Berpikir Seperti Ekonom

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

Berpikir Seperti Ekonom

Keberhasilan dalam mengelola bisnis sangat ditentukan seberapa anda memahami pasar di mana berbisnis. Tidak peduli seberapa besar ukuran perusahaan anda. Tidak peduli usia operasional perusahaan anda. Tidak peduli jenis usaha anda.

Tidak masalah jenis organisasi anda, apakah organisasi bisnis yang berorientasi profit atau institusi nirlaba seperti rumah sakit dan sekolahan.

Memahami pasar berarti mampu mengenali peluang, kendala, dan tantangan yang dihadapi untuk memaksimalkan tujuan dan nilai organisasi. Bagi organisasi bisnis, tujuan perusahaan adalah memaksimalkan profit melalui pelayanan pelanggan dan pengembangan bisnis dan produk. Sementara bagi organisasi nirlaba, tujuan institusi adalah memberikan pelayanan publik atau anggota organisasi secara efektif dengan menggunakan sumber daya yang paling efisien.

Pengelolaan organisasi bisnis memerlukan pilihan keputusan strategi dan eksekusi strategi yang efektif.

Teori dan konsep-konsep ilmu ekonomi dapat digunakan untuk menentukan keputusan strategi dan bagaimana memilih berbagai alternatif keputusan. Umumnya bidang ilmu ekonomi yang paling banyak digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis adalah ekonomi mikro (microeconomics). Bidang ilmu ekonomi mikro ini mempelajari bagaimana perilaku individu dari konsumen dan perusahaan dalam memenuhi kebutuhannya untuk memaksimalkan kepuasan atau nilai perusahaan.

Ekonom menggunakan asumsi dalam menganalisis permasalahan dan pengambilan keputusan atau kebijakan.

Asumsi dapat menyederhanakan dunia yang kompleks dan memudahkan dalam memahami persoalan. Untuk mempelajari pengaruh perdagangan internasional, misalnya, ekonom mengasumsikan bahwa dunia hanya ada dua negara dan setiap negara hanya menghasilkan dua barang.

Tentu saja, dalam kenyataannya di dunia ini ada banyak negara dan setiap negara menghasilkan banyak produk dan jasa. Tetapi, dengan mengasumsikan dunia hanya terdiri dari negara dan dua jenis produk, ekonom dapat memfokuskan pada inti permasalahan, yaitu perdagangan internasional. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perdagangan internasional dalam dunia imajiner yang disederhanakan, maka ekonom dapat memahami persoalan perdagangan internasional yang lebih kompleks.

Selain penggunaan asumsi, ekonom kerap menggunakan model ekonomi (economic models). Model merupakan penyederhanaan dari realitas. Umumnya ekonom menggunakan model ekonomi The Circular-Flow Diagram dan The Production Possibilities Frontier.

Model pertama: the circular-flow diagram

Perekonomian suatu negara terdiri dari banyak jutaan orang yang melaksanakan berbagai aktivitas seperti pembelian, penjualan, bekerja, rekruitmen tenaga kerja, produksi, investasi, dan lain-lain. Untuk memahami bagaimana perekonomian bekerja, ekonom menggunakan model The Circular-Flow Diagram. Model ini menjelaskan hubungan antara pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian. Dalam model The Circular-Flow Diagram, pelaku ekonomi disederhanakan hanya dua: rumah tangga (households) dan perusahaan (firms).

Rumah tangga membeli dan mengkonsumsi barang dan jasa. Selain itu rumah tangga juga menyediakan faktor produksi seperti tanah dan tenaga kerja. Rumah tangga menerima income atas upah dari tenaga kerja yang diberikan, penerimaan hasil penyewaaan atas tanah, dan hasil penggunaan modal.

Sementara itu, perusahaan memproduksi dan menjual barang dan jasa ke rumah tangga. Perusahaan mempekerjakan tenaga kerja dan menggunakan faktor produksi yang disediakan rumah tangga. Perusahaan menerima pendapatan dari rumah tangga atas hasil penjualan barang dan jasa.

Perusahaan membayar upah, sewa, dan imbal hasil atas penggunaan modal dari rumah tangga.

The Circular-Flow Diagram merupakan skema representasi organisasi sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Keputusan dibuat oleh rumah tangga dan perusahaan. Rumah tangga dan perusahaan saling berinteraksi dalam pasar barang dan jasa (dimana perusahaan sebagai penjual dan rumah tangga sebagai pembeli) dan pasar input faktor-faktor produksi (dimana perusahaan sebagai pembeli dan rumah tangga sebagai penjual).

Model kedua: the production possibilities frontier

The Production Possibilities Frontier merupakan grafik yang menunjukkan kombinasi output dalam perekonomian yang mungkin dapat dihasilkan dengan faktor produksi dan teknologi yang tersedia.

