Berinteraksilah, Jangan Sekedar Sebar Iklan.

“Strategi dasar media sosial adalah sarana interaksi, maka berinteraksilah, jangan sekedar sebar iklan” ungkap Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise saat memaparkan materi  di Workshop Pemasaran Industri Kreatif Melalui Media Sosial.

Berinteraksilah - Jangan Sekedar Sebar Iklan - Dr R Teduh Dirgahayu - Jerri Irgo

Kegiatan workshop dilaksanakan di Laboratorium IT Centrum,  Gedung KH Mas Mansur, FTI UII, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (27 November 2017), dengan peserta selain Mahasiswa Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII juga Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Media sosial secara umum dapat di artikan sebagai situs yang menyediakan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi secara online, Dr. R Teduh mengatakan “Mengapa melakukan pemasaran di media sosial, banyak alasan, diantaranya selain dengan cepat dapat memperluas pengenalan brand/merk , juga dapat meningkatkan peluang penjualan dan mempererat kesetiaan pelanggan. Namun kita perlu pikirkn apa tawaran unik yang kita tawarkan, karena tawaran unik atau unique selling proposition sangat menentukan posisi tawar di pasar yang membedakan produk” ujarnya

Mengapa kita memilih facebook, karena menjadi salah satu media sosial yang populer di Dunia. “Hal tersebut sangat beralasan diantaranya saat ini total pengguna aktif lebih dari 2 milyar, data per Juni 2017, selain itu seorang pengguna mempunyai rata-rata 338 orang dan tersedianya fitur analis informasi pasar – FB Insight” ungkap Dr. R Teduh Dirgahayu yang juga sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII.

Facebook adalah salah satu situs media sosial yang dapat membantu dalam kegiatan promosi bisnis kita karena situs media sosial ini memiliki user yang sangat banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Boleh dikatakan bahwa saat ini memiliki Facebook Fans Page adalah sebuah keharusan dalam kegiatan inbound marketing bisnis kita.

Hanya saja perlu diingat, saat kita membuat Facebook Fans Page sedapat mungkin “proporsional yaitu sebaiknya 70% adalah konten yang bermanfaat bagi followe dan membangun merk/brand kita, selanjutnya 20% adalah konten orang lain, post, twet, foto dan video serta 10% adalah diskon, event dan produk baru” pungkas Dr. R Teduh.

Jerri Irgo

SIE, Kunjungi Bandung Command Center

Bandung Command Center (BCC), sebuah ide inovatif dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai salah satu upaya menjadikan kota Bandung sebagai kota terdepan dan cerdas dimana salah satu upayanya adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, menjadi tujuan kunjungan industri Mahasiswa konsentrasi Sistem Informasi Enterprise (SIE)\Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII).

Photo SIE - Kunjungi Bandung Command Center - PPs FTI UII - Jerri Irgo

Kunjungan industri ke pemerintah kota Bandung memberikan pengalaman yang menarik, setibanya di Kantor Walikota, kami disambut dengan pegawai pemkot berpakaian tradisional khas sunda, ternyata setiap hari rabu mereka menggunakan pakaian tersebut dan menggunakan bahasa sunda” ujar Danar Retno Sari, salah satu anggota delegasi tersebut disela-sela kegiatan  (15 November 2017)

Menurutnya “Pengalaman paling mengesankan adalah ketika memasuki ruangan Bandung Command Center, disana terdapat layar LCD besar yang digunakan untuk mengelola dan memonitor aktivitas kota dan manajemen kota itu sendiri. Ridwan Kamil selaku walikota menggunakan ruangan ini untuk evaluasi dan monitor aktivitas kota dan dinas dinas terkait” ujarnya.

Danar Retno juga sampaikan “fitur-fitur menarik yang dimiliki BCC salah satunya adalah Bandung Emergency Center, dimana penduduk kota Bandung dapat melaporkan kejadian darurat misalnya seperti kecelakan atau bencana lainnya menggunan aplikasi android yang kemudian bisa dilacak oleh operator di BCC yang bekerjasama dengan pihak berwenang seperti kepolisian dan dinas pencegahan dan kebakaran kota Bandung”.

