Panggilan tes agama Staf Keuangan

Bismillaahirahmanirahiim.

Berdasarkan hasil tes kompetensi yang dilakukan pada hari Kamis 16 Maret 2017, berikut ini adalah daftar pelamar posisi STAF KEUANGAN di Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) yang dinyatakan lolos tes kompetensi dan berhak mengikuti tahap seleksi berikutnya.

lolos kompetensi

Pelamar tersebut di atas diundang untuk mengikuti tes agama yang akan diadakan pada  Rabu, 29 Maret 2017 pukul 13.00 WIB  s.d. selesai di Ruang PPs FTI UII, Gedung KH. Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang km 14,5 Yogyakarta.

Pelamar yang tidak hadir dinyatakan gugur dan tidak berhak mengikuti seleksi tahap berikutnya. Tahap terakhir (wawancara) akan dilaksanakan pada hari Jumat 31 Maret 2017.

Demikian pengumuman ini disampaikan.

 

Tim Asesor visitasi Magister Teknik Informatika

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memberikan tugas Tim Asesor-nya Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M.Sc dan Wahyu Catur Wibowo, Ir., M.Sc., Ph.D untuk melakukan visitasi ke Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), 24 dan 25 Maret 2017.

Tim Asesor Visitasi Magister Teknik Informatika

Peringkat akreditasi Sangat Baik adalah status akreditasi Magister Teknik Informatika saat ini dan berharap dengan upaya optimal untuk dapat mempertahankan atau meraih status Unggul. Hal tersebut, selaras dengan tujuan Pemerintah yang menargetkan standar Pendidikan Tinggi Indonesia ke tingkat Internasional, ini menjadi tantangan bagi Magister Teknik Informatika untuk terus bergerak maju agar kualitasnya dapat bersaing ditingkat Internasional.

Baca juga : Prof. Zarlis, 3 Prinsip rangkul Generasi Muda

Prof. Dr. Muhammad Zarlis, Guru Besar Universitas Sumatera Utara dan Wahyu Catur Wibowo, Ir., M.Sc., Ph.D, Dosen Universitas Indonesia akan melihat secara langsung tujuh standar sesuai borang, yaitu visi misi, kurikulum, kemahasiswaan, sarana dan prasarana, penelitian, kerjasama dan keuangan.

“Ada 2 falsafah Tim Asesor saat melakukan visitasi, yaitu katakan sejujurnya mengutip judul lagu Rinto Harahap dan Jangan Ada Dusta Diantara Kita judul lagunya Broery Marantika” ujar Prof. Dr. Muhammad Zarlis sesaat sebelum memulai proses visitasi.

Secara terpisah, Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D., Rektor UII dalam pesan tertulisnya menyatakan “Magister Teknik Informtika sudah mengalami kemajuan yang pesat, jika dibandingkan dengan ketika akreditasi yang lalu ketika itu saya dampingi. Oleh karena itu dengan upaya yang optimal dari Pengelola MTI maupun FTI keseluruhan, saya doakan mendapat re-akreditasi yang maksimal” mengutip pesan singkatnya.

Jerri Irgo

Prof. Zarlis, 3 Prinsip rangkul Generasi Muda

Prof. Dr. Muhammad. Zarlis, M.Sc. mempunyai gaya tersendiri menyampaikan nasehat sekaligus untuk merangkul generasi muda, selain memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari, juga mempunyai 3 prinsip yaitu “Janji di tepati, hutang dibayar dan amanah dijaga” ujar Guru Besar Universitas Sumatera Utara, saat beramah tamah dengan Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D, Rektor UII di sebuah resto seputaran Kampus UII Cik Ditiro Yogyakarta (24 Maret 2017).

3 Prinsip Prof. Zarlis - Rangkul Generasi MudaSebagai Anggota Bidang Pembangunan Komunikasi dan Teknologi Informasi, Asosiasi Profesor Indonesia, periode 2013-2017, Prof. Zarlis yang tampil selalu sebagai anak muda, mempunyai pengalaman tentang bagaimana bernegosiasi dengan manajemen sebuah institusi perbankan agar membuat sistem yang lebih humanis, hal tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk pengambil kebijakan. “Cukup 2 sks untuk menjelaskan hal tersebut” tegas Prof Zarlis yang aktif sebagai pengajar, peneliti, dan pembicara berbagai seminar tersebut.

