Pengembangan Desain Shoulder Bags untuk Wanita

Tingginya persaingan dunia industri menuntut setiap perusahaan untuk bersaing dalam meningkatkan mutu produk atau jasa yang dihasilkan. Persaingan tidak hanya terjadi di kebutuhan pokok saja seperti pangan, tetapi juga pada fashion, salah satunya adalah tas wanita.

Medha Mahottama, melakukan tugas akhir untuk memperoleh Gelar Magister Teknik pada Program Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (Februari 2016)

Tas wanita yang paling sering digunakan adalah jenis shoulder bags. Semua produsen tas wanita memproduksi shoulder bags, namun sampai saat ini fungsi dari tas sama antara merk satu dengan lainnya tanpa menambahkan fungsi dan fasilitas tambahan.

Demi memenangkan persaingan dan mempertahankan konsumen, perusahaan harus mampu memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut-atribut produk Shoulder bags yang berpengaruh terhadap kebutuhan dan kepuasan pelanggan serta prioritas atribut yang harus dikembangan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Responden penelitian terdiri dari 100 wanita yang pernah atau sedang menggunakan shoulder bags. Atribut produk yang diinginkan serta prioritas atribut yang harus dikembangan dianalisa menggunakan Fuzzy Quality Function Deployment. Fuzzy logic digunakan untuk memodelkan ketidakpastian yang disebabkan persyaratan konsumen yang selalu ambigu dan punya beberapa arti.

Hasil penelitian menunjukkan atribut-atribut produk Shoulder bags adalah memiliki tempat pengisi daya baterai, tas memiliki bahan yang awet, tas melindungi gadget dari benturan dan goresan benda lain, penutup tas berupa kancing putar yang aman dan mudah dibuka, tas tidak tembus air, bentuk tas segi empat, tas memiliki tali panjang yang bisa dilepas, tas tidak mudah kotor, jahitan tas kuat, tas memiliki pengait untuk tempat kunci dan terakhir terdapat hiasan scarf.

Prioritas pengembangan yang ditingkatkan terlebih dahulu untuk kepuasan konsumen adalah bahan tas tebal, ukuran tas, pemasangan handle jinjing dan tali selempang yang bisa dilepas, pemasangan pengait untuk tempat menaruh kunci serta pemasangan tempat pengisi daya baterai gadget.

Jerri Irgo

Analisis Kinerja dan Kapasitas Sistem Ujian Berbasis Web Dari Perspektif Pihak Pengelola

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kematangan pada proses internal terkait layanan sistem ujian berbasis web di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dengan menggunakan framework COBIT pada domain kontrol Manage Performance Capacity (DS-3)., telah dilakukan oleh Angga Prasetyo sebagai syarat tugas akhirnya untuk menyelesaikan studi S2-nya di Magister Teknik Informatika PPs FTI UII.

Kendala yang muncul berulang-ulang yang ketika pengguna mengakses sistem ujian menjadi dasar bahwa ada dugaan jika dalam pengelolaan terdapat proses internal yang tidak berjalan semestinya, untuk mengetahui dibutuhkan suatu metode kematangan. Pederiva yang secara singkat memberikan nilai compliance dari setiap pernyataan disetiap level kematangan mulai dari level 0 (non-existent) hingga level 5 (optimized).

Skenario selanjutnya yaitu mencari tingkat kematangan yang berimbang dari kontrol domain, jika terdapat nilai yang tidak berimbang maka ada ketimpangan antara kontrol domain dalam menjalankan proses internal layanan. Dari hasil penghitungan terdapat kontrol domain yang tidak berimbang yaitu DS-3.3 dan DS-3.4 pada kondisi level 2 (berulang), sehingga untuk menyeimbangkan kondisi proses internal perlu diberikan rekomendasi pada pihak yang memiliki wewenang mengelola sistem ujian.

Setelah rekomendasi tercapai dan agar proses lebih baik lagi maka perlu ada peningkatan kematangan dari level 3 menjadi 4. Seluruh hasil analisa menyatakan bahwa kondisi kematangan DS-3,3 dan DS-3.4 perlu lebih ditingkatkan dengan memberikan rekomendasi pada proses layanan internal.

