Kapabilitas Jasa Logistik Inovatif

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Selamat siang, salam sukses mulia untuk kita semua

Perkenankan saya mewakili praktisi pelaku usaha perusahaan jasa logistik, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Sdr. Darjat Sudrajat, Promovendus Program Doktor Ilmu Manajemen Binus.

Penelitian Sdr. Darjat mengenai Kapabilitas Jasa Logistik Inovatif ini sangat relevan dan memberikan insight bagi kami, para pelaku perusahaan jasa logistik Indonesia, di tengah era disrupsi berbagai bisnis, tidak kecuali perusahaan jasa logistik.

Izinkan saya menyampaikan pandangan pentingnya peningkatan kapabilitas jasa logistik inovatif ini, dari sisi konteks maupun praktik-praktik terbaiknya.

Bapak, Ibu, hadirin yang saya hormati,
Perubahan lingkungan bisnis sangat cepat. Utamanya perubahan ini dipicu oleh perkembangan kemajuan teknologi dan perubahan sosial dan bisnis. Implikasi dari perubahan lingkungan bisnis ini memengaruhi tren logistik dalam 5 sampai dengan 10 tahun mendatang.

Logistik dipandang sebagai bagian dari aktivitas supply chain, berperan dalam perencanaan, implementasi, dan pengendalian arus barang dan informasi, dari titik asal ke titik tujuan secara efisien dan efektif. Dalam banyak perusahaan, aktivitas logistik ini sebagian dialihdayakan (outsource) ke perusahaan penyedia jasa logistik, yang dikenal dengan perusahaan 3PL (third- party logistics). Inti dari aktivitas logistik ini adalah pengelolaan transportasi, pergudangan, dan distribusi, baik untuk tujuan domestik maupun internasional.

Dari perspektif strategi, perubahan lingkungan bisnis dipetakan menjadi dua dimensi. Dimensi pertama adalah dampak perubahannya terhadap perubahan model bisnis. Dimensi lainnya adalah dampak perubahannya dari sisi waktu. Dimensi waktu ini dibedakan menjadi rentang waktu kurang dari 5 tahun dan lebih dari 5 tahun.

Tren logistik dalam beberapa tahun mendatang dipengaruhi oleh tren sosial, bisnis, dan tren teknologi. Tren sosial & bisnis dipicu oleh perubahan perilaku masyarakat dan pebinis.

Pemerintah telah menerbitkan Paket Kebijakan XV dengan fokus untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing perusahaan penyedia jasa logistik nasional. Pertimbangan penerbitan paket kebijakan ini didasari fakta bahwa rasio biaya logistik Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih cukup tinggi, yaitu berkisar antara 24% sampai dengan 26%.

Dibandingkan dengan negara-negara lain biaya logistik Indonesia relatif tinggi. Biaya logistik di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman antara 8% sampai 9%. India 11% dan Tiongkok 17% (ADB, 2012).

Sementara dari komponen harga jual produk-produk ritel (consumer goods), di Indonesia biaya logistik menyerap 40% dari harga jual produk ritel. Komponen terbesar biaya logistik 72%-nya merupakan biaya transportasi.

Perhatian Pemerintah untuk mengembangkan usaha dan peningkatan daya saing perusahaan penyedia jasa logistik nasional sangat tepat. Perusahaan penyedia jasa logistik berperan penting dalam turut berkontribusi terhadap biaya logistik secara agregat di Indonesia.

Umumnya, perusahaan menyerahkan pengelolaan aktivitas logistiknya ke perusahaan penyedia jasa logistik. Kualitas layanan dan efisiensi biaya dalam pengelolaan logistik oleh perusahaan penyedia jasa logistik ini akan menentukan kinerja logistik dan biaya logistik perusahaan secara mikro dan biaya logistik nasional secara agregrat.

Paket Kebijakan XV ini juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap perusahaan- perusahaan penyedia jasa logistik nasional, alih-alih perusahaan penyedia jasa logistik asing.

Perusahaan penyedia jasa logistik hadir untuk memberikan solusi pengelolaan logistik. Perkembangan perusahaan logistik semakin pesat seiring dengan adanya kebutuhan perusahaan-perusahaan untuk meng-out source-kan aktivitas logistik ke perusahaan penyedia jasa logistik.

Peningkatan kinerja logistik dan penurunan biaya logistik nasional dapat dilakukan dengan melakukan continuous improvement dan inovasi layanan perusahaan-perusahaan penyedia jasa logistik nasional, utamanya perusahaan 2PL dan 3PL.