“Aplikasi ini sangat berguna apabila ada kondisi emergency yang membutuhkan bantuan pihal berwenang. BCC juga menyediakan Visualisasi Statistik Kota Bandung yang memudahkan evaluasi dan monitoring perkembangan kota Bandung” Pungkasnya

Jerri Irgo

Prototipe Sistem Manajemen Tempat Tidur Rumah Sakit

Joko Siswanto, Mahasiswa Magister Teknik Informatika, Konsentrasi Sistem Informasi Enterprise mempresentasikan Prototipe Sistem Manajemen Ketersediaan Tempat Tidur yang memuat informasi jumlah seluruh tempat tidur yang ada di Rumah Sakit.

Joko Prototipe Sistem Manajemen Tempat Tidur Rumah Sakit Jerri Irgo PPs FTI UII

Presentasi sekaligus sebagai progress report tugas akhir mahasiswa oleh kolega Dokter dan Perawat Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Tegal, dilaksanakan di Ruang Pertemuan Lantai 2 Gedung Utama, Jl Ababil No 42 Tegal. (26 Oktober 2017).

“Bagaimana mengakomodir permintaan tempat tidur pasien dan seperti apakah proses bisnis, sistem manajemen serta prototipe sistem yang efektif dalam mengelola tempat tidur, membuat laporan tempat tidur, penyajian informasi tempat tidur yang sinkron dan  menyajikan data tempat tidur dengan menggunakan Grafik Barber Johnson” ujar Joko

Joko mengungkapkan “Pada tahapan pengembangan terdapat dua hal yang dikembangkan yaitu proses bisnis dan prototipe.  Proses bisnis merupakan gambaran umum mengenai operasional sistem manajemen tempat tidur rumah sakit sedangkan  Prototipe merupakan purwarupa aplikasi sistem manajemen tempat tidur yang dibangun” ungkapnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Zaki Afiff, Ketua Yayasan didampingi dokter Shahabiyah, MMR., Direktur dan dokter Silvia, Wakil Direktur serta segenap pejabat struktural RSU Islam Harapan Anda Tegal.

Program Pascasarjana FTI UII diwakili Izzati Muhimmah, ST, M.Sc,. Ph.D Ketua Pusat Studi Informatika Medis yang juga Dosen Magister Teknik Informatika dan Jerri Irgo, Liaison Officer / Marketing PPs FTI UII.

Jerri Irgo

Navigation in the car

in dash navigation
The tips for buying the GPS navigation for the car will be able to help you in grabbing the ideal bargain. It’s landmark navigation lets you discover your destination by looking for the nearest landmark. The inbuilt navigation doesn’t have this sort of problem where the navigational tools in the smartphone are among the applications that could drain the battery rapidly. Boss audio bv9386nv 2DIN navigation and auto stereo device is among the hot selling brands of the company included with all probable characteristics and qualities.

In the event the Garmin does not change time, regardless of what time zone is selected, try out a difficult reset of the gadget. Click this site to know all about double din navigation. What’s GPS GPS or the Global Positioning process is essentially a navigation system which offers location together with the information concerning the time uninterrupted by changes in weather conditions. Each GPS will vary, so make sure to compare GPS features to learn what tools, accessories, and add-ons are offered for your system. Perfect guide Car GPS will be able to help you particularly as soon as the road signs are confusing.

The GPS system is the ideal medium by which you can reach to any location in time, even if you don’t know the precise route to be taken. Once you get the GPS system, it’s pretty simple to install it. Navigating, employing the GPS navigation process is the newest trend. List the characteristics that you want in your vehicle GPS navigation system.

Perhaps the very first aspect to consider is what kind of system you should buy. Your car’s Bluetooth system will commence sending out a pairing signal which will be recognized by your cell phone. It is possible to find nearly every thing inside this latest car stereo system you are looking for.

If you’re driving your vehicle in a noisy environment, you may want to raise the loudness of the voice narration, or you may want to turn the volume down if, for instance, you don’t desire to disturb a sleeping passenger. Perhaps you’ve always wished to have a pony car or a convertible, but it’s never become the practical option for your everyday commute. After you settle into the vehicle, you ask Alexa to carry on reading your book over the speakers in your vehicle, at the spot you left off. If you’re obtaining a new vehicle, then you may include Auto on your want list and be finished with it. No new car is ideal and the Bolt EV isn’t. At the moment, you can get brand-new cars with the essential technology in place to make the most of Android Auto.

Well, you must look at the way your car is set up. Your car is intended to be scratched, dinged and loved. Don’t assume that just because it has MyFordTouch or UConnect that you have navigation in the car. Some current cars might be updated down the street. The long-term low-end auto, especially domestic cars camp is an enormous space for development.

