SNIMed – Smart Hospital Membangun Integrasi Jejaring Layanan Digital Rumah Sakit.

Kaliurang, (UII News). Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Islam Sakit Harapan Anda Tegal, mengadakan Seminar Nasional, yang melibatkan para ahli baik dalam bidang Kedokteran, Farmasi, dan Teknologi Informasi, dengan keynote speech dari pakar di bidang keilmuan Kedokteran untuk mengulas mengenai “Strategi Akreditasi dan Tantangan Sistem Informasi Rumah Sakit di Indonesia”.

Bertempat di Gedung Dr Mohammad Hatta Kampus Terpadu UII, hadir sebagai narasumber Dr. Sri Kusumadewi SSi MT, Program Pascasarjana FTI UII, dr. Hj Silvia, Wakil Direktur RSU Islam Harapan Anda Tegal, dr. M Lutfan Lazuardi, Ph.D, Fakultas Kedokteran UGM dan Susetyo Bagas Bhaskoro, Indihealth Bandung. (22 Safar 1437 H / 5 Desember 2015).

“Kondisi Eksisting, terdapat berbagai permasalahan Sistem Informasi Rumah Sakit di Indonesia, diantaranya antrian pelayanan kesehatan, pasien masih menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat guna. Selain itu permasalahan komunikasi antar jejaring pelayanan kesehatan komunikasi antar internal dan eksternal unit pelayanan kesehatan tidak terjadi dengan baik terkait ketersediaan fasilitas, Sumberdaya Manusia, Farmasi dan Pelayanan lainnya seperti Rujukan atau Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu” jelas Susetyo Bagas Bhaskoro.

Pada sesi selanjutnya Dr. Sri Kusumadewi menjelaskan “Permasalahan dalam implementasi rekam medik elektronik, keengganan dokter untuk menggunakan sistem dan kurang cakapnya dokter dalam menggunakan komputer serta biaya pengadaan dan implementasi yang tidak murah, merupakan beberapa point dimana Sistem Pendukung Keputusan Klinis (SPKK) kurang diterima Rumah Sakit di negara berkembang”

Dr. Sri Kusumadewi mengungkapkan “terjadinya kegagalan dalam penerapan SPKK terutama disebabkan oleh kesulitan dalam penggunaan sistem karena ketidaksesuaian antarmuka sistem dengan kebutuhan dokter. Ketidaksesuaian tersebut mengakibatkan timbulnya beberapa masalah baru seperti; waktu yang lebih lama untuk mempelajari sistem baru, produktivitas sistem yang rendah, dan meningkatnya human‐error pada sistem”.

Namun dengan adanya perubahan paradigma sebagaimana disampaikan dr. M Lutfan Lazuardi, Ph.D “saat ini telah adanya perubahan paradigma sistem informasi rumah sakit di Indonesia. dimana mulai dari tahun 1970an – billing dan administrasi, berubah pada tahun 1980an – sistem informasi klinis, selanjutnya pada tahun 1990an – medical imaging dan pada tahun 2000an – Patient Safety, membuat Smart Hospital adalah untuk menjawab beberapa tantangan tersebut”.

Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Tegal adalah salah satu yang melakukan perubahan paradigma tersebut, dengan Akreditasi Paripurna (tertinggi) dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr. Silvia berbagi pengalaman telah menerapkan Akreditasi versi 2012.

“Dengan meningkatnya tingkat perekonomian maka tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga meningkat serta memberi banyak pilihan kesehatan, karena itu Sistem Infomasi Rumah Sakit sangat diperlukan selain sebagai peningkatan mutu dan lebih fokus ke penerapan kepada pasien” tutur dr. Silvia.

Inisiasi Kerjasama STMIK Adhi Guna dan PPs FTI UII.

Kaliurang, (UII News). Penelitian Syaiful Hendra Tanjung, S.Kom., M.Kom dengan judul Fungsi Similaritas Pada Sistem Berbasis Kasus Penyelesaian Masalah Akademik Mahasiswa dan Hajra Rasmita Ngemba., S.Kom.,MM., M.Kom, dengan judul Model Inferensi Sistem Pendukung Keputusan Pathway Klinik Asuhan Keperawatan Bronchopneumonia, dipresentasikan oleh kedua Dosen STMIK Adhi Guna Palu Sulawesi Tengah saat Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) yang diselenggarakan Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) Magister Teknik Informatika PPs FTI UII dan RSU Islam Harapan Anda Tegal di Gedung Mohammad Hatta Kampus Terpadu UII (22 Safar 1437 H / 5 Desember 2015).

Penelitian Syaiful Hendra Tanjung ini mengusulkan salah satu pendekatan dalam identifikasi masalah akademik mahasiswa yaitu dengan pendekatan algoritma K-Nearest Neighbor (K-NN). Dalam sistem berbasis kasus penyelesaian masalah akademik mahasiswa yang dibangun, fungsi similaritas dari algoritma K-NN merupakan salah satu hal yang terpenting untuk menentukan nilai kemiripan antara kasus-kasus yang tersimpan di dalam basis kasus dengan kasus baru yang akan dicari solusinya. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa fungsi similaritas pada algoritma K-NN dapat digunakan dalam menentukan nilai kedekatan antara kasus baru terhadap kasus lama.
Sedangkan Hajra Rasmita Ngemba menelaah tentang bronchopneumonia yaitu salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbecak, teratur, dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru8. Riskesdes tahun 2007 menyatakan bahwa penyakit ini merupakan penyebab kematian balita tertinggi kedua setelah diare. Untuk mengurangi angka kematian tersebut Millenium Development Goal 4 menargetkan angka kematian balita menurun duapertiga di tahun 2015.

