PUSFID, Deteksi Berita Hoax Sultan HB X

Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital, mendeteksi pembuat berita hoax yang seolah-seolah menyatakan pendapat Sultan HB X tentang SARA. Berdasarkan deteksi pusat studi tersebut, berita yang ditulis menggunakan nama Rosa Linda itu terdapat kemiripan dengan konten tulisan Ferdiansyah tentang menyampaikan pendapat dari seseorang bernama Salim A Fillah.

Yudi Prayudi Digital Forensik Magister Teknik Informatika PPs FTI UII

Hal tersebut, disampaikan Yudi Prayudi di ruang kerjanya di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (20 April 2017).

Menurut Yudi Prayudi, konten pada berita yang dikabarkan hoax itu merujuk pada sebuah link http://www.metronews.tk/2017/04/sri-sultan-hamengkubuwono-maaf-bukan.html. Berita itu diposting di sebuah website yang patut diduga palsu dan seolah-olah mirip dengan portal resmi http://www.metronews.com.

Baca : Metro TV Jadi Korban ‘Web Phising’

“Teknik semacam itu dikenal dengan nama phising yaitu mengelabui pengguna dengan website yang mirip dengan tujuan mendapatkan data-data si pengguna,” ujar Yudi,
Dalam kasus metronews ini, web phising digunakan untuk mengelabui seolah-olah bahwa berita yang ditampilkan resmi. Top level domain dot tk pada http://www.metronews.tk merupakan top level domain yang sifatnya gratisan. Siapa pun dapat dengan mudah mendaftarkan domain pada top level itu.

Baca Pula : Analisis Peneliti Forensik Digital Soal Berita Palsu Catut Nama Sultan

“Dilihat dari logo website tampak website aslinya sebuah blog yang dibuat dengan engine blogspot. Domain itu digunakan sebagai alamat awal, namun kemudian diredirect ke salah satu alamat blog pada blogspot. Apa alamat blogspotnya dan atas nama siapa perlu didalami lagi,” papar Yudi.

Isi berita yang ditulis, memakai nama Rosa Linda dibuat pada 17 April 2017 dengan waktu unggah ke website pukul 20.45 WIB. Ia mencermati konten pada tulisan memiliki kemiripan dengan konten lain yang diposting pada alamat: http://teropongsenanyan.com/50868-ini-alasan-warga-tionghoa-tak-boleh-punya-hak-milik-tanah-di-yogyakarta.

Baca Juga : Penyebar Berita Hoax Sultan Terdeteksi

Postingan pada website di atas ditulis oleh seseorang dengan identitas Ferdiansyah pada hari Minggu 30 Oktober 2016 pukul 06.27.09 WIB. Berdasarkan cek kemiripan konten diperoleh angka 76 persen kemiripan. “Konten yang ditulis Ferdiansyah ini sebenarnya menyampaikan pendapat dari seseorang yang bernama Salim A Fillah. Terlepas bagaimana fakta sejarahnya, konten tersebut sifatnya pendapat pribadi,” jelasnya.

Siapa sebenarnya pemilik nama Rosa Linda, perlu pendalaman lebih lanjut apakah benar-benar itu orangnya atau bukan,” pungkas Yudi.

Jerri Irgo