Rania Hahim, di kelas E-Commerce

Rania Fahim El-Gazzar, Ph.D., Associate Professor dari University of Southeast Norway, hadir sebagai dosen tamu di kelas e-commerce, yang merupakan salah satu mata kuliah bagi Mahasiswa Magister Teknik Informatika yang mengambil konsentrasi Sistem Informasi Enterprise.

rania fahim el gazzar - Dosen Tamu SIE MI PPs FTI UII Mei 20 2017

University of Southeast Norway  yang beralamat di Lærerskoleveien 40, 3679 Notodden, Norwegia, merupakan kampus dimana Rania Fahim El-Gazzar, Ph.D, mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik (Dosen)

Jerri Irgo

 

 

 

 

Sus-VSM, Atasi Isu Sosio-Enviromental

Mengukur Kinerja Sustainable Supply Chain Management (SSCM) Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKS) Menggunakan Sustainable Value Stream Mapping (Sus-VSM), sebagai salah satu syarat Rangga Primadasa untuk meraih Gelar Strata S2 – Magister Teknik dari Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII.

“Penelitian tersebut memberikan banyak manfaat, baik bagi perusahaan yaitu sebagai kelanjutan usaha dan dapat sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 19/Permentan/ OT.140/3/2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) yang sifatnya mandatory bagi industri kelapa sawit dan juga manfaat bagi masyarakat yaitu untuk kesehatan lingkungan, mengurangi gas rumah kaca, mengurangi kebakaran lahan juga memperluas lapangan pekerjaan”

Dr Elisa Kusrini

Dr. Ir. Elisa Kusrini, M.T., CPIM., CSCP, menjelaskan hal tersebut saat mendampingi Rangga Primadasa release bertempat di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (22 Sya’ban 1438 H/19 Mei 2017).

Industri kelapa sawit merupakan industri yang penting bagi Indonesia, ini terlihat dari total ekspor CPO ( Crude Palm Oil ) pada tahun 2015 yang pencapai 26.40 ton, naik 21 persen dibandingkan dengan total ekspor 2014 yaitu 21.76 ton. Sementara nilai nominal ekspor CPO sepanjang tahun 2015 mencapai 18.64 milyar dollar.

“Tantangan industri kelapa sawit semakin hari semakin besar. Padi akhir 90-an sektor kelapa sawit mulai menghadapi kritik tentang beberapa praktek yang berkenaan dengan lingkungan hidup dan sosial dalam berbagai tingkatan produksi dan konsumsi dalam rantai pasoknya. Kebakaran hutan di area yang dikelola perusahaan kelapa sawit di Indonesia beberapa tahun terakhirsemakin memberi tekanan pada industri kelapa sawit di Indonesia khususnya” ujar Dr Elisa Kusrini.

Baca Juga : SSCM Untuk Wujudkan Industri CPO Ramah Lingkungan

Proses pengolahan di PPKS (Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit) merupakan bagian penting dalam supply chainindustri kelapa sawit karena meningkatkan value secara signifikan dari TBS (Tandan Buah Segar) sawit menjadi minyak kelapa sawit (CPO). PPKS juga merupakan bagian penting dalam mewujudkan seratus persen sustainable supply chain dalam industri kelapa sawit.

Dr. Elisa Kusrini menambahkan “Sustainable Supply Chain Management adalah pendekatan sistematis dan terintegrasi yang akan membantu perusahaan untuk mengembangkan strategi “win-win”untuk mendapatkan keuntungan dan market share sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan hidup. Penerapan SSCM dapat digunakan untuk mengatasi isu-isu sosio-enviromental dan meningkatkan performa kemasyarakatan”.

