Akademisi: UMKM perlu didorong manfaatkan teknologi informasi

Yogyakarta, (Antara Jogja) – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah perlu didorong untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan usahanya, kata Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Harsoyo.

“Pemanfaatan teknologi informasi merupakan kunci untuk memenangi persaingan, meningkatkan efisiensi, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya di Auditorium Program Pascasarjana (PPs) Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII Yogyakarta, Selasa.

Pada kuliah umum dan seminar regional bertema “Strategi Pengembangan UMKM dengan Dukungan Teknologi Informasi”, Harsoyo mengatakan dalam ranah pengembangan bisnis, pemanfaatan teknologi informasi sudah menjadi hal yang tidak bisa disepelekan.

Contohnya, teknologi informasi kini dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pengelolaan keuangan UMKM, memperkaya desain-desain produk, dan meningkatkan penetrasi pasar.

Namun, kata dia, belum semua UMKM memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal. UMKM dinilai masih tertinggal dari segi pemanfaatan teknologi informasi.

“Hal itu dapat dilihat dari banyaknya UMKM yang masih menjalankan bisnisnya secara `offline`,” kata Harsoyo.

Direktur PPs FTI UII R Teduh Dirgahayu mengatakan siap memberikan dukungan kepada UMKM yang ingin mengembangkan teknolgi informasi. Hal ini tentu menyesuaikan dengan jenis usaha yang digeluti oleh UMKM tersebut.

Dengan demikian, teknologi informasi yang dibangun perlu spesifik untuk keperluan apa, misalnya membantu efisiensi produksi, meningkatkan pemasaran atau pencatatan keuangan yang rapi bagi UMKM.

Menurut dia, teknologi yang tidak tepat guna justru akan merepotkan pelaku UMKM. Oleh karena itu, teknologi informasi yang dikembangkan nanti mengarah pada teknologi yang simpel dan tidak sulit dioperasikan.

“Misalnya, dalam bentuk aplikasi sederhana yang mudah diakses melalui telepon pintar oleh pengusaha UMKM,” kata Teduh.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta Arief Budi Santoso mengatakan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian DIY, di mana 95 persen disumbang oleh sektor tersebut.

“BI selain terus mendorong perbankan untuk menyediakan investasi bagi UMKM juga ingin UMKM lebih terintegrasi dengan teknologi informasi,” kata Arief.

Kegiatan yang diadakan PPs FTI UII itu diikuti para peserta dari berbagai kalangan, di antaranya perwakilan instansi perbankan, pelaku UMKM, akademisi, dan mahasiswa.

Diberitakan Antara Jogja