SNIMed – Smart Hospital Membangun Integrasi Jejaring Layanan Digital Rumah Sakit.

Kaliurang, (UII News). Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Islam Sakit Harapan Anda Tegal, mengadakan Seminar Nasional, yang melibatkan para ahli baik dalam bidang Kedokteran, Farmasi, dan Teknologi Informasi, dengan keynote speech dari pakar di bidang keilmuan Kedokteran untuk mengulas mengenai “Strategi Akreditasi dan Tantangan Sistem Informasi Rumah Sakit di Indonesia”.

Bertempat di Gedung Dr Mohammad Hatta Kampus Terpadu UII, hadir sebagai narasumber Dr. Sri Kusumadewi SSi MT, Program Pascasarjana FTI UII, dr. Hj Silvia, Wakil Direktur RSU Islam Harapan Anda Tegal, dr. M Lutfan Lazuardi, Ph.D, Fakultas Kedokteran UGM dan Susetyo Bagas Bhaskoro, Indihealth Bandung. (22 Safar 1437 H / 5 Desember 2015).

“Kondisi Eksisting, terdapat berbagai permasalahan Sistem Informasi Rumah Sakit di Indonesia, diantaranya antrian pelayanan kesehatan, pasien masih menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat guna. Selain itu permasalahan komunikasi antar jejaring pelayanan kesehatan komunikasi antar internal dan eksternal unit pelayanan kesehatan tidak terjadi dengan baik terkait ketersediaan fasilitas, Sumberdaya Manusia, Farmasi dan Pelayanan lainnya seperti Rujukan atau Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu” jelas Susetyo Bagas Bhaskoro.

Pada sesi selanjutnya Dr. Sri Kusumadewi menjelaskan “Permasalahan dalam implementasi rekam medik elektronik, keengganan dokter untuk menggunakan sistem dan kurang cakapnya dokter dalam menggunakan komputer serta biaya pengadaan dan implementasi yang tidak murah, merupakan beberapa point dimana Sistem Pendukung Keputusan Klinis (SPKK) kurang diterima Rumah Sakit di negara berkembang”

Dr. Sri Kusumadewi mengungkapkan “terjadinya kegagalan dalam penerapan SPKK terutama disebabkan oleh kesulitan dalam penggunaan sistem karena ketidaksesuaian antarmuka sistem dengan kebutuhan dokter. Ketidaksesuaian tersebut mengakibatkan timbulnya beberapa masalah baru seperti; waktu yang lebih lama untuk mempelajari sistem baru, produktivitas sistem yang rendah, dan meningkatnya human‐error pada sistem”.

Namun dengan adanya perubahan paradigma sebagaimana disampaikan dr. M Lutfan Lazuardi, Ph.D “saat ini telah adanya perubahan paradigma sistem informasi rumah sakit di Indonesia. dimana mulai dari tahun 1970an – billing dan administrasi, berubah pada tahun 1980an – sistem informasi klinis, selanjutnya pada tahun 1990an – medical imaging dan pada tahun 2000an – Patient Safety, membuat Smart Hospital adalah untuk menjawab beberapa tantangan tersebut”.

Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Tegal adalah salah satu yang melakukan perubahan paradigma tersebut, dengan Akreditasi Paripurna (tertinggi) dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr. Silvia berbagi pengalaman telah menerapkan Akreditasi versi 2012.

“Dengan meningkatnya tingkat perekonomian maka tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga meningkat serta memberi banyak pilihan kesehatan, karena itu Sistem Infomasi Rumah Sakit sangat diperlukan selain sebagai peningkatan mutu dan lebih fokus ke penerapan kepada pasien” tutur dr. Silvia.

Inisiasi Kerjasama STMIK Adhi Guna dan PPs FTI UII.

