Berpikir Seperti Ekonom

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

Berpikir Seperti Ekonom

Keberhasilan dalam mengelola bisnis sangat ditentukan seberapa anda memahami pasar di mana berbisnis. Tidak peduli seberapa besar ukuran perusahaan anda. Tidak peduli usia operasional perusahaan anda. Tidak peduli jenis usaha anda.

Tidak masalah jenis organisasi anda, apakah organisasi bisnis yang berorientasi profit atau institusi nirlaba seperti rumah sakit dan sekolahan.

Memahami pasar berarti mampu mengenali peluang, kendala, dan tantangan yang dihadapi untuk memaksimalkan tujuan dan nilai organisasi. Bagi organisasi bisnis, tujuan perusahaan adalah memaksimalkan profit melalui pelayanan pelanggan dan pengembangan bisnis dan produk. Sementara bagi organisasi nirlaba, tujuan institusi adalah memberikan pelayanan publik atau anggota organisasi secara efektif dengan menggunakan sumber daya yang paling efisien.

Pengelolaan organisasi bisnis memerlukan pilihan keputusan strategi dan eksekusi strategi yang efektif.

Teori dan konsep-konsep ilmu ekonomi dapat digunakan untuk menentukan keputusan strategi dan bagaimana memilih berbagai alternatif keputusan. Umumnya bidang ilmu ekonomi yang paling banyak digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis adalah ekonomi mikro (microeconomics). Bidang ilmu ekonomi mikro ini mempelajari bagaimana perilaku individu dari konsumen dan perusahaan dalam memenuhi kebutuhannya untuk memaksimalkan kepuasan atau nilai perusahaan.

Ekonom menggunakan asumsi dalam menganalisis permasalahan dan pengambilan keputusan atau kebijakan.

Asumsi dapat menyederhanakan dunia yang kompleks dan memudahkan dalam memahami persoalan. Untuk mempelajari pengaruh perdagangan internasional, misalnya, ekonom mengasumsikan bahwa dunia hanya ada dua negara dan setiap negara hanya menghasilkan dua barang.

Tentu saja, dalam kenyataannya di dunia ini ada banyak negara dan setiap negara menghasilkan banyak produk dan jasa. Tetapi, dengan mengasumsikan dunia hanya terdiri dari negara dan dua jenis produk, ekonom dapat memfokuskan pada inti permasalahan, yaitu perdagangan internasional. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perdagangan internasional dalam dunia imajiner yang disederhanakan, maka ekonom dapat memahami persoalan perdagangan internasional yang lebih kompleks.

Selain penggunaan asumsi, ekonom kerap menggunakan model ekonomi (economic models). Model merupakan penyederhanaan dari realitas. Umumnya ekonom menggunakan model ekonomi The Circular-Flow Diagram dan The Production Possibilities Frontier.

Model pertama: the circular-flow diagram

Perekonomian suatu negara terdiri dari banyak jutaan orang yang melaksanakan berbagai aktivitas seperti pembelian, penjualan, bekerja, rekruitmen tenaga kerja, produksi, investasi, dan lain-lain. Untuk memahami bagaimana perekonomian bekerja, ekonom menggunakan model The Circular-Flow Diagram. Model ini menjelaskan hubungan antara pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian. Dalam model The Circular-Flow Diagram, pelaku ekonomi disederhanakan hanya dua: rumah tangga (households) dan perusahaan (firms).

Rumah tangga membeli dan mengkonsumsi barang dan jasa. Selain itu rumah tangga juga menyediakan faktor produksi seperti tanah dan tenaga kerja. Rumah tangga menerima income atas upah dari tenaga kerja yang diberikan, penerimaan hasil penyewaaan atas tanah, dan hasil penggunaan modal.

Sementara itu, perusahaan memproduksi dan menjual barang dan jasa ke rumah tangga. Perusahaan mempekerjakan tenaga kerja dan menggunakan faktor produksi yang disediakan rumah tangga. Perusahaan menerima pendapatan dari rumah tangga atas hasil penjualan barang dan jasa.

Perusahaan membayar upah, sewa, dan imbal hasil atas penggunaan modal dari rumah tangga.

The Circular-Flow Diagram merupakan skema representasi organisasi sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Keputusan dibuat oleh rumah tangga dan perusahaan. Rumah tangga dan perusahaan saling berinteraksi dalam pasar barang dan jasa (dimana perusahaan sebagai penjual dan rumah tangga sebagai pembeli) dan pasar input faktor-faktor produksi (dimana perusahaan sebagai pembeli dan rumah tangga sebagai penjual).

Model kedua: the production possibilities frontier

The Production Possibilities Frontier merupakan grafik yang menunjukkan kombinasi output dalam perekonomian yang mungkin dapat dihasilkan dengan faktor produksi dan teknologi yang tersedia.

Dalam Production Possibilities Frontier, perekonomian diasumsikan hanya memiliki kemampuan untuk menghasilkan dua kombinasi produk, misalnya mobil dan komputer.
Perekonomian mampu menghasilkan kombinasi output mobil dan komputer dalam dan di titik sepanjang production possibilities frontier. Peningkatan kapasitas produksi dimungkinkan dengan peningkatan teknologi dan produktivitas tenaga kerja.

Konsep-konsep ekonomi yang dapat kita pelajari dari model Production Possibilities Frontier adalah: scarcity, efficiency, trade-offs, opportunity cost, dan economic growth.
Perekonomian mencapai kondisi efisien manakala menghasilkan produk pada titik sepanjang production possibilities frontier.

Keputusan produksi suatu produk dilakukan secara trade-offs, meningkatkan output produk dengan menurunkan output produk lain. Keputusan trade-offs ini juga menimbulkan opportunity cost. Dalam production possibilities frontier kita juga mengenal konsep economic growth, pertumbuhan ekonomi suatu negara meningkat manakala terjadi shifting dalam production possibilities frontier.

Penggunaan konsep ekonomi dalam bisnis Sejatinya, manajer mengelola bisnis dimaksudkan untuk menghasilkan keuntungan atau profit melalui penyediaan produk dan jasa kepada pelanggan. Secara sederhana, profit dicapai bila pendapatan yang diperoleh melebihi biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, bila pendapatan tidak dapat menutupi biaya, maka perusahaan menderita kerugian. Setiap keputusan yang dilakukan manajer diarahkan untuk mendapatkan profit secara maksimal.

Dalam mengelola bisnis, keputusan penting yang harus diambil oleh manajer adalah berapa unit output yang harus diproduksi atau dijual untuk mendapatkan profit maksimal dengan sumber daya faktor produksi yang terbatas.

Untuk melayani pelanggan dengan menyediakan produk dan jasa, manajer mengelola sumber daya. Dalam ilmu ekonomi sumber daya ini merupakan faktor-faktor produksi sebagai input dalam fungsi produksi.

Contoh faktor produksi yang umum digunakan dalam model fungsi produksi adalah labor dan kapital, yang lazim dinotasikan sebagai Q = f (L,K). Fungsi ini cukup mewakili dari keseluruhan fungsi produksi Q = f (X1, X2, …, Xn). Dimana L dan K masing-masing melambangkan labor dan capital.

Penggunaan sumber daya faktor produksi menimbulkan cost. Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal berbagai jenis dan konsep cost: variabel cost, fixed cost, sunk cost, avoidable cost, opportunity cost, explicit cost, dan implicit cost. Menariknya, konsep cost dalam ilmu ekonomi lebih komprehensif dibandingkan dengan konsep cost yang diajarkan dalam akuntansi.

Karenanya, dalam ilmu ekonomi kita menyebut economic profit, yang dihitung dari total revenue dikurangi explicit costs dan implicit costs. Sementara profit yang umum dikenal dalam perhitungan profit perusahaan adalah accounting profit. Dalam accounting profit, cost yang diperhitungkan hanyalah explicit cost.

Memaksimalkan economic profit merupakan misi utama manajer dalam mengelola bisnis. Ilmu ekonomi mengajarkan konsep marginal analysis untuk pengambilan keputusan yang paling optimal. Konsep marginal analysis didasarkan pada berapa output atau benefit yang paling optimal atas keputusan perubahan tingkat input atau aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan output.

Pemahaman manajer mengenai konsep permintaan (demand), penawaran (supply), dan keseimbangan pasar (market equilibrium) penting untuk mengenali dan melayani konsumen dalam konteks persaingan pasar. Dalam ilmu ekonomi, setidaknya tingkat persaingan pasar dibedakan sesuai struktur pasar menjadi pasar dengan persaingan sempurna (competitive market), pasar dengan monopoli (market power), monopolistics competition, dan pasar oligopoli. Pemahaman tingkat persaingan pasar mengarahkan manajer dalam keputusan strategi harga dan keputusan produksi yang paling optimal.

Dalam pasar persaingan sempurna, banyak perusahaan yang menjual produk yang sama atau tidak ada differentiated, tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk masuk atau keluar pasar.

Pada struktur pasar seperti ini, manajer akan mengikuti harga pasar (price-taker). Dengan harga yang sudah ditentukan oleh pasar melalui keseimbangan permintaan dan penawaran, keputusan rasional seorang manajer adalah menentukan berapa unit output yang harus diproduksi dan dijual untuk memaksimalkan profit.

Pada pasar monopoli, sebaliknya, hanya ada satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa di pasar. Umumnya hambatan untuk memasuki pasar terjadi karena beberapa penyebab, antara lain sumber daya monopoli, proteksi dari pemerintah atau hak eksklusif yang diberikan pemerintah kepada suatu perusahaan. Manajer memiliki kebebasan dalam menentukan harga produk untuk memaksimalkan profit.

Pada pasar monopolistics competition, merupakan antara monopoli dan persaingan sempurna. Pada struktur pasar mopolistik, banyak perusahaan menjual produk yang serupa namun tidak sama. Karakteristik utama dari struktur pasar monopolistik adalah diferensiasi produk. Adanya product differentiation ini, manajer pada struktur pasar monopolistik tetap sebagai price-setter, alih-alih sebagai price-taker.

Pada setiap struktur pasar di atas, baik pasar persaingan sempurna, monopoli, maupun monopolistik, manajer tidak perlu mempertimbangkan reaksi pesaing dalam melakukan strategi perubahan harga. Manajer fokus pada penentuan unit output atau harga secara independen. Kondisi ini tidak bisa terjadi pada struktur pasar oligopoli. Dalam pasar oligopoli, keputusan harga dan penentuan output akan direspon oleh pesaing. Karenanya, manajer perlu memahami keputusan dan reaksi pesaing atas strategi yang dilakukan perusahaan.

Permintaan suatu produk menentukan tingkat penjualan. Pemahaman yang baik mengenai bagaimana hukum permintaan bekerja dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi tingkat permintaan penting bagi para manajer dalam keputusan bisnis.

Ilmu ekonomi mengajarkan konsep yang sangat menarik mengenai permintaan yang melahirkan hukum permintaan (the law of demand). Dalam ilmu ekonomi, hukum permintaan disederhanakan dengan melihat hubungan antara harga (price) dan jumlah unit barang yang diminta (quantity demanded).

Hukum permintaan menyatakan bahwa dengan asumsi faktor-faktor lain tetap – sering disebut dengan istilah ceteris paribus, kuantitas barang yang diminta akan menurun manakala harga barang tersebut naik.

Ilmu ekonomi menyajikan keterkaitan antara harga dan kuantitas barang yang diminta dalam kurve permintaan. Dari kurve permintaan ini, manajer dapat menganalisis keputusan strategi harga apakah penaikan harga atau penurunan harga untuk menentukan jumlah penjualan yang paling optimal.

Menariknya, tidak selalu keputusan penurunan kenaikan harga jual dapat meningkatkan penjualan total. Ilmu ekonomi mengingatkan para manajer untuk memerhatikan elastisitas permintaan sebelum para manajer menaikkan atau menurunkan harga barang dan melihat pengaruhnya terhadap penjualan total.

Permintaan pasar merupakan penjumlahan secara agregat permintaan individu dari setiap konsumen. Kurve permintaan dapat pindah (shifting) dari kurve D1 ke kurve D2, D3, dan seterusnya.

Perpindahan dari D1 ke D2, D3, dan seterusnya dimungkinkan karena perubahan income, perubahan harga produk-produk subsitusi dan komplimenter, perubahan selera konsumen, ekspektasi terhadap kondisi masa depan, jumlah pembeli dalam pasar.

Dalam mengelola bisnis, manajer perlu memahami dinamika perubahan permintaan pasar ini agar dapat melalukan peramalan permintaan suatu produk dan jasa dengan lebih baik.
Di sisi penawaran, ilmu ekonomi mengajarkan kurve penawaran untuk menganalisis keterkaitan antara harga produk dengan kuantitas produk yang ditawarkan di pasar. Semakin tinggi harga produk, maka banyak perusahaan yang bersedia memproduksi atau menjual produk ke pasar.

Perpindahan kurve penawaran dimungkinkan bila ada perubahan harga faktor input produksi, penerapan dan kemajuan teknoologi, ekspektasi, dan jumlah penjual di dalam pasar.

Dari kurve permintaan dan penawaran diperoleh titik keseimbangan pasar (market equilibrium). Suatu kondisi keseimbangan pasar pada harga dan kuantitas tertentu. Pada keseimbangan pasar tidak terjadi surplus atau shortage barang.

***

Banyak konsep dan cara pemikiran ekonom yang dapat diadaptasi oleh manajer dalam mengelola bisnis untuk memaksimalkan nilai perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang terbatas secara efisien dan efektif.

Terminologi dan konsep-konsep dalam ilmu ekonomi seperti marginal revenue, total revenue, marginal product, average product, total product, marginal cost, hukum permintaan, hukum penawaran, keseimbangan pasar, elastisitas, production possibilities frontier, price discrimination, profit maximization, economies of scale and scope, cost-minimizing, game theory, dan lain-lain perlu digali dan dipelajari kembali, sehingga manajer mampu memiliki pemahaman yang baik, pemikiran, dan pertimbangan keputusan bisnis yang komprehensif di tengah perubahan lingkungan bisnis yang sangat dinamis ini.

Peningkatan Daya Saing Profesional TI di Era Global

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Ketua Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise / Ketua Program Pascasarjana FTI UII

Materi Kuliah Umum : Peningkatan Daya Saing Profesional TI di Era Global

Disampaikan di STIMIK Balikpapan – 06 Mei 2018

Bagi-Bagi Sembako Di Monas

Ismail Fahmi, Ph.D – Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia
– – – – – –

 

Weekend kemaren ada dua event besar di Jakarta. Hari Sabtu di Monas, ada acara bagi-bagi sembako oleh Forum Untukmu Indonesia; lalu hari MInggunya ada CFD dimana massa dengan kaos #2019GantiPresiden tumpek blek. Kedua acara ini bisa dibilang tidak happy ending citranya. Acara di Monas dinodai oleh lautan sampah dan taman yang rusak, serta massa yang kepanasan, kelaparan, ada yang pingsan, dan anak yang hilang. Sedangkan acara di CFD rusak citranya karena adanya intimidasi dari sebagian peserta #2019GantiPresiden kepada ibu dan anak yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja.

Nah, sekarang kita lihat dulu acara “Pesta Rakyat” di Monas dari kacamata Drone Emprit. Di postingan berikutnya baru kita lihat acara di CFD itu.