Baca Pula : Pabrik Pengolahan Sawit Disarankan Bersiap Hadapi 100 Persen SSCM Eropa

Manajemen rantai pasok berkelanjutan ( SSCM ) telah berkembang dari dua perspektif. Manajer lingkungan hidup telah mulai menggunakan pendekatan Life cycle analysis (LCA) untuk mengelola dampak-dampak terhadap lingkungan hidup. Pendekatan ini melihat produk dari dampaknya terhadap lingkungan mulai dari raw material, proses pengolahan dan penggunaannya, sampai ke pembuangan limbah akhir.

“Dengan menggunakan metode Sus-VSM ini diharapkan Perushaan dapat mengetahui kinerja rantai pasokannya secara komperhensif, khususnya dari sudut padang sustainability, sehingga dapat dilakukan pengambilan kebijakan untuk mengurangi kegiatan yang tidak memiliki value di dalam rantai pasokannya sekaligus meningkankan sustainability-nya” pungkasnya.

Jerri Irgo

Teknologi Informasi, Tingkatkan Bisnis 8x Lebih Cepat

Sektor pariwisata di Indonesia pada lima tahun terakhir menghasilkan devisa negara terbesar nomor empat setelah sektor pertambangan dan perkebunan. Pengembangan destinasi pariwisata sangat besar potensi bagi Negara untuk meningkatkan pendapatannya sehingga diperkirakan akan menjadi Rp 240 Triliun pada 2019.

Dengan adanya pengembangan destinasi pariwisata, diharapkan juga akan menambah lapangan pekerjaan sebanyak 13 juta jiwa dan akan menambah wisatawan mancanegara menjadi sebesar 20 juta jiwa

Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan (5)

“Tidak dipungkiri, peran dan dukungan Teknologi Informasi, terlibat di dalamnya, diantaranya mudahnya para wisatawan lokal maupun mancanegara mendapatkan informasi tentang destinasi pariwisata di Indonesia, hanya dengan satu jari. Manfaat lain juga di dapatkan para operator pelaku bisnis dengan berinovasi memanfaatkan Teknologi Informasi, sangatlah beralasan karena akselerasi bisnisnya dapat meningkat 8 kali lebih cepat”.

Baca : Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan

Dr. R Teduh Dirgahayu, S.T, M.Sc, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII menyampaikan hal tersebut setelah Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kreatif dengan dukungan Teknologi Informasi, studi kasus : Kelompok Kesenian Rakyat dan UMKM di Kawasan Candi Borobudur bertempat di Tourist Information Center (TIC) Jl. Balaputradewa No.16, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (17 Mei 2017).

Baca : Maji, Naikkan Hotel Occupancy melalui MedSos

FGD ini merupakan kegiatan bersama antara Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah

“Alhamdulillah, tahapan selanjutnya kita akan menyusun peta informasi dan rekomendasi strategis konsep pemasaran berbasis Teknologi Informasi yang mendukung sektor pariwisata khususnya industri kreatif berbasis kesenian daerah dan UMKM di kawasan Candi Borobudur secara spesifik melalui diskusi kelompok” pungkas Dr. R Teduh Dirgahayu yang juga sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII

Jerri Irgo

Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan

Program peningkatan kompetensi bagi Seniman Borobudur yang tergabung di Asosiasi Kesenian Rakyat Borobudur (ASKRAB) telah dilakukan Kantor Pewakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah dalam 1 tahun terakhir, saat ini diharapkan terjalinnya kerjasama yang lebih baik dan melibatkan Perguruan Tinggi khususnya dalam hal pemanfaatan Teknologi Informasi.

Dukung Kesenian Rakyat Yang Menarik Bagi Wisatawan

“Bank Indonesia mendukung industri kreatif, termasuk kesenian rakyat yang menarik bagi wisatawan” ujar Dian Nugraha saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Industri Kreatif dengan dukungan Teknologi Informasi (17 Mei 2017).

