Humanitarian Logistics, Sisi Lain Peran Logistik dalam Penanggulangan Bencana

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  CFO Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

 

Dalam beberapa pekan ini, di beberapa daerah mengalami bencana. Indonesia sebagai
negara yang rawan bencana, seperti bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami,
erupsi gunung berapi, kebakaran hutan, kekeringan, dan angin puting beliung, kerap
menghampiri kita. BNPB menyebutkan tidak kurang dari 2000 bencana nasional telah terjadi
selama 11 bulan di tahun 2017.

Bencana alam dapat dicegah dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengasih untuk
memohon perlindungan dan keselamatan dari marabahaya bencana serta selalu menjaga
keseimbangan lingkungan dan ekosistem semesta. Namun bila bencana terjadi, kita tidak bisa
menghindari. Kita bisa melakukan pengelolaan bencana dengan cara mengurangi dampak
korban jiwa dan kerugian materi dan psikhis akibat bencana.

Pengelolaan bencana dilakukan pada berbagai kondisi sesuai dengan waktu atau fase
penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan (emergency preparedness), tanggap
darurat (emergency), rehabilitasi (rehabilitation), dan pembangunan (development).
Logistik berperan penting dalam setiap fase penanggulangan bencana. Dampak korban
bencana seringkali semakin parah bila manajemen logistik tidak cukup efektif untuk secara
cepat dan tepat menanggulangi bencana.

Ketika bencana terjadi diperlukan tanggap darurat. Logistik bencana akan memastikan
distribusi bantuan kemanusiaan (humanitarian aids) dan peralatan dapat menjangkau secara
cepat ke sasaran. Logistik yang menangani bantuan kemanusiaan ini sering disebut dengan
logistik bantuan kemanusiaan (humanitarian logistics).

Berbeda dengan logistik komersial, logistik bantuan kemanusiaan menghadapi tantangan
yang kompleks sesuai dengan karakteristik kondisi bencana. Balcik dan Beamon (2008)
mengidentifikasi karakteristik logistik bantuan kemanusiaan yang membedakan dengan
logistik komersial:

  • Pola permintaan yang tidak dapat diprediksi, baik dari aspek waktu, lokasi geografi,
    jenis dan kuantitas kebutuhan jenis barang bantuan kemanusiaan yang diperlukan.
  • Lead time yang sangat pendek dan permintaan mendadak dalam jumlah besar untuk jenis barang bantuan kemanusiaan dan layanan yang sangat bervariasi.
  • Bantuan kemanusiaan seringkali mendapat tekanan dan perhatian dari media global, utamanya para donor.
  • Keterbatasan sumber daya, seperti teknologi, kapasitas transportasi, peralatan penanganan bantuan, dan sumber daya manusia untuk operasional logistik bantuan kemanusiaan.

Sasaran dari logistik bantuan kemanusiaan adalah pendistribusian bantuan kemanusiaan dan
peralatan penanggulangan bencana ke penerima dan lokasi bencana secara tepat waktu,
tepat jenis dan kuantitas bantuan kemanusiaan, dalam kondisi atau kualitas yang baik, dan
biaya yang efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.

Umumnya bantuan kemanusiaan yang diperlukan untuk penanggulangan bencana terdiri dari makanan, pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan memasak, obat-obatan, dan
peralatan. Sementara peralatan yang sering diperlukan dalam penanggulangan bencana
antara lain (BNPB, 2017):

  • Peralatan pencarian, penyelamatan, pertolongan dan evakuasi, seperti mobil
    evakuasi, lampu senter, alat komunikasi, urban SAR, dan lain-lain;
  • Peralatan untuk kebutuhan air bersih dan sanitasi, seperti tangki air, flexible tank,
    water treatment portable, dan lain-lain;
  •  Peralatan kesehatan, seperti mobil ambulans, tenda rumah sakit lapangan,dan lainlain;
  • Peralatan penampungan dan tempat hunian sementara, seperti tenda, velbed, mobil
    dapur lapangan, dan lain-lain;
  • Peralatan pengelolaan data, informasi, dan komunikasi, seperti SSB, repeater, RIG,
    dan lain-lain;
  • Peralatan untuk pengendalian bencana, seperti EWS, dan lain-lain;
  • Peralatan untuk perbaikan darurat sarana dan prasarana vital, seperti jembatan belly,
    becho, dan lain-lain.

Persoalan logistik bantuan kemanusiaan kerap dihadapi ketika penanggulangan bencana,
seperti bantuan kemanusiaan yang menumpuk di suatu pos komando penanggulangan
bencana, bandar udara, pelabuhan, dan gudang darurat. Persoalan lain misalnya bantuan
kemanusiaan yang rusak, daluarsa, atau bahkan bantuan kemanusiaan yang sebenarnya tidak
diperlukan penduduk terdampak bencana.

Perspektif Supply Chain

Dalam perspektif supply chain, rantai pasok bantuan kemanusiaan (humanitarian supply
chain) sangat kompleks. Ia melibatkan banyak pihak. Mata rantai pasokan ini mulai dari
perencanaan dan penilaian kebutuhan bantuan kemanusiaan, pengadaan (procurement),
pergudangan dan persediaan, transportasi, manajemen kendaraan, rantai pendingin (cold
chain), customs, distribusi, evaluasi dan monitoring (Rushton et al, 2014).

Dr Zaroni Humanitarian Logistics Magister Teknik Industri UII

Perencanaan dan penilaian kebutuhan (demand planning) bantuan kemanusiaan dan
peralatan dilakukan untuk menentukan data kebutuhan bantuan kemanusiaan, peralatan,
dan facility. Data ini meliputi: jenis, spesifikasi, jumlah, lokasi, kapan, dan tingkat
urgensi/critically.

Persediaan penyangga (buffer stock) harus disediakan, mengingat persediaan diperlukan
untuk berjaga-jaga dalam pemenuhan bantuan kemanusiaan pada kondisi tanggap darurat
yang tidak dapat diprediksi dengan tepat. Buffer stock ini sebaiknya dihitung lebih cermat,
agar persediaan optimal. Tidak berlebihan dan tidak kekurangan.

Dalam perencanaan kebutuhan bantuan kemanusiaan dilakukan dengan metode kuantitatif
dan kualitatif. Estimasi berapa kebutuhan bantuan kemanusiaan dengan mempertimbangkan
paramater dan kontekstual, data historis, prediksi, dan lain-lain.

Umumnya, parameter yang digunakan antara lain: jenis dan karakteristik bencana
berdasarkan potensi kerawanan bencana daerah, potensi daerah dan penduduk yang
terdampak bencana, akses transportasi, dan infrastruktur jalan raya, dan topografi wilayah
terdampak bencana. Sementara pendekatan kualitatif dalam perencanaan kebutuhan
bantuan kemanuisaan didasarkan pada kebijakan organisasi penyelenggara penanggulangan
bencana.

Dari analisis kebutuhan ini selanjutnya dilakukan pengadaan untuk pemenuhan stock
kebutuhan bantuan pemanusiaan. Sumber pengadaan bantuan kemanusiaan dari donor,
pemerintah (BNPB), dunia usaha, dan masyarakat. Dalam pengadaan ditentukan kapan
pengadaan dilakukan, berapa banyak, dan frekuensi pengadaan untuk mendapatkan bantuan
kemanusiaan dengan biaya pengadaan yang paling efisien.

Bantuan kemanusian yang diperoleh dari kegiatan pengadaan selanjutnya disimpan di
gudang. Transportasi dan distribusi bantuan kemanusiaan ke penerima di lokasi terdampak
pada saat bencana. Bantuan kemanusiaan yang diperoleh dari bantuan luar negeri
memerlukan proses pengurusan customs.

Siklus rantai pasokan bantuan kemanusiaan terus bergulir, untuk mengisi stock di gudang
penyimpanan dan memenuhi kebutuhan dalam rangka penanggulangan bencana. Evaluasi
dan monitoring perlu dilakukan untuk memastikan kelancaran arus bantuan kemanusiaan,
informasi, dan keuangan yang merupakan tiga pilar penting dalam setiap proses manajemen
rantai pasokan.

Perbaikan Logistik Bantuan Kemanusiaan

Misi utama logistik penanggulangan bencana adalah menyediakan bantuan kemanusiaan
secara cepat dan tepat. Cepat menjangkau sasaran penerima ke lokasi terdampak bencana.
Tepat waktu sesuai kebutuhan tanggap darurat untuk meminimalkan korban jiwa dan
kerugian.