Data

Kita gunakan kata kunci “monas” dan “forum untukmu indonesia” dari tanggal 28-29 April. Dalam periode ini didapat 15K percakapan, dengan trend yang terus naik. Tanggal 30 April kemungkinan masih tinggi.

SNA

Pemetaan warganet yang terlibat percakapan itu menggunakan SNA, menampilkan dua buah cluster yang sangat tidak imbang. Satu cluster sangat besar, mendominasi percakapan; ini cluster oposisi. Cluster satunya sangat kecil; biasanya ini cluster pro pemerintah.

Kecilnya cluster pro menandakan mereka tidak tertarik untuk membahas soal acara di monas itu.

Cluster Dan Narasi

Key opinion leader yang ada di cluster pro tidak banyak yang muncul. Dari sebagian yang muncul, hampir semua menyuarakan narasi yang sama. Yaitu, kekacauan di acara bagi-bagi sembako di Monas itu adalah karena kebijakan Anies yang membuka Monas untuk acara publik, dan menuding acara ini disponsori atau diprakarsai oleh Pemprov DKI.

 

Sementara itu, cluster oposisi banyak meretweet penjelasan dari Pemprov DKI yang menunjukkan bukti berupa surat keterangan dari panitia Forum Untukmu Indonesia bahwa Pemprov DKI tidak bertanggung jawab dan tidak terlibat dalam acara ini.

Cluster ini juga membahas opini Seword yang menyalahkan Anies, gara2 kebijakannya terjadi lautan sampah di Monas. Selain menyoroti lautan sampah, cluster ini juga menyoroti adanya simbol agama tertentu dalam poster yang dibawa anak-anak berkeliling area taman Monas, isi nasi kotak yang berupa nasi dan dua potong nugget, dan profesionalitas penyelenggara.

Closing

Acara di Monas ini kalau dilihat dari penyelengaranya, acaranya, dan peserta yang diundang hadir, sebenarnya bisa menjadi isu yang sensitif. Namun saya lihat pembahasan di media sosial ada kecenderungan dari cluster oposisi untuk tidak menjadikan isu agama sebagai sentral. Mereka mencoba menghindari isu ini. Dan ini bagus, karena kalau masuk ke isu identitas lebih merugikan bagi bangsa.

Ini yang perlu menjadi renungan, sekaligus melihat cermin kondisi masyarakat kita saat ini. Mengapa setiap ada acara bagi-bagi sembako animo publik begitu besar?

Apakah mereka sedang kesulitan ekonomi? Apakah sembako untuk beberapa hari saja itu sudah sangat berharga bagi mereka, sehingga mereka rela antri dalam panasnya lapangan Monas? Apakah bagi-bagi sembako adalah solusi bijak untuk menolong mereka?

Apakah mereka sedang kesulitan ekonomi? Apakah sembako untuk beberapa hari saja itu sudah sangat berharga bagi mereka, sehingga mereka rela antri dalam panasnya lapangan Monas? Apakah bagi-bagi sembako adalah solusi bijak untuk menolong mereka?

Kejadian ini harusnya jadi bahan gagasan buat disampaikan ke publik bagi capres yang akan tampil di balik hestek #2019GantiPresiden, dan bahan untuk menunjukkan kinerja selama ini dari #DiaSibukKerja. Bagaimana mereka punya gagasan untuk mengentaskan kemiskinan, atau apa yang sudah dikerjakan oleh mereka dalam kesibukan bekerja mengentaskan kemiskinan selama ini?

 

Ekonomi Keberkahan di Kopi Klotok

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –Ekonomi Keberkahan di Kopi Klotok

Bagi para pelanggannya, kopi klotok di Kledokan Pakem, Jalan Kaliurang Jogjakarta selalu memberikan suasana tentram dan terasa pulang ke rumah kampung halaman. Pelanggan yang pernah datang dan menikmati menu makanan di warung kopi klotok ingin kembali lagi.

Di kopi klotok, pelanggan disuguhi segelas kopi panas dengan rasa dan aroma kopi yang khas, menu makanan masakan Jawa rumahan dengan rasa kenangan masa kecil. Penyajian makanan secara prasmanan. Selayaknya tamu, pelanggan bebas mengambil menu masakan sendiri, langsung dari dapur.

Nama kopi klotok disematkan dari proses memasak minuman kopi. Klotok atau nglotok – Bahasa Jawa, berarti mengelupas. Proses mengelupasnya kopi adalah saat air disiramkan ke panci yang lengket dengan kopi yang dimasak tanpa air. Penyajian kopi klotok dihasilkan dari kopi bubuk yang dimasak dalam panci panas tanpa air. Setelah beraroma sedikit gosong, panci disiram dengan air hingga mendidih. Kopi bubuk di panci pun mengelupas – nglotok.

Kopi klotok menjadi menu favorit setiap tamu di warung yang berada di kampung pedesaan ini. Rasa pahit yang pas dan aroma kopi yang sedap, mengingatkan penikmat kopi klotok kenangan masa kecil. Para tamu menikmati kopi klotok dengan pisang goreng atau menu masakan nasi dan lauk rumahan seperti sayur atau jangan lodeh lombok ijo, lodeh terong, dan lodeh kluwih. Semuanya menu disajikan di dapur atau pawon. Proses memasak dengan tungku yang dipanaskan dari kayu bakar.

Harga minuman dan makanan di kopi klotok sangatlah terjangkau. Bahkan beberapa menu, pelanggan diberikan kebebasan untuk mengambil porsi tambahan sepuasnya, dengan harga tetap satu porsi.

Pelanggan kopi klotok menikmati minuman kopi dan makanan di warung yang dibangun dalam bentuk rumah joglo limasan yang teduh, di tengah pemandangan sawah dan pohon- pohon pedesaan yang asri.

Belajar Ekonomi Keberkahan

Pelanggan yang datang ke kopi klotok tidak hanya menemukan kepuasan dalam menikmati minum kopi dan masakan rumahan di masa kecil. Pelanggan juga menemukan kebahagiaan dan kedamaian.

Dari obrolon dengan Jerri Irgo, sahabat yang selalu menemani dan mengajak saya ke kopi klotok setelah saya selesai mengajar di kelas logistik program magister teknik industri fakultas teknologi industri UII Jogja, saya mendapatkan pelajaran di kopi klotok ini.

Mbak Yani, pemilik kopi klotok, dulunya adalah eksekutif bank nasional. Mulai merintis usaha warung kopi klotok sejak tahun 2015. Dalam mengelola bisnis ini, Mbak Yani ikut melebur bersama karyawannya meladeni pelanggannya, para tamunya. Bersama karyawannya, Mbak Yani menerima tamu yang berkunjung di kopi klotok. Mencarikan tempat duduk, menyuguhkan kopi, makanan, hingga mengambil dan membersihkan meja, gelas, dan piring yang sudah terpakai. Semuanya dilakukan dengan santai, seperti halnya melayani tamu-tamu yang berkunjung ke rumah. Ia tak tampak sebagai pemilik, pengusaha kopi klotok.

Dari Mbak Yani, pelanggan belajar bagaimana menjadi mengelola usaha dengan nilai-nilai “handarbeni”. Ia meneladankan kepada semua karyawannya, untuk merasa duwe lan handarbeni, pemilik yang memiliki. Setiap karyawan dicontohkan untuk secara tulus melayani pelanggan selayaknya saudara dan kerabat yang menjadi tamu di rumahnya. Menyapa secara personal.

Pelanggan pun memiliki pengalaman yang mengesankan selama berkunjung di kopi klotok. Tidak hanya kebutuhan fungsional yang terpenuhi dari segelas kopi, pisang goreng, dan masakan sayur lodeh rumahan. Di kopi klotok, pelanggan akan mendapatkan rasa tentram, menginspirasi, bahkan nilai-nilai keberkahan.

Menyoal nilai-nilai keberkahan ini, saya mendapatkan pelajaran menarik dari model pengelolaan bisnis warung kopi klotok ini.

Dengan kebebasan pelanggan mengambil dan memesan makanan, tentunya dari perspektif sistem akuntansi, proses bisnis seperti ini sangat berisiko. Pasalnya, bisa saja pelanggan mengambil makanan 5, namun membayar 1. Sebutan Darmaji, menurut kawan saya yang dari penutur Bahasa Sunda. “Dahar lima, membayar hiji”. Makan lima makanan, namun hanya membayar satu.

Tidak ada catatan atau nota pesanan dari pelanggan yang dicatat petugas warung. Pelanggan datang, mengambil makanan, memesan kopi dan pisang goreng sepuasnya. Bila pelanggan sudah selesai makan, cukup melapor ke kasir berapa banyak dan jenis makanan dan minuman apa yang telah dimakan. Kasir menginput di mesin cash register sesuai perkataan pelanggan. Kasir percaya apa yang dikatakan pelanggan. Kasir tidak memerlukan nota atau catatan pesanan pelanggan. Harga total yang harus dibayar pun tertera di struk cash register. Tanpa perlu verifikasi. Pelanggan pun membayarnya.

Model proses bisnis dan sistem pemrosesan transaksi ini pun merupakan “anomali” dalam sistem akuntansi. Anda tahu, bahwa sistem akuntansi mengharuskan adanya catatan, bukti pesanan, dan verifikasi atas setiap transaksi untuk meminimalkan risiko fraud dan potensi kerugian perusahaan dari pelanggan yang melakukan “kecurangan”.

Di kopi klotok, kaidah sistem pengendalian internal seperti yang diajarkan di bangku kuliah kelas sistem akuntansi tidak berlaku. Mbak Yani memahami potensi risiko ini, namun tidak mempersoalkannya. Mbak Yani berpikiran positif, bahwa setiap pelanggan yang datang ke kopi klotok selalu menerapkan kejujuran dalam bertransaksi.

Para wanita hamil di kopi klotok mendapat perlakuan istimewa. Mbak Yani tidak membebankan tagihan atas order minuman dan makanan yang dipesan wanita hamil. Mbak Yani mengelola warung kopi klotok dengan menggunakan nilai-nilai mulia ekonomi keberkahan.

Bagi sebagian pengusaha dan pelaku bisnis umumnya, pengelolaan bisnis cara kopi klotok tidaklah “rasional”. Di zaman yang lebih mengedepankan perilaku rasional, semuanya didasarkan pada pertimbangan keuntungan finansial, yang dihitung dari kalkulasi untung dan rugi.

Namun, kopi klotok membuktikan bahwa berbisnis tidak selalu rasional bagi akal manusia yang segala sesuatu ditakar dalam perhitungan keuntungan finansial semata. Model bisnis cara kopi klotok telah melampaui perhitungan rasional. Setiap harinya, pelanggan ramai bertamu di kopi klotok. Jumlah pelanggan meningkat hampir lima kali lipat pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Hari di mana orang-orang kota sejenak ingin keluar dari rasionalitas bisnis untung-rugi. Orang-orang kota ingin merasakan dan kembali pada fitrah manusia: ketulusan, pelayanan, berbagi, dan keberkahan, dengan menikmati segelas kopi dan pisang goreng di rumah kopi klotok.

Kita merindukan ekonomi keberkahan dengan mengelola bisnis yang membeikan keberkahan bagi pelanggan, pekerja, pemasok, dan masyarakat sekitar.

Keberkahan bagi pelanggan, karena merasakan kepuasan dan kabahagiaan ketika bertamu ke rumah kopi klotok. Keberkahan bagi pekerjanya, karena semua pekerja merasa “handarbeni” dan melayani dengan tulus setiap pelanggan yang bertamu. Keberkahan bagi pemasok sayur, beras, telur, lombok ijo, dan lain-lain yang umumnya petani dan pedagang di pedesaan. Keberkahan bagi tukang parkir, dan keberkahan bagi semesta.

Dari usaha kopi klotok, pertumbuhan ekonomi pedesaan pun tumbuh dan menyejahterakan pekerja, pemilik, pemasok, masyarakat sekitar, dan ekosistemnya. Buah dari keberkahan.

Jogjakarta, 7 April 2018
Untuk Ismail Fahmi, Jerri Irgo, dan pelanggan kopi klotok.

#2019GantiPresiden vs #Jokowi2 Periode dalam Perspektif Drone Emprit

Ismail Fahmi, Ph.D – Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia
– – – – – –

#2019GantiPresiden vs #Jokowi2 Periode dalam Perspektif Drone Emprit

Lagi ramai dibahas soal kaos dan dua hashtag pada judul di atas. Ada yang bilang kalau hashtag #2019GantiPresiden merupakan anti tesis dari hashtag #Jokowi2Periode yang sudah terlebih dahulu dipromosikan. Opini lain bilang kalau #2019GantiPresiden hanyalah gerakan dari segelintir orang, emosional, dan tidak jelas maunya apa karena tidak dijelaskan siapa penggantinya.

Dan yang paling epic adalah komentar dari presiden sendiri tentang kaos #2019GantiPresiden, yang mempertanyakan apakah kaos bisa mengganti presiden 🙂

Allright, bagaimana Drone Emprit memandang tik-tak kedua hashtag ini?

DATA

Drone Emprit menggunakan kedua hashtags, #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode. Data didapat sejak 1 April hingga sekarang. Selama periode ini, didapat 110 ribu mention di Twitter tentang hashtag #2019GantiPresiden, dan hanya 18 ribu mention untuk #Jokowi2Periode.

JOKOWI TOP PROMOTER #2019GantiPresiden

Dari tren volume percakapan, kita lihat pada tanggal 8 April, total mention harian hashtag ini meningkat sangat pesat sekitar 300%. Sebelumnya maksimal 7 ribu per hari, menjadi 37 ribu pada tanggal ini. Siapa top promoter dari kenaikan ini?

Dari grafik trend, kita bisa telusuri percakapan di media online. Pada tanggal 7 April, sehari sebelumnya, diberitakan bahwa Presiden Jokowi menyindir hashtag #2019GantiPresiden: “Masa kaus bisa ganti presiden?” Dan butuh kira2 setengah hari untuk mendapatkan response masif dari warganet. Pada hari berikutnya, hashtag ini mencapai puncak popularitasnya.

HASHTAG #Jokowi2Periode BELUM DIGENJOT?

Agak jauh sebelum hashtag #2019GantiPresiden, wacana yang banyak berkembang adalah: tidak ada calon presiden lain yang mumpuni, hanya Jokowi yang sanggup. Sehingga, berbagai survey dan wacana yang dibangun adalah tentang “siapa calon wapres” yang pantas. Bersamaan dengan itu, wacana #Jokowi2Periode yang paling dominan berkembang.

Namun, dalam periode monitoring Drone Emprit, volume percakapan #Jokowi2Periode sepertinya kurang atau belum digenjot oleh para promotornya. Hashtag lain seperti #T3tapJokowi juga tidak terlalu ramai. Para promotor yang biasanya muncul dalam cluster pro pemerintah tidak muncul di sini.

Dibandingkan dengan volume percakapan untuk #2019GantiPresiden, bedanya jauh sekali. Apakah kerena belum digenjot dan ada narasi lain yang sedang digarap? Mungkin saja. Suatu saat nanti akan naik tinggi dengan dukungan penuh.

SNA: SIAPA PENDUKUNG #2019GantiPresiden?

