringan udara yang ramai pembatasan peraturan.

TREN SOSIAL DAN BISNIS
Bila tren teknologi akan mendisrupsi dan memberikan peluang dalam prospek logistik, tren sosial dan bisnis akan menghadirkan solusi logistik sesuai dinamika sosial dan organisasi bisnis.

Tren sosial ini lebih banyak dipicu oleh perubahan perilaku citizen sesuai zaman generasinya dan perilaku penggunaan teknologi ICT yang dalam berbagai kehidupan.

Fair & Responsible Logistics
Dunia menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global. Emisi CO2 salah satu penyebab peningkatan pemanasan global yang ditimbulkan dari gas rumah kaca. Sektor industri dan logistik turut berkontribusi terhadap pemanasan global dalam emisi CO2. Kesadaran para pemimpin organisasi untuk turut menjaga keberlangsungan lingkungan dengan memproduksi dan menggunakan produk yang ramah lingkungan.

Di sisi lain, kompetisi bisnis semakin meningkat. Perusahaan dituntut untuk tetap membangun keunggulan bersaing melalui penyediaan produk dan layanan dengan biaya yang paling efisien.

Saat ini perusahaan semakin efisien dalam penggunaan sumber daya, terutama sumber daya alam yang tidak terbarukan. Eliminasi pemborosan (waste atau “muda” dalam Bahasa Jepang) menjadi perhatian para pemimpin organisasi perusahaan.

Kesadaran ini memberikan peluang dalam solusi supply chain dan logistics yang ramah lingkungan, dikenal dengan istilah sustainable logistics atau lebih popular dengan nama green logistics. Ke depan, kebutuhan solusi green supply chain dan logistics semakin meningkat.

Perusahaan penyedia jasa logistik dapat memberikan layanan desain green supply chain melalui perancangan supply chain ramah lingkungan, yang mencakup pemilihan material yang berasal dari daur ulang produk, pengurangan penggunaan material, energi, dan penggunaan kembali kemasan, agar dapat mengurangi kontribusi emisi CO2, dan pemilihan pemasok yang telah menerapkan standar ramah lingkungan.

Perusahaan penyedia jasa logistik juga dapat memberikan solusi layanan transportasi, pergudangan, dan distribusi dengan biaya operasional yang paling efisien dan penggunaan energi terbarukan, seperti pemanfaatan energi surya melalui pemasangan panel surya di

gudang, penggunaan moda transportasi dengan sumber energi gas atau listrik, dan pengoptimalan kapasitas angkutan melalui konsolidasi kiriman.

Grey Power Logistics
Dalam lima tahun atau lebih, gelombang pertama penduduk asli digital akan memasuki segmen populasi lansia. Logistik grey power – logistik untuk masyarakat lanjut usia – akan menawarkan layanan baru (misal pengiriman obat di rumah) untuk menjawab tantangan yang timbul dari perkembangan demografis ini.

Populasi yang menua merupakan salah satu tantangan sosial utama yang dihadapi industri logistik. Saat ini, kira-kira seperempat dari populasi di Indonesia berusia di atas 60 tahun dan ini akan meningkat menjadi lebih dari sepertiga pada tahun 2050. Segmen demografi yang berkembang ini akan meningkatkan permintaan akan saluran baru untuk mengakses layanan pengobatan, makanan, dan perawatan khusus di kota-kota juga seperti di daerah terpencil.

Di masa depan, kondisi ini akan membutuhkan layanan logistik khusus yang diperuntukkan untuk kebutuhan masyarakat lanjut usia seperti pengiriman obat yang dikendalikan suhu ke rumah dan perawatan kesehatan yang didukung oleh logistik pengantaran terjadwal.

Grey Power Logistics merupakan solusi logistik untuk memenuhi kebutuhan generasi senior, seperti pemesanan dan pengiriman obat resep dokter secara home delivery menggunakan layanan e-commerce atau setidaknya pemesanan obat-obatan secara on- line.

Dalam lima tahun mendatang, kebutuhan layanan Grey Power Logistics ini semakin meningkat. Peningkatan demografi penduduk usia senior mendorong kebutuhan logistik e- commerce untuk home delivery produk-produk medis, makanan, dan perawatan kesehatan. Layanan logistik yang perlu disediakan untuk Grey Power Logistics ini adalah penyediaan gudang dengan pengendali temperatur dan pengantaran terskedul ke rumah.

