Zaroni, Indonesia Masih Sulit Temukan Produk Halal

Dr. Zaroni Samadi, Peneliti Senior Supply Chain Indonesia mengatakan produk yang ada sekarang hanya dijamin halal dari isi produk. “Saya belum menemukan makanan bisa halal atau tidak dan menjamin proses logistik dari angkutan sampai kontainer yang halal prosesnya,” katanya kepada Bisnis, Minggu (6 Mei 2018).

“Ternyata, sampai saat ini sulit menemukan makanan halal sesuai syariat Islam yang benar-benar terjamin dari ladang sampai dihidangkan di meja makan” ungkap Dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana FTI UII tersebut

Berdasarkan syariat ajaran agama, produk yang boleh dimakan memiliki kriteria halal dari sisi zat yang sudah ditetapkan berdasarkan kitab suci. Bukan hanya itu, makanan tersebut juga halal dari cara perolehan dan pengolahannya.

Jika ditafsir lebih dalam, ini berarti pangan yang halal mencakup rangkaian kegiatan untuk penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk.

Zaroni menjelaskan permintaan produk halal di Indonesia sangat besar. Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy tahun 2016/2017, pada 2015 pertumbuhan pasar halal dunia mencapai US$1,9 triliun.

Sementara itu tahun 2019 diharapkan bisa tumbuh di kisaran US$2,54 triliun atau 21,2% dari total belanja dunia. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia belum melihat potensi besar ini.

Masih berdasarkan penelitian yang sama, Indonesia berada pada posisi ke-10 dengan poin 36 sebagai negara industri halal. Posisi Ini kalah jauh dari Malaysia yang berada di tempat pertama dengan skor 121.

Diberitakan Bisnis

Jerri Irgo

Model Attribute Based Access Control

Mohamad Fadli Panende, mendapatkan hasil pengujian Model Attribute Based Access Control (ABAC) dengan sampel data uji melalui rangkaian skenario, simulasi dan pengujian kinerja akses kontrol menggunakan tools yang dibuat khusus untuk menguji kinerja ABAC pada Lemari Penyimpanan Bukti Digital (LPBD) ini, didapatkan hasil bahwa akses kontrol yang dibuat telah berjalan dengan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya yang diharapkan. Selain itu pendekatan menggunakan metode ABAC ini juga dapat menjadi solusi dalam meningkatkan tingkat keamanan sistem LPBD khususnya dalam hal identifikasi user.

Alhamdulillah, penelitian tersebut mengantarkan, Mohamad Fadli Panende, meraih gelar Magister Komputer dari Konsentrasi Forensika Digital Program Studi Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta

Perancangan Model Attribute Based Access Control (ABAC) Pada Lemari Penyimpanan Bukti Digital (LPBD) ini diawali dengan melakukan perancangan model ABAC, dilanjutkan dengan membuat konsep XACML policy untuk dapat menyesuaikan antara kebutuhan ABAC dan kebutuhan sistem LPBD, serta diimplementasikan dalam bentuk model halaman login pada LPBD. “Pendekatan menggunakan metodeABAC pada LPBD ini juga dapat menjadi solusiatas permasalahan akses kontrol LPBD yang dibuat sebelumnya” ungkap Fadli melalui pesan singkat (11 April 2018).

Penelitian Faktor Mohamad Fadli Panende menjawab salah satu hal penting dalam proses investigasi sebuah kasus cybercrime yaitu hal yang terkait dengan barang bukti yang ditemukan. Bukti elektronik maupun bukti digital yang ditemukan dalam sebuah kasus kejahatan harus tetap terjaga keasliannya untuk dapat dipertanggung jawabkan dipengadilan. Sistem lemari penyimpanan bukti digital (LPBD) menjadi salah satu solusi untuk permasalahan manajemen bukti digital ini yang berdasar pada digital evidence cabinet (DEC), hanya saja sistem tersebut belum dilengkapi dengan model akses kontrol yang baik.

