Tingkatkan Omset UMKM dengan Teknologi Informasi.

Peranan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Omset dan Daya Saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi pokok diskusi terbatas antara Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Yogyakarta.

11 - Jerri 3008 Inisiasi SIE dan BSM (6)

Saat ini masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya Teknologi Informasi, khususnya dalam memasarkan produk atau jasanya. Setiap UMKM memerlukan jenis teknologi yang berbeda-beda, sehingga perlu memutuskan untuk menerapkan teknologi apa saja yang diperlukan secara prioritas. “PPs FTI UII dalam hal ini Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) berperan aktif mengedukasi dan mengimplementasikan langsung ke UMKM”

Hal tersebut disampaikan Dr. R Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana FTI UII dalam diskusi yang dilaksanakan di salah satu resto seputaran Jalan Kaliurang Yogyakarta (30 Agustus 2017).  Selain Dr. R Teduh Dirgahayu,  tampak hadir Jerri Irgo, Liaison officer PPs FTI UII.

Sementara Ira Kusuma Angreyliya, Area Micro Banking Manager, BSM cabang Yogyakarta menyatakan “BSM untuk mencapai akselerasi pertumbuhan perbankan syariah harus dengan support pemerintah dan sinergi antar stakeholder ekonomi syariah, termasuk diantaranya dengan perguruan tinggi”.

“UII dan BSM telah melakukan kerjasama yang ditandatangani oleh Direktur Utama BSM dan Rektor UII, penandatangan dilakukan saat sebanyak 115 Pimpinan Perguruan Tinggi Islam berkumpul di Yogyakarta pada acara Indonesia Islamic University Conference (25-26 Januari 2017)” ungkap Ira

Semoga, dengan adanya irisan tersebut, dalam waktu dekat ini, UII dan BSM dapat segera merealisasikan salah satu point kerjasamanya, diantaranya berfokus ke UMKM melalui kegiatan workshop untuk dapat meningkatkan omset dengan dukungan Teknologi Informasi.

Jerri Irgo

Perancangan Alat Pembersih Burner Pada Furnace

Standart operasional perusahaan dalam desain alat pembersih burner sesuai dengan customer voice meliputi menjangkau bagian dalam, mudah dibersihkan, tidak mudah patah, membersihkan optimal, mudah digunakan, membersihkan elbow, digunakan berulang-ulang dan aman digunakan.

Aldano Magister Teknik Industri PPs FTI UII Pertamina Balongan 2

Hal tersebut merupakan kesimpulan dari penelitian Aldano Bridaga Putra, Mahasiswa Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta tentang Perancangan Alat Pembersih Burner Pada Furnace Di Atmosferik Hydrodemetalizer Unit di Kilang Minyak PT. Pertamina (Persero) tepatnya di Kilang Pertamina Refinery Unit VI Balongan Jawa Barat.

Penelitian ini, mengantarkan Aldano Bridaga Putra, meraih gelar Magister Teknik (MT) dari MTI PPs FTI UII.

“PT. Pertamina (Persero) saat ini sedang melakukan proses transformasi menjadi kilang kelas dunia serta terus berupaya memperbaiki kinerja operasionalnya agar mampu eksis dan memenangkan persaingan. Upaya yang ditempuh antara lain dengan membangun sistem manajemen energi yang dikelola dengan baik dan berkelanjutan” ungkap Aldano melalui pesan singkatnya (26 Agustus 2017)

Pemeliharaan burner menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan pembakaran yang optimal. Alat pembersih burner yang sekarang digunakan belum memiliki standart dan menggunakan alat seadanya. Tidak jarang hanya menggunakan kawat besi yang dimasukkan kedalam lubang burner. Penggunaan alat pembersih juga tidak efektif dan tidak efisien, 82,5% pekerja membutuhkan waktu pembersihan lebih dari 30 menit. Dampaknya setelah dilakukan pembersihan, burner cepat kotor kembali. 92,5% burner yang sama harus dilakukan pembersihan kembali dalam waktu kurang dari 10 hari. “Apabila burner kotor menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna. Pembakaran yang tidak sempurna merupakan salah satu penyebab boros bahan bakar” ujarnya.

