Posts

Tingkatkan Omset UMKM dengan Teknologi Informasi.

Peranan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Omset dan Daya Saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi pokok diskusi terbatas antara Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Yogyakarta.

11 - Jerri 3008 Inisiasi SIE dan BSM (6)

Saat ini masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya Teknologi Informasi, khususnya dalam memasarkan produk atau jasanya. Setiap UMKM memerlukan jenis teknologi yang berbeda-beda, sehingga perlu memutuskan untuk menerapkan teknologi apa saja yang diperlukan secara prioritas. “PPs FTI UII dalam hal ini Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) berperan aktif mengedukasi dan mengimplementasikan langsung ke UMKM”

Hal tersebut disampaikan Dr. R Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana FTI UII dalam diskusi yang dilaksanakan di salah satu resto seputaran Jalan Kaliurang Yogyakarta (30 Agustus 2017).  Selain Dr. R Teduh Dirgahayu,  tampak hadir Jerri Irgo, Liaison officer PPs FTI UII.

Sementara Ira Kusuma Angreyliya, Area Micro Banking Manager, BSM cabang Yogyakarta menyatakan “BSM untuk mencapai akselerasi pertumbuhan perbankan syariah harus dengan support pemerintah dan sinergi antar stakeholder ekonomi syariah, termasuk diantaranya dengan perguruan tinggi”.

“UII dan BSM telah melakukan kerjasama yang ditandatangani oleh Direktur Utama BSM dan Rektor UII, penandatangan dilakukan saat sebanyak 115 Pimpinan Perguruan Tinggi Islam berkumpul di Yogyakarta pada acara Indonesia Islamic University Conference (25-26 Januari 2017)” ungkap Ira

Semoga, dengan adanya irisan tersebut, dalam waktu dekat ini, UII dan BSM dapat segera merealisasikan salah satu point kerjasamanya, diantaranya berfokus ke UMKM melalui kegiatan workshop untuk dapat meningkatkan omset dengan dukungan Teknologi Informasi.

Jerri Irgo

PusFid dan KPPU, selenggarakan Workshop untuk Investigator

(Kaliurang). Yogi S Wibowo, Kepala Bagian Kesejahteraan Pegawai Biro Organisasi dan SDM KPPU, membuka secara resmi Digital Forensics Workshop for KPPU Investigators yang merupakan kerjasama Pusat Studi Digital Forensik (PusFid) Universitas Islam Indonesia (UII)) bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

01 - PusFid dan KPPU Siapkan SDM Handal Ungkap Barang Bukti Digital. (2)

Kegiatan yang diikuti 25 Investigator KPPU dilaksanakan di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri, Kampus Terpadu UII (29 Jumadal Awwal dan 1 Jumadal Akhirah 1438 H/ 27 dan 28 Februari 2017).

Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom, Kepala PusFid UII disela-sela kegiatan menyatakan “tujuan dari workshop ini adalah meningkatkan kemampuan SDM di lingkungan KPPU khususnya dalam hal penanganan barang bukti digital guna membantu proses investigasi terhadap kasus-kasus yang menjadi lingkup penanganan KPPU” ujarnya.

Yudi Prayudi yang juga sebagai Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII, menambahkan “output dari workshop tersebut, diharapkan adanya kesiapan SDM KPPU dalam hal pengetahuan dan skill untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan bukti digital” pungkas Yudi

Jerri Irgo

No Log No Crime

 

15178124_10209686673896128_3132423433748782133_n

(Pekanbaru). dr. H. Taswin Yacob, Sp.S, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), membuka secara resmi Studium General Digital Forensic dengan tema “No Log No Crime”, menghadirkan Narasumber Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom Kepala Pusat Digital Forensik Universitas Islam Indonesia yang juga Dosen Magister Teknik Informatika PPs FTI UII Yogyakarta (30 November 2016).

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Muhammdiyah Riau (UMRI), tampak hadir Aryanto, SE, MIT, Ak, Dekan Fakultas Ilmu Komputer UMRI dan seluruh Mahasiswa Perwakilan dari Kampus di Pekanbaru yang memiliki Program Studi Komputer,

Mitra Unik, M.Kom, Dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer UMRI dalam releasenya menyampaikan “Latar belakang kegiatan ini adalah sebagai semangat penyebaran informasi dan edukasi khususnya Digital Forensic di Pekanbaru Riau” ujar Mitra Unik di Kampus I UMRI – Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 88 Sukajadi, Pekanbaru.