Sistem LPBD seharusnya dibuat tidak hanya berdasar pada permasalahan-permasalahan tentang manajemen bukti digital saja, akan tetapi komponen-komponen penting lainnya dalam lemari penyimpanan bukti digital itu sendiri yaitu pengaturan aksesnya, sehingga skema atau desain akses kontrolpolicy terhadap LPBDmenjadi sangat penting. Akses kontrol yang gunakan terhadap LPBD sebelumnya dibuat hanya dengan mekanisme authefikasi dan authorisasi user saja, tidak adanya parameter lain yang lebih kompleks untuk mendukung sebuahpermintaan akses yang dilakukan pada sistem LPBD.

Penelitian ini dilakukan pada LPBD dengan tahapan yang dimulai dari melakukan identifikasi masalah, studi literature, pembuatan konsep ABAC, implementasi, simulasi dan skenario kasus, melakukan pengujian, hasil dan analisa, serta memberikan kesimpulan. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu membangun rancangan akses kontrol pada LPBD menggunakan pedekatan attribute based access control (ABAC) dan melakukan pengujian terhadap keamanan sistem LPBD dalam segi pemberian hak akses pada user.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan toolskhusus untuk menguji kinerja akses kontrol, didapatkan hasil bahwa rancangan ABAC yang dibangun dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya yang diharapkan.

Pendekatan menggunakan ABAC ini dapat dijadikan solusi atas permasalahan akses kontrol LPBD sebelumnya, khususnya dalam proses identifikasi user. “Penggunaan pendekatan ABAC pada LPBD ini disebabkan ABAC merupakan model akses kontrol policyyang lebih fleksibel dalam penerapan atributterhadap user, dan hierarchy XACML yang dapat mendukung kebutuhan-kebutuhan akses kontrol yang digunakan pada LPBD” pungkasnya.

Selamat ya broo Mohamad Fadli Panende, makin sukses selalu !!

Jerri Irgo

Sharing Session, FKTI Unmul & PPs FTI UII

Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Universitas Mulawarman, yang beralamat di Jl. Panajam Kampus Gn. Kelua Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur melakukan silaturahmi dan sharing session ke Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta. (28 Maret 2018)

Ragam konsentrasi dan kurikulum yang ada di PPs FTI UII, yaitu Forensika Digital, Sistem Informasi Enterprise dan Informatika Medis menjadi salah satu agenda pembahasan di sharing session dilanjutkan kunjungan ke Laboratorium Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid)

Delegasi dipimpin Ramadiani, Ph. D, Ketua Jurusan Ilmu Komputer, beranggotakan Septia maharani, M. Kom, Sekretaris Ketua Jurusan Ilmu Komputer beserta Koordinator Program Studi Teknik Informatika, Masna Wati, MT, Kepala Unit GJMF : Novianti Puspitasari, M. Eng, Kepala Unit kerjasama Islamiyah, M. Kom. Juga tampak hadir juga Medi Taruk, M. Cs dan Hario Jati Setiayadi, M. Kom, keduanya Dosen Teknik Informatika serta Rika Panca Wahyuni, SE, Sekretariat dan Kerjasama diterima langsung Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua PPs FTI UII di ruang PPs 1 Lantai 1 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14,4 Sleman, Yogyakarta

Sedangkan Delegasi PPs FTI UII, tampak Fathul Wahid, Ph.D, Kepala Badan Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia, Yudi Prayudi, Ph.D Candidate, Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) dan Fietyata Yudha. S.Kom, M.Kom, Peneliti Pusat Studi Forensika Digital(Pusfid) yang ketiganya juga Dosen Magister Teknik Informatika PPs FTI UII serta Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing PPs FTI UII.

Jerri Irgo

PPs FTI UII, Menerima Mahasiswa Baru

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta, membuka kesempatan bagi lulusan S1 untuk melanjutkan studi S2 di PPs FTI UII, disampaikan di ruang kerja ketua PPs FTI UII, lantai 1 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (27 Maret 2018)

Merujuk Surat Keputusan No 130/Dir/20/PPs.FTI/III/2018 tentang Periode Pendaftaran Penerimaan Baru semester ganjil tahun 2018/2019, terdapat 3 periode pendaftaran.

