Polda DIY gandeng PPs FTI UII, seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana.

Kaliurang (PPs FTI UII). Biro SDM Polda Daerah Istimewa Yogyakarta gandeng Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) dalam melaksanakan seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) yang digelar Polri, pada tahap pemeriksaan Psikologi. Bertempat di Gedung Serbaguna Polda DIY, Jl. Ringroad Utara Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta, Kamis (15 Jumadil Awwal 1437 H / 25 Februari 2016).

Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, Direktur PPs FTI UII menyatakan “Keterlibatan PPs FTI UII, adalah sebagai bentuk kepercayaan Polri, selain sebagai akademisi yang memiliki kompetensi juga sebagai Profesional Tenaga Infomasi Teknologi (IT) yang ditugaskan sebagai auditor alat IT, berupa komputer dan scanner. Berkaitan dengan hal tersebut, keberadaan Tenaga Profesional IT adalah untuk menjamin transparansi bahwa alat IT yang digunakan dalam koreksi Psikologi” ujarnya.

Fietyata Yudha, S.Kom, M.Kom dan Hamid, ST, M.Eng, mendapatkan tugas dari Direktur PPs FTI UII, untuk mendukung kegiatan tersebut. Keduanya adalah Dosen Program Studi Teknik Informatika FTI UII dan juga sebagai Tenaga Profesional Pusat Studi Forensika Digital UII.

“Tugas kita disini memastikan perangkat komputer dan mesin untuk penggandaan belum pernah digunakan sebelumnya, setelah soal (materi tes – red) dicetak compact disk (CD), selanjutnya yang sudah digunakan harus dimusnahkan. Tahap selanjutnya kita kembali memeriksa laptop yang telah digunakan tadi, dipastikan semua file soal (materi test) tidak di atau tercopy, tepatnya tidak dapat dibuka lagi” ujar Fietyata Yudha, S.Kom, M.Kom dipenghujung kegiatan.

Jerri Irgo

Inovasi, Satu Nilai Yang Wajib Dimiliki

Jakarta (PPs FTI UII). “Inovasi sangat penting bagi Industri, bahkan menjadi hal yang wajib” ujar Nasir Effendi, Profesional di salah satu Perusahaan Agro terkemuka di Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat ditemui di salah satu gedung tertinggi di bilangan Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, rabu (14 Jumadil Awwal 1437 H / 24 Februari 2016)

Berbagai pengalaman dengan jam terbang yang cukup tinggi, hampir semua pekerjaanya tidak jauh dari Community Development (ComDev) dan Corporate Social Responsibility (CSR), bagi Nasir Effendi, yang juga dedengkot Mapala Unisi, hingga sekarang masih menggeluti aktivitas kegiatan alam bebas ini, memandang perlu Industri, wajib melakukan Inovasi.

“Sebagai orang yang terlibat dalam industri pemanfaatan Sumber Daya Alam, inovasi menjadi salah satu nilai yang harus dimiliki oleh semua orang dalam perusahaan. Dengan adanya inovasi, efisensi dan keberlanjutan dari usaha dapat dijamin dan ini tentu akan memberi berdapat bagi semua pihak yang terkait, juga shareholder” imbuh Lulusan Fakultas Hukum UII Yogyakarta ini.

Selanjutnya Nasir menambahkan “Perguruan Tinggi sebagai tempat dimana inovasi menjadi hal yang wajib dilakukan memiliki peran penting dalam membantu mengembangkan Industri, sehingga peluang kolaborasi antara Industri dan Perguruan Tinggi sangat diharapkan”.

“Perguruan Tinggi memiliki potensi untuk menghasilkan riset dan inovasi, dengan harapan agar dapat memberikan nilai tambah pada industri, apalagi yang berbasis pemanfaatan Teknologi Informasi” tutup Nasir

Jerri Irgo

Wahyu Widodo, Kembangkan Perangkat Lunak pada Virtual Development Team.

Kaliurang (PPs FTI UII). Satu lagi, Mahasiswa Program Pascasarjana FTI UII meraih prestasi, Wahyu Widodo, sukses membukukan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,75 dengan predikat cum laude pada wisuda periode III Tahun Akademik (TA) 2015/2016 bertempat di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII pada Sabtu (11 Jumadil Awwal 1437 H / 20 Februari 2016).

