Omni-Channel, Perspektif Logistik

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

 

Strategi bauran pemasaran mengajarkan pentingnya saluran pemasaran (marketing channel) produk yang menjangkau ke segmen pelanggan. Saluran pemasaran atau sering disebut dengan place ini sama pentingnya dengan keputusan stratejik produk (product), harga (price), dan promosi (promotion), yang dikenal dengan 4Ps of marketing.

Pilihan model saluran pemasaran produk ini banyak macamnya. Perusahaan dapat menggunakan distributor, grosir, dan pengecer dalam menjual dan mendistribusikan produknya. Selain itu, perusahaan dapat juga menjual dan mendistribusikan produknya langsung ke pelanggan, tanpa perantara.

Model saluran pemasaran ini tidak sekadar aliran produk dari perusahaan ke pelanggan. Saluran pemasaran telah berkembang menjadi touch point pelanggan dengan perusahaan. Karenanya, perusahaan perlu menetapkan bagaimana pelanggan mengakses produk dan layanan serta berinteraksi dengan perusahaan.

Akses ini memungkinkan pelanggan dapat mengetahui informasi produk, melakukan tinjauan (preview) sebelum memutuskan pembelian, pemesanan, pembayaran, pemilihan pengantaran kapan dan di mana produk ingin diterima, penilaian, rekomendasi, sampai kepada kemungkinan mengembalikan (return) produk bila produk tidak sesuai dengan fitur yang diinginkan. Perilaku pembelian pelanggan menjadikan sebuah perjalanan pelanggan (customer journey), sejak memeroleh informasi, penerimaan, dan kemungkinan pengembalian produk.

Dalam beberapa tahun terakhir, perilaku pembelian konsumen berubah secara drastis seiring dengan berkembangnya penggunaan internet dan smartphone di seluruh dunia.

Lonjakan transaksi dan nilai perdagangan melalui internet dan semakin banyak konsumen menggunakan saluran yang berbeda untuk mengevaluasi produk, memesan, membayar, menerima, dan mengembalikan produk atas pembelian mereka telah mendorong perusahaan untuk mengembangkan saluran pemasaran dengan menggunakan pendekatan Omni-channel.

Omni-channel menjadi model saluran pemasaraan di era internet. Sebelumnya, saluran pemasaran hanya terbatas pada satu saluran (single channel). Pada single channel, umumnya pelanggan berinteraksi dengan perusahaan melalui salah satu saluran pemasaran seperti pembelian di toko fisik, pemesanan produk melalui tenaga penjualan, atau pembelian secara telepon dan online. Perusahaan hanya membuka akses satu saluran. Peritel tradisional dan modern awalnya banyak menerapkan satu saluran pemasaran.

Perkembangan teknologi internet memungkinkan mereka membuka beberapa saluran pemasaran (multichannel). Pemesanan dan pembelian produk tidak hanya dilalukan di toko fisik atau online, namun perusahaan melayani pembelian dari toko fisik, online, telepon, dan lain-lain. Saluran ini dikenal dengan O2O, online offline. Gramedia dan Matahari merupakan contoh perusahaan yang telah menerapkan multichannel.

Konvergensi teknologi internet dan smartphone memungkinkan perusahaan mengintegrasikan semua saluran pemasaran dalam model Omni-channel.

Produsen dan pengecer di semua industri perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan Omni-channel ini. Dari tren yang sedang berkembang, Omni-channel akan menjadi persyaratan utama di masa depan, menghadirkan tantangan dan peluang signifikan bagi semua bisnis, utamanya bisnis sektor ritel.

Logistik adalah enabler kunci untuk Omni-channel, dan keberhasilan pendekatan omni- channel bergantung pada bagaimana bisnis beradaptasi dengan perjalanan pelanggan yang berkembang. Perusahaan harus beralih dari struktur dan jaringan berbasis saluran pemasaran, dan berusaha mempersonalisasi keterlibatan pelanggan dalam saluran pemasaran sesuai customer journey-nya.

Pengertian Omni-Channel

Model bisnis ritel telah berubah total. Konsumen yang terhubung secara digital saat ini lebih diberdayakan dan mendapat informasi yang sangat melimpah. Istilah “Omni” berarti semua: dalam segala hal, tempat, dan lain-lain, dengan “tanpa batas“. Dalam konteks pemasaran, Omni bermakna akses konsumen ke produk dan layanan perusahaan setiap saat, setiap tempat, dan setiap media atau perangkat (anytime, anywhere, dan any devices)

Pembelanja Omni-channel modern selalu terhubung melalui internet atau ponsel di genggaman tangannya. Pembelanja ini mengetahui dengan baik dan informasi melimpah tentang pilihan mereka, menemukan penawaran terbaik, dan mengharapkan untuk menerima produk dari setiap pembelian pada waktu dan tempat sesuai pilihan mereka.

Perjalanan pembelanja modern ini melintasi berbagai saluran pemasaran termasuk media toko fisik, online, seluler, dan sosial. Implikasinya, perilaku pembelanja ini membawa beberapa faktor baru yang mempengaruhi keputusan penjualan dan konsumen. Ini mengakibatkan pergeseran dari serangkaian tindakan dalam satu saluran ke rangkaian tindakan di beberapa saluran.

Ilustrasi berikut akan menggambarkan bagaimana pendekatan Omni-channel ini menjadi tren baru dalam perilaku konsumen, dan faktor keberhasilan kunci apa yang perlu diperhatikan perusahaan.

  • Anda melihat iklan produk jeans saat dalam perjalanan dari rumah ke tempat kerja. Bagi perusahaan, penggunaan media sosial adalah saluran komunikasi kunci untuk mengenalkan produk ke segmen pasar
  • Di rumah, Anda menjelajah celana jeans yang Anda sukai dan membelinya secara online. Fungsi pencarian yang terus disempurnakan sangat penting bagi konsumen.
  • Anda mencari-cari toko terdekat dan pastikan di situlah Anda akan mengambil jinsnya. Visibilitas inventory di seluruh saluran adalah enabler
  • Segera setelah Anda tiba, petugas toko pengecer mengenali Anda dan memberikan celana jins untuk Anda. Layanan in-store yang dipersonalisasi adalah harapan utama konsumen.
  • Anda melihat kemeja yang Anda suka, pindai kode QR-nya, dan Anda memutuskan untuk mencarikan produk sesuai dengan pilihan dan ukuran yang Anda inginkan. Pelanggan yang mengambil produk di dalam toko sering melakukan pembelian
  • Toko tidak memiliki ukuran kemeja Anda, jadi pengecer menawarkan untuk mengantarkannya ke loker paket Anda. Pilihan pengiriman produk yang fleksibel sangat penting. Perusahaan pengantaran seperti Kantor Pos memerankan penting dalam layanan pengantaran
  • Di kemudian hari, Anda menerima e-mail atau notifikasi melalui SMS yang menyatakan bahwa pengiriman telah dilakukan. Pengiriman cepat merupakan harapan
  • Mengagumkan! Anda tidak sabar untuk memberitahu semua teman Anda. Pelanggan yang bahagia akan membuat publisitas yang hebat dengan menyebarluaskan pengalaman yang mengesankan mereka ke koleganya dalam berbagai media

Perjalanan konsumen hari ini bergerak melintasi berbagai saluran, mulai dan berakhir pada berbagai titik berdasarkan preferensi individu. Pendekatan multichannel tradisional tidak dapat mencapai ketersediaan informasi, kecepatan pengiriman, dan pengalaman pribadi yang diharapkan oleh pembeli modern.

Bila saat ini kita masih menjumpai sebagian besar bisnis menggunakan pendekatan multi-channel tradisional, yang berusaha mengoptimalkan pengalaman konsumen di setiap saluran. Akibatnya, saluran beroperasi secara independen dan sering bersaing satu sama lain. Selain itu, ada variasi yang cukup besar di berbagai saluran dalam pengalaman pelanggan, informasi produk, harga, dan tingkat layanan. Permasalahan seperti ini disolusikan dengan Omni-channel.

Omni-channel mengintegrasikan saluran penjualan yang sebelumnya terpisah untuk bertemu ke dalam satu saluran. Aliran produk dan perjalanan konsumen dalam Omnichannel dirancang untuk menghadirkan bukan hanya produk tetapi juga pengalaman belanja pelanggan yang sangat dipersonifikasikan. Oleh karena itu, Omni-channel melakukan segala sesuatu mulai dari pemasaran hingga sistem pemesanan, pembayaran, pemenuhan, pengantaran, dan pengembalian produk.