Desain logistik perlu disiapkan untuk kesiapsiagaan (preparedness) menghadapi bencana.
Pemetaan potensi bencana di setiap daerah untuk memeroleh informasi jenis, karakteristik,
dan potensi risiko terdampak bencana. Setiap bencana memerlukan kebutuhan bantuan

kemanusiaan yang berbeda. Bencana kebakaran hutan misalnya, memerlukan bantuan
kemanusiaan berupa masker, sementara bencana banjir memerlukan pakaian. Berdasarkan
pemetaan tersebut, selanjutnya didesain jaringan logistik untuk penanggulangan bencana
yang mencakup:

  1. Desain pergudangan: jumlah, lokasi, kapasitas, dan spesifikasi gudang. Gudang
    diperlukan untuk menyimpan bantuan kemanusiaan dan peralatan untuk
    penanggulangan bencana. Selain untuk penyimpanan, gudang difungsikan sebagai
    hub dan cross-docking barang-barang bantuan kemanusiaan dan peralatan. Dalam
    kondisi tertentu, seringkali diperlukan gudang berpendigin (cold storage) untuk
    menyimpan bantuan kemanusian berupa vaksin dan obat-obatan. Jumlah dan lokasi
    gudang penyimpanan bantuan kemanusiaan perlu ditetapkan dengan optimal untuk
    kecepatan dalam merespon penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat
    (emergency).
  2. Desain jaringan transportasi dan distribusi: perencanaan rute, skedul, dan moda
    transportasi untuk distribusi bantuan kemanusiaan secara cepat dan tepat ke lokasi
    penerima terdampak.

Pengadaan bantuan kemanusiaan sebaiknya dilakukan secara cermat, tidak hanya bersumber
dari APBN, namun perlu melibatkan dunia usaha dan masyarakat secara luas. Kepedulian dan antusias dunia usaha dan masyarakat untuk berkontribusi dalam pemberian bantuan
kemanusiaan pada saat bencana perlu dikelola dengan baik.

Pengumpulan bantuan kemanusiaan dari dunia usaha dan masyarakat dapat dilakukan setiap
hari, sepanjang tahun. Tidak hanya sporadis ketika bencana terjadi. Penentuan jenis bantuan
kemanusiaan dan standardisasi kemasan perlu disampaikan.

Pengkomunikasian jenis bantuan kemanusiaan yang tepat sesuai karakteristik bencana perlu
disampaikan ke masyrakat agar pemberian donasi bantuan kemanusiaan sesuai kebutuhan.

Demikian pula standar kemasan bantuan kemanusiaan, selain kemasan yang cukup kuat
untuk melindungi isi bantuan kemanusiaan, juga standar kemasan akan dapat memudahkan
dalam penanganan proses logistik pada saat transportasi, bongkar muat, maupun
penyimpanan.

Sering terjadi pada saat bencana pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar
dengan lead time yang sangat ketat, kondisi infrastruktur transportasi mungkin terganggu,
sehingga dapat memengaruhi kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan. BNPB sebagai
badan pemerintah yang menyelenggarakan penanggulangan bencana perlu melakukan
koordinasi dan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa transportasi, baik
transportasi darat, laut, dan udara. Demikian juga koordinasi dan kerjasama dengan bandar
udara, pelabuhan, dan customs untuk kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan.

***

Logistik memilik peran penting dalam upaya penanggulangan bencana terutama pada saat
prabencana, kesiapsiagaan, dan respon penanganan bencana. Pengelolaan logistik yang
efektif, efisien, dan andal menjadi faktor penting dalam penanggulangan bencana.

Logistik penanggulangan bencana perlu melibatkan banyak pihak untuk mengurangi risiko
dampak bencana. Sinergi dan kolaborasi dari pemerintah, BUMN dan perusahaan swasta di
sektor penyedia jasa logistik perlu dibangun. Pemanfaatan seluruh kapasitas dan kapabilitas
BUMN sektor logistik dapat dilakukan pada setiap tahapan proses logistik penanggulangan
bencana, mulai dari prabencana, darurat, dan pascabencana.

Dampak risiko bencana dapat diminimalkan dengan perencanaan, implementasi, dan
pengendalian sistem logistik penanggulangan bencana yang efektif. Keberhasilan
penanggulangan bencana merupakan salah satu wujud kehadiran negara dan kepedulian
dunia usaha, masyarakat, dan semua komponen bangsa untuk bersama mengatasi
penderitaan warga dan keluarga terdampak bencana dengan uluran bantuan kemanusiaan.
Humanitarian logistics memainkan peran penting dalam penanggulangan bencana. Sisi lain
peran logistik untuk kehidupan (logistics for life).

Jakarta, 7 Desember 2017.

Paradoks Bandung

Fathul Wahid Magister Teknik Informatika UII

Fathul Wahid, Ph.D. Dosen Program Magister Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII), peminat studi TIK di sektor publik dan untuk pembangunan. Saat ini dia adalah Chief Information Officer UII.

– – –

 

Bandung dicatat sebagai kota dengan beragam prestasi. Pada akhir September 2017 lalu, Ridwan Kamil, Walikota Bandung, dalam perayaan HUT ke-207, membeberkan prestasi kota yang dijuluki Paris van Java ini. Sebanyak 267 penghargaan didapatkan dari beragam tingkat: provinsi, nasional hingga internasional.

Salah satu prestasi yang dicapai adalah pemanfaatan teknologi informasi di berbagai sektor dan dibungkus dengan jargon smart city, kota cerdas. Contohnya adalah inovasi pelayanan perizinan online, yang menghilangkan interaksi lansung antara warga dan petugas. Dokumen izin dikirim ke rumah pemohon melalui pos. Inovasi ini yang diluncurkan pada akhir Mei 2017, dan melayani 24 jenis izin. Harapan yang digantungkan adalah penghilangan praktik suap, termasuk pungutan liar.

Prestasi ini pun diapresiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menjadikan Bandung sebagai pencontohan nasional. Pada awal November 2017, sebuah seminar yang dihadiri oleh undangan dari banyak provinsi dan kabupaten/kota diadakan. Bandung juga pernah ditunjuk oleh KPK sebagai tuan rumah puncak peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2015.Sebuah prestasi yang memunculkan harapan besar akan masa depan Indonesia yang semakin cerah.

Namun, pada 22 November 2017, seakan petir menyambar Bandung di siang bolong. Hasil survei Transparansi Internasional Indonesia (TII) terhadap 1.200 pelaku usaha di 12 kota di Indonesia, mengungkap potret buram kota ini. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) teranyar ini menempatkan Bandung berada pada posisi ketiga terbawah dengan skor 57,9 poin, di atas Makassar 53,4 dan Medan 37,4. Ketiga kota ini di bawah rata-rata nasional, 60,8 poin (skor 100 menunjukkan kota bebas korupsi).

Informasi dari responden menempatkan Bandung dengan nominal suap terbesar. Pelaku usaha mengaku harus memberikan suap setara 10,8% total biaya produksi. Angka yang sangat fantastis. Perizinan adalah salah satu sektor yang terdampak, selain pengadaan barang/jasa, dan penerbitan kuota perdagangan. Publik pun akan mudah mengingat kembali kejadian awal 2017, ketika kepala dinas yang mengawal proses perizinan ditangkap tangan oleh KPK.

Paradoks nampaknya adalah sebuah kata yang bisa mewakili kondisi Bandung saat ini. Paradoks Bandung! Apakah paradoks ini hanya terjadi di Bandung? Atau, jangan-jangan paradoks serupa juga terjadi di tempat lain? Bagaimana menjelaskan paradoks ini?

Pertama, Prahalad dalam bukunya The Fortune at the Bottom of the Pyramid yang terbit pada 2004 telah memprediksi hal ini. Menurut studi yang dilakukannya, penggunaan teknologi informasi di sektor publik tidak serta merta dapat menghilangkan korupsi. Justru, pada tahap awal adopsi, korupsi akan meningkat.Bahkan bisa jadi, proses pengadaan teknologi informasi dan sistem pengisinya juga membuka peluang kebocoran baru. Kasus KTP elektronik adalah contoh nyata di depan mata.

Selain itu, mengubah pola pikir publik juga membutuhkan waktu.Mengedukasi publik bahwa sistem yang baru sudah tidak kompatibel dengan pola pikir lama bukanlah pekerjaan mudah. Masalahnya adalah misteri lama waktu yang dibutuhkan sampai dampak penggunaan teknologi informsi menunjukkan dirinya. Tak seorang pun yang tahu jawabannya.

Kedua, paradoks ini juga dapat terkait dengan masalah legitimasi organisasi. Legitimasi bersumber dari otorisasi entitas di atasnya atau dukungan dari entitassetingkat atau di bawahnya. Dalam kasus ini, Bandung telah mendapatkan otorisasi dari KPK. Dukungan dari lembaga setingkat pun sudah didapatkan. Inilah yang menghadirkan potret cerah Bandung. Namun, IPK 2017 yang dirilis TII mempertanyakan kembali legitimasi yang sudah mulai mapan ini.

Apa moral yang didapat dari kasus ini? Legitimasi tetap diperlukan untuk menjaga eksistensi organisasi, namun jangan sampai hal ini melupakan substansi yang jauh lebih penting. Legitimasi,jika salah dipahami akan seperti kosmestik penutup wajah bopeng. Mencapai perubahan yang substantif memerlukan waktu. Namun demikian, dalam konteks ini, kita tidak bisa lagi mengatakan, misalnya, “biarlah kebocoran di bawah meja tetap terjadi, yang penting pemasukan dari layanan perizinan sesuai dengan tarif yang ditetapkan”. Jika ini dianggap wajar dilakukan, ingat Teori Jendela Pecah. Apa yang terjadi jika jendela pecah di sebuah gedung dibiarkan? Jangan heran dan kaget, kalau muncul persepsi bahwa gedung tidak terurus dan di hari-hari berikutnya semakin banyak jendela yang pecah. Semoga bukan ini yang terjadi!

