Maji, Naikkan Hotel Occupancy melalui MedSos

“Berbagai program dibuat oleh management hotel untuk mensukseskan branding Hotel Neo Malioboro, diantaranya pengenalan melalui sosial media berperan sangat besar dalam berhasilnya membuat branding hotel. Sosial media menjadi salahsatu sarana branding yang efektif dan efisien.”

Neo Malioboro 1

Maji, General Manager Hotel Neo Malioboro Yogyakarta, memaparkan hal tersebut sebagai narasumber kuliah umum Mahasiswa S2 konsentrasi Sistem Informasi Enterprise (SIE) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII). Kuliah Umum diselenggarakan di Ruang Audiovisual Gedung KH Mas Mansyur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (25 April 2017).

Baca juga : Teknologi Informasi, Tingkatkan Hunian Tamu Hotel

“Branding mempunyai peranan yang penting dalam sebuah pemasaran produk, dengan adanya branding, perusahaan menunjukkan bahwa produknya mempunyai kualitas yang terpercaya. Branding sangat diperlukan oleh suatu perusahaan karena dengan branding akan membuat target konsumen menjadi familiar dengan produk yang ditawarkan. Hal itu akan menumbuhkan kepercayaan bagi siapa saja yang menjadi target branding” ujarnya.

Neo Malioboro 2

Teknologi Informasi mempermudah branding yang tidak lain adalah membantu menyampaikan informasi yang ada di dalam suatu perusahaan melalui berbagai sosial media. Impactnya sangat signifikan, saat ini tingkat hunian kamar (hotel occupancy/room occupancy) di Neo Malioboro rata-rata mencapai 93% setiap bulannya.

“Alhamdulillah, salah satu hal penting adalah tekun dan mau belajar” pungkasnya.

Jerri Irgo

Aplikasi Desain Primer PCR pada Bioinformatika

Bioinformatika merupakan bidang yang berkembang pesat dalam ilmu biologi. Tidak hanya ilmu biologi, bioinformatika juga didukung ilmu komputer, kimia dan statistika. Bioinformatika digunakan dalam penelitian terapan bioteknologi dan biomedis. Pada bidang biologi molekular, bioinformatika digunakan untuk proses Polymerase Chain Reaction (PCR). PCR merupakan metode enzimatis untuk melipatgandakan secara eksponensial suatu sekuen nukleotida tertentu secara in vitro. PCR digunakan secara luas untuk mengidentifikasi dan memanipulasi DNA, mendeteksi patogen berbagai penyakit (HIV, hepatitis, TBC, Avian Influenza), mendeteksi variasi genetik, kajian forensic dan paternity, serta analisis genetik lainnya.

Ok - April 22 2017 - Aplikasi Desain Primer Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Bioinformatika

Dinda Eling Kartikaning Sasmito didampingi Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D (Photo Jerri)
Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan hal tersebut saat mendampingi release penelitian Dinda Eling Kartikaning Sasmito, Mahasiswa Konsentrasi Informatika Medis Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (24 Rajab 1438 H/ 22 April 2017).

“Proses PCR membutuhkan 4 komponen utama: 1) DNA cetakan, yaitu fragmen DNA yang akan dilipatgandakan, (2) oligonukleotida primer, yaitu suatu sekuen oligonukleotida pendek (15-25 basa nukleotida) yang digunakan untuk mengawali sintesis rantai DNA, (3) deoksiribonukleotida trisofat (dNTP), terdiri atas dATP, dCTP, dGTP, dTTP, dan (4) enzim DNA polimerase, yaitu enzim yang melakukan katalisis reaksi sintesis rantai DNA. Komponen lain yang juga penting adalah larutan penyangga (buffer). Keberhasilan PCR sangat tergantung pada kualitas oligonukleotida primer” jelas Izzati.

Penelitian sebagai syarat untuk menyelesaikan studi S2, Dinda Eling Kartikaning Sasmito melakukan mencari desain primer yang optimum pada suatu sekuen DNA cetakan. Penelitian dilakukan mengacu pada penelitian terdahulu (Yang, Cheng, Chang, & Chuang, 2008; Wu dkk., 2004; dan Lin dkk., 2005) dengan pembaruan memasukkan parameter repeats and runs serta mismatch dalam komputasinya, serta metode penyilangan aritmatika yang digunakan pada proses genetika dalam algoritma pencarian.

“Aplikasi yang dibangun pada penelitian menggunakan Bahasa Indonesia, dengan fitur pencarian desain primer optimum dari suatu sekuen DNA, serta analisis desain primer untuk mengetahui nilai parameter-parameter primer dari pasangan primer yang telah dimiliki. Sekuen DNA yang diujikan pada penelitian ini adalah CYP1A1, merupakan sekuen pada manusia yang memiliki hubungan dengan peningkatan resiko kanker paru-paru” ujarnya.

Pengujian yang telah dilakukan berupa pengujian kinerja aplikasi, pengujian parameter genetika, pengujian parameter primer serta perbandingan hasil dengan aplikasi sejenis. Pada pengujian kinerja aplikasi, seluruh fitur dan fungsi tombol telah berfungsi dengan baik. Pengujian parameter genetika menghasilkan parameter penyilangan dan parameter mutasi yang sesuai untuk sekuen DNA target. Pengujian parameter primer dilakukan terhadap 2 pasang primer yang telah teruji berhasil untuk proses PCR di laboratorium Biokimia dengan bimbingan Prof. Dr. drh. Wayan T. Artama. Pada proses pengujian perbandingan hasil dengan aplikasi sejenis, aplikasi mampu menghasilkan pasangan primer dengan rata-rata nilai fitness maksimal yakni 100. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan primer yang telah teruji berhasil pada proses PCR di laboratorium serta yang dihasilkan oleh aplikasi sejenis: Primer3Web dan Primer3Plus.