Peran Logistik

Pendekatan Omni-channel bertujuan untuk memungkinkan pengalaman pelanggan dalam melakukan pembelian produk: kapan saja, dimana saja, dan perangkat apa saja.

Perusahaan yang menerapkan pendekatan Omni-channel hari ini umumnya berfokus pada personalisasi pengalaman berbelanja di toko dan ke depan akan terus menjadi saluran pemasaran yang dominan secara global.

Area fokus kedua untuk pengadopsi Omni-channel hari ini adalah mempersonalisasi keterlibatan pelanggan di luar toko melalui interaksi media online, seluler, dan sosial.

Pendekatan Omni-channel lebih kompleks daripada pendekatan multi-channel tradisional karena pengalaman pelanggan di setiap saluran harus identik, dan beralih dari satu saluran ke saluran lainnya harus lancar, tanpa hambatan (seamless). Jika pengecer mengetahui preferensi pelanggan di dalam toko, informasi ini harus dibagi dengan saluran online (dan sebaliknya).

Konsekuensinya, hal ini harus dilakukan pada waktu yang tepat, idealnya secara real time, karena informasi ini dapat memengaruhi keputusan pembelian. Demikian pula, peritel harus menangkap setiap interaksi pelanggan di setiap saluran dan memanfaatkan wawasan perilaku pembelian ini untuk membangun strategi Omnichannel yang optimal.

Logistics dan supply chain merupakan tulang punggung setiap strategi Omni-channel. Mereka adalah enabler kunci untuk memberikan layanan pribadi dan pemenuhan secara konsisten, hemat biaya, dan fleksibel. Strategi logistics dan supply chain yang efektif memungkinkan pengecer untuk mencapai visibilitas dan pengoptimalan inventory dalam lintas saluran. Strategi ini penting bagi keberhasilan penerapan Omnichannel dan memenuhi harapan pelanggan untuk menghasilkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Rantai pasokan tradisional saat ini mengalami tekanan dan tantangan yang cukup besar karena permintaan akan layanan ‘kapan saja, di mana saja, dari perangkat mana pun’ dan penggunaan teknologi baru memperluas jangkauan dan keluasan pilihan konsumen. Diperlukan Omni-channel logistics yang efektif sebagai persyaratan utama model bisnis di masa depan.

Tren teknologi yang sudah ada yang memengaruhi logistics dan supply chain meliputi analisis big data, Internet of Things (IoT), dan otomasi. Para pemimpin perusahaan harus memikirkan kembali strategi logistik dan jaringan yang ada, dan menerapkan peran yang jauh lebih aktif dalam mengelola dan memberikan janji konsumen.

Strategi logistics dan supply chain untuk Omni-channel ini setidaknya mencakup:

  1. Omni-channel fulfillment

Penggunaan strategi Omni-channel mensyaratkan jaringan fulfillment yang mampu memenuhi pesanan pelanggan secara cepat dan cost-effective dengan visibilitas inventory yang baik agar mudah dilakukan penyimpanan dan picking untuk mengoptimalkan semua saluran distribusi. Gudang fulfillment ini harus dirancang agar dapat mengelola produk-produk dalam ukuran kecil dan banyak ragamnya (SKUs). Dalam Omni-channel, gudang fulfillment ini juga berfungsi “showroom” yang dapat dilihat oleh konsumen dalam aktivitas customer journey-nya.

  1. Omni-channel last-mile delivery

Layanan last-mile delivery untuk Omni-channel dirancang agar dapat melakukan pengantaran secara cepat dan fleksibel sesaui pilihan waktu dan loaksi penerimaan produk yang diinginkan konsumen.

Penggunaan berbagai moda delivery perlu dikembangkan, mulai dari mobil, sepeda motor, sepeda, pengantar pejalan kaki, dan drone. Model delivery dengan resource sharing dapat digunakan untuk menekan biaya pengantaran dan memenuhi fleksibilitas waktu dan lokasi pengantaran.

Selain itu, lokasi penerimaan produk perlu diperluas, tidak hanya rumah dan kantor, melainkan PO Box atau parcel locker di setiap kantor pos, hotel, apartment, dan lain-lain. Layanan nilai tambah seperti pemasangan dan penjelasan penggunaan produk perlu dikembangkan untuk memaksimalkan pengalaman mengesankan konsumen dalam berbelanja.

***

Kemajuan dan konvergensi internet dengan smartphone memungkinkan konsumen dapat berinteraksi dengan semua saluran pemasaran perusahaan. Pada saat yang sama konsumen juga dapat menyebarkan informasi secara horizontal dalam media sosial. Ini membuat model bisnis berubah.

Para pemimpin perusahaan perlu mengadop dan mengembangkan saluran pemasaran model Omni-channel yang memungkinkan pelanggan dapat mengakses perusahaan dari berbagai saluran pemasaran.

Logistik berperan penting dalam keberhasilan model Omni-channel, dengan menghadirkan layanan fulfillment dan last-mile delivery yang fleksibel dan andal.

Menteng Huis, Jakarta, 28 Desember 2017

Ontology and Its Application – The INTRO

Dhomas Hatta Fudholi, Ph.D.

Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia

Materi : Ontology and Its Application – The INTRO

Dhomas Hatta - Kunjungan Industri - RSU Islam Harapan Anda Tegal - Des 2017 (23)

Disampaikan saat Kunjungan Industri Mahasiswa Konsentrasi Informatika Medis ke Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Tegal Jawa Tengah (22 Desember 2017)

Shared Service Center

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

Peter F. Drucker, sang mahaguru manajemen pernah mengingatkan para pemimpin organisasi perusahaan bahwa alasan perusahaan ada sejatinya untuk melayani pelanggan melalui produk dan layanan.

Penciptaan produk dan layanan pelanggan memerlukan serangkaian aktivitas inti (core activities), seperti riset pasar, desain produk, produksi, pemasaran, dan penjualan. Tidak cukup hanya aktivitas tersebut, perusahaan perlu menjalankan aktivitas layanan pelanggan (customer services), pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi keuangan dan pelaporan keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan dan pengelolaan ICT, pemeliharaan infrastruktur perusahaan seperti gedung, kendaraan, gudang, dan lain-lain. Aktivitas ini sering kita kenal sebagai aktivitas pendukung (support activities)

Banyak perusahaan mulai fokus pada pengelolaan aktivitas inti agar dapat memberikan pelayanan pelanggan secara maksimal. Upaya peningkatan peran dari aktivitas pendukung pun terus dilakukan, selain mengoptimalkan sumber dayanya agar dicapai efisiensi.

Aktivitas keuangan, pengelolaan keuangan, akuntansi, ICT, dan pengelolaan aset sering diselenggarakan secara bersama, atau disentralisasi pada lokasi tertentu untuk memberikan pelayanan kepada banyak cabang atau unit di beberapa kota. Model pengelolaan aktivitas support dengan memberikan pelayanan bersama ini sering kita kenal dengan shared service center (SSC).

Dalam beberapa tahun terakhir, kecenderungan perusahaan untuk mengembangkan SSC semakin meningkat. Ini terutama dipicu oleh kemajuan teknologi ICT, baik aplikasi, teknologi jaringan, maupun penggunaan berbagai perangkat cerdas.

Kantor pos dan Telkom, misalnya, telah menyelenggarakan SSC untuk pengelolaan fungsi keuangan, akuntansi, SDM, ICT, dan aset. Dulu setiap kantor pos menyelenggarakan fungsi support tersebut masing-masing. Sekarang, fungsi support disentralisasi berdasarkan regional tertentu yang memberikan pelayanan ke banyak cabang kantor pos di beberapa kota.

Dengan model SSC seperti ini, kantor pos pun mendapatkan banyak manfaat. Tidak perlu lagi di setiap kantor pos ada bagian (department) akuntansi, keuangan, pengelolaan SDM, ICT, dan aset. Pengurangan pegawai dapat dilakukan. Realokasi pegawai yang biasa menyelenggarakan aktivitas fungsi support dialihkan ke fungsi bisnis, seperti penerimaan layanan pelanggan di loket, layanan penjemputan barang, pemrosesan, dan pengantaran barang. Kantor pos lebih fokus pada pelayanan pelanggan, sementara pengelolaan fungsi support dilakukan bersama (common activities) dalam unit shared-service center.