Kaliurang, (UII News). Penelitian Syaiful Hendra Tanjung, S.Kom., M.Kom dengan judul Fungsi Similaritas Pada Sistem Berbasis Kasus Penyelesaian Masalah Akademik Mahasiswa dan Hajra Rasmita Ngemba., S.Kom.,MM., M.Kom, dengan judul Model Inferensi Sistem Pendukung Keputusan Pathway Klinik Asuhan Keperawatan Bronchopneumonia, dipresentasikan oleh kedua Dosen STMIK Adhi Guna Palu Sulawesi Tengah saat Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) yang diselenggarakan Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) Magister Teknik Informatika PPs FTI UII dan RSU Islam Harapan Anda Tegal di Gedung Mohammad Hatta Kampus Terpadu UII (22 Safar 1437 H / 5 Desember 2015).

Penelitian Syaiful Hendra Tanjung ini mengusulkan salah satu pendekatan dalam identifikasi masalah akademik mahasiswa yaitu dengan pendekatan algoritma K-Nearest Neighbor (K-NN). Dalam sistem berbasis kasus penyelesaian masalah akademik mahasiswa yang dibangun, fungsi similaritas dari algoritma K-NN merupakan salah satu hal yang terpenting untuk menentukan nilai kemiripan antara kasus-kasus yang tersimpan di dalam basis kasus dengan kasus baru yang akan dicari solusinya. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa fungsi similaritas pada algoritma K-NN dapat digunakan dalam menentukan nilai kedekatan antara kasus baru terhadap kasus lama.
Sedangkan Hajra Rasmita Ngemba menelaah tentang bronchopneumonia yaitu salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbecak, teratur, dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru8. Riskesdes tahun 2007 menyatakan bahwa penyakit ini merupakan penyebab kematian balita tertinggi kedua setelah diare. Untuk mengurangi angka kematian tersebut Millenium Development Goal 4 menargetkan angka kematian balita menurun duapertiga di tahun 2015.

“Peranan seorang perawat sangat penting dalam kasus ini, pathway klinik bronchopneumonia menjadi pedoman bagi tenaga perawat dalam menegakkan asuhan keperawatan sesuai dengan NANDA, NIC dan NOC. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah model inferensi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah sistem pendukung keputusan klinis dalam penegakkan askep pasien bronchopneumonia. Penalaran dalam penelitian ini menggunakan rule base dengan metode forward chaining. Basis pengetahuan diambil dari aturan pathway klinik bronchopneumonia” ungkap Hajra Rasmita Ngemba

Selain mempresentasikan hasil penelitian, juga melakukan inisiasi dan silaturrahmi ke Pimpinan FTI UII dalam rangka melakukan penjajakan bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Rombongan STMIK Adhi Guna diterima oleh Dr. Imam Djati Widodo, Dekan FTI UII didampingi Dr Sri Kusumadewi, Wakil Dekan FTI UII, Dr R Teduh Dirgahayu, Direktur PPs FTI UII dan Hanson Prihantoro Putro, ST, MT, Koordinator Bidang Keilmuan Magister Teknik Informatika PPs FTI UII.

“Kami dari kampus yang berada di Indonesia Tengah ingin bersinergi dengan kampus besar seperti UII dan mohon kesediaan dari Dosen di FTI UII khususnya Dosen Senior untuk berkenan menjadi riviewer di jurnal kami serta mengajarkan bagaimana membuat conference seperti SNIMed” tutur Syaiful Hendra Tanjung dipenghujung silaturahmi

Tantangan Profesional Teknik Industri di Masyarakat Ekonomi Asean

Solo, (UII News). “Seorang Profesional Teknik Industri seringkali membanggakan kemampuan dirinya dalam hal merancang dan mengembangkan konsep-konsep yang berwawasan sistem dengan pendekatan yang bersifat komperhensif-integral. Posisi seorang Profesional Teknik Industri yang umum adalah Project Manager, Product Engineer, Process Engineer, Logistic And Inventory Control, Quality Control, Quality Assesement dan Team Designer”.
Hal tersebut disampaikan Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) selaku Narasumber pada kegiatan RoadShow Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana (PPs) FTI UII berkerjasama dengan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammdiyah Surakarta (Prodi TI FTUMS) yang dikemas dalam kegiatan “Diskusi dan Dialog Tantangan Profesional Teknik Industri di MEA” (18 Safar 1437 H / 1 Desember 2015).

