Memahami Skandal Data Facebook dan Cambridge Analytica

Yudi Prayudi, M.Kom ; Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) Universitas Islam Indonesia; Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII)

Memahami Skandal Data Facebook dan Cambridge Analytica

Kekuatan Facebook : Social Graph
Kekuatan dari data yang dihimpun oleh Facebook adalah dalam sebuah konsep keterhubungan yang dikenal dengan Social Graph. Melalui konsep ini, maka Facebook berusaha untuk memetakan apapun yang dilakukan dalam ruang siber ketika seseorang aktif membuka Facebook. Respon terhadap apa yang diunggah oleh seseorang dalam bentuk : like atau symbol emosi lainnya serta komen dan tag akan secara otomatis membentuk graph (garis keterhubungan) yang menunjukkan relasi antara orang, tempat serta sesuatu yang menyebabkan seseorang berinteraksi saat online.

Prinsipnya hampir semua layanan aplikasi online melakukan upaya untuk pengumpulan data pengguna untuk kepentingan targeting informasi. Namun kedalaman data dan informasi yang diberikan berbeda satu sama lainnya. Google hanya akan memberikan data bahwa satu produk baju telah dicari oleh seseorang yang berada di jalan x kota y. Namun kekuatan Sosial Graph dari Facebook akan memberikan informasi bahwa si A telah membeli baju di toko z di jalan x kota y dan baju yang dibeli di A juga dibeli oleh si B dan si C. Data Social Graph ini muncul karena si A melakukan checkin di toko z serta foto bajunya diposting kemudian dilike dan di- komentari oleh si B dan si C.

Graph keterhubungan tersebut tidak murni dalam bentuk sebuah garis keterhubungan, namun pada prinsipnya adalah sebuah informasi yang tersimpan dalam sebuah struktur data yang sangat komplek yang kemudian dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan output yang diharapkan. Berdasarkan Social Graph inilah iklan yang muncul di halaman Facebook kita akan sesuai dengan kecenderungan minat, aktivitas, respon saat kita membuka Facebook. Dari aspek marketing, maka beriklan di Facebook akan sangat menguntungkan karena iklan yang dipasang akan muncul pada user yang relevan dengan konten pada iklan tersebut. Dengan kata lain, aktivitas seseorang saat membuka Facebook akan menjadi trigger dari munculnya iklan ataupun informasi yang relevan dengan kecenderungan aktivitas si penggunanya. Salah satu pendapatan terbesar dari Facebook adalah biaya pemasangan iklan.

Selain itu, data yang terkumpul melalui konsep Social Graph ternyata memiliki akurasi yang tinggi dalam melakukan prediksi sesuatu. Aleksandr Kogan dan beberapa koleganya dari
Cambridge University’s Psychometric Centre termasuk yang respek dengan kemampuan Social Graph dari Facebook dan dalam beberapa riset yang dijalankannya, data yang didapat dari Social Graph ini ternyata memiliki akurasi yang sangat baik. Para peneliti ini menyimpulkan bahwa pilihan dan kecenderungan seseorang dapat dilihat dari rekam jejak digital kebiasaan sehari-harinya dalam ruang siber. Dalam hal ini Kogan menyimpulkan bahwa hasil profiling terhadap data pengguna Facebook maka terdapat akurasi 95 % untuk hal yang terkait dengan Ras dan akurasi 85 % terkait dengan pilihan politik.

Kesuksesan Facebook dalam menerapkan konsep Social Graph kemudian mendorong pengembang Facebook untuk meningkatkan kemampuannya. Maka kemudian konsep dasar tersebut dikembangkan lagi melalui konsep Open Graph yang memungkinkan pihak ketiga di luar Facebook untuk juga memanfaatkan data social graph yang dimiliki oleh Facebook untuk membangun social graph bagi kepentingan aplikasinya. Demikian juga sebaliknya, bagi Facebook, konsep Open Graph akan membuat data social graph yang dikelola oleh Facebook menjadi semakin lengkap sehingga apapun aktivitas seseorang di internet akan dapat dipetakan dalam social graph yang dikelola oleh Facebook.

Open Graph API yang dikenalkan oleh Facebook pada tahun 2010 ini pada prinsipnya adalah memberikan ijin pengembang aplikasi di luar Facebook untuk juga dapat mengakses data user dari Facebook. Hal inilah yang kemudian mendasari Pemerintah Amerika pada tahun 2011, melalui Departement Perdagangannya (US Federal Trade Commission – FTC) untuk memberikan perlindungan kepada user dengan memaksa Facebook untuk mendatangi sebuah perjanjian yang intinya pernyataan setuju untuk tidak membagikan data penggunanya tanpa persetujuan mereka (user). Perjanjian ini secara umum mengatur tentang berbagai kewajiban Facebook untuk menjaga data dan privacy dari penggunanya. Dan disebutkan pula bahwa apabila terjadi pelanggaran terhadap kewajiban tersebut maka Facebook akan dikenakan denda sebesar 40.000 US$ per data user yang dilanggarnya. Sehingga bila kasus Cambridge Analytica yang melibatkan penggunaan 50 juta data pengguna Facebook adalah merupakan salah satu bentuk pelanggaran dari perjanjian tersebut, maka bisa dibayangkan berapa besar denda yang harus dibayarkan oleh Facebook. Hal inilah yang memunculkan issue bahwa Facebook akan bangkrut.

Selain kekuatannya dalam hal Social Graph, hal lain yang juga dimiliki oleh Facebook adalah kemampuannya dalam merekam semua aktivitas pengguna selama dirinya aktif menggunakan Facebook. Facebook menyimpan dengan baik semua history dari aktivitas yang pernah dilakukan oleh penggunanya. Setiap saat pengguna bisa meminta rekaman dari history tersebut. Dengan demikian, sekali data ini bisa diakses maka profile seseorang akan dapat diketahui sepenuhnya.

Quizz Online
Adalah seorang peneliti dari Cambridge University’s Psychometric Centre yang bernama Aleksandr Kogan yang menjadi pintu masuk dari skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook. Sejak tahun 2007, Kogan telah sangat familiar dengan aplikasi Quiz dari Facebook dan telah memanfaatkannya untuk mendapatkan data personal dari user Facebook untuk kepentingan riset akademiknya. Sejalan dengan munculnya API dari Facebook maka kemudian Kogan memanfaatkannya untuk mengembangkan aplikasi sendiri yang mirip dengan aplikasi Quizz Facebook tersebut dan menjalankan terus proyek riset dan pengumpulan data akademiknya melalui perusahaannya sendiri yaitu Global Science Research (aplikasi bernama : thisisyourdigitallife).

Kemampuan Kogan dalam mengumpulkan data melalui API Facebook ini kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan Cambridge Analytica untuk meminta dibuatkan Quiz Kepribadian yang kelak akan dipasang pada aplikasi Amazon. Dengan iming-iming bayaran 1-2 US$, dan dengan komitment data hanya untuk kepentingan akademik, maka Quiz tersebut telah mampu menarik pengguna sekitar 270.00 user. Namun tanpa disadari oleh pengguna Quiz tersebut, ternyata data yang mereka isikan pada Quiz tersebut, ternyata juga menjadi pintu masuk untuk akses terhadap data kawan-kawan dan pertemanan yang terkoneksi dengan akun pengguna Quiz tersebut. Hal inilah yang kemudian memunculkan angka hampir 50 juta data pengguna Facebook. Dalam hal ini, Aleksandr Kogan menyatakan bahwa tugas dia hanya mengumpulkan data saja untuk kepentingan analisis politik, sementara bagaimana penggunaan data tersebut diluar kepentingan analisis politik adalah tanggung jawab sepenuhnya dari Cambridge Analytica.