The sort of vehicle and the condition the automobile is in may influence the total power and fuel capacities. Additionally, it lets you pick the vehicle’s direction as it displays on the monitor. By way of example, certain vehicles arrive equipped with an integrated system which employs a CD or a satellite to supply directions.

Tantangan Bisnis Online dan Jasa Logistik di Era E-Commerce

Dampak pertumbuhan e-commerce, diantaranya adalah pada kinerja serta keuntungan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan naik signifikan sebesar 20 % jika memanfaatkan Teknologi Informasi.

tantangan bisnis online dan jasa logistik di era e commerce pps fti uii yogyakarta

Selain itu semakin besar ekosistem e-commerce, penggunanya pun semakin luas dan loyal. Selayaknya peribahasa “semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin yang menerpa” ini juga berlaku bagi para pelaku bisnis e-commerce. Beragam tantangan harus dihadapi demi menjaga kestabilan perusahaan yang bermuara dari kepuasan konsumen.

Berdasarkan uraian singkat tersebut diatas Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) berinisitif bekerjasama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia dan PT Pos Logistik Indonesia, mengadakan Seminar Nasional “Tantangan Bisnis Online dan Jasa Logistik di Era E-Commerce”

Tingkatkan Omset UMKM dengan Teknologi Informasi.

Peranan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Omset dan Daya Saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi pokok diskusi terbatas antara Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Yogyakarta.

11 - Jerri 3008 Inisiasi SIE dan BSM (6)

Saat ini masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya Teknologi Informasi, khususnya dalam memasarkan produk atau jasanya. Setiap UMKM memerlukan jenis teknologi yang berbeda-beda, sehingga perlu memutuskan untuk menerapkan teknologi apa saja yang diperlukan secara prioritas. “PPs FTI UII dalam hal ini Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) berperan aktif mengedukasi dan mengimplementasikan langsung ke UMKM”

Hal tersebut disampaikan Dr. R Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana FTI UII dalam diskusi yang dilaksanakan di salah satu resto seputaran Jalan Kaliurang Yogyakarta (30 Agustus 2017).  Selain Dr. R Teduh Dirgahayu,  tampak hadir Jerri Irgo, Liaison officer PPs FTI UII.

Sementara Ira Kusuma Angreyliya, Area Micro Banking Manager, BSM cabang Yogyakarta menyatakan “BSM untuk mencapai akselerasi pertumbuhan perbankan syariah harus dengan support pemerintah dan sinergi antar stakeholder ekonomi syariah, termasuk diantaranya dengan perguruan tinggi”.

“UII dan BSM telah melakukan kerjasama yang ditandatangani oleh Direktur Utama BSM dan Rektor UII, penandatangan dilakukan saat sebanyak 115 Pimpinan Perguruan Tinggi Islam berkumpul di Yogyakarta pada acara Indonesia Islamic University Conference (25-26 Januari 2017)” ungkap Ira

Semoga, dengan adanya irisan tersebut, dalam waktu dekat ini, UII dan BSM dapat segera merealisasikan salah satu point kerjasamanya, diantaranya berfokus ke UMKM melalui kegiatan workshop untuk dapat meningkatkan omset dengan dukungan Teknologi Informasi.

Jerri Irgo

Perancangan Alat Pembersih Burner Pada Furnace

Standart operasional perusahaan dalam desain alat pembersih burner sesuai dengan customer voice meliputi menjangkau bagian dalam, mudah dibersihkan, tidak mudah patah, membersihkan optimal, mudah digunakan, membersihkan elbow, digunakan berulang-ulang dan aman digunakan.

Aldano Magister Teknik Industri PPs FTI UII Pertamina Balongan 2

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari penelitian Aldano Bridaga Putra, Mahasiswa Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta tentang Perancangan Alat Pembersih Burner Pada Furnace Di Atmosferik Hydrodemetalizer Unit di Kilang Minyak PT. Pertamina (Persero) tepatnya di Kilang Pertamina Refinery Unit VI Balongan Jawa Barat.

Penelitian ini, mengantarkan Aldano Bridaga Putra, meraih gelar Magister Teknik (MT) dari MTI PPs FTI UII.