“Di Pekanbaru, baru hanya UMRI yang mengajarkan Mata Kuliah Digital Forensic dan telah memiliki lulusan dengan topik tugas akhir Digital Forensic” ujar Mitra Unik, yang juga Lulusan Magister Teknik Infotmatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

“Dengan adanya Studium General ini diharapkan dapat menjadi stimulus perkembangan keilmuan khususnya Digital Forensik agar makin di ketahui oleh khalayak ramai khususnya oleh para pelaku  praktisi dan Akademisi” tegasnya.

Seusai Studium General dilanjutkan peresmian Studi Club Digital Forensik di bawah Program Studi Teknik Informatika UMRI, adapun salah satu tujuan dan harapannya adalah untuk melakukan riset dan eduksi dengan melibatkan multi stakeholder, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Jerri Irgo

IMFIF dengan menggunakan Composite Logic.

15168867_10206120462930176_2185426845378878038_o
Alhamdulillah, tantangan AKBP Muhammad Nuh Al-Azhar, MSc., CHFI., CEI., ECIH untuk menyelesaikan penelitian tentang Multimedia Forensik, lebih tepatnya ke Framework Investigasi Forensik khusus untuk Multimedia kepada Nora Lizarti, terbayar Lunas, saat dinyatakan tugas akhirnya dengan Konsep Integrated Multimedia Forensic Investigation Framework (IMFIF) dengan menggunakan Composite Logic dinyatakan lulus oleh Dewan Penguji Ujian Pendadaran (26 November 2016).

Nora, Mahasiswi Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) konsentrasi studi Forensika Digital, menyampaikan “Ide penelitian ini, berawal dari tugas perkuliahan yang diberikan oleh Pak Yudi Prayudi saat saya masih semester 2, sebuah paper digital forensik oleh Bohme (2009) yang berjudul “Multimedia Forensics its Not Computer Forensic” memicu ketertarikan saya terhadap multimedia forensik” ujar Nora seusai ujian pendadaran.

“Paper tersebut saya mengambil intisari bahwa multimedia forensik tidak sama dengan komputer forensik, karena didalam multimedia forensik mungkin saja dilakukan nya proses rekayasa terhadap barang bukti agar dapat memberikan informasi yang terkandung didalamnya tanpa bergantung pada informasi apapun selain dari konten digital itu sendiri berbeda dengan komputer forensik yang menganalisa deretan data bit per bit tanpa adanya proses perubahan pada barang bukti tersebut” ujarnya.

Sedangkan saat ini, kasus kasus yang melibatkan barang bukti digital sebagai barang bukti semakin meningkat tinggi termasuk kasus-kasus kejahatan yang melibatkan konten multimedia ( image, audio dan video), saya menilai adanya kebutuhan akan framework multimedia forensik dikarenakan saat ini, framework investigasi forensik digital yang berkembang lebih menekankan kepada investigasi komputer forensik secara umum dan tidak memberikan sebuah tahapan yang spesifik tentang multimedia forensik.

Seringnya dalam melakukan investigasi multimedia forensik seorang investigator menggunakan framework yang berbeda-beda menurut jenis konten multimedia yang akan dianalisa. “tentu saja hal tersebut menjadi tidak fleksibel dan kurang efisien, padahal konten multimedia memiliki kesamaan karakteristik sehingga memungkinkan untuk diintegrasikan menjadi sebuah kesatuan” jelas Nora

Nora menambahkan “Dalam penelitian ini saya menggunakan metode untuk mengkolaborasikan framework-framework terkait konten multimedia yang ada. Metode ini mampu mengkolaborasikan framework berdasarkan tujuan kesamaan tujuan dari setiap tahapan ataupun inputnya. Tentu saja ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan penelitian ini”.

“Yudi Prayudi, S.Si. M.Kom dan pak Dr. Bambang Sugiantoro, MT sebagai pembimbing sangat membantu memberikan saran dan masukan agar penelitian ini menghasilkan hasil yang benar dan tepat secara keilmuan. Selain itu Ahmad Luthfi, S.Kom, M.Kom sebagai penguji pun turut andil dalam memberikan masukan-masukan penting dalam penelitian ini. Atas jasa mereka saya sangat mengucapkan terima kasih. Dan hari ini, 26 Nopember 2016 saya ujian pendadaran tesis saya, dan alhamdulillah dinyatakan lulus” ungkap Nora.