Pengalokasian Biaya

Implementasi SSC memerlukan solusi pengalokasian biaya (cost allocation) yang akurat. Bila tidak akurat, alokasi biaya SSC akan over costing atau under costing. Setiap cost harus dibebankan (cost assignment) ke obyek biaya (cost object). Cost merupakan pemakaian sumber daya untuk tujuan tertentu. Sumber daya ini bisa berupa tenaga kerja, kendaraan, bahan bakar minyak (fuel), gedung, peralatan dan perlengkapan kantor, ICT, dan lain-lain untuk menyelenggarakan aktivitas inti dan support yang diperlukan dalam penciptaan produk dan layanan pelanggan.

Pemakaian tenaga kerja misalnya, menimbulkan biaya upah dan gaji. Pemakaian kendaraan akan menimbulkan biaya sewa kendaraan atau biaya penyusutan kendaraan. Pemakaian bahan bakar menimbulkan biaya bahan bakar. Penggunaan gedung menimbulkan biaya sewa gedung atau biaya penyusutan gedung. Demikian juga pemakaian perlengkapan kantor, perusahaan mencatat biaya pemakaian perlengkapan kantor.

Semua biaya pada akhirnya harus dibebankan ke obyek biaya. Obyek biaya ini dapat berupa department seperti produksi, pemasaran, atau administrasi. Atau obyek biaya berupa produk dan pelanggan.

Pembebanan biaya (cost assignment) ke obyek biaya dilakukan dengan cost tracing atau cost allocation. Pembedaannya terletak pada jenis biaya. Biaya langsung (direct cost) dibebankan secara langsung ke obyek biaya karena dapat ditelusuri setiap pemakaian biaya secara akurat. Contoh biaya langsung untuk produksi adalah biaya pemakaian bahan baku (direct material cost) dan biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost). Kedua biaya ini sering disebut sebagai prime cost.

Sebaliknya, kita tidak dapat menelusuri pemakaian biaya tidak langsung (indirect cost) untuk setiap obyek biaya. Karenanya, pembebanan biaya tidak langsung ini umumnya dilakukan dengan pengalokasian biaya (cost allocation). Biaya tidak langsung untuk produk, misalnya biaya overhead pabrik seperti biaya penyusutan pabrik, biaya gaji mandor, biaya asuransi pabrik, biaya pemakaian suku cadang mesin, dan lain-lain.

Biaya SSC merupakan biaya bersama (common cost), sehingga pembebanan biaya ke obyek biaya dilakukan dengan pengalokasian biaya. Dalam literature akuntansi biaya (cost accounting), banyak dikenalkan metode pengalokasian biaya, yang dapat dikelompokkan menjadi dua pendekatan pengalokasian biaya, yaitu: pendekatan tradisional (traditional approach) dan pendekatan activity-based costing.

Pendekatan tradisional menggunakan dasar tertentu yang masuk akal secara proposional dalam pengalokasian biaya. Dikatakan masuk akal karena dalam pengalokasian biaya ini menggunakan basis tertentu yang rasional, memiliki hubungan yang rasional antara biaya dan obyek biaya. Contoh pendekatan tradisional dalam alokasi biaya SSC: luas meter persegi penggunaan ruangan kantor sebagai dasar dalam alokasi biaya sewa gedung.

Sementara pendekatan activity-based costing (ABC), pengalokasian biaya didasarkan pada biaya aktivitas yang dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kepada unit tertentu. Pengalokasian biaya SSC dengan menggunakan pendekatan ABC diyakini akan menghasilkan pengalokasian biaya yang lebih akurat dibandingkan dengan pendekatan tradisional.

Keakuratan pengalokasian biaya menjadi penting, agar pembebanan biaya ke obyek biaya tidak over costing atau under costing. Baik over costing atau under costing, akan menyebabkan pengambilan keputusan biaya tidak tepat (misleading).

Penerapan Activity-Based Costing

Ide activity-based costing sejatinya sederhana. SSC melayani unit atau kantor lain dengan menyelenggarakan serangkaian aktivitas SSC. Pelaksanaan aktivitas memerlukan sumber daya. Pemakaian sumber daya menimbulkan biaya. Perubahan biaya ditentukan oleh pemicu biaya (cost driver). Bila pemicu biaya ini meningkat, maka biaya aktivitas juga meningkat.

Penggunaan ABC untuk pengalokasian biaya SSC dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1, Identifikasi dan klasifikasikan aktivitas yang berhubungan dengan produk dan layanan Perlu disusun kamus aktivitas yang diturunkan dari produk, proses bisnis, aktivitas, dan pemicu biaya. Aktivitas diklasifikasikan menjadi aktivitas inti dan aktivitas pendukung.

Dr Zaroni - share service center - magister teknik industri UII (1)

Proses bisnis untuk fungsi SSC mencakup:

  • Proses bisnis fungsi keuangan
  • Proses bisnis fungsi pengelolaan SDM
  • Proses bisnis fungsi pengelolaan ICT
  • Proses bisnis fungsi pengelolaan

Dari setiap proses bisnis tersebut selanjutnya diidentifikasi aktivitas masing-masing.  Umumnya untuk mengidentifikasi aktivitas, perusahaan menggunakan beberapa pendekatan antara lain: top-down, wawancara atau partisipasi, dan penggunaan dokumen sekunder.

Berikut ini template isian identifikasi aktivitas dan activity drivers untuk setiap proses bisnis SSC.

Dr Zaroni - share service center - magister teknik industri UII (3)

2. Mengestimasi biaya total untuk setiap aktivitas yang telah diidentifikasi pada langkah pertama. Estimasi biaya total menggunakan pendekatan data historis, penganggaran, atau biaya standar.

3. Menghitung tarif pemicu biaya (cost-driver rate) untuk setiap aktivitas. Dari biaya total dapat dihitung tarif pemicu biaya setiap aktivitas. Caranya dengan membagi biaya total dan estimasi volume aktivitasnya.

Dr Zaroni - share service center - magister teknik industri UII (2)

Implementasi SSC

SSC menjanjikan banyak kemanfaatan baik efisiensi dan peningkatan kualitas layanan pendukung (support services). Efisiensi dicapai melalui konsolidasi sumber daya pendukung sehingga dicapai skala ekonomis volume aktivitas tertentu. Pemanfaatan ICT sangat membantu dalam keberhasilan implementasi SSC.

Tahap awal dapat dibentuk tim penyusun SSC. Tugas tim ini sebagai change management untuk mengawal perubahan dalam implementasi SSC. Sebaiknya tim SSC ini direkrut dari berbagai fungsi atau department, baik fungsi bisnis maupun pendukung. Komitmen top management sangat penting dalam keberhasilan implementasi SSC ini.

Implementasi SSC tidak hanya di organisasi bisnis seperti perusahaan. SSC dapat diterapkan di organisasi pemerintahan, publik, dan organisasi nirlaba. Pemahaman mengenai produk, layanan, siapa pelanggan internal dan eksternal perusahaan, apa proses bisnis dan aktivitas kunci perusahaan, berapa estimasi biaya aktivitas total, apa pemicu biaya, berapa tarif pemicu biaya aktivitas, dan bagaimana membebankan biaya aktivitas SSC ke pengguna, sangat penting bagi tim dalam mengimplementasi SSC.

Kini sudah saatnya para pemimpin organisasi berani mengimplementasikan SSC di tempat kerjanya, agar dapat meningkatkan efisiensi organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan ke pelanggan internal maupun eksternal.

Bandara Juanda, Surabaya, 21 Desember 2017

Aksi Bela Palestina: Cyber Army Indonesia Menguasai

Ismail Fahmi, Ph.D,  Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

– – –

Tadi di Monas diadakan AksiBelaPalestina yang dipadati oleh puluhan (hingga ratusan) ribu umat Islam. Drone Emprit telah lama mengamati percakapan dengan kata kunci “Palestina atau Palestine”, sehingga sekarang bisa membuat laporan untuk data dari beberapa hari terakhir.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (1)

Bagaimana peta percakapan tentang ‘Palestina’ atau ‘Palestine’ di media sosial Twitter dalam seminggu terakhir, dibandingkan dengan hari ini saat terjadi aksi? Apakah suara dari Indonesia cukup besar dan bergema di sana?