Baca juga : Tim Asesor Visitasi Magister Teknik Informatika

Tampak hadir saat ramah tamah tersebut, Dekan FTI UII, Dr Imam Djati Widodo didampingi Wakil Dekan FTI UII, Dr. Sri Kusumadewi, Dr. R. Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana FTI UII, juga Izzati Muhimmah, Ph.D, Kepala Pusat Studi Informatika Medis dan Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom, Kepala Pusat Studi Digital Forensik. Selain itu juga ikut serta Domas Hata Fudloli, S.T, M.Sc, Ph.D dan Moh Idris, S.Kom, M.Kom serta Jerri Irgo, Liaison Officer Program Pascasarjana & Marketing FTI UII.

Jerri Irgo

Lean Manufacturing Dapat Menekan Pemborosan Beaya Produksi

YOGYAKARTA — Metode Lean Manufacturing dapat digunakan untuk menekan atau bahkan menghilangkan pemborosan sehingga beaya produksi bisa lebih murah. Metode ini fokus pada identifikasi dan eliminasi aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah dalam desain, produksi, atau operasi dan suplly chain management yang berkaitan langsung dengan pelanggan.

Neny-Ambarwati2R

Demikian hasil penelitian Neny Ambarwati, Mahasiswa Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) yang dipaparkan di hadapan wartawan Jumat (24/3/2017). Penelitian ini dilakukan pada PT Mega Andalan Kalasan yang memproduksi bedside cabinet 31824.

Lebih lanjut Neny mengatakan metode Lean Manufacturing merupakan metode yang ideal untuk mengoptimalkan performansi dari sistem dan proses produksi. Karena metode ini mampu mengidentifikasi, mengukur, menganalisas, dan mencari solusi perbaikan secara komprehensif. “Konsep lean diterapkan untuk mengeliminasi pemborosan pada value stream system,” kata Neny.

Sedang metode Quality Fuction Deployment (QFD) bertujuan untuk mengembangkan produk yang dapat memuaskan konsumen. Metode ini mampu menerjemahkan keinginan konsumen ke dalam karakteristik teknis yang disyaratkan.

Metode Lean Manufacturing akan efektif bila diintegrasikan dengan metode Quality Fuction Deployment (QFD). Sebab QFD mampu menterjemahkan keinginan konsumen ke dalam aktivitas pengembangan produk dan servis.

“Kualitas yang sesungguhnya terjadi jika masing-masing tahapan proses berjalan dengan baik. QFD merupakan solusi yang sudah terbukti untuk mengembangkan hubungan antara custumer dan supplier,” kata Neny.

Dipilih metode Lean Manufacturing dan QFD karena lean manufacturing fokus pada minimalisasi pemborosan. Karena itu, dibutuhkan kesesuaian antara sumber daya dan persyaratan konsumen. “Organisasi perlu berubah untuk menyesuaikan keinginan pelanggan,” katanya.

Berdasarkan hasil penelitian periode Januari – Desember 2016, metode tersebut bisa menekan pemborosan sebesar Rp 11.325.569,50. “Metode ini tidak hanya untuk perusahaan MAK saja, tetapi bisa diterapkan pada perusahaan manufaktur lain,” ujarnya.

Jerri Irgo

Diberitakan JogPaper

Kelangkaan Barang dan Disparitas Harga

Zaroni-21Persoalan kelangkaan barang, disparitas harga, dan fluktuasi harga komoditas bahan pokok menjadi perhatian serius Pemerintah. Kelangkaan barang terjadi bila suatu daerah mengalami kesulitan atau bahkan tidak dapat mendapatkan komoditas bahan-bahan pokok secara kontinu untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat akan komoditas bahan-bahan pokok tersebut.

Disparitas harga terjadi manakala ada perbedaan harga yang sangat signifikan atas suatu harga komoditas bahan pokok tertentu antardaerah. Disparitas harga akan memberikan efek “ketidakadilan” dalam kemakmuran antardaerah.

Komoditas Daerah Disparitas

Sumber: Kemendag, http://www.kemendag.go.id, diakses pada 7-10-2016, diolah.

Sumber: Kemendag, http://www.kemendag.go.id, diakses pada 7-10-2016, diolah.

