Kolaborasi UII, BI & Unesco, Pemasaran Industri Kreatif Melalui Medsos

“Strategi dasar media sosial adalah sarana interaksi, maka berinteraksilah, jangan sekedar sebar iklan” ungkap Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise saat memaparkan materi  di Workshop Pemasaran Industri Kreatif Melalui Media Sosial.

Kolaborasi UII BI Unesco Latih Pemasaran Industri Kreatif Medsos jerri irgo

Rektor UII bersama Delegasi Bank Indonesia dan Unesco

Kegiatan diskusi dan workshop, dilaksanakan kerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawah Tengah dan Unesco. Bank Indonesia dan Unesco melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan Unesco berkonsentrasi untuk melestarikan seni dan budaya warisan leluhur, mengambil tempat di Laboratorium IT Centrum,  Gedung KH Mas Mansur, FTI UII, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (29 November 2017),

Adapun pesertanya adalah anggota Asosiasi Kesenian Rakyat Borobudur (Askrab), mereka dilatih untuk membuat promosi melalui media sosial, Facebook.

Media sosial secara umum dapat di artikan sebagai situs yang menyediakan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi secara online, Dr. R Teduh mengatakan “Mengapa melakukan pemasaran di media sosial, banyak alasan, diantaranya selain dengan cepat dapat memperluas pengenalan brand/merk , juga dapat meningkatkan peluang penjualan dan mempererat kesetiaan pelanggan. Namun kita perlu pikirkan apa tawaran unik yang kita tawarkan, karena tawaran unik atau unique selling proposition sangat menentukan posisi tawar di pasar yang membedakan produk” ujarnya

Mengapa kita memilih facebook, karena menjadi salah satu media sosial yang populer di Dunia. “Hal tersebut sangat beralasan diantaranya saat ini total pengguna aktif lebih dari 2 milyar, data per Juni 2017, selain itu seorang pengguna mempunyai rata-rata 338 orang dan tersedianya fitur analis informasi pasar – FB Insight” ungkap Dr. R Teduh Dirgahayu yang juga sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII.

Facebook adalah salah satu situs media sosial yang dapat membantu dalam kegiatan promosi bisnis kita karena situs media sosial ini memiliki user yang sangat banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Boleh dikatakan bahwa saat ini memiliki Facebook Fans Page adalah sebuah keharusan dalam kegiatan inbound marketing bisnis kita.

Hanya saja perlu diingat, saat kita membuat Facebook Fans Page sedapat mungkin “proporsional yaitu sebaiknya 70% adalah konten yang bermanfaat bagi follower dan membangun merk/brand kita, selanjutnya 20% adalah konten orang lain, post, twet, foto dan video serta 10% adalah diskon, event dan produk baru” ujar Dr. R Teduh.

Rektor UII, Nandang Sutrisno SH MH LLM PhD mengatakan pelatihan bagi pelaku industri kreatif ini merupakan implementasi pengabdian masyarakat. Perguruan Tinggi wajib melakukan penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kesejahteraannya. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat di dalamnya. Agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi informasi, perguruan tinggi harus mendampinginya,” tandas Nandang.

Sementara Dian Nugraha, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah mengatakan bangga dapat bekerjasama dengan UII dan Unesco untuk Askrab. Selama ini pihaknya telah memberdayakan Askrab dengan pemberian fasilitas seperti pelatihan, pemberian dua perangkat gamelan perunggu (pelog dan slendro), dan lain-lain.

Adanya fasilitas itu, Askrab telah berani tampil pada even-even yang ada di Kabupaten Magelang. “Kelompok kerawitan Askrab telah berhasil menjadi juara dua pada lomba kerawitan se Kabupaten Magelang,” pungkas Dian.

Jerri Irgo

Jelang ISO 55000, SDM Manajemen Aset Minim

International Standard Organization (ISO) telah meluncurkan ISO 55000 yang menyatakan semakin pentingnya manajemen aset yang berkualitas. ISO yang dirilis tahun 2014 ini menggantikan British Standards Institution PAS 55 yang diadopsi secara internasional oleh perusahaan manufaktur, peralatan, pertambangan dan transportasi. ISO 55000 memiliki standar internasional yang memiliki wawasan lebih luas, mencakup aset keuangan dan fisik.

Winda Nur Cahyo PhD

Demikian diungkapkan Winda Nur Cahyo ST, MT, PhD, dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII Yogyakarta kepada wartawan Selasa (28/11/2017). Aset adalah segala sesuatu yang dimiliki sebuah organisasi dan memiliki nilai aktual atau potensial.

“Setiap perusahaan secara umum mempunyai aset, baik berupa aset finansial atau bersifat fisik, tangiabel atau intangiabel,” kata Winda yang menyelesaikan Doktor of Philosophy dari Universitas Wollonggong, Australia ini.

Menurut Winda, saat ini, Indonesia belum menerapkan ISO 55000, karena masih menunggu verifikasi oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Jika ISO ini diterapkan akan terjadi booming kebutuhan SDM bidang aset manajemen untuk perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dijelaskan Winda, semakin besar organisasi akan memiliki aset yang semakin banyak dan komplek. Sehingga organisasi tersebut memerlukan sumber daya tersendiri dalam pengelolaanya. Karena itu, ke depan, banyak perusahaan besar mulai berpikir bagaimana mengelola aset yang komplek secara efektif dan efisien.

