Akademisi Transportasi Berbasis Aplikasi Untungkan Konsumen

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Layanan transportasi berbasis aplikasi dalam jaringan menguntungkan konsumen karena menambah pilihan layanan, kata dosen Program Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Fathul Wahid.

“Penggunaan aplikasi dalam bisnis transportasi tersebut telah memunculkan model ekonomi kolaboratif antara penyedia aplikasi dan para pemilik atau pengemudi sepeda motor atau mobil,” katanya di Yogyakarta, Rabu (23/3).

Menurut dia, konsep “ride-sharing” adalah bentuk khusus ekonomi kolaboratif. Aplikasi dalam jaringan telah menjadi perantara baru antara perusahaan transportasi dengan konsumen.

“Oleh karena itu, saat ini banyak pelaku bisnis transportasi yang telah mengenalkan penggunaan kanal aplikasi sebagai perantara baru antara perusahaan dengan konsumen,” kata Fathul.

Namun demikian, kata dia, hal itu menjadi ancaman para pemain lama dengan pola pikir konvensional. Mereka yang terlalu menikmati zona nyamannya tanpa berinovasi, pasti akan terlibas, cepat atau lambat.

Ia mengatakan implementasi teknologi informasi pasti menempati sebuah konteks, bukan di ruang hampa sehingga ada aktor, praktik, dan norma yang mempengaruhi, yang seringkali tidak steril dari kepentingan.

Dari kaca mata teknologi informasi, kata dia, transportasi berbasis aplikasi dalam jaringan itu merupakan perkembangan yang tidak terelakkan, sebuah keniscayaan yang tidak bisa dibendung.

“Dengan demikian, serta merta melarangnya adalah pilihan ‘konyol’, namun membiarkan perkembangannya tanpa ‘kesepakatan sosial baru’ juga tidak bijaksana. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang mengatur hal itu,” kata Fathul.

Sumber : Republika On-Line