Restriksi API
Facebook mulai menyadari adanya hal yang diluar control dari akses dan penggunaan data pengguna Facebook yang didapat dari Open Graph API. Karenanya maka pada bulan April 2014, dilakukan redesign ulang kemampuan dari Open Graph API dengan sejumlah pembatasan akses kedalam data pengguna. Namun sayangnya hal ini tidak berlaku surut untuk aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan API sebelum April 2014. Hal ini sangat menguntungkan Cambridge Analytica karena masih mampu melakukan akses terhadap data-data user Facebook walaupun sudah menerapkan berbagai pembatasan akses data. Bahkan seorang pegawai Cambridge Analytica yang bernama Christopher Wylie yang kemudian keluar dan mendirikan perusahaan Eunoia Technologies, hingga tahun 2015 masih dapat memanfaatkan data-data pengguna Facebook yang didapat sebelumnya ketika masih bekerja pada Cambridge Analytica. Wylie merupakan saksi penting yang menjadi kunci bagi terbukanya skandal data Cambridge Analytica ini.

Facebook sendiri mengklaim bahwa sejak April 2014 model bisnis yang mereka terapkan untuk pemanfaatan Open Graph API bagi pihak ketiga sudah sedemikian rupa dirancang untuk melindungi privacy dari pengguna Facebook. Salah satu bentuknya adalah disediakannya menu dimana user sendiri dapat mengontrol aplikasi mana saja yang diijinkan untuk akses data dan user bisa setiap saat menon-aktifkan aplikasi tersebut. Melalui pilihan menu Pengaturan – kemudian sub menu Aplikasi, maka terlihat daftar aplikasi yang diijinkan oleh pengguna untuk mengakses data dirinya yang disediakan oleh Facebook. Bila dirasakan list aplikasi tersebut tidak dikenal atau sudah tidak digunakan lagi, maka user bisa segera menghapus aplikasi tersebut.

Sanggahan dari Facebook
Upaya penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh pihak ketiga melalui celah Open Graph API sudah mulai terdeteksi sejak tahun 2015. Saat itu, Facebook menyatakan bahwa Kogan dan Cambridge Analytica telah menyalahi kesepakatan yang dibuat antara mereka dengan Facebook dengan cara menjual data user Facebook yang mereka dapatkan kepada pihak lain. Facebook berusaha untuk menegaskan yang terjadi bukanlah pencurian data ataupun pelanggaran terhadap privacy dan adanya celah keamanan, namun semata-mata adanya pihak yang menyalahgunakan data yang didapat untuk tujuan yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Untuk itu, Facebook telah memita kepada Kogan dan Cambridge Analytica untuk segera menghapus semua data yang diperoleh dari Facebook dengan cara yang tidak benar tersebut. Pihak Kogan dan Cambridge Analytica sendiri menyatakan bahwa mereka dan semua staff mereka telah berusaha untuk mematuhi permintaan tersebut. Sayangnya, karena sifat dan karakteristik dokumen digital, mereka sendiri tidak bisa memastikan sepenuhnya bahwa semua data yang dimaksud telah benar-benar dihapus. Hal ini didukung oleh hasil investigasi beberapa lembaga audit independen bahwa data yang dimaksud belum sepenuhnya dihapus sama sekali, dan diyakini masih disimpan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sanggahan dari Facebook menyatakan bahwa kesalahan penggunaan data user ini ada pada pihak Kogan dan Cambridge Analytica juga banyak dikritik oleh pengamat, mereka tidak yakin kalau Facebook tidak tahu ketika Cambridge Analytica menjadi konsultan politik dari kampanye Presiden Donald Trump telah memanfaatkan data-data Facebook yang didapat sebelumnya untuk kepentingan strategi pemenangan Donald Trump. Lambatnya respon Mark Zukerberg terhadap issue Cambridge Analytica itu sendiri baik secara personal maupun secara institusinal telah menimbulkan berbagai kecurigaan terhadap hubungan sesungguhnya yang terjadi antara Facebook dan Cambridge Analytica serta Presiden Donald Trump itu sendiri. Walaupun kemudian Mark sendiri menbantah semua kecurigaan tersebut dan menegaskan kembali bahwa apa yang terjadi adalah semata-mata karena adanya kebijakan Facebook yang dilanggar oleh pihak Kogan dan Cambridge Analytica. Hal yang disayangkan oleh banyak pihak, hingga saat ini Mark tidak pernah menyatakan hal yang terkait dengan permintaan maaf kepada pengguna Facebooknya namun Mark lebih banyak menjelaskan tentang berbagai perubahan kebijakan yang signifikan yang secara substansial akan mengubah apa yang pengembang pihak ketiga dapat lakukan dengan data pribadi yang terdapat pada Facebook. Mark menyampaikan sejumlah kebijakan baru dalam pemanfaatan Open Graph API serta kebijakan yang lebih ketat dalam hal keterlibatan pihak ketiga yang akan memanfaatkan Open Graph API dari Facebook. Kebijakan tersebut diharapkan akan mengembalikan rasa percaya dan trust pengguna Facebook terhadap keamanan dan privacy data mereka.

Penolakan terhadap Facebook
Sejak terungkapnya skandal data Facebook dan Cambridge Analytica pada pertengahan Maret 2018, maka Mark Zukerberg serta Facebook mendapat tekanan yang luar biasa dari sesama pebisnis digital dilingkungan Silicon Valley Amerika. Tidak hanya dari masyarakat luas, Mark juga mendapat tekanan dari mitra bisnis dari Facebook sendiri. Salah satu tekanan tersebut datang dari Brian Acton, salah satu pendiri Whatssap yang telah diakuisisi oleh Facebook. Acton menginisiasi sebuah tagar #deletefacebook.Sementara Tim Cook dari Apple sangat menyayangkan rendahnya komitmen Facebook dalam menjaga privacy dan data pengggunanya bila dibandingkan dengan Apple dan Iphone. Demikian juga dengan Roger McNamee, banyak berperan dalam pengembangan Facebook pada saat awal namun kemudian memilih keluar dari Facebook. McNamee membuka alasan dirinya hengkang dari Facebook adalah karena kecewa dengan strategi yang dijalankan oleh Mark Zukerberg dalam hal privacy dan keamanan.

Beberapa analis program keamanan computer bahkan menyatakan program API yang disediakan oleh Facebook tidak hanya mampu merekam aktivitas user didunia maya saja bahwa sms dan call record dari handphone yang digunakan untuk menjalankan aplikasi Facebook juga mampu direkam dengan baik. Sehingga Facebook benar-benar telah mampu menembus dinding privacy dari seseorang. Selain itu, pengguna Facebook juga tidak memiliki pilihan untuk menyembunyikan data dirinya dari upaya targeting iklan yang dipasang di Facebook. Hal inilah yang sangat disayangkan dan baru disadari oleh sebagian besar pengguna Facebook.

Beberapa produk dan perusahaan yang selama ini memanfaatkan Page Facebook sebagai media promosi utamanya juga menyayangkan rendahnya komitmen Facebook dalam menjaga privacy dan data user. Majalah dewasa Playboy memiliki Page di Facebook dengan lebih dari 25 juta followers menyatakan bersiap untuk meninggalkan Facebook. Demikian juga beberapa perusahaan lainnya yang selama ini memanfaatkan Page Facebook untuk kepentingan promosinya. Namun apakah gerakan #deletefacebook benar-benar terwujud ataukah hanya sekedar tekanan moral kepada Facebook untuk lebih aware dengan masalah privacy dan keamanan datanya, masih perlu dibuktikan dalam beberapa minggu kedepannya.