“PT. Pertamina (Persero) saat ini sedang melakukan proses transformasi menjadi kilang kelas dunia serta terus berupaya memperbaiki kinerja operasionalnya agar mampu eksis dan memenangkan persaingan. Upaya yang ditempuh antara lain dengan membangun sistem manajemen energi yang dikelola dengan baik dan berkelanjutan” ungkap Aldano melalui pesan singkatnya (26 Agustus 2017)

Pemeliharaan burner menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan pembakaran yang optimal. Alat pembersih burner yang sekarang digunakan belum memiliki standart dan menggunakan alat seadanya. Tidak jarang hanya menggunakan kawat besi yang dimasukkan kedalam lubang burner. Penggunaan alat pembersih juga tidak efektif dan tidak efisien, 82,5% pekerja membutuhkan waktu pembersihan lebih dari 30 menit. Dampaknya setelah dilakukan pembersihan, burner cepat kotor kembali. 92,5% burner yang sama harus dilakukan pembersihan kembali dalam waktu kurang dari 10 hari. “Apabila burner kotor menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna. Pembakaran yang tidak sempurna merupakan salah satu penyebab boros bahan bakar” ujarnya.

Kilang Pertamina Refinery Unit VI Balongan sebagai salah satu dari Kilang Minyak yang dimilki oleh PT. Pertamina (Persero) menjalankan program Energy Management System (EMS) dari Direktorat Pengolahan PT. Pertamina (Persero). Penerapan EMS menjadi bagian penting Pertamina untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. EMS adalah sistem terkendali yang menjadi bagian dari organisasi untuk menerapkan manajemen energi dan peningkatan efisiensi secara berkesinambungan

Pada bisnis pengolahan minyak bumi atau refinery, energi merupakan salah satu sumber biaya produksi yang tertinggi setelah pembelian minyak mentah atau crude oil. “Worrell and Galitsky membagi area utama yang menjadi fokus untuk peningkatan efisiensi penggunaan energi yaitu utilities (30%), furnace (fired heater) (20%), process (15%), heat exchanger (15%), motor listrik dan aplikasinya (10%) dan area lain sebesar 10%” pungkas Aldano.

Jerri Irgo

Rania Fahim, di kelas E-Commerce

Rania Fahim El-Gazzar, Ph.D., Associate Professor dari University of Southeast Norway, hadir sebagai dosen tamu di kelas e-commerce, yang merupakan salah satu mata kuliah bagi Mahasiswa Magister Teknik Informatika yang mengambil konsentrasi Sistem Informasi Enterprise.

rania fahim el gazzar - Dosen Tamu SIE MI PPs FTI UII Mei 20 2017

University of Southeast Norway  yang beralamat di Lærerskoleveien 40, 3679 Notodden, Norwegia, merupakan kampus dimana Rania Fahim El-Gazzar, Ph.D, mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik (Dosen)

Jerri Irgo

 

 

 

 

Sus-VSM, Atasi Isu Sosio-Enviromental

Mengukur Kinerja Sustainable Supply Chain Management (SSCM) Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKS) Menggunakan Sustainable Value Stream Mapping (Sus-VSM), sebagai salah satu syarat Rangga Primadasa untuk meraih Gelar Strata S2 – Magister Teknik dari Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII.

“Penelitian tersebut memberikan banyak manfaat, baik bagi perusahaan yaitu sebagai kelanjutan usaha dan dapat sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 19/Permentan/ OT.140/3/2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) yang sifatnya mandatory bagi industri kelapa sawit dan juga manfaat bagi masyarakat yaitu untuk kesehatan lingkungan, mengurangi gas rumah kaca, mengurangi kebakaran lahan juga memperluas lapangan pekerjaan”

Dr Elisa Kusrini

Dr. Ir. Elisa Kusrini, M.T., CPIM., CSCP, menjelaskan hal tersebut saat mendampingi Rangga Primadasa release bertempat di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (22 Sya’ban 1438 H/19 Mei 2017).

Industri kelapa sawit merupakan industri yang penting bagi Indonesia, ini terlihat dari total ekspor CPO ( Crude Palm Oil ) pada tahun 2015 yang pencapai 26.40 ton, naik 21 persen dibandingkan dengan total ekspor 2014 yaitu 21.76 ton. Sementara nilai nominal ekspor CPO sepanjang tahun 2015 mencapai 18.64 milyar dollar.