Kilang Pertamina Refinery Unit VI Balongan sebagai salah satu dari Kilang Minyak yang dimilki oleh PT. Pertamina (Persero) menjalankan program Energy Management System (EMS) dari Direktorat Pengolahan PT. Pertamina (Persero). Penerapan EMS menjadi bagian penting Pertamina untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. EMS adalah sistem terkendali yang menjadi bagian dari organisasi untuk menerapkan manajemen energi dan peningkatan efisiensi secara berkesinambungan

Pada bisnis pengolahan minyak bumi atau refinery, energi merupakan salah satu sumber biaya produksi yang tertinggi setelah pembelian minyak mentah atau crude oil. “Worrell and Galitsky membagi area utama yang menjadi fokus untuk peningkatan efisiensi penggunaan energi yaitu utilities (30%), furnace (fired heater) (20%), process (15%), heat exchanger (15%), motor listrik dan aplikasinya (10%) dan area lain sebesar 10%” pungkas Aldano.

Jerri Irgo

Rania Hahim, di kelas E-Commerce

Rania Fahim El-Gazzar, Ph.D., Associate Professor dari University of Southeast Norway, hadir sebagai dosen tamu di kelas e-commerce, yang merupakan salah satu mata kuliah bagi Mahasiswa Magister Teknik Informatika yang mengambil konsentrasi Sistem Informasi Enterprise.

rania fahim el gazzar - Dosen Tamu SIE MI PPs FTI UII Mei 20 2017

University of Southeast Norway  yang beralamat di Lærerskoleveien 40, 3679 Notodden, Norwegia, merupakan kampus dimana Rania Fahim El-Gazzar, Ph.D, mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik (Dosen)

Jerri Irgo

 

 

 

 

Sus-VSM, Atasi Isu Sosio-Enviromental

Mengukur Kinerja Sustainable Supply Chain Management (SSCM) Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKS) Menggunakan Sustainable Value Stream Mapping (Sus-VSM), sebagai salah satu syarat Rangga Primadasa untuk meraih Gelar Strata S2 – Magister Teknik dari Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII.

“Penelitian tersebut memberikan banyak manfaat, baik bagi perusahaan yaitu sebagai kelanjutan usaha dan dapat sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 19/Permentan/ OT.140/3/2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) yang sifatnya mandatory bagi industri kelapa sawit dan juga manfaat bagi masyarakat yaitu untuk kesehatan lingkungan, mengurangi gas rumah kaca, mengurangi kebakaran lahan juga memperluas lapangan pekerjaan”

Dr Elisa Kusrini

Dr. Ir. Elisa Kusrini, M.T., CPIM., CSCP, menjelaskan hal tersebut saat mendampingi Rangga Primadasa release bertempat di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (22 Sya’ban 1438 H/19 Mei 2017).

Industri kelapa sawit merupakan industri yang penting bagi Indonesia, ini terlihat dari total ekspor CPO ( Crude Palm Oil ) pada tahun 2015 yang pencapai 26.40 ton, naik 21 persen dibandingkan dengan total ekspor 2014 yaitu 21.76 ton. Sementara nilai nominal ekspor CPO sepanjang tahun 2015 mencapai 18.64 milyar dollar.

“Tantangan industri kelapa sawit semakin hari semakin besar. Padi akhir 90-an sektor kelapa sawit mulai menghadapi kritik tentang beberapa praktek yang berkenaan dengan lingkungan hidup dan sosial dalam berbagai tingkatan produksi dan konsumsi dalam rantai pasoknya. Kebakaran hutan di area yang dikelola perusahaan kelapa sawit di Indonesia beberapa tahun terakhirsemakin memberi tekanan pada industri kelapa sawit di Indonesia khususnya” ujar Dr Elisa Kusrini.

Baca Juga : SSCM Untuk Wujudkan Industri CPO Ramah Lingkungan

Proses pengolahan di PPKS (Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit) merupakan bagian penting dalam supply chainindustri kelapa sawit karena meningkatkan value secara signifikan dari TBS (Tandan Buah Segar) sawit menjadi minyak kelapa sawit (CPO). PPKS juga merupakan bagian penting dalam mewujudkan seratus persen sustainable supply chain dalam industri kelapa sawit.

Dr. Elisa Kusrini menambahkan “Sustainable Supply Chain Management adalah pendekatan sistematis dan terintegrasi yang akan membantu perusahaan untuk mengembangkan strategi “win-win”untuk mendapatkan keuntungan dan market share sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup. Penerapan SSCM dapat digunakan untuk mengatasi isu-isu sosio-enviromental dan meningkatkan performa kemasyarakatan”.