Komoditas bahan pokok yang sama, misalnya garam, penduduk di Manokwari harus membayar Rp8.000 atau 45% lebih mahal dibandingkan dengan rata-rata harga garam secara nasional Rp5.535.  Pada tabel tersebut, disparitas diukur dengan perbedaan harga tertinggi dengan rata-rata harga nasional.  Disparitas harga juga terjadi untuk komoditas semen. Disparitas harga semen, terutama di daerah terpencil, sangat tinggi. Harga semen di Kabupaten Puncak, Wamena, dan wilayah pegunungan Papua lainnya mencapai Rp 800.000 sampai dengan Rp 2,5 juta per zak. Padahal, harga di Pulau Jawa Rp 70.000. Wamena contoh paling ekstrem.

Negara melalui Pemerintah berkepentingan terhadap solusi permasalahan kelangkaan barang, disparitas harga, dan fluktuasi harga barang – khususnya bahan pokok. Pemerintah mengkategorikan 14 komoditas berikut sebagai bahan pokok, yaitu: beras, kedelai bahan baku, tempe, cabai, bawang merah, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan bandeng, ikan kembung, dan ikan tongkol/tuna/cakalang.

Sama-sama warga Negara Indonesia, yang hidup di alam kemerdekaan, namun harus mengeluarkan uang yang lebih besar untuk mendapatkan barang tertentu. Dus, mengurangi tingkat kepuasan dalam mengkonsumsi suatu barang. Warga membutuhkan kehadiran Negara untuk mengatasi persoalan disparitas harga komoditas bahan-bahan pokok ini.

Penyebab Kelangkaan Barang dan Disparitas Harga

Banyak faktor yang menjadi penyebab kelangkaan barang ini, yang dapat dijelaskan dari keseimbangan pasar dan sistem distribusi.  Dari sisi keseimbangan pasar, secara sederhana, dalam teori ekonomi dinyatakan kelangkaan barang terjadi manakala permintaan lebih besar dari penawaran. Penawaran tidak dapat mengantisipasi permintaan. Kondisi ini bisa terjadi manakala produsen keliru dalam mem-forecast permintaan, yang berakibat pada pasokan yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan perubahan lonjakan permintaan.

Kelangkaan barang bisa juga terjadi karena kegagalan produksi atau panen untuk komoditas hasil pertanian. Faktor teknologi dan alam menjadi faktor penentu kegagalan produksi atau panen. Selain itu, ada faktor spekulasi yang dapat menjelaskan terjadinya kelangkaan barang. Motif spekulasi umumnya dilakukan oleh produsen atau pedagang yang didorong untuk menimbun barang pada harga rendah untuk kemudian dijual ketika harga naik.

Kelemahan manajemen distribusi juga menjadi penyebab kelangkaan barang. Distribusi barang yang tidak lancar, dengan lead time yang jauh dari waktu normal akan menyebabkan barang tidak sampai ke pasar dengan tepat waktu.  Sistem distribusi suatu komoditas banyak ditentukan oleh beberapa faktor: model saluran distribusi, infrastruktur transportasi, pelabuhan, prosedur administrasi, moda transportasi, dan lain-lain.

Efek dari kelemahan sistem distribusi ini berdampak simultan: kelangkaan barang dan disparitas harga. Kelangkaan barang akan memicu peningkatan harga, dan peningkatan harga akan memperlebar disparitas harga. Fluktuasi harga bahan-bahan pokok turut memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat inflasi daerah dan nasional. Tingkat inflasi yang fluktuatif, apalagi cenderung tinggi, akan berdampak pada stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Menjaga Barang Tersedia dan Mengurangi Disparitas Harga

Manajemen distribusi komoditas bahan pokok merupakan salah satu isu penting dalam sistem logistik nasional, yang memastikan kelancaran distribusi komoditas bahan pokok dari daerah surplus dari produsen ke daerah minus yang merupakan daerah banyak konsumsi.

Sistem manajemen logistik yang baik akan memastikan kelancaran distribusi komoditas bahan pokok dari daerah produsen ke daerah-daerah konsumen setiap saat dan sepanjang waktu secara berkesinambungan.  Kelancaran distribusi akan menjamin ketepatan barang serta mampu mengendalikan disparitas dan fluktuasi harga komoditas bahan-bahan pokok. Solusi sistem logistik nasional melalui perbaikan sistem distribusi komoditas bahan-bahan pokok menjadi perhatian yang serius bagi Pemerintah.

