Aksi Bela Palestina: Cyber Army Indonesia Menguasai

Ismail Fahmi, Ph.D,  Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

– – –

Tadi di Monas diadakan AksiBelaPalestina yang dipadati oleh puluhan (hingga ratusan) ribu umat Islam. Drone Emprit telah lama mengamati percakapan dengan kata kunci “Palestina atau Palestine”, sehingga sekarang bisa membuat laporan untuk data dari beberapa hari terakhir.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (1)

Bagaimana peta percakapan tentang ‘Palestina’ atau ‘Palestine’ di media sosial Twitter dalam seminggu terakhir, dibandingkan dengan hari ini saat terjadi aksi? Apakah suara dari Indonesia cukup besar dan bergema di sana?

DATA

Dari data seminggu terakhir (10-17 Desember), terdapat 856 kilo twit dan 17,5 kilo mention di media online. Percakapan tertinggi terjadi pada 10 Desember, yang kemudian turun dan naik. Dan pada tanggal 17 Desember (hari ini), secara signifikan percakapan tampak naik di media online Indonesia khususnya, dan di Twitter naik sedikit.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (2)

Ramainya percakapan warganet Indonesia seiring dengan aksi ini, ternyata mampu memberi kontribusi pada kenaikan percakapan secara global.

SNA 17 DESEMBER: CLUSTER INDONESIA JUARA

Langsung saja kita lihat peta SNA untuk percakapan di Twitter global pada hari ini. Tampak jelas, satu-satunya cluster besar yang mendominasi percakapan global ini adalah cluster dari Indonesia. Semua elemen yang turut bergerilya di medan cyber, bergabung jadi satu.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (3)

Kalau kita zoom peta ini, fokus ke cluster Indonesia, kita akan bisa melihat elemen mana saja yang terlibat dalam gerilya ini. Ternyata, percakapan cluster ini didominasi oleh warganet yang selama ini terasosiasi ke dalam cluster MCA (Moslem Cyber Army). Di sini, mereka merupakan kekuatan terbesar, yang menyumbangkan suara paling dominan di dunia cyber asal Indonesia dalam memperjuangkan Palestina.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (4)

Tampak akun pemerintah yang diwakili oleh Kemenag_RI, cukup aktif juga dan bergabung ke dalam cluster ini. Selain itu, ada juga cluster NU cukup aktif meski berada di pinggiran cluster.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (5)

Hashtag yang mereka perjuangkan terutama adalah #AksiBelaPalestina1712, #Aksi1712, dan #AksiBelaPalestina.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (6)

Selain mereka, dari Internasional ada cluster dari Gaza, UK, dan cluster individu yang mendapat begitu banyak retweet. Hashtag yang mereka gunakan adalah #Palestine, #DeleteIsrael, dan #Jerusalem.

Apakah cluster Indonesia selalu besar seperti ini?

SNA 16 DESEMBER: CLUSTER INDONESIA PEMANASAN

Kita lihat data sehari sebelumnya, yaitu tanggal 16 Desember. Dari peta SNA, tampak cluster Indonesia belum menjadi sentral dari semesta percakapan tentang Palestina. Pusatnya masih warganet dari Gaza dan UK.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (7)

Cluster Indonesia tampaknya sedang melakukan persiapan, konsolidasi, untuk acara esok hari. Meski baru pemanasan, cluster Indonesia sudah cukup dominan.

SNA 10-15 DESEMBER: INDONESIA SELALU EKSIS

Bagaimana dengan hari-hari sebelumnya? Apakah cluster Indonesia selalu eksis?

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (8)

Dari data tanggal 10-15 Desember, tampak bahwa pusat percakapan berada di Gaza, dengan user @ShehabAgencyEn yang menjadi motornya. Ini adalah sebuah News Agency dari Gaza, yang menyuarakan perjuangan dari sana, meski usianya belum lama di Twitter.

Yang menarik, ada seorang model keturunan Palestina, yaitu Bella Hadid, yang cukup berpengaruh dalam kampanye perjuangan membela Palestina di media sosial. Bella dikenal dengan aksinya yang turut bergabung dalam sebuah demo menentang klaim Trump dan Israel atas Yerusalem.

Nah, warganet dari Indonesia, ternyata cukup dominan juga. Mereka membentuk dua cluster. Cluster terbesar adalah warganet dari MCA, dan cluster yang lebih kecil dari pemerintah RI yg diwakili oleh Kemenlu, Setkab, dan Setneg. Ada juga cluster dari GunRomli, DennySiregar7 dan jaringannya, meski tampak sangat kecil.

Secara umum, warganet asal Indonesia selalu tampil dan eksis dalam membela Palestina melalui media sosial. Suara mereka berdampingan dengan suara warganet dari Gaza.

TRUMP: 18 MILLION RETWEETS NEEDED

Ada seorang warganet, @FinDeLAlphabet, yang bertanya kepada Trump, “Berapa banyak retweet dibutuhkan untuk mengakui Negara Palestina?” Trump menjawab, “18 Million”.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (9)

Entah serius atau tidak si Trump, namun user tersebut kemudian berusaha menggalang dukungan retweet, untuk mencapai jumlah di atas. Sejak 12 Desember hingga sekarang baru terkumpul 97 kilo retweet. Masih kurang banyak sekali.

Anda mau membantu? Bikin 17 juta retweet!

CLOSING

Banyak cara untuk berjuang membela Palestina. Antara lain melalui bantuan kemanusiaan, diplomasi, demonstrasi, dan juga perang cyber di media sosial. Semua ini signifikan, penting, dan dibutuhkan. Tujuannya, agar suara pembelaan terhadap Palestina terdengar, melalui berbagai kanal.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (10)Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (11)Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (12)

Di media sosial Indonesia, tidak sedikit kita temukan suara-suara yang secara halus berusaha mengendorkan perjuangan warganet dalam membela Pelestina, dan sebaliknya tak terasa membela kepentingan Israel. Media sosial termasuk kanal yang tidak akan mereka biarkan.

Oleh karena itu, perjuangan melalui jalan cyber akan semakin relevan dan semakin diperlukan. Kegigihan warganet Indonesia telah tampak jelas kontribusinya dalam peta SNA pembelaan terhadap Palestina. Dan ini harus terus dilakukan dan diperjuangkan.