Apakah benar hashtag ini hanya kerjaan segelintir orang? Kita lihat peta SNA yang ditampilkan Drone Emprit untuk hashtag ini. Dari peta ini kita lihat, hanya ada satu cluster yang sangat besar, dan sangat keciiil cluster yang kontra.

Cluster besar dan dominan itu berisi para promotor lengkap alias full team yang selama ini muncul dalam cluster MCA. Twit-twit mereka diretweet oleh sesama mereka, juga oleh follower yang kebanyakan polanya seperti akun asli, bukan robot. Hal ini bisa dilihat dalam profile relasi opinion leader dalam grafik SNA.

Selain artikel dari Kumparan dan Detik.com, cluster tersebut juga banyak menyebarkan artikel dari portal bikinan sendiri seperti portal islam. Isinya berupa berita tentang pidato Jokowi, response terhadap pidato itu, juga bagaimana kaos dengan hashtag ini banyak dibuat dan diperjualbelikan di portal ecommerce.

Dalam cluster ini, politikus PKS Mardani Ali Sera mengajak bikin gerakan #2019GantiPresiden pada 5 April. Dia ajak agar netizen fokus pada topik ini. Di sisi lain, presiden PKS Sohibul Iman mencoba melunakkan hashtag ini dengan argumen realistis bahwa saat ini belum ada paslon alternatif dan petahana masih sangat kuat.

Khumaini membantah bahwa gerakan ini tidak didukung oleh rakyat. Dia tunjukkan bukti sebuah lapak yang menjual kaos ini sedang ramai diserbu oleh pembeli. Mereka rela merogoh kocek, dan bukan sekedar menerima kaos drop-dropan dari pusat.

Cluster yang kontra hashtag ini sangat kecil. Hanya ada beberapa opinion leader di sana. Rustamibrahim mengritik hashtag #2019GantiPresiden ini, dan sebaliknya menyerang PKS dengan #2019GantiPKS. Namun ajakan dia bagi yang setuju dengan gagasan ini kurang mendapat banyak retweet (hanya 536), dibandingkan twit Mustafa Nahra yang mendapat 1898 retweet untuk sindiran ke aparat bahwa admin group WA #2019GantiPresiden akan ditangkap seperti halnya kasus Saracen dan MCA.

SNA: SIAPA PENDUKUNG #Jokowi2Periode?

Sekarang kita lihat SNA untuk percakapan #Jokowi2Periode. Dengan jumlah percakapan yang relatif lebih sedikit, kita lihat ada 2 cluster. Cluster yang kontra cukup aktif retweetnya, meski opinion leadernya tdak sebanyak dalam percakapan tentang #2019GantiPresiden. Cluster yang pro opinion leadernya tak terlalu terkenal, dan mereka yang biasanya aktif dalam cluster pemerintah tak muncul di sini.

Satu yang muncul yaitu @PartaiSocmed. Akun ini unik. Dia cenderung dalam cluster pro pemerintah. Namun dalam peta SNA, dia berada di antara kedua cluster. Artinya, twitnya ternyata juga diretweet oleh netizen yang berada dalam cluster kontra.

Mengapa demikian? Ternyata twitnya yang mengandung hashtag #Jokowi2Periode berisi kritikan kepada para pendukung Jokowi. Dia bilang, mainan hestek ini sampai berbusa-busa tidak akan berdampak jika di lapangan premium masih langka. Dia sadar, tak semua pemilih Jokowi main sosmed. Ini adalah self-critics yang membangun, dan diaminkan oleh mereka yang kontra.

Apakah karena ini juga hashtag #Jokowi2Periode tidak terlalu ramai, karena mereka sadar itu ndak akan terdengar sampai di telinga para pemiliih Jokowi?

PERANG HASHTAG

Dalam peta hashtag yang dibandingkan antara kedua data, kita temukan hal menarik. Untuk percakapan tentang #Jokowi2Periode, hashtag berikutnya yang paling populer adalah #2019GantiPresiden, yaitu anti-tesisnya sendiri. Sedangkan untuk percakapan tentang #2019GantiPresiden, hashtag berikutnya yang paling populer adalah #2019PresidenBaru; baru yang ketiga adalah #Jokowi2Periode.

Dalam perang hashtag ini, tampaknya pendukung #2019GantiPresiden sangat menguasai percakapan dalam media sosial.

CLOSING

Kita sudah lihat bagaiman perang hashtag dan kaos ini. Jika ini adalah gambaran dari tensi politik menjelang pilpres, semoga ini menjadi jalur penyaluran yang positif dan kreatif. Dari pada perang narasi topiknya tajam dan sensitif, perang melalui hashtag dan kaos saya rasa lebih ringan mudharatnya.

Bahkan saya lihat ada sisi positifnya. Masing-masing mengeluarkan kreatifitas dalam membuat kaos, desain, dll. Penyampaikan aspirasi dan kritik akhirnya tidak berupa turun ke jalan. Tetapi melalui produk seni yang kreatif. Para desainer dan pendagang kaos juga mendapat manfaat ekonomi yang lumayan. Itu pandangan Drone Emprit dari sisi kreatifitas dan ekonomi.

Dari sisi demokrasi, saya lihat gerakan gagasan melalui hashtag #2019GantiPresiden ini memiliki makna positif bagi proses demokrasi. Sangat tidak lucu jika pilpres hanya ada satu calon dan satu kotak kosong. Seolah bangsa ini begitu ekonomis dalam hal kepemimpinan nasional dan gagasan dalam membangun bangsa. Tidak ada tokoh lain yang pantas untuk diajukan.

Pernah dalam sebuah masa ketika pemilihan ketua IA ITB, ada seorang anak muda yang belum banyak relasi dan pengalamannya dibanding alumni lain, dia nekat mencalonkan diri. Meski tahu tak akan terpilih, dia tetap maju. Keberanian patut diacungi jempol, karena itu memperlihatkan bahwa banyak potensi dari alumni, bukan hanya satu, meski masih muda.

Saya lihat gerakan ini arahnya ke sana. Untuk menyakinkan bangsa bahwa kita ini bangsa besar, yang punya stok calon pemimpin. Meski sekarang belum kelihatan, namun narasi dan gagasan ini akan membangun keyakinan pada calon-calon tersebut, juga pada rakyat bahwa kita tidak ekonomis dalam intelektualitas, leadership, managemen, dan keberanian.

Masak ndak ada yang berani, dan kalah sama anak muda ITB itu?

= = kita tunggu tulisan Dr Zaroni, terkait #2019GantiPresiden vs #Jokowi2 Periode dalam Perspektif Logistics & Supply Chain

Memahami Skandal Data Facebook dan Cambridge Analytica

Yudi Prayudi, M.Kom ; Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) Universitas Islam Indonesia; Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII)

Memahami Skandal Data Facebook dan Cambridge Analytica

Kekuatan Facebook : Social Graph
Kekuatan dari data yang dihimpun oleh Facebook adalah dalam sebuah konsep keterhubungan yang dikenal dengan Social Graph. Melalui konsep ini, maka Facebook berusaha untuk memetakan apapun yang dilakukan dalam ruang siber ketika seseorang aktif membuka Facebook. Respon terhadap apa yang diunggah oleh seseorang dalam bentuk : like atau symbol emosi lainnya serta komen dan tag akan secara otomatis membentuk graph (garis keterhubungan) yang menunjukkan relasi antara orang, tempat serta sesuatu yang menyebabkan seseorang berinteraksi saat online.

Prinsipnya hampir semua layanan aplikasi online melakukan upaya untuk pengumpulan data pengguna untuk kepentingan targeting informasi. Namun kedalaman data dan informasi yang diberikan berbeda satu sama lainnya. Google hanya akan memberikan data bahwa satu produk baju telah dicari oleh seseorang yang berada di jalan x kota y. Namun kekuatan Sosial Graph dari Facebook akan memberikan informasi bahwa si A telah membeli baju di toko z di jalan x kota y dan baju yang dibeli di A juga dibeli oleh si B dan si C. Data Social Graph ini muncul karena si A melakukan checkin di toko z serta foto bajunya diposting kemudian dilike dan di- komentari oleh si B dan si C.

Graph keterhubungan tersebut tidak murni dalam bentuk sebuah garis keterhubungan, namun pada prinsipnya adalah sebuah informasi yang tersimpan dalam sebuah struktur data yang sangat komplek yang kemudian dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan output yang diharapkan. Berdasarkan Social Graph inilah iklan yang muncul di halaman Facebook kita akan sesuai dengan kecenderungan minat, aktivitas, respon saat kita membuka Facebook. Dari aspek marketing, maka beriklan di Facebook akan sangat menguntungkan karena iklan yang dipasang akan muncul pada user yang relevan dengan konten pada iklan tersebut. Dengan kata lain, aktivitas seseorang saat membuka Facebook akan menjadi trigger dari munculnya iklan ataupun informasi yang relevan dengan kecenderungan aktivitas si penggunanya. Salah satu pendapatan terbesar dari Facebook adalah biaya pemasangan iklan.

Selain itu, data yang terkumpul melalui konsep Social Graph ternyata memiliki akurasi yang tinggi dalam melakukan prediksi sesuatu. Aleksandr Kogan dan beberapa koleganya dari
Cambridge University’s Psychometric Centre termasuk yang respek dengan kemampuan Social Graph dari Facebook dan dalam beberapa riset yang dijalankannya, data yang didapat dari Social Graph ini ternyata memiliki akurasi yang sangat baik. Para peneliti ini menyimpulkan bahwa pilihan dan kecenderungan seseorang dapat dilihat dari rekam jejak digital kebiasaan sehari-harinya dalam ruang siber. Dalam hal ini Kogan menyimpulkan bahwa hasil profiling terhadap data pengguna Facebook maka terdapat akurasi 95 % untuk hal yang terkait dengan Ras dan akurasi 85 % terkait dengan pilihan politik.

Kesuksesan Facebook dalam menerapkan konsep Social Graph kemudian mendorong pengembang Facebook untuk meningkatkan kemampuannya. Maka kemudian konsep dasar tersebut dikembangkan lagi melalui konsep Open Graph yang memungkinkan pihak ketiga di luar Facebook untuk juga memanfaatkan data social graph yang dimiliki oleh Facebook untuk membangun social graph bagi kepentingan aplikasinya. Demikian juga sebaliknya, bagi Facebook, konsep Open Graph akan membuat data social graph yang dikelola oleh Facebook menjadi semakin lengkap sehingga apapun aktivitas seseorang di internet akan dapat dipetakan dalam social graph yang dikelola oleh Facebook.

Open Graph API yang dikenalkan oleh Facebook pada tahun 2010 ini pada prinsipnya adalah memberikan ijin pengembang aplikasi di luar Facebook untuk juga dapat mengakses data user dari Facebook. Hal inilah yang kemudian mendasari Pemerintah Amerika pada tahun 2011, melalui Departement Perdagangannya (US Federal Trade Commission – FTC) untuk memberikan perlindungan kepada user dengan memaksa Facebook untuk mendatangi sebuah perjanjian yang intinya pernyataan setuju untuk tidak membagikan data penggunanya tanpa persetujuan mereka (user). Perjanjian ini secara umum mengatur tentang berbagai kewajiban Facebook untuk menjaga data dan privacy dari penggunanya. Dan disebutkan pula bahwa apabila terjadi pelanggaran terhadap kewajiban tersebut maka Facebook akan dikenakan denda sebesar 40.000 US$ per data user yang dilanggarnya. Sehingga bila kasus Cambridge Analytica yang melibatkan penggunaan 50 juta data pengguna Facebook adalah merupakan salah satu bentuk pelanggaran dari perjanjian tersebut, maka bisa dibayangkan berapa besar denda yang harus dibayarkan oleh Facebook. Hal inilah yang memunculkan issue bahwa Facebook akan bangkrut.

Selain kekuatannya dalam hal Social Graph, hal lain yang juga dimiliki oleh Facebook adalah kemampuannya dalam merekam semua aktivitas pengguna selama dirinya aktif menggunakan Facebook. Facebook menyimpan dengan baik semua history dari aktivitas yang pernah dilakukan oleh penggunanya. Setiap saat pengguna bisa meminta rekaman dari history tersebut. Dengan demikian, sekali data ini bisa diakses maka profile seseorang akan dapat diketahui sepenuhnya.

Quizz Online
Adalah seorang peneliti dari Cambridge University’s Psychometric Centre yang bernama Aleksandr Kogan yang menjadi pintu masuk dari skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook. Sejak tahun 2007, Kogan telah sangat familiar dengan aplikasi Quiz dari Facebook dan telah memanfaatkannya untuk mendapatkan data personal dari user Facebook untuk kepentingan riset akademiknya. Sejalan dengan munculnya API dari Facebook maka kemudian Kogan memanfaatkannya untuk mengembangkan aplikasi sendiri yang mirip dengan aplikasi Quizz Facebook tersebut dan menjalankan terus proyek riset dan pengumpulan data akademiknya melalui perusahaannya sendiri yaitu Global Science Research (aplikasi bernama : thisisyourdigitallife).

Kemampuan Kogan dalam mengumpulkan data melalui API Facebook ini kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan Cambridge Analytica untuk meminta dibuatkan Quiz Kepribadian yang kelak akan dipasang pada aplikasi Amazon. Dengan iming-iming bayaran 1-2 US$, dan dengan komitment data hanya untuk kepentingan akademik, maka Quiz tersebut telah mampu menarik pengguna sekitar 270.00 user. Namun tanpa disadari oleh pengguna Quiz tersebut, ternyata data yang mereka isikan pada Quiz tersebut, ternyata juga menjadi pintu masuk untuk akses terhadap data kawan-kawan dan pertemanan yang terkoneksi dengan akun pengguna Quiz tersebut. Hal inilah yang kemudian memunculkan angka hampir 50 juta data pengguna Facebook. Dalam hal ini, Aleksandr Kogan menyatakan bahwa tugas dia hanya mengumpulkan data saja untuk kepentingan analisis politik, sementara bagaimana penggunaan data tersebut diluar kepentingan analisis politik adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Cambridge Analytica.

Restriksi API
Facebook mulai menyadari adanya hal yang diluar control dari akses dan penggunaan data pengguna Facebook yang didapat dari Open Graph API. Karenanya maka pada bulan April 2014, dilakukan redesign ulang kemampuan dari Open Graph API dengan sejumlah pembatasan akses kedalam data pengguna. Namun sayangnya hal ini tidak berlaku surut untuk aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan API sebelum April 2014. Hal ini sangat menguntungkan Cambridge Analytica karena masih mampu melakukan akses terhadap data-data user Facebook walaupun sudah menerapkan berbagai pembatasan akses data. Bahkan seorang pegawai Cambridge Analytica yang bernama Christopher Wylie yang kemudian keluar dan mendirikan perusahaan Eunoia Technologies, hingga tahun 2015 masih dapat memanfaatkan data-data pengguna Facebook yang didapat sebelumnya ketika masih bekerja pada Cambridge Analytica. Wylie merupakan saksi penting yang menjadi kunci bagi terbukanya skandal data Cambridge Analytica ini.