Perbaikan sistem distribusi komoditas bahan pokok dilakukan dengan melakukan pemetaan saluran distribusi untuk setiap komoditas bahan baku. Memperpendek saluran distribusi akan dapat meningkatkan kecepatan distribusi komoditas bahan pokok.  Penggunaan teknologi informasi untuk mengurangi asimetri informasi antara pasar penawaran dengan pasar permintaan komoditas bahan pokok dapat meminimalkan kelangkaan barang dan disparitas harga.

Informasi permintaan dapat di-capture secara harian dan bahkan realtime. Perkembangan teknologi internet memungkinkan data permintaan dapat diolah dari big data, secara personal, detil, dan komprehensif. Data ini yang akan dimanfaatkan oleh produsen dalam merencanakan berapa jumlah produksi yang tepat untuk memenuhi permintaan.  Secara agregat, data pasokan dan permintaan suatu komoditas antardaerah dapat diperoleh, sehingga bila suatu daerah kelebihan pasokan suatu komoditas, maka komoditas tersebut segera diperdagangkan ke daerah yang kekurangan pasokan komoditas tersebut.

Umumnya, saluran distribusi intermediary antara produsen dengan konsumen akhir, dibentuk dengan pertimbangan untuk purbajaga manakala terjadi kekeliruan dalam mem-forecast permintaan dan menjamin kepastian penjualan barang.  Produsen memerlukan distributor untuk menjamin kepastian penjualan barang, dengan meminta distributor membeli semua barang produsen. Produsen akan fokus pada kegiatan produksi, sementara distributor fokus pada kegiatan pemasaran dan distribusi barang.

Logistik berperan penting dalam kelancaran pergerakan barang dari produsen ke distributor sampai ke konsumen akhir. Logistik mencakup pergerakan barang, arus informasi, dan aliran
uang. Inti aktivitas logistik distribusi barang ini terdiri dari: transportasi, pergudangan, dan manajemen adminstrasi.  Setiap aktivitas logistik menyerap biaya. Biaya terjadi karena penggunaan sumber daya, oleh karena itu perlu dipastikan bahwa aktivitas logistik tersebut harus memberikan nilai tambah berupa percepatan waktu distribusi.

Secara makro, perlu dilakukan pengklasteran koridor ekonomi suatu daerah dalam produksi komoditas tertentu. Pembangunan kawasan industri perlu dilakukan secara terintegrasi dengan sistem logistik dan distribusi.  Penerapan harga tunggal untuk komoditas tertentu dapat dilakukan dengan menerapkan cross-subsidy antardaerah. Ide implementasinya sederhana, harga komoditas diberlakukan secara nasional, harga rata-rata yang mengkover biaya distribusi total. Komponen biaya distribusi ini mencakup biaya transportasi, biaya pergudangan, dan biaya administrasi. Biaya distribusi total secara nasional dibagi dengan unit produk total. Contoh penerapan harga tunggal telah dilakukan untuk harga BBM bersubsidi, yang berlaku secara nasional.

Selain penerapan harga tunggal, pemerintah dapat menerapkan kebijakan ceiling price. Dalam kebijakan ceiling price, pemerintah melakukan intervensi berupa harga tertinggi untuk komoditas tertentu. Kebijakan ceiling price diterapkan untuk mengendalikan harga, terutama pada kondisi inflasi, struktur pasar monopoli, dan untuk mengurangi disparitas harga.

Ceiling price atau harga tertinggi adalah harga maksimum yang ditetapkan berkenaan dengan menurunnya penawaran barang di pasar. Ceiling price efektif dalam melindungi konsumen dari gejolak harga yang tinggi. Pada ceiling price, harga maksimum terdapat di bawah harga keseimbangan. Dengan menurunnya harga jual, maka permintaan akan meningkat. Kebijakan ceiling price memerlukan subsidi untuk harga komoditas di daerah dengan cost yang tinggi. Subsidi ini tidak harus disediakan pemerintah. Dalam konteks pasar kompetitif, subsidi dapat dilakukan antarkonsumen.

Konsumen di daerah dengan cost yang rendah, tetap membayar harga beli yang relatif sama dengan konsumen di daerah cost yang tinggi – karena tingginya biaya distribusi. Selisih margin tinggi untuk pasar dengan biaya distribusi rendah akan menjadi subsidi bagi konsumen di daerah pasar dengan biaya distribusi tinggi. Penerapan kebijakan harga tunggal atau ceiling price ini akan efektif, bila perbedaan harga suatu komoditas disebabkan oleh biaya distribusi, bukan motif spekulasi dari produsen dan biaya ekonomi tinggi karena ketidakefisienen sistem distribusi.

