Belajar dari Jepang: Reverse Logistics untuk Recycling Produk Home Appliance

Dr, Zaroni CISCP, CFMP

CEO Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

 

Produk-produk peralatan elektronik rumah tangga (home appliance), seperti TV, kulkas, mesin cuci, dan AC semakin banyak digunakan. Peningkatan pendapatan rumah tangga (disposable income) mendorong masyarakat mampu membeli peralatan elektronik tersebut. Bagi masyarakat perkotaan kini hampir semuanya menggunakan TV, kulkas, dan AC di rumah tangga.

Produk-produk tersebut memiliki umur ekonomis terbatas. Dalam jangka waktu tertentu, produk-produk tersebut harus diganti karena produk secara teknis tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu perkembangan teknologi dan seni desain produk membuat produk-produk tersebut kuno (obsolete). Saatnya produk-produk home appliance harus diganti. Konsumen pun membeli produk baru. Masalahnya, produk home appliance yang lama dikemanakan?

Umumnya produk-produk peralatan elektronik mengandung material dan kandungan isi yang berbahaya bagi lingkungan. TV misalnya, tabung TV mengandung merkuri. Merkuri tidak bisa diurai. Kandungan merkuri dapat menyebabkan risiko penyakit kanker.

Kulkas dan AC mengandung freon yang dapat merusak lapisan ozone. Selain itu, material komponen peralatan elektronik hampir semuanya terdiri dari tembaga, aluminium, plastik, dan styrofoam. Material ini membahayakan apabila proses pembuangannya (disposal) tidak ditangani dengan baik.

Dalam beberapa dekade terakhir, kesadaran perusahaan sebagai entitas bisnis tidak hanya mengejar profit, namun perusahaan juga telah memerhatikan aspek people dan lingkungan. Ini yang dikenal dengan 3P (profit, people, dan planet), sebagai paradigma baru dalam mengelola perusahaan.

Produk-produk peralatan elektronik memang telah menjadi kebutuhan dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern, yang menuntut kepraktisan, kenyamanan, dan kemudahan. Namun, proses produksi, penggunaan, dan pembuangan produk-produk elektronik berdampak pada kerusakan lingkungan bumi dan alam semesta. Kesadaran masyarakat global akan pelestarian lingkungan mendorong perusahaan menjalankan bisnis yang ramah lingkungan. Penerapan 3R (reduce, reuse, dan recycle) telah menjadi strategi efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Reduce, dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan material yang dapat merusak lingkungan, seperti plastik, logam, freon, merkuri, dan lain-lain. Selain itu, penghematan energi seperti pengurangan pemakaian energi listrik dan bahan bakar minyak juga merupakan cara untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Reuse, kita menggunakan kembali peralatan dan kemasan untuk beberapa kali pemakaian. Cara ini juga efektif untuk mengurangi sampah dan pemakaian material, sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Recycle, produk-produk dan kemasan didaur ulang untuk menghasilkan material yang digunakan untuk menghasilkan produk baru.

Reverse Logistics dan Recycling

Jepang sebagai negara yang “miskin” sumber daya alam, seperti aluminium, fosil bumi, timah,tembaga, besi, baja, dan lain-lain yang diperlukan sebagai bahan baku industry peralatan elektronik rumah tangga, berusaha berhemat dalam penggunaan bahan baku tersebut.

Umumnya bahan baku dari sumber daya alam diimpor dari negara-negara lain.  Penghematan penggunaan bahan baku sumber daya alam yang dilakukan negara Jepang berdampak pada pengurangan beban impor, yang berpengaruh langsung pada neraca pembayaran (balance of payment) negara Jepang.

Pemerintah Jepang sangat concern terhadap upaya penghematan pemakaian bahan baku sumber daya alam dan penggunaan energy. Di masa lalu, orang-orang di Jepang biasa memulihkan (recovery) baja dan beberapa logam lainnya dari peralatan rumah tangga akhir (End of Life, EoL) dan membuang sisa peralatan di tempat pembuangan sampah.

Dengan berlakunya Undang-Undang Daur Ulang Peralatan Rumah Tangga (Home Appliance Recycling Law atau disingkat HARL) pada bulan April 2001, sebuah sistem didirikan untuk memulihkan peralatan rumah EoL dengan benar dan efisien dalam mendaur ulang peralatan elektronik rumah tangga, sehingga dapat dilahirkan kembali sebagai bahan baku dan produk baru.

Sebagai rangkaian pembelajaran pelatihan IDLM AOTS, kami mengunjungi, Panasonic Eco Technology Center (PETEC) seluas 38.570 m2 di Kato, Hyogo, Japan. PETEC telah beroperasi sejak bulan April 2001, tahun yang sama sejak HARL diundangkan. PETEC dikhususkan melayani sebagai bagian dari sistem implementasi recycling untuk mempromosikan pengurangan limbah dan penggunaan kembali sumber daya alam secara efektif. Limbah produk home appliance yang diterima untuk proses recycling terdiri: TV layar datar, mesin cuci, mesin pengering, air conditioner (AC), refrigerator, dan freezer.

Mengapa perlu dilakukan recycling?

Menurut PETEC, jika tidak dilakukan recycling, maka (1) limbah pembuangan produk-produk peralatan elektronik harus ditanam, (2) berakibat mempercepat kerusakan lingkungan, (3) penyusutan sumber daya alam.