Shareconomy Logistics
Pergeseran sosial dari kepemilikan ke pembagian aset telah menjadi salah satu tren yang paling mendasar dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari mobil, tempat parkir dan peralatan elektronik rumah tangga sekarang bisa dibagi melalui platform khusus. Penyedia logistik dapat berbagi sumber daya perusahaan (seperti container dan rute yang dilayani) agar dapat lebih menghemat waktu dan biaya.

Logistik dapat berpartisipasi dalam shareconomy dengan berbagi aset, kapasitas pergudangan, dan bahkan muatan truk. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menjembatani kesenjangan efisiensi, menghindari kekurangan dan kelebihan kapasitas, mengurangi biaya layanan khusus, dan mendorong kolaborasi horizontal.

PERUBAHAN PARADIGMA
Tren perubahan sosial, bisnis, dan teknologi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan akan terus terjadi dalam beberapa tahun ke depan, selain memberikan peluang-peluang dalam penyediaan layanan logistik juga akan mendisrupsi bisnis logistik.

Perusahaan penyedia jasa logistik harus terus melakukan inovasi, eksplorasi strategi baru, pemanfaatan teknologi ICT, dan pengelolaan bisnis secara lincah (agile) dan seamless untuk memberikan solusi logistik yang tetap relevan dengan dinamika perubahan zaman.

Redefinisi bisnis, peninjauan model bisnis, dan upaya peningkatan hubungan dengan pelanggan agar tercipta kepuasan, loyalitas, dan pengalaman mengesankan dalam menggunakan jasa logistik, perlu menjadi paradigma baru para pemimpin perusahaan penyedia jasa logistik saat ini dan di masa mendatang.

Referensi
Badan Pusat Statistik, 2017
DHL Customer Solutions & Innovation, 3D Printing and The Future of Supply Chains, 2016 DHL Customer Solutions & Innovation, Fair and Responsible Logistics, 2015
DHL Customer Solutions & Innovation, Logistics Trend Radar, 2016 DHL Customer Solutions & Innovation, Omni-Channel Logistics, 2015
DHL Customer Solutions & Innovation, Self-Driving Vehicles in Logistics, 2014

RKUHP, Polemik Pasal Penghinaan Kepada Presiden, Mayoritas Publik Menolak

Ismail Fahmi, Ph.D

Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia
– – – – – –

Di dalam rancangan KHUP terbaru, pemerintah dan DPR sepakat untuk memasukkan kembali pasal penghinaan terhadap presiden dan wapres. KontraS khawatir kalau pasal ini akan berdampak buruk bagi kebebasan berpendapat, karena definisi ‘penghinaan’ dan ‘kritik atau protes’ tidak jelas.

Misalnya, jika protes Ketua BEM UI dengan mengacungkan kartu kuning ke Jokowi tempo hari dianggap sebagai penghinaan, maka dia bisa dipidana. Dan maksimal hukuman adalah 5 tahun. Tergantung siapa yang menerjemahkan, sebuah aksi bisa dianggap penghinaan atau protes.

ismail-fahmi-phd---polemik-pasal-penghinaan-presiden-1

Bagaimana publik dan media menanggapi bakal dihidupkannya lagi pasal ini? Kita lihat data dari Drone Emprit. Kita gunakan kata kunci RKUHP, yang difilter dengan “penghina, penghinaan”, serta dua hashtag pro-kontra yang digunakan oleh tim pendukung dan penolak, yaitu #JagaMarwahPresidenRI dan #TolakPasalPenghinaanPresiden.

VOLUME DAN TREND

Dari grafik volume, tampak bahwa percakapan di media sosial sangat tinggi dalam seminggu terakhir (2,9K mention), jauh lebih tinggi dibanding di media online (488 mention). Dan dari grafik tren, kita lihat percakapan itu mulai naik kemaren (6 Feb) dan hingga hari ini terus naik volumenya.

ismail-fahmi-phd---polemik-pasal-penghinaan-presiden-2Organisasi yang paling konsisten dalam mengingatkan publik akan bahaya pasal ini adalah KontraS. Sejak awal bulan (1 Feb) sudah membuat sosialiasi tentang bahaya pasal ini, serta apa saran dan solusi yang diusulkan KontraS.