“Kebutuhan ini memunculkan cabang ilmu baru dari manajemen yaitu aset manajemen beserta standar sistem manajemennya. Untuk memenuhi SDM, Magister Teknik Industri PPs FTI UII telah mempersiapkan untuk mendidik SDM menjadi tenaga ahli dan profesional di bidang aset manajemen.

Dengan mengimplementasikan manajemen aset, ujar Winda, sebuah organisasi akan dapat memahami dan mengoptimalkan nilai aset yang dimiliki. Selain itu, juga dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi melalui pengelolaan aset secara efektif, efisien, konsisten dan berkesinambungan.

Namun, kata Winda, tidak mudah menerapkan manajemen aset perusahaan karena kompleksitas. Sebab proses pengelolaan aset sering terjadi tarik menarik kepentingan dari pihak-pihak atau departemen yang terlibat, khususnya sistem produksi.

Tarik menarik itu, kata Winda, terjadi karena masing-masing departemen mempunyai Key Performance Indicator (KPI) yang harus dicapai. Misalnya, dalam pengelolaan mesin produksi, kepentingan dari finance dan purchasing adalah meminimalkan harga atau biaya. Sedang departemen maintenance dan produksi adalah keandalan (keandalan tinggi akan berujung pada biaya yang juga tinggi).

Tarik menarik kepentingan, ujar Winda, sudah sering dalam sistem industri. Kontribusi dari aset manajemen dalam kasus ini adalah bagaimana membuat sebuah sistem, strategi dan kebijakan untuk menyeimbangkan biaya, resiko, dan kinerja dari aset untuk mencapai tujuan organisasi.

Berdasarkan hasil penelitian dalam tesisnya, Winda mengusulkan perlu adanya sebuah framework dan model yang dapat membantu menyelesaikan konflik kepentingan. Sehingga pimpinan organisasi atau korporat bisa menyelesaikan konflik dengan optimal.

diberitakan : JogPaper

Berinteraksilah, Jangan Sekedar Sebar Iklan.

“Strategi dasar media sosial adalah sarana interaksi, maka berinteraksilah, jangan sekedar sebar iklan” ungkap Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise saat memaparkan materi  di Workshop Pemasaran Industri Kreatif Melalui Media Sosial.

Berinteraksilah - Jangan Sekedar Sebar Iklan - Dr R Teduh Dirgahayu - Jerri Irgo

Kegiatan workshop dilaksanakan di Laboratorium IT Centrum,  Gedung KH Mas Mansur, FTI UII, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (27 November 2017), dengan peserta selain Mahasiswa Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII juga Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Media sosial secara umum dapat di artikan sebagai situs yang menyediakan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi secara online, Dr. R Teduh mengatakan “Mengapa melakukan pemasaran di media sosial, banyak alasan, diantaranya selain dengan cepat dapat memperluas pengenalan brand/merk , juga dapat meningkatkan peluang penjualan dan mempererat kesetiaan pelanggan. Namun kita perlu pikirkn apa tawaran unik yang kita tawarkan, karena tawaran unik atau unique selling proposition sangat menentukan posisi tawar di pasar yang membedakan produk” ujarnya

Mengapa kita memilih facebook, karena menjadi salah satu media sosial yang populer di Dunia. “Hal tersebut sangat beralasan diantaranya saat ini total pengguna aktif lebih dari 2 milyar, data per Juni 2017, selain itu seorang pengguna mempunyai rata-rata 338 orang dan tersedianya fitur analis informasi pasar – FB Insight” ungkap Dr. R Teduh Dirgahayu yang juga sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII.

Facebook adalah salah satu situs media sosial yang dapat membantu dalam kegiatan promosi bisnis kita karena situs media sosial ini memiliki user yang sangat banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Boleh dikatakan bahwa saat ini memiliki Facebook Fans Page adalah sebuah keharusan dalam kegiatan inbound marketing bisnis kita.

Hanya saja perlu diingat, saat kita membuat Facebook Fans Page sedapat mungkin “proporsional yaitu sebaiknya 70% adalah konten yang bermanfaat bagi followe dan membangun merk/brand kita, selanjutnya 20% adalah konten orang lain, post, twet, foto dan video serta 10% adalah diskon, event dan produk baru” pungkas Dr. R Teduh.

Jerri Irgo

Green Logistics, POSLOG Carbon Reduction Promotion Program

Dr, Zaroni CISCP, CFMP –  CFO Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

– – –

Presentasi : “Green Logistics” POSLOG Carbon Reduction Promotion Program – IDLM Group Final Presentation, Tokyo, 15 November 2017

Dr Zaroni Logitic & Supply Chains Magister Teknik Industri PPs FTI UII

Anggaran Anies, Digoreng Habis

Ismail Fahmi, Ph.D – Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

– – –

Saat ini di DKI yang sedang ramai adalah pembahasan anggaran Anies untuk tahun 2018.
Bagaimana publik melihat ini?

