Didik, Bangga Belajar Mengenali Primadona Forensika Digital

Kaliurang. “Bagi Seorang Mahasiswa Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII, mendaftar dan memilih digital forensik itu sudah dari awal. ternyata mempunyai alasan sederhana, yaitu saat membaca di website PPs FTI UII, saya benar-benar tertarik dengan kurikulumnya. Bahkan tidak pernah membayangkan kalau ternyata ada ilmu digital forensik. Digital forensik, kok seru dan sesuatu yang baru. Ternyata sekarag sudah kuliah satu semester di digital forensik tidak menyesal” ujar Didik.

Hal tersebut disampaikan melalui pesan singkat oleh Teuku Didik Sudyana, Dosen STMIK-Amik Riau, yang sedang menyelesaikan Studi S2nya (23 Rabiul Tsani 1437 H / 3 Februari 2016 M).

Didk juga menyampaikan bahwa “Belajar Mengenali Primadona Forensika Digital banyak banget mendapat ilmu baru tentang digital forensik, yang ternyata sekarang lagi menjadi primadona, selain itu juga mendapat pemahaman baru tentang penelitian, mendapat semangat baru dari dosen-dosen, mendapat ilmu tentang budaya di Yogyakarta, bahkan mendapat idola baru yaitu Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom dan Fathul Wahid, Ph.D”

“Saya bangga banggaaaa bangett. Setiap saat selalu bersyukur diarahkan Allah memilih jalan ke UII. Karena dulu pilihan masuk ke UII itu diakhir-akhir dan justru karena tersesat di web nyasar di kurikulum Forensika Digital. Ketika pulang kampung dengan bangga dapat bercerita bahwa satu-satunya di indonesia S2 konsentrasi forensika digital ya di Magister Teknik Informatika PPs TI UII” ujar penerima beasiswa Yayasan Komputasi Riau – STMIK Amik Riau ini.

“Harapan terbesar dapat menjadi peneliti yang mempunyai publikasi dan banyak menulis buku seperti Fathul Wahid, Ph.D” dan dapat menjadi orang yang dikenal karena digital forensik seperti Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom. Karena selesai Master ini harus kembali mengabdi di kampus STMIK Amik Riau. Jadi selain punya publikasi banyak, menjadi pakar forensik digital, tentunya dapat menjadi dosen yang baik dan hebat seperti dosen dosen uii” pungkasnya.