  • Periode 1, pendaftaran mulai 2 April sd 25 Mei 2018, tes kolektif 26 Mei 2018 dan pengumuman pada tanggal 31 Mei 2018.
  • Periode 2. pendaftaran mulai 1 Juni sd 27 Juli 2018, tes kolektif 28 Juli dan pengumuman pada tanggal 31 Juli 2018
  • Periode 3. pendaftaran mulai 1 sd 24 Agustus 2018, tes kolektif 25 Agustus dan pengumuman pada tanggal 28 Agustus 2018

PPs FTI UII membuka Magister Teknik Industri dan Magister Teknik Informatika

Jerri Irgo

PPSDM Migas, Silaturahmi & Inisiasi Kerjasama

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) menerima kunjungan silaturahmi Delegasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) yang dipimpin Bambang Priyatna, Kepala Bidang Program dan Evaluasi didampingi FX. Yudi Triyono, Kepala Sub Bidang Pengembangan SDM dan Novi Hery Yono, Widyaiswara/Assesor serta Siti Khoirotun Nisa, Bagian Kerjasama.

PPSDM Migas yang berkantor di Jl. Sorogo No. 1, Cepu, Karangboyo, Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah diterima Dr. R. Teduh Dirgahayu di ruang kerjanya, PPs FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (23 Maret 2018)

Selain kunjungan silaturahmi delegasi PPSDM Migas juga melakukan inisiasi kerjasama dengan PPs FTI UII sebagaimana merujuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2016 memiliki Tugas Pokok untuk Melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.

Novi Hery Yono, anggota delegasi menjelaskan PPSDM Migas mempunyai fungsi diantaranya “Penyusunan perencanaan dan standarisasi pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi, selain itu juga penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang minyak dan gas bumi sehingga diharapkan dapat berkerjasama dengan Perguruan Tinggi”

PPSDM Migas adalah sebuah institusi yang menempati area seluas 129 hektar di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah. Memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan terakreditasi, serta memiliki sumber daya manusia yang handal, agar tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di kancah internasional.

Novi menambahkan “Pengguna pelatihan adalah dari institusi pemerintahan, industri migas petrokimia dan industri energi lainnya, perguruan tinggi serta dari masyarakat umum. PPSDM Migas dalam pelaksanaan jasa uji kompetensi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi LSP PPT Migas dengan 36 ruang lingkup Sertifikasi Tenaga Teknik Khusus (STTK)”.

Jerri Irgo

Teduh, Sambut Keluarga Baru Magister Teknik Informatika

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, menyambut langsung keluarga baru, Mahasiswa Baru Magister Teknik Informatika (MI) di ruang Audiovisual FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (23 Maret 2018).


“Selamat datang mahasiswa baru Magister Teknik Informatika (MI) UII, terima kasih telah mempercayai MI PPs FTI UII dalam melanjutkan studi S2 semoga dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu yaitu selama 4 semester” tutur Dr. R. Teduh Dirgahayu dalam sambutannya.

Magister Teknik Informatika PPs FTI UII pada Semester Genap Tahun 2017/2018, menerima 25 Mahasiswa Baru atau 41,7% dari jumlah seluruh pendaftar. Tercatat 8 mahasiswa mengambil konsentrasi Informatika Medis, konsentrasi Forensika Digital tercatat 7 mahasiswa dan konsentrasi Sistem Informasi Enterprise 10 mahasiswa.

“Kami ucapkan selamat atas keberhasilan saudara dalam seleksi di MI UII, perlu diingat bahwa saudara telah menyisihkan beberapa orang yang mestinya juga akan studi di MI UII ini, sehingga saudara harus melaksanakan amanah studi ini dengan baik dan agar dapat menyelesaikan tepat waktu, cukup 4 semester saja” tegasnya.

