Posts

Sus-VSM, Atasi Isu Sosio-Enviromental

Mengukur Kinerja Sustainable Supply Chain Management (SSCM) Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKS) Menggunakan Sustainable Value Stream Mapping (Sus-VSM), sebagai salah satu syarat Rangga Primadasa untuk meraih Gelar Strata S2 – Magister Teknik dari Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII.

“Penelitian tersebut memberikan banyak manfaat, baik bagi perusahaan yaitu sebagai kelanjutan usaha dan dapat sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 19/Permentan/ OT.140/3/2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) yang sifatnya mandatory bagi industri kelapa sawit dan juga manfaat bagi masyarakat yaitu untuk kesehatan lingkungan, mengurangi gas rumah kaca, mengurangi kebakaran lahan juga memperluas lapangan pekerjaan”

Dr Elisa Kusrini

Dr. Ir. Elisa Kusrini, M.T., CPIM., CSCP, menjelaskan hal tersebut saat mendampingi Rangga Primadasa release bertempat di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (22 Sya’ban 1438 H/19 Mei 2017).

Industri kelapa sawit merupakan industri yang penting bagi Indonesia, ini terlihat dari total ekspor CPO ( Crude Palm Oil ) pada tahun 2015 yang pencapai 26.40 ton, naik 21 persen dibandingkan dengan total ekspor 2014 yaitu 21.76 ton. Sementara nilai nominal ekspor CPO sepanjang tahun 2015 mencapai 18.64 milyar dollar.

“Tantangan industri kelapa sawit semakin hari semakin besar. Padi akhir 90-an sektor kelapa sawit mulai menghadapi kritik tentang beberapa praktek yang berkenaan dengan lingkungan hidup dan sosial dalam berbagai tingkatan produksi dan konsumsi dalam rantai pasoknya. Kebakaran hutan di area yang dikelola perusahaan kelapa sawit di Indonesia beberapa tahun terakhirsemakin memberi tekanan pada industri kelapa sawit di Indonesia khususnya” ujar Dr Elisa Kusrini.

Baca Juga : SSCM Untuk Wujudkan Industri CPO Ramah Lingkungan

Proses pengolahan di PPKS (Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit) merupakan bagian penting dalam supply chainindustri kelapa sawit karena meningkatkan value secara signifikan dari TBS (Tandan Buah Segar) sawit menjadi minyak kelapa sawit (CPO). PPKS juga merupakan bagian penting dalam mewujudkan seratus persen sustainable supply chain dalam industri kelapa sawit.

Dr. Elisa Kusrini menambahkan “Sustainable Supply Chain Management adalah pendekatan sistematis dan terintegrasi yang akan membantu perusahaan untuk mengembangkan strategi “win-win”untuk mendapatkan keuntungan dan market share sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup. Penerapan SSCM dapat digunakan untuk mengatasi isu-isu sosio-enviromental dan meningkatkan performa kemasyarakatan”.

Baca Pula : Pabrik Pengolahan Sawit Disarankan Bersiap Hadapi 100 Persen SSCM Eropa

Manajemen rantai pasok berkelanjutan ( SSCM ) telah berkembang dari dua perspektif. Manajer lingkungan hidup telah mulai menggunakan pendekatan Life cycle analysis (LCA) untuk mengelola dampak-dampak terhadap lingkungan hidup. Pendekatan ini melihat produk dari dampaknya terhadap lingkungan mulai dari raw material, proses pengolahan dan penggunaannya, sampai ke pembuangan limbah akhir.

“Dengan menggunakan metode Sus-VSM ini diharapkan Perushaan dapat mengetahui kinerja rantai pasokannya secara komperhensif, khususnya dari sudut padang sustainability, sehingga dapat dilakukan pengambilan kebijakan untuk mengurangi kegiatan yang tidak memiliki value di dalam rantai pasokannya sekaligus meningkankan sustainability-nya” pungkasnya.

Jerri Irgo

Tantangan Profesional Logistic & Supply Chain di Indonesia.

Persaingan bisnis sekarang sudah bergeser dari persaingan antar perusahaan ke persaingan antar jaringan, sehingga perusahaan dituntut untuk menguatkan jaringannya dengan berkolaborasi dari hulu ke hilir, oleh karena itu dibutuhkan profesional yang dapat mengelola bisnis untuk menjawab tuntutan tersebut.