“Peranan seorang perawat sangat penting dalam kasus ini, pathway klinik bronchopneumonia menjadi pedoman bagi tenaga perawat dalam menegakkan asuhan keperawatan sesuai dengan NANDA, NIC dan NOC. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah model inferensi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah sistem pendukung keputusan klinis dalam penegakkan askep pasien bronchopneumonia. Penalaran dalam penelitian ini menggunakan rule base dengan metode forward chaining. Basis pengetahuan diambil dari aturan pathway klinik bronchopneumonia” ungkap Hajra Rasmita Ngemba

Selain mempresentasikan hasil penelitian, juga melakukan inisiasi dan silaturrahmi ke Pimpinan FTI UII dalam rangka melakukan penjajakan bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Rombongan STMIK Adhi Guna diterima oleh Dr. Imam Djati Widodo, Dekan FTI UII didampingi Dr Sri Kusumadewi, Wakil Dekan FTI UII, Dr R Teduh Dirgahayu, Direktur PPs FTI UII dan Hanson Prihantoro Putro, ST, MT, Koordinator Bidang Keilmuan Magister Teknik Informatika PPs FTI UII.

“Kami dari kampus yang berada di Indonesia Tengah ingin bersinergi dengan kampus besar seperti UII dan mohon kesediaan dari Dosen di FTI UII khususnya Dosen Senior untuk berkenan menjadi riviewer di jurnal kami serta mengajarkan bagaimana membuat conference seperti SNIMed” tutur Syaiful Hendra Tanjung dipenghujung silaturahmi

Tantangan Profesional Teknik Industri di Masyarakat Ekonomi Asean

Solo, (UII News). “Seorang Profesional Teknik Industri seringkali membanggakan kemampuan dirinya dalam hal merancang dan mengembangkan konsep-konsep yang berwawasan sistem dengan pendekatan yang bersifat komperhensif-integral. Posisi seorang Profesional Teknik Industri yang umum adalah Project Manager, Product Engineer, Process Engineer, Logistic And Inventory Control, Quality Control, Quality Assesement dan Team Designer”.
Hal tersebut disampaikan Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) selaku Narasumber pada kegiatan RoadShow Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana (PPs) FTI UII berkerjasama dengan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammdiyah Surakarta (Prodi TI FTUMS) yang dikemas dalam kegiatan “Diskusi dan Dialog Tantangan Profesional Teknik Industri di MEA” (18 Safar 1437 H / 1 Desember 2015).

Bertempat di Gedung Fakultas Teknik (FT) UMS Surakarta, tampak dihadir dari FT UMS, Hafidh Munawir, ST,Meng, Ketua Jurusan Teknik Industri, Indah Pratiwi, ST,M.T Dosen Senior, Mahasiswa serta Alumni FT UMS. Sedangkan dari PPs FTI UII, tampak Dr. R Teduh Dirgahayu,ST, M.Sc, Direktur PPs FTI UII dan Jerri Irgo, SE, MM, Liaison Officer dan Marketing PPs FTI UII.

“Kiat-kiat meraih sukses di dalam merintis karier seorang profesional karena ilmu-ilmu Teknik Industri yang dikuasai. Peluang pengembangan ilmu dan profesi keteknik industrian masih sangat besar. Upaya pengembangan keilmuan dan profesi ini sangat bagus terutama untuk negara-negara padat karya seperti Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya” ujar Dr. Imam Djati Widodo yang juga sebagai Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia ini.

Selain itu, ke depan teknik industri juga akan dihadapkan dengan permasalahan yang timbul akibat tantangan globalisasi yang akhir-akhir ini telah menjadi pembahasan utama dalam dunia industri global diantaranta termasuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). MEA dapat diartikan dengan semakin kompleksnya permasalahan dan meningkatnya persaingan yang kemudian harus diikuti dengan perubahan-perubahan baik dalam organisasi maupun manajemen serta sikap-mental sumber daya manusia yang mendukungnya.

MEA jelas membawa banyak tantangan, ancaman maupun peluang yang harus dihadapi oleh dunia industri dan secara serta-merta akan langsung menjadi tanggung jawab profesi Teknik Industri. Tantangan global tidak dapat tidak menghadapkan dunia pendidikan tinggi teknologi industri agar mampu mengikuti dan menangkap arah perkembangan sains-teknologi yang melaju cepat seiring dengan tuntutan masyarakat (termasuk industri) pemakai jasa pendidikan tinggi.

Berdasarkan kriteria kompetensi Teknik Industri yang meliputi, kemampuan untuk bekerja dalam kelompok (organisasi), pemahaman tentang tanggung jawab sosial dan etika profesi,kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, kesadaran lingkungan (alam maupun sosial), kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi menyangkut berbagai macam isu kontemporer, aktual maupun situasional, kemampuan berorganisasi, manajemen dan leadership, dan sebagainya, dengan adanya berbagai tantangan yang ada.

“Seorang profesional Teknik Industri tidak saja diharapkan akan memiliki kemampuan akademis dan kompetensi profesi keinsinyuran (engineering) yang baik saja, tetapi juga memiliki wawasan dan kepekaan terhadap segala permasalahan yang ada di industri maupun masyarakat” pungkasnya.