Sektor Perikanan, dambakan dukungan Teknologi Informasi.

Kaliurang (FTI UII). “Teknologi Informasi, diharapkan dapat mengembangkan budidaya perikanan untuk dapat lebih baik, efisien dan berbiaya rendah. Hal tersebut, akan sangat membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) di sektor tersebut,” ujar Suranto, salah satu Pengurus Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Kepis melalui pesan singkatnya (21 Rajab 1437 H / 29 April 2016).

KPI Mina Kepis, beralamat di Dusun Burikan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya adalah kelompok petani ikan di Dusun Burikan, Sumberadi, Mlati, seiring perkembangan produksi ikan, kelompok ini akhirnya membentuk pasar sendiri. Anggota kelompok hanya diperbolehkan menjual produksi ikannya melalui pasar tersebut.

Saat ini, dengan beranggotakan 29 orang petani ikan Desa Sumberadi, pada tutup tahun 2015, telah berhasil membukukan omzet Rp 2,44 miliar lebih pertahun. Angka yang cukup fantastis ini sejalan dengan tingginya nilai transaksi harian di pasar ikan tersebut.

“Mendambakan adanya dukungan dan pemanfaatan Teknologi Informasi, adalah priotitas bagi kami saat ini” kata Suranto.

Terkait dengan hal tersebut, secara terpisah, Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), secara prinsip mendukung pengembangan pelaku UMKM Indonesia, agar mereka lebih dapat berkembang dan mempunyai daya saing serta nilai tambah.

Kontribusi Sistem Informasi Enterprise (SIE), sebuah konsentrasi di Magister Teknik Informatika PPs FTI UII, kepada UMKM Indonesia adalah dengan melakukan kerjasama dengan konsep Academic, Business, Government. “Adapun bentuk dukungannya adalah Information and Communication Technologies (ICT) for Development” ujar pakar Sistem Informasi Enterprise ini.

Jerri Irgo

Analisis Pemanfaatan Smartphone dalam Menerapkan Marketing 3.0

Penelitian berdasarkan Teori Difusi Inovasi, sebuah Studi Deskriptif Kualitatif yang telah dilakukan oleh Diah Puspita Sari, untuk meraih gelar Magister Komputer di Program Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII (Januari 2016)

Di era digital marketing saat ini pemasaran mengalami perubahan paradigma yaitu pemasaran menjadi lebih etis, mengutamakan kesejahteraan masyarakat, kejujuran dan sifat marketing 3.0 yang lebih sosial berbaur kepada masyarakat. Marketing 3.0 merupakan sebuah manifesto baru untuk para marketer dengan meninggalkan paradigma lama menuju paradigma baru dalam proses pemasaran.

Hadirnya marketing 3.0 memberi konsekuensi kesiapan khususnya di Indonesia dalam menghadapi tantangan bisnis.Marketing 3.0 atau yang biasa disebut marketing modern ini akan diterapkan dengan sangat baik dengan dukungan teknologi smartphone untuk meningkatkan kinerja.

Terfokus pada bagian marketing atau pemasaran seperti di Rumah Susu. Rumah Susu merupakan sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner yang dengan menerapkan marketing 3.0 diharapkan bisa lebih baik dan maju, tentunya dengan memanfaatkan teknologi smartphone untuk kelancaran proses pemasaran.

Pengambilan keputusan penerapan dilakukan berdasarkan teori difusi inovasi yang dipertimbangkan melalui beberapa aspek yaitu aspek pengetahuan, aspek persuasi, aspek keputusan, aspek implementasi dan aspek konfirmasi serta empat elemen proses difusi yaitu inovasi, saluran komunikasi, jangka waktu dan sistem sosial.

Jerri Irgo

Pengembangan Desain Shoulder Bags untuk Wanita

Tingginya persaingan dunia industri menuntut setiap perusahaan untuk bersaing dalam meningkatkan mutu produk atau jasa yang dihasilkan. Persaingan tidak hanya terjadi di kebutuhan pokok saja seperti pangan, tetapi juga pada fashion, salah satunya adalah tas wanita.

Medha Mahottama, melakukan tugas akhir untuk memperoleh Gelar Magister Teknik pada Program Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (Februari 2016)

Tas wanita yang paling sering digunakan adalah jenis shoulder bags. Semua produsen tas wanita memproduksi shoulder bags, namun sampai saat ini fungsi dari tas sama antara merk satu dengan lainnya tanpa menambahkan fungsi dan fasilitas tambahan.