Dalam Production Possibilities Frontier, perekonomian diasumsikan hanya memiliki kemampuan untuk menghasilkan dua kombinasi produk, misalnya mobil dan komputer.
Perekonomian mampu menghasilkan kombinasi output mobil dan komputer dalam dan di titik sepanjang production possibilities frontier. Peningkatan kapasitas produksi dimungkinkan dengan peningkatan teknologi dan produktivitas tenaga kerja.

Konsep-konsep ekonomi yang dapat kita pelajari dari model Production Possibilities Frontier adalah: scarcity, efficiency, trade-offs, opportunity cost, dan economic growth.
Perekonomian mencapai kondisi efisien manakala menghasilkan produk pada titik sepanjang production possibilities frontier.

Keputusan produksi suatu produk dilakukan secara trade-offs, meningkatkan output produk dengan menurunkan output produk lain. Keputusan trade-offs ini juga menimbulkan opportunity cost. Dalam production possibilities frontier kita juga mengenal konsep economic growth, pertumbuhan ekonomi suatu negara meningkat manakala terjadi shifting dalam production possibilities frontier.

Penggunaan konsep ekonomi dalam bisnis Sejatinya, manajer mengelola bisnis dimaksudkan untuk menghasilkan keuntungan atau profit melalui penyediaan produk dan jasa kepada pelanggan. Secara sederhana, profit dicapai bila pendapatan yang diperoleh melebihi biaya yang dikeluarkan. Sebaliknya, bila pendapatan tidak dapat menutupi biaya, maka perusahaan menderita kerugian. Setiap keputusan yang dilakukan manajer diarahkan untuk mendapatkan profit secara maksimal.

Dalam mengelola bisnis, keputusan penting yang harus diambil oleh manajer adalah berapa unit output yang harus diproduksi atau dijual untuk mendapatkan profit maksimal dengan sumber daya faktor produksi yang terbatas.

Untuk melayani pelanggan dengan menyediakan produk dan jasa, manajer mengelola sumber daya. Dalam ilmu ekonomi sumber daya ini merupakan faktor-faktor produksi sebagai input dalam fungsi produksi.

Contoh faktor produksi yang umum digunakan dalam model fungsi produksi adalah labor dan kapital, yang lazim dinotasikan sebagai Q = f (L,K). Fungsi ini cukup mewakili dari keseluruhan fungsi produksi Q = f (X1, X2, …, Xn). Dimana L dan K masing-masing melambangkan labor dan capital.

Penggunaan sumber daya faktor produksi menimbulkan cost. Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal berbagai jenis dan konsep cost: variabel cost, fixed cost, sunk cost, avoidable cost, opportunity cost, explicit cost, dan implicit cost. Menariknya, konsep cost dalam ilmu ekonomi lebih komprehensif dibandingkan dengan konsep cost yang diajarkan dalam akuntansi.

Karenanya, dalam ilmu ekonomi kita menyebut economic profit, yang dihitung dari total revenue dikurangi explicit costs dan implicit costs. Sementara profit yang umum dikenal dalam perhitungan profit perusahaan adalah accounting profit. Dalam accounting profit, cost yang diperhitungkan hanyalah explicit cost.

Memaksimalkan economic profit merupakan misi utama manajer dalam mengelola bisnis. Ilmu ekonomi mengajarkan konsep marginal analysis untuk pengambilan keputusan yang paling optimal. Konsep marginal analysis didasarkan pada berapa output atau benefit yang paling optimal atas keputusan perubahan tingkat input atau aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan output.

Pemahaman manajer mengenai konsep permintaan (demand), penawaran (supply), dan keseimbangan pasar (market equilibrium) penting untuk mengenali dan melayani konsumen dalam konteks persaingan pasar. Dalam ilmu ekonomi, setidaknya tingkat persaingan pasar dibedakan sesuai struktur pasar menjadi pasar dengan persaingan sempurna (competitive market), pasar dengan monopoli (market power), monopolistics competition, dan pasar oligopoli. Pemahaman tingkat persaingan pasar mengarahkan manajer dalam keputusan strategi harga dan keputusan produksi yang paling optimal.

Dalam pasar persaingan sempurna, banyak perusahaan yang menjual produk yang sama atau tidak ada differentiated, tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk masuk atau keluar pasar.

Pada struktur pasar seperti ini, manajer akan mengikuti harga pasar (price-taker). Dengan harga yang sudah ditentukan oleh pasar melalui keseimbangan permintaan dan penawaran, keputusan rasional seorang manajer adalah menentukan berapa unit output yang harus diproduksi dan dijual untuk memaksimalkan profit.

Pada pasar monopoli, sebaliknya, hanya ada satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa di pasar. Umumnya hambatan untuk memasuki pasar terjadi karena beberapa penyebab, antara lain sumber daya monopoli, proteksi dari pemerintah atau hak eksklusif yang diberikan pemerintah kepada suatu perusahaan. Manajer memiliki kebebasan dalam menentukan harga produk untuk memaksimalkan profit.

