Inisiasi Riset PPs FTI UII ke Bio Farma dan PT KAI

Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), melakukan rangkaian kunjungan kerja sebagai upaya peningatan kompetensi berupa inisiasi riset ke PT Bio Farma dan PT Kereta Api Indonesia Pusat di Bandung (23 Dzulhijjah 1436 H/ 07 Oktober 2015).

Hikmatullah Insan Purnama, Head of Information Technologi Division Bio Farma menerima kunjungan silaturahmi Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, yang di dampingi Jerri Irgo, Liaison Officer dan Marketing PPs FTI UII, bertempat di Lantai 4 Gedung Bio Farma, Pasteur Bandung.

Dalam pokok materi diskusi, terdapat irisan dalam pengembangan bio informatika dimana Magister Teknik Informatika PPs FTI UII, memiliki konsentrasi Informatika Medis. Dengan perkembangan ke arah lebih komersial, dimana keragaman penyakit lebih banyak, maka diharapkan dengan adanya informatika medik dapat diselaraskan.

“Baik dari bisnis maupun dari akademik, berharap terdapat hal yang sama, yaitu perguruan tinggi perlu insert dari dunia industri dan sebaliknya sehingga akademik ataupun bisnis tidak terisolir pada dunianya sendiri” ujar Hikmatullah.

Harapan bersama adalah dapat memberikan value added pada studi-studi vaksin, dimana saat ini trendnya perlu cara analisis, metode sesuai dengan perkembangan bisnis. Hadir sebagai anggota team PT Bio Farma terdiri dari dr Bambang Djalinud, Pemasaran, Wage, Warehouse, Dicky MT, R&D dan Alan A Prakosa, IT Sys Dev.

Inisiasi riset juga dilakukan Direktur PPs FTI UII ke PT Kereta Api Indonesia Pusat yang diterima oleh Irwan Juliardi Manager Protocol & Secretary PT Kereta Api Indonesia.

“PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan dedikasi untuk melayani negeri. Dedikasi itu ditunjukkan dengan pelayanan dan inovasi untuk meningkatkan kemajuan bangsa lewat aspek transportasi perkeretaapian. Kini tak hanya masyarakat Indonesia, namun para wisatawan mancanegara pun dapat merasakan pelayanan kereta api yang modern, maju dan nyaman dari PT KAI” ujar Irwan Juliardi .

Irwan Juliardi menambahkan “Hingga saat ini PT KAI telah banyak menerapkan teknologi terbaru untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna jasanya. Sebut saja dalam hal ticketing reservation, sehingga calon penumpang dapat memesan tiket kereta api dengan mengakses berbagai channel pemesanan tiket dan ini berawal dari Yogyakarta”.

“Kami mengharapkan adanya riset bersama dengan PPs FTI UII dapat mendukung upaya dan kerja cerdas yang telah dikerahkan PT KAI selama ini. Hal tersebut murni didedikasikan bagi kemaslahatan bangsa Indonesia. Pelayanan yang ramah dan modern akan terus ditingkatkan. Seperti pada gambar di atas pelayanan yang ramah selalu menjadi ciri khas PT KAI” ujar Irwan Juliardi di ujung diskusi.

Jerri Irgo

Batik Cap Tiongkok Mengancam Produk Batik Lokal

YOGYAKARTA (PRLM).- Batik cap asal Tiongkok dengan motif yang sama persis dengan produk lokal Indonesia menjadi ancaman serius bagi produksi batik cap lokal dari Yogyakarta, Pekalangan, Cirebon, dan Solo. Produk batik yang dikenal dengan istilah batik mekanik tersebut telah merangsek pasar dan menguasai pangsa di berbagai kota di tanah air sebesar 25-30 persen.

Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Dr Taufiq Immawan menyatakan ancaman pangsa batik juga datang dari Malaysia, tetapi eskalasi ekspor batik Malaysia tidak sebesar batik asal Tiongkok, sehingga tidak terlalu memengaruhi pasar di Indonesia.

Dalam pernyataannya di Yogyakarta, Selasa (22/9/2015), dia menyatakan pasar batik tanah air sebenarnya tengah mencapai masa panen sejak UNESCO mengukuhkan Batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009, yang diikuti penetapan tanggal tersebut sebagai hari batik nasional.