Demi memenangkan persaingan dan mempertahankan konsumen, perusahaan harus mampu memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut-atribut produk Shoulder bags yang berpengaruh terhadap kebutuhan dan kepuasan pelanggan serta prioritas atribut yang harus dikembangan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Responden penelitian terdiri dari 100 wanita yang pernah atau sedang menggunakan shoulder bags. Atribut produk yang diinginkan serta prioritas atribut yang harus dikembangan dianalisa menggunakan Fuzzy Quality Function Deployment. Fuzzy logic digunakan untuk memodelkan ketidakpastian yang disebabkan persyaratan konsumen yang selalu ambigu dan punya beberapa arti.

Hasil penelitian menunjukkan atribut-atribut produk Shoulder bags adalah memiliki tempat pengisi daya baterai, tas memiliki bahan yang awet, tas melindungi gadget dari benturan dan goresan benda lain, penutup tas berupa kancing putar yang aman dan mudah dibuka, tas tidak tembus air, bentuk tas segi empat, tas memiliki tali panjang yang bisa dilepas, tas tidak mudah kotor, jahitan tas kuat, tas memiliki pengait untuk tempat kunci dan terakhir terdapat hiasan scarf.

Prioritas pengembangan yang ditingkatkan terlebih dahulu untuk kepuasan konsumen adalah bahan tas tebal, ukuran tas, pemasangan handle jinjing dan tali selempang yang bisa dilepas, pemasangan pengait untuk tempat menaruh kunci serta pemasangan tempat pengisi daya baterai gadget.

Jerri Irgo

Motivation Letter, salah satu syarat Pendaftaran PPs FTI UII.

Kaliurang (PPs FTI UII). Pendaftaran calon mahasiswa baru Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) untuk periode perkuliahan September 2016, periode pertama mulai tanggal 11 April 2016 sampai dengan 14 Mei 2016.

Surat pernyataan motivasi (motivation letter) mulai semester ini, menjadi salah satu syarat pendaftaran. Calon mahasiswa baru, wajib menuliskan motivasinya dalam 300 hingga 500 kata, dengan mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan yaitu yang pertama; mengapa berniat melanjutkan kuliah S2? Apa rencana Anda setelah lulus kuliah S2?.

Selanjutnya pertanyaan kedua; mengapa memilih program studi dan konsentrasi tersebut dan pertanyaan ketiga; mengapa memilih mempelajari program studi dan konsentrasi tersebut di UII?

Saat ini Magister Teknik Industri memiliki konsentrasi studi: Teknik Industri, Manajemen Industri dan Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri sedangkan Magister Teknik Informatika memiliki konsentrasi studi: Informatika Medis, Sistem Informasi Enterprise dan Forensika Digital

Jerri Irgo

Analisis Kinerja dan Kapasitas Sistem Ujian Berbasis Web Dari Perspektif Pihak Pengelola

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kematangan pada proses internal terkait layanan sistem ujian berbasis web di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dengan menggunakan framework COBIT pada domain kontrol Manage Performance Capacity (DS-3)., telah dilakukan oleh Angga Prasetyo sebagai syarat tugas akhirnya untuk menyelesaikan studi S2-nya di Magister Teknik Informatika PPs FTI UII.

Kendala yang muncul berulang-ulang yang ketika pengguna mengakses sistem ujian menjadi dasar bahwa ada dugaan jika dalam pengelolaan terdapat proses internal yang tidak berjalan semestinya, untuk mengetahui dibutuhkan suatu metode kematangan. Pederiva yang secara singkat memberikan nilai compliance dari setiap pernyataan disetiap level kematangan mulai dari level 0 (non-existent) hingga level 5 (optimized).

Skenario selanjutnya yaitu mencari tingkat kematangan yang berimbang dari kontrol domain, jika terdapat nilai yang tidak berimbang maka ada ketimpangan antara kontrol domain dalam menjalankan proses internal layanan. Dari hasil penghitungan terdapat kontrol domain yang tidak berimbang yaitu DS-3.3 dan DS-3.4 pada kondisi level 2 (berulang), sehingga untuk menyeimbangkan kondisi proses internal perlu diberikan rekomendasi pada pihak yang memiliki wewenang mengelola sistem ujian.

Setelah rekomendasi tercapai dan agar proses lebih baik lagi maka perlu ada peningkatan kematangan dari level 3 menjadi 4. Seluruh hasil analisa menyatakan bahwa kondisi kematangan DS-3,3 dan DS-3.4 perlu lebih ditingkatkan dengan memberikan rekomendasi pada proses layanan internal.

Jerri Irgo