Memperhatikan Kesejahteraan Pekerja

Andar Dhini Esti Setianingrum, Mahasiswa Konsentrasi Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri, Magister Teknik Indystri Program Pascasarjana FTI UII

Memperhatikan Kesejahteraan Pekerja

Tingginya angka kecelakaan kerja tidak dapat dipungkiri melihat banyaknya pembangunan yang sedang dikerjakan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini sangat disayangkan mengingat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajeman Keselamataan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum, mewajibkan pekerja kontruksi memenuhi syarat-syarat tentang keamaanan, keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

Meski pengadaan K3 dinilai cukup tinggi namun hal ini sangat lah penting baik bagi pekerja maupun bagi perusahaan. Pengadaan K3 adalah upaya agar dapat mengindari atau meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja pada saat proses kerja.

Sumber Photo: Tirto.id

Dilihat dari setahun terakhir banyak terjadi kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa baik luka ringan, cacat permanen hingga meninggal dunia. Hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut penyebeb terjadinya kecelakaan kerja. Apakah waktu kerja yang melampaui batas sehingga pekerja kelelahan dan tidak dalam keadaan yangt baik, atau tidak berjalan dengan baiknya sop k3 sehingga terjadi kelalaian yang berdampak fatal.

Yang sangat disayangkan adalah hal ini terjadi oleh persahaan ternama bahkan dibawah naungan BUMN yang sudah memiliki track record yang baik dalam pembangunan namun belakangan mengalami beberapa kejadian yang sangat mengecewakan.

Diharapkan perusahaan dibidang konstruksi lebih memperhatikan kesejahteraan pekerja salah satu cara dengan memeperbaiki sistem dan menjalankan SOP K3 dengan baik sehingga dapat meminimalisir nya kecelakaan yang ada khusunya di bidang konstruksi.