Teknologi Informasi, Tingkatkan Hunian Tamu Hotel

(Yogyakarta). Pemanfaatan Teknologi Informasi di sektor pariwisata oleh perhotelan sangat membantu memudahkan dan dapat memberikan kenyaman bagi para tamu hotel. “Saat melakukan pemesan kamar, hanya cukup dengan satu jari saja. hal itu memungkinkan dengan sebuah aplikasi yang dapat di download, para tamu hotel sekarang ini dapat memilih kamar mereka sendiri melalui ponselnya” ujar Soni Sumarsono yang selalu menggunakan aplikasi saat hunting hotel waktu traveling.

Teknologi Informasi Tingkatkan Hunian Tamu Hotel

Soni Sumarsono  ungkapkan ” saya merupakan satu dari jutaan tamu hotel yang lebih menginginkan dapat memilih kamar sendiri, jenis kamar ataupun dengan nomor kamar tertentu” ujar Alumni Prodi Teknik Informatika FTI UII ini melalui pesan singkatnya. Pilihan terakhir akan sangat signifikan bagi orang yang sering menginap di hotel dengan nomor kamar favorit mereka.

Hal tersebut menjadi pokok bahasan pada diskusi terbatas Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) dan Management Neo Malioboro Hotel Yogyakarta sebagai inisiasi kegiatan bersama. Hadir pada diskusi tersebut (01 Maret 2017), Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi SIE UII, Maji, GM Neo Malioboro Hotel, Herly Sulistyo, Owner Representative Neo Malioboro Hotel dan Jerri Irgo, Liaison Officer Program Pascasarjana & Marketing FTI UII.

Pada industri perhotelan, peningkatan nilai tambah bagi para tamu merupakan hal yang penting dan termasuk pemanfaatan teknologi informasi perhotelan yang mengikuti perkembangan jaman dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Teknologi Informasi, yang langsung digunakan para tamu hotel sudah selayaknya menjadi sebuah fokus baru pada industri perhotelan di Indonesia. Secara historis, Teknologi Informasi hotel sebelumnya berfokus untuk memberikan solusi kepada manajemen saja, namun setidaknya saat ini, manajemen baiknya dapat segera merespon cepat isu perkembangan teknologi informasi hotel untuk meningkatkan daya saing di era pelanggan terdigitalisasi.

Jerri Irgo.

PusFid dan KPPU, selenggarakan Workshop untuk Investigator

(Kaliurang). Yogi S Wibowo, Kepala Bagian Kesejahteraan Pegawai Biro Organisasi dan SDM KPPU, membuka secara resmi Digital Forensics Workshop for KPPU Investigators yang merupakan kerjasama Pusat Studi Digital Forensik (PusFid) Universitas Islam Indonesia (UII)) bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

01 - PusFid dan KPPU Siapkan SDM Handal Ungkap Barang Bukti Digital. (2)

Kegiatan yang diikuti 25 Investigator KPPU dilaksanakan di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri, Kampus Terpadu UII (29 Jumadal Awwal dan 1 Jumadal Akhirah 1438 H/ 27 dan 28 Februari 2017).

Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom, Kepala PusFid UII disela-sela kegiatan menyatakan “tujuan dari workshop ini adalah meningkatkan kemampuan SDM di lingkungan KPPU khususnya dalam hal penanganan barang bukti digital guna membantu proses investigasi terhadap kasus-kasus yang menjadi lingkup penanganan KPPU” ujarnya.

Yudi Prayudi yang juga sebagai Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII, menambahkan “output dari workshop tersebut, diharapkan adanya kesiapan SDM KPPU dalam hal pengetahuan dan skill untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan bukti digital” pungkas Yudi

Jerri Irgo

Badan Cyber Nasional Mendesak Dibentuk

Yudi Prayudi

Pakar cybercrime Universitas Islam Indonesia (UII), Yudi Prayudi menandaskan perlu segera dibentuk Badan Cyber Nasional. Menyusul belum adanya koordinasi lintas sektoral dan multidimensi di antara lembaga yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas cyber (Lembaga Sandi Negara – Kementerian Komunikasi dan Informasi – Cybercrime Polri – Kementerian Pertahanan- Menteri Koordinatosi Politik dan Keamanan).

Yudi Prayudi mengemukakan hal tersebut kepada wartawan di kampus Fakultas Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta, Selasa (21/2/2017). Diharapkan keberadaan Badan Cyber Nasional bisa dilakukan koordinasi yang melibatkan sektor non goverment.