“Saya berharap penelitian saya ini dapat berkontribusi dalam perkembangan keilmuan multimedia forensik pada khususnya dan digital forensik pada umumnya. Selain itu, dengan adanya Integrated Multimedia Forensic Investigation Framework (IMFIF) ini, diharapkan dapat memberikan solusi atas belum adanya framework multimedia forensic yang terintgrasi sehingga IMFIF dapat digunakan sebagai acuan ketika terjadi perkara terkait media multimedia dipersidangan” pungkasnya.

Berita terkait : Multimedia Forensik Bagi Praktisi Dan Akademisi

Jerri Irgo

Smart City melalui Sistem Cerdas Pengolahan Citra.

Izzati Muhimmah, Ph.D menerima potongan tumpeng dari Ause Labellapansa, S.T., M.Cs., M.Kom

Izzati Muhimmah, Ph.D menerima ungkapan rasa syukur dari Ause Labellapansa, S.T., M.Cs., M.Kom

(Pekanbaru, UII News). Program Studi Teknik Informatika (Prodi TI) Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (FT UIR) Riau, mengadakan Kuliah Umum dengan tema “Percepatan Pembangunan Smart City Kota Pekanbaru melalui Sistem Cerdas Pengolahan Citra” yang menghadirkan narasumber Izzati Muhimmah, Ph.D, Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

“Alhamdulillah, Kuliah Umum berjalan dengan lancar.  Kegiatan yang merupakan lanjutan dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Walikota Pekanbaru dengan Universitas Islam Riau, dalam rangka Percepatan Pekanbaru Smart City” ujar Ause Labellapansa, S.T., M.Cs., M.Kom, Ketua Program Studi Teknik Informatika FT UIR  (21 November 2016).

“Untuk mewujudkan kota Pekanbaru menjadi Smart City tersebut, Program Studi Teknik Informatika FT UIR berinisiatif mempersiapkan dan memberikan wawasan keilmuan bagi Mahasiswanya, dengan membuat salah satu tema penelitian melalui Sistem Cerdas Pengolahan Citra” ujarnya, seusai kegiatan bertempat di Aula Pasca Sarjana UIR, Jl. Kaharudin Nasution No 113, Pekanbaru.

Dalam paparannya Izzati Muhimmah, Ph.D, menyampaikan beberapa tema tugas akhir Mahasiswa yang sekiranya dapat dikerjakan oleh Mahasiswa dan Dosen di Program Studi Teknik Informatika Fakuktas Teknik UIR.

“Kuliah Umum yang dihadiri sekitar 300 san Mahasiswa tersebut sekaligus sebagai ungkapkan rasa syukur bagi Program Studi Teknik Informatika Fakuktas Teknik UIR yang telah meraih Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT)” pungkas Ause Labellapansa.

Jerri Irgo

Analisis Teks Media Online dan Sosial

sie-dan-analisis-teks-media-online-dan-sosial

Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise, Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta, akan selenggrakan Kuliah Umum dengan Topik Analisis Teks Media Online dan Sosial. Kegiatan akan di helat pada hari Sabtu, 19 November 2016, dimulai jam 13.00 sd 15,.00 WIB. Kegiatan ini sekalian perkenalan dengan dosen baru Magister Informatika UII, Ismail Fahmi, Ph.D.

Dikutip dari berbagai sumber, Ismail Fahmi, Ph.D adalah seorang tokoh dibalik perkembangan perpustakaan digital dan jaringan perpustakaan digital One search di Indonesia, mengembangkan Teknologi Semantic Web di Perpustakaan Universitas Groningen (University of Groningen / Rijksuniversiteit Groningen) Belanda semasa menjadi Mahasiswa Program Doktoral di Universitas tersebut

Ismail Fahmi meraih Ph.D nya setelah menyelesaikan riset mengenai Natural Language Processing (NLP), dimana ia belajar bagaimana komputer dapat memahami bahasaalamiah manusia, dan dengan pengetahuannya ini komputer dapat memproses teks.

