Posts

Tim Asesor visitasi Magister Teknik Informatika

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memberikan tugas Tim Asesor-nya Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M.Sc dan Wahyu Catur Wibowo, Ir., M.Sc., Ph.D untuk melakukan visitasi ke Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), 24 dan 25 Maret 2017.

Tim Asesor Visitasi Magister Teknik Informatika

Peringkat akreditasi Sangat Baik adalah status akreditasi Magister Teknik Informatika saat ini dan berharap dengan upaya optimal untuk dapat mempertahankan atau meraih status Unggul. Hal tersebut, selaras dengan tujuan Pemerintah yang menargetkan standar Pendidikan Tinggi Indonesia ke tingkat Internasional, ini menjadi tantangan bagi Magister Teknik Informatika untuk terus bergerak maju agar kualitasnya dapat bersaing ditingkat Internasional.

Baca juga : Prof. Zarlis, 3 Prinsip rangkul Generasi Muda

Prof. Dr. Muhammad Zarlis, Guru Besar Universitas Sumatera Utara dan Wahyu Catur Wibowo, Ir., M.Sc., Ph.D, Dosen Universitas Indonesia akan melihat secara langsung tujuh standar sesuai borang, yaitu visi misi, kurikulum, kemahasiswaan, sarana dan prasarana, penelitian, kerjasama dan keuangan.

“Ada 2 falsafah Tim Asesor saat melakukan visitasi, yaitu katakan sejujurnya mengutip judul lagu Rinto Harahap dan Jangan Ada Dusta Diantara Kita judul lagunya Broery Marantika” ujar Prof. Dr. Muhammad Zarlis sesaat sebelum memulai proses visitasi.

Secara terpisah, Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D., Rektor UII dalam pesan tertulisnya menyatakan “Magister Teknik Informtika sudah mengalami kemajuan yang pesat, jika dibandingkan dengan ketika akreditasi yang lalu ketika itu saya dampingi. Oleh karena itu dengan upaya yang optimal dari Pengelola MTI maupun FTI keseluruhan, saya doakan mendapat re-akreditasi yang maksimal” mengutip pesan singkatnya.

Jerri Irgo

PusFid dan KPPU, selenggarakan Workshop untuk Investigator

(Kaliurang). Yogi S Wibowo, Kepala Bagian Kesejahteraan Pegawai Biro Organisasi dan SDM KPPU, membuka secara resmi Digital Forensics Workshop for KPPU Investigators yang merupakan kerjasama Pusat Studi Digital Forensik (PusFid) Universitas Islam Indonesia (UII)) bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

01 - PusFid dan KPPU Siapkan SDM Handal Ungkap Barang Bukti Digital. (2)

Kegiatan yang diikuti 25 Investigator KPPU dilaksanakan di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri, Kampus Terpadu UII (29 Jumadal Awwal dan 1 Jumadal Akhirah 1438 H/ 27 dan 28 Februari 2017).

Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom, Kepala PusFid UII disela-sela kegiatan menyatakan “tujuan dari workshop ini adalah meningkatkan kemampuan SDM di lingkungan KPPU khususnya dalam hal penanganan barang bukti digital guna membantu proses investigasi terhadap kasus-kasus yang menjadi lingkup penanganan KPPU” ujarnya.

Yudi Prayudi yang juga sebagai Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII, menambahkan “output dari workshop tersebut, diharapkan adanya kesiapan SDM KPPU dalam hal pengetahuan dan skill untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan bukti digital” pungkas Yudi

Jerri Irgo

Pengamanan Data Rumah Sakit.

01 Magsiter Teknik Informatika - Pengamanan Data Rumah Sakit (1)

(Tegal). Arsip Rekam Data Kesehatan (Medical Record) pasien di dalam sebuah Rumah Sakit merupakan bagian dari aset yang sangat bernilai. Apabila rekam data tersebut disalahgunakan maka dapat berbagai kemungkinan dapat disalahgunakan untuk tindakan kriminal yang bukan hanya merugikan pasien namun juga Rumah Sakit itu sendiri, maka, keamanan sistem informasi kesehatan merupakan hal yang mutlak.

Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI) UII dalam rangka realisasi kerjasama dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Harapan Anda, Tegal, melakukan Workshop dengan tema Tata Kelola Teknologi Informasi dan Pengamanan Data Rumah Sakit, bertempat di Aula RSU Islam Harapan Anda Tegal (26 Rabbi’ul Tsani 1438 H/25 Januari 2017).