Tulisan Dr. Zaroni, CISCP, CFMP, Finance & Human Capital Director PT Pos Logistik Indonesia a Subsidiary of Pos Indonesia, merupakan penjelasan detail dari paparan saat kegiatan Kuliah Perdana PPs FTI UII semester genap 2016/2017

5 Tantangan Industri Logistik E-Commerce di Indonesia

“Isu logistik, Aksesibilitas Desa dan E-Commerce menjadi concern Pemerintah khususnya terkait dengan Kebijakan Ekonomi. Rancangan Paket Kebijakan Ekonomi ke-14 menekankan pada E-Commerce dan Channeling system sebagai platform logistics menjadi prasyarat untuk menghubungkan produk rural ke pasar urban dan global”.

5 Tantangan Industri Logistik E-Commerce di Indonesia (2)Hal tersebut bagian dari paparan,  Transformasi PT Pos Indonesia (persero) sebagai Backbone Logistik E-Commerce Nasional sebuah tema yang disampaikan Dr. Zaroni, CISCP, CFMP, Finance & Human Capital Director PT Pos Logistik Indonesia a Subsidiary of Pos Indonesia, saat menjadi narasumber kuliah perdana Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia di Ruang Audiovisual 1.10, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta.(18 Maret 2017)

“PT Pos Logistik, melihat terdapat potensi pasar transportasi dan logistik Indonesia di tahun 2016 diperkirakan sebesar Rp 2.399T yang merupakan 26.4% dari PDB. Dengan Pengembangan Tol Laut dalam koridor Ekonomi, terdapat Estimate Logistics Spending BUMN Companies IDR 250T Per year dan Logistics & Transport CAGR 15%+ per year up to 2019, serta Huge potential from 55 million UKM for rural logistics” tegasnya dihadapan 44 Mahasiswa Baru PPs FTI UII semester genap 2016/2017.

Baca Juga : Materi Transformasi PT Pos Indonesia (persero) sebagai Backbone Logistik E-Commerce Nasional

Dr. Zaroni, menambahkan “Ada 5 tantangan Industri Logistik E-commerce di Indonesia, yaitu Kelangkaan & Disparitas, High Cost Economy, Negara Kepulauan, ICT Developing Index dan Cyber Crime”. Kelangkaan & Disparitas diantaranya Ke 14 Bahan pokok dan barang penting masih terjadi kelangkaan dan disparitas harga terutama antara Pulau Jawa dan Indonesia bagian Timur dan Cyber Crime di Indonesia sangat tinggi, sehingga FDI menempatkan Indonesia sebagai daftar negatif Investasi E-Commerce.

Strategi PT Pos Logistik, dengan adanya jaringan Kantor Pos yang menjangkau hingga daerah terujung dan pedesaan terus dikembangkan menjadi bagian dari infrastruktur dan layanan penggerak ekonomi nasional melalui pengembangan Three Dimentional Postal Network, yaitu: layanan informasi & perdagangan on-line, layanan logistik dan pembayaran berbasis account.

“Selain itu transformasi proses bisnis surat & paket menjadi proses bisnis logistik (logistics capable postal company) dan Pengembangan dan Modernisasi Processing Center (PC) menjadi Warehousing untuk Fulfillment Center serta Pengembangan Payment Service untuk E-Commerce logistik, Pengembangan sistem aplikasi teknologi untuk mendukung e-commerce logistik dan Peningkatan kapasitas IT untuk mendukung E-Commerce logistik menjadi langkah 5 strategis PT Pos Logistik saat ini” pungkas Dr Zaroni.

Jerri Irgo

Panggilan tes kompetensi Staf Keuangan

Bismillaahirahmaniraahim.

Berdasarkan hasil pemeriksaan administratif berkas lamaran, berikut ini adalah daftar pelamar posisi Staf Keuangan di Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) yang dinyatakan lolos pemeriksaan administratif dan berhak mengikuti tahap seleksi berikutnya.

lolos administrasi

Pelamar tersebut di atas diundang untuk mengikuti tes kompetensi yang akan diadakan pada
Kamis 16 Maret 2017 pukul 09.00 WIB s.d. selesai di Ruang PPs FTI UII, Gedung KH. Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang km 14,5 Yogyakarta.

Pelamar yang tidak hadir dinyatakan gugur dan tidak berhak mengikuti tes berikutnya.