Bertempat di Gedung Fakultas Teknik (FT) UMS Surakarta, tampak dihadir dari FT UMS, Hafidh Munawir, ST,Meng, Ketua Jurusan Teknik Industri, Indah Pratiwi, ST,M.T Dosen Senior, Mahasiswa serta Alumni FT UMS. Sedangkan dari PPs FTI UII, tampak Dr. R Teduh Dirgahayu,ST, M.Sc, Direktur PPs FTI UII dan Jerri Irgo, SE, MM, Liaison Officer dan Marketing PPs FTI UII.

“Kiat-kiat meraih sukses di dalam merintis karier seorang profesional karena ilmu-ilmu Teknik Industri yang dikuasai. Peluang pengembangan ilmu dan profesi keteknik industrian masih sangat besar. Upaya pengembangan keilmuan dan profesi ini sangat bagus terutama untuk negara-negara padat karya seperti Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya” ujar Dr. Imam Djati Widodo yang juga sebagai Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia ini.

Selain itu, ke depan teknik industri juga akan dihadapkan dengan permasalahan yang timbul akibat tantangan globalisasi yang akhir-akhir ini telah menjadi pembahasan utama dalam dunia industri global diantaranta termasuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). MEA dapat diartikan dengan semakin kompleksnya permasalahan dan meningkatnya persaingan yang kemudian harus diikuti dengan perubahan-perubahan baik dalam organisasi maupun manajemen serta sikap-mental sumber daya manusia yang mendukungnya.

MEA jelas membawa banyak tantangan, ancaman maupun peluang yang harus dihadapi oleh dunia industri dan secara serta-merta akan langsung menjadi tanggung jawab profesi Teknik Industri. Tantangan global tidak dapat tidak menghadapkan dunia pendidikan tinggi teknologi industri agar mampu mengikuti dan menangkap arah perkembangan sains-teknologi yang melaju cepat seiring dengan tuntutan masyarakat (termasuk industri) pemakai jasa pendidikan tinggi.

Berdasarkan kriteria kompetensi Teknik Industri yang meliputi, kemampuan untuk bekerja dalam kelompok (organisasi), pemahaman tentang tanggung jawab sosial dan etika profesi,kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, kesadaran lingkungan (alam maupun sosial), kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi menyangkut berbagai macam isu kontemporer, aktual maupun situasional, kemampuan berorganisasi, manajemen dan leadership, dan sebagainya, dengan adanya berbagai tantangan yang ada.

“Seorang profesional Teknik Industri tidak saja diharapkan akan memiliki kemampuan akademis dan kompetensi profesi keinsinyuran (engineering) yang baik saja, tetapi juga memiliki wawasan dan kepekaan terhadap segala permasalahan yang ada di industri maupun masyarakat” pungkasnya.

Profesi Investigator Forensik Digital Miliki Peluang Karir yang Menjanjikan

Semakin tingginya ancaman kejahatan siber telah membuat perusahaan-perusahaan dan institusi pemerintah meningkatkan kewaspadaannya. Sebagaimana mengutip data dari PwC (PricewaterhouseCoopers) dan RSA Security LLC, cybercrime telah menjadi ancaman serius dengan nilai kerugian secara global menyamai pendapatan nasional sebuah negara. Untuk mencegah dan menanggulangi hal itu, telah berkembang sebuah ilmu yakni forensik digital yang berupaya menggali dan menganalisis barang bukti digital untuk mengungkap pelaku kejahatan siber. Namun sayangnya, para ahli dan praktisi forensik digital hingga saat ini jumlahnya masih sangat terbatas.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) UII, Yudi Prayudi, M.Kom kepada awak media yang menghadiri jumpa pers penyelenggaraan acara Hacking and Digital Forensic Exposed (HADFEX). Acara berlangsung di Indoluxe Hotel, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Jogja pada Sabtu (28/11).