Drone Emprit melihat hanya dari satu kata kunci saja yaitu “anggaran”. Tanpa filter apapun.
Karena ingin tahu bagaimana trend percakapan tentang anggaran selama sebulan terakhir
dibandingkan dalam seminggu terakhir.

TREND
Percakapan tentang ‘anggaran’ memang naik drastis dalam beberapa hari terakhir. Dan ini
didominasi oleh percakapan tentang RAPBD DKI 2018. Kalau kita lihat trend percakapan
seminggu terakhir saja, ktia bisa lihat gambaran percakapan publik tentang anggaran Anies-
Sandi.

Ismail Fahmi PhD - Anggaran Anies Digoreng Habis – Magister Teknik Informatika - UII

SNA

Kita langsung lihat peta SNA. Di sana jelas ada dua cluster, dengan satu cluster yang tampak
sangat besar dan dominan. Sementara cluster lainnya lebih kecil.

Cluster yang paling besar itu dimotori oleh akun @digembok, @GunRomli, @kangdede78, dll.  Dan media yang paling aktif mengangkat berita soal anggaran Anies dan paling bepengaruh di cluster ini adalah @kompascom. Cluster ini selama ini dikenal pro Ahok dan anti Anies.

Sementara itu, cluster lainnya yang lebih kecil dimotori oleh @maspiyuuu, @ZAEffendy,
@awemany dll. Relatif mereka tidak banyak ikutan membahas anggaran.

Ismail Fahmi PhD - Anggaran Anies Digoreng Habis – Magister Teknik Informatika - UII 2

NARASI

Cluster tersebut lebih banyak menyampaikan kritik dan hal-hal negatif tentang rencana
anggaran. Juga kritik atas komentar Anies. Berikut ini beberapa contoh status yang paling
banyak diretweet: el diablo @digembok Jujur… Bulan2 kaya gini gue kangen Ahok. Karena dia yang bakalan teriak2 duluan kalo ada anggaran yang ngaco Dan…

Mohamad Guntur Romli @GunRomli Anies bukannya menjelaskan knp anggaran Tim Gubernur naik 12X lipat, dr 2M ke 28M, malah memfitnah Ahok bhw timnya dulu dibayarkan swasta

Mohamad Guntur Romli @GunRomli Orang sdah di penjara masih saja difitnah, oleh dia yg mulai mainin anggaran, mulai gagal memenuhi janjinya menyedi…
@keinesasih News: “Anggaran tim gubernur Anies naik dari Rp 2 miliar menjadi Rp 28
miliar.” KPK: https://t.co/0vfaLdr9by
Dede Budhyarto @kangdede78 Cuman pengen bantu Gabener @aniesbaswedan & Wagabener @sandiuno dalam Penebalan Anggaran tertera AC Split 1,5 PK Rp…

Ismail Fahmi PhD - Anggaran Anies Digoreng Habis – Magister Teknik Informatika - UII 3Dan seterusnya. Dari top 50 status yang paling banyak diretweet, sepertinya 90% datang dari
cluster ini.

TANPA PERLAWANAN BERARTI

Serangan bertubi-tubi dari cluster besar ini seolah tidak atau belum mendapat perlawanan yang berarti. Yang paling banyak diretweet adalah dari akun berikut:
Mas Piyu @maspiyuuu Anggaran kunker DPRD DKI melonjak tinggi menjadi Rp 108 Miliar. Sontak Anies-Sandi jadi sasaran bully pendukung Ahok-Djarot yang kalah di Pilkada lalu. Ehh ternyata kenaikan itu yang mengeluarkan SK adalah Gubernur Djarot di masa-masa akhir jabatannya.

Ismail Fahmi PhD - Anggaran Anies Digoreng Habis – Magister Teknik Informatika - UII 4

Mengapa tidak banyak penjelasan dari Tim Anies? Mengapa mereka seolah memilih untuk
membiarkan ini digoreng? Apakah ini sengaja agar anggaran dikuliti habis terlebih dahulu
sebelum mereka menjelaskan?

CLOSING

Melihat besarnya cluster yang membahas atau ‘menggoreng’ isu anggaran ini, dan kecilnya
cluster yang mengcounter, sangat wajar kalau publik kemudian melihat seolah rencana
anggaran Anies ini tak ada bagus-bagusnya. Itu karena hampir semua percakapan bernada
negatif.

Sulit menemukan analisis yang berimbang, yang menimbang kedua aspek: positif dan
negatifnya anggaran buat publik.

Saya kira literasi publik masih perlu banyak bantuan di sini. Kritik perlu disampaikan, agar
hasil keputusan anggaran bener-bener berpihak kepda rakyat. Bukan kepada ‘Rp’. Analisis yang berimbang juga diperlukan, agar publik juga tahu wujud lengkap dari anggaran ini

Belajar dari Jepang: Reverse Logistics untuk Recycling Produk Home Appliance

Dr, Zaroni CISCP, CFMP

CEO Pos Logistics Indonesia / Pengajar pada Program Executive Learning Institute – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta / Pengajar pada Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

 

Produk-produk peralatan elektronik rumah tangga (home appliance), seperti TV, kulkas, mesin cuci, dan AC semakin banyak digunakan. Peningkatan pendapatan rumah tangga (disposable income) mendorong masyarakat mampu membeli peralatan elektronik tersebut. Bagi masyarakat perkotaan kini hampir semuanya menggunakan TV, kulkas, dan AC di rumah tangga.