Baca Pula : Pabrik Pengolahan Sawit Disarankan Bersiap Hadapi 100 Persen SSCM Eropa

Manajemen rantai pasok berkelanjutan ( SSCM ) telah berkembang dari dua perspektif. Manajer lingkungan hidup telah mulai menggunakan pendekatan Life cycle analysis (LCA) untuk mengelola dampak-dampak terhadap lingkungan hidup. Pendekatan ini melihat produk dari dampaknya terhadap lingkungan mulai dari raw material, proses pengolahan dan penggunaannya, sampai ke pembuangan limbah akhir.

“Dengan menggunakan metode Sus-VSM ini diharapkan Perushaan dapat mengetahui kinerja rantai pasokannya secara komperhensif, khususnya dari sudut padang sustainability, sehingga dapat dilakukan pengambilan kebijakan untuk mengurangi kegiatan yang tidak memiliki value di dalam rantai pasokannya sekaligus meningkankan sustainability-nya” pungkasnya.

Jerri Irgo

Teknologi Informasi, Tingkatkan Bisnis 8x Lebih Cepat

Sektor pariwisata di Indonesia pada lima tahun terakhir menghasilkan devisa negara terbesar nomor empat setelah sektor pertambangan dan perkebunan. Pengembangan destinasi pariwisata sangat besar potensi bagi Negara untuk meningkatkan pendapatannya sehingga diperkirakan akan menjadi Rp 240 Triliun pada 2019.

Dengan adanya pengembangan destinasi pariwisata, diharapkan juga akan menambah lapangan pekerjaan sebanyak 13 juta jiwa dan akan menambah wisatawan mancanegara menjadi sebesar 20 juta jiwa

Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan (5)

“Tidak dipungkiri, peran dan dukungan Teknologi Informasi, terlibat di dalamnya, diantaranya mudahnya para wisatawan lokal maupun mancanegara mendapatkan informasi tentang destinasi pariwisata di Indonesia, hanya dengan satu jari. Manfaat lain juga di dapatkan para operator pelaku bisnis dengan berinovasi memanfaatkan Teknologi Informasi, sangatlah beralasan karena akselerasi bisnisnya dapat meningkat 8 kali lebih cepat”.

Baca : Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan

Dr. R Teduh Dirgahayu, S.T, M.Sc, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII menyampaikan hal tersebut setelah Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kreatif dengan dukungan Teknologi Informasi, studi kasus : Kelompok Kesenian Rakyat dan UMKM di Kawasan Candi Borobudur bertempat di Tourist Information Center (TIC) Jl. Balaputradewa No.16, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (17 Mei 2017).

Baca : Maji, Naikkan Hotel Occupancy melalui MedSos

FGD ini merupakan kegiatan bersama antara Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah

“Alhamdulillah, tahapan selanjutnya kita akan menyusun peta informasi dan rekomendasi strategis konsep pemasaran berbasis Teknologi Informasi yang mendukung sektor pariwisata khususnya industri kreatif berbasis kesenian daerah dan UMKM di kawasan Candi Borobudur secara spesifik melalui diskusi kelompok” pungkas Dr. R Teduh Dirgahayu yang juga sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII

Jerri Irgo

Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan

Program peningkatan kompetensi bagi Seniman Borobudur yang tergabung di Asosiasi Kesenian Rakyat Borobudur (ASKRAB) telah dilakukan Kantor Pewakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah dalam 1 tahun terakhir, saat ini diharapkan terjalinnya kerjasama yang lebih baik dan melibatkan Perguruan Tinggi khususnya dalam hal pemanfaatan Teknologi Informasi.

Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan

“Bank Indonesia mendukung industri kreatif, termasuk kesenian rakyat yang menarik bagi wisatawan” ujar Dian Nugraha saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kreatif dengan dukungan Teknologi Informasi (17 Mei 2017).

Dian Nugraha, Kepala Divisi Pengembangan Ekonom (DPE) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah menambahkah “Seniman juga telah diberikan bekal, bagaimana mereka berwirausaha” imbuhnya di Tourist Information Center (TIC) Jl. Balaputradewa No.16, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

FGD yang merupakan kegiatan bersama antara Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah mengambil studi kasus tentang Kelompok Kesenian Rakyat dan UMKM di Kawasan Candi Borobudur.

