Batik Cap Tiongkok Mengancam Produk Batik Lokal

YOGYAKARTA (PRLM).- Batik cap asal Tiongkok dengan motif yang sama persis dengan produk lokal Indonesia menjadi ancaman serius bagi produksi batik cap lokal dari Yogyakarta, Pekalangan, Cirebon, dan Solo. Produk batik yang dikenal dengan istilah batik mekanik tersebut telah merangsek pasar dan menguasai pangsa di berbagai kota di tanah air sebesar 25-30 persen.

Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Dr Taufiq Immawan menyatakan ancaman pangsa batik juga datang dari Malaysia, tetapi eskalasi ekspor batik Malaysia tidak sebesar batik asal Tiongkok, sehingga tidak terlalu memengaruhi pasar di Indonesia.

Dalam pernyataannya di Yogyakarta, Selasa (22/9/2015), dia menyatakan pasar batik tanah air sebenarnya tengah mencapai masa panen sejak UNESCO mengukuhkan Batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009, yang diikuti penetapan tanggal tersebut sebagai hari batik nasional.

Berdasarkan penelitian Taufiq Immawan, penjualan batik Solo, Yogyakarta dan Pekalongan melonjak. Pasar batik solo meningkat omzet penjualannya antara 30 – 50 persen (2010) dan 200 persen tahun berikutnya (2011). Peningkatan pada kisaran yang sama berlaku di pasar-pasar di Yogyakarta dan Pekalongan.

Melihat pasar batik meningkat tajam, produsen Tiongkok alias China menggempur pasar batik di berbagai kota di Indonesia. Batik Tiongkok bisa dikategorikan sebagai batik cap, tetapi produksinya menggunakan mesin atau disebut batik mekanik. Ekspor batik mereka sangat massif, sebagai contoh batik asal China selama tiga bulan pertama 2013 (Januari-Maret) masuk pasar Indonesia sebanyak 159 ton, dengan nilai 4.6 juta dolar AS atau setara Rp 43.7 miliar.

“Perkembangan ini sudah mengkhawatirkan, karena mengurangi pangsa pasar batik nasional,” kata dia saat memaparkan hasil penelitian untuk melengkapi data disertasi di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. (Mukhijab/A-147)***

Dipublikasikan di Pikiran Rakyat

Idul Adha: Pengujian Total Action dan Excellent Action dalam beribadah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Hari Raya Idul Adha merupakan hari yang diistimewakan oleh Allah SWT, dimana pada hari tersebut Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah udhiyah atau ibadah Qurban” ujar Agus Mansur, ST, M.Eng.Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Kautsar ayat 2 fashalli lirabbika wanhar yang artinya “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” kata qurban sendiri diambil dari bahasa arab qaraba, yuqaribu, qurbanan yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT” ujarnya, yang disampaikan Rabu, 9 Dzulhijjah 1436 H / 23 September 2015.

Agus menjelaskan “Hakekat Ibadah Qurban adalah mewujudkan ketaatan kita kepada Allah (Total Action) dengan tanpa membantah atau mencari-cari alasan kenapa kita diperintah, dan melaksanakan kesempurnaan (Excellent Action) dalam ibadah, itulah dulu yang diperintahkan Allah kepada putra-putra nabi Adam A.S yaitu Qabil dan Habil, yang diperintahkan untuk melaksanakan kurban atas harta yang diberikan kepada mereka”.

Tersebutlah Habil, hamba Allah yang dengan penuh ketulusan, tidak membantah dan semata karena Allah SWT. Dia berikan contoh total action and excellent action dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dia berikan seekor domba terbaik yang dimilikinya untuk dijadikan kurbannya karena dia tahu apa yang dilakukan semata untuk Allah SWT semata.

Sedangkan Qabil dengan berbagai macam alasan yang mendominasi pikirannya ia berikan qurbannya. Karena Qurban yang diberikan tidak murni karena Allah SWT, di mana ia masukkan ego dan pamrih dalam beribadah, sehingga bukan yang terbaik yang dia berikan. Qabil telah merepresentasi dirinya dalam Poor Action dalam ibadah, bukan yang terbaik yang dia berikan namun sekedar menjalankan perintah. Akibatnya, qurban Qabil tertolak dan qurban Habil yang diterima Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Idul Adha juga merupakan napak tilas sunah nabi Ibrahim A.S yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam bentuk pengujian keimanan, ketaatan, dan keseriusan.

Dimana Allah SWT mengujinya untuk mengurbankan putera semata wayangnya yaitu Ismail A.S, putera yang sangat dicintai dan sangat lama dinanti kelahirannya (Allah SWT memberikan putera kepada nabi Ibrahim ketika usia beliau sudah tua). Kemudian Allah SWT menggantinya dengan seekor domba, sebagaimana dijelaskan dalam QS. As Shafat: 105 – 107.

Rasulullah Muhamad SAW memerintahkan kepada umatnya untuk melaksanakan Ibadah Qurban. Bahkan saking kuatnya perintah ini, beliau menyampaikan “jikalau umatnya mampu untuk melaksanakan ibadah qurban tapi enggan melakukannya beliau melarang orang tersebut untuk mendekati tempat ibadah-Nya” .

Ibadah Qurban adalah ibadah yang mengajarkan kesempurnaan, dimana hewan yang disembelih haruslah hewan yang tidak cacat, tidak sakit, tidak kurus dan disembelih dengan cara yang baik, serta didistribusikan secara baik. Sedangkan waktu pelaksanaannya dimulai dari pagi setelah sholat Idul Adha (10 Dhulhijjah) hingga berakhirnya hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

Islam adalah agama yang sempurna dan mengajarkan pemeluknya untuk melaksanakan sesuatu untuk mencapai yang terbaik, dengan cara terbaik dan dengan niat yang terbaik. Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan kita sebagai golongan hambanya yang baik. Aamiin, pungkas Agus Mansur.

Jerri Irgo