Memperhatikan Kesejahteraan Pekerja

Andar Dhini Esti Setianingrum, Mahasiswa Konsentrasi Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri, Magister Teknik Indystri Program Pascasarjana FTI UII

Memperhatikan Kesejahteraan Pekerja

Tingginya angka kecelakaan kerja tidak dapat dipungkiri melihat banyaknya pembangunan yang sedang dikerjakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini sangat disayangkan mengingat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajeman Keselamataan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum, mewajibkan pekerja kontruksi memenuhi syarat-syarat tentang keamaanan, keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Meski pengadaan K3 dinilai cukup tinggi namun hal ini sangat lah penting baik bagi pekerja maupun bagi perusahaan. Pengadaan K3 adalah upaya agar dapat mengindari atau meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja pada saat proses kerja.

Sumber Photo: Tirto.id

Dilihat dari setahun terakhir banyak terjadi kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa baik luka ringan, cacat permanen hingga meninggal dunia. Hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut penyebeb terjadinya kecelakaan kerja. Apakah waktu kerja yang melampaui batas sehingga pekerja kelelahan dan tidak dalam keadaan yangt baik, atau tidak berjalan dengan baiknya sop k3 sehingga terjadi kelalaian yang berdampak fatal.

Yang sangat disayangkan adalah hal ini terjadi oleh persahaan ternama bahkan dibawah naungan BUMN yang sudah memiliki track record yang baik dalam pembangunan namun belakangan mengalami beberapa kejadian yang sangat mengecewakan.

Diharapkan perusahaan dibidang konstruksi lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja salah satu cara dengan memeperbaiki sistem dan menjalankan SOP K3 dengan baik sehingga dapat meminimalisir nya kecelakaan yang ada khusunya di bidang konstruksi.

Mengajarkan Pendidikan Kewirausahaan

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistik Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Mengajarkan Pendidikan Kewirausahaan

Kemanfaatan wirausaha bagi ekonomi tidak diragukan lagi. Aktivitas usaha yang dijalankan wirausaha tidak hanya memberikan hasil ekonomi bagi diri wirausaha dan keluarganya, namun nilai ekonomi yang dihasilkan mampu menggerakkan dan menghidupkan ekonomi bagi masyarakat luas. Para ekonom menyebutnya dampak multiplier karena adanya trickle-down effect.

Masalahnya, jumlah dan kualitas wirausaha di Indonesia masih relatif kecil. Tidak lebih dari 1% dari penduduk total di Indonesia yang menjalankan kegiatan usaha. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir jumlah angka absolut wirausaha di Indonesia semakin meningkat.

Dalam beberapa tahun terakhir, minat para pemuda dan lulusan perguruan tinggi untuk memilih menjalankan usaha alih-alih menjadi pegawai atau pekerja, semakin tinggi. Antusiasme generasi muda dan mahasiswa khususnya untuk menekuni usaha perlu disiapkan dengan baik. Kewirausahaan dapat diajarkan di bangku sekolah, ruang-ruang kelas di perguruan tinggi, dan bahkan kewirausahaan dapat disimulasikan dalam praktik-praktik di ruang laboratorium.

Menjalankan usaha menuntut keahlian, ketrampilan, dan mental pejuang untuk mengenali masalah, peluang, serta mengelola sistem dan model bisnis, sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi atas suatu produk atau jasa.

Karakteristik wirausaha

Pengenalan masalah dan menemukan akar masalah merupakan langkah awal dan penting dalam memulai usaha. Masalah ada di mana-mana. Kejelian dalam mengenali masalah dalam berbagai konteks dan perspektif merupakan peluang usaha.

Masalah ini bisa berupa ketiadaan solusi yang tepat atas kebutuhan konsumen atau masyarakat luas terhadap produk dan jasa. Konsumen menginginkan dan membutuhkan produk atau jasa, namun belum ada produk atau jasa yang menyediakannya. Dalam ilmu strategi pemasaran, situasi ini dikenal dengan unmet demand. Mengubah masalah menjadi peluang dan memberikan solusi atas masalah merupakan pemikiran dan terobosan yang dihasilkan dari seorang wirausaha.

Solusi masalah ini tidak harus dengan menyediakan produk atau jasa yang sama sekali baru. Seringkali solusi ini hanya berupa cara atau konteksnya yang baru.

Permasalahan kemacetan di banyak kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan misalnya, warga kota tersebut memerlukan sarana dan akses transportasi yang mudah, nyaman, dan lancar. Solusi transportasi bukanlah solusi baru. Dari dulu transportasi disediakan melalui taksi, angkutan kota, ojek, dan commuter line. Manakala kemudian hadir solusi transportasi berbasis on-line seperti Grab dan Go-Jek, dapat memenuhi unmet demand ini dengan menawarkan kemudahan akses, fleksibel, dan lancar.

Orang-orang yang mampu secara jeli dalam melihat permasalahan, kemudian mencari solusi atas permasalahan inilah yang membedakan dengan orang lain. Merekalah sejatinya wirausaha.

Bila masalah sudah dipetakan dan solusi masalah telah dikembangkan, maka langkah selanjutnya adalah merealisasikan solusi masalah menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai komersial. Dalam hal ini, seorang wirausaha harus mampu mengkomersialisasikan ide menjadi solusi produk atau jasa. Seberapa cepat dan tepat (timing) dalam mengkomersialkan ide menjadi produk dan jasa yang bernilai komersial merupakan hal yang krusial. Dalam hal ini diperlukan kegesitan eksekusi.

Eksekusi bisnis memerlukan pengelolaan dalam semua aspek fungsi-fungsi manajemen bisnis, seperti pemasaran, operasi, produksi, teknologi, keuangan, sumber daya manusia, layanan konsumen, dan lain-lain. Seorang wirausaha memerlukan pemahaman dan ketrampilan dalam pengelolaan bisnis.

Pengelolaan manajemen bisnis menuntut keahlian dan ketrampilan komunikasi, relationship, dan kolaborasi, baik dengan kolega, bawahan, mitra usaha, dan para pemangku kepentingan untuk mendukung kemajuan usahanya.

Model Pembelajaran

Membentuk karakteristik wirausaha merupakan tantangan bagi pendidikan di Indonesia. Pertanyaannya adalah, apakah kewirausahaan dapat diajarkan di bangku pendidikan, seperti perguruan tinggi? Bagaimana mengajarkan kewirausahaan di perguruan tinggi secara efektif?

Umumnya pembelajaran mencakup ranah kognitif dan afektif. Ranah kognitif banyak berhubungan dengan pengetahuan dan keahlian. Sementara afektif lebih kepada ketrampilan dan perilaku.

Pengajaran kewirausahaan di perguraan tinggi umumnya sebatas kognitif, mengenalkan dan menyampaikan pengetahuan manajemen bisnis kepada para mahasiswa. Akibatnya, lulusan perguruan tinggi hanya pintar teori manajemen bisnis, namun mereka kesulitan menerapkan teori untuk mengenali masalah, peluang, dan memberikan solusinya sesuai konteks lingkungan bisnis yang dihadapi.

Pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi perlu diperkaya dengan simulasi, penciptaan ide bisnis (business creation), dan menjalankan bisnis dengan menerapkan pengetahuan manajemen.

Berwirausaha atau menjalankan usaha sangatlah kompleks dan dinamis. Pengalaman berharga dari para wirausaha perlu disusun dalam bentuk case study untuk dicatat, didokumentasikan, dan diajarkan ke para mahasiswa, agar mereka tidak harus jatuh ke lubang yang sama dengan mengalami berbagai kegagalan-kegagalan karena ketidaktahuan atau ketidaksiapan dalam menjalankan usaha.

Peran kampus atau perguruan tinggi dalam mengajarkan kewirausahaan dilakukan dengan cara memberikan asistensi dan coaching bagi para mahasiswa yang menjalankan usaha sejak mereka masih kuliah.

Mahasiswa haruslah benar-benar diajarkan untuk menjalankan usaha secara riil. Tidak hanya pengetahuan di kelas, namun mereka harus mengelola bisnis. Mulai dari identifikasi unmet demand, solusi masalah, prototype produk atau jasa, serta pengorganisasian untuk pengelolaan aspek-aspek fungsi manajemen secara komprehensif.

Kampus memfasilitasi dengan sarana laboratorium, seperti laboratorium penyaringan ide bisnis, laboratorium uji prototype produk, laboratorium riset pasar dan pemasaran, laboratorium proses produksi, pengepakan, distribusi, keuangan, dan sebagainya.

Dalam menjalankan usaha ini mahasiswa membentuk kelompok. Mereka berpatungan dalam penempatan dana untuk sumber pemodalan. Dari modal tersebut kemudian mereka memutuskan investasi bisnis yang akan dimasuki. Selanjutnya mereka menjalankan usaha dengan asistensi dan coaching dari mentor.

Mentor memberikan asistensi dan coaching untuk meningkatkan skala bisnis usaha mahasiswa. Mentor ini bisa berasal dari dosen, praktisi profesional, atau pengusaha tulen. Gabungan dari berbagai latar belakang pengetahuan dan pengalaman para mentor ini akan memberikan warna dalam menciptakan wirausahawan yang dilahirkan dari lulusan perguruan tinggi.

Tolok ukur keberhasilan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi adalah jumlah wirausaha muda dari mahasiswa atau lulusan perguraan tinggi di berbagai sektor usaha, khususnya usaha kreatif. Peningkatan skala usaha, seperti peningkatan penjualan, penambahan basis pelanggan, jumlah pekerja, aset, laba, dan lain-lain menjadi indikator keberhasilan proses pembelajaran kewirausahaan.

***
Disadari bersama bahwa wirausaha menjadi salah satu indikator daya saing dan ketahanan ekonomi suatu bangsa. Perguruan tinggi berperan penting dalam proses pembelajaran kewirausahaan ini dengan pendekatan yang lebih efektif, sehingga mampu menghasilkan menerapkan pengetahuan menjadi solusi dan model bisnis yang dijalankan para mahasiswa. Mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk menjadi seorang wirausaha.

Bandung, 19 Mei 2018

Jejak Digital

Fathul Wahid, Ph.D. Dosen Program Magister Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII), Peminat Studi TIK di sektor Publik dan untuk Pembangunan. Saat ini dia adalah Chief Information Officer UII.

– – –

Jejak Digital

SEBUAH email yang masuk siang itu membuat saya dan beberapa kawan dosen di jurusan, tersenyum kecut dan sekaligus merasa kasihan. Seorang lulusan meminta penggatian berkas digital skripsi yang diunggah di repositori. Apa pasal?

Calon pasangannya mempunyai sebuah permintaan kepadanya untuk menghapus nama seseorang yang termaktub dalam daftar ucapan terima kasih skripsinya. Tentu, permintaan tersebut tidak kami kabulkan. Skripsi adalah dokumen akademik resmi.