“Di kalangan penegak hukum sendiri, penyidik yang memiliki kemampuan sebagai investigator digital masih di bawah 10%. Sebagian besar justru diambil alih oleh pihak swasta yang dikenal sebagai private investigator”, katanya. Sudah bukan rahasia lagi, jika institusi perbankan, asuransi, dan perusahaan multinasional kerap memakai jasa profesi ini untuk melindungi institusinya dari ulah penjahat siber. Bahkan, secara internal mereka terkadang memiliki unit tersendiri untuk menangani kasus yang mengarah pada cybercrime.

Oleh karena itu, ia yakin bahwa prospek profesi investigator digital ke depannya akan memberi peluang karir yang menjanjikan. Sebab tingginya kebutuhan akan keahlian digital forensic di pasar belum diimbangi dengan ketersediaan sumberdaya manusia yang memadai. “Saat ini jurusan Teknik Informatika UII juga tengah fokus menyiapkan kebutuhan SDM di bidang forensika digital”, tambahnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh AKBP Muhammad Nuh Al-Azhar, salah seorang narasumber HADFEX, bahwa gaji seorang private investigator digital di luar negeri sangat tinggi. “Saya pernah mendapat tawaran untuk bekerja di Inggris sebagai investigator forensik digital, mereka menawarkan gaji fantastis karena sadar betul akan pentingnya profesi ini untuk melindungi keamanan perusahaan”, ujar pria lulusan University of Strathclyde, Skotlandia tersebut. Namun dirinya menampik tawaran itu dan lebih memilih mengabdi di Lab digital forensic Puslabfor Mabes Polri.

Beberapa narasumber lain yang juga mengisi HADFEX, antara lain Ardi K. Suteja dari ICSF (Indonesia Cyber Security Forum), Charles Lim dari Swiss German University, Yasser Hadiputra dari CISO Magazine, Roni Sadrah dari Bounga Solusi Informatika, dan Tintin Hadijanto dari EC-Council.

Diberitakan di UII.

Jurusan Teknik Informatika Menjadi Inisiator Pembentukan AFDI

Bertempat di Gedung Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat pada Tanggal 17 November 2015 yang lalu, Menteri Kominfo Rudiantara bersama dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol. Dr. Anang Iskandar membuka Kick Off Pembentukan Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI).

Suatu kehormatan bagi Jurusan Teknik Informatika UII, karena pada momen bersejarah ini diberi kesempatan untuk memberikan paparan singkat dengan tema “Digital Forensics dalam Perspektif Akademik” yang sampaikan oleh Direktur Pusat Studi Forensika Digital UII Yudi Prayudi. Dalam presentasinya, Yudi Prayudi memberikan pandangan domain Forensik Digital dalam dunia akademik termasuk di dalamnya mengenalkan profil kluster Forensika Digital UII dan beberapa hasil karya mahasiswa dalam bentuk penelitian maupun produk piranti lunak khusus bidang Forensik Digital.

Dalam perjalanan terbentuknya AFDI, Jurusan Teknik Informatika yang diwakili bapak Yudi Prayudi dan Ahmad Luthfi telah dipercaya untuk menjadi tim insiator bersama-sama dengan Direktorat Keamanan Informasi Kominfo, AKBP Muhammad Nuh Al-Azhar (Kasubdid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri) yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua AFDI periode 2015-2019, Ruby Alamsyah (Senior Digital Forensics Analyst), Universitas Gunadarma, dan Telkom University.

kick-off-afdi

Diberitakan di Teknik Informatika UII

AFDI Resmi Terbentuk, Dukung Polisi Lacak Jejak Digital

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung pembentukan Asosisasi Forensik Digital Indonesia (AFDI) yang digagas sejumlah praktisi Digital Forensik. “Kami mendukung diluncurkan suatu wadah baru namanya AFDI, tempat berkumpulnya para ahli yang mempunyai kapasitas di bidang forensic digital,” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Selasa, 17 November 2015.