Baca : Danar dan Seabrek Prestasi Akademiknya

Kendala yang banyak ditemui adalah saat tesis. Tesis ditempuh di semester 4, namun mulai semester 2 sudah harus memulai merancang tesis yang akan ditulis. Insha Allah dengan memulai tesis di awal, target 4 semester selesai dapat terwujud.

Kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru MI PPs FTI UII, selain untuk memperkenalkan lingkungan kampus dan juga sebagai sarana penjelasan akademik serta konsultasi jika masih ditemukan beberapa masalah terkait perkuliahan.

Secara terpisah, Sujono, Mahasiswa Baru konsentrasi Sistem Informasi Enterprise ungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, bahagia sekali, diberikan amanah kembali untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, ini adalah impian yang telah lama ingin kuraih” ujarnya

“Semoga Allah berikan kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan studi dan semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi sesama dan kelak akan membersamai di akhirat. Bismillah, kunfayakun, Insha Allah, Allah akan menolongku… Aamiin” pungkas Sujono

Jerri Irgo

 

Danar dan Seabrek Prestasi Akademiknya

Alhamdulillah, Danar Sari Retno, menjadi salah satu Wisudawan Universitas Islam Indonesia (UII) periode Maret 2018 yang meraih Cum Laude” ungkap Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII)

Hal tersebut diungkapkan Dr. R. Teduh Dirgahayu,seusai memberikan apresiasi kepada Danar di Ruang Kerja PPs FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (23 Maret 2018)

Danar, tercatat sebagai penerima Beasiswa Alumni dari Program Studi S1 Teknik Informatika untuk melanjutkan S2 di konsentrasi Sistem Informasi Enterprise, Magister Teknik Informatika PPs FTI UII Yogyakarta

Alhamdulillah, selain Cum Laude,  capaian Danar selama studi yang ditempuh 1 tahun 10 bulan dari 2 tahun masa studi normal adalah tidak pernah cuti akademik dan telah melakukan publikasi ilmiah di 3 kali, yaitu Adopsi Theory of Planned Behavior Untuk Pengembangan Model Pengaruh Budaya Terhadap Penggunaan E-Commerce di Jurnal Buana Informatika tahun 2017, selanjutnya Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Perilaku Penggunaan E-commerce: Daerah Istimewa Yogyakarta, INTENSIF tahun 2018 dan Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Perilaku Penggunaan E-commerce: Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Timur Universitas Islam Indonesia 2018.

Adapun prestasi Danar, setelah dinyatakan lulus kuliah adalah saat ini sudah bekerja menjadi Dosen dan Peneliti di STMIK-STIKOM BALIKPAPAN Balikpapan, sehingga indikator pencapainnya bertambah, yaitu masa tunggu mendapatkan pekerjaan menjadi 0 (Nol).

“Semoga dengan prestasi Danar yang seabrek tersebut akan memberikan motivasi bagi rekan-rekan yang saat ini masih menempuh studi, aamiinnn” pungkas  Dr. R. Teduh Dirgahayu

Jerri Irgo

Tren Industri Jilbab di Indonesia

Tidak pantas rasanya bagi kita untuk melupakan perintah-Nya jika kita ingin selalu diingat-Nya. Tidak pantas rasanya jika membuka aurat kita, jika kelak kita ingin bertemu dengan yang Maha Suci. Tidak kah kita merasa malu jika menginginkan begitu banyak kebahagiaan dan cinta dari- Nya, tanpa memberikan apapun bahkan tak mengikuti apa-apa yang telah menjadi seruan-Nya.

Goresan tangan Merisha Hastarina, ST., M.Eng, Sekretaris Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Palembang, tersebut meraih Juara III Lomba Esai PPM (Pemberdayaan dan Pemuliaan Muslimah) bekerja sama dengan Divisi Dakwah Indonesian Muslim Society in Korea (IMUSKA) diposting 2011.