Moral apa yang kita bisa petik? Kawan saya mengatakan, “jejak digital itu sangat kejam.” Saya sepakat. Terlalu banyak kisah di media daring, khususnya media sosial, yang memperkuat pendapat ini . Ketika seseorang ‘berulah’ dan memancing kemarahan banyak orang, tidak jarang dia ‘ditelanjangi’ dengan bukti dari jejak digital lampaunya. Bahkan, Pemerintah Amerika Serikat, menggunakan jejak digital di media sosial lima tahun terakhir sebagai salah satu dasar penerbitan visa pengunjung.

Sampai hari ini, masih banyak pengguna media sosial yang tidak sadar bahwa, layar gawai merupakan pintu gerbang ruang publik. Saat ini, pembatas ruang privat dan publik menjadi sangat tipis. Konten yang ke luar dari gawai ke media sosial laksana binatang binal keluar dari kandang. Kendali tidak lagi menjadi milik kita.

Kita bisa memproduksi konten di manapun, bahkan di kamar kecil yang pengap sekalipun, selama gawai terkoneksi Internet. Konten dapat dengan mudah menjadi viral di media daring tanpa seorang pun dapat mengendalikannya. Konten dan peredarannya akan membuat jejak digital. Sialnya, umur jejak ini berbeda dengan jejak kaki di tepi pantai yang mudah tersapu ombak. Jejak digital tetap ada selama repositori daring masih menyimpannya. Kita dapat menghapus jejak digital awal di halaman sosial media kita. Namun, siapa yang dapat menjamin bahwa konten tersebut tidak tersalin di tempat lain.

Apa yang bisa kita lakukan? Yakinkan bahwa konten yang kita unggah ke media daring atau kita sebar mempunyai manfaat. Manfaat bisa mewujud dalam banyak bentuk, mulai dari membagi kebahagian karena mendapat nikmat, menjalin persahabatan, menebar inspirasi, memompa semangat, sampai dengan menasihati diri sendiri dan orang lain. Pastikan ada unsur kebaikan di sana. Sebaliknya, hindari konten yang memantik fitnah, menebar kebencian, mengusik kedamaian, membuat polarisasi sosial, membunuh empati, dan melukai hati. Pesan Nabi Muhammad beberapa abad lalu masih valid sampai detik ini : “Katakanlah yang baik atau diam.”

Jejak digital dari konten ini akan menjadi wajah kita, membentuk konsepsi orang atas kita. Bisa jadi, saat ini, kita sudah berubah dan hijrah. Walapun konten negatif yang kita produksi bertahun-tahun lalu masih tersimpan di repositori daring dan masih dijadikan rujukan orang, bahkan anak-cucu, dalam melihat kita. Baca lagi ilustrasi pembuka tulisan ini. Konten produksi kita dapat menjadi sumber stigma.

Saat ini, adagium ‘mulutmu harimaumu’ perlu dilengkapi dengan ‘jarimu harimaumu’. Karenanya, tinggalkan jejak digital yang baik. Hati-hati dengan jari-jari kita!Jika tidak, penyesalan pasti muncul di kemudian hari.

Momentum Ramadan ini, ketika muslim diminta melatih kendali diri dan menebar manfaat untuk sesama, nampaknya sangat tepat untuk memulai gerakan ini. Mari!

Artikel ini dimuat Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Jumat 18 Mei 2018)

Mengelola Piutang

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistik Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Mengelola Piutang

Umumnya, perusahaan penyedia jasa logistik melayani pelanggan kategori bisnis atau sering dikenal dengan Business to Business (B2B). Karakteristik pelanggan B2B ini adalah melakukan pembelian secara kredit. Bagi perusahaan penyedia jasa logistik, penjualan secara kredit akan menimbulkan piutang. Piutang merupakan sumber utama modal kerja perusahaan. Piutang menjadi sumber likuiditas perusahaan untuk mendanai kegiatan operasional. Pengelolaan piutang yang efektif akan dapat menjamin ketersediaan kas untuk menjaga likuiditas dan kelangsungan operasional perusahaan.

Sebagian besar perusahaan melakukan transaksi penjualan barang dan jasa ke pelanggannya secara kredit. Kebijakan penjualan secara kredit selain memberikan manfaat bagi pelanggan – karena mereka dapat memperoleh barang dan jasa terlebih dahulu, baru pelanggan melakukan pembayaran kemudian, juga perusahaan dapat mengikat pelanggan dalam jangka panjang melalui perjanjian kerjasama.

Penjualan barang dan jasa secara kredit umumnya didasarkan pada kesepakatan dalam kontrak yang menyebutkan ketentuan dan syarat pembayaran (term of payment). Ketentuan term of payment (ToP) “Net 30”, artinya pembayaran dilakukan dalam waktu sampai 30 hari dari tanggal invoice. Net 30 bisa diganti dengan Net 15 atau Net 40.

Ketentuan term of payment dapat juga dinyatakan dalam “2/10, Net 30”, artinya pembeli akan mendapatkan diskon sebesar 2% bila pembeli melakukan pembayaran dalam waktu 10 hari sejak tanggal invoice, dan jatuh tempo seluruh pembayaran sampai 30 hari sejak tanggal invoice.

Bagi perusahaan sebagai pembeli, keputusan apakah akan menggunakan diskon atau tidak dapat didasarkan pada pertimbangan cost of fund. Dalam term of payment 2/10, Net 30, misalnya, perusahaan dapat menghitung effective annual rate (EAR). Contoh, transaksi pembelian Rp100 juta, dengan ToP 2/10, Net 30, bila perusahaan mengambil diskon, maka perusahaan harus melakukan pembayaran maksimal 10 hari sejak tanggal invoice agar mendapatkan diskon 2% x Rp100 juta = Rp2 juta. Dalam hal ini perusahaan hanya membayar sebesar Rp100 juta – Rp2 juta = Rp98 juta.

Perusahaan akan membandingkan apakah mengambil diskon 2% dengan pinjam modal kerja dari bank atau tidak mengambil diskon. Perhitungan effective annual rate (EAR) sebagai berikut:

  • Mengambil diskon 2%, dengan pinjam modal kerja dari bank Rp98 juta, interest rate selama (30 – 10 = 20 hari) adalah Rp 2 juta/Rp98 juta = 2,04%, maka EAR selama 365 hari adalah: EAR = (1 + r)n -1 atau EAR = (1,0204)365/20 – 1 = 44,6%.
  • Bila interest rate pinjaman modal kerja bank rata-rata per tahun 11%, maka perusahaan sebaiknya mengambil diskon 2% tersebut, dengan cara pinjam modal kerja Rp98 juta selama jangka waktu 20 hari, dengan membayar bunga pinjaman 2% x 20/365 x Rp98 juta = 397, jauh lebih kecil daripada Rp2.000.000 dari diskon yang diperoleh.

Akuntansi Piutang

Penjualan barang dan jasa secara kredit akan berimplikasi piutang (receivable). Piutang merupakan aset lancar perusahaan yang cukup signifikan. Implikasinya, perusahaan harus memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan piutang. Piutang yang telah tertagih menjadi sumber penerimaan kas untuk menjaga likuiditas perusahaan.

Istilah piutang merujuk hak perusahaan atas sejumlah nilai tagih yang telah jatuh tempo baik dari individual maupun perusahaan. Piutang diharapkan dapat ditagih untuk menjadi kas.

Dari perspektif keuangan, piutang dikelompokkan berdasarkan estimasi jangka waktu tertagihnya. Berdasarkan jangka waktu penagihan piutang, piutang dibedakan menjadi piutang lancar (current receivables) dan piutang tidak lancar atau jangka panjang (non-current receivables).

Piutang lancar atau piutang jangka pendek merupakan piutang yang diharapkan dapat tertagih dalam waktu paling lama satu tahun, atau sesuai siklus operasi perusahaan, mana yang lebih cepat. Sementara piutang tidak lancar atau piutang jangka panjang merupakan piutang yang diperkirakan tidak dapat tertagih dalam waktu 1 tahun atau siklus operasi perusahaan.

Selain pengelompokkan piutang berdasarkan jangka waktu penagihan, perusahaan juga mengelompokkan piutang berdasarkan jenis piutang atau sumber piutang: (1) piutang yang berasal dari kegiatan operasional bisnis (trade receivable) dan (2) piutang yang berasal bukan dari operasional bisnis (non-trade receivable).

Trade receivable, umumnya nilainya cukup signifikan, perusahaan membaginya ke dalam piutang dagang (accounts receivable) dan piutang wesel atau wesel tagih (notes receivable). Bedanya accounts receivable dengan notes receivable, kalau accounts receivable hanya didasarkan pada tagihan (invoice) yang menyebutkan hak tagih perusahaan atas sejumlah nilai nominal tertentu sesuai dengan jatuh tempo term of payment yang disepakati dalam transaksi penjualan barang dan jasa. Sementara notes receivable, hak tagih perusahaan dinyatakan secara tertulis dalam promissory note yang menyebutkan nilai nominal, tanggal jatuh tempo, dan tingkat bunga.

Isu accounting yang terkait dengan accounts receivable mencakup: (1) Pengakuan accounts receivable dan (2) Penilaian dan pelaporan accounts receivable.

Pengakuan accounts receivable. Prinsipnya, pencatatan pengakuan accounts receivable dilakukan pada saat barang diserahkan dan jasa diselesaikan. Pada perusahaan jasa, pencatatan pengakuan accounts receivable dilakukan dengan mendebit Accounts Receivable dan mengkredit Revenue. Sementara pada perusahaan dagang dan manufaktur, pencatatan pengakuan accounts receivable dilakukan dengan cara mendebit Accounts Receivable dan mengkredit Sales.

Penilaian dan pelaporan accounts receivable. Manakala perusahaan telah mencatat pengakuan accounts receivable atas penjualan secara kredit, persoalan berikutnya adalah bagaimana menilainya atau mengukurnya pada pelaporan keuangan di Laporan Posisi Keuangan. Perusahaan melaporan account receivable sebagai aset lancar pada Laporan Posisi Keuangan. Penentuan berapa nilai accounts receivable yang harus dicatat didasarkan pada nilai accounts receivable yang diperkirakan dapat ditagih (net realizable value). Standar akuntansi keuangan mensyaratkan bahwa accounts receivable dilaporkan sebagai aset lancar dalam Laporan Posisi Keuangan sesuai dengan net realizable value.

Berdasarkan standar akuntansi keuangan ini, perusahaan mengalokasikan provisi atas nilai accounts receivable yang diperkirakan tidak dapat tertagih. Pertimbangannya, tidak semua accounts receivable perusahaan dapat ditagih pada saat jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan term of payment dengan pelanggan.

Dalam beberapa kondisi, perusahaan mengalami kesulitan untuk melakukan penagihan accounts receivable. Penyebabnya antara lain, pelanggan mengalami kesulitan likuiditas, sehingga pelanggan tidak dapat membayar kewajiban penyelesaian piutang tepat waktu. Selain itu, banyak piutang yang tidak dapat ditagih karena ketidaklengkapan administrasi kontrak transaksi penjualan, keakuratan dan kelengkapan lampiran invoice, dan lain-lain.