“Tantangan industri kelapa sawit semakin hari semakin besar. Padi akhir 90-an sektor kelapa sawit mulai menghadapi kritik tentang beberapa praktek yang berkenaan dengan lingkungan hidup dan sosial dalam berbagai tingkatan produksi dan konsumsi dalam rantai pasoknya. Kebakaran hutan di area yang dikelola perusahaan kelapa sawit di Indonesia beberapa tahun terakhirsemakin memberi tekanan pada industri kelapa sawit di Indonesia khususnya” ujar Dr Elisa Kusrini.

Baca Juga : SSCM Untuk Wujudkan Industri CPO Ramah Lingkungan

Proses pengolahan di PPKS (Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit) merupakan bagian penting dalam supply chainindustri kelapa sawit karena meningkatkan value secara signifikan dari TBS (Tandan Buah Segar) sawit menjadi minyak kelapa sawit (CPO). PPKS juga merupakan bagian penting dalam mewujudkan seratus persen sustainable supply chain dalam industri kelapa sawit.

Dr. Elisa Kusrini menambahkan “Sustainable Supply Chain Management adalah pendekatan sistematis dan terintegrasi yang akan membantu perusahaan untuk mengembangkan strategi “win-win”untuk mendapatkan keuntungan dan market share sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup. Penerapan SSCM dapat digunakan untuk mengatasi isu-isu sosio-enviromental dan meningkatkan performa kemasyarakatan”.

Baca Pula : Pabrik Pengolahan Sawit Disarankan Bersiap Hadapi 100 Persen SSCM Eropa

Manajemen rantai pasok berkelanjutan ( SSCM ) telah berkembang dari dua perspektif. Manajer lingkungan hidup telah mulai menggunakan pendekatan Life cycle analysis (LCA) untuk mengelola dampak-dampak terhadap lingkungan hidup. Pendekatan ini melihat produk dari dampaknya terhadap lingkungan mulai dari raw material, proses pengolahan dan penggunaannya, sampai ke pembuangan limbah akhir.

“Dengan menggunakan metode Sus-VSM ini diharapkan Perushaan dapat mengetahui kinerja rantai pasokannya secara komperhensif, khususnya dari sudut padang sustainability, sehingga dapat dilakukan pengambilan kebijakan untuk mengurangi kegiatan yang tidak memiliki value di dalam rantai pasokannya sekaligus meningkankan sustainability-nya” pungkasnya.

Jerri Irgo

Teknologi Informasi, Tingkatkan Bisnis 8x Lebih Cepat

Sektor pariwisata di Indonesia pada lima tahun terakhir menghasilkan devisa negara terbesar nomor empat setelah sektor pertambangan dan perkebunan. Pengembangan destinasi pariwisata sangat besar potensi bagi Negara untuk meningkatkan pendapatannya sehingga diperkirakan akan menjadi Rp 240 Triliun pada 2019.

Dengan adanya pengembangan destinasi pariwisata, diharapkan juga akan menambah lapangan pekerjaan sebanyak 13 juta jiwa dan akan menambah wisatawan mancanegara menjadi sebesar 20 juta jiwa

Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan (5)

“Tidak dipungkiri, peran dan dukungan Teknologi Informasi, terlibat di dalamnya, diantaranya mudahnya para wisatawan lokal maupun mancanegara mendapatkan informasi tentang destinasi pariwisata di Indonesia, hanya dengan satu jari. Manfaat lain juga di dapatkan para operator pelaku bisnis dengan berinovasi memanfaatkan Teknologi Informasi, sangatlah beralasan karena akselerasi bisnisnya dapat meningkat 8 kali lebih cepat”.

Baca : Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan

Dr. R Teduh Dirgahayu, S.T, M.Sc, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII menyampaikan hal tersebut setelah Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kreatif dengan dukungan Teknologi Informasi, studi kasus : Kelompok Kesenian Rakyat dan UMKM di Kawasan Candi Borobudur bertempat di Tourist Information Center (TIC) Jl. Balaputradewa No.16, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (17 Mei 2017).

Baca : Maji, Naikkan Hotel Occupancy melalui MedSos

FGD ini merupakan kegiatan bersama antara Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah

“Alhamdulillah, tahapan selanjutnya kita akan menyusun peta informasi dan rekomendasi strategis konsep pemasaran berbasis Teknologi Informasi yang mendukung sektor pariwisata khususnya industri kreatif berbasis kesenian daerah dan UMKM di kawasan Candi Borobudur secara spesifik melalui diskusi kelompok” pungkas Dr. R Teduh Dirgahayu yang juga sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII

Jerri Irgo