ismail-fahmi-phd---polemik-pasal-penghinaan-presiden-3

KONTRAS SEPAKAT ADA PASAL PENGHINAAN, TETAPI…

KontraS menilai, pasal penghinaan ini masih diperlukan dalam KUHP. Namun, seharusnya tidak spesifik hanya untuk presiden dan wapres. Lembaga ini menyarankan agar pasal ini untuk seluruh warga negara, melindungin setiap warga dari penghinaan, dalam konteks personalnya.

ismail-fahmi-phd---polemik-pasal-penghinaan-presiden-4

Seseorang, termasuk presiden, jika membuat kebijakan lalu ada yang mengkritik kebijakannya dengan keras, tdk bisa dikategorikan sebagai penghinaan. Penghinaan berlaku kepada serangan terhadap personalnya.

PETA SNA DAN PERANG HASHTAG

Bagaimana peta pro-kontra publik? Dari grafik SNA, ternyata kita lihat hanya ada 1 cluster besar, dan KontraS yang berada di luar cluster itu. Meski demikian, mereka mengangkat narasi yang serupa.

ismail-fahmi-phd---polemik-pasal-penghinaan-presiden-5

Cluster besar ini berisi netizen yang selama ini kritis dan berjarak dari pemerintah. Dari grafik SNA Topik, kita lihat narasi mereka satu, yaitu #TolakPasalPenghinaanPresiden. Sedangkan KontraS mempromosikan hashtag #JanganPaksakan RKUHP.

ismail-fahmi-phd---polemik-pasal-penghinaan-presiden-6

Kita tidak melihat adanya cluster yang pro pemerintah di situ. Hashtag #JagaMarwahPresidenRI yang dipromosikan oleh buzzer yang pro RKUHP tak cukup besar volumenya.

ismail-fahmi-phd---polemik-pasal-penghinaan-presiden-7

Akun RadioElshinta merupakan salah satu key influencer dalam cluster besar tersebut. Itu didorong oleh polling yang dibuatnya, yang rupanya mendapat banyak suara dari cluster ini. Hasilnya, 70% dari 6,823 resonden menganggap pasal tersebut tidak perlu, 26% berpendapat perlu, dan sisanya 4% tidak tahu.

CLOSING

Saya tampilkan data ini apa adanya. Silahkan dimanfaatkan oleh mereka yang pro dan kontra dalam menyusun strategi masing-masing.

ismail-fahmi-phd---polemik-pasal-penghinaan-presiden-8

Poin penting yang ingin saya tambahkan adalah, perlunya publik untuk aware, peduli, dan kepo terhadap rencana aturan dan undang-undang yg dibuat pemerintah bersama DPR, yang akan diberlakukan kepada mereka.

Melihat diskursus para tokoh parpol di DPR dimana tidak ada pro-kontra yang berarti, tampaknya pasal ini akan lolos. Tidak banyak wakil rakyat yang benar-benar bersuara menolak. Penolakan keras hanya terjadi di media sosial.

Untuk itu, strategi yang bisa diambil oleh publik agar pasal ini tidak merugikan mereka kelak adalah: mendukung usulan dari KontraS, agar definisi penghinaan itu dibuat jelas bedanya dengan kritik dan protes. Memastikan agar publik masih tetap bisa mengkritik dan memprotes “kebijakan” presiden dan wapres tanpa takut dipidana.

Sedangkan, penghinaan terhadap personal presiden dan wapres, misal mengedit2 gambar dan menggabungkan dengan gambar binatang dll, bisa masuk dalam definisi penghinaan. Bisa kena pidana.

Pertanyaannya, bagaimana jika pendukung presiden, buzzer pemerintah, membuat penghinaan kepada tokoh lawan presiden? Misal memasang hidung dan telinga babi kepada tokoh bukan presiden/wapres, dan seterusnya. Bagaimana KUHP ini bisa melindungi mereka?

IT as an enabler, Mengapa WiFi di UII bisa mencapai 200 Mbps

Dr. Andri Setiawan, Pengajar pada Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia
– – –
Menjawab permintaan om Hari (Heinrich Cheng Ho) yang meminta saya menulis aspek filosofis, mengapa internet di UII bisa menjadi secepat sekarang, insya Allah saya sajikan beberapa hal penting agar bisa memberikan gambaran, bagaimana proses perubahan itu terjadi.