Output kegiatan adalah memetakan semua informasi tentang pemasaran berbasis Teknologi Informasi yang mendukung sektor pariwisata khususnya industri kreatif berbasis kesenian dan UMKM daerah di kawasan Candi Borobudur secara spesifik melalui diskusi kelompok.

Tampak hadir Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana FTI UII, selanjutnya Diana Setiawati, Project Coordinator UNESCO, juga tampak Veronika F, Inspect – Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat, dan juga Adif A Niarto, Bank Indonesia Semarang serta Jerri Irgo, Liaison Officer Program Pascasarjana & Marketing FTI UII.

Jerri Irgo

Tantangan Profesional Logistic & Supply Chain di Indonesia.

Persaingan bisnis sekarang sudah bergeser dari persaingan antar perusahaan ke persaingan antar jaringan, sehingga perusahaan dituntut untuk menguatkan jaringannya dengan berkolaborasi dari hulu ke hilir, oleh karena itu dibutuhkan profesional yang dapat mengelola bisnis untuk menjawab tuntutan tersebut.

Ok - Mei 3 2017 - Tantangan Profesional di Logistic dan Supply Chain di Indonesia.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi terkini telah mampu membantu untuk merealisasikan suatu sistem yang terpadu sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi biaya dan waktu dalam ruang lingkup yang lebih luas. Tujuan mengefisiensikan dan mensinkronisasikan demand supply inilah yang melatar belakangi lahirnya konsep Supply Chain Management (SCM).

Dr. Ir. Elisa Kusrini., MT, CPIM, CSCP, Sekretaris Program Pascasarjana FTI UII / Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII dan Mustaqim, ST., M.Eng, Dekan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti (UPS), mengawali Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan kerjasama antara Magister Teknik Industri PPs FTI UII dan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti Tegal (6 Sya’ban 1438 H/ 3 Mei 2017) di Kampus UPS Jl. Halmahera KM. 01, Mintaragen, Tegal Tim., Kota Tegal, Jawa Tengah

Baca Juga : Bangkitnya Jepang Indonesia 

Supply Chain Management adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total jaringan perusahaan dalam rantai suplai melalui peningkatan efektivitas aliran material,uang dan informasi antar perusahaan dalam jaringan rantai pasok. Dalam hal ini konsep SCM cocok diterapkan pada masa sekarang, karena sistem ini memiliki kelebihan dimana mampu meningkatkan customer service disatu sisi dan menurunkan cost disisi yang lain. Supply Chain Management itu sangat luas dan sangat customized tergantung industrinya.

Hadir sebagai peserta selain utusan dari Fakultas Teknik UPS, tampak utusan Desperindag Pemerintah Kota Tegal, Desperindag Pemerintah Kabupaten Tegal, PT Kereta Api Indonesia (Balai Yasa) Tegal, PT Barata Indonesia Tegal, PT Suara Merdeka dan Harian Radar Tegal.

“Alhamdulillah, output dari Focus Group Discussion yaitu memiliki wawasan keilmuan dan meningkatnya pengetahuan praktis secara komprehensif yang berimbang tentang peningkatan kompetensi profesional di bidang Logistik dan Supply Chain dan tersusunnya rumusan profesional ideal di bidang Logistik dan Supply Chain, yang berhasil mengembangkan posisi di daerah operasi, dan memberikan fleksibilitas profesional yang dibutuhkan untuk mengatasi jaminan di bidang Pembelian, Perencanaan, Produksi, Logistik dan Distribusi dapat tercapai” pungkas Elisa saat menutup kegiatan bersama tersebut.

Jerri Irgo

Maji, Naikkan Hotel Occupancy melalui MedSos

“Berbagai program dibuat oleh management hotel untuk mensukseskan branding Hotel Neo Malioboro, diantaranya pengenalan melalui sosial media berperan sangat besar dalam berhasilnya membuat branding hotel. Sosial media menjadi salahsatu sarana branding yang efektif dan efisien.”

Neo Malioboro 1

Maji, General Manager Hotel Neo Malioboro Yogyakarta, memaparkan hal tersebut sebagai narasumber kuliah umum Mahasiswa S2 konsentrasi Sistem Informasi Enterprise (SIE) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII). Kuliah Umum diselenggarakan di Ruang Audiovisual Gedung KH Mas Mansyur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (25 April 2017).