Saat ini, kata Yudi, infrastruktur sektor swasta masih ditangani secara mandiri. Sehingga pertahanan cyber kurang kuat saat menghadapi serangan. Karena itu, perlu ada koordinasi antara sektor swasta dan pemerintah.

Dijelaskan Yudi, berdasarkan hasil survei di Malaysia tahun 2015, semakin lama berinternet serangan semakin besar. Orang yang mengalokasikan waktu antara 1-24 jam per minggu online mendapatkan cybercrime sebanyak 64 persen. Selanjutnya, orang yang mengalokasikan waktu antara 24 – 49 jam/minggu untuk online mendapat serangan cybercrime sebesar 75 persen. Sedang yang mengalokasikan waktu online selama lebih dari 49 jam/minggu akan mendapat serangan cybercrime sebesar 79 persen.

Kata Yudi, ada tiga dampak dari serangan yaitu phishing, identity theft, hacking dan online harasment. Phishing adalah tindakan untuk memperoleh informasi pribadi seperti user ID, password dan data-data sensitif lainnya dengan menyamar sebagai orang atau organisasi yang berwenang melalui sebuah email.

“Melalui phising maka malware bisa masuk kedalam sistem ataupun akun bisa diambil alih. Data dari Verizon menunjukkan bahwa hampir 23 persen pengguna internet menjadi korban cyber crime melalui phising,” kata Yudi.

Sedang identity theft adalah meningkatnya aktivitas transaksi online serta prosedur pengisian form online menjadi media bagi pencurian data. Hacking adalah serangan terhadap sistem untuk maksud tertentu. Online harasment adalah kekerasan terhadap kelompok tertentu melalui media online,

Berdasarkan data dari Global Digital Snapshot bulan Januari 2017, populasi dunia sebesar 7.476 miliar jiwa. Sebanyak 3.773 miliar orang menggunakan internet atau 50 persen dari penduduk dunia. Pengguna internet terbagi 2.789 miliar orang atau 37 persen menggunakan media sosial, 4.917 miliar orang atau 66 persen menggunakan handphone, 2.549 miliar orang atau 34 persen pengguna active mobile sosial. “Saat ini, pengguna internet Indonesia sebesar 51 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan angka rata-rata dunia yang hanya 50 persen,” kata Yudi.

diberitakan di JogPaper

Jerri Irgo

MTI Inisiasi Kerjasama Penelitian

(Solo). Delegasi Magister Teknik Industri Program (MTI) Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) melakukan kunjungan silaturahmi dan inisiasi kerjasama penelitian ke Akademi Teknik Warga dan Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta (16 Februari 2017).

Direktur ATW, Y. Yulianto Kristiawan berfoto bersama Delegasi MTI PPs FTI UII

Direktur ATW, Y. Yulianto Kristiawan berfoto bersama Delegasi MTI PPs FTI UII

Ketua Delegasi, Dr. Elisa Kusrini, MT, CPIM, CSCP, Sekretaris Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) menyatakan “selain melakukan silaturahmi, juga melakukan inisiasi kerjasama penelitian” ujarnya.

Dr. Elisa Kusrini juga menyampaikan “Magister Teknik Industri telah membuka konsentrasi baru yaitu Logistic & Supply Chain, dari tiga sebelumnya yang sudah ada, yaitu Teknik Industri, Manajemen Industri dan Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri. dibukanya konsentrasi baru tersebut, sebagai komitmen MTI mengambil peran meningkatkan kompetensi SDM dalam menjawab tuntutan bisnis sekarang sudah mengarah pada adanya jaringan antar perusahaan dan kolabarasi antar perusahaan” tegasnya.

Delegasi MTI PPs FTI UII photo bersama Dr. Eko Setiawan serta Pimpinan Prodi Teknik Industri UMS

Delegasi MTI PPs FTI UII photo bersama Dr. Eko Setiawan serta Pimpinan Prodi Teknik Industri UMS

Secara terpisah, Direktur ATW, Y. Yulianto Kristiawan dan Ketua Program Studi Teknik Industri UMS Dr. Eko Setiawan, menyambut baik dan sangat senang sekali dengan tawaran dari MTI tersebut, segera akan dilanjutkan dengan langkah-langkah strategis dalam waktu dekat ini.

Jerri Irgo

Supply Chain Jawab Tuntutan Bisnis.