Dr Zaroni - Reverse Logistics untuk Recycling Produk Home Appliance

Panasonic Eco Technology Center (PETEC) di Kato, Hyogo, Japan

PETEC meyakini bahwa recycling didasarkan pada paradigm “produce, use, return, dan utilize”. Produk home appliance diproduksi, digunakan, dan dikembalikan untuk didaur ulang agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku atau produk baru.

Bagaimana recycling ini dijalankan? Undang-undang HARL membagi tiga pihak yang berperan penting dalam proses recycling, yaitu: manufaktur, retailer, dan konsumen.

Konsumen (consumer) sebagai penghasil limbah produk home appliance berkewajiban untuk membayar biaya pengumpulan dan pengangkutan limbah dan biaya recycling.

Di Jepang, konsumen menghubungi retailer penjual produk home appliance untuk melakukan pick-up limbah produk home appliance ke rumah.

Konsumen membayar biaya untuk pick-up, pengangkutan, dan proses recycling berkisar JPY4,000 s.d JPY5,000 (atau sekitar Rp480.000 sampai Rp600.000) tergantung jenis produknya. Retailer wajib melakukan pick-up dan mengangkut limbah produk home appliance ke lokasi pengumpulan drop point PETEC. Sebagai bukti konsumen telah membayar, retailer menerbitkan tanda terima dan menempelkan sticker di produk home appliance.

Pembayaran fee collection dapat dilakukan langsung ke retailer pada saat pick-up atau pembayaran melalui kantor pos. Selanjutnya, PETEC melakukan proses recycling limbah produk home appliance.

Menurut data PETEC, rata-rata setahun lebih dari 700.000 limbah produk home appliance telah dilakukan recycling, dan 90% limbah disposal produk home appliance dapat digunakan untuk bahan baku produk dan dihasilkan produk baru. Selain produk-produk disposal home appliance merek Panasonic, PETEC juga menerima produk-produk merek Hitachi, Samsung, Toshiba, Osaka Gas, Daikin, dan lain-lain.

Proses recycling dilakukan menggunakan teknologi dan fasilitas recycling modern (automatization) dengan menerapkan standar keamanan dan keselamatan yang sangat ketat.

Proses Recycling di PETEC

Proses Recycling di PETEC

Pemahaman mengenai karakteristik material dan kandungan material limbah berbahaya menjadi hal yang sangat penting. Hasil pengolahan recycling sebagian dapat dijadikan material produk baru dan sebagian menjadi bahan baku untuk material plastik, aluminium, besi, baja ringan, dan lain-lain.

PETEC memilih tag line “Treasure Hunting” sebagai positioning aktivitas recycling ini. Tag line ini bermakna bahwa recycling ibarat mencari harta karun berupa material sumber daya alam.

Dengan recycling, negara Jepang dapat menghemat impor bahan baku industri yang umumnya berasal dari sumber daya alam, sekaligus turut menjaga kelestarian lingkungan karena penghematan pemakaian sumber daya alam.

Contoh Proses Recycling Mesin Cuci

Contoh Proses Recycling Mesin Cuci

Proses recycling memerlukan solusi logistik balik (reverse logistics). Umumnya logistik merupakan pergerakan material atau produk dari pemasok ke produsen, dari produsen ke grosir, dari grosir ke pengecer, dan dari pengecer ke konsumen. Sedangkan reverse logistics, pergerakan produk dari konsumen ke pengecer, dari pengecer ke produsen, lalu dari produsen ke pemasok.

***

Kesadaran global dalam menjaga kelestarian lingkungan bumi dan alam semesta mendorong para pemimpin organisasi bisnis untuk memerhatikan dampak lingkungan. Jepang sebagai negara yang tidak banya memiliki kekayaan sumber daya alam berusaha untuk menghemat pemakaian material yang berasal dari sumber daya alam.

Paradigma dalam berbisnis perusahaan Jepang “produce, use, return, dan utilize” turut menjaga kelestarian lingkungan bumi dan alam semesta. Political will dari Pemerintah dengan menerbitkan dan menegakkan UU Daur Ulang Peralatan Rumah Tangga, telah menumbuhkan kesadaran dan partisipasi, baik dari dunia usaha maupun masyarakat untuk bersama melakukan recycling limbah produk home appliance.

Reverse logistics memfasilitas proses penarikan dan pengumpulan limbah produk-produk home appliance untuk dilakukan recycling pada fasilitas recycling seperti PETEC.

Indonesia perlu mencontoh dan menerapkan recycling limbah produk-produk home appliance ini, dan menumbuhkan kesadaran kolektif, semua komponen bangsa, baik Pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

Kesadaran bahwa bumi yang kita huni saat ini perlu kita rawat dan jaga kelestariannya, agar anak-anak generasi mendatang tetap dapat tinggal nyaman dan damai di bumi. Karena, bukankah sejatinya kita meminjam bumi ini dari mereka?

Kobe, Kyoto, Tokyo – 9-10 November 2017

Akun Bot Twitter: Studi Kasus Setnov

Ismail Fahmi, Ph.D

Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

 

Di dunia Twitter, kita pernah dengar istilah “akun bot” atau “akun-akun robot”. Maksudnya, akun jumlahnya ribuan, ratusan ribu, dan bahkan ada yang mencapai jutaan, dan dikontrol oleh sebuah program tertentu, dan dioperasikan oleh satu orang atau tim. Tujuan akun bot ini dalah untuk menaikkan tren sebuah isu atau percakapan di Twitter.