Framework COBIT

Proses perubahan IT di UII diawali dari sebuah kesadaran, dan introspeksi bahwa ada yang salah dengan IT. Sebenarnya tidak butuh kejelian mata dalam memandang, cukup dengan perasaan saja kami di UII menyadari, there is something wrong with us. Hanya saja, kami memang pada akhirnya mengundang auditor eksternal untuk meng-assess kami. Sebelum dilakukan proses audit, saat berdiskusi dengan auditor eksternal, mereka cukup terkaget juga, karena baru kali ini mereka mendapatkan client audit dari institusi pendidikan. Selama ini mereka melakukan audit ke perbankan (dalam rangka memenuhi tuntutan aturan OJK biasanya), kemudian ke pertambangan (semacam Pertamina), dan berbagai industri lainnya, dan bahkan mereka jarang mendapatkan client dari luar Jakarta 😀 . Jadi membangun kesadaran bahwa ada yang salah dengan kita menjadi kata kunci pertama terjadinya perubahan IT. Audit yang dilakukan di UII didasarkan pada framework COBIT 4.
Selepas dilakukannya audit, maka kemudian kami selaku tim manajemen IT yang baru di UII merancang program yang kami sebut quick win initiatives. Saat itu departemen IT, yang kalau di UII dinamakan Badan Sistem Informasi, adalah badan yang memiliki tingkat kepercayaan publik termasuk paling rendah sendiri. Sehingga dibutuhkan strategi khusus untuk meningkatkan kembali kepercayaan pengguna. Salah satu program yang kami usulkan saat itu adalah UIIConnect. Saat itu sebenarnya saya terinspirasi oleh infrastruktur wireless pada waktu saya sekolah S3 dulu di Australia, di The University of Queensland, yang dinamakan UQConnect.

Saat itu saya sangat merasa terbantu sekali dengan keberadaan wifi yang bersifat ubiquitous, akses yang tersedia di mana-mana dengan kualitas yang sama, dimana bahkan saya sendiri seringkali bekerja/belajar di tepian danau di dalam kampus yang bernama UQ Lake. Tak jarang pula saya melihat kumpulan mahasiswa berdiskusi dan belajar, tidak hanya di ruang kelas saja, tapi juga di tengah taman, lapangan, di kantin, dan beragam tempat lainnya. Suasana dan atmosfer kampus begitu hidup.

Atmosfer belajar di UQ, Australia

Dari sinilah titik kesadaran tersebut dibangun, kami ingin menciptakan atmosfer serupa. Inisiatif IT yang hendak kami bangun mestilah memiliki tujuan besar, bukan sekedar menghabiskan anggaran, tapi kami ingin membangun atmosfer. Atmosfer yang saat kami sekolah dahulu di luar negeri kami terima begitu saja, taken for granted. Cita-cita kami sangat sederhana, kami ingin mahasiswa UII mendapatkan dan membangun atmosfer yang sama seperti dahulu kami merasakan ketika kuliah di luar negeri. Atmosfer itu tentu tidak mungkin terbangun kalau infrastruktur pendukungnya acak-acakan.

Melalui studi intensif yang serius di tim manajemen, kemudian saya juga melibatkan mahasiswa saya sendiri untuk mendiskusikan infrastruktur apa yang tepat untuk UII, maka lahirlah konsep UIIConnect yang menjadi backbone infrastruktur UII. Btw, saat ini mahasiswa saya yang membantu saya saat itu sudah memiliki sertifikasi Cisco tertinggi (CCIE) setahun setelah lulus kuliah, atau setahun setelah lepas membantu saya mendesain infrastruktur kampus, namanya Jumroh Arrasid, masih bujang dia hehehe 😀 siapa tahu ada yang tertarik untuk mengambil jadi menantu.

Kembali ke infrastruktur, kami menyadari bahwa UII adalah kelas berat, dia lebih enterprise dari banyak enterprise yang ada di Indonesia (seperti saya sebut di tulisan seri pertama). Kami menyadari, tidak mungkin kelas enterprise hanya berbicara seperti kelas warnet. User kami mencapai hampir 30,000 orang (dosen, staf, mahasiswa, dan tamu). Maka ketika merancang WiFi pun juga tidak main-main. Saat itu kami menggunakan pihak ketiga untuk melakukan survey lapangan, di beberapa kampus kami (yang tidak terpusat di satu tempat saja). Kami gunakan software seperti Ekahau untuk merancang, dan menentukan, posisi di mana saja Access Point (AP) harus dipasang. Untuk mendukung backbone, bahkan kami harus roll-out Fiber Optic baru sepanjang 6.6km dengan sekian puluh cores untuk mendukung konsumsi data di masa mendatang. Kami ganti pula core switch kami dengan Cisco 3850 yang didukung dengan puluhan ports yang sudah siap pada kapasitas 10Gbps bahkan disiapkan untuk sanggup mencapai 40Gbps.