Dukungan tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Kick Off Pembentukan Asosiasi Forensik Digital Indonesia di Ruang Serbaguna Kementerian Komunikasi. AFDI ini kelak bisa membantu aparat penegak hukum untuk melacak jejak digital yang terkait dengan kriminal.

Rudiantara membuka langsung acara Kick Off Pembentukan Asosiasi Forensik Digital Indonesia yang dihadiri sekitar 100 Analis Forensik Digital Indonesia. Menurut Rudiantara, dalam ranah cybercrimes, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) itu mengatur perbuatan-perbuatan yang dilarang beserta ancaman pidananya.

Selain itu, UU ITE mengatur mengenai bukti digital. Bukti digital dianggap sah dan dapat diajukan ke persidangan dengan syarat bahwa informasi yang tercantum di dalamnya secara teknis dapat diakses, ditampilkan, dijamin keutuhannya, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Agar bukti digital dianggap sah dan dapat diajukan ke persidangan maka diperlukan tindakan forensik digital yang terdiri dari pengumpulan, akuisisi, pemulihan, penyimpanan, dan pemeriksaan bukti digital berdasarkan cara dan dengan alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk kepentingan pembuktian,” ujar Rudiantara.

Rudiantara menyampaikan bahwa dalam kegiatan forensik digital, terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu prosedur pemeriksaan forensik digital dan ahli yang melakukan pemeriksaan. Berkenaan dengan prosedur forensik digital saat ini, Kementerian Komunikasi sedang merumuskan rancangan peraturan menteri terkait standar panduan teknis dalam melakukan identifikasi, pengumpulan, akuisisi, dan pemeliharaan bukti digital berdasarkan ISO/SNI 27037. “Dibutuhkan ahli forensik digital untuk menangani tindak pidana siber,” ujar Rudiantara.

“Pembentukan Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI) bertujuan untuk menghimpun dan mengkoordinasi para analis dan peminat forensik digital dalam suatu wadah asosiasi,” ujar Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri Ajun Komisaris Besar M. Nuh Al Azhar, Selasa, 17 November 2015. Nuh menambahkan, hal tersebut bermanfaat baik untuk kemajuan anggota asosiasi sendiri maupun bagi bangsa dan negara, serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang forensik digital kepada masyarakat Indonesia.
Selain itu, AFDI diharapkan menjadi referensi bagi antaranggota asosiasi untuk memahami dan menambah pengetahuan tentang seluk-beluk forensik digital, serta menjadi sarana komunikasi, sarana tukar informasi, dan interaksi anggota asosiasi sehingga mampu mengakselerasi perkembangan dan penerapan forensik digital Indonesia.

“AFDI akan menjalin hubungan profesional dengan stakeholder lain, termasuk menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah,” ujar Nuh. Selain itu, Nuh menambahkan kalau AFDI akan menyusun dan mengembangkan standar kompetensi analisis forensik digital, juga kode etik profesi analis forensik digital Indonesia.

Selain Rudiantara, sejumlah pemapar yang berbicara dalam Kick Off Asosisasi Forensik Digital Indonesia antara lain Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Anang Iskandar, Dirjen Aplikasi Informatika Bambang Heru Tjahjono, serta Ruby Alamsyah (Profesional), Kasubbid Computer Forensik Puslabfor Mabes POLRI selaku Ketua Tim Formatur Pembentukan Asosiasi AKBP M. Nuh Al-Azhar, dan Kepala Pusat Studi Forensika Digital Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Yudi Prayudi.

Diberitakan Tempo Online

Inisiasi Riset PPs FTI UII ke Bio Farma dan PT KAI

Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), melakukan rangkaian kunjungan kerja sebagai upaya peningatan kompetensi berupa inisiasi riset ke PT Bio Farma dan PT Kereta Api Indonesia Pusat di Bandung (23 Dzulhijjah 1436 H/ 07 Oktober 2015).