Berdasarkan penelitian Taufiq Immawan, penjualan batik Solo, Yogyakarta dan Pekalongan melonjak. Pasar batik solo meningkat omzet penjualannya antara 30 – 50 persen (2010) dan 200 persen tahun berikutnya (2011). Peningkatan pada kisaran yang sama berlaku di pasar-pasar di Yogyakarta dan Pekalongan.

Melihat pasar batik meningkat tajam, produsen Tiongkok alias China menggempur pasar batik di berbagai kota di Indonesia. Batik Tiongkok bisa dikategorikan sebagai batik cap, tetapi produksinya menggunakan mesin atau disebut batik mekanik. Ekspor batik mereka sangat massif, sebagai contoh batik asal China selama tiga bulan pertama 2013 (Januari-Maret) masuk pasar Indonesia sebanyak 159 ton, dengan nilai 4.6 juta dolar AS atau setara Rp 43.7 miliar.

“Perkembangan ini sudah mengkhawatirkan, karena mengurangi pangsa pasar batik nasional,” kata dia saat memaparkan hasil penelitian untuk melengkapi data disertasi di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. (Mukhijab/A-147)***

Dipublikasikan di Pikiran Rakyat

Industri Syariah diperkirakan memiliki prospek cerah

Yogyakarta (ANTARA News) – Industri syariah diperkirakan memiliki prospek yang cerah pada masa depan karena industri itu hingga kini berkembang pesat, kata Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan.

“Industri syariah diperkirakan terus tumbuh dan berkembang. Saat ini total aset yang dikelola keuangan syariah dunia mencapai dua triliun dolar AS, dengan pertumbuhan rata-rata 17,3 persen per tahun,” katanya di Yogyakarta, Rabu.

Pada seminar “Mengembangkan Ekonomi Berbasis Industri Syariah di Indonesia” di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), ia mengatakan saat ini industri syariah masih terbatas pada sektor pasar modal, perbankan, dan asuransi.

“Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) terus mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis industri syariah,” katanya.

Menurut dia, ada lima hal yang dapat diandalkan menjadi pendorong ekonomi berbasis syariah yakni pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang dengan penduduk beragama Islam yang besar, berkembangnya perdagangan lintas negara dan semakin banyak transaksi perdagangan.

“Selain itu, perkembangan produk syariah yang semakin inovatif, kerangka peraturan pemerintah dikembangkan lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai syariat Islam, dan pertumbuhan populasi Muslim dunia yang meningkat dan penguatan keuangan inklusif melalui keuangan syariah,” katanya.

Direktur Program Pascasarjana FTI UII Teduh Dirgahayu mengatakan konsep ekonomi syariah mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada 1991 ketika Bank Mualamat Indonesia berdiri, yang kemudian diikuti lembaga-lembaga keuangan lain.

Pada waktu itu, kata dia, sosialisasi ekonomi syariah dilakukan masing-masing lembaga keuangan syariah.

“Setelah dievaluasi, disadari bahwa sosialisasi sistem ekonomi syariah hanya dapat berhasil jika dilakukan dengan cara yang terstruktur dan berkelanjutan serta dikembangkan menjadi industri syariah,” katanya.

Dekan FTI UII Imam Djati Widodo mengatakan seminar yang diselenggarakan Program Pascasarjana FTI UII dan Program Studi Teknik Industri FTI UII itu dihadiri 100 peserta terdiri atas regulator, praktisi, dan akademisi.

Seminar itu, kata dia, bertujuan mengedukasi dan menyosialisasikan gagasan strategis terkait arah pengembangan ekonomi berbasis industri syariah di Indonesia.

“Melalui seminar itu diharapkan dapat terbangun sinergi gagasan strategis multistakeholders dalam mendukung efektivitas implementasi dan pengembangan industri syariah Indonesia di masa depan,” katanya.

Diberitakan AntaraNews

Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Twit Forensic, Aplikasi Pengungkap Cyber Crime

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA — Alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII Yogyakarta, Arif Nugrahanto mengembangkan aplikasi twit forensic. Aplikasi ini bisa membantu penegak hukum untuk mengungkap kejahatan dengan barang bukti Twitter.

Demikian diungkapkan Yudi Prayudi, Kepala Pusat Studi Forensika Digital FTI UII Yogyakarta kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (18/4). Aplikasi Twit Forensic dapat digunakan sebagai alat investigasi artefak digital Twitter dengan cara melakukan analisa aktivitas pemilik akun yang bersangkutan.