Sementara dari sisi para pemasang iklan itu sendiri, berbagai kebijakan terbaru dan pembatasan dalam hal penggunaan data Facebook oleh pihak ketiga belum sepenuhnya dirasakan oleh mereka. Namun bila kebijakan baru tersebut nantinya akan menurunkan efisiensi dan efektivitas mereka dalam pemasangan iklan tentunya mereka akan mempertimbangkan untuk mencari media lain yang lebih efektif dan efisien untuk kepentingan pemasangan iklan mereka.

Preventif dan Solusi Bagi Pengguna Facebook
Pada tahun 2018 ini, jumlah pengguna Facebook di Indonesia yang dikeluarkan oleh statistika.com menungkkan angka 96, 41 juta pengguna. Sementara data yang dicatat oleh internetworldstats.com menunjukkan angka 130 juta pengguna. Wajarlah bila kemudian dimata Facebook, Indonesia adalah sebuah pasar sangat besar untuk menjaga keberlanjutan
dari Facebook itu sendiri. Sebagai bentuk komitmennya, maka mulai Agustus 2017, Facebook membuka kantor perwakilannya di Jakarta.

Adalah sulit dan mustahil bagi pengguna aktif Facebook untuk dengan serta merta meninggalkan Facebook. Apalagi hingga saat ini belum ada aplikasi yang setara dengan Facebook dalam hal kenyamanan menjalankan aktivitas media social. Walaupun banyak aplikasi media social lainnya, seperti Instagram, Twitter, LinkedIn, namun ciri khas Facebook tetap tidak digantikan oleh aplikasi media social lainnya.

Bagi pengguna Facebook di Indonesia, issue skandal data Cambridge Analytica kelihatannya tidak terlalu berpengaruh. Hal ini terlihat dari postingan dan komentar status linimasa di Indonesia tidak banyak yang membahas tentang dampak Cambridge Analytica terhadap eksistensi dirinya dalam hal privacy dan keamanan. Hal ini berbeda dengan warga negara Amerika Serikat dimana data-data merekalah yang digunakan oleh Cambridge Analytica untuk kepentingan pemenangan kampanye Donald Trump. Barangkali karena ada praduga bahwa 50 juta data pengguna Facebook yang dipermsalahkan adalah pengguna Facebook di Amerika, bukannya di Indonesia sehingga hal ini tidak menimbulkan gejolak dan penolakan Facebook di Indonesia.

Namun demikian, apa yang dilakukan oleh Cambridge Analytica sebenarnya sangat mungkin dilakukan juga oleh perusahaan lainnya. Baik yang saat ini beroperasi didalam ataupun diluar negeri. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan aplikasi pihak ketiga yang dijalankan dengan memanfaatkan Open Graph API dari Facebook. Sehingga potensi penggunaan data untuk hal yang tidak sesuai sangatlah terbuka.

Untuk itu ada 3 langkah keamanan dan 2 langkah preventif yang harus diperhatikan untuk pengguna Facebook. Tiga langkah adalah :

  1. Tinjau kembali semua setting privacy yang telah kita buat untuk akun Facebook kita. Setting privacy akan mengatur apa yang bisa dishare oleh kita kemudian siapa yang menerima sharing, kemudian bagaimana orang lain bisa berkomunikasi dengan kita. Termasuk mekanisme approve bila seseorang melakukan tag terhadap akun kita pada komentar ataupun foto sebelum bisa muncul dalam dinding Facebook kita.
  2. Lakukan setting privacy yang tepat untuk data yang berhubungan dengan privacy kita seperti: tempat dan tanggal lahir, lokasi tempat tinggal, nomor telepon. Data tersebut sebaiknya di setting sebagai hidden dari akses public.
  3. Perhatikan juga daftar aplikasi yang telah kita ijinkan untuk dapat mengakses data Facebook kita. Bila aplikasi tersebut sudah tidak lagi dipake atau malah tidak kita kenal maka segera hapus aplikasi tersebut dari daftar tersebut.

 

Sementara 2 langkah preventif yang harus dilakukan adalah :

  1. Bila akan bergabung dengan suatu web atau menjalankan sebuah aplikasi dengan memanfaatkan data Facebook (biasanya ada pilihan apakah login/daftar manual atau login/daftar dengan akun Facebook) maka pastikan bahwa web atau aplikasi tersebut benar-benar aplikasi yang terpercaya. Bila diragukan maka sebaiknya tidak menggunakan pilihan login dengan akun Facebook namun lakukan login dengan data manual. Minimalkan upaya untuk mengintegrasi Facebook dengan aplikasi external lainnya.
  2. Tidak mudah tergiur untuk menjalankan aplikasi yang berjalan dengan cara mengakses data dan aktivitas Facebook kita. Aplikasi lucu-lucuan seperti aplikasi yang memprediksi bagaimana wajah kita ketika tua, aplikasi yang memprediksi siapa artis yang mirip dengan kita, siapa sahabat terbaik kita dan sejenisnnya secara tidak langsung akan melakukan mekanisme akses terhadap foto, posting komentar, like comment, checkin lokasi yang kita lakukan di Facebook untuk kemudian diolah menjadi ouput yang diharapkan. Aplikasi sejenis ini, sifatnya walaupun hanya sekedar gurauan namun memiliki dampak yang sangat dalam terhadap akses privacy dan data kita. Sebaiknya kita hindari apliasi sejenis ini. Termasuk didalamnya adalah aplikasi Quis/survey yang banyak ditemukan dalam Facebook atupun di internet secara umum.

Yogyakarta, 30 Maret 2018

Sharing Session, FKTI Unmul & PPs FTI UII

Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Universitas Mulawarman, yang beralamat di Jl. Panajam Kampus Gn. Kelua Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur melakukan silaturahmi dan sharing session ke Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta. (28 Maret 2018)

Ragam konsentrasi dan kurikulum yang ada di PPs FTI UII, yaitu Forensika Digital, Sistem Informasi Enterprise dan Informatika Medis menjadi salah satu agenda pembahasan di sharing session dilanjutkan kunjungan ke Laboratorium Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid)

Delegasi dipimpin Ramadiani, Ph. D, Ketua Jurusan Ilmu Komputer, beranggotakan Septia maharani, M. Kom, Sekretaris Ketua Jurusan Ilmu Komputer beserta Koordinator Program Studi Teknik Informatika, Masna Wati, MT, Kepala Unit GJMF : Novianti Puspitasari, M. Eng, Kepala Unit kerjasama Islamiyah, M. Kom. Juga tampak hadir juga Medi Taruk, M. Cs dan Hario Jati Setiayadi, M. Kom, keduanya Dosen Teknik Informatika serta Rika Panca Wahyuni, SE, Sekretariat dan Kerjasama diterima langsung Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua PPs FTI UII di ruang PPs 1 Lantai 1 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14,4 Sleman, Yogyakarta

Sedangkan Delegasi PPs FTI UII, tampak Fathul Wahid, Ph.D, Kepala Badan Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia, Yudi Prayudi, Ph.D Candidate, Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) dan Fietyata Yudha. S.Kom, M.Kom, Peneliti Pusat Studi Forensika Digital(Pusfid) yang ketiganya juga Dosen Magister Teknik Informatika PPs FTI UII serta Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing PPs FTI UII.

Jerri Irgo

PPs FTI UII, Menerima Mahasiswa Baru

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta, membuka kesempatan bagi lulusan S1 untuk melanjutkan studi S2 di PPs FTI UII, disampaikan di ruang kerja ketua PPs FTI UII, lantai 1 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (27 Maret 2018)

Merujuk Surat Keputusan No 130/Dir/20/PPs.FTI/III/2018 tentang Periode Pendaftaran Penerimaan Baru semester ganjil tahun 2018/2019, terdapat 3 periode pendaftaran.