Produk-produk tersebut memiliki umur ekonomis terbatas. Dalam jangka waktu tertentu, produk-produk tersebut harus diganti karena produk secara teknis tidak dapat berfungsi dengan baik. Selain itu perkembangan teknologi dan seni desain produk membuat produk-produk tersebut kuno (obsolete). Saatnya produk-produk home appliance harus diganti. Konsumen pun membeli produk baru. Masalahnya, produk home appliance yang lama dikemanakan?

Umumnya produk-produk peralatan elektronik mengandung material dan kandungan isi yang berbahaya bagi lingkungan. TV misalnya, tabung TV mengandung merkuri. Merkuri tidak bisa diurai. Kandungan merkuri dapat menyebabkan risiko penyakit kanker.

Kulkas dan AC mengandung freon yang dapat merusak lapisan ozone. Selain itu, material komponen peralatan elektronik hampir semuanya terdiri dari tembaga, aluminium, plastik, dan styrofoam. Material ini membahayakan apabila proses pembuangannya (disposal) tidak ditangani dengan baik.

Dalam beberapa dekade terakhir, kesadaran perusahaan sebagai entitas bisnis tidak hanya mengejar profit, namun perusahaan juga telah memerhatikan aspek people dan lingkungan. Ini yang dikenal dengan 3P (profit, people, dan planet), sebagai paradigma baru dalam mengelola perusahaan.

Produk-produk peralatan elektronik memang telah menjadi kebutuhan dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern, yang menuntut kepraktisan, kenyamanan, dan kemudahan. Namun, proses produksi, penggunaan, dan pembuangan produk-produk elektronik berdampak pada kerusakan lingkungan bumi dan alam semesta. Kesadaran masyarakat global akan pelestarian lingkungan mendorong perusahaan menjalankan bisnis yang ramah lingkungan. Penerapan 3R (reduce, reuse, dan recycle) telah menjadi strategi efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Reduce, dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan material yang dapat merusak lingkungan, seperti plastik, logam, freon, merkuri, dan lain-lain. Selain itu, penghematan energi seperti pengurangan pemakaian energi listrik dan bahan bakar minyak juga merupakan cara untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Reuse, kita menggunakan kembali peralatan dan kemasan untuk beberapa kali pemakaian. Cara ini juga efektif untuk mengurangi sampah dan pemakaian material, sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Recycle, produk-produk dan kemasan didaur ulang untuk menghasilkan material yang digunakan untuk menghasilkan produk baru.

Reverse Logistics dan Recycling

Jepang sebagai negara yang “miskin” sumber daya alam, seperti aluminium, fosil bumi, timah,tembaga, besi, baja, dan lain-lain yang diperlukan sebagai bahan baku industry peralatan elektronik rumah tangga, berusaha berhemat dalam penggunaan bahan baku tersebut.

Umumnya bahan baku dari sumber daya alam diimpor dari negara-negara lain.  Penghematan penggunaan bahan baku sumber daya alam yang dilakukan negara Jepang berdampak pada pengurangan beban impor, yang berpengaruh langsung pada neraca pembayaran (balance of payment) negara Jepang.

Pemerintah Jepang sangat concern terhadap upaya penghematan pemakaian bahan baku sumber daya alam dan penggunaan energy. Di masa lalu, orang-orang di Jepang biasa memulihkan (recovery) baja dan beberapa logam lainnya dari peralatan rumah tangga akhir (End of Life, EoL) dan membuang sisa peralatan di tempat pembuangan sampah.

Dengan berlakunya Undang-Undang Daur Ulang Peralatan Rumah Tangga (Home Appliance Recycling Law atau disingkat HARL) pada bulan April 2001, sebuah sistem didirikan untuk memulihkan peralatan rumah EoL dengan benar dan efisien dalam mendaur ulang peralatan elektronik rumah tangga, sehingga dapat dilahirkan kembali sebagai bahan baku dan produk baru.

Sebagai rangkaian pembelajaran pelatihan IDLM AOTS, kami mengunjungi, Panasonic Eco Technology Center (PETEC) seluas 38.570 m2 di Kato, Hyogo, Japan. PETEC telah beroperasi sejak bulan April 2001, tahun yang sama sejak HARL diundangkan. PETEC dikhususkan melayani sebagai bagian dari sistem implementasi recycling untuk mempromosikan pengurangan limbah dan penggunaan kembali sumber daya alam secara efektif. Limbah produk home appliance yang diterima untuk proses recycling terdiri: TV layar datar, mesin cuci, mesin pengering, air conditioner (AC), refrigerator, dan freezer.

Mengapa perlu dilakukan recycling?

Menurut PETEC, jika tidak dilakukan recycling, maka (1) limbah pembuangan produk-produk peralatan elektronik harus ditanam, (2) berakibat mempercepat kerusakan lingkungan, (3) penyusutan sumber daya alam.