Jerri Irgo

Inovasi, Satu Nilai Yang Wajib Dimiliki

Jakarta (PPs FTI UII). “Inovasi sangat penting bagi Industri, bahkan menjadi hal yang wajib” ujar Nasir Effendi, Profesional di salah satu Perusahaan Agro terkemuka di Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat ditemui di salah satu gedung tertinggi di bilangan Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, rabu (14 Jumadil Awwal 1437 H / 24 Februari 2016)

Berbagai pengalaman dengan jam terbang yang cukup tinggi, hampir semua pekerjaanya tidak jauh dari Community Development (ComDev) dan Corporate Social Responsibility (CSR), bagi Nasir Effendi, yang juga dedengkot Mapala Unisi, hingga sekarang masih menggeluti aktivitas kegiatan alam bebas ini, memandang perlu Industri, wajib melakukan Inovasi.

“Sebagai orang yang terlibat dalam industri pemanfaatan Sumber Daya Alam, inovasi menjadi salah satu nilai yang harus dimiliki oleh semua orang dalam perusahaan. Dengan adanya inovasi, efisensi dan keberlanjutan dari usaha dapat dijamin dan ini tentu akan memberi berdapat bagi semua pihak yang terkait, juga shareholder” imbuh Lulusan Fakultas Hukum UII Yogyakarta ini.

Selanjutnya Nasir menambahkan “Perguruan Tinggi sebagai tempat dimana inovasi menjadi hal yang wajib dilakukan memiliki peran penting dalam membantu mengembangkan Industri, sehingga peluang kolaborasi antara Industri dan Perguruan Tinggi sangat diharapkan”.

“Perguruan Tinggi memiliki potensi untuk menghasilkan riset dan inovasi, dengan harapan agar dapat memberikan nilai tambah pada industri, apalagi yang berbasis pemanfaatan Teknologi Informasi” tutup Nasir

Jerri Irgo

Dosen Idola, Fathul Wahid dan Yudi Prayudi

Siapa dosen idolamu?

Bagi Teuku Didik Sudyana, Dosen STMIK-Amik Riau yang sedang menempuh S2 di Magister Teknik Informatika PPs FTI UII ini mempunyai penilaian tersendiri, untuk menjawabnya dan baginya Fathul Wahid, Ph.D dan Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom merupakan dosen idola yang selalu memberikan inspirasi.

“Kalau Fathul Wahid, Ph.D jadi idola waktu semester 1, ketika beliau ngajar metode penelitian, cara penyampaian materinya santai, bersahaja namun membuat terkagum-kagum ketika beliau berbicara. Terus selesai kuliah mulai “kepoin” beliau, mencari segala informasi tentang dirinya, ternyata beliau orang yang sangat hebat, mulai dari cerita kecilnya yang susah, cerita dapat kerja di UII, bahkan sampai s3 ke agder” jelasnya melalui pesan singkat (23 Rabiul Tsani 1437 H / 3 Februari 2016 M).

“Membaca tulisan Fathul Wahid, Ph.D, membuat semangat menulis timbul, apalagi ketika membaca tulisan di blognya, sampai sekarag pun belajar bagaimana caranya dapat menulis seperti beliau. Apalagi ketika melihat publikasi internasionalnya yang woooww banyaknya, jadi terinspirasi nanti kalau tamat s2 dapat punya banyak penelitian seperti beliau” ujarnya.

Didik menambahkan “Nah kalau Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom, mulai menjadi idola ketika semester 2, juga suka dengan cara penyampaian materinya, cara beliau berbicara dengan gaya bersahajanya, namaun beliau dikenal dimana-mana sebagai pakar digital forensik, setiap melihatnya jadi pembicara dalam acara-acara seperti peresmian kick off asosiasi forensik digital indonesia, selalu berkesan”.

“Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom yagn juga berjasa membuat mahasiswa digital forensik terlatih untuk selalu menulis dengan tugas-tugas yang diberikan. Walaupun beberapa mahasiswa mengeluh karena banyaknya, namun tetap menyambutnya dengan positif. Sekarang sudah menjadi terbiasa menulis. Fathul Wahid, Ph.D yang membuat semangat, Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom yang melatih dan membiasakan menulis” ujar Didik diakhir pesan singkatnya.