  • Periode 1, pendaftaran mulai 2 April sd 25 Mei 2018, tes kolektif 26 Mei 2018 dan pengumuman pada tanggal 31 Mei 2018.
  • Periode 2. pendaftaran mulai 1 Juni sd 27 Juli 2018, tes kolektif 28 Juli dan pengumuman pada tanggal 31 Juli 2018
  • Periode 3. pendaftaran mulai 1 sd 24 Agustus 2018, tes kolektif 25 Agustus dan pengumuman pada tanggal 28 Agustus 2018

PPs FTI UII membuka Magister Teknik Industri dan Magister Teknik Informatika

Jerri Irgo

PPSDM Migas, Silaturahmi & Inisiasi Kerjasama

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) menerima kunjungan silaturahmi Delegasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) yang dipimpin Bambang Priyatna, Kepala Bidang Program dan Evaluasi didampingi FX. Yudi Triyono, Kepala Sub Bidang Pengembangan SDM dan Novi Hery Yono, Widyaiswara/Assesor serta Siti Khoirotun Nisa, Bagian Kerjasama.

PPSDM Migas yang berkantor di Jl. Sorogo No. 1, Cepu, Karangboyo, Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah diterima Dr. R. Teduh Dirgahayu di ruang kerjanya, PPs FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (23 Maret 2018)

Selain kunjungan silaturahmi delegasi PPSDM Migas juga melakukan inisiasi kerjasama dengan PPs FTI UII sebagaimana merujuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2016 memiliki Tugas Pokok untuk Melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi.

Novi Hery Yono, anggota delegasi menjelaskan PPSDM Migas mempunyai fungsi diantaranya “Penyusunan perencanaan dan standarisasi pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi, selain itu juga penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang minyak dan gas bumi sehingga diharapkan dapat berkerjasama dengan Perguruan Tinggi”

PPSDM Migas adalah sebuah institusi yang menempati area seluas 129 hektar di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah. Memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan terakreditasi, serta memiliki sumber daya manusia yang handal, agar tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di kancah internasional.

Novi menambahkan “Pengguna pelatihan adalah dari institusi pemerintahan, industri migas petrokimia dan industri energi lainnya, perguruan tinggi serta dari masyarakat umum. PPSDM Migas dalam pelaksanaan jasa uji kompetensi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi LSP PPT Migas dengan 36 ruang lingkup Sertifikasi Tenaga Teknik Khusus (STTK)”.

Jerri Irgo

Teduh, Sambut Keluarga Baru Magister Teknik Informatika

Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, menyambut langsung keluarga baru, Mahasiswa Baru Magister Teknik Informatika (MI) di ruang Audiovisual FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (23 Maret 2018).


“Selamat datang mahasiswa baru Magister Teknik Informatika (MI) UII, terima kasih telah mempercayai MI PPs FTI UII dalam melanjutkan studi S2 semoga dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu yaitu selama 4 semester” tutur Dr. R. Teduh Dirgahayu dalam sambutannya.

Magister Teknik Informatika PPs FTI UII pada Semester Genap Tahun 2017/2018, menerima 25 Mahasiswa Baru atau 41,7% dari jumlah seluruh pendaftar. Tercatat 8 mahasiswa mengambil konsentrasi Informatika Medis, konsentrasi Forensika Digital tercatat 7 mahasiswa dan konsentrasi Sistem Informasi Enterprise 10 mahasiswa.

“Kami ucapkan selamat atas keberhasilan saudara dalam seleksi di MI UII, perlu diingat bahwa saudara telah menyisihkan beberapa orang yang mestinya juga akan studi di MI UII ini, sehingga saudara harus melaksanakan amanah studi ini dengan baik dan agar dapat menyelesaikan tepat waktu, cukup 4 semester saja” tegasnya.

Baca : Danar dan Seabrek Prestasi Akademiknya

Kendala yang banyak ditemui adalah saat tesis. Tesis ditempuh di semester 4, namun mulai semester 2 sudah harus memulai merancang tesis yang akan ditulis. Insha Allah dengan memulai tesis di awal, target 4 semester selesai dapat terwujud.

Kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru MI PPs FTI UII, selain untuk memperkenalkan lingkungan kampus dan juga sebagai sarana penjelasan akademik serta konsultasi jika masih ditemukan beberapa masalah terkait perkuliahan.

Secara terpisah, Sujono, Mahasiswa Baru konsentrasi Sistem Informasi Enterprise ungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, bahagia sekali, diberikan amanah kembali untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, ini adalah impian yang telah lama ingin kuraih” ujarnya

“Semoga Allah berikan kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan studi dan semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi sesama dan kelak akan membersamai di akhirat. Bismillah, kunfayakun, Insha Allah, Allah akan menolongku… Aamiin” pungkas Sujono

Jerri Irgo

 

Danar dan Seabrek Prestasi Akademiknya

Alhamdulillah, Danar Sari Retno, menjadi salah satu Wisudawan Universitas Islam Indonesia (UII) periode Maret 2018 yang meraih Cum Laude” ungkap Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII)

Hal tersebut diungkapkan Dr. R. Teduh Dirgahayu,seusai memberikan apresiasi kepada Danar di Ruang Kerja PPs FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (23 Maret 2018)

Danar, tercatat sebagai penerima Beasiswa Alumni dari Program Studi S1 Teknik Informatika untuk melanjutkan S2 di konsentrasi Sistem Informasi Enterprise, Magister Teknik Informatika PPs FTI UII Yogyakarta

Alhamdulillah, selain Cum Laude,  capaian Danar selama studi yang ditempuh 1 tahun 10 bulan dari 2 tahun masa studi normal adalah tidak pernah cuti akademik dan telah melakukan publikasi ilmiah di 3 kali, yaitu Adopsi Theory of Planned Behavior Untuk Pengembangan Model Pengaruh Budaya Terhadap Penggunaan E-Commerce di Jurnal Buana Informatika tahun 2017, selanjutnya Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Perilaku Penggunaan E-commerce: Daerah Istimewa Yogyakarta, INTENSIF tahun 2018 dan Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Perilaku Penggunaan E-commerce: Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Timur Universitas Islam Indonesia 2018.

Adapun prestasi Danar, setelah dinyatakan lulus kuliah adalah saat ini sudah bekerja menjadi Dosen dan Peneliti di STMIK-STIKOM BALIKPAPAN Balikpapan, sehingga indikator pencapainnya bertambah, yaitu masa tunggu mendapatkan pekerjaan menjadi 0 (Nol).

“Semoga dengan prestasi Danar yang seabrek tersebut akan memberikan motivasi bagi rekan-rekan yang saat ini masih menempuh studi, aamiinnn” pungkas  Dr. R. Teduh Dirgahayu

Jerri Irgo

Tren Hijab: Perspektif Supply Chain & Logistics

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta – Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 2018-2023

– – –

Dalam satu dekade terakhir, kita menyaksikan kaum perempuan banyak memakai hijab. Hijab tidak hanya menunjukkan jati diri pemakainya sebagai muslimah, namun hijab telah menjadi bagian dari fashion yang semakin stylish, trendi, modern, dan colorful. Semakin banyak wanita muslimah memakai hijab ketika pergi ke sekolah, kampus, kantor, pasar, mal, dan bersosialisasi dengan komunitas. Hijab tidak sekadar kerudung, namun hijab sebagai busana muslimah sesuai kaidah-kaidah ajaran Islam. Fenomena seperti ini berbeda sepuluh atau lima belas tahun lalu. Dulu pemakai hijab identik dengan santriwati atau ibu-ibu yang memakainya saat pengajian.