Dr Zaroni - Reverse Logistics untuk Recycling Produk Home Appliance

Panasonic Eco Technology Center (PETEC) di Kato, Hyogo, Japan

PETEC meyakini bahwa recycling didasarkan pada paradigm “produce, use, return, dan utilize”. Produk home appliance diproduksi, digunakan, dan dikembalikan untuk didaur ulang agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku atau produk baru.

Bagaimana recycling ini dijalankan? Undang-undang HARL membagi tiga pihak yang berperan penting dalam proses recycling, yaitu: manufaktur, retailer, dan konsumen.

Konsumen (consumer) sebagai penghasil limbah produk home appliance berkewajiban untuk membayar biaya pengumpulan dan pengangkutan limbah dan biaya recycling.

Di Jepang, konsumen menghubungi retailer penjual produk home appliance untuk melakukan pick-up limbah produk home appliance ke rumah.

Konsumen membayar biaya untuk pick-up, pengangkutan, dan proses recycling berkisar JPY4,000 s.d JPY5,000 (atau sekitar Rp480.000 sampai Rp600.000) tergantung jenis produknya. Retailer wajib melakukan pick-up dan mengangkut limbah produk home appliance ke lokasi pengumpulan drop point PETEC. Sebagai bukti konsumen telah membayar, retailer menerbitkan tanda terima dan menempelkan sticker di produk home appliance.

Pembayaran fee collection dapat dilakukan langsung ke retailer pada saat pick-up atau pembayaran melalui kantor pos. Selanjutnya, PETEC melakukan proses recycling limbah produk home appliance.

Menurut data PETEC, rata-rata setahun lebih dari 700.000 limbah produk home appliance telah dilakukan recycling, dan 90% limbah disposal produk home appliance dapat digunakan untuk bahan baku produk dan dihasilkan produk baru. Selain produk-produk disposal home appliance merek Panasonic, PETEC juga menerima produk-produk merek Hitachi, Samsung, Toshiba, Osaka Gas, Daikin, dan lain-lain.

Proses recycling dilakukan menggunakan teknologi dan fasilitas recycling modern (automatization) dengan menerapkan standar keamanan dan keselamatan yang sangat ketat.

Proses Recycling di PETEC

Proses Recycling di PETEC

Pemahaman mengenai karakteristik material dan kandungan material limbah berbahaya menjadi hal yang sangat penting. Hasil pengolahan recycling sebagian dapat dijadikan material produk baru dan sebagian menjadi bahan baku untuk material plastik, aluminium, besi, baja ringan, dan lain-lain.

PETEC memilih tag line “Treasure Hunting” sebagai positioning aktivitas recycling ini. Tag line ini bermakna bahwa recycling ibarat mencari harta karun berupa material sumber daya alam.

Dengan recycling, negara Jepang dapat menghemat impor bahan baku industri yang umumnya berasal dari sumber daya alam, sekaligus turut menjaga kelestarian lingkungan karena penghematan pemakaian sumber daya alam.

Contoh Proses Recycling Mesin Cuci

Contoh Proses Recycling Mesin Cuci

Proses recycling memerlukan solusi logistik balik (reverse logistics). Umumnya logistik merupakan pergerakan material atau produk dari pemasok ke produsen, dari produsen ke grosir, dari grosir ke pengecer, dan dari pengecer ke konsumen. Sedangkan reverse logistics, pergerakan produk dari konsumen ke pengecer, dari pengecer ke produsen, lalu dari produsen ke pemasok.

***

Kesadaran global dalam menjaga kelestarian lingkungan bumi dan alam semesta mendorong para pemimpin organisasi bisnis untuk memerhatikan dampak lingkungan. Jepang sebagai negara yang tidak banya memiliki kekayaan sumber daya alam berusaha untuk menghemat pemakaian material yang berasal dari sumber daya alam.

Paradigma dalam berbisnis perusahaan Jepang “produce, use, return, dan utilize” turut menjaga kelestarian lingkungan bumi dan alam semesta. Political will dari Pemerintah dengan menerbitkan dan menegakkan UU Daur Ulang Peralatan Rumah Tangga, telah menumbuhkan kesadaran dan partisipasi, baik dari dunia usaha maupun masyarakat untuk bersama melakukan recycling limbah produk home appliance.

Reverse logistics memfasilitas proses penarikan dan pengumpulan limbah produk-produk home appliance untuk dilakukan recycling pada fasilitas recycling seperti PETEC.

Indonesia perlu mencontoh dan menerapkan recycling limbah produk-produk home appliance ini, dan menumbuhkan kesadaran kolektif, semua komponen bangsa, baik Pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

Kesadaran bahwa bumi yang kita huni saat ini perlu kita rawat dan jaga kelestariannya, agar anak-anak generasi mendatang tetap dapat tinggal nyaman dan damai di bumi. Karena, bukankah sejatinya kita meminjam bumi ini dari mereka?

Kobe, Kyoto, Tokyo – 9-10 November 2017

Akun Bot Twitter: Studi Kasus Setnov

Ismail Fahmi, Ph.D

Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia / Founder Media Kernels Indonesia,

 

Di dunia Twitter, kita pernah dengar istilah “akun bot” atau “akun-akun robot”. Maksudnya, akun jumlahnya ribuan, ratusan ribu, dan bahkan ada yang mencapai jutaan, dan dikontrol oleh sebuah program tertentu, dan dioperasikan oleh satu orang atau tim. Tujuan akun bot ini dalah untuk menaikkan tren sebuah isu atau percakapan di Twitter.