Baca juga : Teknologi Informasi, Tingkatkan Hunian Tamu Hotel

“Branding mempunyai peranan yang penting dalam sebuah pemasaran produk, dengan adanya branding, perusahaan menunjukkan bahwa produknya mempunyai kualitas yang terpercaya. Branding sangat diperlukan oleh suatu perusahaan karena dengan branding akan membuat target konsumen menjadi familiar dengan produk yang ditawarkan. Hal itu akan menumbuhkan kepercayaan bagi siapa saja yang menjadi target branding” ujarnya.

Neo Malioboro 2

Teknologi Informasi mempermudah branding yang tidak lain adalah membantu menyampaikan informasi yang ada di dalam suatu perusahaan melalui berbagai sosial media. Impactnya sangat signifikan, saat ini tingkat hunian kamar (hotel occupancy/room occupancy) di Neo Malioboro rata-rata mencapai 93% setiap bulannya.

“Alhamdulillah, salah satu hal penting adalah tekun dan mau belajar” pungkasnya.

Jerri Irgo

Aplikasi Desain Primer PCR pada Bioinformatika

Bioinformatika merupakan bidang yang berkembang pesat dalam ilmu biologi. Tidak hanya ilmu biologi, bioinformatika juga didukung ilmu komputer, kimia dan statistika. Bioinformatika digunakan dalam penelitian terapan bioteknologi dan biomedis. Pada bidang biologi molekular, bioinformatika digunakan untuk proses Polymerase Chain Reaction (PCR). PCR merupakan metode enzimatis untuk melipatgandakan secara eksponensial suatu sekuen nukleotida tertentu secara in vitro. PCR digunakan secara luas untuk mengidentifikasi dan memanipulasi DNA, mendeteksi patogen berbagai penyakit (HIV, hepatitis, TBC, Avian Influenza), mendeteksi variasi genetik, kajian forensic dan paternity, serta analisis genetik lainnya.

Ok - April 22 2017 - Aplikasi Desain Primer Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Bioinformatika

Dinda Eling Kartikaning Sasmito didampingi Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D (Photo Jerri)
Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan hal tersebut saat mendampingi release penelitian Dinda Eling Kartikaning Sasmito, Mahasiswa Konsentrasi Informatika Medis Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (24 Rajab 1438 H/ 22 April 2017).

“Proses PCR membutuhkan 4 komponen utama: 1) DNA cetakan, yaitu fragmen DNA yang akan dilipatgandakan, (2) oligonukleotida primer, yaitu suatu sekuen oligonukleotida pendek (15-25 basa nukleotida) yang digunakan untuk mengawali sintesis rantai DNA, (3) deoksiribonukleotida trisofat (dNTP), terdiri atas dATP, dCTP, dGTP, dTTP, dan (4) enzim DNA polimerase, yaitu enzim yang melakukan katalisis reaksi sintesis rantai DNA. Komponen lain yang juga penting adalah larutan penyangga (buffer). Keberhasilan PCR sangat tergantung pada kualitas oligonukleotida primer” jelas Izzati.

Penelitian sebagai syarat untuk menyelesaikan studi S2, Dinda Eling Kartikaning Sasmito melakukan mencari desain primer yang optimum pada suatu sekuen DNA cetakan. Penelitian dilakukan mengacu pada penelitian terdahulu (Yang, Cheng, Chang, & Chuang, 2008; Wu dkk., 2004; dan Lin dkk., 2005) dengan pembaruan memasukkan parameter repeats and runs serta mismatch dalam komputasinya, serta metode penyilangan aritmatika yang digunakan pada proses genetika dalam algoritma pencarian.

“Aplikasi yang dibangun pada penelitian menggunakan Bahasa Indonesia, dengan fitur pencarian desain primer optimum dari suatu sekuen DNA, serta analisis desain primer untuk mengetahui nilai parameter-parameter primer dari pasangan primer yang telah dimiliki. Sekuen DNA yang diujikan pada penelitian ini adalah CYP1A1, merupakan sekuen pada manusia yang memiliki hubungan dengan peningkatan resiko kanker paru-paru” ujarnya.

Pengujian yang telah dilakukan berupa pengujian kinerja aplikasi, pengujian parameter genetika, pengujian parameter primer serta perbandingan hasil dengan aplikasi sejenis. Pada pengujian kinerja aplikasi, seluruh fitur dan fungsi tombol telah berfungsi dengan baik. Pengujian parameter genetika menghasilkan parameter penyilangan dan parameter mutasi yang sesuai untuk sekuen DNA target. Pengujian parameter primer dilakukan terhadap 2 pasang primer yang telah teruji berhasil untuk proses PCR di laboratorium Biokimia dengan bimbingan Prof. Dr. drh. Wayan T. Artama. Pada proses pengujian perbandingan hasil dengan aplikasi sejenis, aplikasi mampu menghasilkan pasangan primer dengan rata-rata nilai fitness maksimal yakni 100. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan primer yang telah teruji berhasil pada proses PCR di laboratorium serta yang dihasilkan oleh aplikasi sejenis: Primer3Web dan Primer3Plus.

