Mahasiswa UII Kembangkan Aplikasi Twit Forensic

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Di tengah era digital yang saat ini semakin berkembang, keberadaan jejaring sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi sebagian orang. Sudah menjadi hal yang jamak jika saat ini seseorang membagikan kegiatan sehari-hari mereka di jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook.

Karena telah menjadi bagian dari pribadi pemiliknya, tak jarang jejaring sosial bisa menjadi petunjuk awal pengungkapan sebuah kasus. Berangkat dari hal tersebut mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) jurusan Teknik Informatika Arif Nugrahanto menciptakan aplikasi Twit Forensic.

“Dalam tiga tahun terakhir ini semakin banyak pengungkapan kasus kejahatan dengan barang bukti menggunakan twitter,” ujar Arif, saat ditemui di gedung Fakultas Teknik Industri, jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta, Sabtu (18/4).

Twit Forensic adalah sebuah aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat invesitigasi artefak digital twitter dengan cara melakukan analisa aktivitas pemilik akun yang diinginkan. Aplikasi tersebut mampu menampilkan informasi awal yang diperlukan dalam proses penyidikan sebuah kasus.

Tanpa harus masuk ke laman twitter, pengguna Twit Forensic bisa mengetahui status, mention, folower, folowing, dari sebuah akun.

“Meskipun hal-hal tersebut bisa kita lihat di laman akun twitter seseorang, dengan aplikasi ini kita lebih mudah memetakan aktivitas dari sebuah akun,” ujarnya.

Seperti jika kita ingin melihat status dari sebuah akun, kita akan mendapatkan informasi kapan status tersebut dibuat, direplay oleh siapa saja, diretwet oleh siapa saja. Data tersebut tersaji dalam satu halaman, sehingga mudah untuk melakukan identifikasi terhadap aktivitas akun twitter.

Arif Nugrahanto menambahkan, aplikasi yang dikembangkannya mampu menggali dan menampilkan 3200 status yang telah diposting. Sedang untuk aktivitas mantion, aplikasi ini mampu menggali mantion yang masuk ke sebuah akun dalam rentan waktu sebulan kebelakang.

Ditambahkan Yudi Prayudi selaku Kepala Pusat Studi Forensik Digital FTI UII, saat ini di Indonesia belum terdapat aplikasi yang memiliki fungsi sama seperti dengan Twit Forensic.

“Jika buatan luar negeri memang sudah ada. Tetapi dengan perkembangan media sosial yang sedemikian pesat, kita harus memiliki alat untuk kegiatan forensik di media sosial, tidak selalu tergantung dengan vendor asing,” ujanya.(*)

Diberitakan di Tribun Jogja