Provisi atas piutang yang tidak dapat ditagih menggunakan dua metode (Kimmel, Weygandt, dan Kieso, 2017), yaitu: (1) metode penghapusan langsung (direct write-off method), dan (2) metode pencadangan (allowance method).

Pada metode penghapusan langsung, perusahaan melakukan penghapusan langsung atas piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih per pelanggan. Penghapusan langsung atas piutang yang tidak dapat ditagih dengan mendebit sebagai bad debt expense dan mengkredit accounts receivable pelanggan. Metode ini mencatat penghapusan piutang secara langsung sesuai nilai aktual kerugian dari piutang pelanggan yang diperkirakan tidak dapat ditagih.

Penggunaan metode langsung dalam pencatatan uncollectible accounts akan dapat mengurangi nilai kegunaan informasi akuntansi, baik dalam laporan posisi keuangan maupun laporan laba rugi komprehensif. Karenanya, standar akuntansi tidak membolehkan menggunakan metode direct write- off ini dalam pencatatan uncollectible accounts.

Umumnya penghitungan berapa estimasi uncollectible accounts dapat didasarkan pada nilai penjualan atau nilai piutang.

Penghitungan uncollectible accounts dari penjualan dengan pertimbangan bahwa dari penjualan kredit total selama tahun berjalan, berapa persen yang diperkirakan tidak dapat tertagih. Nilai penjualan kredit tahun berjalan yang tidak dapat tertagih ini selanjutnya diperhitungkan sebagai “Beban Penyisihan Piutang” atau “Bad Debts Expense” dan menambahkan “Cadangan Penyisihan Piutang” atau “Allowance for Doubtful Accounts”.

Sementara penghitungan uncollectible accounts dari piutang didasarkan pada persentase dari umur piutang (aging the accounts receivable). Perusahaan perlu menyiapkan daftar umur piutang per pelanggan, kemudian menentukan persentase piutang yang diperkirakan tidak dapat tertagih dari setiap kelompok umur piutang.

Contoh penghitungan uncollectible accounts dari umur piutang. PT Jasa Logistik Indonesia (JLI) menyusun Daftar Umur Piutang untuk menentukan estimasi piutang yang tidak dapat tertagih posisi 31 Desember 2017. Kebijakan akuntansi PT Jasa Logistik Indonesia menetapkan persentase piutang yang tidak dapat teragih sesuai kelompok umur piutang sebagai berikut:

Berdasarkan tabel tersebut, estimasi piutang tidak tertagih total posisi 31 Desember 2017 sebesar Rp2.228. Bila saldo “Allowance for doubtful accounts” PT Jasa Logistik Indonesia per 31 Desember 2017 sebesar saldo kredit Rp528, “Allowance for Doubtful Accounts” di-adjust sebesar Rp1.700 (Rp2.228 – 528), maka JLI mencatat jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Manajemen piutang
Perusahaan perlu mengelola piutang secara efektif. Piutang yang tidak tertagih akan mengganggu likuiditas perusahaan. Perusahaan menggantungkan sumber penerimaan kasnya dari penagihan piutang.

Berk dan DeMarzo (2017) memberikan panduan pengelolaan piutang sebagai berikut:
1. Menetapkan kebijakan kredit.
2. Menetapkan ketentuan term of payment.
3. Menetapkan kebijakan penagihan piutang.

Kebijakan kredit. Perusahaan perlu menetapkan kebijakan kredit dalam keputusan transaksi penjualan kepada pelanggan. Transaksi penjualan merupakan hasil closing proses penjualan yang dilakukan oleh tim sales force perusahaan. Dalam memberikan fasilitas pembayaran kredit, perusahaan perlu memastikan tingkat risiko kredit setiap pelanggan.

Analisis risiko kredit pelanggan didasarkan pada pertimbangan antara lain tingkat likuiditas pelanggan, prospek dan risiko bisnis pelanggan, rekam jejak pelanggan, dan bila memungkinkan perusahaan agar mendapatkan informasi peringkat kredit (credit rating) pelanggan.

Ketentuan term of payment. Kebijakan berapa lama jangka waktu pembayaran seringkali didasarkan pada siklus operasi atas transaksi penjualan barang dan jasa. Pada perusahaan dagang, siklus operasi mulai dari saat pembelian merchandise inventory sampai dengan transaksi penjualan. Kebijakan penetapan ToP umumnya dapat ditentukan dengan pasti, misalnya 10 hari, 20 hari, atau 30 hari sejak tanggal invoice.

Pada perusahaan manufaktur, siklus operasi lebih lama, karena dimulai dari pembelian raw material, proses produksi, sampai transaksi penjualan finished goods. Kebijakan penetapan ToP pada perusahaan manufaktur agar memperhitunghkan kecukupan modal kerja perusahaan. Umumnya, perusahaan manufaktur menetapkan kebijakan ToP “Net 30”.

Sementara perusahaan jasa, siklus operasinya relatif bervariasi, tergantung pada jenis jasanya. Pada perusahaan logistik, siklus operasi dimulai pada saat pick-up sampai penyerahan kiriman di lokasi penerima. Siklus operasi perusahaan logistik bisa 10 hari, 30 hari, bahkan sampai 40 hari. Penetapan ToP pada perusahaan jasa umumnya 15 hari dan30 hari.

Kebijakan term of payment perlu mempertimbangkan kebijakan diskon. Diskon diberikan kepada pelanggan dengan maksud untuk mempercepat pembayarannya. Perusahaan perlu menetapkan kebijakan diskon baik ketentuan berapa persentase diskon maupun periode diskon.

Kebijakan penagihan piutang. Manakala barang telah diserahkan atau pekerjaan telah selesai dilaksanakan, perusahaan mengirimkan invoice kepada pelanggan. Perusahaan perlu memonitor pembayaran tagihan dari pelanggan dan menetapkan unit atau pihak mana yang secara intensif melakukan tugas penagihan ke pelanggan.

Pengukuran kinerja pengelolaan piutang
Perusahaan perlu mengukur kinerja pengelolan piutang. Pengukuran kinerja pengelolaan piutang dilakukan dengan evaluasi kinerja accounts receivable days dan aging schedule.

Accounts receivable days. Accounts receivable days atau sering dikenal dengan collection periods merupakan rata-rata jumlah hari piutang yang dihitung sejak tanggal invoice sampai dengan penerimaan kas dapat diperoleh dari penagihan piutang. Jika kebijakan term of payment katakanlah “Net 30”, namun ternyata rata-rata outstanding piutang 50 hari, maka pelanggan terlambat 20 hari dalam melakukan pembayaran tagihan.

Accounts receivable days dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: (kiri) Sementara receivable turnover ratio dihitung dengan cara (kanan)

Accounts receivable days menunjukkan likuiditas dan efektivitas pengelolaan piutang. Semakin kecil
accounts receivable days, maka perusahaan semakin likuid dan efektif dalam mengelola piutangnya.

Aging schedule. Aging schedule mengelompokkan piutang berdasarkan kategori umur piutang. Aging schedule sebaiknya disusun secara periodik. Perusahaan harus memonitor aging schedule untuk memastikan efektivitas pengelolaan piutang.

Contoh aging schedule disajikan sebagai berikut:

Perusahaan dapat menganalisis efektivitas pengelolaan piutang berdasarkan aging schedule tersebut. Bila persentase piutang lebih banyak kategori “bottom-heavy”, yaitu days outstanding lebih dari 31 hari, sementara ToP-nya Net 30, maka perusahaan perlu segera melakukan evaluasi dan perbaikan atas pemberian kredit, ketentuan term of payment, dan penagihan piutang.

 

Berpikir Seperti Ekonom

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

Berpikir Seperti Ekonom

Keberhasilan dalam mengelola bisnis sangat ditentukan seberapa anda memahami pasar di mana berbisnis. Tidak peduli seberapa besar ukuran perusahaan anda. Tidak peduli usia operasional perusahaan anda. Tidak peduli jenis usaha anda.

Tidak masalah jenis organisasi anda, apakah organisasi bisnis yang berorientasi profit atau institusi nirlaba seperti rumah sakit dan sekolahan.

Memahami pasar berarti mampu mengenali peluang, kendala, dan tantangan yang dihadapi untuk memaksimalkan tujuan dan nilai organisasi. Bagi organisasi bisnis, tujuan perusahaan adalah memaksimalkan profit melalui pelayanan pelanggan dan pengembangan bisnis dan produk. Sementara bagi organisasi nirlaba, tujuan institusi adalah memberikan pelayanan publik atau anggota organisasi secara efektif dengan menggunakan sumber daya yang paling efisien.

Pengelolaan organisasi bisnis memerlukan pilihan keputusan strategi dan eksekusi strategi yang efektif.

Teori dan konsep-konsep ilmu ekonomi dapat digunakan untuk menentukan keputusan strategi dan bagaimana memilih berbagai alternatif keputusan. Umumnya bidang ilmu ekonomi yang paling banyak digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis adalah ekonomi mikro (microeconomics). Bidang ilmu ekonomi mikro ini mempelajari bagaimana perilaku individu dari konsumen dan perusahaan dalam memenuhi kebutuhannya untuk memaksimalkan kepuasan atau nilai perusahaan.

Ekonom menggunakan asumsi dalam menganalisis permasalahan dan pengambilan keputusan atau kebijakan.

Asumsi dapat menyederhanakan dunia yang kompleks dan memudahkan dalam memahami persoalan. Untuk mempelajari pengaruh perdagangan internasional, misalnya, ekonom mengasumsikan bahwa dunia hanya ada dua negara dan setiap negara hanya menghasilkan dua barang.

Tentu saja, dalam kenyataannya di dunia ini ada banyak negara dan setiap negara menghasilkan banyak produk dan jasa. Tetapi, dengan mengasumsikan dunia hanya terdiri dari negara dan dua jenis produk, ekonom dapat memfokuskan pada inti permasalahan, yaitu perdagangan internasional. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perdagangan internasional dalam dunia imajiner yang disederhanakan, maka ekonom dapat memahami persoalan perdagangan internasional yang lebih kompleks.

Selain penggunaan asumsi, ekonom kerap menggunakan model ekonomi (economic models). Model merupakan penyederhanaan dari realitas. Umumnya ekonom menggunakan model ekonomi The Circular-Flow Diagram dan The Production Possibilities Frontier.

Model pertama: the circular-flow diagram

Perekonomian suatu negara terdiri dari banyak jutaan orang yang melaksanakan berbagai aktivitas seperti pembelian, penjualan, bekerja, rekruitmen tenaga kerja, produksi, investasi, dan lain-lain. Untuk memahami bagaimana perekonomian bekerja, ekonom menggunakan model The Circular-Flow Diagram. Model ini menjelaskan hubungan antara pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian. Dalam model The Circular-Flow Diagram, pelaku ekonomi disederhanakan hanya dua: rumah tangga (households) dan perusahaan (firms).