Hikmatullah Insan Purnama, Head of Information Technologi Division Bio Farma menerima kunjungan silaturahmi Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, yang di dampingi Jerri Irgo, Liaison Officer dan Marketing PPs FTI UII, bertempat di Lantai 4 Gedung Bio Farma, Pasteur Bandung.

Dalam pokok materi diskusi, terdapat irisan dalam pengembangan bio informatika dimana Magister Teknik Informatika PPs FTI UII, memiliki konsentrasi Informatika Medis. Dengan perkembangan ke arah lebih komersial, dimana keragaman penyakit lebih banyak, maka diharapkan dengan adanya informatika medik dapat diselaraskan.

“Baik dari bisnis maupun dari akademik, berharap terdapat hal yang sama, yaitu perguruan tinggi perlu insert dari dunia industri dan sebaliknya sehingga akademik ataupun bisnis tidak terisolir pada dunianya sendiri” ujar Hikmatullah.

Harapan bersama adalah dapat memberikan value added pada studi-studi vaksin, dimana saat ini trendnya perlu cara analisis, metode sesuai dengan perkembangan bisnis. Hadir sebagai anggota team PT Bio Farma terdiri dari dr Bambang Djalinud, Pemasaran, Wage, Warehouse, Dicky MT, R&D dan Alan A Prakosa, IT Sys Dev.

Inisiasi riset juga dilakukan Direktur PPs FTI UII ke PT Kereta Api Indonesia Pusat yang diterima oleh Irwan Juliardi Manager Protocol & Secretary PT Kereta Api Indonesia.

“PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan dedikasi untuk melayani negeri. Dedikasi itu ditunjukkan dengan pelayanan dan inovasi untuk meningkatkan kemajuan bangsa lewat aspek transportasi perkeretaapian. Kini tak hanya masyarakat Indonesia, namun para wisatawan mancanegara pun dapat merasakan pelayanan kereta api yang modern, maju dan nyaman dari PT KAI” ujar Irwan Juliardi .

Irwan Juliardi menambahkan “Hingga saat ini PT KAI telah banyak menerapkan teknologi terbaru untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna jasanya. Sebut saja dalam hal ticketing reservation, sehingga calon penumpang dapat memesan tiket kereta api dengan mengakses berbagai channel pemesanan tiket dan ini berawal dari Yogyakarta”.

“Kami mengharapkan adanya riset bersama dengan PPs FTI UII dapat mendukung upaya dan kerja cerdas yang telah dikerahkan PT KAI selama ini. Hal tersebut murni didedikasikan bagi kemaslahatan bangsa Indonesia. Pelayanan yang ramah dan modern akan terus ditingkatkan. Seperti pada gambar di atas pelayanan yang ramah selalu menjadi ciri khas PT KAI” ujar Irwan Juliardi di ujung diskusi.

Jerri Irgo

Batik Cap Tiongkok Mengancam Produk Batik Lokal

YOGYAKARTA (PRLM).- Batik cap asal Tiongkok dengan motif yang sama persis dengan produk lokal Indonesia menjadi ancaman serius bagi produksi batik cap lokal dari Yogyakarta, Pekalangan, Cirebon, dan Solo. Produk batik yang dikenal dengan istilah batik mekanik tersebut telah merangsek pasar dan menguasai pangsa di berbagai kota di tanah air sebesar 25-30 persen.

Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Dr Taufiq Immawan menyatakan ancaman pangsa batik juga datang dari Malaysia, tetapi eskalasi ekspor batik Malaysia tidak sebesar batik asal Tiongkok, sehingga tidak terlalu memengaruhi pasar di Indonesia.

Dalam pernyataannya di Yogyakarta, Selasa (22/9/2015), dia menyatakan pasar batik tanah air sebenarnya tengah mencapai masa panen sejak UNESCO mengukuhkan Batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009, yang diikuti penetapan tanggal tersebut sebagai hari batik nasional.