Lalu di mana kami harus memasang AP? Pada prinsipnya, perubahan yang dilakukan harus dirasakan oleh semua pihak. Tidak ada lagi fakultas kaya, fakultas miskin, semua akses harus sama, tidak ada diskriminasi. Tidak ada cerita bahwa untuk mendapat akses internet cepat harus berada di tempat ini, di titik ini, dan di jam tertentu. Dan target pertama kami adalah mahasiswa harus happy. Mereka lah salah satu yang mendukung jalan hidup UII. Kalau dipilih dosen, ketika mereka mendapat akses cepat, belum tentu mahasiswa dapat akses yang cepat. Tapi kalau sebaliknya, mahasiswa mendapat akses cepat, tentu dosen pun akan dapat akses yang cepat. Kemudian sebagai upaya membangun atmosfer, kami letakkan pula AP di tempat yang bahkan oleh beberapa pihak dipandang aneh, yakni di Masjid. Kami adalah kampus Islam, tentu kami menginginkan mahasiswa kami dekat dengan masjid. Pada awalnya ya tentu saja ada sedikit protes, kok internet dipasang di masjid? Nanti ibadah menjadi tidak khusyu’. Kami berargumen, bahwa justru dengan adanya internet, paling tidak ketika mahasiswa ada di masjid, mereka lebih dekat dengan sholat, dengan kajian (walau pada akhirnya hadir tidak untuk berniat mengikuti kajian), dan setidaknya tidak akan mengakses yang aneh-aneh ketika di sana 😀 Dan Alhamdulillah, saat ini mahasiswa tidak hanya hadir di masjid saat waktu sholat saja. Suasana yang mendukung e.g. karpet empuk, AC, bisa belajar sambil tiduran, dan akses internet yang super cepat, menjadikan mahasiswa betah berada di sana.

Nilai seperti itulah yang menjadi spirit kami, bahwa seharusnya teknologi informasi bisa menjadi enabler, yang memungkinkan value yang diinginkan oleh universitas terjadi. Kami menginginkan IT bukan hanya menjadi alat dan perangkat, tapi dia menjadi salah satu akselerator perubahan, pembangun atmosfer akademik yang lebih baik. Dan hingga hari ini, kami masih terus berusaha melakukan perubahan, membawa value yang lebih baik lagi bagi kampus kami, dan bagi Indonesia secara umum melalui IT.

Kaliurang, 5 Februari 2018

Dinamika Logistik di Jepang: Pemikiran Profesor Hirohito Kuse

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

 

Prof Hirohito Kuse, Guru Besar Fakultas Sistem Distribusi dan Logistik Universitas Ryutsu Keizai mengajarkan kepada kami di sesi pertama pelatihan IDLM AOTS, 2 November 2017.

Profesor Kuse, demikian biasa dipanggil, menjelaskan secara mendasar peran penting logistik sebagai penggerak ekonomi dan sosial di negara Jepang. Pemikiran Kuse tentang logistik sederhana namun sejatinya visioner.

“Logistik tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi bisnis, namun logistik memiliki peran penting dalam sosial yang seharusnya dikelola secara efisien dan efektif dengan tetap menjaga keberlangsungan alam semesta”, demikian Kuse mengawali pembelajarannya.

Kata logistik pertama kali digunakan di kalangan militer. Tujuan dari logistik militer ini adalah untuk meningkatkan pertahanan nasional, utamanya pada saat mobilisasi tentara, persenjataan, perbekalan, dan makanan pada saat perang maupun damai.

Saat ini, di Jepang logistik banyak digunakan di dunia usaha. Adalah hal yang jamak bila setiap bisnis mengejar keuntungan. Perusahaan-perusahaan mengembangkan banyak strategi dalam mengejar keuntungan, caranya dengan meminimalkan biaya logistik dan memaksimalkan nilai tambah. Bagi dunia bisnis, logistik diperlukan untuk memaksimalkan keuntungan melalui pengelolaan yang efektif dan efisien atas persediaan, transportasi, pergudangan, dan distribusi agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

Logistik semakin berkembang tidak hanya di militer dan bisnis, namun logistik mulai berkembang di ranah sosial. Seiring dengan kesadaran masyarakat Jepang mengenai lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (social welfare). Duapuluh tahun lalu, di Jepang mulai dikenalkan istilah social logistics – logistik untuk kesejahteraan masyarakat.