Keberhasilan pada pengujian yang telah dilakukan pada penelitian menunjukkan bahwa aplikasi dapat digunakan untuk desain primer PCR. Sejauh ini pengujian terhadap sekuen yang telah berhasil pada proses PCR di laboratorium dilakukan untuk mengetahui nilai parameter-parameter primernya. “Pengujian tersebut dilakukan terhadap sekuen KF952601, sekuen gen sitokrom b untuk analisis hubungan filogenetik pada kambing di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan aplikasi yang dibangun digunakan untuk mencari primer serta menganalisis parameter primer pada sekuen tumbuh-tumbuhan atau makhluk hidup lainnya” ujar Izzati menutup release.

Jerri Irgo

PUSFID, Deteksi Berita Hoax Sultan HB X

Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital, mendeteksi pembuat berita hoax yang seolah-seolah menyatakan pendapat Sultan HB X tentang SARA. Berdasarkan deteksi pusat studi tersebut, berita yang ditulis menggunakan nama Rosa Linda itu terdapat kemiripan dengan konten tulisan Ferdiansyah tentang menyampaikan pendapat dari seseorang bernama Salim A Fillah.

Yudi Prayudi Digital Forensik Magister Teknik Informatika PPs FTI UII

Hal tersebut, disampaikan Yudi Prayudi di ruang kerjanya di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (20 April 2017).

Menurut Yudi Prayudi, konten pada berita yang dikabarkan hoax itu merujuk pada sebuah link http://www.metronews.tk/2017/04/sri-sultan-hamengkubuwono-maaf-bukan.html. Berita itu diposting di sebuah website yang patut diduga palsu dan seolah-olah mirip dengan portal resmi http://www.metronews.com.

Baca : Metro TV Jadi Korban ‘Web Phising’

“Teknik semacam itu dikenal dengan nama phising yaitu mengelabui pengguna dengan website yang mirip dengan tujuan mendapatkan data-data si pengguna,” ujar Yudi,
Dalam kasus metronews ini, web phising digunakan untuk mengelabui seolah-olah bahwa berita yang ditampilkan resmi. Top level domain dot tk pada http://www.metronews.tk merupakan top level domain yang sifatnya gratisan. Siapa pun dapat dengan mudah mendaftarkan domain pada top level itu.

Baca Pula : Analisis Peneliti Forensik Digital Soal Berita Palsu Catut Nama Sultan

“Dilihat dari logo website tampak website aslinya sebuah blog yang dibuat dengan engine blogspot. Domain itu digunakan sebagai alamat awal, namun kemudian diredirect ke salah satu alamat blog pada blogspot. Apa alamat blogspotnya dan atas nama siapa perlu didalami lagi,” papar Yudi.

Isi berita yang ditulis, memakai nama Rosa Linda dibuat pada 17 April 2017 dengan waktu unggah ke website pukul 20.45 WIB. Ia mencermati konten pada tulisan memiliki kemiripan dengan konten lain yang diposting pada alamat: http://teropongsenanyan.com/50868-ini-alasan-warga-tionghoa-tak-boleh-punya-hak-milik-tanah-di-yogyakarta.

Baca Juga : Penyebar Berita Hoax Sultan Terdeteksi

Postingan pada website di atas ditulis oleh seseorang dengan identitas Ferdiansyah pada hari Minggu 30 Oktober 2016 pukul 06.27.09 WIB. Berdasarkan cek kemiripan konten diperoleh angka 76 persen kemiripan. “Konten yang ditulis Ferdiansyah ini sebenarnya menyampaikan pendapat dari seseorang yang bernama Salim A Fillah. Terlepas bagaimana fakta sejarahnya, konten tersebut sifatnya pendapat pribadi,” jelasnya.

Siapa sebenarnya pemilik nama Rosa Linda, perlu pendalaman lebih lanjut apakah benar-benar itu orangnya atau bukan,” pungkas Yudi.

Jerri Irgo

MTI terima silaturahmi UNUGHA

M. Ragil Suryoputro, ST., MSc. Kordinator Bidang Keilmuan Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII), bertempat di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta, menerima kunjungan silaturahmi Delegasi Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap (10 April 2017).

Ragil MTI
UNUGHA adalah sebuah perguruan tinggi yang berlokasi di Kota Cilacap, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Universitas ini berasal dari Institut Agama Islam Imam Ghozali (IAIIG) Cilacap dan mulai beroperasi sebagai universitas pada tahun 2014 dengan lokasi kampus di Jl. Kemerdekaan Barat No.12 Kesugihan Kidul Cilacap – Jawa Tengah Indonesia

Baca juga : Sertifikasi Profesi, Project Management dan Supply Chain Management

Pada kesempatan tersebut, Ragil menjelaskan tentang Magister Teknik Industri, termasuk keunggulannya diantaranya Sertifikasi Profesi, Project Management dan Supply Chain Management.

Baca pula : Supply Chain Jawab Tuntutan Bisnis.

Selain itu saat ini MTI sudah membuka konsentrasi baru yaitu Logistic & Supply Chain, dari tiga sebelumnya yang sudah ada, yaitu Teknik Industri, Manajemen Industri dan Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri.

Kegiatan silaturahmi dilanjutkan diskusi dan ditutup dengan ramah tamah.

Jerri Irgo