Bagaimana wujud dari akun bot ini? Kita akan gunakan Drone Emprit untuk melihat pola yang ditampilkan oleh akun bot dalam sebuah percakapan. Untuk studi kasus, kita gunakan kata kunci “Novanto” atau “Setnov” yang sedang ramai beberap hari ini.

Data Twitter Ini

Ismal Fahmi - Akun Bot Twitter - Studi Kasus Setnov 1Ini data seminggu terakhir dari pantauan Drone Emprit untuk keyword “novanto” atau “setnov”. Trend percakapan dan pemberitaan di kedua kanal media sosial dan online, samasama tinggi. Ini menunjukkan isu papa masih sangat menjual, dan tampaknya akan terus menghiasi media dan sosial.

SNA: Pasukan Papa yang Kesepian

Langsung aja kita lihat peta SNA. Di situ tampak ada sebuah cluster besar, yang didominiasi oleh akun-akun media online seperti Detikcom, Kompascom, KompasTV, Tribune, dll. Ada juga akun-akun tokoh seperti mohmahfudmd, FaisalBasri, dll.

Di dalam cluster besar tersebut, tampak adanya pasukan MCA, yang bersama-sama dengan para tokoh dan media; seperti maspiyuu, firaun_id, netizenTofa, dll. Di seberang lain dari cluster ini, teradapat akun-akun rival mereka, seperti partaisocmed, digembok, TetapAhokDjarot, dkk. Mereka semua disatukan dalam sebuah nada yang sama: mendukung KPK dan menghadapi papa.

Nah, apakah papa diam saja? Tentu tidak. Di dunia maya, kita dari peta SNA ini, sebuah akun yang begitu besar mendapat retweet, di kelilingi oleh ratusan atau ribuan akun lain: BNewsCoID. Akun dan pengikutnya ini, begitu ramai dan kompak memberi dukungan pada papa. Bisa dilihat contoh2 twit akun ini, yang rata-rata setiap twit dishare/retweet sebanyak 300 kali.

Namun sayang, cluster BNewsCoID ini seolah ‘ngerumpi’ sendiri. Ibarat sebuah gugusan tata surya, yang menyendiri dan kesepian di pinggiran galaxy.

Ismal Fahmi - Akun Bot Twitter - Studi Kasus Setnov 2

Wait, ternyata cluster pendukung papa tidak itu sendirian. Ada akun lain yang mendapat retweet yang tinggi, yaitu Indonesia194508. Cukup banyak twitnya yang diamplifikasi. Namun sama nasibnya, mereka tidak memiliki engagement dengan akun-akun riil dalam cluster besar di tengah semesta ini.

Akun Robot

Kalau anda ingin melihat bagaimana robot Twitter bekerja, anda bisa lihat contoh kedua akun pendukung papa di atas. Robot yang bodoh, hanya menjalankan satu tugas saja: meretweet tuannya.

Saran saya, sebaiknya para robot itu diajarin, agar sedikit lebih cerdas, yaitu melakukan engagement yang agak natural sedikit, dengan akun riil yang kontra papa. Biar tampak seolah mereka adalah makhluk hidup.

Kalau seperti ini, meskipun volumenya tinggi, begitu diplot di SNA Drone Emprit, akan langsung kelihatan betapa kesepian mereka.

Ismal Fahmi - Akun Bot Twitter - Studi Kasus Setnov 3

Closing

Kekuatan papa di dunia ‘lain’ yang tak tersentuh Drone Emprit mungkin sangat kuat. KPK, seperti dikatakan Bambang W, seolah menjelang sakaratul maut karena diserang sana-sini.

Satu-satunya dukungan yang membuat KPK tetap kuat adalah dukungan publik.

Drone Emprit melihat, dukungan publik kepada KPK masih sangat kuat dalam kasus e-ktp melawan papa ini. Media online menjadi sumber utama informasi yang akan diamplifikasi publik. Dan kelompok warganet yang biasanya membantuk polarisasi cluster yang diametral, di sini mereka disatukan, satu suara.

Namun publik tidak boleh kecolongan atau lengah. Karena kita lihat di media dan sosial, papa juga mengerahkan pasukannya. Meski pasukan bayaran ini belum cerdas, namun tak seyogyanya kekuatan mereka diabaikan.

Publik bersatu di belakang KPK!

SIE, Kunjungi Bandung Command Center

Bandung Command Center (BCC), sebuah ide inovatif dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai salah satu upaya menjadikan kota Bandung sebagai kota terdepan dan cerdas dimana salah satu upayanya adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, menjadi tujuan kunjungan industri Mahasiswa konsentrasi Sistem Informasi Enterprise (SIE)\Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII).