Rumah tangga membeli dan mengkonsumsi barang dan jasa. Selain itu rumah tangga juga menyediakan faktor produksi seperti tanah dan tenaga kerja. Rumah tangga menerima income atas upah dari tenaga kerja yang diberikan, penerimaan hasil penyewaaan atas tanah, dan hasil penggunaan modal.

Sementara itu, perusahaan memproduksi dan menjual barang dan jasa ke rumah tangga. Perusahaan mempekerjakan tenaga kerja dan menggunakan faktor produksi yang disediakan rumah tangga. Perusahaan menerima pendapatan dari rumah tangga atas hasil penjualan barang dan jasa.

Perusahaan membayar upah, sewa, dan imbal hasil atas penggunaan modal dari rumah tangga.

The Circular-Flow Diagram merupakan skema representasi organisasi sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Keputusan dibuat oleh rumah tangga dan perusahaan. Rumah tangga dan perusahaan saling berinteraksi dalam pasar barang dan jasa (dimana perusahaan sebagai penjual dan rumah tangga sebagai pembeli) dan pasar input faktor-faktor produksi (dimana perusahaan sebagai pembeli dan rumah tangga sebagai penjual).

Model kedua: the production possibilities frontier

The Production Possibilities Frontier merupakan grafik yang menunjukkan kombinasi output dalam perekonomian yang mungkin dapat dihasilkan dengan faktor produksi dan teknologi yang tersedia.

Dalam Production Possibilities Frontier, perekonomian diasumsikan hanya memiliki kemampuan untuk menghasilkan dua kombinasi produk, misalnya mobil dan komputer.
Perekonomian mampu menghasilkan kombinasi output mobil dan komputer dalam dan di titik sepanjang production possibilities frontier. Peningkatan kapasitas produksi dimungkinkan dengan peningkatan teknologi dan produktivitas tenaga kerja.

Konsep-konsep ekonomi yang dapat kita pelajari dari model Production Possibilities Frontier adalah: scarcity, efficiency, trade-offs, opportunity cost, dan economic growth.
Perekonomian mencapai kondisi efisien manakala menghasilkan produk pada titik sepanjang production possibilities frontier.

Keputusan produksi suatu produk dilakukan secara trade-offs, meningkatkan output produk dengan menurunkan output produk lain. Keputusan trade-offs ini juga menimbulkan opportunity cost. Dalam production possibilities frontier kita juga mengenal konsep economic growth, pertumbuhan ekonomi suatu negara meningkat manakala terjadi shifting dalam production possibilities frontier.

Penggunaan konsep ekonomi dalam bisnis Sejatinya, manajer mengelola bisnis dimaksudkan untuk menghasilkan keuntungan atau profit melalui penyediaan produk dan jasa kepada pelanggan. Secara sederhana, profit dicapai bila pendapatan yang diperoleh melebihi biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, bila pendapatan tidak dapat menutupi biaya, maka perusahaan menderita kerugian. Setiap keputusan yang dilakukan manajer diarahkan untuk mendapatkan profit secara maksimal.

Dalam mengelola bisnis, keputusan penting yang harus diambil oleh manajer adalah berapa unit output yang harus diproduksi atau dijual untuk mendapatkan profit maksimal dengan sumber daya faktor produksi yang terbatas.

Untuk melayani pelanggan dengan menyediakan produk dan jasa, manajer mengelola sumber daya. Dalam ilmu ekonomi sumber daya ini merupakan faktor-faktor produksi sebagai input dalam fungsi produksi.

Contoh faktor produksi yang umum digunakan dalam model fungsi produksi adalah labor dan kapital, yang lazim dinotasikan sebagai Q = f (L,K). Fungsi ini cukup mewakili dari keseluruhan fungsi produksi Q = f (X1, X2, …, Xn). Dimana L dan K masing-masing melambangkan labor dan capital.

Penggunaan sumber daya faktor produksi menimbulkan cost. Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal berbagai jenis dan konsep cost: variabel cost, fixed cost, sunk cost, avoidable cost, opportunity cost, explicit cost, dan implicit cost. Menariknya, konsep cost dalam ilmu ekonomi lebih komprehensif dibandingkan dengan konsep cost yang diajarkan dalam akuntansi.

Karenanya, dalam ilmu ekonomi kita menyebut economic profit, yang dihitung dari total revenue dikurangi explicit costs dan implicit costs. Sementara profit yang umum dikenal dalam perhitungan profit perusahaan adalah accounting profit. Dalam accounting profit, cost yang diperhitungkan hanyalah explicit cost.

Memaksimalkan economic profit merupakan misi utama manajer dalam mengelola bisnis. Ilmu ekonomi mengajarkan konsep marginal analysis untuk pengambilan keputusan yang paling optimal. Konsep marginal analysis didasarkan pada berapa output atau benefit yang paling optimal atas keputusan perubahan tingkat input atau aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan output.

Pemahaman manajer mengenai konsep permintaan (demand), penawaran (supply), dan keseimbangan pasar (market equilibrium) penting untuk mengenali dan melayani konsumen dalam konteks persaingan pasar. Dalam ilmu ekonomi, setidaknya tingkat persaingan pasar dibedakan sesuai struktur pasar menjadi pasar dengan persaingan sempurna (competitive market), pasar dengan monopoli (market power), monopolistics competition, dan pasar oligopoli. Pemahaman tingkat persaingan pasar mengarahkan manajer dalam keputusan strategi harga dan keputusan produksi yang paling optimal.

Dalam pasar persaingan sempurna, banyak perusahaan yang menjual produk yang sama atau tidak ada differentiated, tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk masuk atau keluar pasar.

Pada struktur pasar seperti ini, manajer akan mengikuti harga pasar (price-taker). Dengan harga yang sudah ditentukan oleh pasar melalui keseimbangan permintaan dan penawaran, keputusan rasional seorang manajer adalah menentukan berapa unit output yang harus diproduksi dan dijual untuk memaksimalkan profit.

Pada pasar monopoli, sebaliknya, hanya ada satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa di pasar. Umumnya hambatan untuk memasuki pasar terjadi karena beberapa penyebab, antara lain sumber daya monopoli, proteksi dari pemerintah atau hak eksklusif yang diberikan pemerintah kepada suatu perusahaan. Manajer memiliki kebebasan dalam menentukan harga produk untuk memaksimalkan profit.

Pada pasar monopolistics competition, merupakan antara monopoli dan persaingan sempurna. Pada struktur pasar mopolistik, banyak perusahaan menjual produk yang serupa namun tidak sama. Karakteristik utama dari struktur pasar monopolistik adalah diferensiasi produk. Adanya product differentiation ini, manajer pada struktur pasar monopolistik tetap sebagai price-setter, alih-alih sebagai price-taker.

Pada setiap struktur pasar di atas, baik pasar persaingan sempurna, monopoli, maupun monopolistik, manajer tidak perlu mempertimbangkan reaksi pesaing dalam melakukan strategi perubahan harga. Manajer fokus pada penentuan unit output atau harga secara independen. Kondisi ini tidak bisa terjadi pada struktur pasar oligopoli. Dalam pasar oligopoli, keputusan harga dan penentuan output akan direspon oleh pesaing. Karenanya, manajer perlu memahami keputusan dan reaksi pesaing atas strategi yang dilakukan perusahaan.

Permintaan suatu produk menentukan tingkat penjualan. Pemahaman yang baik mengenai bagaimana hukum permintaan bekerja dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi tingkat permintaan penting bagi para manajer dalam keputusan bisnis.

Ilmu ekonomi mengajarkan konsep yang sangat menarik mengenai permintaan yang melahirkan hukum permintaan (the law of demand). Dalam ilmu ekonomi, hukum permintaan disederhanakan dengan melihat hubungan antara harga (price) dan jumlah unit barang yang diminta (quantity demanded).

Hukum permintaan menyatakan bahwa dengan asumsi faktor-faktor lain tetap – sering disebut dengan istilah ceteris paribus, kuantitas barang yang diminta akan menurun manakala harga barang tersebut naik.

Ilmu ekonomi menyajikan keterkaitan antara harga dan kuantitas barang yang diminta dalam kurve permintaan. Dari kurve permintaan ini, manajer dapat menganalisis keputusan strategi harga apakah penaikan harga atau penurunan harga untuk menentukan jumlah penjualan yang paling optimal.

Menariknya, tidak selalu keputusan penurunan kenaikan harga jual dapat meningkatkan penjualan total. Ilmu ekonomi mengingatkan para manajer untuk memerhatikan elastisitas permintaan sebelum para manajer menaikkan atau menurunkan harga barang dan melihat pengaruhnya terhadap penjualan total.

Permintaan pasar merupakan penjumlahan secara agregat permintaan individu dari setiap konsumen. Kurve permintaan dapat pindah (shifting) dari kurve D1 ke kurve D2, D3, dan seterusnya.

Perpindahan dari D1 ke D2, D3, dan seterusnya dimungkinkan karena perubahan income, perubahan harga produk-produk subsitusi dan komplimenter, perubahan selera konsumen, ekspektasi terhadap kondisi masa depan, jumlah pembeli dalam pasar.

Dalam mengelola bisnis, manajer perlu memahami dinamika perubahan permintaan pasar ini agar dapat melalukan peramalan permintaan suatu produk dan jasa dengan lebih baik.
Di sisi penawaran, ilmu ekonomi mengajarkan kurve penawaran untuk menganalisis keterkaitan antara harga produk dengan kuantitas produk yang ditawarkan di pasar. Semakin tinggi harga produk, maka banyak perusahaan yang bersedia memproduksi atau menjual produk ke pasar.

Perpindahan kurve penawaran dimungkinkan bila ada perubahan harga faktor input produksi, penerapan dan kemajuan teknoologi, ekspektasi, dan jumlah penjual di dalam pasar.

Dari kurve permintaan dan penawaran diperoleh titik keseimbangan pasar (market equilibrium). Suatu kondisi keseimbangan pasar pada harga dan kuantitas tertentu. Pada keseimbangan pasar tidak terjadi surplus atau shortage barang.

***

Banyak konsep dan cara pemikiran ekonom yang dapat diadaptasi oleh manajer dalam mengelola bisnis untuk memaksimalkan nilai perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang terbatas secara efisien dan efektif.

Terminologi dan konsep-konsep dalam ilmu ekonomi seperti marginal revenue, total revenue, marginal product, average product, total product, marginal cost, hukum permintaan, hukum penawaran, keseimbangan pasar, elastisitas, production possibilities frontier, price discrimination, profit maximization, economies of scale and scope, cost-minimizing, game theory, dan lain-lain perlu digali dan dipelajari kembali, sehingga manajer mampu memiliki pemahaman yang baik, pemikiran, dan pertimbangan keputusan bisnis yang komprehensif di tengah perubahan lingkungan bisnis yang sangat dinamis ini.