Bagaimana wujud dari akun bot ini? Kita akan gunakan Drone Emprit untuk melihat pola yang ditampilkan oleh akun bot dalam sebuah percakapan. Untuk studi kasus, kita gunakan kata kunci “Novanto” atau “Setnov” yang sedang ramai beberap hari ini.

Data Twitter Ini

Ismal Fahmi - Akun Bot Twitter - Studi Kasus Setnov 1Ini data seminggu terakhir dari pantauan Drone Emprit untuk keyword “novanto” atau “setnov”. Trend percakapan dan pemberitaan di kedua kanal media sosial dan online, samasama tinggi. Ini menunjukkan isu papa masih sangat menjual, dan tampaknya akan terus menghiasi media dan sosial.

SNA: Pasukan Papa yang Kesepian

Langsung aja kita lihat peta SNA. Di situ tampak ada sebuah cluster besar, yang didominiasi oleh akun-akun media online seperti Detikcom, Kompascom, KompasTV, Tribune, dll. Ada juga akun-akun tokoh seperti mohmahfudmd, FaisalBasri, dll.

Di dalam cluster besar tersebut, tampak adanya pasukan MCA, yang bersama-sama dengan para tokoh dan media; seperti maspiyuu, firaun_id, netizenTofa, dll. Di seberang lain dari cluster ini, teradapat akun-akun rival mereka, seperti partaisocmed, digembok, TetapAhokDjarot, dkk. Mereka semua disatukan dalam sebuah nada yang sama: mendukung KPK dan menghadapi papa.

Nah, apakah papa diam saja? Tentu tidak. Di dunia maya, kita dari peta SNA ini, sebuah akun yang begitu besar mendapat retweet, di kelilingi oleh ratusan atau ribuan akun lain: BNewsCoID. Akun dan pengikutnya ini, begitu ramai dan kompak memberi dukungan pada papa. Bisa dilihat contoh2 twit akun ini, yang rata-rata setiap twit dishare/retweet sebanyak 300 kali.

Namun sayang, cluster BNewsCoID ini seolah ‘ngerumpi’ sendiri. Ibarat sebuah gugusan tata surya, yang menyendiri dan kesepian di pinggiran galaxy.

Ismal Fahmi - Akun Bot Twitter - Studi Kasus Setnov 2

Wait, ternyata cluster pendukung papa tidak itu sendirian. Ada akun lain yang mendapat retweet yang tinggi, yaitu Indonesia194508. Cukup banyak twitnya yang diamplifikasi. Namun sama nasibnya, mereka tidak memiliki engagement dengan akun-akun riil dalam cluster besar di tengah semesta ini.

Akun Robot

Kalau anda ingin melihat bagaimana robot Twitter bekerja, anda bisa lihat contoh kedua akun pendukung papa di atas. Robot yang bodoh, hanya menjalankan satu tugas saja: meretweet tuannya.

Saran saya, sebaiknya para robot itu diajarin, agar sedikit lebih cerdas, yaitu melakukan engagement yang agak natural sedikit, dengan akun riil yang kontra papa. Biar tampak seolah mereka adalah makhluk hidup.

Kalau seperti ini, meskipun volumenya tinggi, begitu diplot di SNA Drone Emprit, akan langsung kelihatan betapa kesepian mereka.

Ismal Fahmi - Akun Bot Twitter - Studi Kasus Setnov 3

Closing

Kekuatan papa di dunia ‘lain’ yang tak tersentuh Drone Emprit mungkin sangat kuat. KPK, seperti dikatakan Bambang W, seolah menjelang sakaratul maut karena diserang sana-sini.

Satu-satunya dukungan yang membuat KPK tetap kuat adalah dukungan publik.

Drone Emprit melihat, dukungan publik kepada KPK masih sangat kuat dalam kasus e-ktp melawan papa ini. Media online menjadi sumber utama informasi yang akan diamplifikasi publik. Dan kelompok warganet yang biasanya membantuk polarisasi cluster yang diametral, di sini mereka disatukan, satu suara.

Namun publik tidak boleh kecolongan atau lengah. Karena kita lihat di media dan sosial, papa juga mengerahkan pasukannya. Meski pasukan bayaran ini belum cerdas, namun tak seyogyanya kekuatan mereka diabaikan.

Publik bersatu di belakang KPK!

Belajar Praktik Supply Chain Terbaik dari Gudeg Yu Djum

Oleh Dr Zaroni

Gudeg Yu Djum menjadi salah satu iconic kuliner Jogjakarta. Para pelancong, pebinis, dan
pegawai pejalan dinas yang ke Jogjakarta selalu menyempatkan menikmati Gudeg Yu Djum.
Tidak jarang membawa pulang Gudeg Yu Djum untuk keluarga atau kerabat.

Gudeg Yu Djum seakan menjadi legenda kuliner gudeg khas Jogjakarta. Sebagai legenda,
Gudeg Yu Djum selalu menjaga kualitas citra rasa secara konsisten.

Pemilihan jenis bahan baku menjadi perhatian Gudeg Yu Djum. Bahan baku masakan menjadi penentu kualitas Gudeg Yu Djum selain ukuran racikan, proses, dan cara memasak.

