Tantangan Profesional Teknik Industri di Masyarakat Ekonomi Asean

Solo, (UII News). “Seorang Profesional Teknik Industri seringkali membanggakan kemampuan dirinya dalam hal merancang dan mengembangkan konsep-konsep yang berwawasan sistem dengan pendekatan yang bersifat komperhensif-integral. Posisi seorang Profesional Teknik Industri yang umum adalah Project Manager, Product Engineer, Process Engineer, Logistic And Inventory Control, Quality Control, Quality Assesement dan Team Designer”.
Hal tersebut disampaikan Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) selaku Narasumber pada kegiatan RoadShow Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana (PPs) FTI UII berkerjasama dengan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammdiyah Surakarta (Prodi TI FTUMS) yang dikemas dalam kegiatan “Diskusi dan Dialog Tantangan Profesional Teknik Industri di MEA” (18 Safar 1437 H / 1 Desember 2015).

Bertempat di Gedung Fakultas Teknik (FT) UMS Surakarta, tampak dihadir dari FT UMS, Hafidh Munawir, ST,Meng, Ketua Jurusan Teknik Industri, Indah Pratiwi, ST,M.T Dosen Senior, Mahasiswa serta Alumni FT UMS. Sedangkan dari PPs FTI UII, tampak Dr. R Teduh Dirgahayu,ST, M.Sc, Direktur PPs FTI UII dan Jerri Irgo, SE, MM, Liaison Officer dan Marketing PPs FTI UII.

“Kiat-kiat meraih sukses di dalam merintis karier seorang profesional karena ilmu-ilmu Teknik Industri yang dikuasai. Peluang pengembangan ilmu dan profesi keteknik industrian masih sangat besar. Upaya pengembangan keilmuan dan profesi ini sangat bagus terutama untuk negara-negara padat karya seperti Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya” ujar Dr. Imam Djati Widodo yang juga sebagai Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia ini.

Selain itu, ke depan teknik industri juga akan dihadapkan dengan permasalahan yang timbul akibat tantangan globalisasi yang akhir-akhir ini telah menjadi pembahasan utama dalam dunia industri global diantaranta termasuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). MEA dapat diartikan dengan semakin kompleksnya permasalahan dan meningkatnya persaingan yang kemudian harus diikuti dengan perubahan-perubahan baik dalam organisasi maupun manajemen serta sikap-mental sumber daya manusia yang mendukungnya.

MEA jelas membawa banyak tantangan, ancaman maupun peluang yang harus dihadapi oleh dunia industri dan secara serta-merta akan langsung menjadi tanggung jawab profesi Teknik Industri. Tantangan global tidak dapat tidak menghadapkan dunia pendidikan tinggi teknologi industri agar mampu mengikuti dan menangkap arah perkembangan sains-teknologi yang melaju cepat seiring dengan tuntutan masyarakat (termasuk industri) pemakai jasa pendidikan tinggi.

Berdasarkan kriteria kompetensi Teknik Industri yang meliputi, kemampuan untuk bekerja dalam kelompok (organisasi), pemahaman tentang tanggung jawab sosial dan etika profesi,kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, kesadaran lingkungan (alam maupun sosial), kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi menyangkut berbagai macam isu kontemporer, aktual maupun situasional, kemampuan berorganisasi, manajemen dan leadership, dan sebagainya, dengan adanya berbagai tantangan yang ada.

“Seorang profesional Teknik Industri tidak saja diharapkan akan memiliki kemampuan akademis dan kompetensi profesi keinsinyuran (engineering) yang baik saja, tetapi juga memiliki wawasan dan kepekaan terhadap segala permasalahan yang ada di industri maupun masyarakat” pungkasnya.