Peningkatan Daya Saing Profesional TI di Era Global

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Ketua Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise / Ketua Program Pascasarjana FTI UII

Materi Kuliah Umum : Peningkatan Daya Saing Profesional TI di Era Global

Disampaikan di STIMIK Balikpapan – 06 Mei 2018

Bagi-Bagi Sembako Di Monas

Ismail Fahmi, Ph.D – Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia
– – – – – –

 

Weekend kemaren ada dua event besar di Jakarta. Hari Sabtu di Monas, ada acara bagi-bagi sembako oleh Forum Untukmu Indonesia; lalu hari MInggunya ada CFD dimana massa dengan kaos #2019GantiPresiden tumpek blek. Kedua acara ini bisa dibilang tidak happy ending citranya. Acara di Monas dinodai oleh lautan sampah dan taman yang rusak, serta massa yang kepanasan, kelaparan, ada yang pingsan, dan anak yang hilang. Sedangkan acara di CFD rusak citranya karena adanya intimidasi dari sebagian peserta #2019GantiPresiden kepada ibu dan anak yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja.

Nah, sekarang kita lihat dulu acara “Pesta Rakyat” di Monas dari kacamata Drone Emprit. Di postingan berikutnya baru kita lihat acara di CFD itu.

Data

Kita gunakan kata kunci “monas” dan “forum untukmu indonesia” dari tanggal 28-29 April. Dalam periode ini didapat 15K percakapan, dengan trend yang terus naik. Tanggal 30 April kemungkinan masih tinggi.

SNA

Pemetaan warganet yang terlibat percakapan itu menggunakan SNA, menampilkan dua buah cluster yang sangat tidak imbang. Satu cluster sangat besar, mendominasi percakapan; ini cluster oposisi. Cluster satunya sangat kecil; biasanya ini cluster pro pemerintah.

Kecilnya cluster pro menandakan mereka tidak tertarik untuk membahas soal acara di monas itu.

Cluster Dan Narasi

Key opinion leader yang ada di cluster pro tidak banyak yang muncul. Dari sebagian yang muncul, hampir semua menyuarakan narasi yang sama. Yaitu, kekacauan di acara bagi-bagi sembako di Monas itu adalah karena kebijakan Anies yang membuka Monas untuk acara publik, dan menuding acara ini disponsori atau diprakarsai oleh Pemprov DKI.

 

Sementara itu, cluster oposisi banyak meretweet penjelasan dari Pemprov DKI yang menunjukkan bukti berupa surat keterangan dari panitia Forum Untukmu Indonesia bahwa Pemprov DKI tidak bertanggung jawab dan tidak terlibat dalam acara ini.

Cluster ini juga membahas opini Seword yang menyalahkan Anies, gara2 kebijakannya terjadi lautan sampah di Monas. Selain menyoroti lautan sampah, cluster ini juga menyoroti adanya simbol agama tertentu dalam poster yang dibawa anak-anak berkeliling area taman Monas, isi nasi kotak yang berupa nasi dan dua potong nugget, dan profesionalitas penyelenggara.

Closing

Acara di Monas ini kalau dilihat dari penyelengaranya, acaranya, dan peserta yang diundang hadir, sebenarnya bisa menjadi isu yang sensitif. Namun saya lihat pembahasan di media sosial ada kecenderungan dari cluster oposisi untuk tidak menjadikan isu agama sebagai sentral. Mereka mencoba menghindari isu ini. Dan ini bagus, karena kalau masuk ke isu identitas lebih merugikan bagi bangsa.

Ini yang perlu menjadi renungan, sekaligus melihat cermin kondisi masyarakat kita saat ini. Mengapa setiap ada acara bagi-bagi sembako animo publik begitu besar?

Apakah mereka sedang kesulitan ekonomi? Apakah sembako untuk beberapa hari saja itu sudah sangat berharga bagi mereka, sehingga mereka rela antri dalam panasnya lapangan Monas? Apakah bagi-bagi sembako adalah solusi bijak untuk menolong mereka?

Apakah mereka sedang kesulitan ekonomi? Apakah sembako untuk beberapa hari saja itu sudah sangat berharga bagi mereka, sehingga mereka rela antri dalam panasnya lapangan Monas? Apakah bagi-bagi sembako adalah solusi bijak untuk menolong mereka?

Kejadian ini harusnya jadi bahan gagasan buat disampaikan ke publik bagi capres yang akan tampil di balik hestek #2019GantiPresiden, dan bahan untuk menunjukkan kinerja selama ini dari #DiaSibukKerja. Bagaimana mereka punya gagasan untuk mengentaskan kemiskinan, atau apa yang sudah dikerjakan oleh mereka dalam kesibukan bekerja mengentaskan kemiskinan selama ini?

 

Ekonomi Keberkahan di Kopi Klotok

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –Ekonomi Keberkahan di Kopi Klotok

Bagi para pelanggannya, kopi klotok di Kledokan Pakem, Jalan Kaliurang Jogjakarta selalu memberikan suasana tentram dan terasa pulang ke rumah kampung halaman. Pelanggan yang pernah datang dan menikmati menu makanan di warung kopi klotok ingin kembali lagi.

Di kopi klotok, pelanggan disuguhi segelas kopi panas dengan rasa dan aroma kopi yang khas, menu makanan masakan Jawa rumahan dengan rasa kenangan masa kecil. Penyajian makanan secara prasmanan. Selayaknya tamu, pelanggan bebas mengambil menu masakan sendiri, langsung dari dapur.

Nama kopi klotok disematkan dari proses memasak minuman kopi. Klotok atau nglotok – Bahasa Jawa, berarti mengelupas. Proses mengelupasnya kopi adalah saat air disiramkan ke panci yang lengket dengan kopi yang dimasak tanpa air. Penyajian kopi klotok dihasilkan dari kopi bubuk yang dimasak dalam panci panas tanpa air. Setelah beraroma sedikit gosong, panci disiram dengan air hingga mendidih. Kopi bubuk di panci pun mengelupas – nglotok.

Kopi klotok menjadi menu favorit setiap tamu di warung yang berada di kampung pedesaan ini. Rasa pahit yang pas dan aroma kopi yang sedap, mengingatkan penikmat kopi klotok kenangan masa kecil. Para tamu menikmati kopi klotok dengan pisang goreng atau menu masakan nasi dan lauk rumahan seperti sayur atau jangan lodeh lombok ijo, lodeh terong, dan lodeh kluwih. Semuanya menu disajikan di dapur atau pawon. Proses memasak dengan tungku yang dipanaskan dari kayu bakar.

Harga minuman dan makanan di kopi klotok sangatlah terjangkau. Bahkan beberapa menu, pelanggan diberikan kebebasan untuk mengambil porsi tambahan sepuasnya, dengan harga tetap satu porsi.

Pelanggan kopi klotok menikmati minuman kopi dan makanan di warung yang dibangun dalam bentuk rumah joglo limasan yang teduh, di tengah pemandangan sawah dan pohon- pohon pedesaan yang asri.

Belajar Ekonomi Keberkahan

Pelanggan yang datang ke kopi klotok tidak hanya menemukan kepuasan dalam menikmati minum kopi dan masakan rumahan di masa kecil. Pelanggan juga menemukan kebahagiaan dan kedamaian.

Dari obrolon dengan Jerri Irgo, sahabat yang selalu menemani dan mengajak saya ke kopi klotok setelah saya selesai mengajar di kelas logistik program magister teknik industri fakultas teknologi industri UII Jogja, saya mendapatkan pelajaran di kopi klotok ini.

Mbak Yani, pemilik kopi klotok, dulunya adalah eksekutif bank nasional. Mulai merintis usaha warung kopi klotok sejak tahun 2015. Dalam mengelola bisnis ini, Mbak Yani ikut melebur bersama karyawannya meladeni pelanggannya, para tamunya. Bersama karyawannya, Mbak Yani menerima tamu yang berkunjung di kopi klotok. Mencarikan tempat duduk, menyuguhkan kopi, makanan, hingga mengambil dan membersihkan meja, gelas, dan piring yang sudah terpakai. Semuanya dilakukan dengan santai, seperti halnya melayani tamu-tamu yang berkunjung ke rumah. Ia tak tampak sebagai pemilik, pengusaha kopi klotok.

Dari Mbak Yani, pelanggan belajar bagaimana menjadi mengelola usaha dengan nilai-nilai “handarbeni”. Ia meneladankan kepada semua karyawannya, untuk merasa duwe lan handarbeni, pemilik yang memiliki. Setiap karyawan dicontohkan untuk secara tulus melayani pelanggan selayaknya saudara dan kerabat yang menjadi tamu di rumahnya. Menyapa secara personal.

Pelanggan pun memiliki pengalaman yang mengesankan selama berkunjung di kopi klotok. Tidak hanya kebutuhan fungsional yang terpenuhi dari segelas kopi, pisang goreng, dan masakan sayur lodeh rumahan. Di kopi klotok, pelanggan akan mendapatkan rasa tentram, menginspirasi, bahkan nilai-nilai keberkahan.

Menyoal nilai-nilai keberkahan ini, saya mendapatkan pelajaran menarik dari model pengelolaan bisnis warung kopi klotok ini.

Dengan kebebasan pelanggan mengambil dan memesan makanan, tentunya dari perspektif sistem akuntansi, proses bisnis seperti ini sangat berisiko. Pasalnya, bisa saja pelanggan mengambil makanan 5, namun membayar 1. Sebutan Darmaji, menurut kawan saya yang dari penutur Bahasa Sunda. “Dahar lima, membayar hiji”. Makan lima makanan, namun hanya membayar satu.

Tidak ada catatan atau nota pesanan dari pelanggan yang dicatat petugas warung. Pelanggan datang, mengambil makanan, memesan kopi dan pisang goreng sepuasnya. Bila pelanggan sudah selesai makan, cukup melapor ke kasir berapa banyak dan jenis makanan dan minuman apa yang telah dimakan. Kasir menginput di mesin cash register sesuai perkataan pelanggan. Kasir percaya apa yang dikatakan pelanggan. Kasir tidak memerlukan nota atau catatan pesanan pelanggan. Harga total yang harus dibayar pun tertera di struk cash register. Tanpa perlu verifikasi. Pelanggan pun membayarnya.

Model proses bisnis dan sistem pemrosesan transaksi ini pun merupakan “anomali” dalam sistem akuntansi. Anda tahu, bahwa sistem akuntansi mengharuskan adanya catatan, bukti pesanan, dan verifikasi atas setiap transaksi untuk meminimalkan risiko fraud dan potensi kerugian perusahaan dari pelanggan yang melakukan “kecurangan”.

Di kopi klotok, kaidah sistem pengendalian internal seperti yang diajarkan di bangku kuliah kelas sistem akuntansi tidak berlaku. Mbak Yani memahami potensi risiko ini, namun tidak mempersoalkannya. Mbak Yani berpikiran positif, bahwa setiap pelanggan yang datang ke kopi klotok selalu menerapkan kejujuran dalam bertransaksi.