Logistik sosial mencakup green logistics dan reverse logistics. Infrastrutur untuk logistik sosial meliputi pembangunan dan penyediaan fasilitas, teknologi, dan sistem untuk menjalankan aktivitas logistik sosial. Fokus dari logistik sosial adalah meminimalkan dampak terhadap kerusakan lingkungan.

Di Jepang, institusi yang aktif untuk logistik bisnis adalah sektor swasta. Sementara untuk logistik sosial lebih banyak diinisiasi dan dijalankan secara aktif oeh pemerintah.

Aktivitas logistik di Jepang awalnya difokuskan pada distribusi fisik barang. Dalam distribusi barang ini diperlukan kegiatan transportasi, penyimpanan, pengepakan, bongkar muat, dan pengantaran.

Berangkat dari Perencanaan Kota
Di Jepang, logistik berkembang dalam konteks perencanaan kota. Sebuah kota di Jepang, demikian Kuse mengungkapkan, sistem transportasi, area perkantoran, bisnis, manufaktur, jasa, perumahan, pendidikan, olah raga, rekreasi, dan fasilitas publik selalu dirancang secara komprehensif dan terpadu.

Sistem transportasi di Jepang awalnya diarahkan untuk memberikan solusi transportasi manusia secara masal dan nyaman. Pembangunan infrastruktur dan sistem transportasi manusia dilakukan secara intensif sejak perang dunia kedua, terutama sebagai akibat pertumbuhan penduduk dan ekonomi pada era industrialisasi di Jepang.

Transportasi diperlukan untuk mengantarkan orang-orang dari desa ke kota, dari kawasan perumahan ke kawasan industri, perkantoran, dan pusat bisnis. Jepang telah berhasil mengatasi persoalan transportasi manusia dengan trasportasi massal secara efektif. Penggunaan transportasi kereta api, baik commuter line yang menghubungkan antardistrik di kota-kota dan antarkota-kota di Jepang. Boleh dibilang, transportasi manusia di Jepang sudah sangat mapan.

Transportasi Manusia dan Barang
“Mengurus transportasi manusia lebih mudah daripada transportasi barang”, ujar Profesor Kuse. Dalam transportasi manusia, satuan ukuran yang digunakan hampir semua sama. Demikian jenis atau klasifikasi manusia tidak banyak. Satuan ukuran manusia umumnya hanya jumlah orang atau berat. Sementara satuan barang, ukurannya sangat beragam. Ukuran berat seperti kilogram dan tonase. Ukuran volume seperti kubik, liter, dan lain-lain.

Jumlah manusia nilainya diskrit, tidak kontinu, seperti 1 orang, 20 orang, 100 orang, 200 orang, dan seterusnya. Tidak ada nilai 1,5 orang, 2,3 orang, 10,8 orang, dan seterusnya. Berbeda dengan barang, nilai barang bisa 1,2 kg, 2,8 ton, 10,8 liter, dan seterusnya.

Belum satuan ukuran barang yang bervariasi, misalnya 1 dozen isinya ada 12 buah. Jenis barang juga banyak sekali. Contoh di Jepang ada convenience store, mereka menjual lebih dari 3.000 items (Stock Keeping Unit’s). Transportasn manusia sangat sederhana. Pembedaannya hanya laki dan perempuan, dewasa dan anak-anak. Klasifikasinya paling banyak hanya 3 variasi. Berat manusia pun tidak banyak bervariasi. Paling berkisar antara 50 sampai dengan 100 kg untuk berat manusia dewasa. Sementara berat barang sangat bervariasi.

Kuse yang juga menjadi Guru Besar Kehormatan di Tokyo University of Marine Science and Technology, menambahkan, bahwa dalam mengangkut manusia, kita bisa menanyanainya, mau dibawa ke mana? Sedangkan ketika kita mengangkut barang, kita tidak dapat menanyai barang tersebut, mau diangkut ke mana?