“Ketersediaan aplikasi ini membantu penegak hukum dalam melakukan analisis dan identifikasi untuk mendukung proses penyidikan,” kata Yudi Prayudi.

Walaupun belum maksimal, kata Yudi, aplikasi ini cukup handal untuk memberikan support ketersediaan informasi awal yang diperlukan dalam proses penyidikan. “Aplikasi ini tidak kalah dengan berbagai tools forensic yang dihasilkan vendor luar negeri,” katanya.

Untuk keperluaan investigasi, ketersediaan barang bukti twitter forensic juga dapat diperoleh dari penyedia tools. Namun untuk mendapatkan data yang dibutuhkan memerlukan prosedur yang rumit. “Adanya aplikasi ini bisa mempermudah para penegak hukum,” katanya.

Twitter, kata Yudi, merupakan media sosial yang semakin banyak digunakan sebagian besar masyarakat dunia. Hingga kuarter 4 tahun 2014, pengguna aktif twitter ada 288 juta di dunia.

Saat ini, Indonesia termasuk salah satu Top Countries yang aktif mengakses Twitter. Indonesia menempati urutan keempat dengan jumlah pengakses sebesar 6,5 persen dari keseluruhan pengakses Twitter.

Pengguna Twitter juga memberi manfaat positif bagi teknologi komunikasi di Indonesia. Di antaranya, penyebaran informasi positif dan media jual beli barang/jasa. Kemudahan tersebut juga membawa dampak negatif tersendiri. Seperti informasi yang disebarkan tidak benar atau bahkan menjelekan nama orang lain.

Pengaduan masyarakat tentang informasi yang merugikan berdasarkan aktivitas seseorang melalui Twitter sudah mulai banyak diterima penegak hukum. “Kondisi ini menutut penegak hukum untuk memiliki kemampuan, baik dari aspek teknologi, pengetahuan maupun ketrampilan untuk mengungkap kasus-kasus yang ditanganinya yang didasarkan pada barang bukti berupa aktivitas twitter,” tandasnya.

 

Diberitakan di Republika On Line

Mahasiswa UII Kembangkan Aplikasi Twit Forensic

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Di tengah era digital yang saat ini semakin berkembang, keberadaan jejaring sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi sebagian orang. Sudah menjadi hal yang jamak jika saat ini seseorang membagikan kegiatan sehari-hari mereka di jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook.

Karena telah menjadi bagian dari pribadi pemiliknya, tak jarang jejaring sosial bisa menjadi petunjuk awal pengungkapan sebuah kasus. Berangkat dari hal tersebut mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) jurusan Teknik Informatika Arif Nugrahanto menciptakan aplikasi Twit Forensic.

“Dalam tiga tahun terakhir ini semakin banyak pengungkapan kasus kejahatan dengan barang bukti menggunakan twitter,” ujar Arif, saat ditemui di gedung Fakultas Teknik Industri, jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta, Sabtu (18/4).

Twit Forensic adalah sebuah aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat invesitigasi artefak digital twitter dengan cara melakukan analisa aktivitas pemilik akun yang diinginkan. Aplikasi tersebut mampu menampilkan informasi awal yang diperlukan dalam proses penyidikan sebuah kasus.

Tanpa harus masuk ke laman twitter, pengguna Twit Forensic bisa mengetahui status, mention, folower, folowing, dari sebuah akun.

“Meskipun hal-hal tersebut bisa kita lihat di laman akun twitter seseorang, dengan aplikasi ini kita lebih mudah memetakan aktivitas dari sebuah akun,” ujarnya.

Seperti jika kita ingin melihat status dari sebuah akun, kita akan mendapatkan informasi kapan status tersebut dibuat, direplay oleh siapa saja, diretwet oleh siapa saja. Data tersebut tersaji dalam satu halaman, sehingga mudah untuk melakukan identifikasi terhadap aktivitas akun twitter.

Arif Nugrahanto menambahkan, aplikasi yang dikembangkannya mampu menggali dan menampilkan 3200 status yang telah diposting. Sedang untuk aktivitas mantion, aplikasi ini mampu menggali mantion yang masuk ke sebuah akun dalam rentan waktu sebulan kebelakang.

Ditambahkan Yudi Prayudi selaku Kepala Pusat Studi Forensik Digital FTI UII, saat ini di Indonesia belum terdapat aplikasi yang memiliki fungsi sama seperti dengan Twit Forensic.