Ok - Mei 3 2017 - Tantangan Profesional di Logistic dan Supply Chain di Indonesia.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi terkini telah mampu membantu untuk merealisasikan suatu sistem yang terpadu sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi biaya dan waktu dalam ruang lingkup yang lebih luas. Tujuan mengefisiensikan dan mensinkronisasikan demand supply inilah yang melatar belakangi lahirnya konsep Supply Chain Management (SCM).

Dr. Ir. Elisa Kusrini., MT, CPIM, CSCP, Sekretaris Program Pascasarjana FTI UII / Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII dan Mustaqim, ST., M.Eng, Dekan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti (UPS), mengawali Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan kerjasama antara Magister Teknik Industri PPs FTI UII dan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti Tegal (6 Sya’ban 1438 H/ 3 Mei 2017) di Kampus UPS Jl. Halmahera KM. 01, Mintaragen, Tegal Tim., Kota Tegal, Jawa Tengah

Baca Juga : Bangkitnya Jepang Indonesia 

Supply Chain Management adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total jaringan perusahaan dalam rantai suplai melalui peningkatan efektivitas aliran material,uang dan informasi antar perusahaan dalam jaringan rantai pasok. Dalam hal ini konsep SCM cocok diterapkan pada masa sekarang, karena sistem ini memiliki kelebihan dimana mampu meningkatkan customer service disatu sisi dan menurunkan cost disisi yang lain. Supply Chain Management itu sangat luas dan sangat customized tergantung industrinya.

Hadir sebagai peserta selain utusan dari Fakultas Teknik UPS, tampak utusan Desperindag Pemerintah Kota Tegal, Desperindag Pemerintah Kabupaten Tegal, PT Kereta Api Indonesia (Balai Yasa) Tegal, PT Barata Indonesia Tegal, PT Suara Merdeka dan Harian Radar Tegal.

“Alhamdulillah, output dari Focus Group Discussion yaitu memiliki wawasan keilmuan dan meningkatnya pengetahuan praktis secara komprehensif yang berimbang tentang peningkatan kompetensi profesional di bidang Logistik dan Supply Chain dan tersusunnya rumusan profesional ideal di bidang Logistik dan Supply Chain, yang berhasil mengembangkan posisi di daerah operasi, dan memberikan fleksibilitas profesional yang dibutuhkan untuk mengatasi jaminan di bidang Pembelian, Perencanaan, Produksi, Logistik dan Distribusi dapat tercapai” pungkas Elisa saat menutup kegiatan bersama tersebut.

Jerri Irgo

Lean Manufacturing Dapat Menekan Pemborosan Beaya Produksi

YOGYAKARTA — Metode Lean Manufacturing dapat digunakan untuk menekan atau bahkan menghilangkan pemborosan sehingga beaya produksi bisa lebih murah. Metode ini fokus pada identifikasi dan eliminasi aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah dalam desain, produksi, atau operasi dan suplly chain management yang berkaitan langsung dengan pelanggan.

Neny-Ambarwati2R

Demikian hasil penelitian Neny Ambarwati, Mahasiswa Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) yang dipaparkan di hadapan wartawan Jumat (24/3/2017). Penelitian ini dilakukan pada PT Mega Andalan Kalasan yang memproduksi bedside cabinet 31824.

Lebih lanjut Neny mengatakan metode Lean Manufacturing merupakan metode yang ideal untuk mengoptimalkan performansi dari sistem dan proses produksi. Karena metode ini mampu mengidentifikasi, mengukur, menganalisas, dan mencari solusi perbaikan secara komprehensif. “Konsep lean diterapkan untuk mengeliminasi pemborosan pada value stream system,” kata Neny.

Sedang metode Quality Fuction Deployment (QFD) bertujuan untuk mengembangkan produk yang dapat memuaskan konsumen. Metode ini mampu menerjemahkan keinginan konsumen ke dalam karakteristik teknis yang disyaratkan.

Metode Lean Manufacturing akan efektif bila diintegrasikan dengan metode Quality Fuction Deployment (QFD). Sebab QFD mampu menterjemahkan keinginan konsumen ke dalam aktivitas pengembangan produk dan servis.

“Kualitas yang sesungguhnya terjadi jika masing-masing tahapan proses berjalan dengan baik. QFD merupakan solusi yang sudah terbukti untuk mengembangkan hubungan antara custumer dan supplier,” kata Neny.

Dipilih metode Lean Manufacturing dan QFD karena lean manufacturing fokus pada minimalisasi pemborosan. Karena itu, dibutuhkan kesesuaian antara sumber daya dan persyaratan konsumen. “Organisasi perlu berubah untuk menyesuaikan keinginan pelanggan,” katanya.