Bahan baku Gudeg Yu Djum dipilih dari bahan baku berkualitas. Komposisi gudeg terdiri dari
bahan baku: daging ayam kampung, nangka muda atau tewel, krecek, rempah-rempah, telur
bebek segar, dan beras lokal terbaik.

Manajemen Inventory
Bahan baku menjadi faktor kritikal dalam bisnis kuliner. Tidak hanya kualitas dan kuantitas
bahan baku, ketersediaan dan kontinuitas pasokan bahan baku menjadi faktor penting dalam
daya saing bisnis kuliner.

Gudeg Yu Djum selalu menjaga kualitas dan kuantitas bahan baku. Dalam menjaga kualitas
bahan baku, Gudeg Yu Djum mencari dan memilih bahan baku dari sumber terbaik.

Dalam pemilihan daging ayam kampung misalnya, Gudeg Yu Djum menggunakan daging ayam segar peternak lokal yang diantar setiap hari. Pasokan daging ayam lokal setiap hari ini
memastikan Gudeg Yu Djum mendapatkan daging ayam segar.

Bahkan untuk pengadaan nangka muda harus didatangkan pemasok dari Prembun, Klaten.
Nangka muda dipanen pada tingkat kematangan yang tepat, sehingga memberikan citra rasa
dan tekstur yang khas.

Menjaga konsistensi dan ketersediaan pasokan bahan baku menjadi perhatian manajemen
Gudeg Yu Djum.

Gudeg Yu Djum melakukan kerjasama stratejik dengan para pemasok bahan baku. Hubungan
kerjasama dengan para pemasok tidak sekadar transaksional, namun hubungan kerjasama
dibangun melalui hubungan strategic partnership.

Pasokan dari peternak dan petani lokal, merupakan kerjasama yang memberikan
pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat luas, khususnya sektor usaha mikro kecil dan
menengah.

Bahan baku masakan Gudeg Yu Djum umumnya adalah bahan kategori perishable goods,
barang yang mudah rusak atau busuk. Karenanya diperlukan manajemen inventory yang
efektif.

Gudeg Yu Djum mensyaratkan pilihan bahan baku segar. Konsekuensinya, Gudeg Yu Djum
menerapkan manajemen persediaan bahan baku dengan pendekatan just-in time, persediaan
bahan baku disesuaikan dengan kebutuhan pemakaian bahan baku untuk proses pengolahan
masakan. Pada just-in time, persediaan mendekati nol.

Impikasi pendekatan just-in time, Gudeg Yu Djum memilih pemasok bahan baku yang mampu memenuhi pasokan dengan kuantitas dan lead time tepat.

Pasokan bahan baku masakan gudeg yang lebih cepat akan menyebabkan bahan baku harus
menunggu untuk digunakan dalam proses pengolahan masakan. Akibatnya, bahan baku akan
berisiko rusak atau mengalami penurunan kualitas kesegarannya.

Penggunaan alat penyimpan pendingin (cold storage) akan dapat menjaga kesegaran bahan
baku masakan dalam jangka waktu tertentu. Namun perlu diperhatikan tingkat kelembaban,
tidak hanya tingkat suhu ruang dan alat penyimpan bahan baku masakan.

Kekurangan dan keterlambatan pasokan bahan baku akan menyebabkan terganggunya
proses pengolahan masakan. Akibatnya, terjadi kekurangan stock untuk penyajian hidangan.
Bila hal ini terjadi, pelanggan akan kecewa. Pesanan menu masakan favoritnya ternyata sudah habis.

Manajemen Gudeg Yu Djum tidak mengharapkan kedua hal ini terjadi, baik overstock maupun understock atas persediaan bahan baku, karena akan tidak baik bagi kualitas pelayanan.

Gudeg Yu Djum menyadari hal ini. Penggunaan peramalan permintaan berdasarkan histori
dan perilaku pelanggan menjadi perhatian manajemen Gudeg Yu Djum.

Pada hari-hari dan season tertentu, permintaan pelanggan Gudeg Yu Djum melonjak.
Sementara pada hari-hari lain permintaan relatif tetap pada volume atau porsi tertentu.
Gudeg Yu Djum selalu mencermati pola demand ini agar dapat memproyeksikan kebutuhan
bahan baku dengan tepat.

Di Gudeg Yu Djum, pengaturan penempatan inventory bahan baku masakan selalu
diperhatikan. Penempatan bahan baku pada posisi dan rak yang tepat sesuai jenis bahan baku
akan memastikan ketepatan pada saat bahan baku diperlukan. Kebersihan dan higienitas
tempat dan rak penyimpanan bahan baku tetap dijaga.

Proses pengolahan dan cara memasak merupakan sebuah seni. Namun demikian, di Gudeg
Yu Djum tetap memperhatikan standar dan komposisi takaran bahan baku. Itulah mengapa
rasa Gudeg Yu Djum tetap terjaga kekhasannya.

Layanan Pemesanan
Gudeg Yu Djum membuka kedai di beberapa sudut kota Jogjakarta. Pilihan tempat didasarkan pada histori dan pengembangannya sesuai potensi pasar.

Pelanggan yang menikmati hidangan Gudeg Yu Djum langsung memilih menu dan memesan
sesuai keinginan dan selera. Proses penyajian hidangan Gudeg Yu Djum cukup cepat. Hal ini
karena penataan masakan yang memudahkan untuk diracik dan dihidangkan segera.