01 Magister Teknik Industri - Supply Chain Jawab Tuntutan Bisnis

(Kaliurang). Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) membuka konsentrasi baru Logistic & Supply Chain. “Alasannya karena persainagn bisnis sekarang sudah bergeser dari persaingan antar perusahaan ke persaingan antar jaringan. Sehingga perusahaan dituntut untuk menguatkan jaringannya dwngen berkolaborasi dari hulu ke hilir. Oleh karena itu dibutuhkan profesional yang dapat mengelola bisnis untuk menjawab tuntutan tersebut”

Dr. Ir. Elisa Kusrini., MT, CPIM, CSCP, Sekretaris Program Pascasarjana FTI UII, menyampaikan hal tersebut saat release di Ruang PPs 1, lantai 1, Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta (5 Jumadal Awwal 1438 H/3 Februari 2017).

“Magister Teknik Industri mengambil peran meningkatkan kompetensi SDM dalam menjawab tuntutan bisnis sekarang sudah mengarah pada adanya jaringan antar perusahaan dan kolabarasi antar perusahaan, dengan membuka konsentrasi baru dari tiga sebelumnya yang sudah ada, yaitu Teknik Industri, Manajemen Industri dan Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri” tegas Dr. Elisa Kusrini

Selain itu, perkembangan teknologi informasi terkini telah mampu membantu untuk merealisasikan suatu sistem yang terpadu sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi biaya dan waktu dalam ruang lingkup yang lebih luas. Tujuan mengefisiensikan dan mensinkronisasikan demand supply inilah yang melatar belakangi lahirnya konsep Supply Chain Management (SCM).

Supply Chain Management adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total jaringan perusahaan dalam rantai suplai melalui peningkatan efektivitas aliran material,uang dan informasi antar perusahaan dalam jaringan rantai pasok. Dalam hal ini konsep SCM cocok diterapkan pada masa sekarang, karena sistem ini memiliki kelebihan dimana mampu meningkatkan customer service disatu sisi dan menurunkan cost disisi yang lain. “Supply Chain Management itu sangat luas dan sangat customized tergantung industrinya” pungkas Dr. Elisa Kusrini.

Jerri Irgo

Pengamanan Data Rumah Sakit.

01 Magsiter Teknik Informatika - Pengamanan Data Rumah Sakit (1)

(Tegal). Arsip Rekam Data Kesehatan (Medical Record) pasien di dalam sebuah Rumah Sakit merupakan bagian dari aset yang sangat bernilai. Apabila rekam data tersebut disalahgunakan maka dapat berbagai kemungkinan dapat disalahgunakan untuk tindakan kriminal yang bukan hanya merugikan pasien namun juga Rumah Sakit itu sendiri, maka, keamanan sistem informasi kesehatan merupakan hal yang mutlak.

Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI) UII dalam rangka realisasi kerjasama dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Harapan Anda, Tegal, melakukan Workshop dengan tema Tata Kelola Teknologi Informasi dan Pengamanan Data Rumah Sakit, bertempat di Aula RSU Islam Harapan Anda Tegal (26 Rabbi’ul Tsani 1438 H/25 Januari 2017).

01 Magsiter Teknik Informatika - Pengamanan Data Rumah Sakit (3)

Fietyata Yudha, S.Kom, M.Kom, Dosen Magister Teknik Infiormatika menyampaikan materi sekaligus melakukan simulasi kecanggihan Teknologi Informasi. “Dengan menerapkan pengamanan data yang selalu terupdate maka dapat mengantisipasi serangan hacker” ujarnya.

Catatan Fietyata Yudha merujuk dari berbagai sumber menyatakan para hacker, mengambil keuntungan dari kerentanan pengamanan. Para hacker mencuri username dan password untuk login ke jaringan dan menyamar sebagai karyawan. Setelah meng-hack, mereka masuk ke dalam database dan mencuri jutaan nomor jaminan sosial dan catatan lain.

Workshop diikuti 56 orang peserta terdiri dari Pimpinan dan Staf dari seluruh divisi. Sebelumnya pada hari yang sama, materi Tata Kelola Teknologi Informasi disampaikan oleh Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise. “Dengan menerapkan tata kelola yang baik maka akan menjadi jaminan terpenuhinya semua informasi, sistem yang terstruktur, handal dan mampu mengakomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi.