01 Magsiter Teknik Informatika - Pengamanan Data Rumah Sakit (3)

Fietyata Yudha, S.Kom, M.Kom, Dosen Magister Teknik Infiormatika menyampaikan materi sekaligus melakukan simulasi kecanggihan Teknologi Informasi. “Dengan menerapkan pengamanan data yang selalu terupdate maka dapat mengantisipasi serangan hacker” ujarnya.

Catatan Fietyata Yudha merujuk dari berbagai sumber menyatakan para hacker, mengambil keuntungan dari kerentanan pengamanan. Para hacker mencuri username dan password untuk login ke jaringan dan menyamar sebagai karyawan. Setelah meng-hack, mereka masuk ke dalam database dan mencuri jutaan nomor jaminan sosial dan catatan lain.

Workshop diikuti 56 orang peserta terdiri dari Pimpinan dan Staf dari seluruh divisi. Sebelumnya pada hari yang sama, materi Tata Kelola Teknologi Informasi disampaikan oleh Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise. “Dengan menerapkan tata kelola yang baik maka akan menjadi jaminan terpenuhinya semua informasi, sistem yang terstruktur, handal dan mampu mengakomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi.

Zaki Afiff, Ketua RSU Islam Harapan Anda Tegal menyatakan “sangat senang sekali dengan workshop ini, apalagi dengan usia genap berusia 25 tahun, sangat sejalan dengan visi kami untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat, semoga tetap menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya Kota Tegal dan sekitarnya” pungkasnya

Jerri Irgo

Menemukenali Peluang Pemanfaatan TI untuk Pariwisata.

pps-fti-uii-asita-diy

Perkembangan Teknologi Informasi telah mengubah cara manusia dalam berkomunikasi, diantaranya memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses informasi yang dibutuhkan, salah satunya adalah sektor Pariwisata. Teknologi Informasi dapat menjawab kebutuhan mulai pencarian informasi terkait perencanaan hingga pengambilan keputusan untuk melakukan perjalanan liburan bagi wisatawan. Tentunya, hal ini menjadi ancaman bagi perusahaan biro dan agen perjalanan yang masih memanfaatkan media konvensional, namun tidak menutup adanya peluang bisnis baru di sektor pariwisata dengan dukungan Teknologi Informasi.

“Sekarang dengan dukungan teknologi informasi, membuat semakin mudahnya melakukan traveling, hanya saja, satu sisi lainnya berdampak pada turunnya omset bagi para travel agen” ujar Dr R Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise saat membuka Diskusi & Kajian Akademik – Penerapan Teknologi Informasi Pada Perusahaan Biro dan Agen Perjalanan di Indonesia di Gedung KH Mas Mansur (11 Januari 2017).

pps-fti-uii-asita-diy-2

Kegiatan tersebut menjadi menjadi salah satu alasan kerjasama Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia dan DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Yogyakarta melakukan diskusi dan kajian akademis dengan tujuan dapat menemukenali peluang dan optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi bagi perusahaan biro dan agen perjalanan di Indonesia khusunya bagi anggota ASITA DIY.

Sekjen DPD ASITA DIY, Ratih Puspasari, menyampaikan “Pertemuan yang sangat bermanfaat, semoga membuka wawasan para ahli Teknologi Informasi bahwa kami, para pelaku pariwisata khususnya biro perjalanan perlu berjalan seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi” ujar Ratih

Hadir dari delegasi DPD ASITA DIY selain Bobby Ardyanto Setyo Ajie, Wakil Ketua Bidang Organisasi, juga beberapa utusan dari anggota Asita lainnya. Sedangkan dari UII, tampak hadir Fathul Wahid, Ph.D Peneliti dari Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII juga Hanson Prihantoro Putro, ST, MT, Kordinator Bidang Keilmuan Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII) serta Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing PPs FTI UII.

Jerri Irgo

Virtualisasi Server Forensic

soni-wirayudha

“Virtualisasi server ini merupakan teknologi yang memungkinan menjalankan beberapa system operasi dalam waktu yang sama dan menjalankan fungsinya masing-masing. Dimana sekarang ini banyak perusahaan yang memanfaatkan serta menggunakan virtualisasi server, sehingga dengan banyaknya penggunaan virtualisasi server ini tentu akan memunculkan celah kejahatan baru apabila salah satu servernya digunakan untuk melakukan tindak kejahatan”.