Menarik untuk kita cermati, banyaknya pemakai hijab ini tidak lepas dari perubahan nilai-nilai yang terjadi pada konsumen muslim, utamanya konsumen muslim kelas menengah (Yuswohady et al, 2015). Menurut Yuswohady, ada dua perubahan nilai-nilai yang paling mendasar pada konsumen kelas menengah muslim saat ini.

Pertama, semakin pentingnya nilai-nilai religiusitas dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran kaum muslim untuk menerapkan syariah ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat, termasuk kesadaran dalam memakai hijab bagi kaum perempuan. Selain itu, kita juga melihat kaum muslim semakin menyadari pentingnya pilihan produk makanan-minuman dan kosmetik yang halal dan thoyib – berkualitas baik dan hygienic.

Kedua, terjadinya fenomena kaum muslimah memakai hijab karena didorong oleh cara berpikir yang semakin terbuka terhadap berbagai perubahan yang ada, seperti teknologi dan fesyen. Wawasan atau pengetahuan perempuan muslim yang semakin tinggi dan koneksi sosial yang luas membuat pola pikir mereka semakin terbuka. Keterbukaan dalam cara berpikir ini memengaruhi mereka dalam memilih produk dengan pertimbangan rasional dan memerhatikan kaidah-kaidah ajaran Islam.

Selain itu, di tempat kerja, sekolah, kampus, bahkan kini di lingkungan kerja TNI dan Polri semakin menerima dan toleran terhadap pemakai hijab. Tidak ada lagi larangan dan batasan perempuan muslimah yang berhijab. Akibatnya, kini kita menyaksikan hampir sebagian besar perempuan muslimah memakai hijab untuk berbagai aktivitas. Hijab telah menjadi suatu kebutuhan dan kesadaaran.

Permintaan hijab yang semakin meningkat mendorong penawaran produk hijab yang beragam. Baik dari kualitas, mode, motif, maupun harga. Permintaan telah menciptakan penawaran, demikian ekonom John Maynard Keynes (1883 – 1946) pernah berujar. Kenaikan permintaan hijab memicu pasar untuk memproduksi hijab, mulai dari produksi skala home industry, usaha kecil dan menengah sampai produksi pabrikan. Bahkan kita menyaksikan berbagai busana muslimah bermerek bermunculan seperti Dian Pelangi, Aprilia, Normamoi, Irna La Perle, Zoya, Shafira, Rabbani, Ukhti, dan lain-lain. Produk busana muslimah dengan merek-merek ini sangat diminati pasar, sehingga harganya pun cukup mahal.

Kunci Keberhasilan

Di Indonesia, pasar produk hijab – termasuk busana muslimah memang sangat menarik. Tidak saja karena populasi perempuan muslimah yang cukup besar di negeri ini (kini jumlah konsumen muslim mencapai 87% dari seluruh penduduk Indonesia) serta kesadaran perempuan muslimah untuk memakai busana muslim, namun saat ini banyak penduduk muslim berada di kelas menengah (middle-class Muslim). Mereka, konsumen muslim kelas menengah ini, memiliki daya beli, wawasan, pengetahuan, dan komunitas sosial yang luas, sehingga permintaan produk hijab, kosmetik, dan asesoris busana muslimah yang berkualitas dan brand ternama terus meningkat.

Produk hijab telah memberikan banyak kesempatan bagi pengusaha kecil dan pemula (start- up) untuk memproduksi dan memasarkan hijab dan busana muslimah. Lapangan kerja pun terbuka, karena sebagian besar hijab dan busana muslimah diproduksi dengan mempekerjakan banyak tenaga kerja, mulai dari desainer, penjahit, distributor, dan penjual retailer.

Permintaan produk hijab dan busana muslimah tetap ada dan kecenderungannya semakin meningkat. Tingkat kompetisi produsen hijab dan busana muslimah pun semakin tinggi dengan banyaknya pelaku usaha di produk ini. Karenanya, produsen produk hijab dan busana muslimah perlu meningkatkan keunggulan daya saingnya agar produknya tetap diminati konsumen.

Bagaimana meningkatkan daya saing produk? Porter (1985), ahli manajemen strategi dari Harvard University, memberikan nasihat bahwa untuk unggul dalam pasar, produk harus unik (differentiation) dan diproduksi dengan biaya rendah (cost leadership).

Produk dikatakan unik bila konsumen pemakai produk tersebut memposisikan berbeda dengan produk lain yang ditawarkan oleh produsen lain. Keunikan produk ini bisa disebabkan oleh kualitas, karakteristik produk, bahan baku produk, motif, corak warna, mode, style, dan lain-lain. Terlebih produk fashion, keunikan produk menjadi hal penting.

Selain produk harus unik, produsen harus mampu memproduksi suatu produk dengan biaya yang paling rendah. Biaya rendah memungkinkan produsen memeroleh margin yang mencukupi meski dengan harga jual yang sama dengan pesaing. Dengan margin yang memadai, produsen dapat mengalokasikan bagian margin ini untuk riset, pengembangan, dan inovasi produk.

Saat ini, keunggulan daya saing produk tidak cukup hanya kualitas dan biaya yang rendah. Dalam perspektif supply chain dan logistics, selain produk yang berkualitas dan biaya yang rendah, perusahaan harus responsif, andal (reliable), dan lincah (agile) dalam memenuhi dan mengantisipasi perubahan pasar (Fernie & Spark, 2014).

Produk hijab dan busana muslimah termasuk kategori produk fashion. Produk fashion selain memberikan manfaat fungsional, produk fashion harus mewakili aspirasi dan nilai-nilai pemakainya. Dalam beberapa konsumen, bahkan produk fashion menunjukkan kemewahan (luxury).

Pengusaha produk hijab dan busana muslimah perlu menetapkan siapa target konsumennya untuk perumusan strategi positioning, branding dan differentiation produk. Pemahaman nilai-nilai (psychographics), perilaku (behavior) dari konsumen pemakai hijab dan busana muslimah menjadi hal penting, tidak sekadar data demografis seperti kelompok umur, status sosial dan ekonomi, pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Kondisi demografis bersifat statis dan kurang insightful untuk perumusan strategi dan program branding.

Dari analisis target konsumen ini, selanjutnya menjadi referensi tim produksi dalam membuat produk hijab dan busana muslimah sesuai dengan kualitas produk yang diinginkan dari target konsumen. Konsumen muslim kelas menengah, umumnya mereka menginginkan hijab dan busana muslimah dengan kualitas bahan baku yang baik, desain, warna, dan style yang memberikan rasa kenyamanan dan kemewahan bila dipakai.

Pilihan bahan baku yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam menghasilkan produk hijab dan busana muslimah yang memenuhi selera target konsumen. Selain itu, kontinuitas pasokan dan keandalan pemasok bahan baku seperti kain, aksesoris, kemasan, dan lain-lain, menjadi perhatian pengusaha produk hijab agar bahan baku dapat memenuhi standar kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu untuk proses produksi.

Bahan baku yang kurang berkualitas akan mengakibatkan banyak produk defect. Kuantitas pasokan bahan baku yang tidak tepat akan mengganggu produksi. Bahan baku yang overstock akan berisiko rusak atau hilang, selain tentu saja mengakibatkan modal kerja yang idle. Demikian juga understock, produksi akan terganggu karena kekurangan pasokan bahan baku pada saat dibutuhkan.