DATA

Dari data seminggu terakhir (10-17 Desember), terdapat 856 kilo twit dan 17,5 kilo mention di media online. Percakapan tertinggi terjadi pada 10 Desember, yang kemudian turun dan naik. Dan pada tanggal 17 Desember (hari ini), secara signifikan percakapan tampak naik di media online Indonesia khususnya, dan di Twitter naik sedikit.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (2)

Ramainya percakapan warganet Indonesia seiring dengan aksi ini, ternyata mampu memberi kontribusi pada kenaikan percakapan secara global.

SNA 17 DESEMBER: CLUSTER INDONESIA JUARA

Langsung saja kita lihat peta SNA untuk percakapan di Twitter global pada hari ini. Tampak jelas, satu-satunya cluster besar yang mendominasi percakapan global ini adalah cluster dari Indonesia. Semua elemen yang turut bergerilya di medan cyber, bergabung jadi satu.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (3)

Kalau kita zoom peta ini, fokus ke cluster Indonesia, kita akan bisa melihat elemen mana saja yang terlibat dalam gerilya ini. Ternyata, percakapan cluster ini didominasi oleh warganet yang selama ini terasosiasi ke dalam cluster MCA (Moslem Cyber Army). Di sini, mereka merupakan kekuatan terbesar, yang menyumbangkan suara paling dominan di dunia cyber asal Indonesia dalam memperjuangkan Palestina.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (4)

Tampak akun pemerintah yang diwakili oleh Kemenag_RI, cukup aktif juga dan bergabung ke dalam cluster ini. Selain itu, ada juga cluster NU cukup aktif meski berada di pinggiran cluster.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (5)

Hashtag yang mereka perjuangkan terutama adalah #AksiBelaPalestina1712, #Aksi1712, dan #AksiBelaPalestina.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (6)

Selain mereka, dari Internasional ada cluster dari Gaza, UK, dan cluster individu yang mendapat begitu banyak retweet. Hashtag yang mereka gunakan adalah #Palestine, #DeleteIsrael, dan #Jerusalem.

Apakah cluster Indonesia selalu besar seperti ini?

SNA 16 DESEMBER: CLUSTER INDONESIA PEMANASAN

Kita lihat data sehari sebelumnya, yaitu tanggal 16 Desember. Dari peta SNA, tampak cluster Indonesia belum menjadi sentral dari semesta percakapan tentang Palestina. Pusatnya masih warganet dari Gaza dan UK.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (7)

Cluster Indonesia tampaknya sedang melakukan persiapan, konsolidasi, untuk acara esok hari. Meski baru pemanasan, cluster Indonesia sudah cukup dominan.

SNA 10-15 DESEMBER: INDONESIA SELALU EKSIS

Bagaimana dengan hari-hari sebelumnya? Apakah cluster Indonesia selalu eksis?

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (8)

Dari data tanggal 10-15 Desember, tampak bahwa pusat percakapan berada di Gaza, dengan user @ShehabAgencyEn yang menjadi motornya. Ini adalah sebuah News Agency dari Gaza, yang menyuarakan perjuangan dari sana, meski usianya belum lama di Twitter.

Yang menarik, ada seorang model keturunan Palestina, yaitu Bella Hadid, yang cukup berpengaruh dalam kampanye perjuangan membela Palestina di media sosial. Bella dikenal dengan aksinya yang turut bergabung dalam sebuah demo menentang klaim Trump dan Israel atas Yerusalem.

Nah, warganet dari Indonesia, ternyata cukup dominan juga. Mereka membentuk dua cluster. Cluster terbesar adalah warganet dari MCA, dan cluster yang lebih kecil dari pemerintah RI yg diwakili oleh Kemenlu, Setkab, dan Setneg. Ada juga cluster dari GunRomli, DennySiregar7 dan jaringannya, meski tampak sangat kecil.

Secara umum, warganet asal Indonesia selalu tampil dan eksis dalam membela Palestina melalui media sosial. Suara mereka berdampingan dengan suara warganet dari Gaza.

TRUMP: 18 MILLION RETWEETS NEEDED

Ada seorang warganet, @FinDeLAlphabet, yang bertanya kepada Trump, “Berapa banyak retweet dibutuhkan untuk mengakui Negara Palestina?” Trump menjawab, “18 Million”.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (9)

Entah serius atau tidak si Trump, namun user tersebut kemudian berusaha menggalang dukungan retweet, untuk mencapai jumlah di atas. Sejak 12 Desember hingga sekarang baru terkumpul 97 kilo retweet. Masih kurang banyak sekali.

Anda mau membantu? Bikin 17 juta retweet!

CLOSING

Banyak cara untuk berjuang membela Palestina. Antara lain melalui bantuan kemanusiaan, diplomasi, demonstrasi, dan juga perang cyber di media sosial. Semua ini signifikan, penting, dan dibutuhkan. Tujuannya, agar suara pembelaan terhadap Palestina terdengar, melalui berbagai kanal.

Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (10)Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (11)Ismail Fahmi PhD - Aksi Bela Palestina Cyber Army Indonesia Menguasai - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (12)

Di media sosial Indonesia, tidak sedikit kita temukan suara-suara yang secara halus berusaha mengendorkan perjuangan warganet dalam membela Pelestina, dan sebaliknya tak terasa membela kepentingan Israel. Media sosial termasuk kanal yang tidak akan mereka biarkan.

Oleh karena itu, perjuangan melalui jalan cyber akan semakin relevan dan semakin diperlukan. Kegigihan warganet Indonesia telah tampak jelas kontribusinya dalam peta SNA pembelaan terhadap Palestina. Dan ini harus terus dilakukan dan diperjuangkan.

Logistics Trend

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

Dr Zaroni - Magister Teknik Industri PPs FTI UII - Des 2017

Perubahan lingkungan bisnis sangat cepat. Utamanya perubahan ini dipicu oleh perkembangan kemajuan teknologi dan perubahan sosial dan bisnis. Implikasi dari perubahan lingkungan bisnis ini memengaruhi tren logistik dalam 5 sampai dengan 10  tahun mendatang.

Logistik dipandang sebagai bagian dari aktivitas supply chain,  berperan  dalam perencanaan, implementasi, dan pengendalian arus barang dan informasi, dari titik asal ke titik tujuan secara efisien dan efektif. Dalam banyak perusahaan, aktivitas logistik ini sebagian dialihdayakan (outsource) ke perusahaan penyedia jasa logistik, yang dikenal dengan perusahaan 3PL (third-party logistics). Inti dari aktivitas logistik ini adalah pengelolaan transportasi, pergudangan, dan distribusi, baik untuk tujuan domestik maupun internasional.

Dari perspektif strategi, perubahan lingkungan bisnis dipetakan menjadi dua dimensi. Dimensi pertama adalah dampak perubahannya terhadap perubahan model bisnis. Dimensi lainnya adalah dampak perubahannya dari sisi waktu. Dimensi waktu ini dibedakan menjadi rentang waktu kurang dari 5 tahun dan lebih dari 5 tahun.

Tren logistik dalam beberapa tahun mendatang dipengaruhi oleh tren sosial, bisnis, dan  tren teknologi. Tren sosial & bisnis dipicu oleh perubahan perilaku masyarakat dan pebinis.

Grey Power Logistics

Dalam lima tahun mendatang, terjadi perubahan komposisi demografi penduduk dunia. Generasi Y dan generasi millennials telah banyak berada pada posisi leader, baik di organisasi bisnis, pemerintahan, dan lembaga nirlaba.

Sementara generasi X memasuki generasi senior. Implikasi perubahan tren sosial terhadap tren logistik adalah munculnya kebutuhan logistik untuk generasi senior atau yang dikenal dengan Grey Power Logistics.

Generasi X yang lahir tahun 1950-an sampai tahun 1960-an telah memasuki usia tua. Generasi ini merupakan generasi pertama yang mengalami transisi dari generasi analog ke generasi digital. Mereka mengalami penggunaan peralatan teknologi komputer dan telepon

sampai penggunaan teknologi digital seperti internet dan smartphone dalam lingkungan tempat kerja (workplace).