Berdasarkan hasil penelitian periode Januari – Desember 2016, metode tersebut bisa menekan pemborosan sebesar Rp 11.325.569,50. “Metode ini tidak hanya untuk perusahaan MAK saja, tetapi bisa diterapkan pada perusahaan manufaktur lain,” ujarnya.

Jerri Irgo

Diberitakan JogPaper

MTI Inisiasi Kerjasama Penelitian

(Solo). Delegasi Magister Teknik Industri Program (MTI) Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) melakukan kunjungan silaturahmi dan inisiasi kerjasama penelitian ke Akademi Teknik Warga dan Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta (16 Februari 2017).

Direktur ATW, Y. Yulianto Kristiawan berfoto bersama Delegasi MTI PPs FTI UII

Direktur ATW, Y. Yulianto Kristiawan berfoto bersama Delegasi MTI PPs FTI UII

Ketua Delegasi, Dr. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, Sekretaris Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) menyatakan “selain melakukan silaturahmi, juga melakukan inisiasi kerjasama penelitian” ujarnya.

Dr. Elisa Kusrini juga menyampaikan “Magister Teknik Industri telah membuka konsentrasi baru yaitu Logistic & Supply Chain, dari tiga sebelumnya yang sudah ada, yaitu Teknik Industri, Manajemen Industri dan Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri. dibukanya konsentrasi baru tersebut, sebagai komitmen MTI mengambil peran meningkatkan kompetensi SDM dalam menjawab tuntutan bisnis sekarang sudah mengarah pada adanya jaringan antar perusahaan dan kolabarasi antar perusahaan” tegasnya.

Delegasi MTI PPs FTI UII photo bersama Dr. Eko Setiawan serta Pimpinan Prodi Teknik Industri UMS

Delegasi MTI PPs FTI UII photo bersama Dr. Eko Setiawan serta Pimpinan Prodi Teknik Industri UMS

Secara terpisah, Direktur ATW, Y. Yulianto Kristiawan dan Ketua Program Studi Teknik Industri UMS Dr. Eko Setiawan, menyambut baik dan sangat senang sekali dengan tawaran dari MTI tersebut, segera akan dilanjutkan dengan langkah-langkah strategis dalam waktu dekat ini.

Jerri Irgo

Supply Chain Jawab Tuntutan Bisnis.

01 Magister Teknik Industri - Supply Chain Jawab Tuntutan Bisnis

(Kaliurang). Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) membuka konsentrasi baru Logistic & Supply Chain. “Alasannya karena persainagn bisnis sekarang sudah bergeser dari persaingan antar perusahaan ke persaingan antar jaringan. Sehingga perusahaan dituntut untuk menguatkan jaringannya dwngen berkolaborasi dari hulu ke hilir. Oleh karena itu dibutuhkan profesional yang dapat mengelola bisnis untuk menjawab tuntutan tersebut”

Dr. Ir. Elisa Kusrini., MT, CPIM, CSCP, Sekretaris Program Pascasarjana FTI UII, menyampaikan hal tersebut saat release di Ruang PPs 1, lantai 1, Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta (5 Jumadal Awwal 1438 H/3 Februari 2017).

“Magister Teknik Industri mengambil peran meningkatkan kompetensi SDM dalam menjawab tuntutan bisnis sekarang sudah mengarah pada adanya jaringan antar perusahaan dan kolabarasi antar perusahaan, dengan membuka konsentrasi baru dari tiga sebelumnya yang sudah ada, yaitu Teknik Industri, Manajemen Industri dan Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri” tegas Dr. Elisa Kusrini

Selain itu, perkembangan teknologi informasi terkini telah mampu membantu untuk merealisasikan suatu sistem yang terpadu sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi biaya dan waktu dalam ruang lingkup yang lebih luas. Tujuan mengefisiensikan dan mensinkronisasikan demand supply inilah yang melatar belakangi lahirnya konsep Supply Chain Management (SCM).

Supply Chain Management adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total jaringan perusahaan dalam rantai suplai melalui peningkatan efektivitas aliran material,uang dan informasi antar perusahaan dalam jaringan rantai pasok. Dalam hal ini konsep SCM cocok diterapkan pada masa sekarang, karena sistem ini memiliki kelebihan dimana mampu meningkatkan customer service disatu sisi dan menurunkan cost disisi yang lain. “Supply Chain Management itu sangat luas dan sangat customized tergantung industrinya” pungkas Dr. Elisa Kusrini.

Jerri Irgo

Analisis Efisiensi Boiler Dengan Pendekatan Simulasi System Dinamics.