Perhatian: berhubung PPs FTI UII akan menerima visitasi reakreditasi untuk Program Magister Teknik Informatika, maka tahap seleksi berikutnya (tes agama dan wawancara) akan dijadwal ulang. Jadwal akan diinformasikan kemudian.

Demikian pengumuman ini disampaikan.

 

 

Standar, Audit Teknologi Informasi

(Makassar). Dr. R Teduh Dirgahayu, menjadi narasumber Kuliah Umum dengan tema Audit Teknologi Informasi, yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia (FIKOM UMI). Kegiatan yang dibuka resmi oleh Yulita Salim, S.Kom., M.T, Ketua Jurusan dihadiri Dosen dan Mahasiswa FIKOM UMI dilaksanakan di Aula Lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Komputer UMI, Jl Urip Sumoharjo Km 5 Makassar, Panaikang, Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (14 Jumadal Akhirah 1438 H/13 Maret 2017)

Pusat Studi SIE - Standar Audit Teknologi Informasi.

Peneliti Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII, Dr. R Teduh Dirgahayu, menjelaskan dalam paparannya bahwa “proses audit yang dimulai dari penugasan, dilanjutkan perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan tindak lanjut”

Terdapat standar dan panduan audit, diantaranya “audit charter, organisational indepence, professional indepence, reasonable expectation, due professional care, proficiency, asertions, criteria, engagement planning” jelas Dr. R Teduh Dirgahayu, yang juga menjabat Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia.

Secara umum audit teknologi informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis

Rosmiati, S.Kom,. M.Kom., Alumni Magister Teknik Informatika PPs FTI UII konsentrasi Digital Forensik lulusan tahun 2016, tampak hadir pada kegiatan tersebut. Rosmiati, menyatakan sangat senang sekali dengan kegiatan tersebut” Harapannya semoga acara kuliah umum ini dapat berkelanjutan, tidak hanya di UMI namun juga di Universitas lainnya yang ada di Makassar. Selain itu materi kuliah umumnya juga dapat beragam seperti materi tentang forensika digital dan informatika medis, karena di makassar materi tersebut masih cukup asing” ujarnya seusai mengikuti kegiatan.

Jerri Irgo

Materi Kuliah Umum : Audit Teknologi Informasi

Dibutuhkan segera: Staf Keuangan

Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia membutuhkan tenaga kependidikan tidak tetap sebagai STAF KEUANGAN.

Persyaratan:

  1. Pria/Wanita, maksimal 27 tahun pada 1 April 2017
  2. Warga Negara Indonesia, beragama Islam
  3. Pendidikan minimal D3 Akuntansi atau yang serumpun
  4. Menguasai Microsoft Office
  5. Sehat jasmani dan rohani, tidak merokok
  6. Mampu berkomunikasi dengan baik
  7. Memiliki etos kerja yang tinggi
  8. Diutamakan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun

Prosedur:

  1. Mengisi form pendaftaran di sini.
  2. Mengajukan surat lamaran dilampiri berkas-berkas berikut
    • Fotokopi ijazah dan transkrip yang telah dilegalisasi (stempel basah)
    • Fotokopi sertifikat pelatihan yang pernah diikuti, jika ada
    • Fotokopi akte kelahiran
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
    • Pasfoto berwarna ukuran 3×4 (2 lembar)
    • Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter (asli)
    • Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) yang masih berlaku.

Ketentuan-ketentuan lain:

  1. Pendaftaran dibuka tanggal 7 s.d. 13 Maret 2016 pada jam 09.00 s.d. 15.00 WIB
  2. Lamaran diserahkan ke Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri, Gedung KH. Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang km. 14.5 Yogyakarta atau dikirim melalui pos dengan alamat :

Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia
Gedung KH. Mas Mansur, Kampus Terpadu UII
Jl. Kaliurang km 14.5 Yogyakarta

  1. Persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.
  2. Jadwal penyelenggaraan rekrutmen:
TAHAPHARITANGGAL
Panggilan seleksiSelasa14 Maret 2017
Tes kompetensi dan agamaKamis16 Maret 2017
Tes wawancaraJumat17 Maret 2017
Pengumuman penerimaanSabtu18 Maret 2017
Tandatangan kontrakSenin20 Maret 2017

Demikian pengumuman ini disampaikan.

Yogyakarta, 6 Maret 2017
Direktur Program Pascasarjana FTI UII

Dr. R. Teduh Dirgahayu