Facebook sendiri mengklaim bahwa sejak April 2014 model bisnis yang mereka terapkan untuk pemanfaatan Open Graph API bagi pihak ketiga sudah sedemikian rupa dirancang untuk melindungi privacy dari pengguna Facebook. Salah satu bentuknya adalah disediakannya menu dimana user sendiri dapat mengontrol aplikasi mana saja yang diijinkan untuk akses data dan user bisa setiap saat menon-aktifkan aplikasi tersebut. Melalui pilihan menu Pengaturan – kemudian sub menu Aplikasi, maka terlihat daftar aplikasi yang diijinkan oleh pengguna untuk mengakses data dirinya yang disediakan oleh Facebook. Bila dirasakan list aplikasi tersebut tidak dikenal atau sudah tidak digunakan lagi, maka user bisa segera menghapus aplikasi tersebut.

Sanggahan dari Facebook
Upaya penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh pihak ketiga melalui celah Open Graph API sudah mulai terdeteksi sejak tahun 2015. Saat itu, Facebook menyatakan bahwa Kogan dan Cambridge Analytica telah menyalahi kesepakatan yang dibuat antara mereka dengan Facebook dengan cara menjual data user Facebook yang mereka dapatkan kepada pihak lain. Facebook berusaha untuk menegaskan yang terjadi bukanlah pencurian data ataupun pelanggaran terhadap privacy dan adanya celah keamanan, namun semata-mata adanya pihak yang menyalahgunakan data yang didapat untuk tujuan yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Untuk itu, Facebook telah memita kepada Kogan dan Cambridge Analytica untuk segera menghapus semua data yang diperoleh dari Facebook dengan cara yang tidak benar tersebut. Pihak Kogan dan Cambridge Analytica sendiri menyatakan bahwa mereka dan semua staff mereka telah berusaha untuk mematuhi permintaan tersebut. Sayangnya, karena sifat dan karakteristik dokumen digital, mereka sendiri tidak bisa memastikan sepenuhnya bahwa semua data yang dimaksud telah benar-benar dihapus. Hal ini didukung oleh hasil investigasi beberapa lembaga audit independen bahwa data yang dimaksud belum sepenuhnya dihapus sama sekali, dan diyakini masih disimpan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sanggahan dari Facebook menyatakan bahwa kesalahan penggunaan data user ini ada pada pihak Kogan dan Cambridge Analytica juga banyak dikritik oleh pengamat, mereka tidak yakin kalau Facebook tidak tahu ketika Cambridge Analytica menjadi konsultan politik dari kampanye Presiden Donald Trump telah memanfaatkan data-data Facebook yang didapat sebelumnya untuk kepentingan strategi pemenangan Donald Trump. Lambatnya respon Mark Zukerberg terhadap issue Cambridge Analytica itu sendiri baik secara personal maupun secara institusinal telah menimbulkan berbagai kecurigaan terhadap hubungan sesungguhnya yang terjadi antara Facebook dan Cambridge Analytica serta Presiden Donald Trump itu sendiri. Walaupun kemudian Mark sendiri menbantah semua kecurigaan tersebut dan menegaskan kembali bahwa apa yang terjadi adalah semata-mata karena adanya kebijakan Facebook yang dilanggar oleh pihak Kogan dan Cambridge Analytica. Hal yang disayangkan oleh banyak pihak, hingga saat ini Mark tidak pernah menyatakan hal yang terkait dengan permintaan maaf kepada pengguna Facebooknya namun Mark lebih banyak menjelaskan tentang berbagai perubahan kebijakan yang signifikan yang secara substansial akan mengubah apa yang pengembang pihak ketiga dapat lakukan dengan data pribadi yang terdapat pada Facebook. Mark menyampaikan sejumlah kebijakan baru dalam pemanfaatan Open Graph API serta kebijakan yang lebih ketat dalam hal keterlibatan pihak ketiga yang akan memanfaatkan Open Graph API dari Facebook. Kebijakan tersebut diharapkan akan mengembalikan rasa percaya dan trust pengguna Facebook terhadap keamanan dan privacy data mereka.

Penolakan terhadap Facebook
Sejak terungkapnya skandal data Facebook dan Cambridge Analytica pada pertengahan Maret 2018, maka Mark Zukerberg serta Facebook mendapat tekanan yang luar biasa dari sesama pebisnis digital dilingkungan Silicon Valley Amerika. Tidak hanya dari masyarakat luas, Mark juga mendapat tekanan dari mitra bisnis dari Facebook sendiri. Salah satu tekanan tersebut datang dari Brian Acton, salah satu pendiri Whatssap yang telah diakuisisi oleh Facebook. Acton menginisiasi sebuah tagar #deletefacebook.Sementara Tim Cook dari Apple sangat menyayangkan rendahnya komitmen Facebook dalam menjaga privacy dan data pengggunanya bila dibandingkan dengan Apple dan Iphone. Demikian juga dengan Roger McNamee, banyak berperan dalam pengembangan Facebook pada saat awal namun kemudian memilih keluar dari Facebook. McNamee membuka alasan dirinya hengkang dari Facebook adalah karena kecewa dengan strategi yang dijalankan oleh Mark Zukerberg dalam hal privacy dan keamanan.

Beberapa analis program keamanan computer bahkan menyatakan program API yang disediakan oleh Facebook tidak hanya mampu merekam aktivitas user didunia maya saja bahwa sms dan call record dari handphone yang digunakan untuk menjalankan aplikasi Facebook juga mampu direkam dengan baik. Sehingga Facebook benar-benar telah mampu menembus dinding privacy dari seseorang. Selain itu, pengguna Facebook juga tidak memiliki pilihan untuk menyembunyikan data dirinya dari upaya targeting iklan yang dipasang di Facebook. Hal inilah yang sangat disayangkan dan baru disadari oleh sebagian besar pengguna Facebook.

Beberapa produk dan perusahaan yang selama ini memanfaatkan Page Facebook sebagai media promosi utamanya juga menyayangkan rendahnya komitmen Facebook dalam menjaga privacy dan data user. Majalah dewasa Playboy memiliki Page di Facebook dengan lebih dari 25 juta followers menyatakan bersiap untuk meninggalkan Facebook. Demikian juga beberapa perusahaan lainnya yang selama ini memanfaatkan Page Facebook untuk kepentingan promosinya. Namun apakah gerakan #deletefacebook benar-benar terwujud ataukah hanya sekedar tekanan moral kepada Facebook untuk lebih aware dengan masalah privacy dan keamanan datanya, masih perlu dibuktikan dalam beberapa minggu kedepannya.

Sementara dari sisi para pemasang iklan itu sendiri, berbagai kebijakan terbaru dan pembatasan dalam hal penggunaan data Facebook oleh pihak ketiga belum sepenuhnya dirasakan oleh mereka. Namun bila kebijakan baru tersebut nantinya akan menurunkan efisiensi dan efektivitas mereka dalam pemasangan iklan tentunya mereka akan mempertimbangkan untuk mencari media lain yang lebih efektif dan efisien untuk kepentingan pemasangan iklan mereka.

Preventif dan Solusi Bagi Pengguna Facebook
Pada tahun 2018 ini, jumlah pengguna Facebook di Indonesia yang dikeluarkan oleh statistika.com menungkkan angka 96, 41 juta pengguna. Sementara data yang dicatat oleh internetworldstats.com menunjukkan angka 130 juta pengguna. Wajarlah bila kemudian dimata Facebook, Indonesia adalah sebuah pasar sangat besar untuk menjaga keberlanjutan
dari Facebook itu sendiri. Sebagai bentuk komitmennya, maka mulai Agustus 2017, Facebook membuka kantor perwakilannya di Jakarta.

Adalah sulit dan mustahil bagi pengguna aktif Facebook untuk dengan serta merta meninggalkan Facebook. Apalagi hingga saat ini belum ada aplikasi yang setara dengan Facebook dalam hal kenyamanan menjalankan aktivitas media social. Walaupun banyak aplikasi media social lainnya, seperti Instagram, Twitter, LinkedIn, namun ciri khas Facebook tetap tidak digantikan oleh aplikasi media social lainnya.

Bagi pengguna Facebook di Indonesia, issue skandal data Cambridge Analytica kelihatannya tidak terlalu berpengaruh. Hal ini terlihat dari postingan dan komentar status linimasa di Indonesia tidak banyak yang membahas tentang dampak Cambridge Analytica terhadap eksistensi dirinya dalam hal privacy dan keamanan. Hal ini berbeda dengan warga negara Amerika Serikat dimana data-data merekalah yang digunakan oleh Cambridge Analytica untuk kepentingan pemenangan kampanye Donald Trump. Barangkali karena ada praduga bahwa 50 juta data pengguna Facebook yang dipermsalahkan adalah pengguna Facebook di Amerika, bukannya di Indonesia sehingga hal ini tidak menimbulkan gejolak dan penolakan Facebook di Indonesia.

Namun demikian, apa yang dilakukan oleh Cambridge Analytica sebenarnya sangat mungkin dilakukan juga oleh perusahaan lainnya. Baik yang saat ini beroperasi didalam ataupun diluar negeri. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan aplikasi pihak ketiga yang dijalankan dengan memanfaatkan Open Graph API dari Facebook. Sehingga potensi penggunaan data untuk hal yang tidak sesuai sangatlah terbuka.

Untuk itu ada 3 langkah keamanan dan 2 langkah preventif yang harus diperhatikan untuk pengguna Facebook. Tiga langkah adalah :

  1. Tinjau kembali semua setting privacy yang telah kita buat untuk akun Facebook kita. Setting privacy akan mengatur apa yang bisa dishare oleh kita kemudian siapa yang menerima sharing, kemudian bagaimana orang lain bisa berkomunikasi dengan kita. Termasuk mekanisme approve bila seseorang melakukan tag terhadap akun kita pada komentar ataupun foto sebelum bisa muncul dalam dinding Facebook kita.
  2. Lakukan setting privacy yang tepat untuk data yang berhubungan dengan privacy kita seperti: tempat dan tanggal lahir, lokasi tempat tinggal, nomor telepon. Data tersebut sebaiknya di setting sebagai hidden dari akses public.
  3. Perhatikan juga daftar aplikasi yang telah kita ijinkan untuk dapat mengakses data Facebook kita. Bila aplikasi tersebut sudah tidak lagi dipake atau malah tidak kita kenal maka segera hapus aplikasi tersebut dari daftar tersebut.

 

Sementara 2 langkah preventif yang harus dilakukan adalah :

  1. Bila akan bergabung dengan suatu web atau menjalankan sebuah aplikasi dengan memanfaatkan data Facebook (biasanya ada pilihan apakah login/daftar manual atau login/daftar dengan akun Facebook) maka pastikan bahwa web atau aplikasi tersebut benar-benar aplikasi yang terpercaya. Bila diragukan maka sebaiknya tidak menggunakan pilihan login dengan akun Facebook namun lakukan login dengan data manual. Minimalkan upaya untuk mengintegrasi Facebook dengan aplikasi external lainnya.
  2. Tidak mudah tergiur untuk menjalankan aplikasi yang berjalan dengan cara mengakses data dan aktivitas Facebook kita. Aplikasi lucu-lucuan seperti aplikasi yang memprediksi bagaimana wajah kita ketika tua, aplikasi yang memprediksi siapa artis yang mirip dengan kita, siapa sahabat terbaik kita dan sejenisnnya secara tidak langsung akan melakukan mekanisme akses terhadap foto, posting komentar, like comment, checkin lokasi yang kita lakukan di Facebook untuk kemudian diolah menjadi ouput yang diharapkan. Aplikasi sejenis ini, sifatnya walaupun hanya sekedar gurauan namun memiliki dampak yang sangat dalam terhadap akses privacy dan data kita. Sebaiknya kita hindari apliasi sejenis ini. Termasuk didalamnya adalah aplikasi Quis/survey yang banyak ditemukan dalam Facebook atupun di internet secara umum.

Yogyakarta, 30 Maret 2018

Tren Hijab: Perspektif Supply Chain & Logistics

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

Dalam satu dekade terakhir, kita menyaksikan kaum perempuan banyak memakai hijab. Hijab tidak hanya menunjukkan jati diri pemakainya sebagai muslimah, namun hijab telah menjadi bagian dari fashion yang semakin stylish, trendi, modern, dan colorful. Semakin banyak wanita muslimah memakai hijab ketika pergi ke sekolah, kampus, kantor, pasar, mal, dan bersosialisasi dengan komunitas. Hijab tidak sekadar kerudung, namun hijab sebagai busana muslimah sesuai kaidah-kaidah ajaran Islam. Fenomena seperti ini berbeda sepuluh atau lima belas tahun lalu. Dulu pemakai hijab identik dengan santriwati atau ibu-ibu yang memakainya saat pengajian.

Menarik untuk kita cermati, banyaknya pemakai hijab ini tidak lepas dari perubahan nilai-nilai yang terjadi pada konsumen muslim, utamanya konsumen muslim kelas menengah (Yuswohady et al, 2015). Menurut Yuswohady, ada dua perubahan nilai-nilai yang paling mendasar pada konsumen kelas menengah muslim saat ini.

Pertama, semakin pentingnya nilai-nilai religiusitas dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran kaum muslim untuk menerapkan syariah ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat, termasuk kesadaran dalam memakai hijab bagi kaum perempuan. Selain itu, kita juga melihat kaum muslim semakin menyadari pentingnya pilihan produk makanan-minuman dan kosmetik yang halal dan thoyib – berkualitas baik dan hygienic.

Kedua, terjadinya fenomena kaum muslimah memakai hijab karena didorong oleh cara berpikir yang semakin terbuka terhadap berbagai perubahan yang ada, seperti teknologi dan fesyen. Wawasan atau pengetahuan perempuan muslim yang semakin tinggi dan koneksi sosial yang luas membuat pola pikir mereka semakin terbuka. Keterbukaan dalam cara berpikir ini memengaruhi mereka dalam memilih produk dengan pertimbangan rasional dan memerhatikan kaidah-kaidah ajaran Islam.

Selain itu, di tempat kerja, sekolah, kampus, bahkan kini di lingkungan kerja TNI dan Polri semakin menerima dan toleran terhadap pemakai hijab. Tidak ada lagi larangan dan batasan perempuan muslimah yang berhijab. Akibatnya, kini kita menyaksikan hampir sebagian besar perempuan muslimah memakai hijab untuk berbagai aktivitas. Hijab telah menjadi suatu kebutuhan dan kesadaaran.

Permintaan hijab yang semakin meningkat mendorong penawaran produk hijab yang beragam. Baik dari kualitas, mode, motif, maupun harga. Permintaan telah menciptakan penawaran, demikian ekonom John Maynard Keynes (1883 – 1946) pernah berujar. Kenaikan permintaan hijab memicu pasar untuk memproduksi hijab, mulai dari produksi skala home industry, usaha kecil dan menengah sampai produksi pabrikan. Bahkan kita menyaksikan berbagai busana muslimah bermerek bermunculan seperti Dian Pelangi, Aprilia, Normamoi, Irna La Perle, Zoya, Shafira, Rabbani, Ukhti, dan lain-lain. Produk busana muslimah dengan merek-merek ini sangat diminati pasar, sehingga harganya pun cukup mahal.