Evaluasi Proses Pengembangan Perangkat Lunak Pada Virtual Development Team Menggunakan CMMI Versi 1.3 yang mengantarkan Dosen STIMIK El Rahma Yogyakarta mendapatkan gelar Magister Komputer (M.Kom).

Wahyu Widodo menyampaikan “Proses pengembangan perangkat lunak menggunakan cara outsourcing pada Virtual Development Team (VDT) memiliki banyak kelebihan diantaranya biaya produksi lebih murah, tersedia banyak tenaga ahli, dan waktu lebih kompetitif. Namun demikian banyak temuan resiko yang berdampak pada kualitas produk perangkat lunak yang dihasilkan.”

“Untuk mengetahui tingkat kapabilitas pada tahapan proses pengembangan perangkat lunak pada VDT dilakukan evaluasi proses dengan menggunakan CMMI for Development versi 1.3” ungkapnya.

Dalam melakukan evaluasi menggunakan pendekatan representasi continuous dengan memilih area proses pada level 2 yang sesuai dengan siklus pengembangan perangkat lunak pada lingkungan virtual. Pengambilan data responden dilakukan dengan menggunakan kuisioner online pada freelancer yang tergabung dalam agen kontraktor upwork.com.

Hasil dari penelitian ini terdapat 13 praktik spesifik dari lima area proses yang nilainya belum tercapai dan kesimpulan yang diperoleh Wahyu Widodo adalah “permintaan perubahan kebutuhan client saat proses pengembangan perangkat lunak sering terjadi, hal ini dapat diantisipasi dengan cara membuat perencanaan proyek yang matang dan mencatat semua perubahan dalam repository proyek”.

Jerri Irgo

Hanson raih Certified Tester Fundamental Level (CTFL)

Kaliurang (PPs FTI UII). Sertifikasi Keahlian Profesional adalah untuk mendukung proses pembelajaran keahliannya. Secara prinsip kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas dan memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. Salah satu dosen Teknik Informatika FTI UII, Hanson Prihantoro Putro, ST, MT, baru saja mengikuti pelatihan dan sertifikasi internasional tentang software testing.

“Alhamdulillah, lulus dan meraih Certified Tester Fundamental Level (CTFL) dari International Software Quality Institute (iSQI).” Ungkapnya diruang kerjanya sebagai Koordinator Bidang Keilmuan Magiter Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII. (13 Jumadil Awwal 1437 H / 18 Februari 2016).

iSTQI yang berpusat di Postdam, Jerman ini merupakan sebuah institusi internasional yang menyediakan berbagai pelatihan dan sertifikasi dalam bidang rekayasa perangkat lunak (software engineering), khususnya terkait kualitas sebuah perangkat lunak.

Sertifikasi CTFL merupakan sertifikasi pengujian dasar sebuah perangkat lunak yang merupakan bagian penting dari proses quality assurance di banyak perusahaan enteprise. Sertifikasi dari iSQI ini juga penting bagi para seorang software engineer untuk memastikan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan adalah sebuah perangkat lunak yang berkualitas.

Dengan memegang CTFL, Hanson diharapkan mampu memajukan salah satu kelompok keilmuan di Teknik Informatika yaitu Rekayasa Perangkat Lunak. Hal ini sejalan dengan bidang minatnya dalam pengembangan Sistem Informasi Enteprise (SIE).

“Cukup menantang, 40 soal tentang konsep dan kasus software testing diujikan dalam waktu 1 jam. Ujian sertifikasinya dilaksanakan di Jakarta dengan penyelenggara Pearson VUE, bekerja sama dengan Brainmatics Jakarta pada hari Jumat ini (3 Jumadil Awwal 1437 H/12 Februari 2016),” ujar Hanson

Jerri Irgo

Beasiswa PPs FTI UII Apresiasi Lulusan Terbaik

Kaliurang (PPs FTI UII). Kabar gembira bagi lulusan S-1 Perguruan Tinggi yang akan melanjutkan S2 di Magister Teknik Industri Program Pascasarjana FTI UII, selain menawarkan Beasiswa juga bebas Biaya Pendaftaran apabila IPK nya sama dengan atau diatas 3.5 (skala 4).