 

Tulisan Dipublish  Rubrik Opini Harian Republika – 5 Des 2017

Jalan Panjang Implementasi Green Logistics di Indonesia

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  CEO Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

 

Inti dari aktivitas logistik adalah memindahkan material dari pemasok ke produsen untuk proses produksi, dan memindahkan barang dari produsen ke konsumen. Aktivitas logistik memerlukan transportasi, peralatan penanganan material (material handling equipment), dan gudang. Selain itu, untuk mendukung aktivitas transportasi, diperlukan bahan bakar dan infrastruktur berupa jalan raya, rel kereta api, terminal, depo, stasiun, dermaga, pelabuhan, dan bandar udara. Lebih dari 70% aktivitas logistik berasal dari transportasi.

 

Peningkatan aktivitas sektor ekonomi, baik sektor primer seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan pertambangan, sektor sekunder seperti manufaktur dan industri pengolahan, maupun sektor tersier seperti jasa, akan mendorong peningkatan aktivitas logistik. Transportasi pun semakin meningkat, baik jumlah kendaraan, volume barang yang diangkut, frekuensi angkutan, maupun rute yang dilayani.

 

Transportasi berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan melaui polusi udara, kemacetan, dan kebisingan suara. Peningkatan jejak karbon, terutama karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan particular matter (PM) yang dihasilkan dari emisi pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain itu, aktivitas transportasi berisiko pada kecelakaan.

 

Peningkatan pemasanan global, perubahan iklim dunia, dan efek gas rumah kaca (GRK) atau greenhouse gas emission (GGH) telah menjadi kecemasan global penduduk bumi menyangkut masa depan bumi dan masa depan manusia. Data dari Bank Dunia, kontribusi Indonesia dalam emisi gas rumah kaca saat ini berkisar 4,47% atau setara 2.161 metric ton CO2 (MtCO2e) dari emisi total di negara-negara seluruh dunia yang sebanyak 48.257 MtCO2e (bandingkan dengan Tiongkok 11,7% atau setara 5.646 MtCO2e).

 

Bila dihitung emisi per kapita, kontribusi Indonesia di atas rata-rata emisi per kapita penduduk dunia, yaitu 8,6 MtCO2e, sementara rata-rata emisi per kapita penduduk dunia 6,72 MtCO2e. Karenanya, upaya penurunan emisi GRK selalu menjadi perhatian serius berbagai kalangan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat secara luas. Sektor logistik salah satunya.

 

Dalam konteks logistik, kontribusi emisi CO2 terbanyak dihasilkan dari aktivitas transportasi, menyumbang hampir 90%. Perbaikan manajemen transportasi untuk penurunan emisi CO2 perlu dilakukan secara kontinu dan konsisten.

 

Perbaikan Transportasi

Proses perbaikan transportasi untuk logistik dilakukan secara komprehensif dan efektif. Langkah pertama adalah menetapkan sasaran utama fokus perbaikan transportasi logistik, yaitu penurunan emisi CO2. Pemikiran selanjutnya dapat dikembangkan dengan mengidentifikasi apa saja pemicu (driver) emisi CO2 dalam aktivitas transportasi logistik? Jelasnya, peningkatan emisi CO2 itu disebabkan apa? Jumlah kendaraan yang digunakan dalam transportasi? Jenis kendaraan? Teknologi mesin kendaraan? Bahan bakar yang

 

digunakan? Perilaku sopir dalam mengendarai truck? Kualitas infrastruktur jalan? Utilisasi kapasitas kendaraan? Pengaturan rute? Frekuensi? Desain jaringan transportasi? Dan masih banyak lagi penyebab emisi CO2 yang dihasilkan dari aktivitas transportasi logistik.

 

Sasaran penurunan emisi CO2 perlu dieloborasi dalam penetapan indikator kinerja emisi, seperti rata-rata jumlah liter bahan bakar per ton kilometer, jumlah kilometer kendaraan kosong (empty container atau truck), tingkat utilisasi kendaraan, jumlah kendaraan yang digunakan, sampai kepada pengukuran yang lebih spesifik, yaitu jumlah emisi CO2.

 

Ukuran indikator kinerja emisi ini dijadikan KPIs (key performance indicators). KPIs ini dijadikan tolok ukur target penurunan emisi oleh para operator penyedia jasa logistik – baik transporter, pemilik barang (produsen), maupun perusahaan 3rd-party logistics (3PL). Pemerintah melalui kementerian atau dinas terkait seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan memonitor pencapaian indikator penurunan emisi CO2.

 

Setelah KPI penurunan emisi ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menilai (assessment) setiap KPIs saat ini. Berapa nilai untuk setiap KPI penurunan emisi? Kemudian, berapa target KPIs untuk penurunan emisi CO2? Selisih atau gap antara nilai KPIs saat ini (current state KPIs emission) dengan target KPIs yang diinginkan (future state KPIs emission) merupakan target perbaikan. Dari target perbaikan ini selanjutnya dikembangkan berbagai alternatif perbaikan logistik untuk menurunkan emisi CO2 sesuai KPI penurunan emisi yang ditetapkan.

 

Sejatinya, penurunan emisi CO2 dari aktivitas transportasi logistik dilakukan dengan mengurangi pemakaian bahan bakar dan optimalisasi penggunaan kendaraan. Ini sejalan dengan prinsip reduce pada strategi 3R (reduce, reuse, dan recycle) dalam mengurangi limbah dan emisi CO2.

 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan transporter, produsen, dan perusahaan 3PL untuk mengurangi emisi CO2.

 

  1. Distribution Center (DC) dengan Sistem Hub & Spoke. Sasaran dari strategi ini adalah pengurangan jumlah truck sehingga akan mengurangi pemakaian bahan bakar. Pengurangan pemakaian bahan bakar akan mengurangi emisi CO2. Seringkali perusahaan, baik itu produsen, distributor, maupun grosir menggunakan banyak truck secara langsung dari produsen ke distributor dan ke pengecer untuk melayani distribusi barang.

 

Pengurangan jumlah truck dalam transportasi pada saluran distribusi dilakukan dengan strategi jaringan hub & spoke. Dalam rantai pasokan untuk saluran distribusi ditetapkan beberapa hub atau lebih populer dengan istilah distribution center (DC) yang dibangun untuk melayani beberapa grosir atau toko pengecer. Penetapan berapa banyak DC dan di lokasi mana didasarkan pada pertimbangan volume, frekuensi pengiriman, jarak, dan waktu tempuh pengiriman. Semakin sedikit penggunaan truck dalam desain distribusi, semakin baik.

 

  1. Konsolidasi Pengiriman. Strategi ini sejalan dengan DC sistem hub & spoke. Konsolidasi pengiriman dilakukan dengan cara mengkonsolidasi barang yang akan

 

dikirim dalam volume besar, untuk selanjutnya diangkut dengan menggunakan truck yang memiliki kapasitas lebih besar. Efisiensi dicapai melalui skala ekonomi. Penurunan pemakaian truck terjadi, sehingga penurunan emisi CO2 pun dapat diwujudkan.

 

  1. Pengalihan Moda Transportasi. Penggunaan truck untuk transportasi logistik berdampak pada peningkatan emisi CO2. Kapasitas truck relatif sedikit bila dibandingkan dengan moda transportasi lain seperti kereta api dan kapal. Karena kapasitas truck sedikit, untuk mengangkut volume barang dalam jumlah besar diperlukan banyak truck. Tentu, penggunaan truck yang banyak, selain peningkatan emisi CO2, juga menimbulkan kemacetan yang semakin parah, baik di jalan perkotaan maupun jalan antarkota.

 

Pada jarak yang lebih dari 500 kilometer, penggunaan moda kereta api lebih efektif dan efisien. Utamanya dari pertimbangan ramah lingkungan, karena emisi CO2 yang dihasilkan kereta api lebih sedikit bila dibandingkan dengan truck dalam satuan emisi CO2 per ton per kilometer. Demikian juga, penggunaan moda kapal laut untuk jarak angkut lebih dari 1.000 kilometer akan lebih efektif, karena pengurangan emisi CO2, mengurangi kemacetan di jalan raya, dan menurunkan biaya transportasi per ton.

 

  1. Perilaku Safety dan Eco-driving. Perilaku sopir dalam mengemudikan truck memengaruhi tingkat keselamatan dan pemakaian bahan bakar. Pengkomunikasian dan pelatihan mengenai safety dan eco-driving perlu dilakukan, agar para sopir memahami dan mampu mengemudikan truck dengan selamat, aman, dan hemat bahan bakar.

 

  1. Penerapan Transport Management System. Aplikasi ini akan dapat dicapai efisiensi dan efektivitas transportasi, melalui optimalisasi rute, jenis kapasitas truck, jumlah truck yang digunakan, jarak dan waktu tempuh truck, dan utilisasi kapasitas truk dengan pengisian barang kembali (balen). Selain itu, aplikasi TMS yang terhubung dengan GPS dan CCTV di dalam truck yang dapat memonitor perilaku sopir selama mengemudikan kendaraan akan dapat memastikan pelaksanaan safety dan eco- driving.

