Mengintip Teknologi Sritex Produksi Seragam Militer

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggarap bisnis tekstil mulai hulu hingga hilir, terdiri atas pasokan bahan baku, terutama serat rayon, riset pengembangan hutan tanaman industri, pemintalan benang (spinning), pertenunan (weaving), pencelupan dan pengecatan (dyeing dan printing), serta garmen. Sritex memproduksi seragam militer 31 negara, seragam beberapa perusahaan, dan garmen prinsipal global.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Mahasiswa Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) melakukan kunjungan industri ke Sritex.

Photo Kunjungan Industri MTI PPs FTI UII - Sritex - Des 2017 - Jerri Irgo
Dr. Taufik Himawan, Dosen Pendamping dalam sambutannya sampaikan “rasa syukur dan terima kasih telah diberikan kesempatan kepada Mahasiswa MTI untuk melakukan kunjungan ke Perusahaan Tekstil Terpadu terbesar se Asia Tenggara, banyak hal baru dan dapat menjadi tema thesis” ungkap Taufik juga sebagai Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII (14 Desember 2017).

Delegasi PPs FTI UII, diterima Utami dan Rena Humas serta Agung GM Produksi Sritex. Saat menjelaskan kepada mahasiswa Utama sampaikan produk kain Sritex telah digunakan oleh angkatan militer beragam negara. Tidak hanya Indonesia tapi juga negara-negara seperti Timor Leste, Jerman, Inggris, Swedia, dan Australia.

Bukan hanya kualitas mutu yang teruji, Sritex juga melakukan beragam inovasi produk melalui pengunaan teknologi.  Salah satunya adalah Sritex berhasil memproduksi seragam militer anti sinar infra merah, anti serangga, anti api, dan anti radiasi nuklir.

“Inovasi akan selalu kami kembangkan. Kami selalu berusaha berada di garis depan dalam teknologi terbaru. Ini sesuai dengan tujuan kami yakni mutu yang tinggi, harga baik, serta pekerjan tepat waktu bisa terus kami jaga dengan baik” jelas Utami,

Selain itu Sritex memiliki satu keunggulan yang berbeda dengan perusahaan lainnya, yaitu tidak ada membedakan karyawan kontrak dan permanen, semua mendapat hal dan kewajian yang sama apalagi   “karyawan berpegang pada konsep Trilogi Sritex, yang terdiri atas tiga poin, yakni perusahaan adalah sawah ladang kita bersama, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini, serta kita terikat sebagai keluarga besar Sritex yang mengutamakan persatuan dan kesatuan” ujarnya.

Selanjutnya Utami menambahkan ada filosofi Tri Dharma, “yang juga terdiri atas tiga poin, yakni melu handarbeni atau ikut merasa memiliki, melu hangrungkebi atau ikut bertanggung jawab, dan mulat sariro hangrosowani atau selalu mawas diri”

Jerri Irgo