“Program Beasiswa PPs FTI UII tersebut merupakan salah satu apresiasi untuk lulusan terbaik yang mempunyai rencana studi lanjut S2 di Magister Teknik Industri PPs FTI UII” ujar Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, Direktur PPs FTI UII

“Sudah beberapa alumni yang mendapatkan (beasiswa) ini pada angkatan sebelumnya dan akan kembali dilanjutkan program tersebut tahun ini” ujarnya melalui pesan singkat sebelum bertolak ke Madinah (5 Jumadil Awwal 1437 H / 14 Februari 2016).

Magister Teknik Industri PPs FTI UII mempunyai 3 Konsentrasi studi, yaitu Teknik Industri, Manajemen Industri dan Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri

“Keunggulan kuliah di Magister Teknik Industri PPs FTI UII selain Beasiswa juga terdapat Program Double Designation yang mengintegrasikan gelar akademik dan sertifikasi. Selain akan mendapat gelar akademik Magister Teknik (MT), juga akan mendapatkan sertifikasi Certified International of Project Manager (CIPM) serta American Suply Chain Analyst (ASCA)” imbuhnya

Pendaftaran dibuka setiap hari dan jam kerja hingga tanggal 30 Maret 2016. Adapun info detail dapat menghubungi Jerri Irgo (WA/SMS 081.3924.69391) atau Rina (WA/SMS 081.1255.3603)

Jerri Irgo

Program Double Designation, integrasikan Gelar Akademik dengan Sertifikasi

Teknik Industri sebagai suatu sistem integrator pada masa mendatang akan lebih besar lagi peranannya dengan semakin dikembangkannya konsep Computer-Integrated Manufakturing (CIM), tuntutan seorang Profesional Teknik Industri pada masa yang akan datang akan memainkan dua peranan, yaitu sebagai sistem integrator dan sebagai agen perubahan.

“Tuntutan tersebut,  telah disiapkan oleh Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia  (MTI PPs FTI UII), dengan keunggulannya, yaitu Program Double Designation yang mengintegrasikan gelar akademik dan sertifikasi” ujar Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, menyampaikan hal tersebut saat melakukan silaturahmi dan kunjungan kerja ke Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Nahdatul Utama Al Ghazali (UNUGHA) di Cilacap Jawa Tengah (26 Rabiul Tsani 1437 H / 6 Februari 2016)

“Selain akan mendapat gelar akademik Magister Teknik (MT), juga akan mendapatkan sertifikasi Certified International of Project Manager (CIPM) serta American Suply Chain Analyst (ASCA)” imbuhnya

“Kiat-kiat meraih sukses di dalam merintis karier seorang profesional selain meningkatkan kompetensi dengan melanjutkan Studi (S2/S3), juga karena menguasi secara keilmuan Teknik Industri. Peluang pengembangan ilmu dan profesi keteknik industrian masih sangat besar” ujar Dr. Imam Djati Widodo yang juga sebagai Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia ini.

Dalam kunjungan tersebut, bertempat di Kampus UNIGHA, Jl. Kemerdekaan Barat No 15 Kesugihan Kidul, Cilacap – Jawa Tengah Indonesia, delegasi Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana (PPs) FTI UII disambut Soiman, SH., MH, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Bidang Kemahasiswaan, Mengelola Kebijakan Kemahasiswaan dan hubungan Kerjasama Eksternal Universitas didampingi Amin Sykron, ST., MT, Dekan FTI UNUGHA serta Ketua Program Studi Teknik Kimia FTI UNIGHA.

Adapun delegasi MTI PPs FTI UII, tampak hadir Agus Mansur, ST., MEngSc., Sekretaris PPs FTI UII dan Koord. Magister Teknik Industri, M. Ragil Suryoputro, ST., MSc.

Jerri Irgo

Dosen Idola, Fathul Wahid dan Yudi Prayudi

Siapa dosen idolamu?

Bagi Teuku Didik Sudyana, Dosen STMIK-Amik Riau yang sedang menempuh S2 di Magister Teknik Informatika PPs FTI UII ini mempunyai penilaian tersendiri, untuk menjawabnya dan baginya Fathul Wahid, Ph.D dan Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom merupakan dosen idola yang selalu memberikan inspirasi.