Photo SIE - Kunjungi Bandung Command Center - PPs FTI UII - Jerri Irgo

Kunjungan industri ke pemerintah kota Bandung memberikan pengalaman yang menarik, setibanya di Kantor Walikota, kami disambut dengan pegawai pemkot berpakaian tradisional khas sunda, ternyata setiap hari rabu mereka menggunakan pakaian tersebut dan menggunakan bahasa sunda” ujar Danar Retno Sari, salah satu anggota delegasi tersebut disela-sela kegiatan  (15 November 2017)

Menurutnya “Pengalaman paling mengesankan adalah ketika memasuki ruangan Bandung Command Center, disana terdapat layar LCD besar yang digunakan untuk mengelola dan memonitor aktivitas kota dan manajemen kota itu sendiri. Ridwan Kamil selaku walikota menggunakan ruangan ini untuk evaluasi dan monitor aktivitas kota dan dinas dinas terkait” ujarnya.

Danar Retno juga sampaikan “fitur-fitur menarik yang dimiliki BCC salah satunya adalah Bandung Emergency Center, dimana penduduk kota Bandung dapat melaporkan kejadian darurat misalnya seperti kecelakan atau bencana lainnya menggunan aplikasi android yang kemudian bisa dilacak oleh operator di BCC yang bekerjasama dengan pihak berwenang seperti kepolisian dan dinas pencegahan dan kebakaran kota Bandung”.

“Aplikasi ini sangat berguna apabila ada kondisi emergency yang membutuhkan bantuan pihal berwenang. BCC juga menyediakan Visualisasi Statistik Kota Bandung yang memudahkan evaluasi dan monitoring perkembangan kota Bandung” Pungkasnya

Jerri Irgo

Belajar Praktik Supply Chain Terbaik dari Gudeg Yu Djum

Oleh Dr Zaroni

Gudeg Yu Djum menjadi salah satu iconic kuliner Jogjakarta. Para pelancong, pebinis, dan
pegawai pejalan dinas yang ke Jogjakarta selalu menyempatkan menikmati Gudeg Yu Djum.
Tidak jarang membawa pulang Gudeg Yu Djum untuk keluarga atau kerabat.

Gudeg Yu Djum seakan menjadi legenda kuliner gudeg khas Jogjakarta. Sebagai legenda,
Gudeg Yu Djum selalu menjaga kualitas citra rasa secara konsisten.

Pemilihan jenis bahan baku menjadi perhatian Gudeg Yu Djum. Bahan baku masakan menjadi penentu kualitas Gudeg Yu Djum selain ukuran racikan, proses, dan cara memasak.

Bahan baku Gudeg Yu Djum dipilih dari bahan baku berkualitas. Komposisi gudeg terdiri dari
bahan baku: daging ayam kampung, nangka muda atau tewel, krecek, rempah-rempah, telur
bebek segar, dan beras lokal terbaik.

Manajemen Inventory
Bahan baku menjadi faktor kritikal dalam bisnis kuliner. Tidak hanya kualitas dan kuantitas
bahan baku, ketersediaan dan kontinuitas pasokan bahan baku menjadi faktor penting dalam
daya saing bisnis kuliner.

Gudeg Yu Djum selalu menjaga kualitas dan kuantitas bahan baku. Dalam menjaga kualitas
bahan baku, Gudeg Yu Djum mencari dan memilih bahan baku dari sumber terbaik.

Dalam pemilihan daging ayam kampung misalnya, Gudeg Yu Djum menggunakan daging ayam segar peternak lokal yang diantar setiap hari. Pasokan daging ayam lokal setiap hari ini
memastikan Gudeg Yu Djum mendapatkan daging ayam segar.

Bahkan untuk pengadaan nangka muda harus didatangkan pemasok dari Prembun, Klaten.
Nangka muda dipanen pada tingkat kematangan yang tepat, sehingga memberikan citra rasa
dan tekstur yang khas.

Menjaga konsistensi dan ketersediaan pasokan bahan baku menjadi perhatian manajemen
Gudeg Yu Djum.

Gudeg Yu Djum melakukan kerjasama stratejik dengan para pemasok bahan baku. Hubungan
kerjasama dengan para pemasok tidak sekadar transaksional, namun hubungan kerjasama
dibangun melalui hubungan strategic partnership.

Pasokan dari peternak dan petani lokal, merupakan kerjasama yang memberikan
pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat luas, khususnya sektor usaha mikro kecil dan
menengah.

Bahan baku masakan Gudeg Yu Djum umumnya adalah bahan kategori perishable goods,
barang yang mudah rusak atau busuk. Karenanya diperlukan manajemen inventory yang
efektif.

Gudeg Yu Djum mensyaratkan pilihan bahan baku segar. Konsekuensinya, Gudeg Yu Djum
menerapkan manajemen persediaan bahan baku dengan pendekatan just-in time, persediaan
bahan baku disesuaikan dengan kebutuhan pemakaian bahan baku untuk proses pengolahan
masakan. Pada just-in time, persediaan mendekati nol.

Impikasi pendekatan just-in time, Gudeg Yu Djum memilih pemasok bahan baku yang mampu memenuhi pasokan dengan kuantitas dan lead time tepat.

Pasokan bahan baku masakan gudeg yang lebih cepat akan menyebabkan bahan baku harus
menunggu untuk digunakan dalam proses pengolahan masakan. Akibatnya, bahan baku akan
berisiko rusak atau mengalami penurunan kualitas kesegarannya.