Para wanita hamil di kopi klotok mendapat perlakuan istimewa. Mbak Yani tidak membebankan tagihan atas order minuman dan makanan yang dipesan wanita hamil. Mbak Yani mengelola warung kopi klotok dengan menggunakan nilai-nilai mulia ekonomi keberkahan.

Bagi sebagian pengusaha dan pelaku bisnis umumnya, pengelolaan bisnis cara kopi klotok tidaklah “rasional”. Di zaman yang lebih mengedepankan perilaku rasional, semuanya didasarkan pada pertimbangan keuntungan finansial, yang dihitung dari kalkulasi untung dan rugi.

Namun, kopi klotok membuktikan bahwa berbisnis tidak selalu rasional bagi akal manusia yang segala sesuatu ditakar dalam perhitungan keuntungan finansial semata. Model bisnis cara kopi klotok telah melampaui perhitungan rasional. Setiap harinya, pelanggan ramai bertamu di kopi klotok. Jumlah pelanggan meningkat hampir lima kali lipat pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur. Hari di mana orang-orang kota sejenak ingin keluar dari rasionalitas bisnis untung-rugi. Orang-orang kota ingin merasakan dan kembali pada fitrah manusia: ketulusan, pelayanan, berbagi, dan keberkahan, dengan menikmati segelas kopi dan pisang goreng di rumah kopi klotok.

Kita merindukan ekonomi keberkahan dengan mengelola bisnis yang membeikan keberkahan bagi pelanggan, pekerja, pemasok, dan masyarakat sekitar.

Keberkahan bagi pelanggan, karena merasakan kepuasan dan kabahagiaan ketika bertamu ke rumah kopi klotok. Keberkahan bagi pekerjanya, karena semua pekerja merasa “handarbeni” dan melayani dengan tulus setiap pelanggan yang bertamu. Keberkahan bagi pemasok sayur, beras, telur, lombok ijo, dan lain-lain yang umumnya petani dan pedagang di pedesaan. Keberkahan bagi tukang parkir, dan keberkahan bagi semesta.

Dari usaha kopi klotok, pertumbuhan ekonomi pedesaan pun tumbuh dan menyejahterakan pekerja, pemilik, pemasok, masyarakat sekitar, dan ekosistemnya. Buah dari keberkahan.

Jogjakarta, 7 April 2018
Untuk Ismail Fahmi, Jerri Irgo, dan pelanggan kopi klotok.

#2019GantiPresiden vs #Jokowi2 Periode dalam Perspektif Drone Emprit

Ismail Fahmi, Ph.D – Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia
– – – – – –

#2019GantiPresiden vs #Jokowi2 Periode dalam Perspektif Drone Emprit

Lagi ramai dibahas soal kaos dan dua hashtag pada judul di atas. Ada yang bilang kalau hashtag #2019GantiPresiden merupakan anti tesis dari hashtag #Jokowi2Periode yang sudah terlebih dahulu dipromosikan. Opini lain bilang kalau #2019GantiPresiden hanyalah gerakan dari segelintir orang, emosional, dan tidak jelas maunya apa karena tidak dijelaskan siapa penggantinya.

Dan yang paling epic adalah komentar dari presiden sendiri tentang kaos #2019GantiPresiden, yang mempertanyakan apakah kaos bisa mengganti presiden 🙂

Allright, bagaimana Drone Emprit memandang tik-tak kedua hashtag ini?

DATA

Drone Emprit menggunakan kedua hashtags, #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode. Data didapat sejak 1 April hingga sekarang. Selama periode ini, didapat 110 ribu mention di Twitter tentang hashtag #2019GantiPresiden, dan hanya 18 ribu mention untuk #Jokowi2Periode.

JOKOWI TOP PROMOTER #2019GantiPresiden

Dari tren volume percakapan, kita lihat pada tanggal 8 April, total mention harian hashtag ini meningkat sangat pesat sekitar 300%. Sebelumnya maksimal 7 ribu per hari, menjadi 37 ribu pada tanggal ini. Siapa top promoter dari kenaikan ini?

Dari grafik trend, kita bisa telusuri percakapan di media online. Pada tanggal 7 April, sehari sebelumnya, diberitakan bahwa Presiden Jokowi menyindir hashtag #2019GantiPresiden: “Masa kaus bisa ganti presiden?” Dan butuh kira2 setengah hari untuk mendapatkan response masif dari warganet. Pada hari berikutnya, hashtag ini mencapai puncak popularitasnya.

HASHTAG #Jokowi2Periode BELUM DIGENJOT?

Agak jauh sebelum hashtag #2019GantiPresiden, wacana yang banyak berkembang adalah: tidak ada calon presiden lain yang mumpuni, hanya Jokowi yang sanggup. Sehingga, berbagai survey dan wacana yang dibangun adalah tentang “siapa calon wapres” yang pantas. Bersamaan dengan itu, wacana #Jokowi2Periode yang paling dominan berkembang.

Namun, dalam periode monitoring Drone Emprit, volume percakapan #Jokowi2Periode sepertinya kurang atau belum digenjot oleh para promotornya. Hashtag lain seperti #T3tapJokowi juga tidak terlalu ramai. Para promotor yang biasanya muncul dalam cluster pro pemerintah tidak muncul di sini.

Dibandingkan dengan volume percakapan untuk #2019GantiPresiden, bedanya jauh sekali. Apakah kerena belum digenjot dan ada narasi lain yang sedang digarap? Mungkin saja. Suatu saat nanti akan naik tinggi dengan dukungan penuh.

SNA: SIAPA PENDUKUNG #2019GantiPresiden?

Apakah benar hashtag ini hanya kerjaan segelintir orang? Kita lihat peta SNA yang ditampilkan Drone Emprit untuk hashtag ini. Dari peta ini kita lihat, hanya ada satu cluster yang sangat besar, dan sangat keciiil cluster yang kontra.

Cluster besar dan dominan itu berisi para promotor lengkap alias full team yang selama ini muncul dalam cluster MCA. Twit-twit mereka diretweet oleh sesama mereka, juga oleh follower yang kebanyakan polanya seperti akun asli, bukan robot. Hal ini bisa dilihat dalam profile relasi opinion leader dalam grafik SNA.

Selain artikel dari Kumparan dan Detik.com, cluster tersebut juga banyak menyebarkan artikel dari portal bikinan sendiri seperti portal islam. Isinya berupa berita tentang pidato Jokowi, response terhadap pidato itu, juga bagaimana kaos dengan hashtag ini banyak dibuat dan diperjualbelikan di portal ecommerce.

Dalam cluster ini, politikus PKS Mardani Ali Sera mengajak bikin gerakan #2019GantiPresiden pada 5 April. Dia ajak agar netizen fokus pada topik ini. Di sisi lain, presiden PKS Sohibul Iman mencoba melunakkan hashtag ini dengan argumen realistis bahwa saat ini belum ada paslon alternatif dan petahana masih sangat kuat.

Khumaini membantah bahwa gerakan ini tidak didukung oleh rakyat. Dia tunjukkan bukti sebuah lapak yang menjual kaos ini sedang ramai diserbu oleh pembeli. Mereka rela merogoh kocek, dan bukan sekedar menerima kaos drop-dropan dari pusat.

Cluster yang kontra hashtag ini sangat kecil. Hanya ada beberapa opinion leader di sana. Rustamibrahim mengritik hashtag #2019GantiPresiden ini, dan sebaliknya menyerang PKS dengan #2019GantiPKS. Namun ajakan dia bagi yang setuju dengan gagasan ini kurang mendapat banyak retweet (hanya 536), dibandingkan twit Mustafa Nahra yang mendapat 1898 retweet untuk sindiran ke aparat bahwa admin group WA #2019GantiPresiden akan ditangkap seperti halnya kasus Saracen dan MCA.

SNA: SIAPA PENDUKUNG #Jokowi2Periode?

Sekarang kita lihat SNA untuk percakapan #Jokowi2Periode. Dengan jumlah percakapan yang relatif lebih sedikit, kita lihat ada 2 cluster. Cluster yang kontra cukup aktif retweetnya, meski opinion leadernya tdak sebanyak dalam percakapan tentang #2019GantiPresiden. Cluster yang pro opinion leadernya tak terlalu terkenal, dan mereka yang biasanya aktif dalam cluster pemerintah tak muncul di sini.

Satu yang muncul yaitu @PartaiSocmed. Akun ini unik. Dia cenderung dalam cluster pro pemerintah. Namun dalam peta SNA, dia berada di antara kedua cluster. Artinya, twitnya ternyata juga diretweet oleh netizen yang berada dalam cluster kontra.

Mengapa demikian? Ternyata twitnya yang mengandung hashtag #Jokowi2Periode berisi kritikan kepada para pendukung Jokowi. Dia bilang, mainan hestek ini sampai berbusa-busa tidak akan berdampak jika di lapangan premium masih langka. Dia sadar, tak semua pemilih Jokowi main sosmed. Ini adalah self-critics yang membangun, dan diaminkan oleh mereka yang kontra.

Apakah karena ini juga hashtag #Jokowi2Periode tidak terlalu ramai, karena mereka sadar itu ndak akan terdengar sampai di telinga para pemiliih Jokowi?

PERANG HASHTAG

Dalam peta hashtag yang dibandingkan antara kedua data, kita temukan hal menarik. Untuk percakapan tentang #Jokowi2Periode, hashtag berikutnya yang paling populer adalah #2019GantiPresiden, yaitu anti-tesisnya sendiri. Sedangkan untuk percakapan tentang #2019GantiPresiden, hashtag berikutnya yang paling populer adalah #2019PresidenBaru; baru yang ketiga adalah #Jokowi2Periode.

Dalam perang hashtag ini, tampaknya pendukung #2019GantiPresiden sangat menguasai percakapan dalam media sosial.

CLOSING

Kita sudah lihat bagaiman perang hashtag dan kaos ini. Jika ini adalah gambaran dari tensi politik menjelang pilpres, semoga ini menjadi jalur penyaluran yang positif dan kreatif. Dari pada perang narasi topiknya tajam dan sensitif, perang melalui hashtag dan kaos saya rasa lebih ringan mudharatnya.

Bahkan saya lihat ada sisi positifnya. Masing-masing mengeluarkan kreatifitas dalam membuat kaos, desain, dll. Penyampaikan aspirasi dan kritik akhirnya tidak berupa turun ke jalan. Tetapi melalui produk seni yang kreatif. Para desainer dan pendagang kaos juga mendapat manfaat ekonomi yang lumayan. Itu pandangan Drone Emprit dari sisi kreatifitas dan ekonomi.

Dari sisi demokrasi, saya lihat gerakan gagasan melalui hashtag #2019GantiPresiden ini memiliki makna positif bagi proses demokrasi. Sangat tidak lucu jika pilpres hanya ada satu calon dan satu kotak kosong. Seolah bangsa ini begitu ekonomis dalam hal kepemimpinan nasional dan gagasan dalam membangun bangsa. Tidak ada tokoh lain yang pantas untuk diajukan.