Grey Power Logistics merupakan solusi logistik untuk memenuhi kebutuhan  generasi  senior, seperti pemesanan dan pengiriman obat resep dokter secara home delivery menggunakan layanan e-commerce atau setidaknya pemesanan obat-obatan secara  on- line.

Dalam lima tahun mendatang, kebutuhan layanan Grey Power Logistics ini semakin meningkat. Peningkatan demografi penduduk usia senior mendorong kebutuhan logistik e-commerce untuk home delivery produk-produk medis, makanan, dan perawatan kesehatan. Layanan logistik yang perlu disediakan untuk Grey Power Logistics ini adalah penyediaan gudang dengan pengendali temperatur dan pengantaran terskedul ke rumah.

Convenience Logistics

Kian banyak penduduk yang tinggal di perkotaan (urban) memerlukan kebutuhan makanan segar dan hygiene serta produk-produk farmasi dan kecantikan. Perkembangan teknologi internet dan smartphone meningkatkan transaksi belanja online. Para online shopper ini tidak hanya menikmati harga produk yang lebih murah karena pengurangan beban overhead pembentuk harga pokok produk, namun mereka juga mendapatkan manfaat dari ketersediaan, akses belanja 24/7/365, kemudahan, dan kenyamanan berbelanja. Ke depan toko-toko minimarket secara fisik tergantikan dengan market place convenience. Tidak ada lagi minimarket yang membuka store atau counter.

Belanja online di market place convenience memerlukan convenience logistics. Karenanya, saat ini pengiriman atas produk-produk fresh seperti sayuran, daging, telur, susu, beras,   dan lain-lain semakin meningkat. Pengelola convenience logistics perlu menyediakan solusi cold chain (cold storage, cold packaging, dan cold delivery). Produk-produk  farmasi  tertentu seperti vaksin dan beberapa jenis obat-obatan juga memerlukan layanan cold chain.

Solusi layanan convenience logistics ini memberikan peluang besar dalam bisnis logistik: On-demand delivery of fresh foods, end-to-end cold-chain networks, dan advanced cold- chain packaging innovation.

Sustainable Logistics

Dunia menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global. Emisi CO2 salah satu penyebab peningkatan pemanasan global yang ditimbulkan dari gas rumah kaca. Sektor industri dan logistik turut berkontribusi terhadap pemanasan global dalam emisi CO2. Kesadaran para pemimpin organisasi untuk turut menjaga keberlangsungan lingkungan dengan memproduksi dan menggunakan produk yang ramah lingkungan.

Di sisi lain, kompetisi bisnis semakin meningkat. Perusahaan dituntut untuk tetap membangun keunggulan bersaing melalui penyediaan produk dan layanan dengan biaya yang paling efisien.

Saat ini perusahaan semakin efisien dalam penggunaan sumber daya, terutama sumber daya alam yang tidak terbarukan. Eliminasi pemborosan (waste atau “muda” dalam Bahasa Jepang) menjadi perhatian para pemimpin organisasi perusahaan.

Kesadaran ini memberikan peluang dalam solusi supply chain dan logistics yang ramah lingkungan, dikenal dengan istilah sustainable logistics atau lebih popular dengan nama green logistics. Ke depan, kebutuhan solusi green supply chain dan logistics semakin meningkat. Perusahaan penyedia jasa logistik dapat memberikan layanan desain green supply chain melalui perancangan supply chain ramah lingkungan, yang mencakup pemilihan material yang berasal dari daur ulang produk, pengurangan  penggunaan material, energy, dan penggunaan kembali kemasan, agar dapat mengurangi kontribusi emisi CO2, dan pemilihan pemasok yang telah menerapkan standar ramah lingkungan.

Perusahaan penyedia jasa logistik juga dapat memberikan solusi layanan transportasi, pergudangan, dan distribusi dengan biaya operasional yang paling efisien dan penggunaan energi terbarukan, seperti pemanfaatan energi surya melalui pemasangan panel surya di gudang, penggunaan moda transportasi dengan sumber energi gas atau listrik, dan pengoptimalan kapasitas angkutan melalui konsolidasi kiriman.

On-demand Logistics

Disrupsi teknologi memungkinkan perubahan model bisnis kurir dan logistik, utamanya layanan penjemputan (pick-up) dan pengantaran (delivery) barang. Konvergensi dan kemajuan teknologi internet yang secara masif menyediakan layanan App dalam smartphone telah mendisrupsi layanan kurir dan logistik konvensional.

Layanan App logistics memungkinkan pick-up dan delivery barang dilakukan seketika dan dapat diakses di mana pun sesuai kebutuhan pelanggan. Disrupsi teknologi ini memberikan peluang bagi pengusaha kecil (small business) untuk memanfaatkan jasa penyedia on- demand logistics dengan biaya murah dan tingkat fleksibilitas yang tinggi.

Biaya logistik, utamanya biaya pick-up dan delivery semakin murah, karena penyedia jasa on-demand logistics ini menggunakan model bisnis sumber daya  berbagi  (resource sharing). Penyedia jasa on-demand logistics tidak perlu lagi menyediakan kendaraan dan tenaga kerja khusus (dedicated) untuk melakukan pick-up dan delivery seperti halnya perusahaan penyedia jasa logistik konvensional.

Alih-alih mereka menyediakan kendaraan dan tenaga kerja, mereka cukup mengelola aplikasi on-demand logistics, yang mengintegrasikan optimalisasi  pengemudi  mobil,  sepeda motor, atau bahkan sepeda untuk melakukan pick-up dan delivery barang ke konsumen.

Semua biaya operasional akan menjadi biaya variabel. Tidak ada lagi biaya tetap yang menjadi beban perusahaan penyedia jasa on-demand logistics, seperti biaya sewa, depresiasi kendaraan, biaya bunga pinjaman investasi, dan biaya gaji tenaga kerja. Biaya operasional akan linier dengan peningkatan volume atau pendapatan yang dihasilkan. Akibatnya, tingkat break even atau profit dapat dicapai lebih cepat.

Selain itu, on-demand logistics memberikan fleksibilitas tinggi, baik bagi pengusaha sebagai pengirim barang maupun konsumen sebagai penerima barang. Fleksibilitas ini  dimungkinkan karena keduanya dapat mengakses dan melakukan order transaksi  pembelian atau pengiriman barang dalam waktu 24/7, kapan pun dan di mana pun mereka berada. Pemilik barang dan konsumen juga dapat melacak status kiriman barang secara   real time dengan menggunakan smartphone dalam genggaman tangan mereka.

Omni-Channel Logistics

Ke depan, para peritel semakin banyak menggunakan model saluran distribusi produk dengan mengintegrasikan on-line store atau dikenal market place dalam transaksi e- commerce dan off-line store. Semua saluran distribusi ini akan semakin terintegrasi, yang dapat diakses oleh konsumen dari semua contact point, seperti Website, App, toko,  telepon, aplikasi media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Line, Telegram, WhatsApp,  dan lain-lain). Saluran distribusi seperti ini dikenal dengan Omni-channel.

Omni-channel memberikan peluang bagi penyedia jasa logistik dalam layanan first mail, fulfillment, dan last mile yang mampu memberikan fleksibilitas layanan secara anytime, anywhere, from any device, dengan interaksi pelanggan dan pemilik barang yang semakin seamless.

Perubahan Paradigma

Tren perubahan sosial, bisnis, dan teknologi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir  dan akan terus terjadi dalam beberapa tahun ke depan, selain memberikan peluang- peluang dalam penyediaan layanan logistik juga akan mendisrupsi bisnis logistik.

Perusahaan penyedia jasa logistik harus terus melakukan inovasi, eksplorasi strategi baru, pemanfaatan teknologi ICT, dan pengelolaan bisnis secara lincah (agile) dan seamless untuk memberikan solusi logistik yang tetap relevan dengan dinamika perubahan zaman.

Redefinisi bisnis, peninjauan model bisnis, dan upaya peningkatan hubungan dengan pelanggan agar tercipta kepuasan, loyalitas, dan pengalaman mengesankan dalam menggunakan jasa logistik, perlu menjadi paradigma baru para pemimpin perusahaan penyedia jasa logistik saat ini dan di masa

Jakarta, 17 Desember 2017.