Berdasarkan penelitian Taufiq Immawan, penjualan batik Solo, Yogyakarta dan Pekalongan melonjak. Pasar batik solo meningkat omzet penjualannya antara 30 – 50 persen (2010) dan 200 persen tahun berikutnya (2011). Peningkatan pada kisaran yang sama berlaku di pasar-pasar di Yogyakarta dan Pekalongan.

Melihat pasar batik meningkat tajam, produsen Tiongkok alias China menggempur pasar batik di berbagai kota di Indonesia. Batik Tiongkok bisa dikategorikan sebagai batik cap, tetapi produksinya menggunakan mesin atau disebut batik mekanik. Ekspor batik mereka sangat massif, sebagai contoh batik asal China selama tiga bulan pertama 2013 (Januari-Maret) masuk pasar Indonesia sebanyak 159 ton, dengan nilai 4.6 juta dolar AS atau setara Rp 43.7 miliar.

“Perkembangan ini sudah mengkhawatirkan, karena mengurangi pangsa pasar batik nasional,” kata dia saat memaparkan hasil penelitian untuk melengkapi data disertasi di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. (Mukhijab/A-147)***

Dipublikasikan di Pikiran Rakyat

Idul Adha: Pengujian Total Action dan Excellent Action dalam beribadah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Hari Raya Idul Adha merupakan hari yang diistimewakan oleh Allah SWT, dimana pada hari tersebut Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah udhiyah atau ibadah Qurban” ujar Agus Mansur, ST, M.Eng.Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Kautsar ayat 2 fashalli lirabbika wanhar yang artinya “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” kata qurban sendiri diambil dari bahasa arab qaraba, yuqaribu, qurbanan yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT” ujarnya, yang disampaikan Rabu, 9 Dzulhijjah 1436 H / 23 September 2015.

Agus menjelaskan “Hakekat Ibadah Qurban adalah mewujudkan ketaatan kita kepada Allah (Total Action) dengan tanpa membantah atau mencari-cari alasan kenapa kita diperintah, dan melaksanakan kesempurnaan (Excellent Action) dalam ibadah, itulah dulu yang diperintahkan Allah kepada putra-putra nabi Adam A.S yaitu Qabil dan Habil, yang diperintahkan untuk melaksanakan kurban atas harta yang diberikan kepada mereka”.

Tersebutlah Habil, hamba Allah yang dengan penuh ketulusan, tidak membantah dan semata karena Allah SWT. Dia berikan contoh total action and excellent action dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dia berikan seekor domba terbaik yang dimilikinya untuk dijadikan kurbannya karena dia tahu apa yang dilakukan semata untuk Allah SWT semata.

Sedangkan Qabil dengan berbagai macam alasan yang mendominasi pikirannya ia berikan qurbannya. Karena Qurban yang diberikan tidak murni karena Allah SWT, di mana ia masukkan ego dan pamrih dalam beribadah, sehingga bukan yang terbaik yang dia berikan. Qabil telah merepresentasi dirinya dalam Poor Action dalam ibadah, bukan yang terbaik yang dia berikan namun sekedar menjalankan perintah. Akibatnya, qurban Qabil tertolak dan qurban Habil yang diterima Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Idul Adha juga merupakan napak tilas sunah nabi Ibrahim A.S yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam bentuk pengujian keimanan, ketaatan, dan keseriusan.

Dimana Allah SWT mengujinya untuk mengurbankan putera semata wayangnya yaitu Ismail A.S, putera yang sangat dicintai dan sangat lama dinanti kelahirannya (Allah SWT memberikan putera kepada nabi Ibrahim ketika usia beliau sudah tua). Kemudian Allah SWT menggantinya dengan seekor domba, sebagaimana dijelaskan dalam QS. As Shafat: 105 – 107.