 

  1. Penggunaan Moda Transportasi Bersama. Di era resources sharing ini memungkinkan untuk dilakukan kolaborasi antarpemilik barang, baik produsen, distributor, maupun grosir untuk berbagi kapasitas transportasi dalam pengiriman barang. Efisiensi akan dicapai dari kolaborasi resource sharing ini.

 

  1. Penggunaan Bahan Bakar atau Energi Alternatif. Bahan bakar jenis fosil menjadi penyebab utama peningkatan emisi CO2. Karenanya, bahan bakar alternatif untuk transportasi mulai dikembangkan dan digunakan. Bahan bakar alternatif seperti Compressed Natural Gas (CNG), Liquefied Natural Gas (LNG), Liquefied Petroleum Gas (LPG), bio-diesel, electric power, Dimethyl Ether (DME), dan Ethanol, menjadi alternatif pengganti bahan bakar dari fosil untuk mengurangi emisi CO2.

 

 

Jalan Panjang

Keberhasilan implementasi strategi dan program-program penurunan emisi CO2dalam sektor logistik, yang dikenal dengan green logistics atau logistik hijau, logistik yang ramah lingkungan

– memerlukan komitmen dan keseriusan dari pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.

 

Dari kalangan pengusaha di sektor logistik, kontribusi nyata yang dapat dilakukan untuk turut mengurangi emisi CO2, adalah pengurangan jumlah kendaraan dan penggunaan energi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

 

Kesungguhan para pengusaha, utamanya produsen pemilik barang dan pengusaha operator kendaraan untuk menerapkan desain jaringan hub & spoke, konsolidasi pengiriman, pengalihan moda transportasi dari truck ke kereta api dan kapal untuk jarak transportasi jauh, dan pelatihan secara intensif ke para sopir untuk berperilaku safety & eco-driving, menjadi kunci keberhasilan green logistics ini.

 

Kerelaan untuk berbagi resource, utamanya penggunaan bersama kendaraan dengan produsen pemilik barang lain, sehingga dapat dicapai skala ekonomis dan optimaliasi kapasitas kendaraan, juga menjadi kunci keberhasilan green logistics.

 

Pemerintah perlu secara intensif melakukan pemutakhiran regulasi dan kebijakan pelaksanaan green logistics ini, dengan peraturan yang lebih sederhana dan mudah dilaksanakan. Tolok ukur peran pemerintah bukanlah dari ukuran banyaknya peraturan yang telah dihasilkan, namun yang lebih penting adalah efektivitas pelaksanaan dari peraturan tersebut. Pengawasan dan penegakan peraturan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan green logistics. Selain itu, pemberian insentif berupa penurunan bunga pembiayaan, insentif pajak, dan lain-lain dapat diterapkan bagi perusahaan yang berhasil menurunkan emisi CO2.

 

Konsumen sebagai bagian dari masyarakat dapat berkontribusi untuk turut mendorong implementasi green logistics ini dengan cara memilih produk yang dihasilkan dari produsen yang menerapkan green logistics. Selain itu, membiasakan perilaku 3R (reduce, reuse, dan recycle) atas produk-produk yang digunakan sehari-hari, dengan sasaran mengurangi emisi CO2.

 

***

 

Bumi dan seisinya perlu kita jaga keasrian dan keberlangsungnnya. Lingkungan yang asri, bersih, dan sehat merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran global dalam menjaga kelestarian lingkungan bumi dan alam semesta mendorong para pemimpin organisasi bisnis, pemerintah, dan masyarakat untuk memerhatikan dampak lingkungan.

 

Kesadaran bahwa bumi yang kita huni saat ini perlu kita rawat dan jaga kelestariannya, agar anak-anak generasi mendatang tetap dapat tinggal nyaman dan damai di bumi. Sebab, bukankah sejatinya kita meminjam bumi ini dari mereka?

 

Bandung, 2 Desember 2017

 

 

Reuni 212: Kekuatan Digital Semakin Terkonsolidasi

Ismail Fahmi, Ph.D,  Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

– – –

Bagaimana gambaran Reuni 212 dari pantauan Drone Emprit? Sejak beberapa hari menjelang acara, Drone Emprit telah memantau pergerakan kata kunci “Reuni 212” baik di Media Online maupun Media Sosial (Twitter). Ini hasilnya.

KONSOLIDASI YANG CEPAT

Di media online dan sosial, pecapakan yang menandakan persiapan acara tidak butuh waktu lama. Hanya beberapa hari menjelang hari H, percakapan mulai dari sayup-sayup kemudian mencapai puncak, terjadi dengan cepat.

Ismail Fahmi PhD - Reuni 212 Kekuatan Digital Semakin Terkonsolidasi – Magister Teknik Informatika - UII 11

SNA DAN NARASI MENJELANG REUNI

Sebelum Reuni, peta SNA memperlihatkan polarisasi yang kuat antara cluster pro-reuni dengan yang kontra. Kedua cluster ini adalah cluster yang sama dengan saat pilkada DKI yang lalu.

Ismail Fahmi PhD - Reuni 212 Kekuatan Digital Semakin Terkonsolidasi – Magister Teknik Informatika - UII. 9jpg

Mereka yang kontra dimotori oleh akun-akun yang sama dengan, nyaris tak banyak perubahan. Misalnya ada @GunRomli, @digembok, @kangdede78, @partaisocmed, dll. Sedangkan mereka yang pro reuni, dimotori oleh group MCA, seperti @maspiyuuu, @condetwarrior, @netizentofa, dll.

Ismail Fahmi PhD - Reuni 212 Kekuatan Digital Semakin Terkonsolidasi – Magister Teknik Informatika - UII 12Narasi yang diangkat oleh mereka yang kontra dengan aksi tampak jelas mewarnai top retweeted status. Yang paling populer adalah pernyataan Kapolri yang dilaporkan oleh kompascom bahwa reuni ini tidak akan jauh-jauh dari agenda politik.

Kemudian @digembok dan anggota clusternya, membangun asosiasi bahwa Reuni 212 ini didanai oleh Tommy Suharto. Menunjukkan kebangkitan orde baru dibalik segala aksi 212 ini.

Meski begitu, ada twit dari Kodamjaya, yang berisi foto anggota TNI sedang bersama peserta membersihkan sampah. Kodam mengajak agar publik tidak terbawa oleh hoax yang berkembang.

SNA DAN NARASI PADA HARI H: KONSOLIDASI DIGITAL

Bagaimana saat hari H? Jika pada aksi setahun yang lalu cluster yang kontra aksi seolah menghilang pada hari H, namun tidak pada saat Reuni 212 ini. Cluster yang kontra ini tetap besar yang memberi pandangan lain terhadap jalannya acara.

Ismail Fahmi PhD - Reuni 212 Kekuatan Digital Semakin Terkonsolidasi – Magister Teknik Informatika - UII 10

Sedangkan cluster yang pro, tampak jauh lebih besar. Dari akun-akun yang muncul, tampak begitu banyak akun baru dengan jumlah retweet yang besar. Anggota cluster ini juga berkembang lebih besar dari sebelumnya. Beda sekali dengan cluster yang kontra, dimana anggotanya belum banyak berubah.

Narasi berkembang saat hari H sangat jelas. Yaitu, tetap bersihnya Monas meski begitu banyak masa melakukan aksi. Tak tampak ada sampah sedikitpun, atau tanaman yang rusak.

Ismail Fahmi PhD - Reuni 212 Kekuatan Digital Semakin Terkonsolidasi – Magister Teknik Informatika - UII 2

CLOSING

Massa yang hadir seolah begitu menikmati aksi ini. Seperti rekreasi, dan bahkan banyak yang menjalaninya sebagai sebuah panggilan hati. Meski begitu ramai, mereka tetap menjaga hal-hal utama sperti kebersihan.

Ismail Fahmi PhD - Reuni 212 Kekuatan Digital Semakin Terkonsolidasi – Magister Teknik Informatika - UII 3Ini adalah kekuatan tersendiri. Semoga tidak berhenti di aksi lapangan, tetapi juga aksi riil misal dalam bentuk kekuatan baru di bidang ekonomi.

Dari sisi massa digital, aksi kemaren telah menunjukkan fakta bahwa kekuatan digital mereka semakin terkonsolidasi. Jumlah key opinion leader yang semakin banyak, pasukan yang semakin besar, ini tetntu menjadi kekuatan menakutkan yang harus dipertimbangkan oleh lawan-lawannya.

 

Akuntansi sebagai Bahasa Bisnis

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  CFO Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

Para manajer dihadapkan pada berbagai pilihan keputusan ketika menjalankan bisnis. Ketika pertama kali manajer hendak mengelola bisnis, keputusan pertama yang harus diambil adalah bisnis apa yang akan dijalankan? Siapa segmen pasar atau pelanggan yang akan dilayani? Produk atau layanan apa yang akan diberikan? Proposisi nilai apa yang akan diberikan, sehingga pelanggan mau memilih dan menggunakan produk atau layanan tersebut?