Pelanggan yang memesan gudeg untuk dibawa pulang tersedia layanan take away. Kemasan
atau packaging Gudeg Yu Djum cukup praktis dan mudah dibawa. Di Gudeg Yu Djum tersedia
pilihan kemasan dalam bentuk besek dan kendil.

Kemasan Gudeg Yu Djum menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Dalam hal ini, Gudeg
Yu Djum menerapkan konsep green supply chain. Kelangsungan bisnsi Gudeg Yu Djum
ditentukan oleh ketersediaan pasokan nangka muda, ayam kampung, krecek, dan telur
bebek. Gudeg Yu Djum memahami hal itu.

Gudeg Yu Djum membina petani kebun nangka di desa Prembun untuk memastikan kualitas
dan pasokan nangka muda. Penanaman pohon nangka terus dilakukan untuk menggantikan
pohon nangka yang telah tua atau pohon nangka yang tidak berbuah lagi.

Gudeg Yu Djum cukup aman dan dapat dikonsumsi paling lama 12 jam, karena masakan tidak
mengandung bahan pengawet dan semua bahan alami.

***
Bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis kreatif. Diperlukan pengelolaan bisnis yang efektif
pada semua aspek manajerialnya, mulai dari pemasaran, proses produksi, pengadaan bahan
baku, pelayanan pemesanan penjualan, manajemen supply chain, keuangan, pengelolaan
SDM, dan lain-lain.

Bisnis kuliner melibatkan berbagai pihak, utamanya pemasok. Menjalin hubungan stratejik
dengan pemasok merupakan strategi efektif dalam vendor management.

Manajemen inventory bahan baku menjadi faktor keberhasilan dalam bisnis kuliner. Layanan
pemesanan pelanggan dan kemasan produk menentukan kualitas pelayanan secara
keseluruhan.

Di Gudeg Yu Djum, praktik terbaik supply chain telah dijalankan, meskipun secara sederhana
namun dilaksanakan secara konsisten dan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.

Di Gudeg Yu Djum, kita mendapatkan pelajaran berharga. Bahwa manajemen supply chain
penting untuk menjadi perhatian para pemimpin organisasi bisnis agar organisasi mampu
bertahan dalam jangka panjang. Melegenda seperti halnya gudeg Yu Djum yang telah
melayani pelanggan setianya sejak tahun 1950.

Selamat menikmati gudeg Yu Djum dan mendapatkan learning praktik supply chain terbaik di bisnis kuliner. Kapan kembali ke Jogja?

Jogjakarta, 29 Oktober 2017

Sandi. Fix Reklamasi Dihentikan

Oleh: Ismail Fahmi Ph.D, Drone Emprit
Hari Minggu ini saya mendapat topik yang sangat kuat dari media online. Mereka
memberitakan pertanyataan Sandi yang paling tegas dan pesan yang paling kuat kepada publik dan khususnya kepada pengusaha, sejak Anis-Sandi dilantik menjadi Gub-Wagub DKI, yaitu: Final, “Reklamasi Dihentikan”.

TOPIC MAP
Topic Map yang ditangkap Drone Emprit, menempatkan Sandiaga dan “Untung Rugi
Reklamasi”, sebuah topik diskusi di DPP Golkar hari Minggu ini, sebagai top topik dalam
agenda setting media terkait ‘reklamasi’. Narasinya semua memberitakan bahwa sudah final
keputusan Sandi, untuk menghentikan reklamasi.

Ismail Fahmi - Drone Emprit - Magister Teknik Informatika - REKLAMASI

Twit dari media yang paling banyak diretweet oleh warganet juga menunjukkan hal yang sama:

@VIVAcoid Sandiaga: Sudah Final, Kami Hentikan Reklamasi https://t.co/O4HJT1RyQ8
VIVAcoid menulis pernyataan Sandi. “Bagi kami reklamasi bukan untung rugi, tetapi
keberpihakan rakyat kecil, kaum tertindas, dan termarjinalkan. Keinginan kami sama-sama
menghadirkan kepastian (terkait reklamasi),” ujar Sandi.

“Saya juga pengusaha, kepastian hukum menjadi beban pengusaha. (Ini) kepastian bagi
pengusaha bahwa reklamasi dihentikan, dan mari kita duduk sama-sama untuk menata ke
depan dalam proses transparan terbuka dan berkeadilan,” ujarnya.

Ismail Fahmi - Drone Emprit - Magister Teknik Informatika - REKLAMASI bMedia lain juga memberitakan narasi yang serupa:
• @jpnncom Kewenangan Reklamasi ada di Anies-Sandi, Bukan Pengembang! #reklamasi https://t.co/Mp5dXKGPXk
• @liputan6dotcom Sandiaga: Penghentian Reklamasi Jakarta Sudah Final https://t.co/ah72lNZEis
• @jpnncom Sandiaga: Kami Memutuskan Hentikan Reklamasi #ReklamasiTelukJakarta https://t.co/ZIxkklg5Km
SNA
Siapa Key Opinion Leader (KOL) dan kelompok warganet yang berbicara tentang ‘reklamasi’?
Apakah ada polarisasi di sana?

Peta SNA hari ini menunjukkan hal yang sama dengan sebelumnya, yaitu hanya ada satu
cluster atau kelompok warganet yang berbicara tentang topik ini. Dan narasi yang mereka
angkat sama: Tolak Reklamasi. Tak tampak adanya suara lain dari warganet yang dominan di
sana.