Keberhasilan pada pengujian yang telah dilakukan pada penelitian menunjukkan bahwa aplikasi dapat digunakan untuk desain primer PCR. Sejauh ini pengujian terhadap sekuen yang telah berhasil pada proses PCR di laboratorium dilakukan untuk mengetahui nilai parameter-parameter primernya. “Pengujian tersebut dilakukan terhadap sekuen KF952601, sekuen gen sitokrom b untuk analisis hubungan filogenetik pada kambing di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan aplikasi yang dibangun digunakan untuk mencari primer serta menganalisis parameter primer pada sekuen tumbuh-tumbuhan atau makhluk hidup lainnya” ujar Izzati menutup release.

Jerri Irgo

PUSFID, Deteksi Berita Hoax Sultan HB X

Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital, mendeteksi pembuat berita hoax yang seolah-seolah menyatakan pendapat Sultan HB X tentang SARA. Berdasarkan deteksi pusat studi tersebut, berita yang ditulis menggunakan nama Rosa Linda itu terdapat kemiripan dengan konten tulisan Ferdiansyah tentang menyampaikan pendapat dari seseorang bernama Salim A Fillah.

Yudi Prayudi Digital Forensik Magister Teknik Informatika PPs FTI UII

Hal tersebut, disampaikan Yudi Prayudi di ruang kerjanya di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (20 April 2017).

Menurut Yudi Prayudi, konten pada berita yang dikabarkan hoax itu merujuk pada sebuah link http://www.metronews.tk/2017/04/sri-sultan-hamengkubuwono-maaf-bukan.html. Berita itu diposting di sebuah website yang patut diduga palsu dan seolah-olah mirip dengan portal resmi http://www.metronews.com.

Baca : Metro TV Jadi Korban ‘Web Phising’

“Teknik semacam itu dikenal dengan nama phising yaitu mengelabui pengguna dengan website yang mirip dengan tujuan mendapatkan data-data si pengguna,” ujar Yudi,
Dalam kasus metronews ini, web phising digunakan untuk mengelabui seolah-olah bahwa berita yang ditampilkan resmi. Top level domain dot tk pada http://www.metronews.tk merupakan top level domain yang sifatnya gratisan. Siapa pun dapat dengan mudah mendaftarkan domain pada top level itu.

Baca Pula : Analisis Peneliti Forensik Digital Soal Berita Palsu Catut Nama Sultan

“Dilihat dari logo website tampak website aslinya sebuah blog yang dibuat dengan engine blogspot. Domain itu digunakan sebagai alamat awal, namun kemudian diredirect ke salah satu alamat blog pada blogspot. Apa alamat blogspotnya dan atas nama siapa perlu didalami lagi,” papar Yudi.

Isi berita yang ditulis, memakai nama Rosa Linda dibuat pada 17 April 2017 dengan waktu unggah ke website pukul 20.45 WIB. Ia mencermati konten pada tulisan memiliki kemiripan dengan konten lain yang diposting pada alamat: http://teropongsenanyan.com/50868-ini-alasan-warga-tionghoa-tak-boleh-punya-hak-milik-tanah-di-yogyakarta.

Baca Juga : Penyebar Berita Hoax Sultan Terdeteksi

Postingan pada website di atas ditulis oleh seseorang dengan identitas Ferdiansyah pada hari Minggu 30 Oktober 2016 pukul 06.27.09 WIB. Berdasarkan cek kemiripan konten diperoleh angka 76 persen kemiripan. “Konten yang ditulis Ferdiansyah ini sebenarnya menyampaikan pendapat dari seseorang yang bernama Salim A Fillah. Terlepas bagaimana fakta sejarahnya, konten tersebut sifatnya pendapat pribadi,” jelasnya.

Siapa sebenarnya pemilik nama Rosa Linda, perlu pendalaman lebih lanjut apakah benar-benar itu orangnya atau bukan,” pungkas Yudi.

Jerri Irgo