Kunci Keberhasilan

Di Indonesia, pasar produk hijab – termasuk busana muslimah memang sangat menarik. Tidak saja karena populasi perempuan muslimah yang cukup besar di negeri ini (kini jumlah konsumen muslim mencapai 87% dari seluruh penduduk Indonesia) serta kesadaran perempuan muslimah untuk memakai busana muslim, namun saat ini banyak penduduk muslim berada di kelas menengah (middle-class Muslim). Mereka, konsumen muslim kelas menengah ini, memiliki daya beli, wawasan, pengetahuan, dan komunitas sosial yang luas, sehingga permintaan produk hijab, kosmetik, dan asesoris busana muslimah yang berkualitas dan brand ternama terus meningkat.

Produk hijab telah memberikan banyak kesempatan bagi pengusaha kecil dan pemula (start- up) untuk memproduksi dan memasarkan hijab dan busana muslimah. Lapangan kerja pun terbuka, karena sebagian besar hijab dan busana muslimah diproduksi dengan mempekerjakan banyak tenaga kerja, mulai dari desainer, penjahit, distributor, dan penjual retailer.

Permintaan produk hijab dan busana muslimah tetap ada dan kecenderungannya semakin meningkat. Tingkat kompetisi produsen hijab dan busana muslimah pun semakin tinggi dengan banyaknya pelaku usaha di produk ini. Karenanya, produsen produk hijab dan busana muslimah perlu meningkatkan keunggulan daya saingnya agar produknya tetap diminati konsumen.

Bagaimana meningkatkan daya saing produk? Porter (1985), ahli manajemen strategi dari Harvard University, memberikan nasihat bahwa untuk unggul dalam pasar, produk harus unik (differentiation) dan diproduksi dengan biaya rendah (cost leadership).

Produk dikatakan unik bila konsumen pemakai produk tersebut memposisikan berbeda dengan produk lain yang ditawarkan oleh produsen lain. Keunikan produk ini bisa disebabkan oleh kualitas, karakteristik produk, bahan baku produk, motif, corak warna, mode, style, dan lain-lain. Terlebih produk fashion, keunikan produk menjadi hal penting.

Selain produk harus unik, produsen harus mampu memproduksi suatu produk dengan biaya yang paling rendah. Biaya rendah memungkinkan produsen memeroleh margin yang mencukupi meski dengan harga jual yang sama dengan pesaing. Dengan margin yang memadai, produsen dapat mengalokasikan bagian margin ini untuk riset, pengembangan, dan inovasi produk.

Saat ini, keunggulan daya saing produk tidak cukup hanya kualitas dan biaya yang rendah. Dalam perspektif supply chain dan logistics, selain produk yang berkualitas dan biaya yang rendah, perusahaan harus responsif, andal (reliable), dan lincah (agile) dalam memenuhi dan mengantisipasi perubahan pasar (Fernie & Spark, 2014).

Produk hijab dan busana muslimah termasuk kategori produk fashion. Produk fashion selain memberikan manfaat fungsional, produk fashion harus mewakili aspirasi dan nilai-nilai pemakainya. Dalam beberapa konsumen, bahkan produk fashion menunjukkan kemewahan (luxury).

Pengusaha produk hijab dan busana muslimah perlu menetapkan siapa target konsumennya untuk perumusan strategi positioning, branding dan differentiation produk. Pemahaman nilai-nilai (psychographics), perilaku (behavior) dari konsumen pemakai hijab dan busana muslimah menjadi hal penting, tidak sekadar data demografis seperti kelompok umur, status sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Kondisi demografis bersifat statis dan kurang insightful untuk perumusan strategi dan program branding.

Dari analisis target konsumen ini, selanjutnya menjadi referensi tim produksi dalam membuat produk hijab dan busana muslimah sesuai dengan kualitas produk yang diinginkan dari target konsumen. Konsumen muslim kelas menengah, umumnya mereka menginginkan hijab dan busana muslimah dengan kualitas bahan baku yang baik, desain, warna, dan style yang memberikan rasa kenyamanan dan kemewahan bila dipakai.

Pilihan bahan baku yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam menghasilkan produk hijab dan busana muslimah yang memenuhi selera target konsumen. Selain itu, kontinuitas pasokan dan keandalan pemasok bahan baku seperti kain, aksesoris, kemasan, dan lain-lain, menjadi perhatian pengusaha produk hijab agar bahan baku dapat memenuhi standar kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu untuk proses produksi.

Bahan baku yang kurang berkualitas akan mengakibatkan banyak produk defect. Kuantitas pasokan bahan baku yang tidak tepat akan mengganggu produksi. Bahan baku yang overstock akan berisiko rusak atau hilang, selain tentu saja mengakibatkan modal kerja yang idle. Demikian juga understock, produksi akan terganggu karena kekurangan pasokan bahan baku pada saat dibutuhkan.

Jadwal kedatangan bahan baku yang terlambat akan mengakibatkan produksi terhenti, karena harus menunggu bahan baku. Bahan baku yang tiba terlalu cepat akan menimbulkan biaya penyimpanan bahan baku yang lebih besar, selain risiko kerusakan, kehilangan, dan penurunan kualitas bahan baku. Karenanya, ketepatan pengiriman bahan baku menjadi hal penting dalam keberhasilan produksi produk hijab dan busana muslimah.

Untu menjamin pasokan dan kualitas bahan baku, pengusaha produk hijab perlu membangun kemitraan dengan pemasok dalam jangka panjang, tidak sekadar hubungan bisnis transaksional. Secara berkala perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan hubungan kemitraan, baik evaluasi kualitas, kuantitas, harga, dan ketepatan pengiriman bahan baku.

Umumnya, banyak pengusaha produk hijab dan busana muslimah memilih strategi “maklon”, yaitu pengusaha mensubkontrakkan pekerjaan pembuatan produk ke pihak lain, sementara pemilihan bahan baku, desain, dan standar kualitas produk jadi ditetapkan dan diawasi oleh pemberi kerja, dalam hal ini pemegang merek produk. Strategi maklon ini dapat membuka kesempatan kerja yang luas dengan melibatkan para ibu rumah tangga untuk menjadi mitra maklon. Pengusaha produk hijab perlu melakukan pemilihan mitra maklon dan penerapan standar kualitas produk hijab yang diproduksi oleh maklon.

Berapa banyak produk hijab dan busana muslimah yang harus diproduksi sangat bergantung pada peramalan permintaan produk. Penggunaan data pasar, data historis, dan data permintaan musiman (seasonal), seperti tahun ajaran sekolah atau perkuliahan, bulan puasa,
lebaran, dan musim umrah/haji, menjadi referensi penting dalam penentuan kuantitas produksi hijab dan busana muslimah.

Produk hijab dan busana muslimah sangat dipengaruhi oleh trend dan mode, sesuai dengan selera konsumen. Ada produk hijab dan busana muslimah dengan mode, desain, dan corak yang awet (everlasting), sehingga menjadi mode legacy dan legenda. Produk seperti ini dapat diproduksi sepanjang masa. Sebaliknya, produk hijab yang desainnya kekinian sangat terpengaruh oleh selera konsumen, sehingga kecepatan dalam merespon selera konsumen, lalu mewujudkannya menjadi produk hijab dan busana muslimah yang dapat dibeli konsumen sesuai market timing, merupakan kunci keberhasilan bisnis produk ini.

Pengusaha produk hijab dan busana muslimah sebaiknya membangun dan mengelola brand produk dengan tepat. Brand produk mewakili persepsi dan positioning seperti yang diharapkan konsumen. Sejatinya, banyak konsumen lebih memilih brand dalam memutuskan pembelian suatu produk. Karenanya, pengelolaan brand menjadi penting. Pengelolaan brand ini harus konsisten, artinya antara yang dijanjikan (promise) dengan yang disampaikan (deliver) harus selaras.

Selain brand, untuk mengadvokasi dan mendorong pemakaian produk hijab dengan brand anda, ada baiknya mengajak artis, ustadzah, atau tokoh tertentu yang menjadi role model untuk meng-endorse produk hijab anda. Ini penting untuk meng-endorse target konsumen muda metropop. Banyak sederet nama artis yang telah mengenakan hijab dan menjadi trendsetter seperti Dewi Sandra, Inneke Koesherawati, Zaskia Adya Mecca, Nuri Maulida, Zaskia Sungkar, Risty Tagor, dan lainnya. Mereka dapat banyak dijadikan endorse suatu produk hijab brand tertentu, khususnya produk hijab luxury.

Bila anda yang masih pengusaha pemula, tentu tidak perlu harus mengeluarkan banyak biaya untuk iklan dengan endorse para artis tersebut. Anda bisa memanfaatkan celebrities lokal seperti siswi atau mahasiswi berprestasi di kampus, untuk meng-endorse brand produk hijab anda.

Membangun komunikasi dengan target konsomen hijaber ini perlu dilakukan. Anda sebaiknya masuk di komunitas hijaber baik online maupun offline, untuk mendengarkan aspirasi, keinginan, harapan, dan penilaian mereka atas suatu produk hijab dan busana muslimah.

Setelah brand dan membangun komunikasi dengan pelanggan, keberhasilan bisnis produk hijab dan busana muslimah ditentukan oleh keandalan dan jangkauan distribusi. Anda perlu menetapkan strategi distribusi dengan tepat. Pemilihan model saluran distribusi, baik melalui online maupun distribusi konvensional perlu mempertimbangkan target pasar yang anda tuju.

Yuswohady mengungkapkan bahwa salah satu perubahan penting pada nilai-nilai konsumen kelas menengah muslim adalah tingginya koneksi sosial (high socially-connected). Penyebabnya adalah pendidikan tinggi dan pergaulan yang luas. Mereka aktif di berbagai komunitas hijab dan banyak berinteraksi di dunia internet. Salah satu perilaku menarik mereka adalah perilaku membeli secara online.

Yuswohady menambahkan, mereka pun tidak sekadar memiliki marketplace di internet, tapi juga gerai fisik seperti toko atau butik. Menariknya, seperti yang disampaikan pendiri Hijup.com, Diajeng Lestari, bahwa tipe pembeli konsumen Indonesia tidak hanya bisa memesan di online shop, melainkan juga perlu melihat dan mengecek kualitas sendiri barang yang akan dibeli. Karenanya, selain anda menjual produk hijab dan busana muslimah di marketplace, anda tetap harus memiliki outlet yang buka setiap hari untuk melayani pembeli konsumen.

Penjualan produk hijab dan busana muslimah melalui online mensyaratkan keandalan pengiriman produk ke alamat penerima secara tepat. Anda bisa menjalin kerjasama dengan kantor pos atau perusahaan kurir lainnya untuk mempercayakan pengiriman produk hijab anda ke konsumen.

Peningkatan penjualan produk hijab anda dilakukan melalui program pemasaran yang efektif seperti membangun brand, meng-endorse brand, menyelenggarakan event, tutorial memakai hijab, membangun komunikasi dengan pelanggan dan hijabers community, serta menjaga keandalan distribusi dan pengiriman produk, sehingga produk hijab anda selalu tersedia di pasar dan diterima konsumen tepat waktu. Integrasi pemasaran dengan supply chain dan logistics menjadi kunci keberhasilan bisnis hijab dan busana muslimah.

***

Menarik untuk disampaikan hasil penelitian Gallup pada tahun 2009, Indonesia masuk dalam daftar 10 negara paling religius. Gallup menemukan bahwa 99 persen orang Indonesia menilai agama merupakan hal penting dalam kehidupan keseharian mereka. Gallup menyebut Indonesia sebagai paradoks. Mengapa? Umumnya, demikian kata Gallup, ketika suatu negara mengalami peningkatan pendapatan per kapita, maka masyarakat di dalamnya akan semakin sekuler.

Pandangan ini tidak terjadi di Indonesia. Tatkala penduduk Indonesia semakin meningkat pendapatannya, mereka justru semakin religius. Agama dinilai sebagai faktor penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Fenomena ini kita saksikan dalam tren perempuan muslimah berhijab, seiring dengan semakin banyak penduduk muslim kelas menengah.

Tren berhijab mendorong semakin banyak pengusaha memasuki bisnis produk hijab dan busana muslimah. Peluang ini perlu diwujudkan dengan membangun dan mengembangkan bisnis produk hijab dan busana muslimah dengan mengintegrasikan pemasaran dan supply chain management. Logistik berperan penting di dalamnya untuk memastikan perencanaan produksi, keandalan pasokan bahan baku, proses produksi, distribusi, dan pengiriman produk hijab dan busana muslimah dengan tepat.

Bandung, 18 Maret 2018,

Artikel ini saya tulis untuk Jerri Irgo, Merisha Hastarina dan Hijab Start-up Entrepreneurs

Kejahatan ATM Skimming

Yudi Prayudi, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital FTI UII ; Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII

ATM Skimming adalah sebuah bentuk kejahatan modern yang terorganisasi, yaitu sebuah upaya untuk melakukan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu yang digunakan pada mesin ATM. Proses untuk menyalin informasi biasanya dilakukan dengan menngunakan bantuan sejumlah alat baik yang menempel langsung pada ATM ataupun yang dipasang berdekatan dengan ATMnya.

Data yang direlease oleh The British Press, di wilayah Inggris saja setiap tahun tercatat hampir 100.000 nasabah yang melaporkan menjadi korban dari aktivitas Skimming. Berdasarkan data yang direlease tersebut setiap tahun jumlah uang nasabah yang dicuri melalui kejahatan Skimming meningkat hampir 20% tiap tahunnya.

Selain ATM Skimming yang saat ini populer, sebenarnya terdapat jenis skimming lainnya yang juga harus diwaspadai karena berpotensi memakan korban nasabah perbankan. Pertama adalah apa yang disebut dengan Hand-Held POS Skimming, yaitu sebuah alat yang bisa mencopy langsung / duplikasi kartu debit/credit. Kedua adalah apa POS Swaps, yaitu proses copy data kartu debit/credit dari mesin pembayaran yang sering terpasang di toko – toko. Dan ketiga adalah Dummy ATM, umumnya mesin ATM yang digunakan hanya untuk transaksi online, alih-alih mau melakukan transaksi online lewat mesin ATM, malah data-data kartu debit/kredit yang akan diambil oleh mesin dummy ATM ini.

ATM Skimming standar umumnya berbentuk perangkat elektronik yang diletakkan di atas alat pembaca kartu ATM, bagi seseorang yang sudah mahir, perangkat ini bisa dipasang dengan cepat hanya dalam waktu kurang dari 3 menit saja. Ada banyak merek dan model mesin ATM, maka pembuat alat Skimming akan menyiapkan alatnya sedemikian rupa sehingga sesuai bentuk, warna dan ukurannya dengan mesin ATM tertentu agar tidak mudah terdeteksi sehingga si pemilik ATM ataupun si korban sama sekali tidak menyadari kalau pada ATM tersebut telah terpasang mesin skimming.

Ketika sebuah kartu ATM dimasukkan kedalam tempat pembaca kartu ATM, maka Skimming akan melakukan proses copy data-data perbankan yang tersedia pada kartu ATM si korban. Kemudian pada waktu tertentu si pelaku akan melakukan control alat skimming yang dipasangnya kemudian mengambil datanya dan akhirnya menduplikasi ATM korban dengan cara menyalin data yang sudah didapat dari mesin skimmer kedalam kartu ATM kosong. Dalam perkembangannya, kecanggihan teknik skimming ini akan langsung mengcopy data yang didapat dari alat skimmingnya secara online atau remote, teknologi GSM, Bluetooth memungkinkan untuk mengirimkan data yang didapat dari skimming ke komputer atau smartphone yang dipasang pada lokasi tertentu. Dengan teknik yang canggih ini maka alat skimming dapat diakses dari manapun oleh si pelaku.