Ada suara kecil yang berbeda dan berada di luar cluster warganet tersebut, yaitu:
• @GunRomli Innalillahi, saat kampanye jadikan reklamasi isu utama unt menyerang
lawan, tp stlah jadi reklamasi bukan isu utama… https://t.co/FjWyXYk4WS
• @LenteraAsa Kalo @RachlanNashidik @Reiza_Patters @andiarief__ mingkem
masalah Reklamasi Teluk Benoa, artinya mereka emang
cuma… https://t.co/sKOjj3gVwP
• @LenteraAsa Tim Kom PD lg gencar Tolak Reklamasi JKT, Bagaimana dgn
Reklamasi benoa yg didukung Perpres made in SBY?… https://t.co/suFRgQjXR3

Ismail Fahmi - Drone Emprit - Magister Teknik Informatika - REKLAMASI c

OPINION ANALYSIS: REKLAMASI BALI, APA KABAR?
User @LenteraAsa di atas mempertanyakan konsistensi KOL dari PD terkait penolakan
reklamasi jakarta, tetapi tidak pada reklamasi Benoa, Bali. Mengapa? Dia menduga mungkin
karena perpresnya diteken oleh SBY.

Ismail Fahmi - Drone Emprit - Magister Teknik Informatika - REKLAMASI d

Memang selama ini, penolakan terhadap reklamasi yang paling masif hanya terjadi pada
reklamasi Jakarta. Reklamasi Bali sepi nyaris senyap dalam percakapan di media sosial.
Dari Opinion Analysis, kita ingin melihat berapa banyak Reklamasi Bali dibicarakan dibanding Reklamasi Jakarta. Hanya 4% pembicaraan tentang Reklamasi Bali, dan mayoritas 96% tentang Reklamasi Jakarta.
CLOSING
Satu kepastian yang saya dapat hari ini, adalah keberanian Sandi atau pimpinan DKI sekarang dalam membuat pernyataan terbuka, bahwa mereka mengambil keputusan berdasarkan kepentingan publik yang leibh luas. Bukan pada kepentingan pengusaha saja.

Dan penyataan Sandi ini harusnya sudah menjawab tudingan beberapa warganet bahwa Anis-
Sandi hanya menggunakan isu reklamasi untuk memenangkan pilkada saja.

Data Drone Emprit selalu memperlihatkan dukungan mayoritas publik kpd Anis-Sandi untuk
menghentikan reklamasi. Harusnya ini jadi modal besar bagi mereka berdua untuk maju dan
tidak takut dengna apapun yang menghadang.

Mengenai reklamasi Bali, harusnya ini juga menjadi perhatian warganet. Namun, mengapa kok tidak banyak membahas?

 

 

 

 

Kelangkaan Barang dan Disparitas Harga

Zaroni-21Persoalan kelangkaan barang, disparitas harga, dan fluktuasi harga komoditas bahan pokok menjadi perhatian serius Pemerintah. Kelangkaan barang terjadi bila suatu daerah mengalami kesulitan atau bahkan tidak dapat mendapatkan komoditas bahan-bahan pokok secara kontinu untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat akan komoditas bahan-bahan pokok tersebut.

Disparitas harga terjadi manakala ada perbedaan harga yang sangat signifikan atas suatu harga komoditas bahan pokok tertentu antardaerah. Disparitas harga akan memberikan efek “ketidakadilan” dalam kemakmuran antardaerah.

Komoditas Daerah Disparitas

Sumber: Kemendag, http://www.kemendag.go.id, diakses pada 7-10-2016, diolah.

Sumber: Kemendag, http://www.kemendag.go.id, diakses pada 7-10-2016, diolah.

Komoditas bahan pokok yang sama, misalnya garam, penduduk di Manokwari harus membayar Rp8.000 atau 45% lebih mahal dibandingkan dengan rata-rata harga garam secara nasional Rp5.535.  Pada tabel tersebut, disparitas diukur dengan perbedaan harga tertinggi dengan rata-rata harga nasional.  Disparitas harga juga terjadi untuk komoditas semen. Disparitas harga semen, terutama di daerah terpencil, sangat tinggi. Harga semen di Kabupaten Puncak, Wamena, dan wilayah pegunungan Papua lainnya mencapai Rp 800.000 sampai dengan Rp 2,5 juta per zak. Padahal, harga di Pulau Jawa Rp 70.000. Wamena contoh paling ekstrem.

Negara melalui Pemerintah berkepentingan terhadap solusi permasalahan kelangkaan barang, disparitas harga, dan fluktuasi harga barang – khususnya bahan pokok. Pemerintah mengkategorikan 14 komoditas berikut sebagai bahan pokok, yaitu: beras, kedelai bahan baku, tempe, cabai, bawang merah, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan bandeng, ikan kembung, dan ikan tongkol/tuna/cakalang.

Sama-sama warga Negara Indonesia, yang hidup di alam kemerdekaan, namun harus mengeluarkan uang yang lebih besar untuk mendapatkan barang tertentu. Dus, mengurangi tingkat kepuasan dalam mengkonsumsi suatu barang. Warga membutuhkan kehadiran Negara untuk mengatasi persoalan disparitas harga komoditas bahan-bahan pokok ini.