Inti dari aktivitas logistik adalah transportasi. Logistik sangat berhubungan dengan barang. Transportasi dalam logistik adalah transportasi barang, bukan transportasi manusia. Namun, untuk sampai barang siap diangkut, diperlukan pemilahan atau sortir, pengepakan, pemuatan barang (loading), dan penyiapan dokumen pengiriman barang.

Menurut pemikiran Kuse, yang paling merepotkan adalah pengepakan dan bongkar muat barang. Dalam logistik, jarak tidak memengaruhi kerepotan. Karena begitu barang sudah diangkut, barang diserahkan ke perusahaan pengangkutan.

Manusia gerakannya sama. Pagi mereka berangkat, sore pulang. Tidak banyak variasi. Sementara angkutan barang sangat bervariasi. “Barang seperti bayi”, demikian Kuse menganalogikan. “Jadi harus diperlakukan sangat berhati-hati”, ujarnya.

Barang bisa berubah pada saat bergerak. Barang 1 dosen, bisa berubah di tengah jalan, ketika dipisah menjadi 5 atau 7 buah. Namun demikian, ungkap Kuse, “Repotnya menangani transportasi manusia, mereka bisa complaint. Panas, dingin, lambat, dan sebagainya. Transportasi barang tidak ada yang protes”.

Menciptakan Nilai Tambah
Untuk memahami logistik, perlu dipahami lingkup dan keterkaitan rantai pasokan (supply chain), logistik, dan sistem distribusi. Rantai pasokan dapat dipandang dari perspektif jenis industri, jenis fasilitas, dan jenis daerah.

Dari perspektif jenis industri, rantai pasokan mengintegrasikan aliran barang, informasi, dan uang dari serangkai proses bahan baku menjadi produk jadi yang digunakan konsumen akhir. Contoh rantai pasokan pakaian. Pakaian yang kita gunakan proses rantai pasokannya mulai dari produsen kain, produsen jahit, penjual pakaian, dan dibeli oleh konsumen akhir.

Sementara dari perspektif jenis fasilitas, rantai pasokan dipandang sebagai pengelolaan fasilitas pabrik, gudang kain, pabrik penjahitan, gudang baju, dan toko ritel. Rantai pasokan mengintegrasikan aliran barang, informasi, dan uang dari berbagai fasilitas pabrik, gudang, distributor, dan toko ritel.

Rantai pasokan juga dapat dipandang dari perspektif geografi atau region. Dalam hal ini, rantai pasokan dilihat dari integrasi aliran barang, informasi, dan uang dari region. Pasokan bahan baku dari pemasok kain dari daerah Yangzhou, misalnya, kemudian kain diproses menjadi baju di Shanghai. Baju dari pabrik penjahitan di Shanghai selanjutnya diangkut ke gudang distribusi Yangon untuk didistribusikan ke toko ritel di Nagoya, Osaka, dan Kobe.

Logistik menghubungkan antara penerimaan pesan dan pemesanan. Di antara fasilitas terdapat rantai penghubung, yang diperankan oleh logistik. Dengan demikian logistik berperan penting dalam fungsi mengintegrasikan sistem rantai pasokan.

Dalam setiap proses rantai pasokan, perusahaan menciptakan nilai tambah. Contoh proses nilai tambah dalam rantai pasokan: terigu, tepung terigu, roti, sandwich, lunch box, lunch set. Untuk mengubah nilai tambah suatu produk diperlukan bahan dan teknologi.

Zaman dahulu, proses transportasi banyak pada tahap produk primer. Namun saat ini transportasi produk banyak produk akhir yang tidak tahan lama. Tidak mungkin kita siapkan sandwich hari ini untuk dikonsumsi tahun depan? Logistik hari ini memerlukan kecepatan.

Penciptaan nilai tambah ini dilakukan dengan mengubah sedikit bentuk produk atau bahkan hanya mengubah ukuran berat dan kemasan produk. Kuse mengilustrasikan bagaimana penciptaan nilai tambah dalam rantai pasokan di Jepang dengan mengambil contoh penjualan kol.

“Di Jepang, kol dijual Y200/buah. Produsen bisa menciptakan nilai tambah berupa peningkatan profit hanya dengan cara mengubah ukuran kol menjadi Y110/0.5 buah, Y100/plastics, Y100/kol ditaruh mayones, dan Y200/100 gram untuk salad lengkap”, papar Kuse.