Jadwal kedatangan bahan baku yang terlambat akan mengakibatkan produksi terhenti, karena harus menunggu bahan baku. Bahan baku yang tiba terlalu cepat akan menimbulkan biaya penyimpanan bahan baku yang lebih besar, selain risiko kerusakan, kehilangan, dan penurunan kualitas bahan baku. Karenanya, ketepatan pengiriman bahan baku menjadi hal penting dalam keberhasilan produksi produk hijab dan busana muslimah.

Untu menjamin pasokan dan kualitas bahan baku, pengusaha produk hijab perlu membangun kemitraan dengan pemasok dalam jangka panjang, tidak sekadar hubungan bisnis transaksional. Secara berkala perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan hubungan kemitraan, baik evaluasi kualitas, kuantitas, harga, dan ketepatan pengiriman bahan baku.

Umumnya, banyak pengusaha produk hijab dan busana muslimah memilih strategi “maklon”, yaitu pengusaha mensubkontrakkan pekerjaan pembuatan produk ke pihak lain, sementara pemilihan bahan baku, desain, dan standar kualitas produk jadi ditetapkan dan diawasi oleh pemberi kerja, dalam hal ini pemegang merek produk. Strategi maklon ini dapat membuka kesempatan kerja yang luas dengan melibatkan para ibu rumah tangga untuk menjadi mitra maklon. Pengusaha produk hijab perlu melakukan pemilihan mitra maklon dan penerapan standar kualitas produk hijab yang diproduksi oleh maklon.

Berapa banyak produk hijab dan busana muslimah yang harus diproduksi sangat bergantung pada peramalan permintaan produk. Penggunaan data pasar, data historis, dan data permintaan musiman (seasonal), seperti tahun ajaran sekolah atau perkuliahan, bulan puasa,
lebaran, dan musim umrah/haji, menjadi referensi penting dalam penentuan kuantitas produksi hijab dan busana muslimah.

Produk hijab dan busana muslimah sangat dipengaruhi oleh trend dan mode, sesuai dengan selera konsumen. Ada produk hijab dan busana muslimah dengan mode, desain, dan corak yang awet (everlasting), sehingga menjadi mode legacy dan legenda. Produk seperti ini dapat diproduksi sepanjang masa. Sebaliknya, produk hijab yang desainnya kekinian sangat terpengaruh oleh selera konsumen, sehingga kecepatan dalam merespon selera konsumen, lalu mewujudkannya menjadi produk hijab dan busana muslimah yang dapat dibeli konsumen sesuai market timing, merupakan kunci keberhasilan bisnis produk ini.

Pengusaha produk hijab dan busana muslimah sebaiknya membangun dan mengelola brand produk dengan tepat. Brand produk mewakili persepsi dan positioning seperti yang diharapkan konsumen. Sejatinya, banyak konsumen lebih memilih brand dalam memutuskan pembelian suatu produk. Karenanya, pengelolaan brand menjadi penting. Pengelolaan brand ini harus konsisten, artinya antara yang dijanjikan (promise) dengan yang disampaikan (deliver) harus selaras.

Selain brand, untuk mengadvokasi dan mendorong pemakaian produk hijab dengan brand anda, ada baiknya mengajak artis, ustadzah, atau tokoh tertentu yang menjadi role model untuk meng-endorse produk hijab anda. Ini penting untuk meng-endorse target konsumen muda metropop. Banyak sederet nama artis yang telah mengenakan hijab dan menjadi trendsetter seperti Dewi Sandra, Inneke Koesherawati, Zaskia Adya Mecca, Nuri Maulida, Zaskia Sungkar, Risty Tagor, dan lainnya. Mereka dapat banyak dijadikan endorse suatu produk hijab brand tertentu, khususnya produk hijab luxury.

Bila anda yang masih pengusaha pemula, tentu tidak perlu harus mengeluarkan banyak biaya untuk iklan dengan endorse para artis tersebut. Anda bisa memanfaatkan celebrities lokal seperti siswi atau mahasiswi berprestasi di kampus, untuk meng-endorse brand produk hijab anda.

Membangun komunikasi dengan target konsomen hijaber ini perlu dilakukan. Anda sebaiknya masuk di komunitas hijaber baik online maupun offline, untuk mendengarkan aspirasi, keinginan, harapan, dan penilaian mereka atas suatu produk hijab dan busana muslimah.

Setelah brand dan membangun komunikasi dengan pelanggan, keberhasilan bisnis produk hijab dan busana muslimah ditentukan oleh keandalan dan jangkauan distribusi. Anda perlu menetapkan strategi distribusi dengan tepat. Pemilihan model saluran distribusi, baik melalui online maupun distribusi konvensional perlu mempertimbangkan target pasar yang anda tuju.

Yuswohady mengungkapkan bahwa salah satu perubahan penting pada nilai-nilai konsumen kelas menengah muslim adalah tingginya koneksi sosial (high socially-connected). Penyebabnya adalah pendidikan tinggi dan pergaulan yang luas. Mereka aktif di berbagai komunitas hijab dan banyak berinteraksi di dunia internet. Salah satu perilaku menarik mereka adalah perilaku membeli secara online.

Yuswohady menambahkan, mereka pun tidak sekadar memiliki marketplace di internet, tapi juga gerai fisik seperti toko atau butik. Menariknya, seperti yang disampaikan pendiri Hijup.com, Diajeng Lestari, bahwa tipe pembeli konsumen Indonesia tidak hanya bisa memesan di online shop, melainkan juga perlu melihat dan mengecek kualitas sendiri barang yang akan dibeli. Karenanya, selain anda menjual produk hijab dan busana muslimah di marketplace, anda tetap harus memiliki outlet yang buka setiap hari untuk melayani pembeli konsumen.

Penjualan produk hijab dan busana muslimah melalui online mensyaratkan keandalan pengiriman produk ke alamat penerima secara tepat. Anda bisa menjalin kerjasama dengan kantor pos atau perusahaan kurir lainnya untuk mempercayakan pengiriman produk hijab anda ke konsumen.

Peningkatan penjualan produk hijab anda dilakukan melalui program pemasaran yang efektif seperti membangun brand, meng-endorse brand, menyelenggarakan event, tutorial memakai hijab, membangun komunikasi dengan pelanggan dan hijabers community, serta menjaga keandalan distribusi dan pengiriman produk, sehingga produk hijab anda selalu tersedia di pasar dan diterima konsumen tepat waktu. Integrasi pemasaran dengan supply chain dan logistics menjadi kunci keberhasilan bisnis hijab dan busana muslimah.

***

Menarik untuk disampaikan hasil penelitian Gallup pada tahun 2009, Indonesia masuk dalam daftar 10 negara paling religius. Gallup menemukan bahwa 99 persen orang Indonesia menilai agama merupakan hal penting dalam kehidupan keseharian mereka. Gallup menyebut Indonesia sebagai paradoks. Mengapa? Umumnya, demikian kata Gallup, ketika suatu negara mengalami peningkatan pendapatan per kapita, maka masyarakat di dalamnya akan semakin sekuler.

Pandangan ini tidak terjadi di Indonesia. Tatkala penduduk Indonesia semakin meningkat pendapatannya, mereka justru semakin religius. Agama dinilai sebagai faktor penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Fenomena ini kita saksikan dalam tren perempuan muslimah berhijab, seiring dengan semakin banyak penduduk muslim kelas menengah.

Tren berhijab mendorong semakin banyak pengusaha memasuki bisnis produk hijab dan busana muslimah. Peluang ini perlu diwujudkan dengan membangun dan mengembangkan bisnis produk hijab dan busana muslimah dengan mengintegrasikan pemasaran dan supply chain management. Logistik berperan penting di dalamnya untuk memastikan perencanaan produksi, keandalan pasokan bahan baku, proses produksi, distribusi, dan pengiriman produk hijab dan busana muslimah dengan tepat.

