Model Attribute Based Access Control

Mohamad Fadli Panende, mendapatkan hasil pengujian Model Attribute Based Access Control (ABAC) dengan sampel data uji melalui rangkaian skenario, simulasi dan pengujian kinerja akses kontrol menggunakan tools yang dibuat khusus untuk menguji kinerja ABAC pada Lemari Penyimpanan Bukti Digital (LPBD) ini, didapatkan hasil bahwa akses kontrol yang dibuat telah berjalan dengan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya yang diharapkan. Selain itu pendekatan menggunakan metode ABAC ini juga dapat menjadi solusi dalam meningkatkan tingkat keamanan sistem LPBD khususnya dalam hal identifikasi user.

Alhamdulillah, penelitian tersebut mengantarkan, Mohamad Fadli Panende, meraih gelar Magister Komputer dari Konsentrasi Forensika Digital Program Studi Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta

Perancangan Model Attribute Based Access Control (ABAC) Pada Lemari Penyimpanan Bukti Digital (LPBD) ini diawali dengan melakukan perancangan model ABAC, dilanjutkan dengan membuat konsep XACML policy untuk dapat menyesuaikan antara kebutuhan ABAC dan kebutuhan sistem LPBD, serta diimplementasikan dalam bentuk model halaman login pada LPBD. “Pendekatan menggunakan metodeABAC pada LPBD ini juga dapat menjadi solusiatas permasalahan akses kontrol LPBD yang dibuat sebelumnya” ungkap Fadli melalui pesan singkat (11 April 2018).

Penelitian Faktor Mohamad Fadli Panende menjawab salah satu hal penting dalam proses investigasi sebuah kasus cybercrime yaitu hal yang terkait dengan barang bukti yang ditemukan. Bukti elektronik maupun bukti digital yang ditemukan dalam sebuah kasus kejahatan harus tetap terjaga keasliannya untuk dapat dipertanggung jawabkan dipengadilan. Sistem lemari penyimpanan bukti digital (LPBD) menjadi salah satu solusi untuk permasalahan manajemen bukti digital ini yang berdasar pada digital evidence cabinet (DEC), hanya saja sistem tersebut belum dilengkapi dengan model akses kontrol yang baik.

Sistem LPBD seharusnya dibuat tidak hanya berdasar pada permasalahan-permasalahan tentang manajemen bukti digital saja, akan tetapi komponen-komponen penting lainnya dalam lemari penyimpanan bukti digital itu sendiri yaitu pengaturan aksesnya, sehingga skema atau desain akses kontrolpolicy terhadap LPBDmenjadi sangat penting. Akses kontrol yang gunakan terhadap LPBD sebelumnya dibuat hanya dengan mekanisme authefikasi dan authorisasi user saja, tidak adanya parameter lain yang lebih kompleks untuk mendukung sebuahpermintaan akses yang dilakukan pada sistem LPBD.

Penelitian ini dilakukan pada LPBD dengan tahapan yang dimulai dari melakukan identifikasi masalah, studi literature, pembuatan konsep ABAC, implementasi, simulasi dan skenario kasus, melakukan pengujian, hasil dan analisa, serta memberikan kesimpulan. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu membangun rancangan akses kontrol pada LPBD menggunakan pedekatan attribute based access control (ABAC) dan melakukan pengujian terhadap keamanan sistem LPBD dalam segi pemberian hak akses pada user.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan toolskhusus untuk menguji kinerja akses kontrol, didapatkan hasil bahwa rancangan ABAC yang dibangun dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya yang diharapkan.

Pendekatan menggunakan ABAC ini dapat dijadikan solusi atas permasalahan akses kontrol LPBD sebelumnya, khususnya dalam proses identifikasi user. “Penggunaan pendekatan ABAC pada LPBD ini disebabkan ABAC merupakan model akses kontrol policyyang lebih fleksibel dalam penerapan atributterhadap user, dan hierarchy XACML yang dapat mendukung kebutuhan-kebutuhan akses kontrol yang digunakan pada LPBD” pungkasnya.

Selamat ya broo Mohamad Fadli Panende, makin sukses selalu !!

Jerri Irgo