Enterprise Architecture

Lathifah, Mahasiswa Konsentrasi Sistem Informasi Enterprise, Program Studi Magister Teknik Informatika, Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia

rsz_lathifah_sie_magister_teknik_informatika_pps_fti_uii_-_2

Enterprise Architecture

Pengantar

Enterprise architecture pada era saat ini memiliki peran yang begitu besar dan sangat luas salah satunya yaitu pada perguruan tinggi. Perguruan tinggi memandang pentingnya enterprise architecture guna untuk  keselarasan teknologi informasi dengan proses bisnis pada sistem informasi akademik.

Pemanfaatan enterprise architecturesangat dibutuhkan untuk dijadikan pedoman serta acuan sebuah model yang bisa digunakan jangka waktu yang panjang sesuai dengan kebutuhan  dan dapat digunakan secara optimal.

Penelitian mengambil potret pemanfaatan enterprise architecture terhadap 3 Perguruan Tinggi yaitu Universitas X, Universitas Y, dan Universitas Z. Data yang diambil dari hasil wawancara dan survey diolah menjadi instrumen.

Pembuatan instrumen tetap mengacu pada penelitian terdahulu yang menghasilkan 20 instrumen, sehingga memudahkan dalam mengukur empat proses bisnis enterprise architecturedengan menggunakan TOGAF. Hasil validasi menggunakan proses statistik yang melibatkan keterangan  dan nara sumber, sehingga hasil potret pemanfaat enterprise architecturepada perguruann tinggi memiliki nilai rata-rata 2,60.

Potret pemanfaat enterprise architecture dapat dirumuskan menjadi 3 objek penelitian yaitu penerapan enterprise architecture, pengaruh enterprise architecture, dan proses bisnisenterprisearchitecture yang didokumentasikan terhadap 3 Universitas, dapat disimpulkan enterprise architecture hampir selalu digunakan agar sistem informasi akademik dapat terintegrasi dengan baik. Namun Sistem informasi akademik yang berjalan tidak semuanya terpusat menjadi satu, sehingga proses dokumentasi tidak terkelola dengan baik dan ketika Universitas tersebut mengalami kesulitan tidak ada pedoman yang bisa dijadikan acuan saat melakukan setiap tindakan.

Sistem informasi akademik yang dibuat saat ini masih digunakan dalam jangka waktu pendek sebab aplikasi serta infrastruktur yang ada hanya sesuai dengan kebutuhan.

Hasil Penelitian / Kesimpulan

Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa menemukan formula untuk bisa melakukan potret pemanfaatan enterprise architecture pada perguruan tinggi merupakan hal yang penting.

Enterprise architecture sendiri ialah acuan yang sangat terstruktur dan detail yang sangat membantu suatu enterprise dalam hal ini sistem informasi akademik perguruan tinggi menjalankan proses bisnisnya.

Dalam perumusan instrumen dilakukan dari beberapa studi literatur, guna untuk mengetahui aspek pemanfaatan enterprise architecture pada sistem informasi akademik yang di-survey.
Aspek yang meliputi pemanfaatan enterprise architecture yaitu pengadaan, operasional, dan pemeliharaan sistem yang telah didokumentasikan pada perguruan tinggi.

Dari beberapa banyak studi literatur ada 4 (empat) peneliti terdahulu yang dijadikan acuan dalam membuat 20 (dua puluh) instrumen. Pembahasan dapat disimpulkan bahwa potret pemanfaat enterprise architecture dapat dirumuskan menjadi 3 (tiga) objek penelitian yaitu penerapan enterprise architecture, pengaruh enterprise architecture, dan proses bisnis enterprise architecture yang didokumentasikan.

Proses pembuatan 20 (dua puluh) instrumen mengacu pada 4 (empat) peneliti terdahulu yang dijadikan acuan pedoman dalam pembuatan instrumen. Ada 4 (empat) aspek pendukung dalam pemanfaatan proses enterprise architectureperguruan tinggi pada TOGAF antara lain architecture business, architecture application, architecture data, dan architecture technology.

Hasil dari instrumen diberi nilai serta ditentukan rentang skalanya, hasil nilai yang sudah diolah pada instrumen dijadikan patokan nilai dalam potret pemanfaatan enterprise architecture pada perguruan tinggi. Hasil potret pemanfaatan enterprise architecture pada 3 (tiga) Universitas di Yogyakarta berada di antara skala 2 (kadang-kadang) dan 3 (selalu) memanfaatkan enterprise architecture.

Kesimpulannya bahwa potret pemanfaatan enterprise architecture hampir selalu digunakan pada perguruan tinggi agar sistem informasi akademik yang berjalan dapat terintegrasi dengan baik.

Hasil menunjukan bahwa skala angka tinggi akan tetapi ada masalah yang munculya itu sistem informasi akademik yang berjalan tidak semuanya terpusat menjadi satu, sehingga proses dokumentasi tidak terkelola dengan baik.

Kemudian dan ketika Universitas tersebut juga mengalami kesulitan ketika tidak ada pedoman yang bisa dijadikan acuan saat melakukan setiap tindakan. Sistem informasi akademik yang dibuat saat ini masih digunakan dalam jangka waktu yang pendek sebab aplikasi serta infrastruktur disediakanhanya sesuai dengan kebutuhan.

Yogyakarta, 29 Januari 2018