Penggunaan alat penyimpan pendingin (cold storage) akan dapat menjaga kesegaran bahan
baku masakan dalam jangka waktu tertentu. Namun perlu diperhatikan tingkat kelembaban,
tidak hanya tingkat suhu ruang dan alat penyimpan bahan baku masakan.

Kekurangan dan keterlambatan pasokan bahan baku akan menyebabkan terganggunya
proses pengolahan masakan. Akibatnya, terjadi kekurangan stock untuk penyajian hidangan.
Bila hal ini terjadi, pelanggan akan kecewa. Pesanan menu masakan favoritnya ternyata sudah habis.

Manajemen Gudeg Yu Djum tidak mengharapkan kedua hal ini terjadi, baik overstock maupun understock atas persediaan bahan baku, karena akan tidak baik bagi kualitas pelayanan.

Gudeg Yu Djum menyadari hal ini. Penggunaan peramalan permintaan berdasarkan histori
dan perilaku pelanggan menjadi perhatian manajemen Gudeg Yu Djum.

Pada hari-hari dan season tertentu, permintaan pelanggan Gudeg Yu Djum melonjak.
Sementara pada hari-hari lain permintaan relatif tetap pada volume atau porsi tertentu.
Gudeg Yu Djum selalu mencermati pola demand ini agar dapat memproyeksikan kebutuhan
bahan baku dengan tepat.

Di Gudeg Yu Djum, pengaturan penempatan inventory bahan baku masakan selalu
diperhatikan. Penempatan bahan baku pada posisi dan rak yang tepat sesuai jenis bahan baku
akan memastikan ketepatan pada saat bahan baku diperlukan. Kebersihan dan higienitas
tempat dan rak penyimpanan bahan baku tetap dijaga.

Proses pengolahan dan cara memasak merupakan sebuah seni. Namun demikian, di Gudeg
Yu Djum tetap memperhatikan standar dan komposisi takaran bahan baku. Itulah mengapa
rasa Gudeg Yu Djum tetap terjaga kekhasannya.

Layanan Pemesanan
Gudeg Yu Djum membuka kedai di beberapa sudut kota Jogjakarta. Pilihan tempat didasarkan pada histori dan pengembangannya sesuai potensi pasar.

Pelanggan yang menikmati hidangan Gudeg Yu Djum langsung memilih menu dan memesan
sesuai keinginan dan selera. Proses penyajian hidangan Gudeg Yu Djum cukup cepat. Hal ini
karena penataan masakan yang memudahkan untuk diracik dan dihidangkan segera.

Pelanggan yang memesan gudeg untuk dibawa pulang tersedia layanan take away. Kemasan
atau packaging Gudeg Yu Djum cukup praktis dan mudah dibawa. Di Gudeg Yu Djum tersedia
pilihan kemasan dalam bentuk besek dan kendil.

Kemasan Gudeg Yu Djum menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Dalam hal ini, Gudeg
Yu Djum menerapkan konsep green supply chain. Kelangsungan bisnsi Gudeg Yu Djum
ditentukan oleh ketersediaan pasokan nangka muda, ayam kampung, krecek, dan telur
bebek. Gudeg Yu Djum memahami hal itu.

Gudeg Yu Djum membina petani kebun nangka di desa Prembun untuk memastikan kualitas
dan pasokan nangka muda. Penanaman pohon nangka terus dilakukan untuk menggantikan
pohon nangka yang telah tua atau pohon nangka yang tidak berbuah lagi.

Gudeg Yu Djum cukup aman dan dapat dikonsumsi paling lama 12 jam, karena masakan tidak
mengandung bahan pengawet dan semua bahan alami.

***
Bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis kreatif. Diperlukan pengelolaan bisnis yang efektif
pada semua aspek manajerialnya, mulai dari pemasaran, proses produksi, pengadaan bahan
baku, pelayanan pemesanan penjualan, manajemen supply chain, keuangan, pengelolaan
SDM, dan lain-lain.

Bisnis kuliner melibatkan berbagai pihak, utamanya pemasok. Menjalin hubungan stratejik
dengan pemasok merupakan strategi efektif dalam vendor management.

Manajemen inventory bahan baku menjadi faktor keberhasilan dalam bisnis kuliner. Layanan
pemesanan pelanggan dan kemasan produk menentukan kualitas pelayanan secara
keseluruhan.

Di Gudeg Yu Djum, praktik terbaik supply chain telah dijalankan, meskipun secara sederhana
namun dilaksanakan secara konsisten dan memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.

Di Gudeg Yu Djum, kita mendapatkan pelajaran berharga. Bahwa manajemen supply chain
penting untuk menjadi perhatian para pemimpin organisasi bisnis agar organisasi mampu
bertahan dalam jangka panjang. Melegenda seperti halnya gudeg Yu Djum yang telah
melayani pelanggan setianya sejak tahun 1950.

Selamat menikmati gudeg Yu Djum dan mendapatkan learning praktik supply chain terbaik di bisnis kuliner. Kapan kembali ke Jogja?

Jogjakarta, 29 Oktober 2017