Sebagai contohnya, dari sebuah string kalimat, komputer bisa mengetahui mana subjek, predikat, atau objek. Juga tahu sebuah kata itu kata benda, kata kerja, kata sifat, atau yang lainnya. Dengan kemampuan menganalisa teks ini, komputer akhirnya dapat mengolah dokumen yang tidak terstruktur, bukan berbentuk data, menjadi data yang dapat dipahami oleh komputer. Bagaimana kita dapat membaca pola, trend, peta aktor, dan aktivitas dalam teks dimedia Online dan Sosial tersebut? Natural Language Processing (NLP) akan kita gunakan untuk melakukan analisa teks ini.

Jerri Irgo

Tips dan Trik Retno, Dapatkan Nilai Maksimal

Danar Retno Sari

Danar Retno Sari, Mahasiswi Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII) berkesempatan membagi tips dan triks untuk mendapatkan nilai (IPK) secara maksimal atau meraih predikat Cum Laude.

Cum Laude adalah predikat tertinggi yang diberikan Perguruan Tinggi untuk prestasi akademik mahasiswanya. Ada beberapa predikat yang termasuk ke dalam Cum Laude seperti magna cum laude yang berarti lulus dengan banyak pujian dan summa cum laude yang artinya lulus dengan pujian terbanyak. “Sebenarnya sederhana sekali tips dan trik untuk dapat nilai yang maksimal” ujar Retno, melalui pesan singkatnya  (1 Shafar 1438 H/1 November 2016).

Mahasiswi asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang sedang menempuh semester 2 di konsentrasi Sistem Informasi Enterprise (SIE), saat ini tercatat meraih nilai maksimal di Kartu Hasil Studinya.

Alhamdulillah, semua berangkat dari pengalaman waktu kuliah S1, di semester akhir saya hanya ambil mata kuliah Skripsi dan 1 mata kuliah, sehingga saya hanya ke kampus 1 kali dalam seminggu, selebihnya hanya bimbingan yang saat itu juga dilakukan secara online, kemudian saya diberikan nasihat dari kakak sepupu saya yang alumni FTI UII juga, yang bilang ini waktu saya lagi mengerjakan skripsi .

“Skripsi walaupun tidak ada tatap muka dikelas, ada baiknya harus diperlakukan seperti mata kuliah yang lain. Apalagi Skripsi 6 SKS, jadi usahakan, satu hari itu kamu meluangkan waktu untuk mengerjakan Skripsi sama kayak kamu tiap hari kuliah” ujar Retno mengutip pesan kakak sepupunya.

“Hal itu terbawa hingga sekarang, walaupun mata kuliah S2 lebih sedikit, tapi ternyata tugasnya lebih banyak dari pada kuliahnya, sehingga walaupun kuliah hanya 2 kali dalam seminggu, tapi seolah olah saya kuliahnya 6 kali seminggu, 5 kalinya dipakai untuk “ngeliatin” tugas. Walaupun sehari paling hanya efektif 3-4 jam saja buat ngeliatin tugasnya, karena saya tidak sambil bekerja” jelas

“Tapi saya lebih salut lagi sama teman-teman yang kuliah sambil bekerja, teman-teman tersebut pasti manajemen waktunya keren banget. Membagi waktu untuk, kerja, kuliah, ngerjain tugas dan istirahat. Semoga saya dapat lebih banyak belajar dari mereka” pungkasnya.

Jerri Irgo

Prospektif Industri Properti 2017

Okt 25 - Prospektif Industri Properti 2017

Perekonomian Indonesia tahun depan (2017) akan lebih menjanjikan dan membaik, sehingga sejumlah bank menggenjot penyaluran kredit yang dinilai potensial, diantaranya infrastruktur, properti dan konstruksi, pada triwulan IV-2016 dan tahun depan. Langkah ini diyakini bakal mendorong kenaikan laba perbankan di samping tetap melaksanakan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dengan menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

Demikian rangkuman pendapat Harsya Kamra Sutan Maradjo, Kepala Cabang Sleman PT BPR Danagung Bakti Yogyakarta, saat melakukan silaturhami ke Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta (25 Oktober 2016).