Mengintip Teknologi Sritex Produksi Seragam Militer

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggarap bisnis tekstil mulai hulu hingga hilir, terdiri atas pasokan bahan baku, terutama serat rayon, riset pengembangan hutan tanaman industri, pemintalan benang (spinning), pertenunan (weaving), pencelupan dan pengecatan (dyeing dan printing), serta garmen. Sritex memproduksi seragam militer 31 negara, seragam beberapa perusahaan, dan garmen prinsipal global.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Mahasiswa Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) melakukan kunjungan industri ke Sritex.

Photo Kunjungan Industri MTI PPs FTI UII - Sritex - Des 2017 - Jerri Irgo
Dr. Taufik Himawan, Dosen Pendamping dalam sambutannya sampaikan “rasa syukur dan terima kasih telah diberikan kesempatan kepada Mahasiswa MTI untuk melakukan kunjungan ke Perusahaan Tekstil Terpadu terbesar se Asia Tenggara, banyak hal baru dan dapat menjadi tema thesis” ungkap Taufik juga sebagai Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII (14 Desember 2017).

Delegasi PPs FTI UII, diterima Utami dan Rena Humas serta Agung GM Produksi Sritex. Saat menjelaskan kepada mahasiswa Utama sampaikan produk kain Sritex telah digunakan oleh angkatan militer beragam negara. Tidak hanya Indonesia tapi juga negara-negara seperti Timor Leste, Jerman, Inggris, Swedia, dan Australia.

Bukan hanya kualitas mutu yang teruji, Sritex juga melakukan beragam inovasi produk melalui pengunaan teknologi.  Salah satunya adalah Sritex berhasil memproduksi seragam militer anti sinar infra merah, anti serangga, anti api, dan anti radiasi nuklir.

“Inovasi akan selalu kami kembangkan. Kami selalu berusaha berada di garis depan dalam teknologi terbaru. Ini sesuai dengan tujuan kami yakni mutu yang tinggi, harga baik, serta pekerjan tepat waktu bisa terus kami jaga dengan baik” jelas Utami,

Selain itu Sritex memiliki satu keunggulan yang berbeda dengan perusahaan lainnya, yaitu tidak ada membedakan karyawan kontrak dan permanen, semua mendapat hal dan kewajian yang sama apalagi   “karyawan berpegang pada konsep Trilogi Sritex, yang terdiri atas tiga poin, yakni perusahaan adalah sawah ladang kita bersama, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini, serta kita terikat sebagai keluarga besar Sritex yang mengutamakan persatuan dan kesatuan” ujarnya.

Selanjutnya Utami menambahkan ada filosofi Tri Dharma, “yang juga terdiri atas tiga poin, yakni melu handarbeni atau ikut merasa memiliki, melu hangrungkebi atau ikut bertanggung jawab, dan mulat sariro hangrosowani atau selalu mawas diri”

Jerri Irgo

Banjir, Saatnya Ramai-Ramai Keluar

Ismail Fahmi, Ph.D,  Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

– – –

“Banjir” adalah sebuah kata magic saat ini. Dia merupakan sebuah diksi yang membawa makna tertentu. Ada diksi lain yang dulu sering digunakan, yaitu “genangan”. Keduanya mengandung makna yang berbeda, namun dalam kurun waktu tertentu, pernah digunakan untuk menggambarkan kondisi yang sama.

Kejadian banjir di ibu kota beberapa hari ini, tentu telah menarik perhatian yang teramat sangat. Karena bagaimana banjir terjadi dan ditangani, menggambarkan bagaimana kerennya sang pemimpin daerah pada saat itu, di mata pendukungnya; atau betapa buruknya dia dibanding yang sebelumnya.

Nah, lansung saja, kita lihat bagaimana banjir dan genangan ini terjadi. Bukan di ibu kota, tetapi di dunia maya, di media sosial Twitterland. Di Twitter, saat ini apakah yang terjadi? Banjir atau genangan?

DATA DRONE EMPRIT

Untuk periode seminggu terakhir, Drone Emprit mengamati dan mengumpulkan data tentang penggunaan kedua kata ini: banjir dan genangan. Hasilnya?

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (4)

Secara total, baik percakapan di media sosial dan online, penggunaan kata banjir jauh lebih besar dibanding kata genangan. Terdapat 58 kilo percakapan untuk ‘banjir’, sedangkan ‘genangan’ hanya 4,5 kilo.

Trend di media sosial untuk penggunaan kata banjir, jauh lebih pesat naiknya dibanding kata ‘genangan’.

 

SIAPA YANG MASIH MENGGUNAKAN ISTILAH GENANGAN?

Kita lihat peta SNA, untuk percakapan tentang ‘genangan’. Ternyata hasilnya menarik. Tidak banyak dan tidak terlalu umum penggunaan kata genangan di sini. Hanya sedikit orang saja yang masih menggunakan. Dan sebagian besar dari mereka adalah akun-akun yang dulu pendukung gubernur sebelum Anies. Seolah masih sungkan kalau langsung menggunakan istilah ‘banjir’. Jadi, ada semacam eufemisme, disamakan dengan sebelumnya, dengan sebutan ‘genangan’. Di cluster ini ada @tolakbigotri, @tsamaraDKI, @kangdede78, dan beberapa lainnya.

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (3)

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (1)

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (2)

Cluster pendukung gubernur sekarang, hampir tak tampak di sana. Hanya ada satu akun @prijantorobbani, dengan sedikit amplifikasi yg masih menyebut istilah genangan.

 

BAGAIMANA PETA PENGGUNAAN ISTILAH BANJIR?

Peta SNA tentang ‘banjir’ ternyata jauh lebih menarik untuk dianalisis. Hampir semua percakapan tentang melimpahnya air di atas permukaan tanah, warganet menyebutnya dengan istilah ‘banjir’. Dari cluster kanan yang pro gubernur sekarang, juga ndak pake eufemisme. Mereka langsung aja bilang kalau yang sedang terjadi adalah banjir, bukan genangan. Jika dibandingkan dengan kekuatan mereka pada saat Reuni 212, di sini ukuran clusternya tampak hanya separuh. Isu banjir mungkin tak terlalu krusial buat mereka untu turun dengan formasi lengkap.

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (7)

Cluster kiri, pendukung gubernur sebelumnya, hampir semua menyebut dengan istilah ‘banjir’. Dan ukuran cluster kiri ini, lebih besar dari pada cluster kanan. Kalau dilihat akun-akun paling berpengaruh di sana, sepertinya para key opinion leader kawakan muncul semua dalam formasi lengkap. Seolah banjir telah membuat mereka semua keluar.

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (8)

Gambaran awal kekuatan menjelang 2019 rasanya bisa dilihat di sini. Formasi cluster kiri dan kanan sepertinya akan tetap seperti sebelum-sebelumnya. Hanya nanti akan semakin besar saja tentunya.

TOP TWIT

Dalam percakapan tentang ‘genangan’, top twit kebanyakan berasal dari cluster pendukung gubernur sebelumnya. Sementara tentang ‘banjir’, top twitnya merata antar kedua cluster.

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (5)

Twit paling populer tentang ‘genangan’ ditulis oleh @tolakbigotri, “Di Salah Satu XXI Jakarta pun ikut menderita. Masih tak habis pikir XXI jadi korban genangan air. Hanya di era Anies-Sandi.”

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (6)

Dan yang kontras, top twit nomor dua ditulis Kompas bahwa, “Anies: Banjir dan Genangan di Jakarta Kemarin, Itu Tanggung Jawab Saya”. Ini memberi kesan bahwa Anies gentlemen.

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (9)

Sedangkan untuk diksi ‘banjir’, top twit ditulis oleh @hnurwahid, “Ingat banjir di Jkt,ingat bukan pd @jokowi gub DKI yg salahkan pemerintah pusat, tapi terutama pada pernyataan bahwa lebih mudah atasi banjir&masalah Jkt bila terpilih sbg Presiden Indonesia. Sudah >3th pak@jokowi jadi Presiden RI, bila bersama2 dpt atasi banjir Jkt,tentu bagus skali.” Hingga saat ini sudah diretweet 1324 kali.

Twit tersebut seolah mempertanyakan pernyataan lama, yang saat ini belum juga terwujud.