Soni Wirayudha, menjadikan hal tersebut alasan melakukan penelitian tugas akhirnya sebagai Mahasiswa Konsentrasi Digital Forensik Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII).

“Hal ini tentunya akan menimbulkan sebuah tantangan dan menyulitkan penyidik dalam mengungkapkan dan menemukan petunjuk bukti dgital yang tertinggal dalam mesin vrtualnya” ujarnya sesaat setelah dinyatakan Lulus sebagai Magister Komputer (24 Desember 2016).

Mahasiswa asal Riau ini menambahkan “Walaupun saat ini belum banyak kejahatan yang memanfaatkan virtualisasi server sebagai media kejahatan namun untuk kedepannya sangat berpotensi untuk digunakan oelh para pelaku kejahatan. Dalam penelitian ini, saya menggunakan metode live forensic dan melakukan tiga buah model teknik akuisisi virtualisasi. Dari ketiga teknik ini akan dilakukan implementasi serta uji coba untuk mengakuisisi salah satu server nya saja tanpa mengganggu atau mematikan system operasi lainnya yang sedang berjalan”.

Berdasarakan uji coba yang dilakukan ini diketahui apabila dilihat dari sisi waktu teknik akuisisi model merupakan teknik akuisisi yang lebih baik karena penggunaan yang lebh sedikti dari kedua teknik akusisi lainnya, sedangkan apabila digunakan untuk cloud maka teknik akuisisi model II adalah teknik akuisi yang paling di rekomendasikan karena ada fitur backup melalui portalweb yang telah dimiliki langsung oleh virtualiasi servernya.

“Jadi ketika mengakuisi ttidak perlu datang langsung ke penyedia layanan servernya . Untuk indicator teknik mana yang direkomendasikan dan paling baik tentu saja tergantung dari situasi dan kondisi serta kebutuhan dari kasus yang akan terjadi” tegasnya

“Alhamdulillah perjuangan dalam menempuh studi , semua tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom dan Dr. Bambang Sugiantoro, MT selaku pembimbing sangat membantu sekali dalam proses menyelesaikan penelitian saya. Banyak masukan dan arahan yang diberikan kepada saya. Dan juga dosen penguji Ahmad Luthfi , S.Kom., M.Kom selaku dosen penguji juga sangat membantu dalam memberikan masukan dan saran-saran untuk penelitian ini” pungkas Soni.

Jerri Irgo

No Log No Crime

 

15178124_10209686673896128_3132423433748782133_n

(Pekanbaru). dr. H. Taswin Yacob, Sp.S, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), membuka secara resmi Studium General Digital Forensic dengan tema “No Log No Crime”, menghadirkan Narasumber Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom Kepala Pusat Digital Forensik Universitas Islam Indonesia yang juga Dosen Magister Teknik Informatika PPs FTI UII Yogyakarta (30 November 2016).

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Muhammdiyah Riau (UMRI), tampak hadir Aryanto, SE, MIT, Ak, Dekan Fakultas Ilmu Komputer UMRI dan seluruh Mahasiswa Perwakilan dari Kampus di Pekanbaru yang memiliki Program Studi Komputer,

Mitra Unik, M.Kom, Dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer UMRI dalam releasenya menyampaikan “Latar belakang kegiatan ini adalah sebagai semangat penyebaran informasi dan edukasi khususnya Digital Forensic di Pekanbaru Riau” ujar Mitra Unik di Kampus I UMRI – Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 88 Sukajadi, Pekanbaru.

“Di Pekanbaru, baru hanya UMRI yang mengajarkan Mata Kuliah Digital Forensic dan telah memiliki lulusan dengan topik tugas akhir Digital Forensic” ujar Mitra Unik, yang juga Lulusan Magister Teknik Infotmatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

“Dengan adanya Studium General ini diharapkan dapat menjadi stimulus perkembangan keilmuan khususnya Digital Forensik agar makin di ketahui oleh khalayak ramai khususnya oleh para pelaku  praktisi dan Akademisi” tegasnya.

Seusai Studium General dilanjutkan peresmian Studi Club Digital Forensik di bawah Program Studi Teknik Informatika UMRI, adapun salah satu tujuan dan harapannya adalah untuk melakukan riset dan eduksi dengan melibatkan multi stakeholder, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Jerri Irgo

IMFIF dengan menggunakan Composite Logic.