“Jilbab bukan hanya budaya semata, dikenakan bukan karena sekarang ini sedang banyak orang yang memakainya, bukan agar kita dipandang sebagai orang yang lebih beriman, bukan pula hanya karena satu peraturan yang harus kita patuhi. Kerudung adalah sebuah pilihan, komitmen diri untuk berpegang dan terus berjalan dalam kehidupan Islami”, ungkapnya melalui pesan singkatnya seusia  penandatangan Nota Kesepahaman antara FTI UII dan FT Universitas Muhammadiyah Palembang tentang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (14 Maret 2018).

Baca : UII dan UMP, Kerjasama Pengembangan IPTEK 

Tulisan Merisha tersebut ikut menggaungkan bahwa Indonesia akan menjadi pusat mode Muslim dunia pada 2020. Ada yang mendukung, ada pula yang meragukan dan faktanya tren industri Hijab pada kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini mengalami tren positif naik secara dinamis.

Trend tersebut tentu patut untuk diapresiasi tinggi, karena sangat beralasan, dimana industri fashion kreatif ini pada umumnya didominasi oleh orang-orang muda yang berada di usia 18-35 tahun. Bidang fashion ini tidak hanya menyerap banyak tenaga kerja, tetapi juga secara sistematik dan berkelanjutan meningkatkan perekonomian Indonesia semakin baik.

Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perekonomian pernah  merilis “Industri fashion menyumbangkan hampir tujuh milyar dollar, dan mengalami peningkatan 2-3% dari sisi ekspor dan fashion busana muslim, menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi”.

Mendukung rilis tersebut, mengutip Perkembangan Fashion Hijab Indonesia yang Mendunia yang direlease (7 Februari 2018) oleh Kara Indonesia yang termasuk kedalam salah satu Industri Fashion Kreatif bergerak di bidang fashion muslim yang berkembang pesat. Brand (Kara Indonesia) ini berdiri tahun 2012 bersama Hijaber Community dengan berbagai macam fashion style juga hijab.

Baca : Trend Industri Jilbab di Indonesia dalam Perspektif Logistic & Supply Chain Management, analisis Dr, Zaroni CISCP, CFMP

“Untuk kalian yang baru memulai berjilbab sedikit demi sedikit perbaiki jilbab dan pemahaman kita tentang agama. Jangan takut dicela. Mudah-mudahan Allah nanti kasih pemahaman ke kita”. Pesan dari Ambu selaku CEO dari Kara Indonesia dengan koleksi Kara Indonesia yang memadukan beberapa warna yang dianggap tidak terlalu mencolok, seperti warna-warna pastel, hitam putih yang terkesan soft.

Jerri Irgo

Beasiswa Alumni – MTI UII

Beasiswa Alumni dari Program Studi (Prodi) S1 Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) adalah program bagi Alumninya untuk melanjutkan Studi S2 di Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana FTI UII. Adapun pendaftaran sampai dengan Sabtu, 24 Maret 2018, Perkulihan mulai tanggal Senin, 2 April 2018.

Hal tersebut disampaikan Dr Ir Elisa Kusrini MT CPIM CSCP, Sekretaris Program Pascasarjana FTI UII di ruang kerjanya Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,4 Sleman Daerah istimewa Yogyakarta (16 Maret 2018)

Baca : Berma, Kuliah di MTI Sangat Menyenangkan 

Dr. Ir. Elisa Kusrini, menambahkan Keunggulan Kuliah di MTI PPs FTI UII, adalah  selain Akreditasi B dari BAN PT, juga dapat meraih Double Designation: gelar Magister Teknik (MT) dan gelar Sertifikasi Internasional – Certified International Project Manager (CPIM) atau Accredited Supply Chain Analyst (ASCA) (Optional). “Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mengambil Sertifikasi Keahlian dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi / BNSP – (Certified Risk management Officer) dan tersedia Beasiswa dalam bentuk SPP dan Bantuan Biaya Riset (Tesis)” pungkasnya

Adapun info detail Beasiswa Alumni – MTI UII  hubungi sdr Jerri Irgo – 0813.9246.9391

Jerri Irgo

Tingkatkan Literasi Siber, Jogja Mendaras Data

YOGYAKARTA — Untuk meningkatkan literasi dalam beraktivitas di media sosial pada era siber, sejumlah dosen di Yogyakarta mendirikan Jogja Mendaras Data (JMD).