Umumnya cara kerja paling sederhana dari kejahatan ATM Skimming terdiri dari tiga tahap. Pertama si Pelaku akan mencari target mesin ATM yang akan dipasangi alat skimmer. Target mesin ATM biasanya adalah lokasi ATM yang agak sepi atau dilokasi yang kurang penjagaan dan pengawasannya. Lokasi ATM yang jauh dari kantor bank adalah lokasi yang menjadi incaran pelaku skimming. Setelah didapat lokasi ATM yang dimaksud maka langkah berikutnya adalah memasang alat skimming pada mesin ATM tersebut. Selanjutnya alat skimming akan bekerja untuk mengcopy data-data ATM korban dan tahap terakhir adalah proses pengambilan dana milik si korban. Umumnya dana milik si korban akan diambil di lokasi yang berbeda dengan lokasi tempat proses skimming dilakukan. Bahkan tidak jarang dana ditarik oleh orang lain pada ATM yang berbeda lokasi negaranya.

Alat dan teknologi untuk melakukan kejahatan ATM Skimming itu sendiri berevoluasi dari tahun ke tahun. Ilustrasi standard ATM Skimming dengan menjelaskan adanya alat yang dipasang pada lubang untuk memasukkan kartu ATM adalah alat dan teknologi skimming yang paling lama (tahun 2002-2007). Periode tahun 2008 mulai terdeteksi adanya alat skimming berupa micro spy camera untuk merekam pin yang dimasukkan oleh korban. Tahun 2009 micro spy camera menjadi lebih kecil lagi ditambah dengan adanya alat baru yang terpasang menggunakan USB untuk merekam data. Tahun 2010 mulai terdeteksi adanya pin- pad overlay untuk merekam pin, tahun 2012 mulai banyaknya produk skimming yang dijual secara online dengan teknologi pin-pad yang semain tipis. Tahun 2014 mulai diterapkan teknologi skimming yang dapat mem-bypas alat-alat anti skimming. Pada tahun tahun terakhir ini teknologi skimming diintegrasikan dengan alat-alat yang terhubung langsung dengan internet sehingga aktivitas skimming dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Kejahatan ATM Skimming termasuk dalam katagori organized crime. Sangat jarang pelaku ATM Skimming beroperasi sendiri. Mereka akan tersebar dalam beberapa lokasi dan membagi peran yang berbeda satu sama lainnya. Setidak ada yang bertindak sebagai otak utamanya sebagai coordinator, kemudian yang bertugas untuk melakukan pengadaan alat skimmingnya, kemudian yang bertugas untuk memasang alat tersebut pada lokasi mesin ATM target, kemudian yang bertugas untuk mengontrol data yang didapat dari ATM, selanjutnya yang bertugas untuk melakukan duplikasi kartu ATM dan yang terkahir adalah yang yang bertugas untuk menarik dana menggunakan ATM yang telah diduplikasi.

Mesin ATM sebuah bank umumnya dioperasikan oleh pihak ketiga, sehingga upaya untuk mencegah terjadinya ATM Skimming harus dilakukan secara komprehensif baik oleh pihak bank itu sendiri maupun oleh pihak vendor yang menyediakan mesin ATM. Pihak bank harus secara rutin melakukan upaya kearah edukasi nasabahnya untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan kartu ATMnya, informasi seputar bagaimana mengenali ruang ATM standard, cara menggunakan ATM yang aman serta call center untuk layanan informasi pengaduan terhadap pemilik kartu ATM harus secara intensif dilakukan oleh pihak bank. Pada sisi lainnya, pihak penyedia mesin ATM juga harus melakukan sejumlah upaya pencegahan kejahatan ATM skimming ini dengan cara : melakukan checking secara intensif dan rutin terhadap mesin-mesin ATM yang dioperasikannya. Inspeksi terhadap bentuk fisik dari ATM dan ruangan disekitarnya harus dilakukan secara rutin dan intensif agar bisa dengan cepat terdeteksi apabila terdapat alat-alat non standard yang terpasang di sekitar lokasi mesin ATM. Selain itu, maka penggunaan alat-alat anti skimming juga harus mulai diperhatikan oleh pengelola mesin ATM. Alat yang dimaksud dapat terpasang langsung pada mesin ATMnya ataupun diluar mesin ATM seperti halnya video / cctv yang terpasang.

Salah satu solusi lain adalah meningkatkan standard pengamanan pada kartu ATM/Debitnya itu sendiri. Dalam hal ini standard EMV (Europay Mastercard Visa), yaitu sebuah standard yang dibangun oleh konsorsium penyedia kartu bayar Mastercard dan Visa telah dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan standard bagi transaksi elektronik dan mencegah kejahatan skimming. Kartu EMV dirancang untuk mengurangi kejahatan skimming. Kartu dengan chip EMV memberikan kode unik untuk setiap transaksi – tidak seperti halnya kartu strip magnetik yang menggunakan informasi kartu Anda untuk memproses setiap pembayaran. Sayangnya migrasi dari model kartu berbasis magnetic ke system chip EMV cukup mahal sehingga tidak semua penyedia jasa kartu ATM memilih teknologi EMV pada kartu ATMnya.

Walaupun demikian, Skimming adalah sebuah industry black market yang sangat besar, sehingga dari tahun ke tahun selalu muncul update teknologi terbaru untuk aktivitas skimming, termasuk ATM skimming. Selain itu, dari banyak kasus ATM skimming yang terungkap ternyata kasus skimming satu pelaku dengan pelaku lainnya sangat unik dan variatif. Sehingga dikalangan skimmer dikenal istilah “no two skimmers are alike”, tidak ada dua pelaku skimmer yang sama. Pelaku skimmer selalu berusaha untuk membuat aktivitas skimming yang berbeda dengan skimmer lainnya. Hal inilah yang menjadi tantangan dari aparat dalam mengungkapkan kasus-kasus skimming. Alat, perilaku dan modus ATM skimming akan selalu berbeda dari satu kasus ke kasus lainnya sehingga upgrade skill dan pengetahuan dari apparatpun harus selalu ditingkatkan.

Dengan demikian dari sisi pengguna kartu ATM, langkah sederhana untuk menjaga diri dari aktivitas ATM skimming adalah :

  1. Usahakan gunakan kartu ATM dari yang telah menggunakan Chip EMV.
  2. Lakukan transaksi hanya pada ATM yang lokasinya terpantau keamanannya, dianjurkan gunakan ATM yang terpasang di kantor-kantor bank.
  3. Pantau dengan seksama kondisi sekitar ruang ATM, bila ada benda yang mencurigakan dan tidak yakin dengan fungsi benda tersebut maka sebaiknya tidak melakukan transaksi di mesin ATM tersebut.
  4. Monitor dengan seksama akun perbankan milik kita, bila ada transaksi penarikan uang yang mencurigakan dan diragukan, segera laporkan kepada pihak bank.

 

Yogyakarta, 17 Maret 2018

 

Urban Logistics

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

Dunia mengalami peningkatan urbanisasi. Lebih dari separuh penduduk dunia kini tinggal di perkotaan. Tren ini semakin meningkat dalam beberapa dekade ke depan. Pada tahun 2050 diprediksi dua pertiga penduduk dunia tinggal di kota. Pada tahun 2020 diperkirakan kota dengan penduduk lebih dari 5 juta meningkat dari 50 kota menjadi 70 kota.

Sebagian besar kota-kota dengan penduduk lebih 5 juta tersebut berada di negara-negara Asia dan Afrika. Banyak pemicu yang menyebabkan terjadinya peningkatan penduduk di kota, antara lain pertumbuhan ekonomi, peningkatan kegiatan dan produksi di sektor industri, jasa, dan perdagangan baik domestik maupun internasional. Selain itu, faktor penting lainnya sebagai pemicu peningkatan penduduk kota adalah kemajuan internet yang mendorong pertumbuhan e-commerce.

Warga kota memerlukan berbagai infrastruktur untuk mendukung kehidupannya sesuai perkembangan sosial, gaya hidup, tren teknologi, dan lingkungan. Transportasi massal disediakan untuk mobilisasi warga kota dari rumah ke tempat kerja, sekolah, toko, pasar, pabrik, tempat rekreasi, dan lain-lain.

Penyediaan transportasi massal dalam bentuk kereta dan bis memerlukan pembangunan infrastruktur seperti terminal, stasiun, dan jalur kereta bawah tanah (subway). Di beberapa kota besar di negara-negara maju, sistem dan infrastruktur transportasi massal sudah berjalan dengan andal dan efektif sehingga dapat memenuhi kebutuhan mobilitas warga kotanya tanpa menimbulkan kemacetan di jalan raya.

Namun di banyak kota di negara-negara sedang berkembang misalnya, sistem dan infrastruktur transportasi massal ini masih belum memadai, sehingga belum memenuhi dan menjadi pilihan warga kota untuk menggunakan transportasi massal. Akibatnya, kemacetan terjadi karena warga kota memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil pribadi untuk kebutuhan transportasi.

Selain transportasi orang, untuk mendukung kehidupan warga kota memerlukan logistik yang dapat menyediakan barang-barang, utamanya barang kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, dan pakaian. Dengan jumlah penduduk yang banyak, antara 2 sampai 5 juta, setiap harinya perlu disediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar.

Warga kota mendapatkan makanan dan minuman di toko ritel modern, warung, dan pasar tradisional yang terdekat dengan mereka, baik di lokasi perumahan, perkantoran, sekolah, kampus, pabrik, dan lain-lain.

Barang-barang, produk, dan komoditi didatangkan dari berbagai wilayah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga kota. Komoditi hasil pertanian seperti beras, jagung, kedelai, dan sayuran didatangkan dari pedesaan. Komoditi perikanan dipasok dari daerah pesisir. Produk- produk hasil industri dikirim dari kawasan industri yang biasanya berada di pinggiran kota.

Selain kebutuhan transportasi orang, di kota memerlukan transportasi barang. Di kota setiap hari selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu terjadi kesibukan pengiriman barang dan bongkar muat barang dari truk untuk didistribusikan ke toko ritel, pasar raya, warung, pasar tradisional, dan mal. Kegiatan transportasi dan bongkar muat barang untuk memenuhi penyediaan barang-barang, produk, dan komoditi di kota dikenal dengan logistik perkotaan (urban logistics atau city logistics).

Pergeseran gaya hidup warga kota dalam berbelanja dari belanja konvensional ke belanja melalui e-commerce semakin meningkat. Belanja melaui e-commerce memberikan banyak kemudahan dan kepraktisan. Pilihan produk beragam yang disediakan oleh merchant di beberapa marketplace.

Pertumbuhan transaksi e-commerce B2C (Business-to-Consumer) dan C2C (Consumer-to- Consumer) yang pesat dan penggunaan mobile commerce memerlukan layanan logistik – sering dikenal dengan e-commerce logistics, utamanya layanan fulfillment dan last-mile delivery. Tak ayal lagi, kebutuhan e-commerce logistics untuk transaksi e-commerce konsumen di perkotaan memerlukan pengelolaan urban logistics yang efektif.

Data dari UN menyebutkan bahwa selama tahun 2016 tidak kurang dari 55% transaksi e- commerce berasal dari warga kota, sementara 46% berasal dari warga pedesaan. Persentase ini diprediksi akan meningkat pada tahun 2030, dari transaksi e-commerce total, 60%-nya berasal dari warga kota. Sisanya 40% berasal dari warga pedesaan.

Peningkatan belanja e-commerce ini memerlukan layanan urban logistics yang cepat, fleksibel, informatif, dan efisien. Di suatu kota, saat ini urban logistics terutama diperlukan untuk menyediakan solusi logistik ritel dan logistik e-commerce.

Logistik Ritel

Logistik ritel untuk mengelola penyediaan barang dan bahan pokok kebutuhan warga kota di setiap toko ritel. Pengelolaan logistik ritel ini mencakup transportasi, pergudangan, dan distribusi.

Umumnya sasaran logistik ritel ini adalah memenuhi permintaan pengisian barang di toko ritel dengan 7 kriteria tepat: jenis barang, kuantitas, kualitas, lokasi, penerima, waktu, dan biaya.

Barang, bahan pokok, material, dan produk diangkut dari pemasok ke gudang. Gudang ini bisa berupa distribution center yang berfungsi sebagai fulfillment center untuk memenuhi permintaan pengiriman barang ke toko-toko ritel. Selanjutnya dari fulfillment center, barang didistribusikan ke toko-toko ritel.

Dalam konteks desain urban logistics, jumlah dan lokasi toko ritel perlu direncanakan dengan mempertimbangkan keterjangkauan konsumen dan accessibility kendaraan pengiriman barang. Perencanaan logistik ritel untuk urban logistics meliputi:

  1. Penentuan gudang fulfillment. Fungsi gudang fulfillment untuk penerimaan barang- barang produk ritel dari pemasok, penempatan barang di rak-rak gudang, penyimpanan, picking sesuai order pemenuhan (replenishment), pengepakan, penyiapan pengiriman barang, dan pemuatan barang ke truck untuk pendistribusian barang ke toko-toko pengecer. Perencanaan gudang fulfillment mencakup: berapa banyak gudang fulfillment, jenis gudang apakah gudang umum atau gudang khusus, kapasitas gudang, dan lokasi gudang. Beberapa perusahaan ritel modern mengelola gudang fulfillment sendiri, namun banyak diantara mereka menyerahkan pengelolaan gudang fulfillment ini ke perusahaan penyedia jasa logistik (third-party logistics). Perusahaan 3rd party logistics yang mengelola gudang fulfillment untuk logistik ritel misalnya Pos Logistik yang mengelola pergudangan dan distribusi produk-produk ritel ke toko-toko ritel LEU Mart, dan Wira Logistik yang memberikan layanan logistik ritel Matahari. Pengelolaan gudang fulfillment saat ini menggunakan teknologi dan otomatisasi peralatan pemindahan barang (material handling equipment) baik handling system yang berbasis palletized dan non-palletized. Penentuan lokasi gudang fulfillment dalam logistik ritel untuk urban logistics sebaiknya di kawasan pergudangan yang berada di luar kota (suburban). Truck-truck yang digunakan untuk transportasi barang ritel dari pemasok ke gudang fulfillment umumnya menggunakan truck kapasitas besar, sehingga seringkali ada pembatasan akses truck untuk jalan di perkotaan. Oleh karena itu, lokasi gudang fulfillment di luar kota akan memudahkan akses truck untuk pengiriman barang ke gudang fulfillment.
  2. Pemilihan moda atau jenis dan kapasitas kendaraan. Transportasi dalam logistik ritel meliputi transportasi produk-produk ritel dari pemasok ke gudang fulfillment. Umumnya pengelolaan transportasi ini dikelola oleh pemasok bekerjasama dengan perusahaan transporter atau 3rd party logistics. Perbaikan sistem transportasi untuk logistik ritel ini utamanya efisiensi penggunaan truck dengan mengoptimalkan kapasitas truck. Upaya ini dicapai dengan melakukan penggabungan atau konsolidasi pengiriman untuk mendapatkan efisiensi biaya transportasi per unit (ton per kilometer). Selain itu, konsolidasi pengiriman dimaksudkan untuk mengurangi jumlah truck yang digunakan, sehingga mengurangi tingkat kemacetan dan polusi udara. Dengan demikian, sasaran perbaikan sistem transportasi untuk logistik ritel ini adalah penurunan biaya transportasi, mengurangi kemacetan di jalan raya, dan mengurangi pencemaran udara.
  3. Pengaturan rute dan jadwal keberangkatan kendaraan. Jalur mana yang akan ditempuh truck dan kapan jadwal keberangkatan dan kedatangan truck perlu dirancang dengan baik. Beberapa model yang diajarkan dalam Operation Research dapat digunakan untuk mensolusikan rute atau jalur transportasi dari pemasok ke gudang fulfillment dengan rute terpendek dan waktu tempuh tercepat. Dalam konteks urban logistics, pembatasan jalur dan jam-jam akses truck perlu dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di perkotaan.
  4. Lokasi bongkar muat barang. Di lokasi mana sebaiknya bongkar muat barang dilakukan perlu menjadi perhatian perancang logistik ritel dalam konteks urban logistics. Kita menjumpai banyak kegiatan bongkar muat barang ritel dilakukan di lokasi-lokasi yang menyebabkan kemacetan. Tidak ada pengaturan waktu dan lokasi bongkar muat barang. Akibatnya, kegiatan bongkar muat logistik ritel ini menyumbang tingkat kemacetan di beberapa titik di kawasan perkotaan.