Bandung, 18 Maret 2018,

Artikel ini saya tulis untuk Jerri Irgo, Merisha Hastarina dan Hijab Start-up Entrepreneurs

Kejahatan ATM Skimming

Yudi Prayudi, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital FTI UII ; Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII

ATM Skimming adalah sebuah bentuk kejahatan modern yang terorganisasi, yaitu sebuah upaya untuk melakukan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu yang digunakan pada mesin ATM. Proses untuk menyalin informasi biasanya dilakukan dengan menngunakan bantuan sejumlah alat baik yang menempel langsung pada ATM ataupun yang dipasang berdekatan dengan ATMnya.

Data yang direlease oleh The British Press, di wilayah Inggris saja setiap tahun tercatat hampir 100.000 nasabah yang melaporkan menjadi korban dari aktivitas Skimming. Berdasarkan data yang direlease tersebut setiap tahun jumlah uang nasabah yang dicuri melalui kejahatan Skimming meningkat hampir 20% tiap tahunnya.

Selain ATM Skimming yang saat ini populer, sebenarnya terdapat jenis skimming lainnya yang juga harus diwaspadai karena berpotensi memakan korban nasabah perbankan. Pertama adalah apa yang disebut dengan Hand-Held POS Skimming, yaitu sebuah alat yang bisa mencopy langsung / duplikasi kartu debit/credit. Kedua adalah apa POS Swaps, yaitu proses copy data kartu debit/credit dari mesin pembayaran yang sering terpasang di toko – toko. Dan ketiga adalah Dummy ATM, umumnya mesin ATM yang digunakan hanya untuk transaksi online, alih-alih mau melakukan transaksi online lewat mesin ATM, malah data-data kartu debit/kredit yang akan diambil oleh mesin dummy ATM ini.

ATM Skimming standar umumnya berbentuk perangkat elektronik yang diletakkan di atas alat pembaca kartu ATM, bagi seseorang yang sudah mahir, perangkat ini bisa dipasang dengan cepat hanya dalam waktu kurang dari 3 menit saja. Ada banyak merek dan model mesin ATM, maka pembuat alat Skimming akan menyiapkan alatnya sedemikian rupa sehingga sesuai bentuk, warna dan ukurannya dengan mesin ATM tertentu agar tidak mudah terdeteksi sehingga si pemilik ATM ataupun si korban sama sekali tidak menyadari kalau pada ATM tersebut telah terpasang mesin skimming.

Ketika sebuah kartu ATM dimasukkan kedalam tempat pembaca kartu ATM, maka Skimming akan melakukan proses copy data-data perbankan yang tersedia pada kartu ATM si korban. Kemudian pada waktu tertentu si pelaku akan melakukan control alat skimming yang dipasangnya kemudian mengambil datanya dan akhirnya menduplikasi ATM korban dengan cara menyalin data yang sudah didapat dari mesin skimmer kedalam kartu ATM kosong. Dalam perkembangannya, kecanggihan teknik skimming ini akan langsung mengcopy data yang didapat dari alat skimmingnya secara online atau remote, teknologi GSM, Bluetooth memungkinkan untuk mengirimkan data yang didapat dari skimming ke komputer atau smartphone yang dipasang pada lokasi tertentu. Dengan teknik yang canggih ini maka alat skimming dapat diakses dari manapun oleh si pelaku.

Umumnya cara kerja paling sederhana dari kejahatan ATM Skimming terdiri dari tiga tahap. Pertama si Pelaku akan mencari target mesin ATM yang akan dipasangi alat skimmer. Target mesin ATM biasanya adalah lokasi ATM yang agak sepi atau dilokasi yang kurang penjagaan dan pengawasannya. Lokasi ATM yang jauh dari kantor bank adalah lokasi yang menjadi incaran pelaku skimming. Setelah didapat lokasi ATM yang dimaksud maka langkah berikutnya adalah memasang alat skimming pada mesin ATM tersebut. Selanjutnya alat skimming akan bekerja untuk mengcopy data-data ATM korban dan tahap terakhir adalah proses pengambilan dana milik si korban. Umumnya dana milik si korban akan diambil di lokasi yang berbeda dengan lokasi tempat proses skimming dilakukan. Bahkan tidak jarang dana ditarik oleh orang lain pada ATM yang berbeda lokasi negaranya.

Alat dan teknologi untuk melakukan kejahatan ATM Skimming itu sendiri berevoluasi dari tahun ke tahun. Ilustrasi standard ATM Skimming dengan menjelaskan adanya alat yang dipasang pada lubang untuk memasukkan kartu ATM adalah alat dan teknologi skimming yang paling lama (tahun 2002-2007). Periode tahun 2008 mulai terdeteksi adanya alat skimming berupa micro spy camera untuk merekam pin yang dimasukkan oleh korban. Tahun 2009 micro spy camera menjadi lebih kecil lagi ditambah dengan adanya alat baru yang terpasang menggunakan USB untuk merekam data. Tahun 2010 mulai terdeteksi adanya pin- pad overlay untuk merekam pin, tahun 2012 mulai banyaknya produk skimming yang dijual secara online dengan teknologi pin-pad yang semain tipis. Tahun 2014 mulai diterapkan teknologi skimming yang dapat mem-bypas alat-alat anti skimming. Pada tahun tahun terakhir ini teknologi skimming diintegrasikan dengan alat-alat yang terhubung langsung dengan internet sehingga aktivitas skimming dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Kejahatan ATM Skimming termasuk dalam katagori organized crime. Sangat jarang pelaku ATM Skimming beroperasi sendiri. Mereka akan tersebar dalam beberapa lokasi dan membagi peran yang berbeda satu sama lainnya. Setidak ada yang bertindak sebagai otak utamanya sebagai coordinator, kemudian yang bertugas untuk melakukan pengadaan alat skimmingnya, kemudian yang bertugas untuk memasang alat tersebut pada lokasi mesin ATM target, kemudian yang bertugas untuk mengontrol data yang didapat dari ATM, selanjutnya yang bertugas untuk melakukan duplikasi kartu ATM dan yang terkahir adalah yang yang bertugas untuk menarik dana menggunakan ATM yang telah diduplikasi.

Mesin ATM sebuah bank umumnya dioperasikan oleh pihak ketiga, sehingga upaya untuk mencegah terjadinya ATM Skimming harus dilakukan secara komprehensif baik oleh pihak bank itu sendiri maupun oleh pihak vendor yang menyediakan mesin ATM. Pihak bank harus secara rutin melakukan upaya kearah edukasi nasabahnya untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan kartu ATMnya, informasi seputar bagaimana mengenali ruang ATM standard, cara menggunakan ATM yang aman serta call center untuk layanan informasi pengaduan terhadap pemilik kartu ATM harus secara intensif dilakukan oleh pihak bank. Pada sisi lainnya, pihak penyedia mesin ATM juga harus melakukan sejumlah upaya pencegahan kejahatan ATM skimming ini dengan cara : melakukan checking secara intensif dan rutin terhadap mesin-mesin ATM yang dioperasikannya. Inspeksi terhadap bentuk fisik dari ATM dan ruangan disekitarnya harus dilakukan secara rutin dan intensif agar bisa dengan cepat terdeteksi apabila terdapat alat-alat non standard yang terpasang di sekitar lokasi mesin ATM. Selain itu, maka penggunaan alat-alat anti skimming juga harus mulai diperhatikan oleh pengelola mesin ATM. Alat yang dimaksud dapat terpasang langsung pada mesin ATMnya ataupun diluar mesin ATM seperti halnya video / cctv yang terpasang.