Analisis Efisiensi Boiler Berdasarkan Pengaturan Parameter Operasional Dengan Pendekatan Simulasi System Dinamics menjadi topik penelitian I Ketut Warsa, Mahasiswa Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta, mengambil Studi Kasus di HHP Boiler VI, Utilities-PP II, PT. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan.

Performance atau efisiensi dalam HHP Boiler VI, Utilities Power Plant II, PT. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan menyatakan perbandingan antara panas yang dilepas oleh bahan bakar gas (fuel gas) dengan sejumlah panas yang diserap oleh feed water untuk menghasilkan steam superheated.
Steam superheated berfungsi sebagai fluida kerja/penggerak, sebagai media pemanas, sehingga menjamin lancarnya proses industri pengilangan. Salah satu peralatan yang banyak menggunakan energi adalah Boiler sebagai alat penukar panas (heat exchange). Boiler penghasil steam superheated telah banyak dihitung performancenya dengan formula yang berbeda oleh peneliti sebelumnya.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut dari model simulasi yang terbentuk menyatakan bahwa parameter operasional yang mempengaruhi terhadap penurunan efisiensi Boiler berdasarkan metode langsung (heat absord) adalah kandungan impurities chloride dan temperatur dalam feedwater. Dengan masih tingginya kandungan chloride dalam feedwater (max. yang diisyaratkan 0,3 ppm), maka akan menaikan flow blowdown sebesar 860,625 kg/jam (membuang pana sebesar 409.722,875 kJ/jam). Demikian pula terhadap temperature feedwater (diharapkan mencapai 138 0C), maka setiap kenaikan 6 0C temperature feed water karena penggunaan economizer akan menghemat pemakaian fuel sebesar 1%.

Dalam penelitian ini performance atau efisiensi Boiler dihitung dengan formula heat absord dan disimulasikan dengan pendekatan simulasi system dynamic. Software system dinamics yang digunakan adalah Powersim Studio 2005. Model simulasi yang terbentuk menyatakan penurunan efisiensi Boiler erat kaitannya dengan hasil analisa impurities feedwater, serta temperature feedwater itu sendiri sebelum masuk ke Boiler.

Kandungan chloride berdasarkan rata-rata 1,4 ppm (max. yang diisyaratkan 0,3 ppm), sehingga akan menaikan flow blowdown sebesar 860,625 kg/jam (setara 408.722,875 kJ/jam. Sementara temperature feedwater berdasarkan data rata-rata 133 0C (max. 138 0C), maka setiap kenaikan 6 0C temperature feed water karena penggunaan economizer akan menghemat pemakaian fuel sebesar 1%. Dari hasil uji validasi menggunakan uji MAPE (mean absolute percentage error) diperoleh 7,82 %, sedangkan validasi dengan uji hipotesis t-test baik two-sample T-Test diperoleh t-hitung -8,78 maupun Paired-T Test menghasilkan t-hitung -19,80. Dengan demikian kedua uji menyatakan model simulasi valid dan signifikan.

Jerri Irgo

Periode Pertama, Penerimaan Mahasiswa Baru PPs FTI UII

Pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru S2 Periode Pertama Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), telah dimulai 19 September sampai dengan 21 Oktober 2016. Adapun Ujian Kolektif akan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2016, selanjutnya Pengumuman hasil Ujian Periode Pertama tanggal 31 Oktober 2016

Hal tersebut sebagaimana release dari Surat Keputusan Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia No: 244/Dir/20/PPs.FTI/IX/2016, ditetapkan tanggal 19 September 2016 tentang Periode Pendaftaran Seemester Ganjil Tahun 2016/2017

tanggal

Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) berdiri pada tahun 2006, dengan diselenggarakannya Program Magister Teknik Industri. Pada tahun 2010, PPs FTI UII mulai menyelenggarakan Program Magister Teknik Informatika.

Magister Teknik Industri terakreditasi “B” dari BAN-PT dengan SK BAN-PT nomor 343/SK/BAN-PT/Akred/M/V/2015. Program magister ini menawarkan tiga konsentrasi studi, yaitu Teknik Industri, Manajemen Industri dan Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri.

Sedangkan Magister Teknik Informatika terakreditasi “B” dari BAN-PT dengan SK BAN-PT nomor 003/BAN-PT/Ak-X/S2/V/2012. Program magister ini menawarkan tiga konsentrasi studi, yaitu Informatika Medis, Sistem Informasi Enterprise dan Forensika Digital.

Jerri Irgo