“Jika buatan luar negeri memang sudah ada. Tetapi dengan perkembangan media sosial yang sedemikian pesat, kita harus memiliki alat untuk kegiatan forensik di media sosial, tidak selalu tergantung dengan vendor asing,” ujanya.(*)

Diberitakan di Tribun Jogja

Hariyanto: Supply Chain Manajemen Berbantuan Teknologi Informasi

Hariyanto, SE, MM, Direktur Utama PT Pos Logistik Indonesia, akan hadir sebagai Pembicara Kuliah Perdana Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), bertempat di Auditorium Gedung KH Mas Mansur, FTI UII, Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta pada hari Sabtu 25 April 2015.

“Adapun tema Kuliah Perdananya adalah Supply Chain Manajemen Berbantuan Teknologi Informasi”, hal tersebut disampaikan oleh Zaroni, Chief Head of Planning and Business Development PT Pos Logistik Indonesia melalui pesan singkatnya (14/4/2015)

Hariyanto bukan lah sosok yang baru di dunia jasa pengiriman dan logistik di Indonesia. Putra Makassar ini telah berpuluh tahun malang melintang di PT Pos Indonesia (Persero) dalam berbagai penugasan. Dunia jasa pengiriman surat dan paket (jasa pos) yang membawa dirinya naik menjadi Direktur Utama PT Pos Logistik atau yang disingkat dengan PosLog.

PT Pos Logistik Indonesia adalah Anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero), mempunyai visi Pos Logistik “Menjadi penyedia solusi logistik terpadu yang terpercaya, terluas, dan terkemuka di Indonesia”. Sebagai profesional, Hariyanto selalu berusaha meninggalkan legacy yang baik bagi organisasi yang dipimpinnya.

Jerri Irgo

Sistem Keamanan Web dan Jaringan Komputer

“Sistem Keamanan web dan jaringan komputer merupakan proses untuk mencegah dan mengidentifikasi penggunaan yang tidak sah dari web dan jaringan komputer menjadi latar belakang kegiatan Pekan Teknologi dan Informatika (PETA) 2015, Universitas Siliwangi Tasikmalaya”

Nur Widiyasono, Dosen Teknik Informatika Universitas Siliwangi Tasikmalaya yang juga  ahli digital forensik Indonesia menyampaikan hal tersebut sesaat setelah Drs. H. Budi Budiman, Walikota Tasikmalaya membuka  Seminar Nasional Sistem Kemananan Web dan Jaringan Komputer di Gedung Mandala Kampus Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jawa Barat (11/04/2015)

“Antisipasi terhadap resiko penyalahangunaan baik berupa bentuk ancaman fisik maupun logik secara langsung ataupun tidak langsung dapat mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan komputer”  ujar Nur yang juga sebagai narasumber seminar.

Nur Widiyasono,  yang saat ini sedang menyelesaikan penelitiannya, untuk mendapatkan Master di Magister Teknik Informatika Program pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MI PPs FTI UII) Yogyakarta menambahkan  “Cyber Crime & Digital Forensics menjadi tahapan penting bagi pencegahan yang membantu untuk menghentikan pengguna yang tidak sah dalam mengakses setiap bagian baik web maupuan sistem jaringan komputer”

Tampak hadir selain Nur Widiyasono, juga hadir Onno Widodo Purbo tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi Indonesia.

Jerri Irgo

PPs FTI UII dan Pos Indonesia Jajaki Inovasi Produk Pos

PT. Pos Indonesia mempunyai jaringan yang sangat luas, yaitu kurang lebih 3.800 kantor pos di Indonesia, dan 3.726 di antaranya telah online. Sedangkan jumlah Point of Sales telah mencapai 24.410 dalam bentuk kantor pos, agensi/agen pos, pos keliling kota/desa, pos sekolah dan Postmall.

Dengan jaringan yang sangat luas tersebut serta terus melakukan inovasi yang terus dilakukan oleh PT. Pos Indonesia di antaranya pengembangan Postshop yang merupakan pengembangan bisnis ritel PT. Pos Indonesia yang diimplementasikan untuk mengubah kantor pos konvensional menjadi kantor pos modern dengan pola layanan one stop shopping yang melayani postal services berupa pengiriman surat, paket, jasa keuangan (pospay, remmitance), postal items (meterai, prangko, produk filateli), books & gifts, stationery, digital imaging, gadget, organizer, convience goods, consumer goods, bread, drink s& cofee shop, handycraft dan online shopping.