MTI, Cetak Profesional Teknik Industri

Yogyakarta. Dr. Taufik Immawan, Dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MTI PPs FTI UII), menyatakan “Seorang Profesional Teknik Industri itu adalah SDM dengan kompetensi ketekindustrian yang memahami dan dapat mengembangkan ilmunya”. Hal tersebut disampaikan di ruang kerjanya di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,5 Sleman Yogyakarta (18/01/2016).

“Keseriusan PPs FTI UII mencetak Profesional Teknik Industri secara umum UII tampak pada Pengumuman klasifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi klaster pertama untuk tahun 2015 ini telah di keluarkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) beberapa waktu yang lalu” ujarnya.

Kemenristek Dikti melakukannya penilaian dan memposisikan perguruan tinggi 10 Kampus Terbaik di Indonesia, berdasarkan empat kriteria, yaitu kualitas sumber daya manusia, kualitas manajemen dan organisasi, kualitas kegiatan kemahasiswaan, serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Keempat kriteria tersebut memaparkan posisi setiap perguruan tinggi masing-masing, sehingga setiap kampus berada di urutan yang berbeda, berdasarkan empat kriteria itu.

UII adalah termasuk sepuluh perguruan tinggi terbaik di Indonesia, dimana terdapat tiga perguruan tinggi swasta (PTS) yang berhasil menembus nominasi perguruan tinggi negeri (PTN) dalam pengumuman klaster pertama tahun ini selain Universitas Gunadarma dan Universitas Petra Surabaya.

Dengan hal tersebut Dr. Taufik Immawan berharap, para lulusan Magister Teknik Industri PPs FTI UII harus mampu bersaing di jagat teknologi kekinian. “Lulusan Magister Teknik Industri, adalah profesional yang mampu mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang teknologi Industri yang mampu bersaing di kancah dunia,” papar Dr. Taufik Immawan.

Idul Adha: Pengujian Total Action dan Excellent Action dalam beribadah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Hari Raya Idul Adha merupakan hari yang diistimewakan oleh Allah SWT, dimana pada hari tersebut Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah udhiyah atau ibadah Qurban” ujar Agus Mansur, ST, M.Eng.Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Kautsar ayat 2 fashalli lirabbika wanhar yang artinya “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” kata qurban sendiri diambil dari bahasa arab qaraba, yuqaribu, qurbanan yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT” ujarnya, yang disampaikan Rabu, 9 Dzulhijjah 1436 H / 23 September 2015.

Agus menjelaskan “Hakekat Ibadah Qurban adalah mewujudkan ketaatan kita kepada Allah (Total Action) dengan tanpa membantah atau mencari-cari alasan kenapa kita diperintah, dan melaksanakan kesempurnaan (Excellent Action) dalam ibadah, itulah dulu yang diperintahkan Allah kepada putra-putra nabi Adam A.S yaitu Qabil dan Habil, yang diperintahkan untuk melaksanakan kurban atas harta yang diberikan kepada mereka”.

Tersebutlah Habil, hamba Allah yang dengan penuh ketulusan, tidak membantah dan semata karena Allah SWT. Dia berikan contoh total action and excellent action dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dia berikan seekor domba terbaik yang dimilikinya untuk dijadikan kurbannya karena dia tahu apa yang dilakukan semata untuk Allah SWT semata.

Sedangkan Qabil dengan berbagai macam alasan yang mendominasi pikirannya ia berikan qurbannya. Karena Qurban yang diberikan tidak murni karena Allah SWT, di mana ia masukkan ego dan pamrih dalam beribadah, sehingga bukan yang terbaik yang dia berikan. Qabil telah merepresentasi dirinya dalam Poor Action dalam ibadah, bukan yang terbaik yang dia berikan namun sekedar menjalankan perintah. Akibatnya, qurban Qabil tertolak dan qurban Habil yang diterima Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Idul Adha juga merupakan napak tilas sunah nabi Ibrahim A.S yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam bentuk pengujian keimanan, ketaatan, dan keseriusan.

Dimana Allah SWT mengujinya untuk mengurbankan putera semata wayangnya yaitu Ismail A.S, putera yang sangat dicintai dan sangat lama dinanti kelahirannya (Allah SWT memberikan putera kepada nabi Ibrahim ketika usia beliau sudah tua). Kemudian Allah SWT menggantinya dengan seekor domba, sebagaimana dijelaskan dalam QS. As Shafat: 105 – 107.