“Jogja Mendaras Data ini merupakan inisiatif dari sejumlah dosen di Yogyakarta agar masyarakat siber tidak gampang terjerumus dan bermain informasi hoax di media sosial. Sesuai namanya mendaras, artinya mengkaji atau belajar dengan sungguh agar cerdas dalam menggunakan media sosial”.Demikian disampaikan Fathul Wahid, dosen Program Magister Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII), salah satu inisiator JMD, yang juga Kepala Badan Sistem Informasi (BSI) UII, dalam konferensi pers peluncuran JMD di kampus UII Yogyakarta (15/3).

“Kami memiliki perangkat teknologi yang memungkinkan digunakan untuk menyimpan dan menganalisis data percakapan warganet melalui media sosial seperti Twitter. Data ini menjadi sangat penting untuk mendeteksi apakah sebuah topik yang lagi hangat menjadi perbincangan warganet sengaja digerakkan oleh kelompok kepentingan, atau benar-benar murni kepentingan publik”, tambah Andri Setiawan, dosen Program Magister Informatika, yang juga Wakil Kepala BSI UII.

“Kelak JMD akan menyediakan data bagi publik tentang apa saja terkait berbagai isu aktual yang menjadi perbincangan publik”, ungkap Bagus Fajriya Hakim, Ketua Program Studi Statistika UII.

Turut hadir dalam peluncuruan JMD, Ismail Fahmi yang juga pengajar Program Magister Informatika, Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Yogyakarta. Kepada media, Fahmi menjelaskan, dalam pengoperasiannya JMD akan dibantu oleh Drone Emprit yang dikembangkan oleh Media Kernels Indonesia, yang sudah berpengalaman terlebih dahulu dalam pendataan dan pemetaan pembicaraan warganet di media sosial.

“Data yang tersimpan nanti dapat diakses oleh siapa saja. Kami akan buat mekanisme teknisnya agar banyak orang dapat mengakses data percakapan warganet di media sosial secara gratis”, jelasnya. “Namun, akan dibuat mekanisme yang mengendalikan keteraksesannya,” lanjutnya.

“Fokus JMD sejalan dengan ide Program Pascasarjana FTI UII yang sedang menggodog pembukaan konsentrasi baru dalam bidang sains data atau analitika data”, jelas Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise dan Direktur Program Pascasarjana FTI UII.

Sementara itu pengamat sosial media UIN Sunan Kalijaga, Iswandi Syahputra yang juga tergabung dalam JMD menjelaskan, JMD dapat membantu membersihkan informasi pada era media baru.”Saat ini siapa saja bisa membuat dan menyebar informasi tentang apa saja di media sosial. Informasi menjadi berlimpah ruah. Apalagi memasuki tahun politik. Informasi dapat menjadi komoditas politik. Informasi bersih dan kotor atau tersamar menjadi bercampur di media sosial. JMD dapat menjadi alat pembersih informasi berbasis data. Demokrasi virtual tidak dapat dibangun dari informasi yang kotor”, jelasnya.

“JMD ingin mendedikasikan diri untuk mengembangkan kajian dan penelitan bidang media sosial terkait isu-isu kontemporer. Harapannya, masyarakat semakin cerdas dalam bermedia sosial, bicara berbasis data, dan terhindar dari berita palsu (hoax)”, tambah Subhan Afifi, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta.

“JMD terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja bersama berbagai pihak yang memiliki visi dan dedikasi sama, yaitu publik yang cerdas dalam bermedia, iklim media sosial yang sehat, dan informasi yang bersih”, papar MuzayinNazaruddin Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UII Yogyakarta.

Jerri Irgo