 

Pilihan keputusan seperti ini merupakan strategi bisnis, strategi yang akan dijalankan perusahaan untuk melayani pasar dengan layanan unggul.

 

Manakala strategi bisnis hendak dijalankan, manajer perusahaan perlu menetapkan proses bisnis dan aktivitas- aktivitas kunci. Manajer perusahaan perlu mengidentifikasi kebutuhan sumber daya kunci yang diperlukan untuk menjalankan proses bisnis. Sumber daya ini dapat berupa sumber daya berwujud (tangible resources), seperti gedung, gudang, pabrik, peralatan, truck, mesin, komputer, dan lain-lain. Sumber daya ini juga bisa dalam bentuk patent, merek dagang, goodwill, brand, dan lain-lain. Sumber daya seperti ini merupakan sumber daya yang nirwujud (intangible assets).

 

Pemenuhan sumber daya dilakukan melalui investasi. Jenis investasi apa saja, berapa kapasitas yang hendak dibangun, volume, kuantitas, unit, investasi total, dimana investasi dialokasikan, dan kapan dipenuhi merupakan keputusan detil investasi yang akan dilakukan. Pilihan keputusan investasi (investment decisions) ini merupakan salah satu dari tiga keputusan penting dalam keputusan keuangan.

 

Keputusan investasi ini tidak hanya dilakukan pada saat pertama kali menjalankan usaha. Pada saat operasional bisnis pun keputusan investasi ini kerap diambil. Pengembangan bisnis atau produk baru, perluasan pasar, pembangunan gudang, peningkatan kapasitas produksi, akuisisi dan merger, merupakan beberapa bentuk keputusan strategi investasi.

 

Dari kebutuhan investasi selanjutnya manajer perusahaan mencari sumber pendanaan. Pendanaan bisa diperoleh dari pinjaman (debt) atau modal sendiri (equity). Perusahaan mendapatkan dana dari pinjaman bank atau menerbitkan obligasi. Selain itu, perusahaan juga dapat mendapatkan dana dari setoran modal pemilik (equity).

 

Begitu sumber pendanaan telah diperoleh, selanjutnya manajer menjalankan operasional perusahaan. Aktivitas operasional berhubungan dengan pelayanan kepada pelanggan, mulai dari penerimaan order, penjualan, pembelian material, produksi, penerimaan kas dari pelanggan, pembayaran gaji karyawan, pembayaran sewa, pembayaran listrik, dan lain-lain. Keputusan operasional merupakan keputusan sehari-hari yang secara rutin dilakukan oleh para manajer untuk menjalankan bisnis.

 

Peran Akuntansi

 

Informasi keuangan berperan penting dalam pengambilan keputusan bisnis. Baik keputusan investasi, pendanaan, maupun operasional. Dalam perusahaan, informasi keuangan dihasilkan melalui proses akuntansi. Akuntansi mencatat semua transaksi keuangan perusahaan yang berhubungan dengan aktivitas investasi, pendanaan, dan operasional.

 

Informasi akuntansi berupa laporan keuangan. Laporan keuangan perusahaan dihasilkan dari proses identifikasi, pencatatan (recording) dan pelaporan. Dalam perusahaan, transaksi keuangan banyak macamnya. Pembelian supplies, pembayaran gaji, penjualan barang, pembayaran biaya transportasi, penerimaan tagihan dari pelanggan, dan lain-lain. Transaksi keuangan ini diidentifikasi dan dicatat dalam sistem akuntansi.

 

Sistem akuntansi mengelompokkan transaksi-transaksi keuangan ini menjadi lima akun (account), yaitu: aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Contoh kelompok akun aset antara lain: kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, biaya dibayar di muka, gedung, tanah, pabrik, peralatan, kendaraan, patent, goodwill, dan lain-lain. Kelompok liabilitas: utang usaha, utang pajak, utang gaji, utang bunga, pinjaman bank, pinjaman obligasi, liabilitas imbalan pascakerja, dan lain-lain.

 

Termasuk dalam kelompok akun ekuitas antara lain: modal saham dan saldo laba. Kelompok pendapatan: pendapatan, penjualan, retur penjualan, diskon penjualan, pendapatan bunga, dan lain-lain. Sementara kelompok beban: beban pokok penjualan, beban pemasaran, beban penjualan, beban administrasi, beban sewa gedung, beban penyusutan, beban penyisihan piutang beban asuransi, beban bunga, beban pajak penghasilan, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan lain-lain. Banyak dan jenis akun disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan perusahaan.

 

Dalam pencatatan sistem akuntansi menggunakan pendekatan double entry, artinya setiap transaksi keuangan selalu dicatat pada sisi debit dan kredit. Pengaturan pencatatan debit dan kredit diuraikan berikut ini. Transaksi keuangan yang berpengaruh terhadap penambahan aset dicatat debit, sebaliknya transaksi keuangan yang mengurangi aset dicatat kredit. Untuk kelompok akun liabilitas, setiap transaksi keuangan yang menambah liabilitas dicatat kredit, sebaliknya transaksi keuangan yang mengurangi liabilitas dicatat debit. Demikian juga kelompok akun ekuitas, sama dengan pencatatan transaksi kelompok akun liabilitas.

 

Transaksi keuangan yang berpengaruh terhadap penambahan pendapatan akan dicatat kredit, sebaliknya debit. Sementara untuk kelompok beban, setiap transaksi keuangan yang menambah beban akan dicatat debit, pengurangan beban dicatat kredit.

 

Setiap akun memiliki saldo normal. Kelompok akun aset dan beban, umumnya memiliki saldo normal debit. Sedangkan kelompok akun liabilitas, ekuitas, dan pendapatan memiliki saldo normal kredit.

 

Dalam penyelenggaran sistem akuntansi dibangun atas dasar prinsip-prinsip: revenue recognition principle, cost principle, matching principle, dan full disclosure principle.

 

Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition) menegaskan bahwa pendapatan hanya bisa diakui bila produk atau jasa telah selesai diberikan ke pelanggan. Cost principle, dengan prinsip ini pencatatan biaya dilakukan secara aktual (historical cost) dimana biaya terjadi (cost incurred). Prinsip penandingan (matching principle) menegaskan bahwa perusahaan harus mencatat beban yang terjadi untuk menghasilkan pendapatan. Dengan prinsip ini, ketika perusahaan mengakui pendapatan pada suatu periode tertentu, beban pun harus dicatat.

 

Prinsip full disclosure, mengharuskan perusahaan untuk menyampaikan informasi lebih rinci di balik angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan, dengan harapan pembaca dan pengguna laporan keuangan dapat mengambil keputusan berdasar informasi yang lengkap dan komprehensif.

 

Sistem akuntansi mencakup proses penyelenggaraan akuntansi mulai dari identifikasi transaksi, jurnal, posting ke buku besar (ledger), penyusunan neraca saldo (trial balance), jurnal penyesuaian (adjusting entries), penyiapan neraca lajur (worksheet), penyusunan laporan keuangan, jurnal penutup (closing entries), neraca saldo sesudah penutupan (post-closing trial-balance, dan jurnal pembalikan (reversing entries). Proses akuntansi merupakan siklus yang berlangsung terus-menerus dalam periode tertentu, bulanan, triwulan, semesteran, dan tahunan.

 

Laporan Keuangan

 

Proses akuntansi menghasilkan laporan keuangan yang terdiri dari laporan posisi keuangan (statement of financial position), laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif (statement of profit and loss and other income comprehensive), laporan perubahan ekuitas (statement of changes in equity), laporan arus kas (statement of cash flow), dan catatan atas laporan keuangan (notes to financial statements).

 

Secara garis besar isi dan kegunaan dari setiap lapora keuangan tersebut diuraikan berikut ini.

  1. Laporan Posisi Keuangan. Dahulu lebih dikenal dengan Neraca. Laporan ini menyajikan informasi posisi aset, liabilitas, dan ekuitas pada suatu saat tertentu, umumnya per 31 Desember. Dalam persamaan dasar akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Bagi para pembaca dan pengguna laporan keuangan, laporan posisi keuangan ini berguna untuk menghitung rate of return perusahaan, mengevaluasi struktur modal (capital structure), menilai risiko dan prospek arus kas, mengevaluasi tingkat likuiditas, solvabilitas, dan tingkat fleksibilitas keuangan perusahaan.
  2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif. Laporan ini menyajikan pendapatan dan beban untuk periode tertentu. Bila pendapatan melebihi beban, perusahaan melaporkan laba bersih (net income). Sebaliknya, bila beban melampaui pendapatan, perusahaan melaporkan rugi bersih. Informasi laba masa lalu perusahaan sangat berguna untuk memprediksi laba di masa mendatang. Isi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif secara lengkap sesuai format berikut:
  3. Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan ini menyajikan perubahan ekuitas selama periode tertentu. Perubahan ekuitas disebabkan oleh perubahan setoran modal, saldo laba perusahaan, dan pembayaran dividen.
  4. Laporan Arus Kas. Tujuan utama laporan arus kas untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu. Laporan arus kas memberikan jawaban atas pertanyaan mendasar: Dari mana penerimaan kas berasal? Untuk apa pengeluaran kas digunakan? Berapa perubahan saldo kas? Penerimaan dan penggunaan kas untuk operasional, investasi, dan pendanaan. Penyusunan laporan arus kas menggunakan metode langsung (direct method) dan metode tidak langsung (indirect method). Perbedaan kedua metode ini hanya terletak pada penyusunan arus kas dari aktivitas operasi.