Salah satu solusi lain adalah meningkatkan standard pengamanan pada kartu ATM/Debitnya itu sendiri. Dalam hal ini standard EMV (Europay Mastercard Visa), yaitu sebuah standard yang dibangun oleh konsorsium penyedia kartu bayar Mastercard dan Visa telah dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan standard bagi transaksi elektronik dan mencegah kejahatan skimming. Kartu EMV dirancang untuk mengurangi kejahatan skimming. Kartu dengan chip EMV memberikan kode unik untuk setiap transaksi – tidak seperti halnya kartu strip magnetik yang menggunakan informasi kartu Anda untuk memproses setiap pembayaran. Sayangnya migrasi dari model kartu berbasis magnetic ke system chip EMV cukup mahal sehingga tidak semua penyedia jasa kartu ATM memilih teknologi EMV pada kartu ATMnya.

Walaupun demikian, Skimming adalah sebuah industry black market yang sangat besar, sehingga dari tahun ke tahun selalu muncul update teknologi terbaru untuk aktivitas skimming, termasuk ATM skimming. Selain itu, dari banyak kasus ATM skimming yang terungkap ternyata kasus skimming satu pelaku dengan pelaku lainnya sangat unik dan variatif. Sehingga dikalangan skimmer dikenal istilah “no two skimmers are alike”, tidak ada dua pelaku skimmer yang sama. Pelaku skimmer selalu berusaha untuk membuat aktivitas skimming yang berbeda dengan skimmer lainnya. Hal inilah yang menjadi tantangan dari aparat dalam mengungkapkan kasus-kasus skimming. Alat, perilaku dan modus ATM skimming akan selalu berbeda dari satu kasus ke kasus lainnya sehingga upgrade skill dan pengetahuan dari apparatpun harus selalu ditingkatkan.

Dengan demikian dari sisi pengguna kartu ATM, langkah sederhana untuk menjaga diri dari aktivitas ATM skimming adalah :

  1. Usahakan gunakan kartu ATM dari yang telah menggunakan Chip EMV.
  2. Lakukan transaksi hanya pada ATM yang lokasinya terpantau keamanannya, dianjurkan gunakan ATM yang terpasang di kantor-kantor bank.
  3. Pantau dengan seksama kondisi sekitar ruang ATM, bila ada benda yang mencurigakan dan tidak yakin dengan fungsi benda tersebut maka sebaiknya tidak melakukan transaksi di mesin ATM tersebut.
  4. Monitor dengan seksama akun perbankan milik kita, bila ada transaksi penarikan uang yang mencurigakan dan diragukan, segera laporkan kepada pihak bank.

 

Yogyakarta, 17 Maret 2018

 

Tren Industri Jilbab di Indonesia

Tidak pantas rasanya bagi kita untuk melupakan perintah-Nya jika kita ingin selalu diingat-Nya. Tidak pantas rasanya jika membuka aurat kita, jika kelak kita ingin bertemu dengan yang Maha Suci. Tidak kah kita merasa malu jika menginginkan begitu banyak kebahagiaan dan cinta dari- Nya, tanpa memberikan apapun bahkan tak mengikuti apa-apa yang telah menjadi seruan-Nya.

Goresan tangan Merisha Hastarina, ST., M.Eng, Sekretaris Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Palembang, tersebut meraih Juara III Lomba Esai PPM (Pemberdayaan dan Pemuliaan Muslimah) bekerja sama dengan Divisi Dakwah Indonesian Muslim Society in Korea (IMUSKA) diposting 2011.

“Jilbab bukan hanya budaya semata, dikenakan bukan karena sekarang ini sedang banyak orang yang memakainya, bukan agar kita dipandang sebagai orang yang lebih beriman, bukan pula hanya karena satu peraturan yang harus kita patuhi. Kerudung adalah sebuah pilihan, komitmen diri untuk berpegang dan terus berjalan dalam kehidupan Islami”, ungkapnya melalui pesan singkatnya seusia  penandatangan Nota Kesepahaman antara FTI UII dan FT Universitas Muhammadiyah Palembang tentang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (14 Maret 2018).

Baca : UII dan UMP, Kerjasama Pengembangan IPTEK 

Tulisan Merisha tersebut ikut menggaungkan bahwa Indonesia akan menjadi pusat mode Muslim dunia pada 2020. Ada yang mendukung, ada pula yang meragukan dan faktanya tren industri Hijab pada kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini mengalami tren positif naik secara dinamis.

Trend tersebut tentu patut untuk diapresiasi tinggi, karena sangat beralasan, dimana industri fashion kreatif ini pada umumnya didominasi oleh orang-orang muda yang berada di usia 18-35 tahun. Bidang fashion ini tidak hanya menyerap banyak tenaga kerja, tetapi juga secara sistematik dan berkelanjutan meningkatkan perekonomian Indonesia semakin baik.

Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perekonomian pernah  merilis “Industri fashion menyumbangkan hampir tujuh milyar dollar, dan mengalami peningkatan 2-3% dari sisi ekspor dan fashion busana muslim, menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi”.

Mendukung rilis tersebut, mengutip Perkembangan Fashion Hijab Indonesia yang Mendunia yang direlease (7 Februari 2018) oleh Kara Indonesia yang termasuk kedalam salah satu Industri Fashion Kreatif bergerak di bidang fashion muslim yang berkembang pesat. Brand (Kara Indonesia) ini berdiri tahun 2012 bersama Hijaber Community dengan berbagai macam fashion style juga hijab.

Baca : Trend Industri Jilbab di Indonesia dalam Perspektif Logistic & Supply Chain Management, analisis Dr, Zaroni CISCP, CFMP

“Untuk kalian yang baru memulai berjilbab sedikit demi sedikit perbaiki jilbab dan pemahaman kita tentang agama. Jangan takut dicela. Mudah-mudahan Allah nanti kasih pemahaman ke kita”. Pesan dari Ambu selaku CEO dari Kara Indonesia dengan koleksi Kara Indonesia yang memadukan beberapa warna yang dianggap tidak terlalu mencolok, seperti warna-warna pastel, hitam putih yang terkesan soft.

Jerri Irgo

Beasiswa Alumni – MTI UII

Beasiswa Alumni dari Program Studi (Prodi) S1 Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) adalah program bagi Alumninya untuk melanjutkan Studi S2 di Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana FTI UII. Adapun pendaftaran sampai dengan Sabtu, 24 Maret 2018, Perkulihan mulai tanggal Senin, 2 April 2018.

Hal tersebut disampaikan Dr Ir Elisa Kusrini MT CPIM CSCP, Sekretaris Program Pascasarjana FTI UII di ruang kerjanya Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,4 Sleman Daerah istimewa Yogyakarta (16 Maret 2018)

Baca : Berma, Kuliah di MTI Sangat Menyenangkan 

Dr. Ir. Elisa Kusrini, menambahkan Keunggulan Kuliah di MTI PPs FTI UII, adalah  selain Akreditasi B dari BAN PT, juga dapat meraih Double Designation: gelar Magister Teknik (MT) dan gelar Sertifikasi Internasional – Certified International Project Manager (CPIM) atau Accredited Supply Chain Analyst (ASCA) (Optional). “Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mengambil Sertifikasi Keahlian dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi / BNSP – (Certified Risk management Officer) dan tersedia Beasiswa dalam bentuk SPP dan Bantuan Biaya Riset (Tesis)” pungkasnya

Adapun info detail Beasiswa Alumni – MTI UII  hubungi sdr Jerri Irgo – 0813.9246.9391

Jerri Irgo