Zaki Afiff, Ketua RSU Islam Harapan Anda Tegal menyatakan “sangat senang sekali dengan workshop ini, apalagi dengan usia genap berusia 25 tahun, sangat sejalan dengan visi kami untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat, semoga tetap menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya Kota Tegal dan sekitarnya” pungkasnya

Jerri Irgo

Menemukenali Peluang Pemanfaatan TI untuk Pariwisata.

pps-fti-uii-asita-diy

Perkembangan Teknologi Informasi telah mengubah cara manusia dalam berkomunikasi, diantaranya memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses informasi yang dibutuhkan, salah satunya adalah sektor Pariwisata. Teknologi Informasi dapat menjawab kebutuhan mulai pencarian informasi terkait perencanaan hingga pengambilan keputusan untuk melakukan perjalanan liburan bagi wisatawan. Tentunya, hal ini menjadi ancaman bagi perusahaan biro dan agen perjalanan yang masih memanfaatkan media konvensional, namun tidak menutup adanya peluang bisnis baru di sektor pariwisata dengan dukungan Teknologi Informasi.

“Sekarang dengan dukungan teknologi informasi, membuat semakin mudahnya melakukan traveling, hanya saja, satu sisi lainnya berdampak pada turunnya omset bagi para travel agen” ujar Dr R Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise saat membuka Diskusi & Kajian Akademik – Penerapan Teknologi Informasi Pada Perusahaan Biro dan Agen Perjalanan di Indonesia di Gedung KH Mas Mansur (11 Januari 2017).

pps-fti-uii-asita-diy-2

Kegiatan tersebut menjadi menjadi salah satu alasan kerjasama Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia dan DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Yogyakarta melakukan diskusi dan kajian akademis dengan tujuan dapat menemukenali peluang dan optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi bagi perusahaan biro dan agen perjalanan di Indonesia khusunya bagi anggota ASITA DIY.

Sekjen DPD ASITA DIY, Ratih Puspasari, menyampaikan “Pertemuan yang sangat bermanfaat, semoga membuka wawasan para ahli Teknologi Informasi bahwa kami, para pelaku pariwisata khususnya biro perjalanan perlu berjalan seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi” ujar Ratih

Hadir dari delegasi DPD ASITA DIY selain Bobby Ardyanto Setyo Ajie, Wakil Ketua Bidang Organisasi, juga beberapa utusan dari anggota Asita lainnya. Sedangkan dari UII, tampak hadir Fathul Wahid, Ph.D Peneliti dari Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII juga Hanson Prihantoro Putro, ST, MT, Kordinator Bidang Keilmuan Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII) serta Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing PPs FTI UII.

Jerri Irgo

ASITA DIY inisiasi dukungan TI untuk Pariwisata.

asita_ratih_lovina_pps_fti_uii

Sekjen ASITA DIY, Ratih Puspasari melakukan kunjungan silaturahmi ke Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta (Rabu, 05 Januari 2017) di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII.  ASITA yang juga dikenal dengan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Biro Perjalanan dan Agent Perjalanan di Indonesia.

Kunjungan silaturahmi dilanjutkan dengan diskusi terbatas tentang dukungan Teknologi Informasi  (TI) untuk Sektor Pariwisata di DIY,  dihadiri Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur PPs FTI UII, didampingi Handy Eka Putra Anwar Mahasiswa Konsentrasi Sistem Informasi Enterprise Magister Teknik Informatika PPs FTI UII dan Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing PPs FTI UII.

Industri pariwisata membutuhkan dukungan TI yang mumpuni guna meningkatkan pelayanan, penjualan dan pengembangan produk. Berdasarkan berbagai kajian menyatakan hampir 60% wisatawan melalukan pencarian dan pembelian paket wisata secara online, sehingga “dipandang perlu adanya dukungan TI untuk pengembangan produk secara kreatif, hal tersebut sudah sangat diperlukan” mengutip Ratih yang juga sebagai Owner Lovina Tour & Travel.

Saat ini beberapa operator wisata telah memanfaatkan TI diantaranya untuk homestay berbantuan aplikasi cloud computing,  Komponen TI tersebut adalah 3C yaitu Communication, Content, dan Commercial.

“Kegiatan silaturahmi dan diskusi terbatas akan dilanjutkan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam waktu dekat ini” pungkasnya

Jerri Irgo

Virtualisasi Server Forensic

soni-wirayudha

“Virtualisasi server ini merupakan teknologi yang memungkinan menjalankan beberapa system operasi dalam waktu yang sama dan menjalankan fungsinya masing-masing. Dimana sekarang ini banyak perusahaan yang memanfaatkan serta menggunakan virtualisasi server, sehingga dengan banyaknya penggunaan virtualisasi server ini tentu akan memunculkan celah kejahatan baru apabila salah satu servernya digunakan untuk melakukan tindak kejahatan”.

