Membandingkan Tingkat Kemiripan Rekaman Suara

Ahmad Subki, Mahasiswa Konsentrasi Forensika Digital, Program Studi Magister Teknik Informatika, Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia

rsz_ahmad_subki_-_forensika_digital_magister_teknik_informatika_pps_fti_uii

Membandingkan Tingkat Kemiripan Rekaman Suara Voice Changer Dan Rekaman Suara Asli Menggunakan Metode Audio Forensik

Abstrak

Audio forensik merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan metode ilmiah dalam penanganan barang bukti berupa audio demi mendukung pengungkapan berbagai kasus tindak kriminal dan mengungkap berbagai informasi yang diperlukan dalam proses persidangan. Namun, rekaman suara sangat rentan dan mudah untuk dirubah/dimanipulasi baik untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok. Misalnya menggunakan fasilitas aplikasi perubah suara/voicechanger yang banyak tersedia pada googleplaystore.

Dalam penelitian ini dilakukan analisis terkait tingkat kemiripan antara rekaman suara voicechanger dengan rekaman suara asli menggunakan metode audio forensik dengan pendekatan pitch, formant, graphical distribution dan spectogram.

Penelitian ini dihasilkan bahwa rekaman suara pada kasus voicechanger dengan rekaman suara asli hanya bisa di analisis dengan pendekatan formant, graphical distribution dan spectogram. Sedangkan untuk analisis pitch tidak dapat digunakan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang didapatkan pada pembahasan maka penelitian Membandingkan Tingkat Kemiripan Rekaman Suara Voice changer dengan Rekaman Suara Asli Menggunakan Metode Audio Forensik dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Analisispitch, formant dan spectogramdapat digunakan untuk membandingkan tingkat kemiripan rekaman suara voice changer dengan rekaman suara asli, dengan memperhatikan tahap demi tahap sesuai dengan prosedur investigasi audio forensik.

Analisis rekaman suara yang dilakukan dengan satu aplikasi voicechanger dibandingkan dengan rekaman suara asli tidak dapat menggunakan analisis pitch,analisis hanya dapat digunakan menggunakan analisis formant, graphical distribution dan spectogram.

Berdasarkan ujicoba yang dilakukan menunjukkan bahwa rekaman suara voicechangerA memiliki tingkat kemiripan yang paling tinggi dengan rekaman suara asli pada posisi merendahkan pitch (low pitch), sedangkan voice changer yang lain lebih sulit untuk diidentifikasi.

Hal ini dikarenakan perbedaan algoritma/parameter timestretching dan pitch shifting yang digunakan masing-masing voice changer, Semakin nilai timestretching dan pitch shifting mendekati angka 1 (satu) maka suara output hasil konversi suara akan terdengar semakin mirip dengan suara asli, dan sebaliknya semakin nilai parameter timestretching dan pitch shifting menjauhi angka 1 (satu) maka suara output hasil konversi suara akan terdengar semakin berbeda dari suara input/asli.

Adapun saran-saran yang perlu diberikan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
Perlu dilakukan penelitian terkait barang bukti rekaman suara yang dirubah menggunakan voice changer yang sulit untuk diidentifikasi seperti voice changerB dan C dan bagaimana solusinya.

Pada penelitian terkait voice changer selanjutnya, dilakukan dengan barang bukti suara yang di analisis lebih dari satu jenis rekaman suara, minimal menggunakan tiga jenis rekaman suara yang berbeda dengan masing-masing 20 kata.
Penelitian terkait dengan voicechanger ini juga bisa dilakukan pada voicechanger yang diterapkan oleh provider.

Yogyakarta, 25 Januari 2018