Fokus continuous improvement dilakukan pada peningkatan kualitas layanan dan cost reduction perusahaan penyedia jasa logistik. Peningkatan kinerja perusahaan penyedia jasa logistik

mencakup performance level (1) reliability, (2) responsiveness, (3) flexibility, (4) costs, dan (5) assets management.

Perusahaan penyedia jasa logistik nasional perlu membangun dan meningkatkan kualitas relationship management dengan pelanggannya. Perusahaan penyedia jasa logistik perlu memahami perspektif dan aspirasi pelanggan:
•    Pelanggan menuntut kualitas layanan logistik yang superior;
•    Pelanggan menuntut kepercayaan, keterbukaan, dan information sharing;
•    Pelanggan menuntut inovasi solusi atas permasalahan logistics dan supply chain yang mereka hadapi;
•    Sistem IT yang capable dan andal;
•    Pelanggan menuntut kejelasan service level  agrements;
•    Pelanggan menuntut service offering yang selaras dengan customer strategy dan pemahaman industri pelanggan secara mendalam.

Penerapan dan pengembangan ICT (information and communication technology) dalam pengelolaan logistics dan supply chain yang advanced, baik penerapan ICT untuk core logistics service seperti transportation management system (TMS), warehouse management system (WMS), freight management system (FMS), order management system (OMS), maupun penerapan supply chain technology innovations seperti internet of things, mobile connectivity, dan functional automation.

Inovasi dan pengembangan layanan logistik yang berbasis logistics & supply chain solution menjadi kebutuhan pelanggan saat ini, tidak hanya layanan basic logistics services. Perusahaan penyedia jasa logistik nasional perlu melakukan inovasi dan pengembangan layanan logistik seperti reverse logistics, cross-docking, freight bill auditing and payment, transportation planning and management, inventory management, product labeling, packaging, assembly, kitting, order management and fulfillment, service part logistics, fleet management, information technology (IT) services, supply chain consultancy services, dan customer service untuk memberikan solusi supply chain management pelanggan.

Dalam konteks makro, menjadi tugas pemerintah untuk menciptakan iklim usaha sektor perusahaan penyedia jasa logistik nasional agar efisien dan memiliki daya saing tinggi. Penyediaan dan perbaikan kualitas infrastruktur logistik seperti jalan, pelabuhan, rel kereta api, stasiun, terminal, teknologi telekomunikasi, dan lain-lain untuk meningkatkan kinerja layanan perusahaan penyedia jasa logistik nasional, dan meningkatkan connectivity desa-kota, pusat dan hub logistics domestik dan international.

Perbaikan sistem dan prosedur birokrasi pemerintah, mulai proses perizinan, pengawasan dan pembinaan, customs, perpajakan, perbankan, dan pasar modal, yang memungkinkan perusahaan penyedia jasa logistik nasional mampu bersaing dengan perusahaan penyedia jasa logistik asing, serta mendorong agar perusahaan penyedia jasa logistik nasional go to global market.

Tidak kalah penting, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan organisasi perusahaan penyedia jasa logistik nasional melalui pengajaran dan riset keilmuan logistics dan supply chain management, pendidikan vokasi logistik, dan sertifikasi perlu menjadi perhatian pemerintah untuk membangun kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia dan organisasi sebagai “inti daya saing” perusahaan penyedia jasa logistik nasional.

Hadirin yang terhormat,
Dalam konteks inilah hasil penelitian Sdr. Darjat memberikan panduan stratejik bagi kami, dari aspek manajerial, untuk selalu mengembangan inovasi layanan logistik, agar perusahaan jasa logistik Indonesia mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya dan turut berkontribusi dalam peningkatkan kinerja logistik nasional.

Tren perubahan sosial, bisnis, dan teknologi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan akan terus terjadi dalam beberapa tahun ke depan, selain memberikan peluang-peluang dalam penyediaan layanan logistik juga akan mendisrupsi bisnis logistik.

Perusahaan penyedia jasa logistik harus terus melakukan inovasi, eksplorasi strategi baru, pemanfaatan teknologi ICT, dan pengelolaan bisnis secara lincah (agile) dan seamless untuk memberikan solusi logistik yang tetap relevan dengan dinamika perubahan zaman.

Redefinisi bisnis, peninjauan model bisnis, dan upaya peningkatan hubungan dengan pelanggan agar tercipta kepuasan, loyalitas, dan pengalaman mengesankan dalam menggunakan jasa logistik, perlu menjadi paradigma baru para pemimpin perusahaan penyedia jasa logistik saat ini dan di masa mendatang.

Demikian pandangan kami, terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh Jakarta, 29 Januari 2018
Zaroni

 

Sumber : Sambutan Dr Zaroni saat Sidang Promosi Doktor Darjat Sudrajat di Binus Jakarta