Penyebab Kelangkaan Barang dan Disparitas Harga

Banyak faktor yang menjadi penyebab kelangkaan barang ini, yang dapat dijelaskan dari keseimbangan pasar dan sistem distribusi.  Dari sisi keseimbangan pasar, secara sederhana, dalam teori ekonomi dinyatakan kelangkaan barang terjadi manakala permintaan lebih besar dari penawaran. Penawaran tidak dapat mengantisipasi permintaan. Kondisi ini bisa terjadi manakala produsen keliru dalam mem-forecast permintaan, yang berakibat pada pasokan yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan perubahan lonjakan permintaan.

Kelangkaan barang bisa juga terjadi karena kegagalan produksi atau panen untuk komoditas hasil pertanian. Faktor teknologi dan alam menjadi faktor penentu kegagalan produksi atau panen. Selain itu, ada faktor spekulasi yang dapat menjelaskan terjadinya kelangkaan barang. Motif spekulasi umumnya dilakukan oleh produsen atau pedagang yang didorong untuk menimbun barang pada harga rendah untuk kemudian dijual ketika harga naik.

Kelemahan manajemen distribusi juga menjadi penyebab kelangkaan barang. Distribusi barang yang tidak lancar, dengan lead time yang jauh dari waktu normal akan menyebabkan barang tidak sampai ke pasar dengan tepat waktu.  Sistem distribusi suatu komoditas banyak ditentukan oleh beberapa faktor: model saluran distribusi, infrastruktur transportasi, pelabuhan, prosedur administrasi, moda transportasi, dan lain-lain.

Efek dari kelemahan sistem distribusi ini berdampak simultan: kelangkaan barang dan disparitas harga. Kelangkaan barang akan memicu peningkatan harga, dan peningkatan harga akan memperlebar disparitas harga. Fluktuasi harga bahan-bahan pokok turut memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat inflasi daerah dan nasional. Tingkat inflasi yang fluktuatif, apalagi cenderung tinggi, akan berdampak pada stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Menjaga Barang Tersedia dan Mengurangi Disparitas Harga

Manajemen distribusi komoditas bahan pokok merupakan salah satu isu penting dalam sistem logistik nasional, yang memastikan kelancaran distribusi komoditas bahan pokok dari daerah surplus dari produsen ke daerah minus yang merupakan daerah banyak konsumsi.

Sistem manajemen logistik yang baik akan memastikan kelancaran distribusi komoditas bahan pokok dari daerah produsen ke daerah-daerah konsumen setiap saat dan sepanjang waktu secara berkesinambungan.  Kelancaran distribusi akan menjamin ketepatan barang serta mampu mengendalikan disparitas dan fluktuasi harga komoditas bahan-bahan pokok. Solusi sistem logistik nasional melalui perbaikan sistem distribusi komoditas bahan-bahan pokok menjadi perhatian yang serius bagi Pemerintah.

Perbaikan sistem distribusi komoditas bahan pokok dilakukan dengan melakukan pemetaan saluran distribusi untuk setiap komoditas bahan baku. Memperpendek saluran distribusi akan dapat meningkatkan kecepatan distribusi komoditas bahan pokok.  Penggunaan teknologi informasi untuk mengurangi asimetri informasi antara pasar penawaran dengan pasar permintaan komoditas bahan pokok dapat meminimalkan kelangkaan barang dan disparitas harga.

Informasi permintaan dapat di-capture secara harian dan bahkan realtime. Perkembangan teknologi internet memungkinkan data permintaan dapat diolah dari big data, secara personal, detil, dan komprehensif. Data ini yang akan dimanfaatkan oleh produsen dalam merencanakan berapa jumlah produksi yang tepat untuk memenuhi permintaan.  Secara agregat, data pasokan dan permintaan suatu komoditas antardaerah dapat diperoleh, sehingga bila suatu daerah kelebihan pasokan suatu komoditas, maka komoditas tersebut segera diperdagangkan ke daerah yang kekurangan pasokan komoditas tersebut.

Umumnya, saluran distribusi intermediary antara produsen dengan konsumen akhir, dibentuk dengan pertimbangan untuk purbajaga manakala terjadi kekeliruan dalam mem-forecast permintaan dan menjamin kepastian penjualan barang.  Produsen memerlukan distributor untuk menjamin kepastian penjualan barang, dengan meminta distributor membeli semua barang produsen. Produsen akan fokus pada kegiatan produksi, sementara distributor fokus pada kegiatan pemasaran dan distribusi barang.

Logistik berperan penting dalam kelancaran pergerakan barang dari produsen ke distributor sampai ke konsumen akhir. Logistik mencakup pergerakan barang, arus informasi, dan aliran
uang. Inti aktivitas logistik distribusi barang ini terdiri dari: transportasi, pergudangan, dan manajemen adminstrasi.  Setiap aktivitas logistik menyerap biaya. Biaya terjadi karena penggunaan sumber daya, oleh karena itu perlu dipastikan bahwa aktivitas logistik tersebut harus memberikan nilai tambah berupa percepatan waktu distribusi.

Secara makro, perlu dilakukan pengklasteran koridor ekonomi suatu daerah dalam produksi komoditas tertentu. Pembangunan kawasan industri perlu dilakukan secara terintegrasi dengan sistem logistik dan distribusi.  Penerapan harga tunggal untuk komoditas tertentu dapat dilakukan dengan menerapkan cross-subsidy antardaerah. Ide implementasinya sederhana, harga komoditas diberlakukan secara nasional, harga rata-rata yang mengkover biaya distribusi total. Komponen biaya distribusi ini mencakup biaya transportasi, biaya pergudangan, dan biaya administrasi. Biaya distribusi total secara nasional dibagi dengan unit produk total. Contoh penerapan harga tunggal telah dilakukan untuk harga BBM bersubsidi, yang berlaku secara nasional.