 

Pihak pengguna laporan keuangan terdiri dari pengguna internal dan eksternal. Contoh pengguna internal: manajemen dan karyawan. Sementara pengguna eksternal, contohnya: inevestor, kreditor, kantor pajak, pemerintah, dan lain-lain.

 

Para pengguna laporan keuangan memiliki kepentingan dan perspektif yang berbeda-beda. Karena beragamnya pengguna laporan keuangan, maka diperlukan standar penyusunan laporan keuangan. Standar penyusunan laporan keuangan ini dikenal dengan nama Standar Akuntansi Keuangan (SAK), yang terdiri dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Di Indonesia, SAK telah mengadop International Financial Reporting Standard (IFRS).

 

Manajemen sebagai pihak penyusun laporan keuangan bertanggung jawab atas data dan informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan. Untuk kepentingan eksternal, laporan keuangan perlu diaudit oleh auditor eksternal yang independen. Dikenal dengan auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP). KAP memberikan opini atas laporan keuangan yang telah diaudit.

 

Dalam membuat laporan auditor, akuntan publik harus memberikan opini atau pendapat yang menjelaskan hasil pemeriksaan akuntansi atas laporan keuangan perusahaan. Ada lima jenis opini yang dapat dikeluarkan oleh kantor akuntan publik, yaitu:

 

  1. Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion).
  2. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan (unqualified opinion with explanatory language).
  3. Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion).
  4. Pendapat tidak wajar (adverse opinion).
  5. Pendapat tidak memberikan pendapat (disclaimer opinion).

 

Pendapat wajar tanpa pengecualian diberikan dalam hal: (1) Auditor telah melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP), (2) Pengumpulan bahan bukti yang cukup untuk mendukung opini, (3) Tidak menemukan adanya kesalahan material atas penyimpangan dari SAK, (4) Laporan keuangan disajikan secara lengkap dari neraca keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, (5) Laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, dan (6) Tidak ada situasi yang membuat auditor harus menambah penjelasan.

 

Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan diberikan karena terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor menambahkan paragraf penjelasan, namun tidak memengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian. Paragraf penjelasan itu muncul karena hal-hal sebagai berikut:

 

  • Perubahan penerapan SAK dan metode penerapan yang material di antara dua periode akuntansi (inconsistency).
  • Munculnya suatu peristiwa yang menyebabkan auditor meragukan kelangsungan usaha perusahaan (substantial doubt about going concern).
  • Auditor setuju dengan pergeseran dari prinsip akuntansi yang diumumkan.
  • Penekanan pada sebuah masalah (emphasis of a matter).
  • Pendapat wajar melibatkan laporan auditor lain (report involving other auditor).

 

Pendapat wajar dengan pengecualian diberikan karena penyajian laporan keuangan telah wajar (dalam semua hal yang material laporan keuangan telah sesuai dengan SAK) kecuali untuk hal yang dikecualikan. Pengecualian yang dimaksud adalah:

 

  • Tidak ada bukti kompeten yang cukup.
  • Adanya pembatasan ruang lingkup audit yang bersifat material tetapi tidak mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan.
  • Laporan keuangan menyimpang dari PABU secara material, namun tidak mempengaruhi kualitas laporan keuangan secara keseluruhan.

 

Untuk itu auditor harus menjelaskan semua alasan yang menguatkan dalam satu atau lebih paragraf terpisah yang dicantumkan sebelum paragraf pendapat. Auditor harus mencantumkan bahasa pengecualian yang sesuai dan menunjuk ke paragraf penjelasan didalam paragraf pendapat.

 

Pendapat tidak wajar diberikan karena menurut pertimbangan auditor laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan SAK. Untuk itu harus dijelaskan dalam paragraf yang terpisah sebelum paragraf pendapat, alasan yang mendukung pendapat tidak wajar dan dampaknya terhadap laporan keuangan.

 

Pendapat tidak memberikan pendapat diberikan karena auditor tidak dapat merumuskan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan SAK dan auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memberikan pendapat (adanya pembatasan lingkup audit). Untuk itu, auditor harus menunjukkan dalam paragraf terpisah semua alasan substantif yang mendukung pembatasan tersebut dan auditor tidak harus menunjukkan prosedur yang dilaksanakan dan menjelaskan karakteristik auditnya dalam paragraf lingkup audit bentuk baku.

 

***

 

Laporan keuangan menjadi media komunikasi antara manajer perusahaan dengan para pihak yang berkepentingan (stakeholders). Sebagai media komunikasi, sejatinya laporan keuangan berfungsi menjadi bahasa bisnis (business language). Dengan laporan keuangan, manajer perusahaan dapat menyampaikan informasi mengenai pencapaiaan kinerja keuangan, risiko dan prospek perusahaan yang dapat diukur dari aspek likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Para pembaca laporan menggunakan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan bisnis, yang mencakup keputusan investasi, pendanaan, dan operasional.

 

Dari keputusan bisnis inilah perusahaan dijalankan. Perusahaan yang berjalan dan terus going concern, akan menciptakan kelancaran dan peningkatan aktivitas ekonomi suatu masyarakat dan bangsa. Dari sanalah pertumbuhan ekonomi tercipta.

 

Jakarta, 30 November 2017

Teror Di Masjid Sinai: Peta Narasi Dunia

Ismail Fahmi, Ph.D,  Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

– – –

305 orang terbunuh dalam sebuah teror pada tanggal 24 November lalu. Ketika mereka sedang menjalankan ibadah sholat Jum’at di sebuah masjid di Sina, Mesir, sekelompok teroris membunuh mereka dengan tembakan.

Di tanah air, percakapan tentang teror ini ternyata relatif sepi, jika dibandingkan dengan percakapan terkait peristiwa jatuhnya Aleppo ke tangan pemerintah Suriah, atau pembantaian di Rohingnya. Sebagian warganet sontak mempertanyakan diamnya salah satu cluster yang selama ini begitu gencar membahas saat dua peristiwa sebelumnya.

Ismail Fahmi PhD - Teror Di Masjid Sinai - Peta Narasi Dunia

Bagaimana sebenarnya peta percakapan warganet di dunia dan nasional tentang teror ‘Sinai’ ini?
Bagaimana clusteringnya? Siapa key opinion leader masing-masing cluster, dan apa narasi yang diangkat?

DATA

Drone Emprit menggunakan satu kata kunci saja, yaitu ‘sinai’. Dalam periode sepekan terakhir, kata kunci ini lebih banyak digunakan oleh media dan publik untuk memberitakan dan membahas soal tragedi ini. So, tanpa filter datanya sudah cukup relevan.

Sejak tanggal 24 November, trend percakapan naik, kemudian turun lalu naik lagi. Di Twitter
terdapat 14,4 kilo mention, dan di media online ada 1,6 kilo.

Ismail Fahmi PhD - Teror Di Masjid Sinai - Peta Narasi Dunia 2

SIAPA PELAKUNYA?

Hingga saat analisis ini dibuat, belum ada pihak yang mengaku sebagai pelaku serangan. Namun tudingan tentu sudah muncul ke kelompok tertentu, yaitu ISIS, seperti berita Haaretz (media Israel) yang mengutip berita dari pemerintah Mesir:

“MENA, a state news agency, reported that ISIS-affiliated militants are suspected of perpetrating the attack, which targeted a mosque frequented by Sufis, members of Islam’s mystical movement, in the north Sinai town of Bir al-Abd. Islamic militants, including the local ISIS branch, consider Sufis heretics because of their less literal interpretations of the faith.” – Haaretz

Ismail Fahmi PhD - Teror Di Masjid Sinai - Peta Narasi Dunia 3

Narasi yang dibangun oleh Haaretz dan pemerintah Mesir adalah:

  • pelaku adalah militan yang terafiliasi ke ISIS
  • selama ini sudah mentarget kelompok Sufi
  • mengganggap Sufi itu menyimpan

Logic dan narasi inilah yang dibangun. Lalu, apakah benar kemudian menyebar dan diikuti oleh berbagai media mainstream? Kita akan lihat polanya di SNA Emprit. Namun, sebagian kecil orang meragukan kalau ISIS bergerak sendiri, dan menduga ada plot Israel dan Mesir di baliknya. Kontra narasi ini tidak muncul di media mainstream, hanya muncul dalam analisis sebagian pengamat yang berada di sana.

SNA: CLUSTER DAN NARASI

Sekarang kita lihat SNA yang ditampilkan Drone Emprit. Di sana tampak ada sebuah cluster
besar, yang berada di tengah; dan beberapa cluster kecil di sekitarnya. Dalam cluster besar
tersebut, terdapat beberapa key opinion leader dari warganet dan juga dari media mainstream.

