Pascasarjana FTI UII Dukung UMKM Optimalkan Pemanfaatan IT

ImageKeberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, telah sejak lama menjadi bagian penting dari roda perekonomian nasional. Di tengah krisis pun, UMKM terbukti mampu bertahan dan turut memulihkan kembali geliat ekonomi yang lesu. Namun, di tengah era teknologi informasi seperti sekarang, UMKM dinilai masih tertinggal dari segi pemanfaatan IT. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya UMKM yang masih menjalankan bisnisnya secara offline. Padahal, pemanfaatan IT merupakan kunci untuk memenangkan persaingan, meningkatkan efisiensi, dan menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, UMKM harus mendapat dorongan untuk lebih memanfaatkan IT dalam mengembangkan usahanya.

Hal ini sebagaimana nampak dalam acara Kuliah Umum dan Seminar Regional dengan tema “Strategi Pengembangan UMKM Dengan Dukungan Teknologi Informasi” yang digelar oleh Program Pascasarjana (PPs) Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Acara yang diadakan di Ruang Auditorium FTI UII pada Selasa (2/8) ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, seperti perwakilan instansi perbankan, pelaku UMKM, dan mahasiswa.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc mengatakan dalam ranah pengembangan bisnis, pemanfaatan IT sudah menjadi hal yang tidak bisa disepelekan lagi. Sebagai contoh, IT kini dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pengelolaan keuangan UMKM, memperkaya desain-desain produk, dan meningkatkan penetrasi pasar.

“Sayangnya, belum semua UMKM memanfaatkan IT secara maksimal. Hal ini dapat dilihat hanya sekitar 9% UMKM yang memiliki kemampuan e-commerce”, kata Rektor. Sementara, 1/3 UMKM di Indonesia atau 36 persen-nya masih offline. Sedangkan 1/3 lainnya atau 37 persen hanya memiliki kemampuan online yang sangat mendasar, seperti komputer atau akses broadband. Terakhir 18 persen lainnya memiliki kemampuan online menengah (menggunakan jejaring web atau media sosial).

Sementara itu, Direktur PPs FTI UII, Dr. R. Teduh Dirgahayu berkomitmen bahwa pihaknya akan memberikan dukungan kepada UMKM yang ingin mengembangkan IT. Ketika ditanya tentang teknologi informasi seperti apa yang akan digunakan UMKM, ia mengatakan hal ini tentunya menyesuaikan dengan jenis usaha yang digeluti oleh UMKM tersebut.

“Sehingga IT yang dibangun perlu spesifik untuk keperluan apa, misalnya membantu efisiensi produksi, meningkatkan pemasaran, atau pencatatan keuangan yang rapi bagi UMKM”, tegasnya. Sebab ia menilai teknologi yang tidak tepat guna justru akan merepotkan pelaku UMKM. Oleh karena itu, menurutnya IT yang dikembangkan nantinya mengarah pada teknologi yang simpel dan tidak sulit dioperasikan. Sebagai contoh, dalam bentuk aplikasi sederhana yang mudah diakses melalui telepon pintar pengusaha UMKM.

Sedangkan, Arief Budi Santoso selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta mengatakan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian DIY, di mana 95% disumbang oleh sektor tersebut. BI di samping terus mendorong perbankan menyediakan investasi bagi UMKM juga ingin agar UMKM lebih terintegrasi dengan teknologi informasi.

Diberitakan UII News