“Hal tersebutlah yang menarik perhatian Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) untuk melakukan penjajakan kerjasama dalam hal inovasi produk pos” ujar Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana FTI UII seusai diskusi dengan tema Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang dilakukan di lantai 7 Gedung Wahana Bakti Pos, Jl. Banda No. 30 Bandung Jawa Barat (04/03/2015)

Diskusi dihadiri, Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur PPs FTI UII, Ihwan Sutardiyanta, Vice President Financial Service Business Development PT Pos Indonesia, Rudi Nur Julistijono, Vice President of IT Planning & Development PT Pos Indonesia dan Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing Representatif PPs FTI UII.

“Selain inovasi produk pos, diharapkan juga dapat menyediakan satu kerangka dan mekanisme kerjasama teknis di bidang peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan teknologi informasi serta jasa keuangan” pungkas Dr. R Teduh Dirgahayu.

Jerri Irgo

Efektif Memilih Media untuk Iklan

fti_uii_efektif_memilih_berita

Rangkuman diskusi terbatas “Efektif Memilih Media untuk Beriklan”, yang diselenggarakan Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) dengan Redaksi Republika Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, di antaranya menyatakan bahwa hal yang terpenting untuk diperhatikan dalam memuat iklan di media koran, majalah dan website, adalah iklan tersebut dapat menjawab kebutuhan konsumen terhadap produk yang kita ditawarkan.

Kegiatan diskusi terbatas yang dipimpin langsung oleh Dr. R Teduh Dirgahayu., S.T., M.Sc, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), bertempat di ruang kerjanya (26/02/2015) merupakan silaturahmi dan kunjungan balasan dari Redaksi Republika ke Kampus PPs FTI UII.

Tampak hadir dalam diskusi tersebut dari Alvi, Marketing Republika dan Yusuf, Redaksi Republika serta Jerri Irgo, Liason Officer &Marketing Representatif PPs FTI UII.

Selain itu, poin lainnya adalah agar iklan dapat lebih efektif maka perlu didesain yang sesuai dengan target marketnya.

Berdasarkan beberapa hasil small research staf pemasaran Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) tahun 2014 dengan menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA), menyebutkan bahwa dengan adanya media sosial digital dan media online, cukup membuat industri cetak (print) menjadi terpengaruh, sehingga agar efektif maka kita perlu benar-benar mencermati dan memilih media yang tepat untuk beriklan.

PPs FTI UII dan Tirtoadi, Desain Kembangkan BUMDes

1503-lurah_tirtoadi-1Kardjono, Kepala Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan “Pemerintah Desa Tirtoadi akan terus mengembangkan potensi desa bersama-sama multi stakeholder diantaranya Perguruan Tinggi”.

Hal tersebut disampaikannya melalui pesan singkatnya (22/2/2015) terkait tindak lanjut kunjungan silaturahmi Dr R Teduh Dirgahayu., S.T., M.Sc, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) didampingi Agus Mansur, ST., M.Eng.Sc., sekretaris PPs FTI UII, di ruang kerjanya (23/1/2015)

Sebelumnya Kardjono bersama Mamok, panggilan Hendratmo, Local Regional Economic Development Consultant, telah lebih dulu melakukan kunjungan ke PPs FTI UII (15/1/2105) untuk membahas pendalaman kerjasama Public Private Partnership (PPP) yang telah dilakukan antara Pemerintah Desa Tirtoadi dan PPs FTI UII.

Sebagaimana dalam diskusi tersebut mengembangkan Public Private Partnership (PPP) sangat terkait erat dengan Undang Undang Desa No 6 Tahun 2014, yang di antaranya membutuhkan peningkatan kapasitas aparat desa agar pelaksanaan pembangunan bisa benar-benar efektif dan tepat sasaran serta dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Selain itu juga sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa, maka perlu dilakukan pengembangan Badan Usaha Milik Desa, atau disingkat BUMDes, yang merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa dan berbadan hukum.

Permodalan Badan Usaha Milik Desa dapat berasal dari Pemerintah Desa, tabungan masyarakat, bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, pinjaman, atau penyertaan modal pihak lain atau kerja sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan. Badan Usaha Milik Desa dapat melakukan pinjaman, yang dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan BPD.

1503-lurah_tirtoadi-2