Pernah dalam sebuah masa ketika pemilihan ketua IA ITB, ada seorang anak muda yang belum banyak relasi dan pengalamannya dibanding alumni lain, dia nekat mencalonkan diri. Meski tahu tak akan terpilih, dia tetap maju. Keberanian patut diacungi jempol, karena itu memperlihatkan bahwa banyak potensi dari alumni, bukan hanya satu, meski masih muda.

Saya lihat gerakan ini arahnya ke sana. Untuk menyakinkan bangsa bahwa kita ini bangsa besar, yang punya stok calon pemimpin. Meski sekarang belum kelihatan, namun narasi dan gagasan ini akan membangun keyakinan pada calon-calon tersebut, juga pada rakyat bahwa kita tidak ekonomis dalam intelektualitas, leadership, managemen, dan keberanian.

Masak ndak ada yang berani, dan kalah sama anak muda ITB itu?

= = kita tunggu tulisan Dr Zaroni, terkait #2019GantiPresiden vs #Jokowi2 Periode dalam Perspektif Logistics & Supply Chain

Memahami Skandal Data Facebook dan Cambridge Analytica

Yudi Prayudi, M.Kom ; Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) Universitas Islam Indonesia; Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII)

Memahami Skandal Data Facebook dan Cambridge Analytica

Kekuatan Facebook : Social Graph
Kekuatan dari data yang dihimpun oleh Facebook adalah dalam sebuah konsep keterhubungan yang dikenal dengan Social Graph. Melalui konsep ini, maka Facebook berusaha untuk memetakan apapun yang dilakukan dalam ruang siber ketika seseorang aktif membuka Facebook. Respon terhadap apa yang diunggah oleh seseorang dalam bentuk : like atau symbol emosi lainnya serta komen dan tag akan secara otomatis membentuk graph (garis keterhubungan) yang menunjukkan relasi antara orang, tempat serta sesuatu yang menyebabkan seseorang berinteraksi saat online.

Prinsipnya hampir semua layanan aplikasi online melakukan upaya untuk pengumpulan data pengguna untuk kepentingan targeting informasi. Namun kedalaman data dan informasi yang diberikan berbeda satu sama lainnya. Google hanya akan memberikan data bahwa satu produk baju telah dicari oleh seseorang yang berada di jalan x kota y. Namun kekuatan Sosial Graph dari Facebook akan memberikan informasi bahwa si A telah membeli baju di toko z di jalan x kota y dan baju yang dibeli di A juga dibeli oleh si B dan si C. Data Social Graph ini muncul karena si A melakukan checkin di toko z serta foto bajunya diposting kemudian dilike dan di- komentari oleh si B dan si C.

Graph keterhubungan tersebut tidak murni dalam bentuk sebuah garis keterhubungan, namun pada prinsipnya adalah sebuah informasi yang tersimpan dalam sebuah struktur data yang sangat komplek yang kemudian dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan output yang diharapkan. Berdasarkan Social Graph inilah iklan yang muncul di halaman Facebook kita akan sesuai dengan kecenderungan minat, aktivitas, respon saat kita membuka Facebook. Dari aspek marketing, maka beriklan di Facebook akan sangat menguntungkan karena iklan yang dipasang akan muncul pada user yang relevan dengan konten pada iklan tersebut. Dengan kata lain, aktivitas seseorang saat membuka Facebook akan menjadi trigger dari munculnya iklan ataupun informasi yang relevan dengan kecenderungan aktivitas si penggunanya. Salah satu pendapatan terbesar dari Facebook adalah biaya pemasangan iklan.

Selain itu, data yang terkumpul melalui konsep Social Graph ternyata memiliki akurasi yang tinggi dalam melakukan prediksi sesuatu. Aleksandr Kogan dan beberapa koleganya dari
Cambridge University’s Psychometric Centre termasuk yang respek dengan kemampuan Social Graph dari Facebook dan dalam beberapa riset yang dijalankannya, data yang didapat dari Social Graph ini ternyata memiliki akurasi yang sangat baik. Para peneliti ini menyimpulkan bahwa pilihan dan kecenderungan seseorang dapat dilihat dari rekam jejak digital kebiasaan sehari-harinya dalam ruang siber. Dalam hal ini Kogan menyimpulkan bahwa hasil profiling terhadap data pengguna Facebook maka terdapat akurasi 95 % untuk hal yang terkait dengan Ras dan akurasi 85 % terkait dengan pilihan politik.

Kesuksesan Facebook dalam menerapkan konsep Social Graph kemudian mendorong pengembang Facebook untuk meningkatkan kemampuannya. Maka kemudian konsep dasar tersebut dikembangkan lagi melalui konsep Open Graph yang memungkinkan pihak ketiga di luar Facebook untuk juga memanfaatkan data social graph yang dimiliki oleh Facebook untuk membangun social graph bagi kepentingan aplikasinya. Demikian juga sebaliknya, bagi Facebook, konsep Open Graph akan membuat data social graph yang dikelola oleh Facebook menjadi semakin lengkap sehingga apapun aktivitas seseorang di internet akan dapat dipetakan dalam social graph yang dikelola oleh Facebook.

Open Graph API yang dikenalkan oleh Facebook pada tahun 2010 ini pada prinsipnya adalah memberikan ijin pengembang aplikasi di luar Facebook untuk juga dapat mengakses data user dari Facebook. Hal inilah yang kemudian mendasari Pemerintah Amerika pada tahun 2011, melalui Departement Perdagangannya (US Federal Trade Commission – FTC) untuk memberikan perlindungan kepada user dengan memaksa Facebook untuk mendatangi sebuah perjanjian yang intinya pernyataan setuju untuk tidak membagikan data penggunanya tanpa persetujuan mereka (user). Perjanjian ini secara umum mengatur tentang berbagai kewajiban Facebook untuk menjaga data dan privacy dari penggunanya. Dan disebutkan pula bahwa apabila terjadi pelanggaran terhadap kewajiban tersebut maka Facebook akan dikenakan denda sebesar 40.000 US$ per data user yang dilanggarnya. Sehingga bila kasus Cambridge Analytica yang melibatkan penggunaan 50 juta data pengguna Facebook adalah merupakan salah satu bentuk pelanggaran dari perjanjian tersebut, maka bisa dibayangkan berapa besar denda yang harus dibayarkan oleh Facebook. Hal inilah yang memunculkan issue bahwa Facebook akan bangkrut.

Selain kekuatannya dalam hal Social Graph, hal lain yang juga dimiliki oleh Facebook adalah kemampuannya dalam merekam semua aktivitas pengguna selama dirinya aktif menggunakan Facebook. Facebook menyimpan dengan baik semua history dari aktivitas yang pernah dilakukan oleh penggunanya. Setiap saat pengguna bisa meminta rekaman dari history tersebut. Dengan demikian, sekali data ini bisa diakses maka profile seseorang akan dapat diketahui sepenuhnya.

Quizz Online
Adalah seorang peneliti dari Cambridge University’s Psychometric Centre yang bernama Aleksandr Kogan yang menjadi pintu masuk dari skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook. Sejak tahun 2007, Kogan telah sangat familiar dengan aplikasi Quiz dari Facebook dan telah memanfaatkannya untuk mendapatkan data personal dari user Facebook untuk kepentingan riset akademiknya. Sejalan dengan munculnya API dari Facebook maka kemudian Kogan memanfaatkannya untuk mengembangkan aplikasi sendiri yang mirip dengan aplikasi Quizz Facebook tersebut dan menjalankan terus proyek riset dan pengumpulan data akademiknya melalui perusahaannya sendiri yaitu Global Science Research (aplikasi bernama : thisisyourdigitallife).

Kemampuan Kogan dalam mengumpulkan data melalui API Facebook ini kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan Cambridge Analytica untuk meminta dibuatkan Quiz Kepribadian yang kelak akan dipasang pada aplikasi Amazon. Dengan iming-iming bayaran 1-2 US$, dan dengan komitment data hanya untuk kepentingan akademik, maka Quiz tersebut telah mampu menarik pengguna sekitar 270.00 user. Namun tanpa disadari oleh pengguna Quiz tersebut, ternyata data yang mereka isikan pada Quiz tersebut, ternyata juga menjadi pintu masuk untuk akses terhadap data kawan-kawan dan pertemanan yang terkoneksi dengan akun pengguna Quiz tersebut. Hal inilah yang kemudian memunculkan angka hampir 50 juta data pengguna Facebook. Dalam hal ini, Aleksandr Kogan menyatakan bahwa tugas dia hanya mengumpulkan data saja untuk kepentingan analisis politik, sementara bagaimana penggunaan data tersebut diluar kepentingan analisis politik adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Cambridge Analytica.

Restriksi API
Facebook mulai menyadari adanya hal yang diluar control dari akses dan penggunaan data pengguna Facebook yang didapat dari Open Graph API. Karenanya maka pada bulan April 2014, dilakukan redesign ulang kemampuan dari Open Graph API dengan sejumlah pembatasan akses kedalam data pengguna. Namun sayangnya hal ini tidak berlaku surut untuk aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan API sebelum April 2014. Hal ini sangat menguntungkan Cambridge Analytica karena masih mampu melakukan akses terhadap data-data user Facebook walaupun sudah menerapkan berbagai pembatasan akses data. Bahkan seorang pegawai Cambridge Analytica yang bernama Christopher Wylie yang kemudian keluar dan mendirikan perusahaan Eunoia Technologies, hingga tahun 2015 masih dapat memanfaatkan data-data pengguna Facebook yang didapat sebelumnya ketika masih bekerja pada Cambridge Analytica. Wylie merupakan saksi penting yang menjadi kunci bagi terbukanya skandal data Cambridge Analytica ini.

Facebook sendiri mengklaim bahwa sejak April 2014 model bisnis yang mereka terapkan untuk pemanfaatan Open Graph API bagi pihak ketiga sudah sedemikian rupa dirancang untuk melindungi privacy dari pengguna Facebook. Salah satu bentuknya adalah disediakannya menu dimana user sendiri dapat mengontrol aplikasi mana saja yang diijinkan untuk akses data dan user bisa setiap saat menon-aktifkan aplikasi tersebut. Melalui pilihan menu Pengaturan – kemudian sub menu Aplikasi, maka terlihat daftar aplikasi yang diijinkan oleh pengguna untuk mengakses data dirinya yang disediakan oleh Facebook. Bila dirasakan list aplikasi tersebut tidak dikenal atau sudah tidak digunakan lagi, maka user bisa segera menghapus aplikasi tersebut.

