5 Tantangan Industri Logistik E-Commerce di Indonesia

“Isu logistik, Aksesibilitas Desa dan E-Commerce menjadi concern Pemerintah khususnya terkait dengan Kebijakan Ekonomi. Rancangan Paket Kebijakan Ekonomi ke-14 menekankan pada E-Commerce dan Channeling system sebagai platform logistics menjadi prasyarat untuk menghubungkan produk rural ke pasar urban dan global”.

5 Tantangan Industri Logistik E-Commerce di Indonesia (2)Hal tersebut bagian dari paparan,  Transformasi PT Pos Indonesia (persero) sebagai Backbone Logistik E-Commerce Nasional sebuah tema yang disampaikan Dr. Zaroni, CISCP, CFMP, Finance & Human Capital Director PT Pos Logistik Indonesia a Subsidiary of Pos Indonesia, saat menjadi narasumber kuliah perdana Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia di Ruang Audiovisual 1.10, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta.(18 Maret 2017)

“PT Pos Logistik, melihat terdapat potensi pasar transportasi dan logistik Indonesia di tahun 2016 diperkirakan sebesar Rp 2.399T yang merupakan 26.4% dari PDB. Dengan Pengembangan Tol Laut dalam koridor Ekonomi, terdapat Estimate Logistics Spending BUMN Companies IDR 250T Per year dan Logistics & Transport CAGR 15%+ per year up to 2019, serta Huge potential from 55 million UKM for rural logistics” tegasnya dihadapan 44 Mahasiswa Baru PPs FTI UII semester genap 2016/2017.

Baca Juga : Materi Transformasi PT Pos Indonesia (persero) sebagai Backbone Logistik E-Commerce Nasional

Dr. Zaroni, menambahkan “Ada 5 tantangan Industri Logistik E-commerce di Indonesia, yaitu Kelangkaan & Disparitas, High Cost Economy, Negara Kepulauan, ICT Developing Index dan Cyber Crime”. Kelangkaan & Disparitas diantaranya Ke 14 Bahan pokok dan barang penting masih terjadi kelangkaan dan disparitas harga terutama antara Pulau Jawa dan Indonesia bagian Timur dan Cyber Crime di Indonesia sangat tinggi, sehingga FDI menempatkan Indonesia sebagai daftar negatif Investasi E-Commerce.

Strategi PT Pos Logistik, dengan adanya jaringan Kantor Pos yang menjangkau hingga daerah terujung dan pedesaan terus dikembangkan menjadi bagian dari infrastruktur dan layanan penggerak ekonomi nasional melalui pengembangan Three Dimentional Postal Network, yaitu: layanan informasi & perdagangan on-line, layanan logistik dan pembayaran berbasis account.

“Selain itu transformasi proses bisnis surat & paket menjadi proses bisnis logistik (logistics capable postal company) dan Pengembangan dan Modernisasi Processing Center (PC) menjadi Warehousing untuk Fulfillment Center serta Pengembangan Payment Service untuk E-Commerce logistik, Pengembangan sistem aplikasi teknologi untuk mendukung e-commerce logistik dan Peningkatan kapasitas IT untuk mendukung E-Commerce logistik menjadi langkah 5 strategis PT Pos Logistik saat ini” pungkas Dr Zaroni.

Jerri Irgo