Ismail Fahmi PhD - Teror Di Masjid Sinai - Peta Narasi Dunia 4

Yang paling besar adalah Rukmini Callimachi (@rcallimachi), seorang “Correspondent for The New York Times covering ISIS. NBC contributor. Previously, seven years in West Africa as Correspondent & Bureau Chief for The AP,” dan sekarang tinggal di New York. Twitnya yang paling populer: “I’m monitoring the horrific attack in the Sinai in Egypt, which killed 155 people at a Sufi mosque. No group has claimed responsibility, but we know ISIS has a powerful affiliate there and the group has long targeted Sufis around the world.”

Kemudian Heba Farouk Mahfouz (@HebaFarooq), seorang “Egyptian news reporter covering
the Middle East @WashingtonPost, former TV & OL Producer/Journalist with @dwnews &
@MadaMasr”, dan sekarang tinggal di Mesir. Tulisan dia yang paling banyak diretweet adalah, “The bombed mosque in #Sinai is a Sufi mosque. No group has claimed responsibility yet, but ISIS has targeted sufis multiple times in North Sinai. State of Sinai “religious police” beheaded a 98 year old popular Sufi Shiekh in Sinai last year.”

Ismail Fahmi PhD - Teror Di Masjid Sinai - Peta Narasi Dunia 5

Di sekitar mereka, kita lihat ada akun-akun media mainstream seperti: @BBCNewsNight,
@haaretzcom, @BBCWorld, @Reuters, @guardian, @AlArabiya_Eng, @USAToday,
@Jerusalem_Post, and MiddleEastEye. Berikut ini berita mereka yang paling banyak dishare.
BBC News (World) @BBCWorld Egypt mosque attack: Sisi gives military three months to
secure Sinai
The Guardian @guardian Sinai mosque death toll raised to 305 as reports claim gunmen carried Isis flags.
Middle East Eye @MiddleEastEye This Egyptian TV presenter says the BBC’s coverage of the
Sinai mosque attack is “aligned to the terrorism of the Muslim Brotherhood”.
Reuters Top News @Reuters: Egypt’s Sisi tells military chief to secure Sinai in three months .
USA TODAY @USATODAY: Islamic State–Sinai Province: What is the ISIS-linked terrorist
group?

Ismail Fahmi PhD - Teror Di Masjid Sinai - Peta Narasi Dunia 6

CLUSTER INDONESIA

Dari peta SNA, tampak ada dua cluster kecil yang berasal dari warganet Indonesia. Cluster
pertama dengan KOL @GunRomli, @nongandah, @anshor1_jakbar dan @zuhairimisrawi.
Akun terakhir adalah connector antara cluster ini dengan cluster internasional, melalui sebuah retweet dari @zuhairimisrawi terhadap sebuah artikel @MiddleEastAye: “The Sinai: What you need to know”.

Ismail Fahmi PhD - Teror Di Masjid Sinai - Peta Narasi Dunia 7

Cluster @GunRomli ini mengangkat narasi bahwa teroris yang membunuh ini adalah musuh
umat Islam, dan memberi penekanan bahwa yang menjadi korban adalah kelompok Tarekat.

Dia menulis, “Menara Eiffel mematikan lampu, berduka cita untuk para korban pembantaian di Masjid Tarekat di Sinai Mesir…”, “bukti2 kekejaman teroris yg menyerang Masjid Tarekat di Sinai Mesir”, “sisa2 kekejaman teroris yg membantai 305 orang jamaah (27 masih anak2) shalat jumat di masjid Tarekat”.

Sedangkan @zuhairimisrawi menulis “Masjid yang diserang bom bunuh diri di Sinai Mesir
adalah masjid kaum sufi. Ideologi ISIS makin absurd.”
Akun @nongandah ngeshare “Tulisan @GunRomli ttg pengeboman mesjid di sinai kemarin.

Mengutuk tindakan teroris ini.” Tulisan ini menjelaskan “Mengapa Teroris Mengebom Masjid
Sufi Saat Shalat Jumat di Sinai Mesir?” GunRomli menjelaskan bahwa: Kelompok teroris di
Sinai yang terafiliasi dengan ISIS di Iraq dan Suriah dengan nama Anshoru Baitil Maqdis
menarget tokoh-tokoh dan komunitas-komunitas sufi. Pada tahun 2016 mereka menculik dan
mengeksekusi tokoh sufi dari Tarekat Al-Jaririyah Al-Ahmadiyah Syaikh Sulaiman Abu Haraz
yang usianya hampir 100 tahun. Syaikh Sulaiman yang sudah tua renta dieksekusi dengan cara dipancung dan videonya disebarkan oleh ISIS.

Cluster kedua di Indonesia memiliki KOL @maspiyuu, @sahabatalaqsha, dan @hnurwahid. Dua akun terakhir ini menyampaikan kutukannya terhadap serangan teror.
Sahabat Al-Aqsha @sahabatalaqsha Hamas mengutuk peledakan dan pembunuhan thd puluhan jamaah solat Jum’at di Masjid Ar-Raudhah di Sinai, Mesir..
Hidayat Nur Wahid @hnurwahid Mengutuk serangan teroris thd Jemaah Shalat Jum’at di Masjid arRawdhah Sinai, sehari jelang dibukanya perbatasan..”

Sedangkan akun Mas Piyu @maspiyuuu menulis: “KEANEHAN” Serangan Teroris di Sinai Mesir yang Tewaskan 235 Saat Shalat Jum’at by @hasmi_bakhtiar (Alumni Al-Azhar..).”
“Tulisan langsung dari orang Mesir tentang Tragedi Penyerangan Masjid di Sinai saat sholat
Jum’at pekan lalu yang menewaskan setidaknya 305 jamaah, 200 luka-luka.

SIAPA DALANGNYA?

Sisi’s Terrorist Organisation Oleh: DR. Amira Abo el-Fetouh” Intinya, @maspiyuuu menawarkan kontra narasi dari narasi mainstream yang ada di atas. Bahwa Sisi dan Israel

kemungkinan berada dibalik aksi ini, dengan memanfaatkan kelompok teroris ISIS lokal yang selama ini ‘dipelihara’ oleh pemerintah Mesir.

dalam tulisan @hasmi_bakhtiar disebutkan, “Mungkin aksi kekerasan yang berulang di Sinai
Utara adalah cara pemerintah untuk mengusir penduduknya dalam rangka memuluskan rencana mencaplok Gaza dan menciptakan tanah air alternatif untuk rakyat Palestina, seperti diinginkan Israel. Ini menjadi bagian dari “kesepakatan abad ini” oleh Trump, yang tahap awalnya disiapkan, dan dalam konteks ini, organisasi teroris Sisi memiliki peran utamanya.”
Di dalam screenshot terlampir, terdapat narasi lebih lengkap yang paling banyak dishare di
Twitter. Termasuk siapa warganet dan media yang paling populer dan berpengaruh.

SITUS PALING BANYAK DISHARE

Di Twitter, situs berita yang paling banyak mendapat share adalah haaretz.com, bbc.in,
suaraislam.co, dan usatoday. Blog gunromli.com termasuk yang mendapat share tinggi.
Selengkapnya bisa dilihat di tabel.

Ismail Fahmi PhD - Teror Di Masjid Sinai - Peta Narasi Dunia 8

CLOSING
Ada dua narasi yang berkembang terkait serangan teroris atas jamaah di sebuah masjid Tarekat di Sinai. Narasi paling populer yang didukung oleh pemerintah Mesir dan media mainstream internasional adalah: serangan dilakukan oleh ISIS karena selama ini mereka benci Sufi dan menganggap sufisme adalah sesat.

Narasi kedua yang tidak didukung oleh media mainstream adalah bahwa Sisi dan Israel sedang merencanakan pembersihan wilayan Sinai, yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat pembuangan/pemindahan warga palestina dari tanah airnya. Setelah Palestina dikosongkan, kemudian Israel dengan leluasa bisa membangun The Greater Israel.

Kedua narasi ini sound logis. Namun kenapa cluster @maspiyuuu yang biasanya bersama MCA tidak bersuara keras? Jika saja mereka mengangkat kontra narasi ini, tentu akan dibeli oleh publik luas yang memang benci terhadap pendudukan Israel atas Palestina.

Dan jika itu mereka lakukan, mereka akan jadi salah satu cluster di dunia yang membuka plot
Sisi dan Israel dalam mewujudkan rencana besar Israel.

 

Kolaborasi UII, BI & Unesco, Pemasaran Industri Kreatif Melalui Medsos

“Strategi dasar media sosial adalah sarana interaksi, maka berinteraksilah, jangan sekedar sebar iklan” ungkap Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise saat memaparkan materi  di Workshop Pemasaran Industri Kreatif Melalui Media Sosial.

Kolaborasi UII BI Unesco Latih Pemasaran Industri Kreatif Medsos jerri irgo

Rektor UII bersama Delegasi Bank Indonesia dan Unesco

Kegiatan diskusi dan workshop, dilaksanakan kerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawah Tengah dan Unesco. Bank Indonesia dan Unesco melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan Unesco berkonsentrasi untuk melestarikan seni dan budaya warisan leluhur, mengambil tempat di Laboratorium IT Centrum,  Gedung KH Mas Mansur, FTI UII, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (29 November 2017),

Adapun pesertanya adalah anggota Asosiasi Kesenian Rakyat Borobudur (Askrab), mereka dilatih untuk membuat promosi melalui media sosial, Facebook.