Sanggahan dari Facebook
Upaya penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh pihak ketiga melalui celah Open Graph API sudah mulai terdeteksi sejak tahun 2015. Saat itu, Facebook menyatakan bahwa Kogan dan Cambridge Analytica telah menyalahi kesepakatan yang dibuat antara mereka dengan Facebook dengan cara menjual data user Facebook yang mereka dapatkan kepada pihak lain. Facebook berusaha untuk menegaskan yang terjadi bukanlah pencurian data ataupun pelanggaran terhadap privacy dan adanya celah keamanan, namun semata-mata adanya pihak yang menyalahgunakan data yang didapat untuk tujuan yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Untuk itu, Facebook telah memita kepada Kogan dan Cambridge Analytica untuk segera menghapus semua data yang diperoleh dari Facebook dengan cara yang tidak benar tersebut. Pihak Kogan dan Cambridge Analytica sendiri menyatakan bahwa mereka dan semua staff mereka telah berusaha untuk mematuhi permintaan tersebut. Sayangnya, karena sifat dan karakteristik dokumen digital, mereka sendiri tidak bisa memastikan sepenuhnya bahwa semua data yang dimaksud telah benar-benar dihapus. Hal ini didukung oleh hasil investigasi beberapa lembaga audit independen bahwa data yang dimaksud belum sepenuhnya dihapus sama sekali, dan diyakini masih disimpan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sanggahan dari Facebook menyatakan bahwa kesalahan penggunaan data user ini ada pada pihak Kogan dan Cambridge Analytica juga banyak dikritik oleh pengamat, mereka tidak yakin kalau Facebook tidak tahu ketika Cambridge Analytica menjadi konsultan politik dari kampanye Presiden Donald Trump telah memanfaatkan data-data Facebook yang didapat sebelumnya untuk kepentingan strategi pemenangan Donald Trump. Lambatnya respon Mark Zukerberg terhadap issue Cambridge Analytica itu sendiri baik secara personal maupun secara institusinal telah menimbulkan berbagai kecurigaan terhadap hubungan sesungguhnya yang terjadi antara Facebook dan Cambridge Analytica serta Presiden Donald Trump itu sendiri. Walaupun kemudian Mark sendiri menbantah semua kecurigaan tersebut dan menegaskan kembali bahwa apa yang terjadi adalah semata-mata karena adanya kebijakan Facebook yang dilanggar oleh pihak Kogan dan Cambridge Analytica. Hal yang disayangkan oleh banyak pihak, hingga saat ini Mark tidak pernah menyatakan hal yang terkait dengan permintaan maaf kepada pengguna Facebooknya namun Mark lebih banyak menjelaskan tentang berbagai perubahan kebijakan yang signifikan yang secara substansial akan mengubah apa yang pengembang pihak ketiga dapat lakukan dengan data pribadi yang terdapat pada Facebook. Mark menyampaikan sejumlah kebijakan baru dalam pemanfaatan Open Graph API serta kebijakan yang lebih ketat dalam hal keterlibatan pihak ketiga yang akan memanfaatkan Open Graph API dari Facebook. Kebijakan tersebut diharapkan akan mengembalikan rasa percaya dan trust pengguna Facebook terhadap keamanan dan privacy data mereka.

Penolakan terhadap Facebook
Sejak terungkapnya skandal data Facebook dan Cambridge Analytica pada pertengahan Maret 2018, maka Mark Zukerberg serta Facebook mendapat tekanan yang luar biasa dari sesama pebisnis digital dilingkungan Silicon Valley Amerika. Tidak hanya dari masyarakat luas, Mark juga mendapat tekanan dari mitra bisnis dari Facebook sendiri. Salah satu tekanan tersebut datang dari Brian Acton, salah satu pendiri Whatssap yang telah diakuisisi oleh Facebook. Acton menginisiasi sebuah tagar #deletefacebook.Sementara Tim Cook dari Apple sangat menyayangkan rendahnya komitmen Facebook dalam menjaga privacy dan data pengggunanya bila dibandingkan dengan Apple dan Iphone. Demikian juga dengan Roger McNamee, banyak berperan dalam pengembangan Facebook pada saat awal namun kemudian memilih keluar dari Facebook. McNamee membuka alasan dirinya hengkang dari Facebook adalah karena kecewa dengan strategi yang dijalankan oleh Mark Zukerberg dalam hal privacy dan keamanan.

Beberapa analis program keamanan computer bahkan menyatakan program API yang disediakan oleh Facebook tidak hanya mampu merekam aktivitas user didunia maya saja bahwa sms dan call record dari handphone yang digunakan untuk menjalankan aplikasi Facebook juga mampu direkam dengan baik. Sehingga Facebook benar-benar telah mampu menembus dinding privacy dari seseorang. Selain itu, pengguna Facebook juga tidak memiliki pilihan untuk menyembunyikan data dirinya dari upaya targeting iklan yang dipasang di Facebook. Hal inilah yang sangat disayangkan dan baru disadari oleh sebagian besar pengguna Facebook.

Beberapa produk dan perusahaan yang selama ini memanfaatkan Page Facebook sebagai media promosi utamanya juga menyayangkan rendahnya komitmen Facebook dalam menjaga privacy dan data user. Majalah dewasa Playboy memiliki Page di Facebook dengan lebih dari 25 juta followers menyatakan bersiap untuk meninggalkan Facebook. Demikian juga beberapa perusahaan lainnya yang selama ini memanfaatkan Page Facebook untuk kepentingan promosinya. Namun apakah gerakan #deletefacebook benar-benar terwujud ataukah hanya sekedar tekanan moral kepada Facebook untuk lebih aware dengan masalah privacy dan keamanan datanya, masih perlu dibuktikan dalam beberapa minggu kedepannya.

Sementara dari sisi para pemasang iklan itu sendiri, berbagai kebijakan terbaru dan pembatasan dalam hal penggunaan data Facebook oleh pihak ketiga belum sepenuhnya dirasakan oleh mereka. Namun bila kebijakan baru tersebut nantinya akan menurunkan efisiensi dan efektivitas mereka dalam pemasangan iklan tentunya mereka akan mempertimbangkan untuk mencari media lain yang lebih efektif dan efisien untuk kepentingan pemasangan iklan mereka.

Preventif dan Solusi Bagi Pengguna Facebook
Pada tahun 2018 ini, jumlah pengguna Facebook di Indonesia yang dikeluarkan oleh statistika.com menungkkan angka 96, 41 juta pengguna. Sementara data yang dicatat oleh internetworldstats.com menunjukkan angka 130 juta pengguna. Wajarlah bila kemudian dimata Facebook, Indonesia adalah sebuah pasar sangat besar untuk menjaga keberlanjutan
dari Facebook itu sendiri. Sebagai bentuk komitmennya, maka mulai Agustus 2017, Facebook membuka kantor perwakilannya di Jakarta.

Adalah sulit dan mustahil bagi pengguna aktif Facebook untuk dengan serta merta meninggalkan Facebook. Apalagi hingga saat ini belum ada aplikasi yang setara dengan Facebook dalam hal kenyamanan menjalankan aktivitas media social. Walaupun banyak aplikasi media social lainnya, seperti Instagram, Twitter, LinkedIn, namun ciri khas Facebook tetap tidak digantikan oleh aplikasi media social lainnya.

Bagi pengguna Facebook di Indonesia, issue skandal data Cambridge Analytica kelihatannya tidak terlalu berpengaruh. Hal ini terlihat dari postingan dan komentar status linimasa di Indonesia tidak banyak yang membahas tentang dampak Cambridge Analytica terhadap eksistensi dirinya dalam hal privacy dan keamanan. Hal ini berbeda dengan warga negara Amerika Serikat dimana data-data merekalah yang digunakan oleh Cambridge Analytica untuk kepentingan pemenangan kampanye Donald Trump. Barangkali karena ada praduga bahwa 50 juta data pengguna Facebook yang dipermsalahkan adalah pengguna Facebook di Amerika, bukannya di Indonesia sehingga hal ini tidak menimbulkan gejolak dan penolakan Facebook di Indonesia.

Namun demikian, apa yang dilakukan oleh Cambridge Analytica sebenarnya sangat mungkin dilakukan juga oleh perusahaan lainnya. Baik yang saat ini beroperasi didalam ataupun diluar negeri. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan aplikasi pihak ketiga yang dijalankan dengan memanfaatkan Open Graph API dari Facebook. Sehingga potensi penggunaan data untuk hal yang tidak sesuai sangatlah terbuka.

Untuk itu ada 3 langkah keamanan dan 2 langkah preventif yang harus diperhatikan untuk pengguna Facebook. Tiga langkah adalah :

  1. Tinjau kembali semua setting privacy yang telah kita buat untuk akun Facebook kita. Setting privacy akan mengatur apa yang bisa dishare oleh kita kemudian siapa yang menerima sharing, kemudian bagaimana orang lain bisa berkomunikasi dengan kita. Termasuk mekanisme approve bila seseorang melakukan tag terhadap akun kita pada komentar ataupun foto sebelum bisa muncul dalam dinding Facebook kita.
  2. Lakukan setting privacy yang tepat untuk data yang berhubungan dengan privacy kita seperti: tempat dan tanggal lahir, lokasi tempat tinggal, nomor telepon. Data tersebut sebaiknya di setting sebagai hidden dari akses public.
  3. Perhatikan juga daftar aplikasi yang telah kita ijinkan untuk dapat mengakses data Facebook kita. Bila aplikasi tersebut sudah tidak lagi dipake atau malah tidak kita kenal maka segera hapus aplikasi tersebut dari daftar tersebut.

 

Sementara 2 langkah preventif yang harus dilakukan adalah :

  1. Bila akan bergabung dengan suatu web atau menjalankan sebuah aplikasi dengan memanfaatkan data Facebook (biasanya ada pilihan apakah login/daftar manual atau login/daftar dengan akun Facebook) maka pastikan bahwa web atau aplikasi tersebut benar-benar aplikasi yang terpercaya. Bila diragukan maka sebaiknya tidak menggunakan pilihan login dengan akun Facebook namun lakukan login dengan data manual. Minimalkan upaya untuk mengintegrasi Facebook dengan aplikasi external lainnya.
  2. Tidak mudah tergiur untuk menjalankan aplikasi yang berjalan dengan cara mengakses data dan aktivitas Facebook kita. Aplikasi lucu-lucuan seperti aplikasi yang memprediksi bagaimana wajah kita ketika tua, aplikasi yang memprediksi siapa artis yang mirip dengan kita, siapa sahabat terbaik kita dan sejenisnnya secara tidak langsung akan melakukan mekanisme akses terhadap foto, posting komentar, like comment, checkin lokasi yang kita lakukan di Facebook untuk kemudian diolah menjadi ouput yang diharapkan. Aplikasi sejenis ini, sifatnya walaupun hanya sekedar gurauan namun memiliki dampak yang sangat dalam terhadap akses privacy dan data kita. Sebaiknya kita hindari apliasi sejenis ini. Termasuk didalamnya adalah aplikasi Quis/survey yang banyak ditemukan dalam Facebook atupun di internet secara umum.

Yogyakarta, 30 Maret 2018