Logistik E-Commerce

Logistik e-commerce termasuk dalam logistik ritel. Produk-produk yang diperdagangkan dalam e-commerce umumnya produk-produk ritel, produk yang digunakan consumer akhir.

Dalam beberapa tahun terakhir, e-commerce menjadi kontributor perkembangan urban logistics, khususnya layanan city courier atau parcel delivery. Peningkatan transaksi perdagangan e-commerce memerlukan solusi last-mile delivery – pengiriman barang ke penerima akhir.

Belanja melalui e-commerce telah menjadi bagian dari gaya hidup warga perkotaan. Menariknya, bila dicermati dari kategori usia, umumnya generasi milenial paling banyak menggunakan e-commerce dalam belanja kebutuhan mereka seperti fashion, gadget, buku, dan produk-produk accessoris lainnya.

Model operasi logistik e-commerce melibatkan serangkaian aktivitas transportasi, fulfillment, dan delivery. Transportasi produk-produk e-commerce dari pemasok ke gudang fulfillment. Beberapa produk-produk e-commerce dikirim dari luar negeri (cross-border) yang memerlukan layanan pengurusan kepabeanan (customs clearance).Produk yang diterima di gudang fulfillment, selanjutnya ditempatkan di rak-rak gudang, disimpan, dan dilakukan picking untuk dilakukan pengantaran ke penerima.

Peningkatan transaksi e-commerce memerlukan ruang, gudang, dan kendaraan untuk aktivitas urban logistics. Penelitian tentang urban logistics yang dipublikasikan oleh Cushman & Wakefield (2017) menyebutkan bahwa kebutuhan jumlah kendaraan (van) dan ruang (space) untuk bongkar muat dapat ditentukan dengan model perhitungan sebagai berikut:

  1. Pertama, menghitung Volume parcel per kota:
    Jumlah eShopper X Transaksi per eShopper X Rata-rata parcel per transaksi
  2. Selanjutnya, kita dapat menghitung berapa banyak van yang diperlukan untuk pengantaran parcel:
    Volume parcel per kota X Rata-rata loading per van
  3. Akhirnya, kita bisa menghitung kebutuhan space yang diperlukan:
    Jumlah van yang diperlukan X Rasio van

Setelah kebutuhan space untuk urban logistics diketahui, keputusan berikutnya adalah menentukan tingkat pelayanan (service level) berapa jam proses penanganan order sampai paket diterima penerima. Dalam terminologi logistics, hal ini disebut lead time, yaitu waktu yang diperlukan sejak sampai produk diterima.

Evolusi Pengantaran

Saat ini lead time untuk transaksi e-commerce semakin pendek. Pelanggan semakin menuntut proses pengiriman barang semakin cepat. Sejak pelanggan melakukan order pembelian sampai penerimaan barang, mereka mengingkat waktu yang sesingkat-singkatnya. Kalau dulu lead time ini hitungannya hari, sekarang pelanggan mengingkan hitungan jam. Banyak pelanggan saat ini menginginkan penerimaan barang pada hari yang sama (same-day delivery)

Studi yang dilakukan McKinsey (Maret, 2014) dengan publikasi yang diberi judul “Same-day delivery: The next evolutionary step in parcel logistics” menjelaskan evolusi pengantaran parcel dalam model B2C:

Kebutuhan layanan same-day delivery semakin meningkat, terutama untuk transaksi belanja produk-produk yang dijual di convenience store yang semakin banyak melalui e-Commerce atau e-Shopping.

Survei McKinsey (2014) mengenai fitur yang paling diperlukan pelanggan dalam e-Commerce, menyajikan temuan sebagai berikut:

  • Kecepatan, misalnya same-day delivery, 28%
  • Harga, 28%
  • Alternatif tujuan delivery, misalnya pengantaran di alamat kantor, rumah, atau locker, 15%
  • Fleksibilitas waktu pengantaran, misalnya pengantaran dilakukan pada malam hari ketika penerima sudah di rumah setelah pulang dari kantor, 11%
  • Lain-lain, 18%.

Fitur kecepatan, harga, dan alternatif tujuan delivery menjadi preferensi konsumen dalam memilih layanan last-mile delivery untuk belanja melalui e-Commerce.

Bagaimana penyedia jasa logistik memenuhi permintaan pelanggan dengan lead time delivery dalam waktu 12 jam, sejak dari order pembelian sampai barang-barang belanjaan diterima di depan pintu rumah mereka, merupakan tantangan tersendiri. Karenanya, penyedia jasa urban logistics perlu merancang sistem operasi yang memungkinkan dapat memenuhi lead time 12 jam.

Saat ini penyedia jasa logistik/kurir di kota-kota Indonesia tidak banyak yang menyediakan layanan same-day delivery, bahkan dengan skala volume yang relatif masih sedikit dan

pengantaran dalam kota (intracity). Beberapa penyedia jasa logistik yang dapat memberikan layanan same-day delivery masih mengelola proses operasinya secara khusus dengan kapasitas volume delivery yang sangat terbatas.

Ketika volume parcel yang diantar dalam jumlah besar tentu pemenuhan lead time 12 jam dengan pengantaran pada hari yang sama tidak bisa dilakukan. Alternatif solusi dan perbaikan pola operasi perlu dilakukan untuk menjamin same-day delivery.

  1. Penyedia jasa logistik atau kurir dapat memanfaatkan crowded-delivery seperti Uber, Go-Jek, Grab, dan logistics market place lainnya berdasarkan on-demand. Di era sharing economy dan disrupsi teknologi, crowded-delivery mampu memberikan solusi pengantaran same-day. Pengelola e-commerce logistics bekerjasama dengan beberapa operator crowded-delivery untuk melakukan pick-up parcel di fulfillment center atau merchant sesuai order pembelian dari market place, untuk selanjutnya dilakukan pengantaran ke penerima.  Penerimaan order pembelian melalui market place diproses oleh sistem aplikasi e- commerce, untuk selanjutnya perintah penyiapan pengantaran ke penyedia jasa logistik e-commerce. Produk pesanan di-picking sesuai order, packing, sortir, dan pengaturan rute dan skedul pengantaran. Konsolidasi kiriman parcel tetap dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas pengantaran. Sortir kiriman parcel dilakukan sesuai rute dan skedul pengantaran agar memenuhi lead time 12 jam.Kelebihan pemanfaatan crowded-delivery adalah semua biaya pengantaran dapat dikonversi secara variabel, tidak perlu investasi yang cukup besar baik investasi kendaraan maupun rekruitmen pengantar. Namun demikian, kapasitas crowded- delivery masih terbatas. Diperlukan pola kemitraan yang stratejik antara operator logistik e-commerce dengan pengelola crowded-delivery untuk memastikan keandalan pencapaian lead-time 12 jam dengan volume pengantaran parcel yang sangat besar.
  2. Mengelola sendiri pengantaran same-day. Bila same-day delivery dikelola sendiri, operator logistik perlu merancang desain dan pola operasi yang menjamin lead time 12 jam, sejak proses order pembelian sampai pengantaran parcel ke penerima. Desain operasi perusahaan penyedia jasa logistik/pos yang menyediakan layanan same-day delivery sebagai berikut:
  • Menentukan jumlah dan lokasi distribution center di lokasi dengan radius tertentu untuk memastikan dapat melakukan pick-up ke outlet merchant dengan jangkauan waktu sesuai lead time.
  • Melakukan cross-docking dan konsolidasi pengantaran di distribution center, sesuai lokasi titik antaran.
  • Melakukan pengantaran ke penerima.
  • Pengaturan jam order pembelian perlu dilakukan, misalnya DHL menerapkan jadwal order pembelian belanja melalui e-commerce pada jam 06.00 sampai jam 08.00 dan jam 08.00 sampai jam 10.00 dapat dilakukan pengantaran same-day.

Pilihan Moda Pengantaran

Beberapa moda pengantaran parcel dalam urban logistics dapat dipilih sesuai dengan service level dan karakteristik wilayah kota masing-masing.

  1. Kendaraan van. Penggunaan kendaraan van lazim digunakan oleh perusahaan penyedia jasa logistik/pos untuk pengantaran parcel di wilayah perkotaan. Kendaraan van dapat menampung sejumlah parcel sesuai dengan kapasitas kendaraannya. Kelebihan penggunaan van untuk pengantaran parcel mampu membawa parcel dalam jumlah cukup banyak untuk diantar penerima secara multi-drop. Namun demikian, tingkat kemacetan di beberapa kota, khususnya di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Yogyakarta, dan lain-lain, penggunaan kendaraan van untuk pengantaran dalam kota tidak dapat memberikan kepastian sesuai lead time yang distandarkan, khususnya untuk pengantaran same-day. Selain itu, polusi udara yang ditimbulkan dari kendaraan van dan penggunaan bahan bakar menjadi isu go green.
  2. Sepeda motor. Kemudahan akses pengantaran dan kecepatan dengan menggunakan sepeda motor menjadi pertimbangan dalam pengantaran parcel di perkotaan, meskipun kapasitas jumlah parcel yang dapat diantar terbatas.
  3. Sepeda. Beberapa penyedia jasa logistik/pos saat ini menggunakan kembali sepeda untuk pengantaran parcel di wilayah perkotaan. Bila zaman dulu Pak Pos identik dengan sepeda untuk pengantaran surat, paket, dan wesel, saat ini penggunaan sepeda untuk pengantaran parcel di wilayan perkotaan kembali diterapkan. Umumnya kemudahan akses pengantaran dan go green menjadi pertimbangan dalam penggunaan sepeda untuk pengantaran.
  4. Drone. Pengantaran dengan “pesawat tanpa awak” atau yang dikenal dengan “drone” mulai popular digunakan oleh beberapa perusahaan seperti Amazon dan DHL. Penggunaan drone merupakan lompatan dari konvergensi teknologi internet, satelit, geografi spasial, dan pesawat untuk pengantaran parcel di wiayah perkotaan tanpa awak dengan tingkat keakuratan sangat tinggi dan dapat menjangkau ke titik lokasi pengantaran secara luas. Teknologi drone dan regulasi implementasinya masih terus disempurnakan.
  5. Autonomous ground vehicles (AGVs) Di kota-kota negara maju seperti Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Singapura, dan Cina mulai dikenalkan penggunaan AGV untuk pengantaran parcel dengan locker tanpa perlu intervensi manusia. Semuanya dilakukan secara otomatis. Cara kerja AGV seperti ini, penerima diberikan notifikasi kapan jadwal pengantaran dilakukan. Penempatan parcel di kendaraan AGV menggunakan locker. Begitu AGV tiba di lokasi penerima, penerima mengambil parcel sesuai kode locker di AGV tersebut. AGV merupakan penerapan teknologi kendaraan tanpa sopir yang saat ini mulai digunakan di beberapa negara.

***
Dalam beberapa dekade terakhir, telah terjadi pergeseran konsentrasi penduduk dan pusat ekonomi dari kawasan pedesaan ke kawasan kota. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi kawasan perkotaan mengalami peningkatan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi perkotaan memerlukan keandalan pasokan barang dan komoditas untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan sektor rumah tangga. Jenis barang dan komoditas ini sangat beragam, mulai dari komoditas pangan, produk-produk kesehatan, barang industri, bahan bangunan, dan lain sebagainya.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas logistik perkotaan semakin meningkat. Peningkatan aktivitas logistik perkotaan melibatkan peningkatan arus transportasi barang, penyediaan gudang untuk distribution center dan fulfillment center, dan last-mile delivery.

Pertumbuhan ekonomi perkotaan yang semakin meningkat, perlu solusi logistik perkotaan yang efisien dan ramah terhadap lingkungan. Implementasi kebijakan kawasan logistik perkotaan sebagai gudang pusat konsolidasi dengan prinsip cross-docking, dan penggunaan perusahaan penyedia jasa logistik untuk melayani pengelolaan pergudangan, pengelolaan pengiriman barang-barang dari pemasok, dan distribusi barang-barang ke pengecer atau konsumen, merupakan beberapa cara praktik-praktik terbaik untuk mencapai efisiensi logistik perkotaan.

Bandung, Jln. Riau, 12 Maret 2018

 

Referensi

Cushman & Wakefield, Urban Logistics. 2017
Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Urban Freight and Logistics: The State of Practices in India, 2016
McKinsey, Parcel Delivery The Future of Last Mile. Transport and Logistics, September 2016.
McKinsey, Same-Day Delivery The Next Evolutionary Step in Parcel Logistics. Transport and Logistics, March 2014.

 

 

Retail Logistics

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

Hampir semua produsen tidak menjual produk-produknya secara langsung ke konsumen akhir. Antara produsen dan konsumen akhir ada perantara (intermediary) yang berfungsi sebagai saluran pemasaran (marketing channel). Saluran pemasaran ini dikenal juga sebagai saluran perdagangan (trade channel) atau saluran distribusi (distribution channel)

Saluran pemasaran banyak macamnya. Kita mengenal pedagang besar (wholesaler), grosir, distributor, dan pengecer (retailer). Saluran pemasaran memainkan peran penting dalam kesuksesan perusahaan dan memengaruhi semua faktor keputusan strategi pemasaran.

Saluran pemasaran yang menjual produk-produk langsung ke konsumen personal atau rumah tangga sebagai pengguna akhir produk dikenal retailer atau retailer store. Pengecer menjual aneka produk, mulai dari pakaian, makanan, peralatan rumah tangga, buku, peralatan elektronik, dan lain-lain

Tidak masalah bagaimana produk-produk atau jasa tersebut dijual. Apakah penjualan produkproduk tersebut melalui tenaga penjualan, katalog, email, telepon, surat, vending machine, atau penjualan secara online. Demikian pula, di mana penjualan produkproduk dilakukan, apakah penjualan produk dilakukan di toko, jalan, atau bahkan di rumah konsumen.