Selain penerapan harga tunggal, pemerintah dapat menerapkan kebijakan ceiling price. Dalam kebijakan ceiling price, pemerintah melakukan intervensi berupa harga tertinggi untuk komoditas tertentu. Kebijakan ceiling price diterapkan untuk mengendalikan harga, terutama pada kondisi inflasi, struktur pasar monopoli, dan untuk mengurangi disparitas harga.

Ceiling price atau harga tertinggi adalah harga maksimum yang ditetapkan berkenaan dengan menurunnya penawaran barang di pasar. Ceiling price efektif dalam melindungi konsumen dari gejolak harga yang tinggi. Pada ceiling price, harga maksimum terdapat di bawah harga keseimbangan. Dengan menurunnya harga jual, maka permintaan akan meningkat. Kebijakan ceiling price memerlukan subsidi untuk harga komoditas di daerah dengan cost yang tinggi. Subsidi ini tidak harus disediakan pemerintah. Dalam konteks pasar kompetitif, subsidi dapat dilakukan antarkonsumen.

Konsumen di daerah dengan cost yang rendah, tetap membayar harga beli yang relatif sama dengan konsumen di daerah cost yang tinggi – karena tingginya biaya distribusi. Selisih margin tinggi untuk pasar dengan biaya distribusi rendah akan menjadi subsidi bagi konsumen di daerah pasar dengan biaya distribusi tinggi. Penerapan kebijakan harga tunggal atau ceiling price ini akan efektif, bila perbedaan harga suatu komoditas disebabkan oleh biaya distribusi, bukan motif spekulasi dari produsen dan biaya ekonomi tinggi karena ketidakefisienen sistem distribusi.

Tulisan Dr. Zaroni, CISCP, CFMP, Finance & Human Capital Director PT Pos Logistik Indonesia a Subsidiary of Pos Indonesia, merupakan penjelasan detail dari paparan saat kegiatan Kuliah Perdana PPs FTI UII semester genap 2016/2017

Analisis Efisiensi Boiler Dengan Pendekatan Simulasi System Dinamics.

Analisis Efisiensi Boiler Berdasarkan Pengaturan Parameter Operasional Dengan Pendekatan Simulasi System Dinamics menjadi topik penelitian I Ketut Warsa, Mahasiswa Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta, mengambil Studi Kasus di HHP Boiler VI, Utilities-PP II, PT. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan.

Performance atau efisiensi dalam HHP Boiler VI, Utilities Power Plant II, PT. Pertamina (Persero) RU V Balikpapan menyatakan perbandingan antara panas yang dilepas oleh bahan bakar gas (fuel gas) dengan sejumlah panas yang diserap oleh feed water untuk menghasilkan steam superheated.
Steam superheated berfungsi sebagai fluida kerja/penggerak, sebagai media pemanas, sehingga menjamin lancarnya proses industri pengilangan. Salah satu peralatan yang banyak menggunakan energi adalah Boiler sebagai alat penukar panas (heat exchange). Boiler penghasil steam superheated telah banyak dihitung performancenya dengan formula yang berbeda oleh peneliti sebelumnya.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut dari model simulasi yang terbentuk menyatakan bahwa parameter operasional yang mempengaruhi terhadap penurunan efisiensi Boiler berdasarkan metode langsung (heat absord) adalah kandungan impurities chloride dan temperatur dalam feedwater. Dengan masih tingginya kandungan chloride dalam feedwater (max. yang diisyaratkan 0,3 ppm), maka akan menaikan flow blowdown sebesar 860,625 kg/jam (membuang pana sebesar 409.722,875 kJ/jam). Demikian pula terhadap temperature feedwater (diharapkan mencapai 138 0C), maka setiap kenaikan 6 0C temperature feed water karena penggunaan economizer akan menghemat pemakaian fuel sebesar 1%.

Dalam penelitian ini performance atau efisiensi Boiler dihitung dengan formula heat absord dan disimulasikan dengan pendekatan simulasi system dynamic. Software system dinamics yang digunakan adalah Powersim Studio 2005. Model simulasi yang terbentuk menyatakan penurunan efisiensi Boiler erat kaitannya dengan hasil analisa impurities feedwater, serta temperature feedwater itu sendiri sebelum masuk ke Boiler.

Kandungan chloride berdasarkan rata-rata 1,4 ppm (max. yang diisyaratkan 0,3 ppm), sehingga akan menaikan flow blowdown sebesar 860,625 kg/jam (setara 408.722,875 kJ/jam. Sementara temperature feedwater berdasarkan data rata-rata 133 0C (max. 138 0C), maka setiap kenaikan 6 0C temperature feed water karena penggunaan economizer akan menghemat pemakaian fuel sebesar 1%. Dari hasil uji validasi menggunakan uji MAPE (mean absolute percentage error) diperoleh 7,82 %, sedangkan validasi dengan uji hipotesis t-test baik two-sample T-Test diperoleh t-hitung -8,78 maupun Paired-T Test menghasilkan t-hitung -19,80. Dengan demikian kedua uji menyatakan model simulasi valid dan signifikan.

Jerri Irgo