15168867_10206120462930176_2185426845378878038_o
Alhamdulillah, tantangan AKBP Muhammad Nuh Al-Azhar, MSc., CHFI., CEI., ECIH untuk menyelesaikan penelitian tentang Multimedia Forensik, lebih tepatnya ke Framework Investigasi Forensik khusus untuk Multimedia kepada Nora Lizarti, terbayar Lunas, saat dinyatakan tugas akhirnya dengan Konsep Integrated Multimedia Forensic Investigation Framework (IMFIF) dengan menggunakan Composite Logic dinyatakan lulus oleh Dewan Penguji Ujian Pendadaran (26 November 2016).

Nora, Mahasiswi Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) konsentrasi studi Forensika Digital, menyampaikan “Ide penelitian ini, berawal dari tugas perkuliahan yang diberikan oleh Pak Yudi Prayudi saat saya masih semester 2, sebuah paper digital forensik oleh Bohme (2009) yang berjudul “Multimedia Forensics its Not Computer Forensic” memicu ketertarikan saya terhadap multimedia forensik” ujar Nora seusai ujian pendadaran.

“Paper tersebut saya mengambil intisari bahwa multimedia forensik tidak sama dengan komputer forensik, karena didalam multimedia forensik mungkin saja dilakukan nya proses rekayasa terhadap barang bukti agar dapat memberikan informasi yang terkandung didalamnya tanpa bergantung pada informasi apapun selain dari konten digital itu sendiri berbeda dengan komputer forensik yang menganalisa deretan data bit per bit tanpa adanya proses perubahan pada barang bukti tersebut” ujarnya.

Sedangkan saat ini, kasus kasus yang melibatkan barang bukti digital sebagai barang bukti semakin meningkat tinggi termasuk kasus-kasus kejahatan yang melibatkan konten multimedia ( image, audio dan video), saya menilai adanya kebutuhan akan framework multimedia forensik dikarenakan saat ini, framework investigasi forensik digital yang berkembang lebih menekankan kepada investigasi komputer forensik secara umum dan tidak memberikan sebuah tahapan yang spesifik tentang multimedia forensik.

Seringnya dalam melakukan investigasi multimedia forensik seorang investigator menggunakan framework yang berbeda-beda menurut jenis konten multimedia yang akan dianalisa. “tentu saja hal tersebut menjadi tidak fleksibel dan kurang efisien, padahal konten multimedia memiliki kesamaan karakteristik sehingga memungkinkan untuk diintegrasikan menjadi sebuah kesatuan” jelas Nora

Nora menambahkan “Dalam penelitian ini saya menggunakan metode untuk mengkolaborasikan framework-framework terkait konten multimedia yang ada. Metode ini mampu mengkolaborasikan framework berdasarkan tujuan kesamaan tujuan dari setiap tahapan ataupun inputnya. Tentu saja ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan penelitian ini”.

“Yudi Prayudi, S.Si. M.Kom dan pak Dr. Bambang Sugiantoro, MT sebagai pembimbing sangat membantu memberikan saran dan masukan agar penelitian ini menghasilkan hasil yang benar dan tepat secara keilmuan. Selain itu Ahmad Luthfi, S.Kom, M.Kom sebagai penguji pun turut andil dalam memberikan masukan-masukan penting dalam penelitian ini. Atas jasa mereka saya sangat mengucapkan terima kasih. Dan hari ini, 26 Nopember 2016 saya ujian pendadaran tesis saya, dan alhamdulillah dinyatakan lulus” ungkap Nora.

“Saya berharap penelitian saya ini dapat berkontribusi dalam perkembangan keilmuan multimedia forensik pada khususnya dan digital forensik pada umumnya. Selain itu, dengan adanya Integrated Multimedia Forensic Investigation Framework (IMFIF) ini, diharapkan dapat memberikan solusi atas belum adanya framework multimedia forensic yang terintgrasi sehingga IMFIF dapat digunakan sebagai acuan ketika terjadi perkara terkait media multimedia dipersidangan” pungkasnya.

Berita terkait : Multimedia Forensik Bagi Praktisi Dan Akademisi

Jerri Irgo

Smart City melalui Sistem Cerdas Pengolahan Citra.