Media sosial secara umum dapat di artikan sebagai situs yang menyediakan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi secara online, Dr. R Teduh mengatakan “Mengapa melakukan pemasaran di media sosial, banyak alasan, diantaranya selain dengan cepat dapat memperluas pengenalan brand/merk , juga dapat meningkatkan peluang penjualan dan mempererat kesetiaan pelanggan. Namun kita perlu pikirkan apa tawaran unik yang kita tawarkan, karena tawaran unik atau unique selling proposition sangat menentukan posisi tawar di pasar yang membedakan produk” ujarnya

Mengapa kita memilih facebook, karena menjadi salah satu media sosial yang populer di Dunia. “Hal tersebut sangat beralasan diantaranya saat ini total pengguna aktif lebih dari 2 milyar, data per Juni 2017, selain itu seorang pengguna mempunyai rata-rata 338 orang dan tersedianya fitur analis informasi pasar – FB Insight” ungkap Dr. R Teduh Dirgahayu yang juga sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII.

Facebook adalah salah satu situs media sosial yang dapat membantu dalam kegiatan promosi bisnis kita karena situs media sosial ini memiliki user yang sangat banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Boleh dikatakan bahwa saat ini memiliki Facebook Fans Page adalah sebuah keharusan dalam kegiatan inbound marketing bisnis kita.

Hanya saja perlu diingat, saat kita membuat Facebook Fans Page sedapat mungkin “proporsional yaitu sebaiknya 70% adalah konten yang bermanfaat bagi follower dan membangun merk/brand kita, selanjutnya 20% adalah konten orang lain, post, twet, foto dan video serta 10% adalah diskon, event dan produk baru” ujar Dr. R Teduh.

Rektor UII, Nandang Sutrisno SH MH LLM PhD mengatakan pelatihan bagi pelaku industri kreatif ini merupakan implementasi pengabdian masyarakat. Perguruan Tinggi wajib melakukan penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kesejahteraannya. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat di dalamnya. Agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi informasi, perguruan tinggi harus mendampinginya,” tandas Nandang.

Sementara Dian Nugraha, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah mengatakan bangga dapat bekerjasama dengan UII dan Unesco untuk Askrab. Selama ini pihaknya telah memberdayakan Askrab dengan pemberian fasilitas seperti pelatihan, pemberian dua perangkat gamelan perunggu (pelog dan slendro), dan lain-lain.

Adanya fasilitas itu, Askrab telah berani tampil pada even-even yang ada di Kabupaten Magelang. “Kelompok kerawitan Askrab telah berhasil menjadi juara dua pada lomba kerawitan se Kabupaten Magelang,” pungkas Dian.

Jerri Irgo

Jelang ISO 55000, SDM Manajemen Aset Minim

International Standard Organization (ISO) telah meluncurkan ISO 55000 yang menyatakan semakin pentingnya manajemen aset yang berkualitas. ISO yang dirilis tahun 2014 ini menggantikan British Standards Institution PAS 55 yang diadopsi secara internasional oleh perusahaan manufaktur, peralatan, pertambangan dan transportasi. ISO 55000 memiliki standar internasional yang memiliki wawasan lebih luas, mencakup aset keuangan dan fisik.

Winda Nur Cahyo PhD

Demikian diungkapkan Winda Nur Cahyo ST, MT, PhD, dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII Yogyakarta kepada wartawan Selasa (28/11/2017). Aset adalah segala sesuatu yang dimiliki sebuah organisasi dan memiliki nilai aktual atau potensial.

“Setiap perusahaan secara umum mempunyai aset, baik berupa aset finansial atau bersifat fisik, tangiabel atau intangiabel,” kata Winda yang menyelesaikan Doktor of Philosophy dari Universitas Wollonggong, Australia ini.

Menurut Winda, saat ini, Indonesia belum menerapkan ISO 55000, karena masih menunggu verifikasi oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Jika ISO ini diterapkan akan terjadi booming kebutuhan SDM bidang aset manajemen untuk perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dijelaskan Winda, semakin besar organisasi akan memiliki aset yang semakin banyak dan komplek. Sehingga organisasi tersebut memerlukan sumber daya tersendiri dalam pengelolaanya. Karena itu, ke depan, banyak perusahaan besar mulai berpikir bagaimana mengelola aset yang komplek secara efektif dan efisien.

“Kebutuhan ini memunculkan cabang ilmu baru dari manajemen yaitu aset manajemen beserta standar sistem manajemennya. Untuk memenuhi SDM, Magister Teknik Industri PPs FTI UII telah mempersiapkan untuk mendidik SDM menjadi tenaga ahli dan profesional di bidang aset manajemen.

Dengan mengimplementasikan manajemen aset, ujar Winda, sebuah organisasi akan dapat memahami dan mengoptimalkan nilai aset yang dimiliki. Selain itu, juga dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi melalui pengelolaan aset secara efektif, efisien, konsisten dan berkesinambungan.

Namun, kata Winda, tidak mudah menerapkan manajemen aset perusahaan karena kompleksitas. Sebab proses pengelolaan aset sering terjadi tarik menarik kepentingan dari pihak-pihak atau departemen yang terlibat, khususnya sistem produksi.

Tarik menarik itu, kata Winda, terjadi karena masing-masing departemen mempunyai Key Performance Indicator (KPI) yang harus dicapai. Misalnya, dalam pengelolaan mesin produksi, kepentingan dari finance dan purchasing adalah meminimalkan harga atau biaya. Sedang departemen maintenance dan produksi adalah keandalan (keandalan tinggi akan berujung pada biaya yang juga tinggi).

Tarik menarik kepentingan, ujar Winda, sudah sering dalam sistem industri. Kontribusi dari aset manajemen dalam kasus ini adalah bagaimana membuat sebuah sistem, strategi dan kebijakan untuk menyeimbangkan biaya, resiko, dan kinerja dari aset untuk mencapai tujuan organisasi.

Berdasarkan hasil penelitian dalam tesisnya, Winda mengusulkan perlu adanya sebuah framework dan model yang dapat membantu menyelesaikan konflik kepentingan. Sehingga pimpinan organisasi atau korporat bisa menyelesaikan konflik dengan optimal.

diberitakan : JogPaper

Berinteraksilah, Jangan Sekedar Sebar Iklan.

“Strategi dasar media sosial adalah sarana interaksi, maka berinteraksilah, jangan sekedar sebar iklan” ungkap Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise saat memaparkan materi  di Workshop Pemasaran Industri Kreatif Melalui Media Sosial.

Berinteraksilah - Jangan Sekedar Sebar Iklan - Dr R Teduh Dirgahayu - Jerri Irgo

Kegiatan workshop dilaksanakan di Laboratorium IT Centrum,  Gedung KH Mas Mansur, FTI UII, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (27 November 2017), dengan peserta selain Mahasiswa Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII juga Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Media sosial secara umum dapat di artikan sebagai situs yang menyediakan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi secara online, Dr. R Teduh mengatakan “Mengapa melakukan pemasaran di media sosial, banyak alasan, diantaranya selain dengan cepat dapat memperluas pengenalan brand/merk , juga dapat meningkatkan peluang penjualan dan mempererat kesetiaan pelanggan. Namun kita perlu pikirkn apa tawaran unik yang kita tawarkan, karena tawaran unik atau unique selling proposition sangat menentukan posisi tawar di pasar yang membedakan produk” ujarnya

Mengapa kita memilih facebook, karena menjadi salah satu media sosial yang populer di Dunia. “Hal tersebut sangat beralasan diantaranya saat ini total pengguna aktif lebih dari 2 milyar, data per Juni 2017, selain itu seorang pengguna mempunyai rata-rata 338 orang dan tersedianya fitur analis informasi pasar – FB Insight” ungkap Dr. R Teduh Dirgahayu yang juga sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII.

Facebook adalah salah satu situs media sosial yang dapat membantu dalam kegiatan promosi bisnis kita karena situs media sosial ini memiliki user yang sangat banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Boleh dikatakan bahwa saat ini memiliki Facebook Fans Page adalah sebuah keharusan dalam kegiatan inbound marketing bisnis kita.

Hanya saja perlu diingat, saat kita membuat Facebook Fans Page sedapat mungkin “proporsional yaitu sebaiknya 70% adalah konten yang bermanfaat bagi followe dan membangun merk/brand kita, selanjutnya 20% adalah konten orang lain, post, twet, foto dan video serta 10% adalah diskon, event dan produk baru” pungkas Dr. R Teduh.

Jerri Irgo

Green Logistics, POSLOG Carbon Reduction Promotion Program

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  CFO Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

Presentasi : “Green Logistics” POSLOG Carbon Reduction Promotion Program – IDLM Group Final Presentation, Tokyo, 15 November 2017

Dr Zaroni Logitic & Supply Chains Magister Teknik Industri PPs FTI UII