Soni Wirayudha, menjadikan hal tersebut alasan melakukan penelitian tugas akhirnya sebagai Mahasiswa Konsentrasi Digital Forensik Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII).

“Hal ini tentunya akan menimbulkan sebuah tantangan dan menyulitkan penyidik dalam mengungkapkan dan menemukan petunjuk bukti dgital yang tertinggal dalam mesin vrtualnya” ujarnya sesaat setelah dinyatakan Lulus sebagai Magister Komputer (24 Desember 2016).

Mahasiswa asal Riau ini menambahkan “Walaupun saat ini belum banyak kejahatan yang memanfaatkan virtualisasi server sebagai media kejahatan namun untuk kedepannya sangat berpotensi untuk digunakan oelh para pelaku kejahatan. Dalam penelitian ini, saya menggunakan metode live forensic dan melakukan tiga buah model teknik akuisisi virtualisasi. Dari ketiga teknik ini akan dilakukan implementasi serta uji coba untuk mengakuisisi salah satu server nya saja tanpa mengganggu atau mematikan system operasi lainnya yang sedang berjalan”.

Berdasarakan uji coba yang dilakukan ini diketahui apabila dilihat dari sisi waktu teknik akuisisi model merupakan teknik akuisisi yang lebih baik karena penggunaan yang lebh sedikti dari kedua teknik akusisi lainnya, sedangkan apabila digunakan untuk cloud maka teknik akuisisi model II adalah teknik akuisi yang paling di rekomendasikan karena ada fitur backup melalui portalweb yang telah dimiliki langsung oleh virtualiasi servernya.

“Jadi ketika mengakuisi ttidak perlu datang langsung ke penyedia layanan servernya . Untuk indicator teknik mana yang direkomendasikan dan paling baik tentu saja tergantung dari situasi dan kondisi serta kebutuhan dari kasus yang akan terjadi” tegasnya

“Alhamdulillah perjuangan dalam menempuh studi , semua tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom dan Dr. Bambang Sugiantoro, MT selaku pembimbing sangat membantu sekali dalam proses menyelesaikan penelitian saya. Banyak masukan dan arahan yang diberikan kepada saya. Dan juga dosen penguji Ahmad Luthfi , S.Kom., M.Kom selaku dosen penguji juga sangat membantu dalam memberikan masukan dan saran-saran untuk penelitian ini” pungkas Soni.

Jerri Irgo

Kerjasama FTI UII – NTUST, fokus pada Sain dan Technologi.

2016-des-07-kerjasama-fti-uii-ntust-fokus-pada-sain-dan-technologi-1

(Taiwan). Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta menandatangani kerjasamana dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) Taiwan, bertempat di Room IB-402, 43 Keelung Road, Sec. 4, Taipei 106, Taiwan, R.O.C. (7 Rabbi’ul Awwal 1438 H/ 7 Desember 2016).

Dalam releasenya, Dr. Imam Djati Widodo, Dekan FTI UII, menyampaikan “salah satu alasan menjalin kerjasama dengan NTUST ini karena fokus pada sain dan technologi” tulisnya dalam pesan singkat.

Dr. Imam Djati Widodo melakukan dua kerjasama yang pertama dengan School Management dan yang kedua dengan School Mechanical Engineering. “Kerjasama mengenai kegiatan akademik termasuk student and scholar exchange dan kemungkinan dual degree dengan Magister Teknik Industri dan Magister Teknik Informatika” tegasnya

Dari berbegai referensi, menyebutkan bahwa NTUST sebelumnya dikenal sebagai National Taiwan Institute of Technology, institusi pendidikan tingkat tinggi pertama dari jenisnya dalam sistem edukasi teknik dan kejuruan nasional, melihat lebih jauh untuk mengembangkan insinyur dan manajer yang sangat terlatih.

Setelah bertumbuh dan berevolusi selama tiga puluh tahun, NTUST saat ini terdiri dari lima Fakultas (Teknik, Teknik Elektrikal dan Komputer, Manajemen, Desain, Serta Seni Bebas Dan Ilmu Sosial), dua puluh satu departemen yang terpisah serta sekolah master dan doktoral, empat belas program antar cabang ilmu pengetahuan, dan lebih dari tiga puluh penelitian dibidang teknologi dan laboratorium pengembangan, seperti pusat untuk material sains, pengaturan dan automasi, kerja sama universitas-industri, teknik ekologis dan peringanan bahaya, teknologi nano, keamanan informasi, komunikasi nirkabel dan kompabilitas elektromagnetik, opto-mechatronics, dan elektronik tenaga.

Jerri Irgo