Lemparan lambung twit di atas kemudian disambut dengan baik oleh @haikal_hassan, “Lucu membaca sibuknya orang menyalahkan @aniesbaswedan (yg baru bbrp waktu dilantik) soal banjir, sementara ada yg janji kalau jadi presiden bisa atasi banjir (padahal sudah lama dilantik), tapi didiamkan.
Tak usah sakit hati…
Nanti sakit liver lho…”

Isinya sama soal janji Jokowi, namun lebih banyak untuk mempertanyakan para pendukungnya yang sibuk menyalahkan anies yang baru dilantik, dan melupakan Jokowi yang sudah 3 tahun menjadi presiden.

DISKUSI PALING ILMIAH

Di twitter ternyata tidak melulu pro-kontra dalam bentuk flame war. Namun, ada juga diskusi yang lumayan ilmiah. Twit paling populer adalah dari @sutopo_BNPB bahwa, “Hujan deras yang menyebabkan banjir/genangan di Jakarta pada 11/12/2017 ternyata jauh lebih kecil dibandingkan hujan yang pernah menyebabkan Jakarta banjir besar. Hujan di Pasar Minggu pada 10/2/1996 = 300 mm/hari, di Ciledug 1/2/2007 = 340 mm/hari. Kemarin hanya 83 mm saja.” Data yang disampaikan ini seolah mempertanyakan gubernur sekarang kenapa mambiarkan jakarta banjir, padahal curahnya tidak deras dibanding sebelumnya.

Ismail Fahmi - drone emprit - Banjir - saatnya ramai-ramai keluar - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (10)Sontak, pernyataan ini medapat banyak tanggapan, yg mempertanyakan data yang dibaca, metode perbandingan yang tidak head-to-head dengan data sebelumnya, dan sebagainya. Diskusi yang cukup serius terjadi di sana.

INFORMATION ARBITRAGE

Di antara kedua cluster, terdapat akun @sutop_bnpb, @alldolj, @detikcom, dan @kompascom. Mereka posisinya relatif berada di tengah, diapit kedua cluster. Posisi seperti ini terjadi ketika twit mereka diretwet oleh anggota kedua cluster, yang menandakan akun-akun ini relatif bisa diterima oleh kedua kubu.

Itu lah yang disebut dengan information arbitrage. Juru penengah sumber informasi dari dua atau lebih kubu yang sedang terpolarisai.

Menarik jika melihat akun @Kompascom ternyata juga diretweet oleh cluster kanan. Biasanya dan naturalnya, berita @kompascom lebih cocok dan disukai oleh cluster kiri saja. Bagaimana bisa berada ditengah?

Kalau melihat salah satu top twit di atas, ternyata @kompaskom juga memberitakan pernaytaan Anies yang ‘gentlemen’, yang menerima segala tanggung jawab atas terjadinya banjir. Dalam berita itu, Anies tak tampak menyalahkan siapapun, namun mengambil tanggung jawab ke pundaknya. Berita yang sama juga ditulis oleh REpublika.

Tentu berita seperti ini akan disukai oleh cluster pendukung Anies. Mereka akan meretweet, meski secara historis dan sifat, media sumber ini biasanya lebih disukai oleh cluster kiri.

CLOSING

Saya lihat saat ini, para buzzer sudah tidak lagi merasa perlu melakukan eufemisme, mengganti istilah ‘banjir’ dengan ‘genangan’. Mereka sebut banjir sebagai banjir. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupin. Bahkan, cluster pendukung Anies pun tak muncul dalam peta ‘genangan’. Mereka kompak menggunakan istilah ‘banjir’.

Bagi saya ini hal yang bagus dan patut diapresiasi. Siapapun pemimpinnya, seyogyanya buzzer berperan sebagai promotor sekaligus pengingat kalau ada yang salah. Tidak menutupi kekurangan atau hal-hal yang bisa menurunkan citra dengan melakukan manuver diksi, pilihan kata. Pemilihan kata ini bisa membuat publik menjadi tidak kritis lagi atau tidak bisa melihat kekurangan yang ada.

Hal menarik kedua yang saya lihat adalah, ternyata ‘banjir’ ini telah membuat para key opinion leader dari cluster kiri pada muncul semua, dengan formasi lengkap. Topik banjir tampaknya sangat penting buat mereka. Berbeda sekali dengan topik ILC yang lalu, dimana DS dan AJ seolah sendirian tanpa dukungan kawan-kawannya. Di sini, semua bersatu.

Banyak yang bisa dianalisis, misalnya bagaimana media mengangkat dan menggunakan pilihan kata. Namun sampai di sini aja ya, bahasannya.

Semoga bapak presiden Jokowi dan gubernur DKI bisa bekerjasama dengan baik, untuk mengeradikasi banjir atau genangan dari Jakarta.

 

Implementasi Forensik Digital dalam Mendukung Reformasi Perpajakan

Joni Isparianto

Kasubdit Forensika dan Barang Bukti, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia

– – –

Materi : Implementasi Forensik Digital dalam Mendukung Reformasi Perpajakan di Indonesia Direktorat Jenderal Pajak

Dukungan Forensika Digital dalam Reformasi Perpajakan.

Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom., Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) Universitas Islam Indonesia, mendampingi kunjungan industri, mahasiswa konsentrasi Forensika Digital Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan – Republik Indonesia, Jakarta.

Kunjungan Industri - Digital Forensik - Direkorat Jenderal Pajak Kemenkeu RI - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII - Jerri Irgo

Delegasi PPs FTI UII disambut langsung Direktur Direktorat Penegakan Hukum DJP, Yuli Kristiono, didampingi Joni Isparianto, Kasubdit Forensika dan Barang Bukti di lantai 3 Gedung Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan di Jl Gatot Subroto Jakarta Selatan. (13 Desember 2017).

Yuli Kristiono, menyampaikan “Perlu adanya sinergi antara DJP dan Perguruan Tinggi, take and give yang bermanfaat, ini menjadi penting, agar eksistensi kita dapat diterima sepenuhnya” ujarnya saat membuka kegiatan kunjungan industri dengan tema Implementasi Forensik Digital dalam Mendukung Reformasi Perpajakan di Indonesia menjadi tema kegiatan kunjungan industri tahun 2017.

Yuli menambahkan “Bukan sekedarnya, namun dapat diperluas dengan berkolaborasi yang dapat menjawab tantangan dan harus dapat diterima masyarakat” tegasnya

Selanjutnya Joni dalam paparannya menjelaskan bahwa ada “Peningkatan target penerimaan pajak setiap tahun, pada APBN 2017 menetapkan penerimaan perpajakan Rp1.498,9 triliun atau mencapai 85,6% dari pendapatan negara. Program reformasi perpajakan secara komprehensif, yaitu antara kebijakan dan administrasi serta penegakan hukum di bidang perpajakan dan penggunaan Teknologi Informasi oleh Wajib Pajak, dengan hal tersebut DJP memandang perlu metode khusus untuk memperoleh data elektronik, dengan Forensik Digital melalui pengembangan unit Forensik Digital” ujar Joni

Materi : Implementasi Forensik Digital dalam Mendukung Reformasi Perpajakan di Indonesia Direktorat Jenderal Pajak

Menjawab tantangan tersebut, DJP sudah membentuk “Sub Direktorat Forensik dan Barang Bukti, yang disahkan oleh Menteri Keuangan pada tahun 2016 dengan melakukan perencanaan strategis, pengembangan SOP, pelatihan SDM, turun lapangan, dan evaluasi Forensik Digital melalui pengembangan Gugus Tugas Forensik Digital di setiap kanwil” pungkas Joni

Jerri Irgo

ILC Reuni 212: Panggung ini Milik Siapa?

Ismail Fahmi, Ph.D,  Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

– – –

Acara ILC kemaren mengangkat tema “212: Perlukah Reuni?”

THE POWER OF ILC

Saya perhatikan, ILC ini merupakah sebuah acara yang sangat berpengaruh. Terlepas ada yang berpendapat bahwa ILC sekarang sudah tidak seperti dahulu, sekarang lebih banyak jadi ajang curhat, namun dalam banyak tema, ILC telah berhasil memberi panggung kepada tokoh-tokoh yang selama ini lantang namun tersembunyi. Publik yang lebih banyak membaca kegarangan para tokoh itu di media maya, lewat ILC ini publik bisa melihat dan membandingkan kualitas, kapasitas, dan apa yang sebenarnya ada di dalam kepala mereka.