Dian Nugraha, Kepala Divisi Pengembangan Ekonom (DPE) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah menambahkah “Seniman juga telah diberikan bekal, bagaimana mereka berwirausaha” imbuhnya di Tourist Information Center (TIC) Jl. Balaputradewa No.16, Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

FGD yang merupakan kegiatan bersama antara Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise (SIE) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Tengah mengambil studi kasus tentang Kelompok Kesenian Rakyat dan UMKM di Kawasan Candi Borobudur.

Output kegiatan adalah memetakan semua informasi tentang pemasaran berbasis Teknologi Informasi yang mendukung sektor pariwisata khususnya industri kreatif berbasis kesenian dan UMKM daerah di kawasan Candi Borobudur secara spesifik melalui diskusi kelompok.

Tampak hadir Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana FTI UII, selanjutnya Diana Setiawati, Project Coordinator UNESCO, juga tampak Veronika F, Inspect – Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat, dan juga Adif A Niarto, Bank Indonesia Semarang serta Jerri Irgo, Liaison Officer Program Pascasarjana & Marketing FTI UII.

Jerri Irgo

Tantangan Profesional Logistic & Supply Chain di Indonesia.

Persaingan bisnis sekarang sudah bergeser dari persaingan antar perusahaan ke persaingan antar jaringan, sehingga perusahaan dituntut untuk menguatkan jaringannya dengan berkolaborasi dari hulu ke hilir, oleh karena itu dibutuhkan profesional yang dapat mengelola bisnis untuk menjawab tuntutan tersebut.

Ok - Mei 3 2017 - Tantangan Profesional di Logistic dan Supply Chain di Indonesia.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi terkini telah mampu membantu untuk merealisasikan suatu sistem yang terpadu sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi biaya dan waktu dalam ruang lingkup yang lebih luas. Tujuan mengefisiensikan dan mensinkronisasikan demand supply inilah yang melatar belakangi lahirnya konsep Supply Chain Management (SCM).

Dr. Ir. Elisa Kusrini., MT, CPIM, CSCP, Sekretaris Program Pascasarjana FTI UII / Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII dan Mustaqim, ST., M.Eng, Dekan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti (UPS), mengawali Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan kerjasama antara Magister Teknik Industri PPs FTI UII dan Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti Tegal (6 Sya’ban 1438 H/ 3 Mei 2017) di Kampus UPS Jl. Halmahera KM. 01, Mintaragen, Tegal Tim., Kota Tegal, Jawa Tengah

Baca Juga : Bangkitnya Jepang Indonesia 

Supply Chain Management adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total jaringan perusahaan dalam rantai suplai melalui peningkatan efektivitas aliran material,uang dan informasi antar perusahaan dalam jaringan rantai pasok. Dalam hal ini konsep SCM cocok diterapkan pada masa sekarang, karena sistem ini memiliki kelebihan dimana mampu meningkatkan customer service disatu sisi dan menurunkan cost disisi yang lain. Supply Chain Management itu sangat luas dan sangat customized tergantung industrinya.

Hadir sebagai peserta selain utusan dari Fakultas Teknik UPS, tampak utusan Desperindag Pemerintah Kota Tegal, Desperindag Pemerintah Kabupaten Tegal, PT Kereta Api Indonesia (Balai Yasa) Tegal, PT Barata Indonesia Tegal, PT Suara Merdeka dan Harian Radar Tegal.

“Alhamdulillah, output dari Focus Group Discussion yaitu memiliki wawasan keilmuan dan meningkatnya pengetahuan praktis secara komprehensif yang berimbang tentang peningkatan kompetensi profesional di bidang Logistik dan Supply Chain dan tersusunnya rumusan profesional ideal di bidang Logistik dan Supply Chain, yang berhasil mengembangkan posisi di daerah operasi, dan memberikan fleksibilitas profesional yang dibutuhkan untuk mengatasi jaminan di bidang Pembelian, Perencanaan, Produksi, Logistik dan Distribusi dapat tercapai” pungkas Elisa saat menutup kegiatan bersama tersebut.

Jerri Irgo