Kuse yang mantan Ketua Asosiasi Distribusi Jepang melanjutkan, “Toyota Corolla tahun 2017 seharga Y1,500,000/dengan berat 1,5 ton atau Y100/100 gram. Jadi Toyota Corolla lebih murah daripada salad”, ujar Kuse serius.

“Orang-orang Jepang bisa membeli salad dengan harga Y200/100 gr, namun tidak bisa membeli Corola yang harganya lebih murah”, imbuh Kuse. Apa artinya, pengelolana rantai pasok memerlukan solusi yang lebih tinggi, karena rantai pasok akan memberikan nilai tambah yang tinggi.

“Kenapa vending machine yang menjual aneka minuman di Jepang laku? Karena ketika orang- orang memerlukan minum, mereka mendapatkan aneka minuman di vending machine dengan mudah sesuai dengan kebutuhan”, terang Kuse.

Jadi kalau mau untung, saran Kuse, “Ubah bentuk barang agar memiliki nilai tambah. Baik mengubah bentuk (utility form), ubah kuantitas (quantity form), dan ubah tempat (place form). Itulah value atau manfaat dari logistik”, pungkas Kuse.

Tantangan Logistik
Teknologi berkembang, proses pengerjaan bersama, dan respon terhadap lingkungan, keselamatan dan keamanan. Kedepan, penggunaan sumber daya bersama, penumpang dan muatan bercampur).

Perusahaan selalu berusaha meningkatkan omzet dan menurunkan cost dan risiko. Peningkatan pasar dilakukan dengan melakukan ekspansi ke pasar domestik dan internasional.

Cost semakin meningkat. Perusahaan mengeluarkan biaya lokasi, biaya produksi, dan biaya distribusi. Perusahaan Jepang, KAO melakukan ekspansi ke Indonesia, kenapa membangun pabrik di Indonesia meskipun upah buruh di Indonesia tinggi dibandingkan dengan negara- negara di Afrika misalnya. Dalam hal ini, selain pertimbangan cost, faktor risiko dan infrastruktur.juga perlu dipertimbangkan.

Dulu banyak perusahaan-perusahaan Jepang membangun di Indonesia, namun sekarang banyak dipindahkan ke negara Indonesia. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan utamanya adalah pasar, cost, infrastruktur dan risiko. Umumnya, pada saat mereka datang yang menjadi pertimbangan adalah pasar dan cost. Sementara pada saat mereka meninggalkan Indonesia, pertimbangan utamanya faktor risiko.

Kedepan, tantangan logistik adalah pelancaran logistik (seamless logistics). Setiap perpindahan barang dari negara satu ke negara lain akan berhenti di customs, gudang, dan laon-lain. Proses seamless logistics menjadi penting. Tantangan kedua adalah logistik yang ramah lingkungan. Ketiga, adalah logistik bencana (humanitarian logistics).

Di Jepang, paket kebijakan yang diambil pemerintah Jepang untuk perbaikan sistem logistik dilakukan setiap 4 tahun sekali. Paket kebijakan logistik tersebut benar-benar dijalankan. Umumnya, pertimbangan yang mendasari paket kebijakan logistik di Jepang adalah proses efisiensi, ramah lingkungan, dan keamanan.

Dari segi keamanan, saat ini fokus terhadap aman terhadap bencana atau gempa. Ramah lingkungan selalu ada dalam setiap kebijakan.

***

Pada akhir sesi pembelajaran, Profesor Kuse mengingatkan. Bahwa misi dari sebuah logistik adalah membuat agar kehidupan normal. Kehidupan yang tanpa ada masalah, sehingga orang-orang dapat melaksanakan peran dan aktivitasnya dalam kehidupan.

Sistem logistik harus tetap bergerak, meskipun kehadirannya kadang tidak disukai. “Orang Jepang paling suka sandwich, namun mereka tidak suka atau tidak mau merima kehadiran truck yang membawa sandwich ke convenient store di dekat rumah-rumah atau perkantoran. Logisticians atau insan logistik harus bekerja tanpa terlihat atau sebisa mungkin tanpa dirasakan kehadirannya. Demi sebuah misi mulia, menyediakan produk-produk yang yang diperlukan warga. Demikian Profesor Kuse menutup perkuliahan pengantar logistik pada pertama sesi perkuliahan kami. Sebuah pembelajaran yang menyenangkan dan menginspirasi. Arigatou gozaimasu, Profesor Hirohito Kuse san.

Tokyo, 2 November 2017.