Ismail Fahmi PhD - ILC Reuni 212 Panggung ini Milik Siapa - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (6)Para tokoh yang berkualitas, dia akan bisa membawa dirinya, menyampaikan gagasannya dengan runut, berisi, dan tak terpengaruh oleh bias rendahan. Sebaliknya, tokoh yang kurang berkualitas atau bermasalah, tanpa mereka sadari, akan mempertontonkah kualitas pribadi mereka yang ekonomis dalam nalar maupun moral. Ada juga yang setelah ILC, tokohnya diciduk.

Inilah kekuatan ILC. Dengan memberi panggung dan waktu berbicara kepada mereka yang pro dan kontra, hal-hal yang tersembunyi menjadi terbuka. ILC bukan ajang diskusi, tapi ajang membuka kualitas dan isi pikiran masing-masing kubu.

SIAPA BINTANG ILC KALI INI?

Baiklah sodara-sodara, kita lihat data dari Drone Emprit untuk menjawab pertanyaan ini. Dari kata kunci “ILC” saja, dengan filter harus huruf kapital dan berbahasa Indonesia, didapat trend percakapan yang naik pesat pada tanggal 6 kemaren.

Ismail Fahmi PhD - ILC Reuni 212 Panggung ini Milik Siapa - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (7)

Dari word cloud berita online, ada 4 tokoh yang menjadi bintang dalam ILC kali ini. Mereka adalah: Abu Janda, Felix Siauw, Denny Siregar, dan Mahfud MD. Yang lain adalah pemeran pendukung.

Dan dari most retweeted status di Twitter, mereka yang paling banyak dibicarakan bintangnya adalah Denny Siregar, Abu Janda, Fahri, Felix, dan Mahfud MD.

NETIZEN PALING POPULER

Siapa netizen di Twitter yang paling banyak mendapat ‘engagement’? Bentuk engagement bisa berupa ‘retweet’ atau ‘reply’. Lima orang paling populer dalam kategori ini adalah: @maspiyuuu, @karniilyas, @NetizenTofa, @mohmahfudmd, dan @darwistriadi.

Ismail Fahmi PhD - ILC Reuni 212 Panggung ini Milik Siapa - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (4)

Dalam pengukuran ini, Emprit ndak membedakan apakah retweet yang didapat itu dari robot atau dari real user. Kalau toh ada yang pakai robot, itu menunjukkan dia serius untuk mempromosikan dirinya dan opininya. Masih bermanfaat juga untuk membaca adanya niatan untuk melakukan propaganda.

THE RISE AND FALL OF ACTORS

Pasca ILC, diskusi ramai di media sosial dan online, membahas penampilan para tokoh itu. Aktor yang paling jelas mendapat sorotan yang kurang menyenangkan bagi mereka ada 3: Denny Siregar, Abu Janda, dan Aan Anshori.

Komentar Denny tentang ILC yang jadi ajang curhat, sontak dibalas oleh Karni Ilyas dengan sebuah pepatah “Kalau kamu tak pandai menari, jangan lantai kamu salahkan.” Netizen pun mendukung Karni. Siapapun yang selama ini pernah nonton ILC, pasti melihat komentar itu aneh. ILC adalah kesempatan bagi siapapun yang diundang untuk merek bersuara, menyampaikan posisi dia, opini, argumen tanpa disela. Hanya mereka yang tak mampu menyampaikan argumen kuat saja yang akan melihat kesempatan itu kurang bernilai.

Yang paling kurang beruntung adalah Abu Janda. Garangnya dia selama ini di media sosial, setelah diberi kesempatan menyampaikan argumennya langsung kepada opponen, ternyata 180 derajat kesan yang dibangunnya di ILC ini. Pasca ILC, cukup banyak yang kemudian membuat jarak darinya. Misalnya Yaqut Cholil bilang bahwa dia tidak mewakili banser. Ada juga yang menyebut dia bukan ustadz.

Apa yang terjdi di ILC tampaknya tidak berhenti di sana. Jika ada tokoh yang pendapatnya cukup kontroversial, setelah ILC, netizen yang berseberangan berusaha membuka profilenya. Misalnya Aan Anshori, oleh netizen banyak digali peran dan sepak terjangnya terkait LGBTQ dan liberalisme. Tulisannya tentang “Apakah Homoseksual Masuk Surga?” diungkit.

Kondisi sebaliknya dari mereka bisa dilihat pada Felix Siauw. Jawabannya yang dianggap telak atas pendapat Abu Janda, tentang bendera Rasulullah, Topkapi Palace, dan hadist, telah mendapat pujian dari netizen yang mendukungnya. The “rise” paling besar saya kira didapat oleh Felix, karena head to head dengan Abu Janda dan Denny Siregar, yang selama ini dianggap dua key opinion leader dari salah satu cluster.

Fahri Hamzah juga mendapat applaus luar biasa dari pendukungnya, yang kebanyakan dari MCA.

Di antara dua kubu di atas, ada Prof Mahmud MD, yang berdiri independen. Beliau mengkritik pandangan Abu Janda soal hadis, dan juga mengkritik Felix Siauw soal khilafah dan HTI. Akun Militan Jokowi merangkum pendapat beliau, “Menurut Mahfud MD tidak ada ajaran Khilafah didalam Islam. Hukum Primer Islam tidak mengenal konsep Khilafah. Dan jika ada yang memperjuangkan Khilafah untuk mengganti Pancasila yang telah disepakati oleh pendiri bangsa hal tersebut sudah melanggar hukum. Catet !!”

SNA: PETA YANG TAK SEIMBANG

Ismail Fahmi PhD - ILC Reuni 212 Panggung ini Milik Siapa - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (5)

Kita lihat peta SNA untuk tanggal 6-7 Desember. Disitu tampak adanya dua cluster yang sangat-sangat tidak seimbang. Di sebelah kiri ada cluster @maspiyuuu, @netizentofa, @fadlizon, dll yang selama ini identik dengan MCA. Di antara mereka ada @Karniilyas sang presiden ILC. Cluster kiri ini sangat besar dibanding cluster kanan yang kecil.

Di kanan ada @dennysiregar7, @chicohakim, dkk. Tak tampak akun-akun lain yang selama ini bersama mereka. Mungkin karena jalannya dialog ILC malam itu kurang menguntungkan?

Yang menarik, di sini ada akun yang beru saya lihat, yaitu @darwistriadi. Kenapa dia mendapat begitu banyak retweet? Ternyata satu twitnya yang mengkritik Felix Siauw, mendapat dukungan besar dari cluster kanan. “ILC td malam, itu yg namanya Felix baru ngerti ilmu agama dikit, udh komen kaya gitu, ga sadar bahwa negara indonesia ini pancasila dan direbut dr penjajah dgn spirit pancasila..” Namun karena twit ini pula, dia mendapat begitu banyak response dan serangan dari cluster kiri.

Ismail Fahmi PhD - ILC Reuni 212 Panggung ini Milik Siapa - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (9)

Ismail Fahmi PhD - ILC Reuni 212 Panggung ini Milik Siapa - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (2)

Ismail Fahmi PhD - ILC Reuni 212 Panggung ini Milik Siapa - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (3)

Ismail Fahmi PhD - ILC Reuni 212 Panggung ini Milik Siapa - Magister Teknik Informatika PPs FTI UII (8)

CLOSING

Dari peta SNA tampak jelas, siapa pemilik panggung ILC tentang “212: Perlukah Reuni?” Mereka yang di cluster besar di sebelah kiri lah yang memilikinya.

Dan kembali ke pertanyaan yang diangkat ILC, “Perlukah Reuni”, seolah ini tak terjawab. Malah muncul jawaban-jawaban baru atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini muncul di media sosial, tentang para tokoh di baliknya cuitan di media sosial itu.

ILC tak menjawab apakah reuni diperlukan. Tapi dia menjawab pertanyaan: “Siapakah Abu Janda?”, “Siapakah Denny Siregar?”, “Siapakah Felix Siauw”, dan “Mengapa HTI Berbahaya?”

Jadi, kalau anda diundang Karni Ilyas untuk ikut acara ILC, tapi khawatir tidak bisa memenangkan opini di sana, maka tinggal di rumah bisa jadi pilihan yang terbaik buat anda.