Pengamanan Data Rumah Sakit.

01 Magsiter Teknik Informatika - Pengamanan Data Rumah Sakit (1)

(Tegal). Arsip Rekam Data Kesehatan (Medical Record) pasien di dalam sebuah Rumah Sakit merupakan bagian dari aset yang sangat bernilai. Apabila rekam data tersebut disalahgunakan maka dapat berbagai kemungkinan dapat disalahgunakan untuk tindakan kriminal yang bukan hanya merugikan pasien namun juga Rumah Sakit itu sendiri, maka, keamanan sistem informasi kesehatan merupakan hal yang mutlak.

Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI) UII dalam rangka realisasi kerjasama dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Harapan Anda, Tegal, melakukan Workshop dengan tema Tata Kelola Teknologi Informasi dan Pengamanan Data Rumah Sakit, bertempat di Aula RSU Islam Harapan Anda Tegal (26 Rabbi’ul Tsani 1438 H/25 Januari 2017).

01 Magsiter Teknik Informatika - Pengamanan Data Rumah Sakit (3)

Fietyata Yudha, S.Kom, M.Kom, Dosen Magister Teknik Infiormatika menyampaikan materi sekaligus melakukan simulasi kecanggihan Teknologi Informasi. “Dengan menerapkan pengamanan data yang selalu terupdate maka dapat mengantisipasi serangan hacker” ujarnya.

Catatan Fietyata Yudha merujuk dari berbagai sumber menyatakan para hacker, mengambil keuntungan dari kerentanan pengamanan. Para hacker mencuri username dan password untuk login ke jaringan dan menyamar sebagai karyawan. Setelah meng-hack, mereka masuk ke dalam database dan mencuri jutaan nomor jaminan sosial dan catatan lain.

Workshop diikuti 56 orang peserta terdiri dari Pimpinan dan Staf dari seluruh divisi. Sebelumnya pada hari yang sama, materi Tata Kelola Teknologi Informasi disampaikan oleh Dr. R. Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise. “Dengan menerapkan tata kelola yang baik maka akan menjadi jaminan terpenuhinya semua informasi, sistem yang terstruktur, handal dan mampu mengakomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi.

Zaki Afiff, Ketua RSU Islam Harapan Anda Tegal menyatakan “sangat senang sekali dengan workshop ini, apalagi dengan usia genap berusia 25 tahun, sangat sejalan dengan visi kami untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat, semoga tetap menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya Kota Tegal dan sekitarnya” pungkasnya

Jerri Irgo

Menemukenali Peluang Pemanfaatan TI untuk Pariwisata.

pps-fti-uii-asita-diy

Perkembangan Teknologi Informasi telah mengubah cara manusia dalam berkomunikasi, diantaranya memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mengakses informasi yang dibutuhkan, salah satunya adalah sektor Pariwisata. Teknologi Informasi dapat menjawab kebutuhan mulai pencarian informasi terkait perencanaan hingga pengambilan keputusan untuk melakukan perjalanan liburan bagi wisatawan. Tentunya, hal ini menjadi ancaman bagi perusahaan biro dan agen perjalanan yang masih memanfaatkan media konvensional, namun tidak menutup adanya peluang bisnis baru di sektor pariwisata dengan dukungan Teknologi Informasi.

“Sekarang dengan dukungan teknologi informasi, membuat semakin mudahnya melakukan traveling, hanya saja, satu sisi lainnya berdampak pada turunnya omset bagi para travel agen” ujar Dr R Teduh Dirgahayu, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise saat membuka Diskusi & Kajian Akademik – Penerapan Teknologi Informasi Pada Perusahaan Biro dan Agen Perjalanan di Indonesia di Gedung KH Mas Mansur (11 Januari 2017).

pps-fti-uii-asita-diy-2

Kegiatan tersebut menjadi menjadi salah satu alasan kerjasama Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia dan DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Yogyakarta melakukan diskusi dan kajian akademis dengan tujuan dapat menemukenali peluang dan optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi bagi perusahaan biro dan agen perjalanan di Indonesia khusunya bagi anggota ASITA DIY.

Sekjen DPD ASITA DIY, Ratih Puspasari, menyampaikan “Pertemuan yang sangat bermanfaat, semoga membuka wawasan para ahli Teknologi Informasi bahwa kami, para pelaku pariwisata khususnya biro perjalanan perlu berjalan seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi” ujar Ratih

Hadir dari delegasi DPD ASITA DIY selain Bobby Ardyanto Setyo Ajie, Wakil Ketua Bidang Organisasi, juga beberapa utusan dari anggota Asita lainnya. Sedangkan dari UII, tampak hadir Fathul Wahid, Ph.D Peneliti dari Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII juga Hanson Prihantoro Putro, ST, MT, Kordinator Bidang Keilmuan Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII) serta Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing PPs FTI UII.

Jerri Irgo

ASITA DIY inisiasi dukungan TI untuk Pariwisata.

asita_ratih_lovina_pps_fti_uii

Sekjen ASITA DIY, Ratih Puspasari melakukan kunjungan silaturahmi ke Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta (Rabu, 05 Januari 2017) di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII.  ASITA yang juga dikenal dengan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) adalah Asosiasi Perusahaan Biro Perjalanan dan Agent Perjalanan di Indonesia.

Kunjungan silaturahmi dilanjutkan dengan diskusi terbatas tentang dukungan Teknologi Informasi  (TI) untuk Sektor Pariwisata di DIY,  dihadiri Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur PPs FTI UII, didampingi Handy Eka Putra Anwar Mahasiswa Konsentrasi Sistem Informasi Enterprise Magister Teknik Informatika PPs FTI UII dan Jerri Irgo, Liaison Officer & Marketing PPs FTI UII.

Industri pariwisata membutuhkan dukungan TI yang mumpuni guna meningkatkan pelayanan, penjualan dan pengembangan produk. Berdasarkan berbagai kajian menyatakan hampir 60% wisatawan melalukan pencarian dan pembelian paket wisata secara online, sehingga “dipandang perlu adanya dukungan TI untuk pengembangan produk secara kreatif, hal tersebut sudah sangat diperlukan” mengutip Ratih yang juga sebagai Owner Lovina Tour & Travel.

Saat ini beberapa operator wisata telah memanfaatkan TI diantaranya untuk homestay berbantuan aplikasi cloud computing,  Komponen TI tersebut adalah 3C yaitu Communication, Content, dan Commercial.

“Kegiatan silaturahmi dan diskusi terbatas akan dilanjutkan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam waktu dekat ini” pungkasnya

Jerri Irgo