Sektor ritel bergerak dan tumbuh sangat cepat, secepat perputaran penjualan produk-produknya.

Beberapa peritel melakukan inovasi layanan, mengembangkan strategi jangka panjang, penggunaan teknologi terkini, penerapan sistem informasi yang canggih, dan pemanfaatan marketing tools secara efektif. Sebut saja misalnya, peritel global seperti Uniqlo, Zara, Zappos, H&M, Mango, Topshop, Walmart, dan lain-lain.

Bentuk toko ritel yang lain adalah toko swalayan (supermarket), toko serba ada (department store), toko kombinasi (combination store), hypermarket, toko diskon, factory outlet, dan katalog showroom (Kotler dan Keller, 2015).

Peran Logistik

Logistik ritel (retail logistics) akan menjamin ketersediaan produk-produk dari manufaktur dan pemasok lainnya untuk dijual di toko-toko ritel dalam jumlah yang mencukupi sesuai kebutuhan permintaan pasar, dengan kualitas produk yang terjaga, dan biaya logistik yang efisien.

Saat ini banyak toko ritel – terutama pasar swalayan, yang menjual produk-produk kategori produk-produk yang mudah rusak (perishable goods), seperti ikan segar, buahbuahan, sayur mayur, dan lain-lain. Produk-produk ini memerlukan sistem penyimpanan, transportasi, dan tempat dengan pengaturan temperatur dan kelembaban tertentu.

Logistik ritel telah bertrans formasi, dari sekadar penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi produk dari pemasok ke toko peritel, namun logistik ritel saat ini mencakup pengelolaan demand chain dan supply chain.

Dalam mengelola logistik ritel, kita perlu memahami dan mengidentifikasi kebutuhan konsumen akan jenis produk, berapa banyak kuantitas produk yang diperlukan, dan kapan
produk-produk tersebut diperlukan. Ini yang dikenal dengan demand chain.

Selain mengelola demand chain, logistik ritel mengelola supply chain. Pengelolaan supply chain dalam sektor ritel mencakup order pembelian, distribusi produk dari pemasok ke toko peritel, pembayaran ke pemasok, dan pengelolaan informasi jenis produk, lokasi, dan kualitas produk yang perlu dipasok dari pemasok ke toko-toko peritel.

Fernie dan Sparks (2014) menyebutkan lima komponen penting dalam logistik ritel, yang dikenal dengan logistics mix sebagai berikut:

  1. Fasilitas penyimpanan (storage facilities). Logistik ritel memerlukan fasilitas penyimpanan berupa gudang (warehouse) atau Distribution Center (DC) atau secara sederhana mungkin sekadar stock point yang menyimpan produk-produk dalam jumlah yang mencukupi untuk menjaga persediaan produk yang optimal, untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan permintaan. Selain itu, fasilitas penyimpanan diperlukan untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.
  2. Persediaan (inventory). Umumnya semua peritel menahan atau menyimpan persediaan. Pengelolaan persediaan ini mencakup keputusan penentuan berapa jumlah stock atau persediaan yang harus disimpan, lokasi penyimpanan, kapan melakukan order pembelian, dan berapa jumlah barang setiap order pembelian, untuk menjamin ketersediaan produk dengan biaya penyimpanan persediaan yang paling efisien.
  3. Pengangkutan (transportation). Hampir semua produk memerlukan transportasi untuk
    memindahkan produk dari lokasi produksi ke lokasi konsumsi. Karenanya, peritel harus mengelola transportasi yang dihadapkan pada berbagai jenis moda transportasi, ukuran
    container, jenis armada kendaraan, jadwal keberangkatan dan kedatangan transportasi, ketersediaan dan kesiapan kendaraan termasuk sopirnya.
  4. Unitisasi dan pengepakan (unitization dan packaging) Produk-produk consumer umumnya dijual di toko ritel dalam jumlah dan ukuran yang kecil. Sementara produk-produk yang dipasok dari manufaktur dalam ukuran dan jumlah besar seperti container. Karenanya, dalam logistik ritel diperlukan unitisasi dan pengepakan. Unitisasi akan menyatukan produkproduk ritel dalam satuan kecil menjadi ukuran yang lebih besar. Produk dalam kemasan dengan satuan kaleng atau piece misalnya, akan disatukan menjadi satuan karton, box, atau pallet. Selain itu, untuk kepentingan handling dalam logistik ritel menuntut pengepakan produk yang kuat, mudah, dan efisien ketika dilakukan handling selama proses transportasi, penyimpanan, material handling, dan pemajangan produk di rak (shelves management).
  5. Komunikasi (communications). Komunikasi memegang peran penting dalam sistem logistik ritel. Untuk mendapatkan informasi dimana produk dijual, jenis produk, berapa banyak, kapan, dan siapa pembeli produk-produk ritel, diperlukan sistem informasi dan komunikasi yangmemadai. Tidak hanya informasi mengenai sisi permintan dan penawaran produk, melainkan informasi mengenai volume, stock, harga, dan pergerakan atau fluktuasi penjualan produk. Informasi ini penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem operasi logistik ritel.

Kelima komponen logistik ritel ini saling berkaitan. Kinerja logistik ritel ditentukan oleh
koordinasi, harmonisasi, dan integrasi antarkomponen. Pengepakan dan unitisasi produk dari manufaktur akan menentukan kinerja pengangkutan dan penyimpanan. Informasi demand dan supply chain akan menentukan jumlah persediaan, jenis produk, dan fasilitas dan lokasi penyimpanan untuk pendistribusian produk-produk di toko-toko ritel.

Tolok ukur keberhasilan logistik ritel sejatinya ditentukan oleh logistics cost dan service level. Logistics cost berhubungan dengan biaya logistik total mulai dari biaya pemesanan, pengangkutan, penyimpanan, distribusi, dan penataan produk di toko-toko ritel. Sementara service level terkait erat dengan ketepatan jenis produk, waktu, lokasi, keamanan, keutuhan, dan kualitas produk selama proses aktivitas logistik sampai produk digunakan consumer. Dalam pengelolaan logistik ritel, sebagian dikelola sendiri (in-house logistics) dan sebagian diserahkan ke pihak ketiga (outsourcing logistics) ke 3PL company

Desain Logistik Ritel

Di era kompetisi bisnis yang semakin ketat, daya saing perusahaan tidak hanya ditentukan oleh keunggulan komparatif yang mengandalkan sumber daya dan kapabilitas organisasi. Saat ini kompetisi didasarkan pada kompetisi berbasis waktu (timebased competition).

Setidaknya ada tiga dimensi dalam time-based competition seperti diujarkan oleh Christopher dan Peck (2003). Organisasi perusahaan harus mengelola time-based competition secara efektif untuk merespon perubahan lingkungan bisnis. Ketiga time-based competition tersebut adalah:

  • time to market : kecepatan perusahaan untuk mengkomersialisasi peluang bisnis ke pasar;
  • time to serve : kecepatan perusahaan dalam memenuhi order pelanggan; dan
  • time to react : kecepatan perusahaan dalam menyesuaikan perubahan permintaan yang berfluktuasi secara cepat.

Pendekatan kompetisi berbasis waktu mendorong perusahaan untuk mengembangkan strategi lead-time dalam pengelolaan bisnis. Semakin cepat dan pendek lead-time, maka perusahaan akan unggul.

Kunci keberhasilan bisnis sektor ritel terletak pada pengelolaan strategi lead-time ini. Logistik ritel tidak hanya persoalan pengelolaan inventory, penyimpanan, dan transportasi. Logistik ritel mencakup pengelolaan supply chain dan customer chain. Bila perusahaan berhasil dalam mengelola supply chain dan customer chain, maka penciptaan nilai akan dihasilkan. Ini yang
dikenal dengan value chain sebagaimana dicetuskan pertama kali oleh Porter (1985).

Dalam logistik ritel, distribusi dibedakan menjadi primary distribution dan secondary distribution. Primary distribution merupakan distribusi produk dari pabrik ke warehouse atau DC. Sementara secondary distribution merupakan distribusi produk dari warehouse atau DC ke toko peritel.

Kotler dan Keller memberikan penamaan market logistics untuk menyebut logistik ritel ini. Dalam pandangan Kotler dan Keller (2015), market logistics mencakup perencanaan infrastruktur logistik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, untuk selanjutnya mengimplementasikan dan mengendalikan aliran produk-produk consumer dari titik asal ke titik tujuan sesuai kebutuhan pelanggan secara efisien dan efektif.

Alan McKinnon (1996) dalam Fernie dan Sparks (2014) memberikan rekomendasi untuk peningkatan kinerja logistik ritel dalam era time-based competition.

  1. Perusahaan ritel harus meningkatkan pengendalian atas secondary distribution dengan
    cara menggunakan DC dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang
    andal. Saat ini produk-produk ritel dipasok dari berbagai negara, selain itu
    ketergantungan antaraliran produk semakin tinggi. Karenanya, operasional
    logistik harus terintegrasi, utamanya dalam pemenuhan order, pengisian
    stock, dan pengendalian aliran informasi pergerakan dan penyimpanan barang.
  2. Perusahaan ritel harus melakukan restrukturisasi sistem logistiknya dengan cara
    mengurangi tingkat persediaan barang, meningkatkan efisiensi melalui
    pengembangan “composite distribution”, yaitu distribusi produk-produk yang
    memerlukan tingkat temperature sama dalam satu DC dan satu kendaraan.
    Selain itu, perusahaan harus menerapkan sentralisasi warehouse untuk produk-produk yang slower moving dengan cara penggunaan warehouse bersama (common stock
    rooms).
  3. Perusahaan hendaknya mengadopsi “Quick Response” (QR). Tujuan dari penerapan QR untuk memangkas tingkat persediaan dan meningkatkan kecepatan aliran produk. Penerapan QR dapat mengurangi order lead time dan frekuensi pergerakan delivery barang antara DC dan toko.
  4. Perusahaan harus meningkatkan utilisasi aset dan infrastruktur logistik dengan cara mengintegrasikan sistem jaringan primary distribution dan secondary distribution melalui penerapan Electronic Data Interchange (EDI). Penerapan EDI ini akan mengurangi waste karena perencanaan aliran fisik produk, dokumen, dan keuangan
    dapat diatur dengan baik.
  5. Perusahaan harus meningkatkan aliran return packaged material and handling equipment untuk recycling atau re-use dengan cara mengembangkan “reverse logistics”.
  6. Perusahaan mulai mengenalkan pendekatan Supply Chain Management (SCM) and Efficient Consumer Response (ECR) untuk meningkatkan efisiensi operasi logistik. Kolaborasi antarpemasok untuk memaksimalkan kapasitas logistik akan dicapai efisiensi logistik ritel. Penggunaan fasilitas pergudangan dan moda transportasi bersama akan meningkatkan skala ekonomis sistem logistik.

Perkembangan dan tantangan logitistik ritel semakin meningkat terutama dipicu oleh
teknologi internet yang memungkinkan perusahaan menerapkan strategi penjualan
produk secara online, online dan offline, dan bahkan strategi ritel telah berkembang menjadi
strategi Omni-channel.

Kemajuan teknologi internet memang dapat mendisrupsi bisnis sektor ritel, utamanya para pebisnis ritel konvensional, yang masih menggunakan satu saluran penjualan dalam berinteraksi dengan pelanggannya. Atau, kalaupun mereka telah mulai mengembangkan berbagai saluran penjualan (multichannel), antarsaluran tersebut tidak terintegrasi.

Akibatnya, perusahaan tidak dapat menangkap dan memberikan pelayanan penjualan secara maksimal ke pelanggannya, utamanya pelanggan yang telah menggunakan berbagai saluran media komunikasi: media sosial online sebagai netizens.

Keberhasilan bisnis ritel sejatinya ditentukan oleh empat faktor: ketepatan (pacing), pandangan global (span), ketersediaan (availability), dan informasi (Fernie dan
Sparks, 2014).

Peritel pakaian yang telah memiliki jaringan global dan sukses seperti Zara contohnya, kunci keberhasilannya terletak pada kecepatan dalam time to market, time to service, dan time to react. Toko-toko Zara ramai dikunjungi pelanggannya dan produk-produknya selalu dibeli karena desain produk pakaian Zara selalu baru, tidak jarang produk-produk tersebut tidak produksi dan dijual lagi.

Akibatnya, pelanggan Zara selalu datang dan membeli produk-produk pakaian Zara.
Bila para produsen pakaian hanya meluncurkan mode pakaian satu tahun sekali, tidak seperti Zara. Zara selalu meluncurkan produk pakaian mode baru setiap 2 minggu sekali. Dalam mendesain produk-produk pakaian, Zara mendengar dan melibatkan pelanggannya. Zara mencari tahu banyak mode pakaian apa yang diinginkan pelanggannya, serta mode pakaian apa yang saat ini menjadi tren.

Zara mengintegrasikan desainer, pemasok, dan toko ritelnya melalui pendekatan SCM yang andal. Akibatnya, Zara dapat mempendek lead time dan mendeliver produk-produk pakaian ke pasar dengan tepat.

Sekali lagi, kunci keberhasilan Zara terletak di pacing atau speed-nya. Selain pacing, para peritel harus mengembangkan pandangan global. Saat ini komponen produk dipasok dari
berbagai negara. Produsen dan peritel harus mencari sumber pasokan produk yang paling murah dan biaya logistik yang paling efisien.

Ketersediaan (availability) menjadi kunci keberhasilan. Para peritel harus memastikan produk tersedia baik di toko maupun online. Logistik berperan penting dalam menjamin ketersediaan produk di toko dan ketepatan dalam pengiriman produk ke konsumen.

Informasi, bukan hanya pergerakan fisik produk, yang perlu menjadi perhatian dalam logistik ritel. Informasi aliran produk sangat penting untuk perencanaan forecasting penjualan, pemesanan produk, penentuan tingkat inventory, penyimpanan produk di gudang, pengelonaan transportasi, dan penyimpanan produk di rak-rak toko ritel.

Penerapan ICT sistem logistik yang andal menjadi kunci keberhasilan dalam sistem informasi manajemen logistik ritel.

Peran bisnis ritel sangat penting dalam penjualan produk-produk yang dihasilkan dari
sektor primer dan sekunder, seperti manufaktur, pertanian, dan perikanan. Produk-produk
tersebut didistribusikan ke toko-toko ritel secara tepat jenis produk, tepat waktu, tepat lokasi,
dengan kondisi atau kualitas tetap terjaga, dan dengan biaya distribusi yang paling efisien.

Seringkali kita sebagai konsumen beranggapan bahwa ketersediaan produk di toko ritel dalam jumlah yang mencukupi dan dengan kualitas yang baik merupakan sesuatu yang biasa. Padahal, untuk menjamin ketersediaan produk (product availability) dengan tepat, baik tepat kuantitas maupun kualitas memerlukan solusi sistem logistik yang andal. Dalam hal ini, logistik berperan penting dalam bisnis ritel.

Detail : Artikel ini dimuat  di Truck Magz – 45 / IV / MARCH 2018 (page 42 – 47)