Pada pasar monopolistics competition, merupakan antara monopoli dan persaingan sempurna. Pada struktur pasar mopolistik, banyak perusahaan menjual produk yang serupa namun tidak sama. Karakteristik utama dari struktur pasar monopolistik adalah diferensiasi produk. Adanya product differentiation ini, manajer pada struktur pasar monopolistik tetap sebagai price-setter, alih-alih sebagai price-taker.

Pada setiap struktur pasar di atas, baik pasar persaingan sempurna, monopoli, maupun monopolistik, manajer tidak perlu mempertimbangkan reaksi pesaing dalam melakukan strategi perubahan harga. Manajer fokus pada penentuan unit output atau harga secara independen. Kondisi ini tidak bisa terjadi pada struktur pasar oligopoli. Dalam pasar oligopoli, keputusan harga dan penentuan output akan direspon oleh pesaing. Karenanya, manajer perlu memahami keputusan dan reaksi pesaing atas strategi yang dilakukan perusahaan.

Permintaan suatu produk menentukan tingkat penjualan. Pemahaman yang baik mengenai bagaimana hukum permintaan bekerja dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi tingkat permintaan penting bagi para manajer dalam keputusan bisnis.

Ilmu ekonomi mengajarkan konsep yang sangat menarik mengenai permintaan yang melahirkan hukum permintaan (the law of demand). Dalam ilmu ekonomi, hukum permintaan disederhanakan dengan melihat hubungan antara harga (price) dan jumlah unit barang yang diminta (quantity demanded).

Hukum permintaan menyatakan bahwa dengan asumsi faktor-faktor lain tetap – sering disebut dengan istilah ceteris paribus, kuantitas barang yang diminta akan menurun manakala harga barang tersebut naik.

Ilmu ekonomi menyajikan keterkaitan antara harga dan kuantitas barang yang diminta dalam kurve permintaan. Dari kurve permintaan ini, manajer dapat menganalisis keputusan strategi harga apakah penaikan harga atau penurunan harga untuk menentukan jumlah penjualan yang paling optimal.

Menariknya, tidak selalu keputusan penurunan kenaikan harga jual dapat meningkatkan penjualan total. Ilmu ekonomi mengingatkan para manajer untuk memerhatikan elastisitas permintaan sebelum para manajer menaikkan atau menurunkan harga barang dan melihat pengaruhnya terhadap penjualan total.

Permintaan pasar merupakan penjumlahan secara agregat permintaan individu dari setiap konsumen. Kurve permintaan dapat pindah (shifting) dari kurve D1 ke kurve D2, D3, dan seterusnya.

Perpindahan dari D1 ke D2, D3, dan seterusnya dimungkinkan karena perubahan income, perubahan harga produk-produk subsitusi dan komplimenter, perubahan selera konsumen, ekspektasi terhadap kondisi masa depan, jumlah pembeli dalam pasar.

Dalam mengelola bisnis, manajer perlu memahami dinamika perubahan permintaan pasar ini agar dapat melalukan peramalan permintaan suatu produk dan jasa dengan lebih baik.
Di sisi penawaran, ilmu ekonomi mengajarkan kurve penawaran untuk menganalisis keterkaitan antara harga produk dengan kuantitas produk yang ditawarkan di pasar. Semakin tinggi harga produk, maka banyak perusahaan yang bersedia memproduksi atau menjual produk ke pasar.

Perpindahan kurve penawaran dimungkinkan bila ada perubahan harga faktor input produksi, penerapan dan kemajuan teknoologi, ekspektasi, dan jumlah penjual di dalam pasar.

Dari kurve permintaan dan penawaran diperoleh titik keseimbangan pasar (market equilibrium). Suatu kondisi keseimbangan pasar pada harga dan kuantitas tertentu. Pada keseimbangan pasar tidak terjadi surplus atau shortage barang.

***

Banyak konsep dan cara pemikiran ekonom yang dapat diadaptasi oleh manajer dalam mengelola bisnis untuk memaksimalkan nilai perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang terbatas secara efisien dan efektif.

Terminologi dan konsep-konsep dalam ilmu ekonomi seperti marginal revenue, total revenue, marginal product, average product, total product, marginal cost, hukum permintaan, hukum penawaran, keseimbangan pasar, elastisitas, production possibilities frontier, price discrimination, profit maximization, economies of scale and scope, cost-minimizing, game theory, dan lain-lain perlu digali dan dipelajari kembali, sehingga manajer mampu memiliki pemahaman yang baik, pemikiran, dan pertimbangan keputusan bisnis yang komprehensif di tengah perubahan lingkungan bisnis yang sangat dinamis ini.