“Kalau Fathul Wahid, Ph.D jadi idola waktu semester 1, ketika beliau ngajar metode penelitian, cara penyampaian materinya santai, bersahaja namun membuat terkagum-kagum ketika beliau berbicara. Terus selesai kuliah mulai “kepoin” beliau, mencari segala informasi tentang dirinya, ternyata beliau orang yang sangat hebat, mulai dari cerita kecilnya yang susah, cerita dapat kerja di UII, bahkan sampai s3 ke agder” jelasnya melalui pesan singkat (23 Rabiul Tsani 1437 H / 3 Februari 2016 M).

“Membaca tulisan Fathul Wahid, Ph.D, membuat semangat menulis timbul, apalagi ketika membaca tulisan di blognya, sampai sekarag pun belajar bagaimana caranya dapat menulis seperti beliau. Apalagi ketika melihat publikasi internasionalnya yang woooww banyaknya, jadi terinspirasi nanti kalau tamat s2 dapat punya banyak penelitian seperti beliau” ujarnya.

Didik menambahkan “Nah kalau Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom, mulai menjadi idola ketika semester 2, juga suka dengan cara penyampaian materinya, cara beliau berbicara dengan gaya bersahajanya, namaun beliau dikenal dimana-mana sebagai pakar digital forensik, setiap melihatnya jadi pembicara dalam acara-acara seperti peresmian kick off asosiasi forensik digital indonesia, selalu berkesan”.

“Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom yagn juga berjasa membuat mahasiswa digital forensik terlatih untuk selalu menulis dengan tugas-tugas yang diberikan. Walaupun beberapa mahasiswa mengeluh karena banyaknya, namun tetap menyambutnya dengan positif. Sekarang sudah menjadi terbiasa menulis. Fathul Wahid, Ph.D yang membuat semangat, Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom yang melatih dan membiasakan menulis” ujar Didik diakhir pesan singkatnya.

Didik, Bangga Belajar Mengenali Primadona Forensika Digital

Kaliurang. “Bagi Seorang Mahasiswa Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII, mendaftar dan memilih digital forensik itu sudah dari awal. ternyata mempunyai alasan sederhana, yaitu saat membaca di website PPs FTI UII, saya benar-benar tertarik dengan kurikulumnya. Bahkan tidak pernah membayangkan kalau ternyata ada ilmu digital forensik. Digital forensik, kok seru dan sesuatu yang baru. Ternyata sekarag sudah kuliah satu semester di digital forensik tidak menyesal” ujar Didik.

Hal tersebut disampaikan melalui pesan singkat oleh Teuku Didik Sudyana, Dosen STMIK-Amik Riau, yang sedang menyelesaikan Studi S2nya (23 Rabiul Tsani 1437 H / 3 Februari 2016 M).

Didk juga menyampaikan bahwa “Belajar Mengenali Primadona Forensika Digital banyak banget mendapat ilmu baru tentang digital forensik, yang ternyata sekarang lagi menjadi primadona, selain itu juga mendapat pemahaman baru tentang penelitian, mendapat semangat baru dari dosen-dosen, mendapat ilmu tentang budaya di Yogyakarta, bahkan mendapat idola baru yaitu Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom dan Fathul Wahid, Ph.D”

“Saya bangga banggaaaa bangett. Setiap saat selalu bersyukur diarahkan Allah memilih jalan ke UII. Karena dulu pilihan masuk ke UII itu diakhir-akhir dan justru karena tersesat di web nyasar di kurikulum Forensika Digital. Ketika pulang kampung dengan bangga dapat bercerita bahwa satu-satunya di indonesia S2 konsentrasi forensika digital ya di Magister Teknik Informatika PPs TI UII” ujar penerima beasiswa Yayasan Komputasi Riau – STMIK Amik Riau ini.

“Harapan terbesar dapat menjadi peneliti yang mempunyai publikasi dan banyak menulis buku seperti Fathul Wahid, Ph.D” dan dapat menjadi orang yang dikenal karena digital forensik seperti Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom. Karena selesai Master ini harus kembali mengabdi di kampus STMIK Amik Riau. Jadi selain punya publikasi banyak, menjadi pakar forensik digital, tentunya dapat menjadi dosen yang baik dan hebat seperti dosen dosen uii” pungkasnya.