Rasulullah Muhamad SAW memerintahkan kepada umatnya untuk melaksanakan Ibadah Qurban. Bahkan saking kuatnya perintah ini, beliau menyampaikan “jikalau umatnya mampu untuk melaksanakan ibadah qurban tapi enggan melakukannya beliau melarang orang tersebut untuk mendekati tempat ibadah-Nya” .

Ibadah Qurban adalah ibadah yang mengajarkan kesempurnaan, dimana hewan yang disembelih haruslah hewan yang tidak cacat, tidak sakit, tidak kurus dan disembelih dengan cara yang baik, serta didistribusikan secara baik. Sedangkan waktu pelaksanaannya dimulai dari pagi setelah sholat Idul Adha (10 Dhulhijjah) hingga berakhirnya hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

Islam adalah agama yang sempurna dan mengajarkan pemeluknya untuk melaksanakan sesuatu untuk mencapai yang terbaik, dengan cara terbaik dan dengan niat yang terbaik. Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan kita sebagai golongan hambanya yang baik. Aamiin, pungkas Agus Mansur.

Jerri Irgo

Energi Ramadhan, Energi Para Juara

Dengan terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan, maka tuntaslah rangkaian Ibadah Shaum yang diwajibkan bagi umat islam selama satu bulan penuh, tanpa jeda.

Inilah hari pembuktian siapa sajakah yang berhak mendapatkan predikqt Juara yang bertitel Al-Muttaqin (orang bertakwa) sebagaimana yang disebutkan Allah dalam surat albaqarah ayat 183 “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kamu supaya kamu menjadi orang yang bertakwa”.

Gema Takbir berkumandang dari bibir-bibir manusia yang berbahagia, mengagungkan nama Allah SWT membahana diseluruh penjuru bumi, yang disambung gegap gempita malaikat yang berada di langit layaknya menyambut sang Juara. Inilah hari kemenangan bagi jiwa yang mampu menahan nafsunya, inilah hari kemenangan bagi jiwa yang patuh pada perintah tuhan-Nya, inilah hari kemenangan bagi jiwa yang selalu berderma.

Iedul Fithri, kembali kepada fitrah yang suci, adalah hari kemenangan bagi mereka yang telah menyempurnakan puasanya atau lebaran (selesai) dalam menjalankan puasanya yang ditutup dengan mengeluarkan zakat fitrah. Islam adalah agama yang sempurna, yang mengajarkan kepada umatnya melakukan hablumminallah dan hablumminannas , dengan demikian Puasa tidak hanya dipahami sebagai nilai spiritual pribadi antara manusia dengan Allah tapi puasa mengajarkan kita untuk mempunyai jiwa social yang menyeru kepada umat manusia menjadi peduli kepada sesama.

Dalam kalimat bijak disampaikan “Tidaklah dikatakan memperoleh Ied bagi mereka dengan busana yang Jadid (baru), tetapi mereka yang mendapatkan Ied adalah mereka yang takwanya Taziid (bertambah)”. Sungguh energy Ramadhan adalah energy para Juara, energy yang membawa kepada kebaikan, energy yang membawa kepada kefitrahan manusia.

Kekuatan energy ini akan terukur sejak bulan Syawal, karena syawal sendiri artinya peningkatan, artinya jika para manusia menjadi lebih baik pasca Ramadhan berarti puasa yang dilakukan sukses atau diterima, begitu pula sebaliknya. Sehingga dihari raya Iedul Fitri do’a yang paling Indah untuk disampaikan adalah Taqaballahu Minna wa Minkum, Taqabballahu Shiyamana wa shiyamakum, Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal Aidin wal Faizin. (Semoga Allah menerima amal kita dan amal anda sekalian, menerima puasa kita dan puasa anda sekalian, semoga Allah menjadikan kita dan anda sekalian orang-orang yang kembali suci dan memperoleh kemenangan). Allahu Akbar 3x, Laa Ilahaa Illa Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamdu.

Disampaikan Agus Mansur, ST, M.Eng. Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas islam Indonesia (PPs FTI UII).