Rasulullah Muhamad SAW memerintahkan kepada umatnya untuk melaksanakan Ibadah Qurban. Bahkan saking kuatnya perintah ini, beliau menyampaikan “jikalau umatnya mampu untuk melaksanakan ibadah qurban tapi enggan melakukannya beliau melarang orang tersebut untuk mendekati tempat ibadah-Nya” .

Ibadah Qurban adalah ibadah yang mengajarkan kesempurnaan, dimana hewan yang disembelih haruslah hewan yang tidak cacat, tidak sakit, tidak kurus dan disembelih dengan cara yang baik, serta didistribusikan secara baik. Sedangkan waktu pelaksanaannya dimulai dari pagi setelah sholat Idul Adha (10 Dhulhijjah) hingga berakhirnya hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

Islam adalah agama yang sempurna dan mengajarkan pemeluknya untuk melaksanakan sesuatu untuk mencapai yang terbaik, dengan cara terbaik dan dengan niat yang terbaik. Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan kita sebagai golongan hambanya yang baik. Aamiin, pungkas Agus Mansur.

Jerri Irgo

Energi Ramadhan, Energi Para Juara

Dengan terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan, maka tuntaslah rangkaian Ibadah Shaum yang diwajibkan bagi umat islam selama satu bulan penuh, tanpa jeda.

Inilah hari pembuktian siapa sajakah yang berhak mendapatkan predikqt Juara yang bertitel Al-Muttaqin (orang bertakwa) sebagaimana yang disebutkan Allah dalam surat albaqarah ayat 183 “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kamu supaya kamu menjadi orang yang bertakwa”.

Gema Takbir berkumandang dari bibir-bibir manusia yang berbahagia, mengagungkan nama Allah SWT membahana diseluruh penjuru bumi, yang disambung gegap gempita malaikat yang berada di langit layaknya menyambut sang Juara. Inilah hari kemenangan bagi jiwa yang mampu menahan nafsunya, inilah hari kemenangan bagi jiwa yang patuh pada perintah tuhan-Nya, inilah hari kemenangan bagi jiwa yang selalu berderma.

Iedul Fithri, kembali kepada fitrah yang suci, adalah hari kemenangan bagi mereka yang telah menyempurnakan puasanya atau lebaran (selesai) dalam menjalankan puasanya yang ditutup dengan mengeluarkan zakat fitrah. Islam adalah agama yang sempurna, yang mengajarkan kepada umatnya melakukan hablumminallah dan hablumminannas , dengan demikian Puasa tidak hanya dipahami sebagai nilai spiritual pribadi antara manusia dengan Allah tapi puasa mengajarkan kita untuk mempunyai jiwa social yang menyeru kepada umat manusia menjadi peduli kepada sesama.

Dalam kalimat bijak disampaikan “Tidaklah dikatakan memperoleh Ied bagi mereka dengan busana yang Jadid (baru), tetapi mereka yang mendapatkan Ied adalah mereka yang takwanya Taziid (bertambah)”. Sungguh energy Ramadhan adalah energy para Juara, energy yang membawa kepada kebaikan, energy yang membawa kepada kefitrahan manusia.

Kekuatan energy ini akan terukur sejak bulan Syawal, karena syawal sendiri artinya peningkatan, artinya jika para manusia menjadi lebih baik pasca Ramadhan berarti puasa yang dilakukan sukses atau diterima, begitu pula sebaliknya. Sehingga dihari raya Iedul Fitri do’a yang paling Indah untuk disampaikan adalah Taqaballahu Minna wa Minkum, Taqabballahu Shiyamana wa shiyamakum, Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal Aidin wal Faizin. (Semoga Allah menerima amal kita dan amal anda sekalian, menerima puasa kita dan puasa anda sekalian, semoga Allah menjadikan kita dan anda sekalian orang-orang yang kembali suci dan memperoleh kemenangan). Allahu Akbar 3x, Laa Ilahaa Illa Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamdu.

Disampaikan Agus Mansur, ST, M.Eng. Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas islam Indonesia (PPs FTI UII).