Izzati Muhimmah, Ph.D menerima potongan tumpeng dari Ause Labellapansa, S.T., M.Cs., M.Kom

Izzati Muhimmah, Ph.D menerima ungkapan rasa syukur dari Ause Labellapansa, S.T., M.Cs., M.Kom

(Pekanbaru, UII News). Program Studi Teknik Informatika (Prodi TI) Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (FT UIR) Riau, mengadakan Kuliah Umum dengan tema “Percepatan Pembangunan Smart City Kota Pekanbaru melalui Sistem Cerdas Pengolahan Citra” yang menghadirkan narasumber Izzati Muhimmah, Ph.D, Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

“Alhamdulillah, Kuliah Umum berjalan dengan lancar.  Kegiatan yang merupakan lanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Walikota Pekanbaru dengan Universitas Islam Riau, dalam rangka Percepatan Pekanbaru Smart City” ujar Ause Labellapansa, S.T., M.Cs., M.Kom, Ketua Program Studi Teknik Informatika FT UIR  (21 November 2016).

“Untuk mewujudkan kota Pekanbaru menjadi Smart City tersebut, Program Studi Teknik Informatika FT UIR berinisiatif mempersiapkan dan memberikan wawasan keilmuan bagi Mahasiswanya, dengan membuat salah satu tema penelitian melalui Sistem Cerdas Pengolahan Citra” ujarnya, seusai kegiatan bertempat di Aula Pasca Sarjana UIR, Jl. Kaharudin Nasution No 113, Pekanbaru.

Dalam paparannya Izzati Muhimmah, Ph.D, menyampaikan beberapa tema tugas akhir Mahasiswa yang sekiranya dapat dikerjakan oleh Mahasiswa dan Dosen di Program Studi Teknik Informatika Fakuktas Teknik UIR.

“Kuliah Umum yang dihadiri sekitar 300 san Mahasiswa tersebut sekaligus sebagai ungkapkan rasa syukur bagi Program Studi Teknik Informatika Fakuktas Teknik UIR yang telah meraih Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT)” pungkas Ause Labellapansa.

Jerri Irgo

RSUI Harapan Anda terima Mahasiswa Thesis BootCamp

2006-nov-17-rsui-harapan-anda-terima-mahasiswa-thesis-bootcamp

Zaki Afiff, Ketua Yayasan Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Tegal, menerima 5 Mahasiswa Magister Teknik Informatika, untuk mengikuti Thesis BootCamp on Site di RSUI Harapan Anda, Tegal, Jawa Tengah. Serah terima dilakukan Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing Representative Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII), secara simbolis diterima Zaki Afiff didampingi dokter Silvia, Wakil Direktur dan segenap pejabat struktural RSU Islam Harapan Anda Tegal (17 November 2016).

Zaki Afiff, dalam sambutannya “Kami, RSU Islam Harapan Anda, siap melayani Anda, UII Kampus Kami” tegasnya. Sebagaimana kita diketahui RSU Islam Harapan Anda telah mendapatkan Akreditasi “Rumah Sakit – Paripurna” yang merupakan suatu pengakuan, diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada Manajemen Rumah Sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Ke lima mahasiswa tersebut, adalah Joko Siswanto dan Roger Bayu Sungkowo, keduanya mengambil konsentrasi Sistem Informasi Enterprise, selanjutnya Muhammad Najamuddin Dwi Miharja, Muhammad Lutfi Indrawan dan Nur Wachid Adi Prasetya, tiga terakhir adalah mahasiswa yang mengambil konsentrasi Informatika Medis.

“Kegiatan Thesis BootCamp merupakan bagian dari kerjasama kedua belah pihak” ujar Jerri Irgo, mengawali sambutan mewakili PPs FTI UII. “Mahasiswa selama 5 hari akan melakukan observasi sesuai minat keilmuannya dan selanjutnya akan memaparkan hasil observasinya pada hari terakhir, sebagai usulan penelitian tugas akhir (thesis) didepan Pimpinan RSU Islam Harapan Anda” ujarnya.

Tujuan dari kegiatan Thesis BootCamp khususnya di RSU Islam Harapan Anda, adalah terwujudnya kegiatan penelitian bersama kedua belah pihak, adapun salah satu outputnya adalah penelitian yang bersifat implementatif guna  mendukung peningkatan Pelayanan Rumah Sakit, selain itu juga bertujuan agar Mahasiswa dapat menyelesaikan thesisnya maupun studinya tepat waktu.

Jerri Irgo