Kunjungan silaturahmi yang diterima Dr. R. Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia di Ruang Kerjanya, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

Salah satu agenda yang didiskusikan adalah tentang prospektif industri properti tahun 2017 di Yogyakarta. Secara umum sangat baik, apalagi saat ini sebagian masyarakat tidak lagi mempertimbangkan jarak lokasi perumahan incaran mereka yang umumnya sekitar 15-30 km dari pusat kota Yogyakarta.

“Bisnis properti tetap menunjukkan prospek yang baik, dengan indikator salah satunya kenaikan harga dari waktu ke waktu, oleh karena itu PT Danagung Bakti Yogyakarta berinisitif menggandeng PPs FTI UII memberikan apresiasi kepada Developer DIY dengan mengadakan Diskusi Terbatas Prospektif Industri Properti 2017, yang insha Allah akan dilaksanakan pada bulan November 2016” pungkas Harsya Kamra.

Jerri Irgo

PPs FTI UII – UPS Tandatangani Kerjasama

Okt 19 PPs FTI UII - UPS (2)

Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti (UPS) Tegal dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Penandatangan Memorandum of (MoU) dilakukan di Ruang Dekanat, Gedung Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti (UPS) Kampus Jl. Halmahera Km. 01, Kota Tegal, Jawa Tengah (19 Oktober 2016)

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia dan Dekan Fakultas Teknik UPS, Mustaqim, ST., M.Eng keduanya menyambut baik kerjasama tersebut. Kerjasama PPs FTI UII dan FT UPS yang merupakan sinergi yang sangat strategis dan saling menguntungkan.

Kerjasama yang dilakukan dalam ranah Tridarma Perguruan Tinggi. Nantinya tidak hanya melibatkan dosen namun juga mahasiswa. Kerjasama ini diharapkan dapat berujung pada masyarakat dan memberikan tambahan manfaat yang besar untuk masyarakat.

Jerri Irgo

Empat Ilmu Dasar Yang Wajib Kita Kuasai.

Empat Ilmu  Dasar  Yang Wajib  Kita  Kuasai.  M Nuh MI PPs FTI UII

“Ada 4 ilmu dasar yang wajib kita kuasai untuk dapat menjadi orang hebat, yaitu menguasai listening, reading, speaking, dan writing. Dengan 4 hal tersebut, maka kita dapat menggapai apa yang kita inginkan dan semua hal tersebut tidak instan datang, melainkan harus dilatih sejak sekarang” ujar Didik Sudyana mengutip pesan Ketua Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI) periode 2014 – 2019, .AKBP Muhammad Nuh Al-Azhar, MSc., CHFI., CEI., ECIH.

Didik Sudyana, Mahasiswa Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) konsentrasi studi Forensika Digital menyampaikan hal tersebut seusai diskusi terbatas, yang diselenggarakan Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) UII di Ruang PPs 1, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (9 Muharam 1438 Hi/11 Oktober 2016)

“Diskusi bersama AKBP Muhammad Nuh banyak memberikan beberapa ilmu tentang forensika digital diantaranya beberapa ilmu dasar mulai dari apa itu deleted file, lost file, dan jujur untuk hal ini saya juga lupa, untung diingatkan kembali” ujar Didik

Didik menambahkan “Selain itu juga materi-materi tentang apa itu pixel, dan juga pembahasan tentang bagaimana melakukan forensik terhadap sebuah CCTV. Kemudian juga ada membahas terkait mobile forensik. Tidak hanya memberikan pembahasan tentang beberapa teori dan praktis dalam forensika digital”

Selain mendapatkan ide baru terkait penelitian, kami semua mendapat ilmu forensika digital kekinian, bahkan dapat kembali mengingat teori dasar yang mungkin sudah terlupakan. Selain hal-hal teknis tentang forensika digital, beliau juga memberikan ilmu soft skills untuk kami semua yang sangat bermanfaat” ujarnya.

AKBP Muhammad Nuh yang didampingi Yudi Prayudi, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital UII, juga memberikan saran dan nasihat yang sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. “Diantaranya saran tentang dalam hidup ini terdapat 5 kategori seseorang itu dapat dihormati, yaitu dari harta, keturunan, jabatan, paras wajah, dan terakhir ilmu pengetahuan. Keempat hal pertama dapat hilang, tapi ilmu pengetahuan tidak akan pernah hilang., oleh karena itu kami dituntut untuk terus dan tidak bosan belajar mencari ilmu pengetahuan” pungkas Didik.

Jerri Irgo